Hiks….hiks….hiks…
Ruu dateng dengan sedih…
Abis berpisah sama ichi yayangku… (*dihajar rukia abis-abisan mpe bonyok)
Akhirnya ruu bisa update, walaupun ruu lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan seminar yang seminggu lagi.
Ruu nyuri-nyuri waktu nih buat bisa update, diselingi nyari literature buat seminar. Okeh langsung ajah, fic chapter 3 ini khusus buat para senpai yang udah ngripiu dan read fic ruu yang aneeh gaje gitu…
Special thanks: Kikoyoe aoi hinamori, Sader 'Ichi' Safer 'ichirugiran' kyo senpai, ojou-chan, Rio-Lucario senpai, Erika-chan Kaoru senpai , Ichi Nightray senpai, yuuna hihara senpai, SoraHinase senpai, Thia2rh, greeny-chan (ruu tambahin pake chan ah biar imut *plakk sok-sokan)
Disclaimer: Bleach tuu punya aku… sayangnya direbut dengan nista oleh mas TITE KUBO (nangis gajeee)
Pairing : always Ichigo X Rukia
Is Hard To Say I LOVE YOU
~ Chapter 4 ~
"Benar, aku terlalu berharap banyak padanya." Gumam Rukia yang masih menunduk.
Rukia berjalan menunduk mendekati Ichigo. Tidak lama, Rukia berhasil mendahului ichigo. Ichigo pun sama, ia menunduk tidak mau melihat Rukia. Rukia pun menggambil shode nya yang berada di samping mejanya yang merupakan tujuan utamanya kembali kekantornya itu. Keduanya pun melewati pintu yang menuju luar kantor dan meninggalkan kantor Rukia bersama-sama, namun tidak ada suara yang terdengar dari keduanya. Mereka bisu, bisu setriliun kata. Yang terdengar hanya langkah kaki. Sampai meninggalkan kantor divisi 3 yang sudah sepi dari tadi karena memang sudah jam pulang, mereka lebih memilih melem mulut mereka. Melem rapat-rapat.
Malam ini cukup dingin, cukup dingin diantara malam-malam yang pernah dilewati rukia. Namun ia merasa tidak kedinginan, bukan karena memakai haori yang menambah tebal balutan kain yang dipakainya, namun ada rasa marah pada dirinya sendiri.
"Kenapa aku bisa berpikiran Ichigo akan menyatakan cintanya padaku? Kenapa aku berpikir seperti itu?" gumam Rukia. "Apa aku berharap besar padanya? Sebenarnya apa yang aku harapkan?" batin Rukia yang bingung sendiri.
Mereka berdua asik dengan kegiatan otaknya masing-masing. Ichigo yang tengah sibuk merutuki, menghujat, dan mencaci-maki dirinya sendiri, tidak sadar bahwa yang berada disebelahnya merasa 'broken heart'.
Mereka berdua berjalan dibawah bulan yang sudah nongol penuh. Jadi jalanya gak begitu gelap, ya lumayanlah remang-remang. Sekarang mungkin sekitar jam 8 malam waktu SS bagian pojokan. Mereka berjalan menuju Mansion Kuchiki yang berada di POJOKAN kota seireitei.
Sebagai laki-laki, Ichigo harus menghantarkan Putri Hatinya yang lagi 'broken heart' ke rumahnya dengan selamat. Ya, tetep laki-laki sih walaupun kejantanannya harus dikebiri karena tidak berhasil menyatakan CINTA. (hueee..ichi jangan dikebiri, nanti ga panjangg lagi dunkz! *plaaak)
Setelah berjalan 1 jam (lama amat ya?), akhirnya mereka sampai didepan Mansion Kuchiki yang terkenal dengan keangkeranya. Bukan karena banyak roh bergentayangan coz emang penghuni Mansion ini emang roh khan?, tapi pemilik Mansion Kuchiki yang merupakan Ketua keluarga Kuchiki yang ke-24 ini terkenal dengan keBENGIS sannya.
(author langsung jadi buronan No 1 bagi Byakuya FC)
Rukia dan Ichigo pun langsung menuju pintu masuk rumah yang sangat luas yang didepanya terdapat taman yang cukup luas dan dihiasi oleh rumput dan bunga sakura yang bibitnya langsung dari pedang Senbozakura. (multifungsi yawh?).
"Rukia, kenapa kau pulang selarut ini?" Tanya seseorang yang telah berdiri didepan pintu masuk.
Rukia yang kaget kenapa 'ni-sama' sudah didepan pintu hanya bisa ber 'haaah' saja.
"Haah?"
"Rukia, sejak kapan kau jadi tidak sopan begitu? Itu bahasa Wong Deso! Perbaiki!" kata orang yang memakai kenseikan yang selalu melekat dikepalanya. Kayanya ga pernah lepas. Menurut informasi TERPERCAYA, kenseikannya itu dilem pake lem AIKA AIBON ke kepalanya, kalau pake power glue mah kemahalan. Byakuya ga sanggup beli.
"Aaah... Maaf ni-sama." Kata Rukia manis.
"Hooo… ternyata ada si Orange juga?" kata Byakuya melirik kearah Ichigo yang masih belum sadar.
"…."
Tidak ada jawaban dari Ichigo, karena sekarang ia sedang disidang oleh batinnya sendiri. Entah apa tuntutan dan hukuman yang akan Ichigo terima.
"Sepertinya bocah ini tak mendengarkanku?" kata Byakuya yang reihatsu sebalnya meningkat secara drastis. Tidak pernah ada orang yang berani mengacuhkan kata-katanya. Karena jika ada, OMG udah jadi penduduk di TPU Jeruk Peres kale.
Rukia yang menyadari kejengkelan Byakuya, langsung memukul perut Ichigo.
BUUUUGGGHH…
Tindakan yang Rukia dilakukanya dengan kecepatan DUAHSYAAAT. Sampai-sampai Byakuya saja tidak melihatnya. (masa sih? Kemampuan Byakuya menurun nie, yang begituan aja ga kelihatan, apa kata Dunia?)
Roh Ichigo yang tadi terbang di planet Saturnus,melayang-layang, segera ditarik secara paksa dan kembali ke tubuh rohnya.
"Eh.. halo Byakuya!" Tanya Ichigo sok-sokan teman akrab.
"Katanya kau mau mengantarkan kartu undangan pernikahan Ishida Uryuu dengan Inoue Orihime kan?" Tanya Byakuya 'To The Point".
"Hoo, di SS informasi seperti itu cepat tersebar ya? Kayanya disini ada BIGOSnya juga?" ujar Ichigo yang menuang air dalam api (?)
"Tak kukira, kau suka bergosip juga. Hahaha" tawa ichigo yang GA TAU KEADAAN aja. Dengan begini, kayanya Ichigo siap jadi penghuni baru TPU Jeruk Peres.
Rukia yang dari tadi dicuekin abis-abisan cuman bisa menahan amarah, tapi dia juga siap menghalangi pembunuhan TERKONTROSOSIAL (maksud author terkontroversial).
"Hmm… Sepertinya kau tahu hobi baruku ya, Kurosaki." ujar Byakuya yang walaupun kata-katanya SUPER DUPER menjijikan, tapi tidak menghilangkan nada dinginnya yang abadi itu.
"Haaah?" itulah respon yang keluar dari dua orang yang berbeda, namun respon yang sama yaitu ber 'Haaah'ria ketika mendengar PENGAKUAN TERHEBOH saat ini. Rukia dan Ichigo hanya bisa cengo tingkat berat.
"Kenapa kalian? Ada yang salah?" ujar Byakuya tampang mupeng.
Tak menyangka kata-kata yang dikeluarkan Ichigo untuk meledek Byakuya benar-benar terjadi. Oh tuhan, Dunia bergolak-golok hebat.
"Aah…Tidak apa-apa ni-sama." Ujar Rukia yang masih menahan rasa SYOK berat.
"Kalau begitu masuklah kedalam. Sudah malam, kau juga belum makan malam kan?" ujar Byakuya.
"Baik, ni-sama"
Rukia pun segera masuk kedalam rumahnya, meninggalkan Ichigo yang sudah menjadi patung.
"Hei Kurosaki, kenapa kau diam saja? Cepat masuk!" ujar Byakuya.
1 detik
2 detik
3 detik
4 menit kemudian…
"Nani? Ni-sama?" teriak gaje Rukia yang tidak sadar ia tengah berteriak kepada ni-samanya.
Ichigo yang sadar karena teriakan Rukia yang menggetarkan bumi dan langit, SYOK lagi karena informasi bahwa 'Byakuya menyuruhnya MASUK kedalam rumahnya' baru sampai dari kuping ke otaknya.
"Kenapa berteriak, Rukia? Kau keberatan?" Tanya Byakuya yang sepertinya kena Geger otak.
"TENTU SAJA AKU KEBERATAN!" teriak gaje Rukia, tapi sayangnya cuman dibatinya aja.
"Tentu saja tidak, Ni-sama." Jawab rukia yang sangat-sangat tidak IKHLAS. "Tapi, apa aku tidak salah dengar, ni-sama?" Tanya Rukia yang masih tidak percaya. Coz dia udah lama gak ke dokter THT.
"Tentu saja, Rukia. Kurosaki silahkan masuk, kita makan malam, lalu kau boleh menginap disini." Kata Byakuya yang sudah NGGA normal.
"APAAA?" ujar Rukia yang nada bicaranya, seharusnya sudah berada di nada tertinggi yang lebih dari nada Falset. Namun Rukia hanya mengatakan kata 'apa' dengan nada super biasa.
"Kau harus ke dokter THT, Rukia." ujar Byakuya "Aku tidak mau dikeluarga kita ada yang KURANG PENDENGARAN!" lanjut Byakuya yang sedikit dengan penekanan dengan kata BUDEG.
Ichigo hanya sweetdrop mendengar Byakuya. Beda dengan Rukia, ia langsung kena serangan Zanpakuto tepat didadanya.
"Oh ya, Kurosaki bagaimana keluargamu?" Tanya Byakuya.
"Haaah?" ujar Ichigo yang tidak menyangka Byakuya menanyakan KEADAAN keluarganya. Ichigo yang tidak mau dikatakan BUDEG, jadi langsung saja merespon kliatz. "Oh, baik-baik saja kok." Ujar Ichigo yang bersikap pura-pura biasa.
Rukia POV
TUHAN, Ni-sama kenapa? Ini keajaiban yang ga pernah mungkin terjadi. Nyuruh si Jeruk Gila itu makan malam, disini? Dan yang lebih parah nyuruh NGINEP! Astagfirullaah..
Astagfirulaaahh…
Eh jangan-jangan Ni-sama kena pelet? Iya bener kena PELET! Haduh, dukunnya sakti mandra banget sih! Di SS lagi hot maen dukun sih… tu siapa ya namanya? Kok aku lupa ya? Padahal baru tadi diomongin sama Hanatarou. Eeemmm sapa ya? Eh inget! Ki Goler Pamungkas! Eeeh kenapa jadi mikirin namanya sih! Dasar Gila!
End Rukia POV
"Ayo, kalian berdua masuk kedalam." Ajak Byakuya yang berjalan menjauhi Rukia dan Ichigo yang masih mematung di depan pintu masuk.
"Ba-baik, ni-sama!" Rukia langsung mengikuti Byakuya yang masuk kedalam rumahnya, diikuti Ichigo yang berada di belakang Rukia.
~~~~~~~""""""""""""~~~~~~~~~~~~~~~
"Hei Kurosaki, mana kartu udangannya?" Tanya Byakuya.
"Aah, iya aku lupa. Ini dia." Ujar Ichigo sambil memberikan kartu undangan yang bewarna merah itu.
Ichigo sudah merasa baikan setelah merasakan SHOWER Keluara Kuchiki. Hari ini merupakan hari terberat seribu ton karena ia terkena beberapa serangan SYOK. Sekarang ia hanya berdua, BERDUA diruang tamu Mansion kuchiki, yang entah karena miskin ato apa, ga ada meja yang mewah gitu. Hanya ada meja panjang yang udah dimakan semut tepat berada ditengah ruangan, dan bantal untuk duduk saja. Ichigo memandang miris ruangan ini. Ichigo yang duduk di sebelah kanan byakuya, terlihat sangat kikuk. Karena yah, gitu deh.
"Rukia lama sekali mandinya sih!" gumam Ichigo kesal, karena sebenarnya dia ga mau DEH berduaan dengan Byakuya. AMIT-AMIT!
"Kita makan malam jam sebelas nanti. Kau boleh ikut." Ujar Byakuya yang masih meneliti kartu undangan.
"Haaah?" kata Ichigo yang penyakit mangapnya kumat lagi. Hanya disini, ia mendengar makam malam jam SEBELAS MALAM! SARAP BANGET SIH PENGHUNI DISINI!
Tiba-tiba…
"Asssalamualaikum… Tuuu…OoooooO…AtuuuukkkkK" kata seseorang diluar rumah dengan suara khas UPIN dan IPIN.
Hening…
Ichigo langsung manggap, mendengar ada yang BERANI berteriak kaya gitu di depan rumah pemilik Mansion yang terkenal dengan KEBENGISANNYA.
Mangap Ichigo ternayata tidak terlihat oleh orang yang dipanggil DATUK itu, karena Byakuya langsung berdiri dan berjalan menuju pintu masuk. (OMG! Ini fic bener2 kurang ajar!).
Byakuya yang punya panggilan BARU itu menuju pintu dengan hawa membunuh tingkat IBLIS. Ichigo hanya bisa bergidik dan menunggu melihat siapa yang berani memanggil BYAKUYA begitu. Pembunuhan TERSADIS ABAD INI akan segera terjadi. Byakuya pun sepertinya siap mengeluarkan Seribu Sakuranya itu.
"Walaikumsalam, masuk-masuk!" kata Byakuya yang menyuruh mahluk-mahluk itu masuk tanpa diBINASAHKAN terlebih dahulu.
Jeeeeedeeeeeeerrrrrrrrr…
Ichigo merasakan petir SYOK menyambarnya…
Byakuya pun mendekati Ichigo yang GOSONG kaya tukang dagang ASONGAN bersama mahluk-mahluk dari divisi 11.
"Yo, Ichigo! Lama tak bertemu kau." Sapa mahluk yang mempunyai kepala yang bisa menjadi lapagan golf. Siapa lagi kalau bukan Madarame Ikkaku. Dia ini pemilik asset yang paling berharga atas KEPALANYA yang penuh Kemilau Cinta Kamila.
"Ho, kau ada disini, Kurosaki." Sapa Ayasegawa Yumichika. Mungkin mahluk satu ini merupakan mahluk paling lembut di divisi tempat ia bekerja. Karena divisi 11 itu isinya PREMAN KAPAK MERAH semua!
Ichigo yang sweetdropnya belum ilang, harus memberikan mereka sapaan. Ya karena mau apalagi, menolak TAKDIRnya yang punya temen gaje kya gitu juga gak ada gunanya. Mau PROTES ke emak-bapanya mereka kenape ngelahirin mahluk2 gaje juga gak bisa.
"Yo, Ikkaku, yumichika! Kalian masih hidup rupanya?" ujar ichigo yang bingung mau nyapa kaya gimana.
"Tentu saja dunk, hei mana kartu undangan buat kami?" Tanya Ikkaku yang langsung duduk berhadap-hadapan dengan Ichigo. Sedangkan Yumichika menggambil posisi disebelah Ichigo.
"Pede dahsyat bandget sih, loe!" kata Ichigo ke Ikkaku yang merasa dirinya akan diundang. Ichigo merasa mereka berdua tidak akan diundang karena ia pikir Ishida dan Inoue sudah gila mengundang mahluk2 yang tidak MANUSIAWI ke acara MANUSIA.
"Coba liat dulu semua kartu undanganya, Kurosaki." Terang Byakuya.
"Ah, baiklah." Kata ichigo pasrah. " Emm… ini buat Yamamoto Soutaichou beserta wakilnya, terus ini buat Soifong taichou beserta wakilnya, terus ini buat Kira Izuru, dan bla..bla…bla."
(author cape nyebutinya…hehehe)
"Terus ini buat.. APAAAA?" teriak Ichigo yang tidak percaya apa yang dilihat dengkulnya (*plakkkk) matanya.
"IKKAKU MADARAME DAN AYASEGAWA YUMICHIKA"
Ikkaku dan Yumichika yang mendengar namanya disebut, berjoget kegirangan kaya kucing garong.
"Cini, cini, cini, aaah!" kata yumichika yang langsung menjambret kartu undangan dari Ichigo.
"Padahal tadi kau ke diviv 11 kan? Kenapa ga nitipin aja ke Taichou hah? Sengaja yak kau?" Tanya Ikkaku.
Ichigo yang merasa kalah jiwa dan raganya terhadap Mahluk-mahluk SUPER GAK GUNA, hanya bersweetdrop ria aja. Ia gak mau nambah keruh masalah yang udah butek. Jadi ia meminta maaf dan beralasan lupa saja. Gampang khan?
"Iya, kumaafkan kau, Ichigo." Kata Ikkaku.
"Trimzzz,, bro!" kata Ichigo yang mau muntah kodok.
Gak tau ada setan atau iblis yang ngesot lewat, tiba-tiba terlintas dibenak Ichigo, kenapa dua orang mahluk GAJE, yang gendernya patut dipertanyakan, yang gak akrab sama keluarga Kuchiki, berkunjung ke rumah seorang DATUK Byakuya.
"Hei Ikkaku, Btw ngapain loe kesini?" kata ichigo dengan bloonnya.
"Haduh, kamu gak tau yawh? Kita udah bikin perkumpulan lho!" centil Yumichika.
"Perkumpulan apa?" Tanya Ichigo yang berpikir keras karena perkumpulan apa sih yang bikin Byakuya sampai ikutan dan diadakan di rumah si cool Byakuya.
"Ongsimamangasasipsik, Kurosaki Ichigo" jelas Byakuya.
"Ongsimamangasasipsik?" Tanya Ichigo yang sukses menyebutkan lengkap nama perkumpulanya tanpa ada kata yang kepeleset . "Namanya aneh banget sih, gak punya sense nih! Bikin nama perkumpulan kok kaya begitu?" Canda Ichigo yang kata-katanya 100% tepat sasaran. JITU.
"Sontoloyo! Jaga bicaramu Kurosaki! Itu perkumpulan penting bagi kami." Jelas Byakuya yang merasa dirinya dilecehkan sama orang kaya cecurut.
"Dia gak tau aja datuk, arti sebenarnya dari perkumpulan yang kita dirikan atas kemauan dan kesamaan dari para anggotanya." Terang Ikkaku. ( jijik banget ya si Ikkaku, sok-sokan jadi kepala desa gitu. Menebarkan visi dan misi organisasi)
"Nih ya, misi kami tuu mengakrabkan SEMUA para shinigami, tidak ada PERBEDAAN, mau taichou, mau yang cupu ataupun CS sekalian. Kita itu sama! Kami pun sadar belum lama ini sih, jadi organisasi kami masih berkembang. Tapi yang pasti kami akan terus berusaha menyatukan kami semua" terang Ikkaku berkoar-koar mempromosikan perkumpulan yang entah apa itu namanya.
Yumichika dan Byakuya menganggup dengan pasti, sedangkan Ichigo hanya bisa STRESS tingkat tinggi. Karena gak mungkin organisasi yang BENER itu isinya model Ikkaku dan Yumichika. Mungkin anomaly aja tuh si Byakuya ikut-ikutan organisasi yang bener-bener BUREM.
"Jadi itu perkumpulan apa sih?" Tanya Ichigo yang stress sekaligus penasaran berat.
"Hmm… itu perkumpulan…" jelas Byakuya yang belum menyelesaikan kalimatnya.
~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~
*note* dukun yang namanya KI GOLER PAMUNGKAS tu bener-bener ada, tapi bukan dukun melainkan TUKANG BASO. Hehehe, ki goler jualannya ada di kota ruu tinggal lho.
Ocehhhh…
Kayanya tambah gaje yah?
Ruu bingung klo mutusin ceritanya. Soalnya kalo kepanjangan kan jadi boring (gini aja udah garing banget ruu!)
Nanti chapter berikutnya bakal ada Hitsugaya sama Rangiku. Dan gak lupa juga ada si Babon King
Makacih banget buat para readers dah read fic ruu.
Mungkin setelah fic ini beres (padahal fic ini rencananya masih ada beberapa chapter lagi) ruu bakal bikin fic baru.
Yang pasti ruu bikin pairing ichiruki lagi. Ruu ga mau bikin yang lain. Ruu bakal bergentayangan selamanya di fandom ini.
Ruu baru tahu preman kapak merah, jadi banyak pengulangan kata itu. Hahaha
Ruu tuh susah nulis kata-kata review. Ruu jadi nulisnya ripiu dee…
Muup wong deso sih….
Ruu sedih banget ichi gak bisa liat rukia lagi.. ruu pas baca bleach chapter 423, sempat menitikan air mata buaya lho..
Tapi perpisahannya oke banget! Ichiruki banget! Hahahaha… ruu seneng gaje gitu, tp sedih juga sih…
Ruu juga cemas berat nih, soalnya kalo gak ada rukia, nanti si inoue caper deh ma ichi dan bisa-bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tidak!
Kook malah curhat cih?
Okeee… langsung aja senpai-senpai semua klik
ripiu this chapter.
Ruu gak akan bosen bilang 'yang pedes yawh'
Hehehehe…
