Akhirnya ke update juga.. Maaf kalo updatenya kelamaan.. Soalnya otaknya si author rada bobrok.. Hehehehe... Kali ini ceritanya bakalan gaje banget dan mungkin rada nggak nyambung(author kebanyakan mbacot)... Enjoy it.. And also, need review...
Disclaimer: SS bukan punya saya.. Saya cuman pinjam karakternya..
Warning: OOC, alay, lebay, dll.
Tag song: Beautiful Gold Saints.
"KKIITTAA!"
"Stop!", kata Asmita pada akhirnya untuk menghentikan teriakan mereka yang suaranya melebihi triple stereo dengan gayanya yang seperti dirijen.
Sunyi.. Senyap.. Tak ada suara apa pun.. Benar-benar tenang.. Lebih tenang daripada planet yang tak berpenghuni..
"Beneran nih.. Tebusannya nyawa kita? Nggak salah tafsir?"
"Yang jelas enggak, Asmita. Emas 12 karat itu pastilah kita! Karena kita adalah Saint golongan teratas(bongsom *sombong dibalik*), yang menggunakan gold cloth, dan jumlah Gold Saint adalah 12! Dan tentu yang paling berharga bagi kita adalah nyawa kita! NYAWA nggak bisa diganggu gugat!"(jangan dibayangin kalo Degel lagi stres.. nanti bakalan nggak bisa tidur 40 hari 40 malam.)
"OK.. Aku ngerti , kamu jangan sampe stres gitu dong.. Nggak biasanya kamu bersikap seperti ini..Mana aku didorong-dorong sampe hampir nubruk rak bukumu. Kalo bukumu jatoh.., yang kena marah aku. Padahal itu salahmu sendiri.."
"Sori", ujar Degel sambil garuk-garuk kepalanya yang sama sekali nggak gatal.
"Balik ke POKOK PERMASALAHAN. Teka-teki 'terakhir' terpecahkan. Mau tak mau kita harus ambil resiko", kata Sisyphus sambil mencentang tulisan 'emas 12 karat'.
"Selanjutnya, 'bunga lavender' ".
DREK!
Degel beranjak dari tempat duduknya. Ia mengambil buku ensiklopedi mengenai beragam jenis tanaman. Dan kembali ke tempat duduknya.
"Bunga lavender, ya?", tanyanya sambil membolak-balik halaman ensiklopedi tersebut.
"Ini dia".
Asmita dan Sisyphus mendekat ke arah Degel. Mereka bertiga memusatkan perhatian mereka kepada gambar bunga lavender beserta artikel mengenai bunga tersebut.
"Bedebah itu.. mengambil 'bunga lavender' kita? Di taman yang berada di luar maupun di dalam Sanctuary kan nggak ada tanaman lavender. Yang ada paling-paling taman bunga mawarnya Albafica", sahut Asmita dengan polosnya(Asmita... kamu jangan ketularan Sisyphus dong...)
Giliran Degel dan Sisyphus yang sweatdrop..
"Jadi? Maksudnya si bedebah itu apaan?"
JRENG!
Terdengar musik rock abad 20-an. Dan yang pasti, suara itu berasal dari kuil Scorpio.
"Biar aku yang periksa", ujar Sisyphus seraya berdiri. "Kalian coba cari tahu maksud dari 'bunga lavender' itu dulu".
"Ehm".
-xoxoxoxoxoxo-
Setelah menuruni tangga yang berjibun banyaknya itu, Sisyphus sampai di kuil Scorpio. Dan..
"Demi dewa-dewi Olympus!"
Terlihat para Goldies yang nganggur nan gila dan gaje itu sedang bermain. Ya main kartu domino, monopoli, kartu remi, kartu kwartet(kalo nggak ngerti kartu kwartet itu apa dan bagaimana cara mainnya, langsung aja dateng ke rumah authornya di Sidoarjo *diganyang para readers), dan masih banyak lagi. Tapi yang pasti, mereka semua dengerin musik rock(ya iyalah lagi dengerin musik rock. Kalo nggak mau dengerin, ngapain mereka nyetel musik rock dengan volume yang maximum dan pake triple + double stereo).. Dan para pembaca pasti tau kalo Sisyphus bakalan sweatdrop yang nggak nanggung-nanggung. 10 EMBER! Gimana coba?
"I'm out", ujarnya kemudian. Dan ia pun kembali ke kuil Aquarius.
-xoxoxoxoxoxo-
"Gimana Sisyphus?", tanya Degel ketika Sisyphus sampai di kuilnya.
"Parah!"
"Hah?"
"Aku nggak mau lagi balik ke kuil SAHABATmu itu! Apapun keadaannya! Bisa gila aku!"(calling... RSJ Menur.. apakah masih ada kamar yang kosong?)
Asmita dan Degel pun bengong(ati-ati kesambet, mas).
"Lhe? Malah bengong?"
"Sori.. Sori.."
"Gimana? Udah tau maksud teka-tekinya?"
"Belum. Kitanya malah dibuat pusing".
"Tapi.. Kenapa si bedebah itu mengambil perumpamaan bunga lavender? Kan bisa pakai nama bunga yang lainnya? Biar terlihat lebih elegan..?"
"Iya juga sih.."
Mereka pun diam dalam kesunyian(kalo sunyi.. pastilah diam! author oon)..
"Pasti ada hubungannya dengan bentuk bunga lavender itu sendiri".
Sunyi(lagi)...
"Mari kita lihat". Degel mengambil kertas coretan dan pulpen. "Warna bunga lavender itu kan ungu. Kalau dikaitkan dengan manusia pasti antara warna rambut, warna kesukaannya atau barang kesukaannya yang berwarna ungu".
Asmita dan Sisyphus mengangguk mengerti.
"Lalu bentuk bunga lavender dalam 2D yang sangat sederhana(waow.. udah ada istilah 2D rupanya di abad 18) adalah segitiga dengan alas yang kecil". Ia menggambar betuk sgitiga itu di atas kertas. "Nah, bentuk segitiga bia-".
"Biasanya diartikan begini. Segala sesuatu terpusat pada titik yang berada di atas", sambung Asmita.
"Tepat sekali".
"Jadi?"
"Jadi maksudnya, ciri-ciri orang yang dimaksud adalah berambut, warna kesukaannya atau apalah itu yang berwarna ungu. Dan dia disegani oleh semua orang".
"Kira-kira.. siapa?"(nggak usah di kira-kira lagi, bung.. udah pasti itu..)
Sunyi(lagi? aku setelin ringtone suara jangkrik ah..)
KRIK.. KRIK.. KRIK..(begini lebih baik)
"Degel! Sisyphus! Asmita!"
"Albafica? Kenapa kamu panik banget?"
"Kalian tau Athena pergi ke mana nggak? Tadi aku pingin ngobrol sama dia dan aku nyari dia ke Pope Chamber. Tapi dia nggak ada", ujar Albafica sambil ngos-ngosan(jangan dibayangin.. bakalan kayak anjing *dipancung Albafica).
"Nggak tau. Setahuku dia a-". Perkataan Sisyphus terhenti di tenggorokan. Tak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya. Wajahnya pun pucat pasi.
"Sisyphus?"
"Sisyphus? Oi! Sisyphus!"
"Sekarang aku ngerti.. Now i understand(jangan melanggar hak cipta penulis lagu).."
"Sisyphus? Ka-kamu sakit ya?", tanya Asmita sembari memegang dahi Sisyphus.
"Sekarang aku ngerti.. maksud dari 'bunga lavender' itu.."
"Hah?"
"Bedebah itu.. *glek* Bunga lavender itu adalah..."
"Siapa?"
"A-a-thena".
~BERSAMBUNG~
Sekali lagi maaf kalo chapter ini gaje banget... Gomen.. Gomen.. Gomen.. Chapter selanjutnya, saya belum tau jadinya kayak apa.. Jadi ditunggu aja..
Regulus: Tumben semuanya kamu baca sendiri?
Astraea: Kenapa emangnya? Nggak boleh?
Regulus: Ya.. tumben aja.. Lagi pula aku seneng.. Nggak usah capek-capek bacain tulisan yang nggak penting kayak gitu..
Astraea: Oooo.. Begitu.. Sekarang, kemasi barang-barangmu dan keluar dari Sanctuary.. Dan jangan menampakkan dirimu di hadapanku lagi..
Regulus: Ok.. Aku lakuin.. Lumayan bisa dapet liburan..(hehe.. sekalian.. biar tau rasa.. nanti juga dia yang bakalan nyariin aku..)
