Ayyy… minna san! Kembali lagi dengan mengklaim dirinya sebagai Author paling gaje sedunia bleach ke fanfictionnan.
Setelah berapa lama ber~Hiatus~ria karena kesibukan Ruu yang harus Praktik Kerja Lapangan di Lab Mikrobiologi di Suatu perusahaan X yang pulangnya itu jam 6 malam. Dan sibuk mencari literature untuk laporan dan siding Ruu yang akan dilaksanakan bulan Febuari. Wish me luck keeeyyy.
Karena hal itu lah Ruu Gak punya kesempatan untuk meneruskan Fic yang sebenarnya sih gak perlu dilanjutin. Okey gak perlu lama curhat karena takut di gebukin para readers.
Untuk chapter ini akan agak panjang karena untuk menebus keterlambatan Ruu untuk update.
Okey langsung ajah
Special thanks: Kikoyoe aoi hinamori, Sader 'Ichi' Safer 'ichirugiran' kyo senpai, ojou-chan, Rio-Lucario senpai, Erika-chan Kaoru senpai , Ichi Nightray senpai, yuuna hihara senpai, SoraHinase senpai, Thia2rh, greeny-chan (ruu tambahin pake chan ah biar imut *plakk sok-sokan)
DON'T LIKE DON'T READ OKEEYY
Disclaimer: Bleach tuu punya aku… sayangnya direbut dengan nista oleh mas TITE KUBO (nangis gajeee)
Pairing : always Ichigo X Rukia
Is Hard To Say I LOVE YOU
~~Chapter 5~~~
"Jadi itu perkumpulan apa sih?" Tanya Ichigo yang stress sekaligus penasaran berat.
"Hmm… itu perkumpulan…" jelas Byakuya yang belum menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong karena kehadiran putri Kuchiki.
"Haduh-haduh kalau mau promosi jangan disini donk! Cari tempat lain aja! Kalau promosi disisni terus, kapan mau banyak pengikutnya? Dasar bodoh!" ucap Rukia yang baru nonggol dan langsung nimbrung sambil duduk disebelah Ikkaku.
"Ih, Kuchiki kami itu bukan mau promosi, tapi mau ngadain pertemuan harian." Jelas Ikkaku.
"Tapi ada benernya juga kan kalau promosi disini kuchiki, buat ngajak kamu jadi anggota kita." Ajak yumichika dengan nada cewe-cewe yang suka ada di taman Lawang.
"Sampai dunia kiamat, sampai Hueco Mundo jadi tempat Prostitusi, sampai dunia jadi kebelah 7, sampe rambut gw tumbuh uban, sampai gw mati juga, GW GA AKAN PERNAH GABUNG AMA ORGANISASI LU PADE!" teriak Rukia yang memakai kimono bewarna biru tua yang dihiasi corak bunga-bunga sakura yang indah. Namun, karena bergabung sama orang yang GAK JELAS jadi kecantikan Rukia tersamarkan bagai bunga di sarang penyamun. (ckckck kasihan sekali kau Rukia)
"Haduh, kok seorang bangsawan Kuchiki teriaknya kaya tukang jamu sih?" cela Yumichika yang sebenernya sih jengkel tingkat palu 6 kg.
"Sudah-sudah, lebih baik kamu suruh pelayan siapkan teh saja buat kami semua Rukia, daripada kamu berbuat rusuh disini." Jelas Byakuya yang kata-katanya SANGAT DALAM.
"RUSUH? AKU BUAT RUSUH? NOOO!" teriak dalam hati Rukia yang sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Baik nii-sama." Jawab Rukia pasrah. Rukia pun berdiri dan siap meninggalkan tempat karena secara tidak langsung diusir oleh si Duda dingin itu.
Tiba-tiba…
"Tai…Tai… Taichoooooooooo~!" lengkingan seseorang didepan pintu depan.
Entah mengapa hari ini banyak terjadi keganjilan. Mau kiamat kali ya?
Rasanya 2012 masih ada 1 tahun lewat dikit deh.
Semua orang langsung menegok kearah sumber suara gaib tersebut. Terdengar langkah kaki menuju ruangan tamu keluarga Kuchiki yang gak ada apa-apanya itu.
"Yo, Taucho! Aku sudah membereskan tugas semuanya!" jelas seseorang yang sering dipanggil King Of Babon.
Semua pandangan teralihkan, menuju padanya (*plaaak salah cuuy! jadi kaya lagunya siapa ya? Apgan? Bukan deh.. uban? Apa lagi… eeerrr… whateverlah!)
"Eee, maksud saya itu taichou. Maaf mulut saya keseleo mulu, soalnya abis makan pisang garing di warteg." Jelas Renji sang King Of Baboon.
"Makan pisang garing kok diwarteg sih, Babon?" kata Ichigo menyindir.
"Warteg di SS tuh toserba tau! Emang kaya di Living World." Kata Si Babon gak mau kalah.
"Eh, tunggu dulu, emang ada pisang garing ya? Adanya juga pisang goreng tau!" Kata Ichigo yang kesel sama dirinya sendiri karena merasa ikut-ikutan bodoh.
"Hooooo, sudah kau selesaikan Renjo?" Tanya Byakuya yang entah perkataannya ini meledek atau ingin bercanda.
Hening…
Candaanya Byakuya garing banget ya? Kayanya udah kelewat garing deh, gosong mungkin kata yang tepat untuk mengungkapkan situasi ini.
"Hm… sepertinya aku tidak lucu yah?" Tanya Byakuya.
Hening lagi…
"Haaah?" semua orang mengeluarkan resonansi kuat yang sama, yaitu ber-haah ria.
"Kau sedang melucu, Byakuya? Hahahaha, benar-benar gar!" sebelum Ichigo menyelesaikan kalimat yang akan mengirim dirinya ke dunia sana yaitu dunia after life yang udah siap merekrut orang baru menjadi penduduk disana, rukia menendang kaki ichigo lewat bawah meja.
"Aaaawwwww." Teriak Ichigo kesakitan. Ternyata tendangan Rukia mantep ya.
Otomatis sekarang semua pandangan beralih pada si Orange yang 'tiba-tiba' teriak. Ichigo yang mengtahui siapa yang menendangnya itu langsung menatap si Midget yang duduk diseberangnya.
"Rukia! Kenapa kau menendang!" kalimat Ichigo terputus karena melihat tatapan IBLIS Rukia. 'jika kau teruskan, ku-bunuh-kau' hal itulah yang tertangkap dari sorot mata Sang Midget. Setelah mengerti tatapan mata Rukia, Ichigo memutuskan untuk diam.
Diam adalah yang terbaik. Sesuai pribahasa, diam berarti EMAS
"Kenapa Kurosaki? Kenapa kau berteriak?" Tanya Byakuya yang sepertinya sudah lupa dengan candaan dirinya yang benar-benar garing.
"Aku? Berteriak? Masa sih? Ahahahaha" jawab Ichigo yang lagi berpikir keras menjawab pertanyaan Byakuya.
"Jika merasa tidak enak badan, mungkin lebih baik kau cepat istirahat, Kurosaki." Jelas Byakuya yang merasa khawatir pada kesehatan Ichigo. ( gak salah ni?)
Semua orang yang berada di ruangan itu kaget setengah mati, terutama si Orange.
"Apa?" teriak histeris Ichigo dalam hatinya. "Ah, terima kasih Byakuya." Ujar Ichigo.
Ichigo POV
Si Byakuya aneh amat, tumben dia khawatir dengan kesehatanku. Mungkin dia sudah berubah karena perkumpulan yang dia bentuk itu ya. Mungkin juga. Ya bagus deh, jadi gak susah-susah amat kalau minta restu ke dia untuk bersama dengan Rukia. Tuhan, terima kasih. You always watching me.
End Ichigo POV
"Kalian berdua ada disini, Yumichika, Ikkaku?' Tanya renji yang sebenernya sih gak perlu ditanyain. Renji berjalan menuju meja dan langsung menggambil posisi duduk disebelah Rukia.
"Pasti lagi mengadakan pertemuan itu ya?" Tanya Renji lagi yang sepertinya dia juga tau tentang perkumpulan misterius dan mistik ketiga orang yang keakraban mereka perlu dipertanyakan dengan tanda TANYA yang besar (bingung gak nih kata-katanya, yang nulis aja ampe puyeng). Hal ini membuat Ichigo tambah penasaran.
"Kau sudah terbujuk rayu ya Rukia? Katanya kau tidak mau ikut yang begituan?" Canda Renji sambil cekikikan.
"Tidak, aku tidak ikut kok" jawab Rukia panik. "Aku disini hanya ingin ikut mengobrol saja. Sudah lama tidak ada tamu kan? Iya kan Ni-sama?" jawab Rukia.
Byakuya menganggup pelan, menadakan hal yang dibicarakan Rukia itu benar.
Rumah besar, jarang ada tamu, penghuninya model-model kaya Byakuya, Rukia. dan mahluk-mahluk mistis dan gaib lainnya. Gak salah deh bila orang mengatakan bahwa mansion Kuchiki adalah House Of Death.
"Hohoho, begitu ya? Hahaha." Tawa Renji yang gak jelas.
Rukia POV
Ngapain sih si Renji nanya yang bikin gw naik darah! Sengaja ya tu bocah! Dia pengen gw dibentak kaya minggu lalu sama ni-sama gara-gara gw gak sengaja ngejelek-jelekin perkumpulan ni-sama. Awas ya babon merah jelek! Tunggu pembalasanku!
End Rukia POV
Rukia menatap sinis Renji, tatapan yang mengartikan ' awas ya loe, gw gigit nanti!' tapi malah membuat Renji tambah cekikikan. Ichigo heran melihat mereka berdua.
"Kita disini kaya kambing cengo ya, Ikkaku?" goda Yumichika. "Kalau mau pacaran, mau so sweat so sweat tan mah jangan disni doonks, kami yang punya acara, kan?" Tambah Yumichika. Ichigo yang mendengarnya langsung panas. Ichigo menatap sinis Yumichika, raut wajahnya mengutuk perkataan Yumichika.
"Iiiiihhhh, Yumichika bukan so sweat- so sweat tan donk! Itu mah kalau lagi dikamar berdua, lagi begitchu, begitchu!" kata Ikkaku sambil memonyong-monyongkan bibirnya Up and Down.
"WHHHHATTTTTT!" kata Ichigo yang udah kehilangan kendali. Matanya melotot minta dikeluarin dari tempat asalnya.
Renji dan Rukia hanya diam, habis bingung mau beraksi dan bereaksi gimana. ( intinya sih authornya bingung mau gimana. Gomeeen!) . Mereka hanya menatap satu sama lain. 'Kita gak gitu kan?' hal itulah yang terpancar dari sinar mata mereka.
"Iiih, kok jadi kamu sih yang heboh!" kata Yumichika.
"Hei Ichigo, kenapa mukamu kaya mau nerkam sih? Cemburu ya?" ejek Ikkaku sambil cekikikan.
Sebelum Ichigo mau menjawab ledekan-ledekan yang dilontarkan sama mahluk-mahluk gaje itu…
Tiba-tiba… (lagi?)
"Kuchiki Rukia, keluar kau!" teriak seseorang didepan Mansion Kuchiki. ( Minta dilempar pot bunga ya, malem2 begini teriak2. Kalau kesambet mahluk gaib baru tau rasa!)
"Ayo keluar!" teriaknya rusuh. Rusuh banget deh pokonya.
"Biar aku yang melihatnya." Kata Byakuya yang bangun dari duduknya. Byakuya pun menuju pintu depan diikuti semua orang dan meninggalkan ruang tamu.
"Ayo keluar!" teriak orang itu lagi yang berdiri di depan mansion Kuchiki bersama seorang Perempuan berdada luar biasa.
"Sudah, sudah Taichou! jangan teriak lagi, ini sih nagajak orang berantem!" kata seorang perempuan yang berusaha menenangkan mahluk yang disebelahnya. Perempuan tersebut berusaha 'Shut ur Mouth please' dengan cara menutup mulut taichou berambut perak yang masih mencoba berteriak kaya anak kehilangan emaknya.
"Keeeluar kauuuuu! Matsumoto lepaskan tanganmu!" kata taichou divisi 10 Soul Society sambil berusaha melepaskan tangan Matsumoto Rangiku.
"Kuchiki Rukia! teriaknya lagi. (haduh you will lost ur pride, man)
Taichou yang tinggi badannya tidak mungkin memenangkan perkelahian 'lepaskan tanganmu' itu hanya mencoba berteriak lagi. Namun sekarang ia benar-benar kesulitan karena Matsumoto menggunakan 'dadanya' untuk membungkam mulutnya.
Pertarungan ini sangat sangat tidak adil, tapi membungkam mulut si Taichou dengan 'itu' It's good idea.
Sang Pemilik mansion pun tiba di depan rumahnnya, diiringi oleh pengikut-pengikut yang berada di belakang punggungnya.
Alangkah terkejutnya mereka semua melihat adegan yang sangat tidak wajar alias melanggar asusila yang seharusnya tidak dilakukan didepan rumah.
"Oh my god!" teriak Yumichika.
"Benar-benar gak bisa nahan nafsu ya kalian berdua." Kata Ikkaku sambil cekikikan.
"Jangan dilihat Rukia! Adegan ini belum pantas untukmu." kata Renji yang matanya masih pingin melihat adegan blue film sambil menutup mata Rukia.
"Eeeh, apa sih! Ada apa sih, aku juga mau lihat donk!" Kata Rukia yang mencoba melepaskan genggaman tangan Renji yang menutupi matanya dan wajahnya yang cukup mungil.
Ichigo yang melihat adegan Renji dan Rukia itu, sontak langsung menepis tangan Renji dari mata Rukia.
"Oy Renji! Apa-apaan sih, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ! Gak tau diri lu!" kata Ichigo yang nyaris memecahkan kaca jendela tetangga.
"Apaan sih lu! Lu gak liat apa adegan orang-orang gak senonoh tuuu!" kata Renji yang menunjuk dengan bibirnya ke arah adegan paling SENSUAL yang masih berlanjut di perkarangan Byakuya Kuchiki.
"Masa bodo dengan yang begituan! Jangan pegang Rukia seenaknya aja!" katanya geram.
"Ih kenapa jadi lu marah? Nyantai aja donk mas!" kata Renji yang mulai panas.
"Gw bukan orang Jawa, Babon jelek!"
"Jadi mau dipanggil apa? Akang?Eceu? Eneng? Hah?" kata Renji yang memulai perang mulut.
"Hey kalian berdua! Kok jadi berantem sih? Oy Author gak salah apa nih adegannya?" kata Rukia yang berjalan menuju kearah sutradara.
Cutttt…Cuttttt
"Haduuuh, kalian gimana sih, gak professional!" kata author sekaligus sutradara fic ini. ( oh God! Akhirnya aku tampil juga, Cihuuuy, nampang dikit dulu aaah!)
"Heh author gaje, kenapa ada adgean begitu! Seenaknya si babon gila itu pegang-pegang cewe gw!" kata Ichigo yang udah siap-siap menebaskan zangetsunya pada author. ( emang si Ichigo masih punya zangetsu?)
"Ehem, ini perubahan yang tidak anda ketahui Mr. Kurosaki. Jadi jangan banyak perotes, Mr. Abarai dan Mss. Kuchiki juga tidak keberatan." Kata author dengan penuh wibawa. (wibawa atau bawaan sih)
"Apa? Kau tidak keberatan Rukia?" Tanya Ichigo yang kaget setengah mati.
Rukia hanya menggelengkan kepala.
"Kalian semua dibayar, jadi tak perlu banyak protes. Kalian harus bekerja Profesional layaknya Mr. Toushirou dan Mss. Rangiku yang mau melakukan adegan yang dapat merusak mental para remaja."
Kedua mahluk yang sedang dibicarakan, masih beradegan 'itu' loh. Tidak beranjak sedikitpun. Hebat! Sangat Profesional. (professional atau keenakan sih?)
"Taaapii, Rukia kan, Rukia kan, " kata Ichigo yang gak mau cewenya beradegan mesum. (kayanya kaya gitu sih belum mesum deh, lebay aja luh Ichigo!)
"Sudah jangan banyak tapi-tapi. Kita lanjutkan! Mulai dari Mr. Yumichika teriak ya!"
Take 21!
"Oh my god!" teriak Yumichika.
"Benar-benar gak bisa nahan nafsu ya kalian berdua." Kata Ikkaku sambil cekikikan.
"Jangan dilihat Rukia! Adegan ini belum pantas untukmu." kata Renji yang matanya masih pingin melihat adegan blue film sambil menutup mata Rukia.
"Eeeh, apasih! Ada apa sih, aku juga mau lihat donk!" Kata Rukia yang mencoba melepaskan genggaman tangan Renji dari matanya. (cieeee, so sweeeeeeet. Nih baru bener.)
Ichigo yang melihat adegan antara Renji dan Rukia hanya bisa menahan amarah, kesal, pengen nabok orang. " Si babon apa-apaan sih!" kata batin Ichigo. Kemudian perhatian Ichigo teralihkan ke arah Byakuya yang berjalan menuju Mahluk-mahluk mesum yang ada di perkarangannya.
"Apa yang kalian lakukan, Hitsugaya Taichou dan Matsumato Fukutaichou?" kata Byakuya yang sudah berdiri di depan mereka.
Mereka berdua kaget dan langsung menghentikan aktifitas mereka.
"Ehem, saya mau bertemu dengan Kuchiki Rukia, Byakuya taichou." Kata Hitsugaya yang mencoba merapikan rambut dan bajunya.
"Hooo, Aku tak mau tau urusan kalian, tapi tolong jangan berbuat hal yang mesum di perkaranganku, Hitsugaya taichou dan Matsumoto Fukutaichou." Kata Byakuya yang tetap tidak menghilangkan nada dinginnya.
"Maaf, kami tak bermaksud seperti itu, Byakuya Taichou." Kata Matsumoto yang mencoba memperbaiki image dirinya.
"Itu hanya hal yang tidak disengaja." Hitsugaya menambahkan.
"Oh, aku mengerti. Selesaikan urusanmu Hitsugaya Taichou, dan lain kali jika ingin bertemu dengan Rukia tidak usah teriak-teriak. Kau adalah Taichou yang cukup dihormati, jangan buat dirimu menjadi sampah tak berguna karena ketidaksopannanmu." Kata Byakuya yang mulai menjadi mahluk tanpa hati. Kumat lagi penyakit lamanya Datuk Byakuya.
"Maafkan aku, Byakuya Taichou." Kata Hitsugaya sambil menundukan kepalanya yang berat karena malu.
Byakuya pun berbalik dan menuju pintu masuk rumahnya disusul oleh Hitsugaya dan Matsumoto.
"Ih Renji! Aku jadi gak lihat kan!" kata Rukia yang kesal tidak melihat adegan 'itu'.
"Hiii, kalian berdua everytime, everywhere, anywhere, mesra banget sih!" kata Yumichika yang menyulut sumbu kemarahan sang Mikan lagi!
"Hey, Ichigo kamu gak iri tuu?" Kata Ikkaku meledek.
"Diem gak kalian berdua! Kalau ngga, gw kirim langsung ke neraka!" kata batin Ichigo, tapi kayannya kata-kata itu sampai kepada dua orang itu lewat tatapan maut Ichigo. Kedua orang itu langsung diam, sediam maling mau maling.
Semua pandangan teralihkan pada Byakuya dan Hitsugaya yang berjalan mendekati mereka.
Byakuya pun masuk ke dalam rumhanya, sedangkan Hitsugaya berhenti di depan Rukia, Renji, Yumichika, Ikkaku dan Ichigo.
"Ehem, Hitsugaya taichou ada urusan apa ya denganku?" kata Rukia yang geragapan.
"Kuchiki Rukia" panggil Hitsugaya sambil berjalan mendekati Rukia.
"Iya?"
"Aku sangat mencintaimu, maukah kau menjadi pacarku?"
~~~~~~~To Be Continued~~~~~~~~
Akhirnya chapter ini beres jugaaaaaaa
Ruu bikin chap ini seharian loh. Jika ada salah-salah mohon dimaklum.
Okeeeyyy, apakah fic ini tambah ancur?
Ruu rasa chap ini humornya kurang banget ya?
Ruu butuh koment dari senpai nih…
So,
Ripiu this chapter please
