Akhirnya.. ke update juga.. Kali ini ceritanya, para Goldies muterin otak mereka... hehehe... Kalo nggak nyambung, saya minta maaf ya.. Tolong di review..

Disclaimer: SS bukan punyaku.. So pasti..


Degel, Asmita dan Sisyphus pergi ke kuil Aquarius. Sesampainya di kuil Aquarius...

"Mari kita mulai", sahut Sisyphus.

"Aku punya usul. Gimana kalo kita tulis ulang teka-teki si bedebah itu".

"Bagus juga usulmu, Asmita".

Senyum tipis menghiasi wajah sang Saint Virgo. Degel pun mengambil secarik kertas dan pulpen. Ia menulis ulang teka-teki tersebut. Setelah selesai menulis..

"So..."

"Soto ayam enak seribu rupiah per mangkok".

"Emangnya ada soto yang harganya segitu?"

"Ya nggak ada lah.. Gua kan cuman ngarang. Lagian, gua juga nggak ngerti soto itu apa?..!".

"Terus kenapa kamu ngomong soto, kalo nggak ngerti?"

"Nggak tau tuh.. Si authornya yang ngomong. Ya gua fotocopy aja.."


*Author: Sisyphus! Awas kamu ya! Tak tempeleng nti kamu!

*Sisyphus: Coba aja kalo bisa... WWEEKK!

-ditimpuk pake pisau daging(?).-

*Sisyphus: Aammppuunn mama..


Degel dan Asmita hampir(?) sweatdrop.

"Udahlah. Nggak usah dibahas. Sekarang, gimana nih teka-tekinya?"

"Susah juga sih kalo mikir dari pertama. Gimana kalo kita mecahin teka-tekinya dari belakang. Antar teka-teki kan pasti saling berhubungan. Dan kalo dari belakang, biasanya nyari tau teka-teki depan-depannya".(tumben nggak ngirit perkataan)

"Sekali lagi, aku setuju dengan idemu, Asmita".

"Aku juga. Kalo gitu, mari kita mulai".(tadikan udah dimulai. Kok dimulai lagi?)

-xoxoxoxoxoxo-

Sementara itu, di kuil Scorpio, para Goldies yang lain mulai bosan. Dan sampai saat itu juga, si pengirim tidak mengirimkan pesan sama sekali. Maka..

"Main game online yuk, Kardia", sahut Regulus memecahkan keheningan.

"Nggak ah! Aku mau ngecek FB-ku dulu".(keren udah punya FB rupanya*ngenyek puol*)

"Halah.. Nanti kan bisa seh... Lagian kamu kan udah janji kalo aku udah betulin internetnya, kamu ngajak(ato lebih tepatnya ngebolehin ya?) aku main game online". Regulus memasang muka memelas.

"Siapa juga yang bilang kayak gitu..! Aku nggak janji kok ke kamu!"

"Bohong! Kamu udah janji!"

"Aku nggak janji kok! Kamu aja yang melebih-lebihkan!"

"Rrrggghhh...!". Regulus memasang kuda-kudanya.

"Udahlah.. Gitu doank kok diributin seh..?", lerai El Cid.

"Weh..! Nantang loe yeh? Ok! Gua ladenin loe..!"

Regulus dan Kardia membangkitkan cosmo mereka.

"SSSTTTOOOPPP!", Goldies lain berteriak secara serempak.

-xoxoxoxoxoxoxo-

Kembali ke kuil Aquarius, dimana Degel dkk. masih memutar otak mereka.

"Aku bingung".

Degel dan Asmita menoleh ke arah Sisyphus dengan tatapan bingung(pula).

"Emas 12 karat? Emangnya ada?"

"Ya ada lah! Kamu ini gimana sih?". Senior kok otaknya Pentium 3? Ato mungkin Pentium yang lebih kuno lagi ya?

"Bukan itu maksudku..!"

"Terus maksudmu itu gimana?"

"Maksudku, kalo kita mau ngedapetin ntu emas 12 karat, kita harus pergi keluar Yunani(ya iyalah...! dasar bego!). Bikin orang capek aja tau?"

Kali ini, Degel dan Asmita sweatdrop beneran. Malahan mereka hampir ber-gubrak ria.

~~Melalui telepati~~

"Asmita, aku angkat tangan deh! Aku kira Sisyphus bisa diandalin. Rupanya..."

"Otaknya masih kekanak-kanakan", sambung Asmita.

"Setuju! 1.000 kali setuju!"

"Terus... Gimana donk?"

"Nggak tau lah!"

"Eh! Kalian pandangannya kok horor kayak gitu sih?", tanya Sisyphus.

"Nggak.. Nggak apa-apa kok", sahut Asmita dan Degel bebarengan.

-xoxoxoxoxoxo-

Mari kita ganti channel ke kuil Scorpio. Ketika Regulus dan Kardia akan me-launch serangan mereka, terdengar suatu bunyi. Tak lain tak bukan, bunyi itu berasal dari laptopnya Kardia.

Krik..krik..krik..(kok jangkriknya bisa hidup lagi ya?)

Hening sesaat. Kemudian semua Goldies berebut untuk mengambil alih atas laptop tersebut(kayak anak TK yang lagi berebut permen). Sesaat kemudian, pesan itu terpampang di layar laptop.

...

...

...

Hahahaha... Kalian para Gold Saint, berpikir seperti anak-anak ya? Ato mungkin kayak kambing?(backgroundsound: OINK! OINK! *loh? kok jadi babi ya?*). Lucu sekali... Tebusan yang aku minta bukan berupa material! Bukan berupa emas batangan 12 karat! Melainkan hal yang paing berharga bagi kalian! Dan satu hal lagi. Aku beri kalian waktu 4 hari untuk membawa 'emas' itu ke sini! Karena, kelopak bunga lavender ini mulai berguguran. Dalam 4 hari, seluruh kelopak bunga ini akan sepenuhnya gugur. So.. GOOD LUCK, Gold Saint.

...

...

...

Setelah membaca pesan itu, para Goldies saling berpandangan sesaat. Pandangan kosong dan pandangan takut plus horor yang bercampur aduk menjadi satu. Akhirnya, sang Saint Gemini pun angkat bicara.

"Siapa yang mau memberikan laporan kepada Degel dkk?"

Goldies yang lain saling tunjuk-menunjuk.

"Kalo gini mah.. Mana bakalan selesai sampe tahun depan?", ujar Defteros dalam hati.

Defteros pun pergi ke kuilnya dan kembali ke kuil Scorpio dengan secepat pesawat jet(?).

"Kita undi aja. Yang kena, harus kasih laporan".

Defteros mengocok dan mengambil secarik kertas. Lalu ia membuka lipatan kertas tersebut dan membaca dengan lantang.

"ALBAFICA"

"YEY!", para Goldies(kecuali Albafica tentunya) bersorak kegirangan. Ada juga yang sampai break dance dan baby freeze.

"Albafica?"

"Iya.. iya.. Aku pergi..", kata Albafica sambil memasang muka melas. Padahal dalam hatinya... Selamet.. gua yang kena... Sekalian nyari udara segar. Kalo nggak, aku bisa pingsan di dalam kuil itu. Udah kecil.. pengap.. Mana banyak orang.. Pada gila semua lagi? Ampun..?

Dengan cepat Albafica menyusuri tangga menuju kuil Aquarius.

"Gila! Walaupun cuman selesih 2 kuil doank, tapi tangganya... Amit-amit...!"

Sesampainya di kuil Aquarius..

TOK..TOK..TOK..

"Masuk".

"Albafica? Ada apa? Apa si pengirim mengirimkan sesuatu?"

"Ya".

"Bagaimana isinya?"

"Dia mengatakan bahwa emas yang dimaksud bukanlah emas batangan. Melainkan sesuatu yan berharga bagi kita. Dan kita diberi waktu selama 4 hari untuk memberikan emas itu ke dia, sebelum kelopak bunga lavender itu berguguran semua".

"Ok. Udah aku tulis. Laporan kami terima".(kok jadi pemimpin upacara bendera ya?)

"Ya udah kalo gitu. Aku balik ke kuilku dulu. Bai".

"Lho? Nggak ke kuilnya Kardia?"

"Nggak ah! Kalo aku di sana kelamaan, bakalan pingsan aku".

"Kenapa?"

"Pada gila semua tuh! Pusing aku!"

Degel, Asmita, dan Sisyphus sweatdrop plus banyak tanda tanya dan tanda seru di atas kepala mereka.

"Ok! Lanjut!", sahut Sisyphus.

"Sesuatu yang berharga bagi kita?", gumam Asmita.

"Kok aneh ya?", katanya lagi.

"Aneh?"

"Ya. Setahuku kalo emas pastilah berupa batangan. Apa hubungannya dengan sesuatu yang berharga bagi kita?"

"Iya juga ya..?", sahut Degel dan Sisyphus hampir bersamaan.

Hening selama beberapa detik. Kemudian mereka menyadari akan sesuatu hal.

"Emas?"

"Dengan 12 karat?"

"Sesuatu hal yang berharga bagi kita?"

"Hei.. Apakah kalian berpikir sama dengan apa yang kupikirkan?", tanya Sisyphus..

Degel dan Asmita mengangguk. Kemudian, mereka berteriak bersama-sama dengan lantang. Dan dengan nada terkejut.

"KKIITTAA?"


~BERSAMBUNG~

Chapter 4 bakalan di update.. Tapi nunggunya agak lama.. Yang sabar ya..