Ini adalah chapter terakhir dari fic-ku kali ini.. Aku nggak bisa ngomong banyak masalah chapter yang satu ini.. Tapi yang pasti, chapter ini bakalan panjang.. Karena saya sendiri nggak tau harus mutusin ceritanya di mana.. Need review, please..

Disclaimer: SS bukan punya saya.

Warning: gaje, OOC, lebay, dll.

Tag song: The Realm Of Athena(SSLC opening song)

Astraea: Kenapa kamu balik?

Regulus: Kangen...

Astraea: *HOEK*Emangnya kamu udah tau kesalahanmu?

Regulus: Udah. Aku bakalan bantuin kamu deh. Dan nggak ngebantah kamu lagi..

Astraea: Bukan itu bego.. Kesalahanmu itu ya.. kamu selalu lupa bayar tagihan listrik, air, dll. Sehingga aku yang ditagihin mulu ama orangnya. Dan kamu sama sekali belum gantiin uangku itu..

Regulus: Ok... Aku gantiin deh.. Berapa jumlahnya?

Astraea: 5 Milliar

Regulus: UUAAPPAA?(pingsan seketika itu juga)


"Siapa?"

"A-a-thena..."

Angin berhembus memasuki kuil Aquarius. Walaupun saat itu adalah musim semi, namun angin terasa sangat dingin. Membuat bulu kuduk Degel dkk. berdiri. Membuat suasanan di kuil Aquarius terasa mencekam. Terlebih lagi, karena semua yang ada di sana diam mematung. Beberapa detik yang mencekam itu 'dihentikan' oleh desahan dari Sisyphus.

"Sial! Bagaimana kita tidak bisa menyadari hal itu?", ujarnya sambil memukul meja.

"Sudahlah Sisyphus.. Apa yang telah terjadi, biarlah terjadi.. Sekarang kita harus memecahkan teka-teki pertama".

"Boleh aku bantu kalian?", tanya Albafica. "Daripada aku menganggur dan tertular virus gila di kuil Scorpio, lebih baik aku membantu kalian".

"Baiklah".

"Kalau begitu, mari kita mulai".

TAP..TAP..TAP.. TAP..

Baru saja mereka akan memulai, terdengar derap langkah kaki menuju kuil Aquarius.

"Heh.. heh.. heh.. heh.."

"Regulus?"

"Ada apa?"

"Si bedebah itu mengirim pesan lagi", katanya sambil meletakkan laptopnya Kardia di atas meja.

...

...

...

Saya ralat. Patung yang saya maksud bukan berwarna coklat. Tapi berwarna putih.

...

...

...

"Yang lain sudah tau akan hal ini?"

"Heh.. Percuma ngasih tau mereka. Mereka semua pada 'sibuk' ".

"Ya sudah. Mari kita mulai".

"Kita daftar dulu binatang yang tergolong kuat".

Degel menulis semua nama hewan yang tergolong kuat.

"Gajah. Ada nggak gajah yang warna kulitnya puith?", tanya Albafica.

"Ada".

Semua menoleh ke arah Regulus.

"Gajah albino", sambungnya.

"Seumur-umur aku belum pernah lihat gajah albino", celetuk Degel.

"Kamu belum. Aku sudah".

"Kamu lihat di mana?"

"Aku lihat di buku. Colouring book itu lho.. Kan warna gajahnya pasti putih. Ya kan?". Regulus menunjukkan wajah chubby-nya(pasti imut deh..).

~~Melalui telepati~~

"Phus.. muridmu katanya genius..Tapi dalam masalah kayak gini, kok kayak anak kecil sih?"

"Nggak tau".

"Lhe? Kok bisa nggak tau sih? Kamu kan gurunya..?".

"Soalnya aku baru pertama kali liat dia berlaku kayak gitu..".

"Aku akui.. muridmu inigenius tapi oon".(maksud'e lho?)

"Udah, nggak usah dibahas lagi ah.. Nggak selesai-selesai nanti", lerai Asmita.

"Gajah. Coret", ujar Degel. "Kerbau?"

"Aku pernah liat!", teriak Regulus.

Semua menoleh ke arahnya lagi.

"Itu.. kerbau putih dari India itu kan?"

"BUKAN KERBAU PUTIH! TAPI SAPI PUTIH! ITU KENDARAAN DEWA!"

"Tapi.. sama aja kan?"

"BEDA TAU?". Amarah Asmita kian memuncak.

"Wow.. Ini adalah pertama kalinya aku liat Asmita ngamuk", bisik Albafica.

"Sssshhhhttt!". Sisyphus menyikut Albafica.

"Sakit mbak!".

"Aku laki-laki! Bukan perempuan! Kamu buta ya?".

Ketika perkelahian antara Sisyphus-Albafica dan antara Asmita-Regulus akan memasuki ronde ke-2, mereka merasakan suhu ruangan menurun secara drastis. Emergency nomor 2, Degel ngamuk.

"Ok.. ok.. Kita berhenti".

Suhu ruangan kembali normal.

"Kerbau. Coret. Sapi, coret".

"Kok sapi dicoret?"

"Ketimbang emergency nomor 1 diaktifkan?"

"Ok. Lanjut. Paus?"

"Nggak mungkin . Coret".

"Kuda?", tanya Regulus.

"Kuda...". Sang Saint Aquarius berpikir sejenak. "Ada kuda putih. Kuda jenis-"

"Ok. Berarti jawabannya kuda".

~~Melalui telepati(lagi)~~

"Phus, aku ganti deh cap-nya muridmu. Oon tapi genius".(kemaksud anda tidak jelas)

"Diem Albafica! Sekali lagi kamu ngomong tentang hal itu.. aku potong mulutmu!"(sadisnya).

"Ampun..."

"Tapi.. apa hubungannya antara manusia dengan kuda?"

"Itu dia masalahnya", sahut Degel.

"Rasanya.. si bedebah itu bukan orang awam".

"Kemaksud, Asmita?"

"Kalau si bedebah itu orang awam, kenapa dia mengambil perumpamaan kuda puith? Warna putih adalah simbol dari kesucian(mulai deh..).. Dan kalau orang awam, mana berani dia menculik Athena? Paling-paling akhirnya dia sudah berubah menjadi kentang goreng manusia(alasanmu sungguh tidak rasional, Asmita)..".

"Maksudmu.. si bedebah itu dari kalangan saint dan specter?"

Sang tangan kanan dewa mengangguk yakin. Degel beranjak dari tempat duduknya dan mengambil daftar saint dan specter. Pertama, dia menelusuri(atau lebih tepatnya mencari) di daftar specter.

"Dari specter..., tidak ada", sahutnya kemudian.

Kemudian, ia menelusuri daftar saint.

"Dari saint... ada 2".

Kemudian ia teringat akan sesuatu hal. Ia segera menuju laptopnya Kardiadan mengirim sebuah pesan kepada si 'kuda putih'. Tak lama kemudian, ada sebuah pesan masuk.

...

...

...

Saya lahir di sebuah menara yang miring dan bisa dikatakan roboh. Dan saya dibesarkan di menara itu pula.

...

...

...

"Sudah kutebak". Terlukis senyum tipis nan misterius di wajah Degel.

Teman-temannya memandangnya dengan tatapan bingung.

"Aku tau siapa bedebah itu", sambungnya.

Kemudian ia membisikkan sebuah nama di telinga teman-temannnya. Sisyphus menepuk dahinya.

"Kenapa tidak terpikir sejak tadi? Ya sudah. Sekarang kita siap-siap. Pakai baju santai dan bawa cloth kalian untuk jaga-jaga. Kemudian kita kasih tau yang lain".

"Aye-aye sir!"

-xoxoxoxoxoxo-

Di kuil Scorpio...

"Teman-teman... Kita sudah tau siapa pelakunya..", sahut Regulus dengan riangnya. Namun tak ada respon balik dari para Goldies yang lain. "Teman-teman?". Sisyphus menepuk bahu Regulus.

"Sudah. Nggak usah teriak-teriak. Nggak bakalan direspon".

"Tapi-?"

"Asmita. Degel. Aktifkan emergency nomor 1 dan 2".

"Baik".

Seketika itu juga suasana di kuil Scorpio berubah menjadi sangat mencekam dan angker(emergency no.1), serta suhunya menurun secara drastis(emergency no.2). Para Goldies yang 'sibuk' itu menghentikan 'pekerjaanya' dan menoleh ke sumber emergency.

"Kita sudah menemukan dimana si bedebah itu berada dan siapa dia. Sekarang, kalian pakai baju santai kalian dan bawa cloth kalian. Kita berangkat sekarang".

"Pergi.. ke mana?"

"Italia".

-xoxoxoxoxoxo-

Sesampainya di Italia(atau lebih tepatnya di tempat si bedebah itu berada)..

"Kalian tunggu di sini. Aku akan masuk. Dan jangan berisik", kata Sisyphus ketika mereka sampai di depan rumah si 'kuda putih' itu.

Goldies yang lain pun menurut dan menampilkan wajah bingung. Sementara Albafica, Degel, Asmita, dan Regulus senyum-senyum sendiri.

"Gel, kasih tau dong.. siapa si bedebah itu..?", rayu Kardia.

"Sebentar lagi kamu akan tau kok", jawab Degel.

WADAOW!

Sontak para Goldies menutup telinga mereka.

"Gila! Teriakannya ngalahin sound systemku!", celetuk El Cid.

Sisyphus keluar dari rumah itu bersamaan dengan si 'kuda putih' yang menahan sakit, karena telinganya dijewer Sisyphus.(kok Sisyphus nggak budeg ya?)

"TTTEEENNNMMMAAA?"

"He-eh.. Peace bro.."

Para Goldies(selain Degel, Albafica, Regulus, dan Asmita tentunya) mengedip-ngedipkan mata mereka.

"Jadi ini si biang keroknya?", tanya mereka serempak.

Si 'buronan' hanya menyeringai nakal.

"Sekarang jelaskan ke kami semua. Alasan kamu meneror kami".

"Nngg... Ok..". Tenma menarik nafas sejenak sebelum 'bercerita'. "Athena mengadakan pesta pemulihan hubungan antar para dewa-dewi Olympus. Terutama antara dia dan Hades. Pesta itu diadakan di Hades's Castel karena Hades punya aula yang super dumbo luas. Athena mengundang kalian juga, dan dia menyuruh aku untuk memanggil kalian. Karena lagi ada ide iseng... ya... gitu deh", akunya.

Para Goldies hanya bengong sambil membuka mulut mereka(ati-ati kemasukan lalat) mendengar pengakuan Tenma. Semuanya tanpa terkecuali.

"Panggilan nggak penting", celetuk Manigoldo. "Tau gitu.. aku pake baju pesta". Goldies yang lain mengiyakan.

Kardia mengangkat tangannya dan bertanya, "Aku mau nanya. Gimana kamu tau kalau aku dan Regulus ada di kuilku dan lagi buka laptop?"

"Itu... Hehe.. Aku pasang kamera CCTV di kuil kalian".

"Jadi.. selama ini, kamu ngintipin kita?"

"Bisa dibilang... iya..."

"Sampai yang privacy?"

"Nggak semua sih.."

Para Goldies memberikan sinyal ke Sisyphus.

"Emergency no.14... diaktifkan", katanya kemudian.

"Emergency no.14?". Tenma menoleh ke arah Sisyphus yang menyingkir dari sampingnya dan menoleh ke arah Goldies.

"SERANG!"

"TOLONG!"

*Emergency no.14: digebukin masal.

"Happy.. ending?", tanya Asmita kepada Sisyphus dan Degel yang tidak ikut acara gebuk-menggebuk itu.

Sisyphus dan Degel saling berpandangan sejenak dan berkata, "Kurasa... iya".


~FIN~

Asmita: Beneran happy ending nggak sih?

Degel: Tanya aja ke authornya..

Asmita: Beneran happy ending?

Astraea: Mau yang bener-bener happy ending?

Asmita, Degel, Sisyphus: Nnnggg... Ehem..

Astraea: Kalo gitu.. Temenin aku ke seluruh perpus dan toko buku yang ada di dunia.. ^_^

Asmita, Degel, Sisyphus: Nggak deng.. Nggak jadi..

Gomenasai kalo alasannya Tenma gaje.. Soalnya aku bingung alasannya apa.. Dan sekali lagi, maaf kalo kepanjangan.. Arigato..