Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : M

Genre : Romance/Drama

Pairing : sasuxsaku, naruxhina,etc

.

oOo Let's Start oOo

Chapter 5 : Sasuke's Day

Sasuke POV

sebelumnya...

Aku jadi merasa bersalah menghinanya kemarin. Selama ini aku terlalu memandangnya rendah. Apa lebih baik aku minta maaf saja yah?

Tapi bagaimana mengucapkannya? Bagaimana jika ia tak mau memaafkan aku?

Baiklah, aku akan minta maaf sama dia.

Jika ada yang bilang minta maaf itu gampang, maka hal itu sama sekali tak berpengaruh untukku. Karena sampai sekarang, tiga hari setelah kejadian itu, aku sama sekali belum berani meminta maaf pada Sakura. Selama itu pula, Sakura sama sekali tak mau bertatap mata denganku.

Tapi untung saja ia tak mogok masak lagi. Mungkin ia hanya bersikap profesional dengan pekerjaannya. Sehingga kami semua tidak kelaparan lagi.

Sekarang sudah larut malam, tapi kantuk belum juga mendatangiku. Aku hanya duduk di atas kasur sambil mendengarkan musik dari ipodku. Sampai pintu kamarku terbuka, dan masuklah Naruto.

Ia melepas paksa headphone yang kugunakan dan membuatku kesal.

"Ada apa, Dobe?" tanyaku kesal.

"Aku ingin menanyakan sesuatu! Apa kau yang mengambil Kyuubi?" tanyanya menyelidikiku.

"Maksudmu boneka rubah berwarna oranye itu?" tanyaku balik. Ia tampak sangat tersiksa tanpa boneka kesayangannya itu.

"Iya... Atau jangan-jangan kau yang mengambilnya?" tuduh Naruto padaku.

"Jangan bodoh! Aku tak membutuhkan boneka dekil seperti itu." sangkalku.

Naruto kembali sibuk menggeleda kamar kami. Namun sayang, hasilnya nihil. Membuat berantakan kamar saja, sungguh merepotkan sekamar dengannya.

Naruto akhirnya menyerah juga. Ia duduk beristirahat di tempat tidur miliknya.

"Sepertinya belakangan ini, banyak kesialan menimpa rumah ini." kata Naruto.

"Hn?"

"Iya, tidak salah lagi. Kemarin saja Shikamaru juga kehilangan guling kesayangannya. Dan eyeshadow Gaara yang tiba-tiba tercampur cuka." Naruto menceritakannya dengan wajah serius.

"Dasar baka! Mana ada yang seperti itu.."

"Lalu, apa kau bisa menjelaskan semua itu?" tanya Naruto. Aku berpikir sejenak.

Apa mungkin Sakura pelakunya? Waktu itu saja ia hampir mengurungku bersama kotoran ternak. Dan ia juga yang paling banyak kesempatan melakukannya. Apa tujuan Sakura sebenarnya?

Ya sudahlah, bukan urusanku. Yang penting dia tak menggangguku. Dan lagi aku masih berhutang satu maaf padanya.

"Bagaimana teme?" tanya Naruto masih penasaran. "Aku harus menyelamatkan Kyuubi dari cengkraman kesialan."

"Hn... Tidur sana..!" kataku. Kumatikan ipodku yang tak bisa kunikmati karena kehebohan Naruto. Lalu menghangatkan diri di dalam bungkusan selimut.

Tak butuh waktu lama, akupun terlelap dalam tidur. Meninggalkan Naruto yang masih manyun memikirkan boneka dekilnya.

oOo Skip Time oOo

Pagipun tiba. Aku bangun dengan terpaksa karena tamparan keras dari Naruto yang berusaha membangunkanku. Kemudian mandi lalu sarapan bersama yang lain.

Sama seperti hari kemarin, Sakura masih saja ngambek padaku. Dasar wanita.

Setelah sarapan, tugas memandikan kuda sudah menantiku. Kali ini Neji yang menjadi partner kerjaku.

Kami segera menuju kandang kuda. Ada sekitar 6 ekor yang harus kami mandikan, dua kuda putih dan lebihnya berwarna coklat. Banyak sekali. Menyebalkan.

Aku menuntun seekor kuda putih keluar dari kandang. Karena memang tempat kuda biasa dimandikan berada di samping kandang. Neji mengekor di belakangku dengan menuntun seekor kuda coklat.

Neji menyalakan pompa air hingga bak penampung yang berada di bawahnya penuh diisi air. Kemudian menyiram lalu menyikat bulu kuda hingga bersih.

Setelah kuda terakhir selesai dimandikan, aku segera bergegas mencari Sakura. Hari ini sudah waktunya aku minta maaf. Rasanya tak enak menyimpan rasa bersalah lebih lama lagi.

Aku berkeliling di perternakan. Biasanya Sakura berada disini sebelum jam makan siang.

Aku berjalan hingga ke area belakang peternakan. Daerah yang banyak ditanami bunga liar dan beberapa pohon. Sesuai dugaanku, Sakura ada disana sedang duduk di bawah salah satu pohon.

Ia duduk melamun dengan tangan melingkari kedua lututnya yang terlipat. Ia tampaknya tak menyadari keberadaanku.

Aku berjalan menghampirinya. "Sakura.." panggilku sambil menyentuh pundaknya.

Ia menatap kearahku sejenak, kemudian membuang muka. Ia masih membenciku.

"Untuk apa kau kesini? Mau menghinaku lagi?" tanya Sakura dengan nada sinis. Jalur air mata masih membekas di pipinya.

Itu semua karena aku yang membuka kembali luka yang berusaha tidak diingatnya.

"Err- aku mau minta maaf atas ucapanku waktu itu." tuturku.

"..."

"Aku sama sekali tak bermaksud menyakitimu. Aku hanya 'sedikit' terbawa emosi."

Sakura sama sekali tak menghiraukanku. Kata-kataku sama sekali tak mempan padanya. Mau bagaimana lagi, aku memang tak hebat dalam berkata-kata.

"Tak apa jika kau tak mau memaafkanku, itu hakmu."

Aku meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Sakura yang masih terdiam. Yang penting aku sudah mencoba, walau masih tersisa rasa bersalah.

oOo Skip Time oOo

Hubunganku dengan Sakura sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya. Saat makan malam, Sakura sudah mau menatap dan berbicara denganku walau masih dengan nada dingin.

Sekarangpun - seusai makan malam, Sakura mau duduk denganku sambil menonton TV. Sementara Kakashi, Naruto, dan yang lain sudah kembali kekamarnya.

"Sasuke.." panggil Sakura ragu.

"Hn?"

"Soal yang tadi siang..., sebenarnya aku sudah memaafkanmu." katanya.

"Baguslah... Makasih."

"Aku juga mau minta maaf karena hampir saja mencelakakanmu."

Aku jadi teringat perkataan Naruto malam itu. Tapi, kalau aku tanyakan sekarang malah akan merusak suasana. Jadi, kuputuskan untuk tidak membicarakannya sekarang.

"Bukan masalah... Jangan dipikirkan."

Sakura terdiam, begitu pula aku. Kami sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing. Suasananya berubah jadi canggung.

Entah terhasut apa, yang kupirkan malah belahan dada Sakura yang terlihat dari celah tanktop merah muda yang dikenakannya.

Rasanya darahku seperti mengalir cepat kewajahku.

Mungkin karena penampilan Sakura yang hanya mengenakan tanktop merah muda dan celana pendek. Dan lagi bau parfum yang dikenakannya begitu tajam menusuk indera penciumanku.

Aku memandangi bola mata emerald miliknya. Dan sepertinya Sakura bisa mengartikan maksudku.

Kudekatkan wajahku ke arahnya. Aku memiringkan wajahku beberapa derajat agar dapat meraih bibirnya. Aroma mawar tercium jelas di hidungku. 5, 4, 3, 2, 1 hingga tereleminasilah jarak antara kami. Belahan bibirnya yang lembut dan semerah cherry itu menyentuh bibirku.

Desah nafasnya terdengar indah dan begitu lembut menerpa wajahku. Dan disinilah waktu untuk mengfungsikan lidahku. Lidahku mulai menyentuh permukaan bibirnya, seolah meminta jalan agar dapat berkunjung ke sebelah.

Mengerti akan hal itu, Sakura memberi celah masuk untuk lidahku. Lidahku mulai menjelajahi mulut Sakura. Dan mendapat sambutan hangat oleh lidah Sakura.

Lidah kami beradu membuat gerakan yang singkron. Sementara tanganku meremas lembut tengkuk dan kepala belakang Sakura.

Entah seberapa banyak kami bertukar saliva. Kami hanya menikmati ciuman liar tanpa mengalihkan perhatian pada hal lain.

Kami membentuk siklus ciuman yang teratur. Ciuman, lalu menyelipkan waktu untuk tarikan napas mengambil oksigen. Gumaman nikmat Sakura juga terdengar disetiap siklusnya.

Ciuman liar kami tak berhenti disitu. Aku tidak puas hanya dengan menari ataupun mengabsen gigi Sakura dengan lidahku. Perlahan tanganku mulai bergerak. Pertama, tanganku mulai bergerak menggelitik daerah belakang telinga Sakura berikut lehernya.

Bunyi kecupan bibir kami yang saling 'menghisap' seolah terdengar begitu indah di telinga. Dan Sakura-pun mulai mengeluarkan nada-nada desahan yang begitu menggoda.

Sakura menyisipkan tangannya kedalam bajuku dan meraba punggungku. Tangannya yang terasa hangat membelai permukaan kulitku. Aku menjambak pelan rambut belakang miliknya.

Ciumanku kini beralih. Mulai dari menjilati pipinya, lalu kedaerah sekitar telinga. "Kau sangat menggoda Sakura..." bisikku di telinganya.

Perjalanan lidahku kini turun kearah lehernya yang putih mulus. Kulelajahi hingga ke tengkuk dengan jilatan dan gigitan lembut. Perjalananku meninggalkan jejak berupa titik-titik merah di kulitnya.

Badannya yang merekat erat di badanku, membuatku bisa merasakan denyut jantungnya yang berpacu cepat. Begitupun kurasakan payudaranya yang terasa empuk.

Sakura juga tak hanya diam. Selain tangan kanannya di punggungku, tangan kirinya meremas pelan kemaluanku yang masih dibungkus celana. Sungguh membuatnya makin tegang.

Aku sungguh tak tahan dengan kelakuan Sakura padaku. Aku hentikan aksi kami sesaat, kemudian menggendong Sakura kearah kamarnya. Karena tak mungkin kami melakukannya di kamarku dan disaksikan Naruto.

Sesampainya di kamar, tubuh itu kujatuhkan di atas kasur yang empuk. Lalu kemudian kulepaskan seluruh pakaian yang kukenakan hingga tak menyisakan sehelai benangpun melengket di tubuhku.

Sasuke-cilik milikku pun sudah menegang dengan sempurna. Kokoh bagai tiang. Rambut halusnya terawat dan tumbuh rapi.

Sakura bangkit dari tidurnya. Kemudian menggenggam kejantananku dan mengocoknya pelan. Sentuhan tangannya memberikan kenikmatan yang luar biasa. Wajah Sakura mendekati selangkanganku, kemudian perlahan menjilati kejantananku.

Sakura tengkurap diatas kasur sambil menikmati 'lolipop'. Ia mengulum sang Sasuke-cilik dengan sesekali mengocoknya. Membuatku seperti melayang. Aku memejamkan mataku merasakan setiap sensasi yang diberikan padaku.

Lima belas menit kemudian, kuhentikan acara mengulum Sakura. Karena kurasakan klimaks yang akan menghampiriku. Aku tak mau kalah duluan sebelum pertempuran yang sebenarnya.

Aku membaringkan tubuh Sakura. Kemudian menelanjangi tubuh bagian atasnya. Hingga menampakkan buah dadanya dengan puting kecoklatan.

Segera kulahap benda empuk tersebut. Kusedot payudara Sakura dengan ganas. Sementara tanganku melepas pertahanan Sakura secara keseluruhan, menyisakan tubuh polos nan indah miliknya.

Puting Sakura sudah mengeras dan menegang bagai kelereng. Dan lagi kecupan-kecupan yang kuberikan meninggalkan bekas berupa tanda-tanda kemerahan. Sakura terdengar sangat menikmatinya dengan mengeluarkan desahan-desahan.

Badannya menggeliat kesana-kemari seperti cacing kepanasan ketika kutelusupkan tanganku kedalam celananya dan menyentuh sang miss.V. Mengelus dan menggelitik.

Ingin rasanya memakan saja benda kenyal menggemaskan yang ada di hadapanku. Meremas dan menjilatinya terasa tidak cukup.

Tanganku kini berusaha membuka celana yang dikenakannya. Cukup sulit dengan tidak merubah posisi kami sekarang. Tanganku terus berusaha menelanjanginya seutuhnya. Agak lama hingga celana berikut underwearnya bisa terlepas. Memang, semuanya menjadi mudah jika kau sudah begitu bernafsu.

Mulutku mengalihkan area serangnya. Turun dari dada menuju selangkangan Sakura. Yang tentunya harus meninggalkan kissmark di perutnya.

Mulutku akhirnya tiba di miss V milik Sakura. Kumainkan lidahku menyentuh bibir kemaluannya. Mencari titik yang mungkin dapat membuat Sakura benar-benar mabuk. Menyelipkan lidahku di antara sela-sela kemaluannya.

Tak hanya itu, jari-jari tanganku mulai bekerja mempermudah misiku. Jari tengahku mulai menggelitik permukaan lubang yang akan ku gali nanti. Untuk memperlancar jalannya, kumasukkan jariku kedalam lubang Sakura. Keluar masuk dengan mudahnya akibat cairan pelumas Sakura yang terus keluar.

Sementara lidahku memainkan klitoris Sakura hingga membuatnya tak berhenti mengerang. "Ahhh... Sah-ssukeh.." erangnya berulang-ulang. Begitu menggemaskannya ketika ia menyebut namaku. Memberiku semangat saja.

Jariku yang lainnya menanti gilirannya. Hingga kumasukkan jari telunjuk dan manis milikku ke dalam lubangnya. Alhasil, ada tiga jari yang bergerak zigzag membuka jalan untuk dilalui Sasuke-cilik nanti.

Setelah 15 menit mengerjainya, akhirnya tiba waktunya untuk barangku yang bekerja. Kusiapkan sang jantan dengan mengusapkan sedikit pelumas Sakura agar lebih mudah memasukkannya nanti.

Setelah persiapan usai. Kudekatkan Sasuke-cilik ke lubang milik Sakura. Perlahan menggesekkannya hanya di permukaannya saja. Lalu kemudian mulai memasukkannya ke dalam lubang. Terasa lebih sempit ternyata. Aku sedikit kecewa, ternyata bukan aku orang yang pertama menjamah Sakura. Karena Sakura sudah tidak perawan lagi.

Setelah sang jantan masuk seutuhnya, aku mendiamkannya sejenak agar Sakura lebih terbiasa. Karena bagaimanapun aku tahu kalau Sakura merasa kesakitan akibat perlakuanku. Untuk membantunya lebih santai, kuremas payudara kiri Sakura. Membuatnya mengerang kenikmatan lagi.

Setelah kurasa Sakura sudah siap. Ku gerakkan pinggulku maju mundur. Membuat batang milikku keluar masuk. Kutarik hingga tersisa kepala kejantananku di dalam, lalu menghentakkannya kedalam lagi.

Ada sekitar 20 menit aku melakukannya. Hingga kemudian kusuruh Sakura mengubah posisinya menjadi nungging. Sementara aku memasukkan kejantananku dari belakang. Seperti anjing.

"Oh God... Ahhh yes, lebih cepat Saskey." ucap sakura sambil mendesah. Kupercepat Gerakan pinggulku sesuai keinginan Sakura. Posisi ini makin membakar nafsu kami.

Lima menit kemudian kurasakan otot vagina Sakura makin menggenggam erat kejantananku. Sepertinya ia akan mencapai klimaks.

Seperti dugaanku, Sakura mengerang keras diikuti keluarnya cairan kenikmatan miliknya. Dan sepertinya aku akan menyusul.

Segera kucabut kejantananku dari lubangnya, karena aku belum siap menjadi seorang ayah. Kukocok dengan cepat batang kemaluanku, hingga akhirnya -crot..crot...crot- mengeluarkan cairan sperma yang menyemprot mengenai kulit bokong Sakura dan sebagiannya lagi jatuh meresap ke seprai tempat tidur Sakura.

Kami berduapun akhirnya rubuh diatas kasur karena kelelahan.

=3.=3.=3.=3.=3.=3.=3

Normal POV

Didepan sebuah kamar, berdirilah beberapa orang lelaki. Mereka nampak memerhatikan sebuah tontonan dari celah pintu. Pintu kamar yang tak lain adalah kamar Sakura. Dan tentu saja mereka bukan menonton sesuatu yang pantas ditonton anak kecil.

"Ternyata si Sasuke hebat juga yah.." ucap si pengintip yang ternyata adalah Naruto.

"Bener.. Kirain tuh anak homo." kata Kiba yang ikutan nonton.

"Hah, ternyata cuma segitu saja. Merepotkan." komentar Shikamaru.

"Sedang ngapain kalian?" tanya Kakashi yang tiba-tiba datang. Naruto, Kiba, dan Shikamaru terlonjak kaget karena kedatangan Kakashi. "Malam-malam gini kenapa belum tidur?"

"err.. Anoh.." jawab mereka serempak.

Kakashi berjalan mendekati mereka dengan tampang sangar. Dan ketika melewati kamar Sakura, Kakashi mengalihkan pandangannya kepada apa yang berada di dalam kamar, tepatnya di atas kasur.

"Hmm.. Habis mengintip rupanya." duga Kakashi tepat.

"Kalian ini... Harusnya... MEREKAM ADEGAN MEREKA!" kata Kakashi yang sukses membuat Naruto dkk ber-gubrak ria.

To be continue..

Hahahah,, mav buat keterlambatan updatenya... Hampir sebulan ga di-update...

Dan mohon mav krna chapter ini ga ada balasan bwt review..

Dan lagi q punya pengumuman bwat kalian para pecinta manga Naruto..

Daripada gak ada kerjaan di-Holiday kali ini, mending ngikutin kuis berhadiah di salah satu grup FB... Hadiahnya pulsa dan sekalian juga ngetes pengetahuan kalian tentang Naruto...

Nama grupnya

Naruto Evolution World [ NEW ]

nh linknya:

.?v=wall&gid=154361335317

bwat yg tertarik ikutan, tinggal daftar aja sama adminnya... disini juga kalian dapat memilih character bwat diperanin dalam grup..

event holidaynya akan dilaksanain dari tgal 1 sampai 11 Juli.. Buruan daftar..

(promosi mode: off)

jangan lupa REVIEW!