=DISCLAIMER=
Semua trademark dalam fanfic ini dimiliki oleh pemegang copyright masing-masing, kecuali plot dan hasil pemikiran penulis. Fanfic ini dibuat hanya untuk hiburan semata dan tidak dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan material apapun.
Potongan lagu di tengah berasal dari lagu GONG (c) JAM Project.
Akatsuki no Tasogare
Matchup 3: Kisame Hoshigaki vs Youmu Konpaku
Kebanggaan dan Kesetiaan dalam Tekad
Seorang Kisame Hoshigaki biasanya tidak berpisah dengan sang partner, Itachi Uchiha, saat bertugas. Mereka adalah pasangan maut dalam hal bertarung; Kisame dan Samehada membabat musuh di depan, sementara Itachi melempar bola api dari belakang. Mereka saling mengisi dan melengkapi, pendeknya. Itachi dan keahliannya dalam ilusi juga kerap membantu dalam mengorek info keluar dari orang-orang yang tidak takut dengan wajah dan kekuatan Kisame.
Namun entah mengapa hari ini mereka terpisah. Kisame membiarkan Itachi maju duluan dengan alasan ini adalah desa yang dulu ia tinggali; kalau letak jalan-jalan dan posisi bangunan-bangunan penting belum berubah, mungkin Itachi bisa meringankan pekerjaannya dengan melumpuhkan pasukan keamanan sebelum Kisame bergerak masuk. Sesenang-senangnya Kisame dengan pertumpahan darah bernama pertarungan, ia bukanlah maniak pembunuh yang senang melihat penderitaan musuh yang ia lawan, seperti Hidan.
Sepuluh menit ia menunggu di balik pepohonan dekat gerbang, namun Itachi tak kunjung memberi tanda. Kisame tahu, Itachi mungkin saja bertemu ninja kelas Jounin yang sedang berpatroli. Kisame juga sadar, para ninja Konoha bukanlah ninja yang boleh diremehkan sekarang. Memukul mundur Orochimaru yang bekas anggota saja sudah bisa dikatakan sebuah pencapaian yang cukup hebat.
Tak lagi sabar menunggu, Kisame pun memasuki gerbang desa yang terbuka lebar. Kesan pertama yang ia tangkap adalah kesunyian; tampaknya tidak ada sedikitpun yang bergerak di sekitar dirinya, ataupun di dalam desa sana. Tak ada suara jangkrik, patroli api, dengkuran, ataupun suara lain yang lazim didengar di sebuah desa sewaktu malam.
Kisame pun melangkah lebih dalam ke dalam desa Konoha, menyusuri jalan-jalan kecil yang berliku. Semakin lama, ia semakin merasa aneh dengan keadaan desa ini. Ia tahu ini bukan pertengahan bulan, namun cahaya temaram yang datang entah dari mana membuat keadaan cukup terang untuk melihat sekeliling tanpa kesulitan. Apa Itachi berhasil memerangkap seluruh desa dalam Tsukuyomi? pikir Kisame sambil meneruskan langkah ke arah alun-alun desa. ... atau aku yang terperangkap dalam genjutsu?
...
Seorang gadis berambut keabuan tampak tercenung menatap kegelapan di sekitarnya. Lawannya kali ini entah siapa, dan itu sudah mengganggunya sejak saat keberangkatannya dari Gensokyo menuju desa yang berada di luar Perbatasan Hakurei ini. Yukari memang memberikan sebundel data tentang organisasi kriminal bernama Akatsuki itu, namun membaca data itu pun tidak membuatnya tenang.
Dari semua anggota Akatsuki yang ia telah pelajari datanya, banyak dari mereka yang bisa mengalahkannya dengan relatif mudah. Tipe-tipe petarung jarak menengah seperti Deidara atau Kakuzu akan menghalanginya mendekat, dan tipe pengguna ilusi seperti Itachi Uchiha bahkan bisa menang sebelum bertarung bila tekadnya goyah. Peluang satu-satunya untuk menang hanya ada apabila ia bisa berhadapan dengan petarung jarak dekat seperti Hidan atau Kisame Hoshigaki.
"Youmu, kuatirmu itu berlebihan deh! Tenang saja, kamu pasti menang kok!"
Kata-kata Yuyuko Saigyouji itu masih terngiang di telinga sang gadis. Entah berapa tahun sudah ia mengabdi pada sang Putri Hantu, penguasa Hakugyokurou. Sang putri bak antitesis pada diri sang gadis: sang putri sangat santai, sementara dirinya selalu berlaku formal; sang putri selalu lapar bahkan setelah makan, ia selalu mencukupkan diri bahkan saat lapar; dan terakhir, sang putri selalu yakin dimana ia tidak.
"Saya harus menang," gumamnya pelan sambil menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya. Takdir akhirnya menampakkan lawan yang ia pilih untuk sang gadis.
...
Kisame akhirnya menemukan aun-alun desa setelah hampir seperempat jam berjalan kaki. Untungnya, ia juga menemukan orang yang bisa ditanyai di sana. Sialnya, orang yang bisa ditanyai itu sedang duduk seiza[1] menghadap sepasang pedang di atas sebuah tikar jerami, dan nampaknya sudah siap bertarung.
"Dengan hangat saya menyambut kedatangan anda di Konohagakure, utusan Akatsuki," sambut sang gadis, sopan namun tegas. "Saya, Konpaku Youmu dari perguruan Pedang Enam Jalan, bersama Roukanken dan Hakurouken akan bertarung dengan anda malam ini."
"Baiklah, Youmu-chan[2]. Aku Hoshigaki Kisame dari Akatsuki, dan ini pedangku Samehada," balas Kisame setelah keterkejutan sejenaknya surut. "Yang telah meminum darah pemegang sebelumnya, guruku. Sebelum darahmu tumpah sia-sia sepertinya, sebaiknya kau minggir dan membiarkan Akatsuki menduduki Konoha."
"Disebutkan seperti seorang hatamoto[3] yang setia, Hoshigaki-dono," puji Youmu sambil menyelipkan Hakurouken yang lebih pendek ke pinggang kanannya. "Namun saya takut saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda. Sahabat tuan saya, sang Yumekage Yukari Yakumo-sama, telah menyatakan kesediaannya untuk menjalin aliansi pertahanan diantara Gensogakure dan Konohagakure. Sebagai pelayan tuan saya yang mendukung Yumekage, sudah tugas saya untuk mencegah anda melaksanakan niat Akatsuki."
Kisame sejenak tertegun sebelum memandang lurus-lurus ke dalam dua bola mata berwarna biru laut milik Youmu. Bila tadi sedikit ada keraguan di sana, sekarang ia tak bisa menemukannya. Tak salah lagi, gadis yang tingginya lima kaki lebih sedikit ini adalah seorang samurai yang selalu setia pada tuannya, apapun yang terjadi dan kemanapun sang tuan pergi.
"Baiklah, Youmu-chan. Bila ancamanku tidak bisa memaksamu minggir, maka terpaksa aku membuktikannya!" seru Kisame sambil maju menyerang dengan Samehada. Youmu yang waspada bisa menahan gebrakan keras itu dengan Roukanken yang panjangnya empat setengah kaki lebih sedikit, namun tubuh kecilnya tetap tergeser sekitar lima langkah ke belakang.
"Pedang bagus!" komentar Kisame sambil mencelos mundur, menarik tiba-tiba Samehada yang sedang ditahan Youmu untuk memanfaatkan geriginya untuk mematahkan Roukanken.
TING!
Suara logam patah itu membuat Kisame menyeringai senang. Untuk samurai seperti dia, patahnya pedang sama saja dengan patahnya semangat bertarung... pikir sang manusia ikan. Setidaknya, itu pikirannya sampai ia menyadari suara logam patah itu bukan berasal dari Roukanken. Ia baru menyadari Samehada kehilangan satu gerigi saat ia memandang ke arah pedang miliknya itu.
"Maaf mengecewakan anda, Hoshigaki-dono," gumam Youmu sambil mengibaskan pedangnya ke kiri dan mencabut Hakurouken. "Roukanken dan Hakurouken adalah tempaan pandai besi Youkai bernama Saigyou no Toisato. Mereka tidak akan patah oleh baja tempaan manusia manapun! Konpaku Youmu, mairu[4]!"
Youmu pun melesat bak anak panah lepas dari busurnya. Berbeda dengan Kisame yang bertubuh kekar dan mengutamakan gebrakan keras yang dibantu berat Samehada, Youmu bertarung dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk memberi energi untuk mendukung ketajaman Roukanken dan Hakurouken. Hanya sekejap Kisame teralih perhatiannya, Youmu sudah menghilang dari pandangan, diikuti dentingan suara memecah keheningan malam. Agaknya hanya refleks yang terasah oleh bertahun-tahun dikejar hunter-nin yang menyelamatkan Kisame dari tebasan-tebasan Roukanken dan Hakurouken yang menyerbunya bak air hujan. Sebentar kemudian, Youmu kembali menampakkan diri di depan Kisame, nampak sedikit kehabisan nafas namun secara keseluruhan tidak apa-apa.
"Itu tadi Jigokudou Ken, Tennin no Gosui[5]," ujar Youmu sambil mengacungkan Roukanken ke arah Kisame. "Saya kagum, Hoshigaki-dono. Anda berhasil menangkis empat tebasan dengan pedang anda, dan satu tebasan saya yang masuk hanya membuat topi anda terbelah."
"Hehe, kau ada benarnya, Konpaku-chan..." geram Kisame mengakui kehebatan sang lawan. "Kalau begitu aku juga akan serius. Suirou no Jutsu!"
Youmu yang melihat air berkumpul dan membentuk bola di sekitar Kisame segera menghindar dengan terbang ke atas. Kisame yang melihat sang gadis melakukan itu menyeringai sambil merapal jutsu lanjutan dari dalam perlindungan gelembung air yang semakin membesar itu.
"Suiton, Goshoukuzame!" Seru Kisame sambil melemparkan lima peluru berbentuk hiu pada Youmu. "Kau memberiku lima tebasan, aku memberimu lima ekor hiu!"
"Baiklah!" seru Youmu sambil berusaha menghindar walaupun kelima hiu air itu mulai mengurung ruang geraknya. Tebasan-tebasan Roukanken dan Hakurouken berusaha menghancurkan lima hiu tersebut, namun karena hiu-hiu tersebut terbuat dari air, tebasan-tebasan itu tidak efektif.
Tiba-tiba Youmu melejit, dengan mudah menembus kurungan Goshoukuzame dan menghampiri Kisame dengan kecepatan yang luar biasa. Kisame dengan cepat menarik mundur hiu-hiu Goshoukuzame untuk menghabisi Youmu dari belakang, namun terlambat. Gebrakan cepat dari Youmu itu berbuah sebuah tebasan yang menimbulkan luka tipis di pipi Kisame. Sedetik kemudian, Kisame merasa mendengar suara sebuah pedang jatuh di belakangnya.
"Gakidou Ken, Ikiteiru Yuurei no Itami[6]... ukh..." gumam Youmu sambil memegangi perutnya. Luka lebar di bagian samping perut Youmu itu nampaknya berhasil ditorehkan oleh salah satu hiu Goshoukuzame saat Youmu melepaskan jurusnya.
"Kau... benar-benar tidak boleh diremehkan... eh?" gumam Kisame sambil tersenyum. "Jarang aku mendapatkan lawan berpedang yang setaraf denganmu, Youmu Konpaku. Tak percuma namamu menyandang kata jiwa dan kalbu di dalamnya. Aku salah karena tidak melawanmu dengan segenap jiwa dan kalbu."
"Anda... uhk... terlalu memuji, Hoshigaki-dono..." ujar Youmu sambil menggigit bibir untuk menahan sakit.
"Untukmu, akan kuberikan kematian yang sepadan dengan kehormatan yang kau sandang. Lihatlah! Jurus ini akan mengantarkanmu langsung menyeberangi Sungai Sanzu!" seru Kisame sambil merapal jutsu rahasia miliknya. "Suiton, Senjikizame!"
Sebuah dinding air setinggi lebih sepuluh meter muncul beberapa belas meter di belakang Kisame, sementara Kisame dengan tenang melemparkan Samehada ke belakang. Yuyuko-sama... bagaimana aku bisa menghindari yang ini...? pikir Youmu sambil tetap menghunuskan Roukanken ke arah depan, siap menerima jurus Kisame walaupun dengan tubuh terluka.
"IKE! SENJIKIZAME KAI, HADOU NO TSURUGI![7]"
Bersamaan dengan teriakan itu, dinding air di belakang Kisame pun merangsek maju dengan Kisame menungganginya bak peselancar di atas Samehada. Rumah dan pohon di sekitar Youmu pun hancur bak dilabrak tsunami. Youmu tak pernah punya kesempatan menghindar, dan menerima pukulan penuh dari jurus digdaya itu dalam bentuk tabrakan ujung Samehada yang ditunggangi Kisame tepat ke tengah dada. Tubuh kecilnya terpental berbelas-belas meter ke belakang, menembus beberapa dinding rumah sebelum akhirnya tergeletak berlumur darah di sebuah persimpangan beberapa puluh meter dari lokasi pertarungan mereka berawal.
Untuk beberapa saat, tubuh Youmu hanya tergeletak. Darah keluar dari mulut dan berbelas-belas luka di sekujur tubuhnya.
Ima koso tachiagare, sadame no senshi yo!
Inazuma no tsurugi de, teki wo kechirase!
Yasuragi wo yumemiru, hagane no yuusha yo
Mamorubeki mirai to ai wo shinjite!
Towa e! Towa e!
"Ah, ia kalah," gumam Kisame sambil mendekati lokasi Youmu berhenti. Debu pertarungan belum lagi hilang. "Benar-benar lawan yang pantas menerima kekuatan penuh Senjiki-"
Kisame salah, karena di sana, gadis itu berlutut. Dengan tubuh yang mengucurkan darah, keringat, dan air mata, ia berlutut. Lutut itu tertekuk, namun menolak untuk tunduk.
Berdiri sekarang juga, Prajurit Takdir!
Jatuhkan musuh-musuh dengan Pedang Halilintarmu!
Oh Pahlawan-pahlawan Berbalut Baja, bila kalian ingin mimpi kalian tentang kedamaian terwujud,
Percayalah akan cinta dan masa depan yang harus kalian lindungi!
Tujulah keabadian! Tujulah keabadian!
Kisame terperangah, mulutnya terbuka lebar tak percaya saat ia melihat Youmu perlahan bangkit. Bagaimana mungkin? Gadis itu menerima Senjikizame: Hadou no Tsurugi mentah-mentah dan terpental setengah panjang jalan utama desa! Pikir sang manusia hiu sambil berusaha menjaga ketetapan hatinya.
"Tulangku boleh patah... darahku boleh tumpah..."
Belum pernah sang manusia hiu segentar saat ini, apalagi hanya karena mendengar kata-kata Youmu. Aura yang dipancarkan Youmu begitu kuat dan berwibawa. Bahkan Roukanken yang tergenggam di tangan sang gadis tampak lebih panjang dari yang Kisame pikir ia lihat di awal pertarungan tadi.
"Tapi jiwa ini... semangat ini... tidak boleh patah oleh ombak terkuat sekalipun!"
Youmu menyiagakan katana miliknya dalam kuda-kuda Joudan, pedang diangkat tinggi di atas kepala siap ditebaskan. Kisame hanya bisa menggeretakkan gigi sambil mencelos mundur, bersiap menahan serangan terakhir Youmu. Serangan ini pasti akan menyakitkan, gumam sang lelaki sambil merapal Suirou no Jutsu kembali, berharap dinding berupa sekian ribu liter air berbalut chakra bisa menghentikan laju Youmu.
"WAGA NA WA YOUMU! KONPAKU YOUMU! YUYUKO-SAMA NO TSURUGI NARI!" [8]
Tiba-tiba cuaca berubah mendung. Petir bersahut-sahutan memenuhi udara, bak dipanggil oleh sang pemegang Roukanken untuk memperkuat jurusnya kali ini dengan teriakan yang menggetarkan langit dan bumi.
"Raiton...?" desis Kisame gugup. "Oh Kami, kau pasti bercanda..."
"OUGI! ROUKANKEN! INAZUMA KONPAKU OTOSHI!" [9]
Dengan seruan itu, Youmu pun melesat hilang dari pandangan. Kisame berusaha keras mencari gadis itu dengan mengandalkan kesemua pancainderanya, namun usahanya menemui kebuntuan. Selain itu, ia bisa melihat angin mulai membuat riak-riak di permukaan Suirou no Jutsu miliknya. Ini gila, pikir Kisame, Mana mungkin air yang diisi chakra ini jadi beriak hanya karena tiupan angin?
" CHESTOOOOOOOOO!"
Dan sabetan yang dari tadi ditunggu Kisame untuk ditangkis itu pun datang... dari atas. Tanpa banyak peringatan, sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan yang tak terbayangkan menembus sekian ton air bercampur chakra yang melindungi Kisame dan membenamkan Roukanken dalam sebuah sabetan yang nyaris membelah badan Kisame dari bahu kanan ke pinggang kiri.
"Benda yang tak bisa dibelah oleh Roukanken... hampir tidak ada..." bisik Youmu mengakhiri pertarungan panas itu. Tubuh kecilnya akhirnya ambruk bersama tubuh Kisame yang nyaris terbelah dua.
...
"U-... uh..." gumam Youmu sambil membuka mata. "Ch-... Chen... -chan?
"Syu-syukurlah masih sempat! Obat pemberian Yukari-sama ternyata mujarab!" seru seekor youkai kucing berekor dua yang menunggui Youmu dengan khawatir. "Kukira Youmu-nee sudah... sudah..."
"Saya... tidak apa-apa, Chen-chan..." balas Youmu sambil tersenyum.
"Aku akan segera menghubungi Yukari-sama!" seru Chen sambil berdiri.
"Itu tidak perlu, Chen," ujar sebuah suara yang muncul dibelakang Chen.
"Sa-... Sakuya-onee...-sama?" gumam Youmu sambil berusaha menoleh ke arah sumber suara.
"Untuk kali ini, kubiarkan kau memanggilku dengan panggilan itu, Youmu," balas Sakuya sambil tersenyum dan mengangkat Youmu seperti layaknya pengantin pria mengangkat pengantin wanita. "Kerja yang hebat Tasogare 05, terima kasih."
Glossary:
[1]: duduk bersimpuh a la Jepang. Salah satu hal pertama yang diajarkan dalam kendo.
[2]: bila akhiran –chan digunakan dalam percakapan diantara dua orang yang belum saling kenal, konotasinya bisa kasar dan meremehkan. Fakta bahwa Kisame menggunakan nama depan Youmu semakin menguatkan kesan itu.
[3]: Hatamoto adalah istilah yang digunakan untuk menyebut samurai yang bekerja langsung dibawah shogun/daimyo, dan biasanya yang paling setia diantara para bawahan. Arti harfiahnya adalah 'pembawa panji'.
[4]: sedikit lagi tentang 'mairu'. Ungkapan ini termasuk keigo, yaitu bahasa Jepang yang 'halus'. Sinonim dari ungkapan ini adalah 'ikimasu', yang artinya '(saya) pergi'.
[5]: artinya: Pedang Jalan Neraka, Lima Tanda Kematian Dewa.
[6]: artinya: Pedang Jalan Preta, Rasa Sakit Hantu Hidup.
[7]: artinya: "Mari! Seribu Hiu Ganas Kedua: Pedang Gerakan Gelombang!".
[8]: artinya: "Nama saya Youmu! Youmu Konpaku! Pedang milik Yuyuko-sama!".
[9]: artinya: "Jurus Pamungkas! Roukanken! Tebasan Petir Jiwa dan Kalbu!".
A/N: Akhirnya selesai! Tema chapter ini adalah EPIC MANLY, jadi yang dipilih cowok paling macho di Akatsuki untuk diadu dengan pendekar pedang nomor satu di Touhou. Saya nyaris meneteskan MANLY TEARS berkali-kali dalam pembuatan chapter ini :P Untuk efek penuh, dengarkan lagu GONG (JAM Project) saat membaca. Lagu SKILL atau ROCKS dari kelompok musik yang sama juga bisa jadi pengiring yang cukup bagus.
