Chapter two, update, fiuh.. setelah merelakan waktu tidur Shi yang minim jadi makin minim karena bikin fanfic ini tengah malam, semoga para readers semua nggak kecewa.. Yup, selamat membaca..
Antara Sasuke, Danau, dan Hamil...
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Warning: OOC, AU, Mpreg, Yaoi/Sho-ai/BL, typo, lime, lemon, 17+, nggak disarankan untuk anak-anak, fanfic rating M pertama, jadi mohon bantuannya... Dont like dont read, and dont flame..
xXxXxXxXx
Siang hari, sinar dari sang mentari tidak begitu menusuk kulit karena terhalangi oleh rimbunnya dedaunan di hutan Negara Hi. Terlihat Neji sedang berjalan, atau lebih tepatnya melompat dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya, tentu saja, karena dia adalah ninja. Tapi, sedikit berbeda karena dia sedang menggedong seorang pemuda manis dibelakang punggungnya, siapalagi kalau bukan Sasuke Uchiha.
"Nnng.. Neji.." desis Sasuke saat ia perlahan mulai membuka mata.
Neji melihat Sasuke lewat ujung matanya, "Kau sudah sadar?".
Sasuke menyandarkan kepalanya dibahu Neji, dan menjawab, "...iya..". Sasuke diam cukup lama, sedikit hang-over rupanya, lalu ia menghembuskan nafas berat di dekat tengkuk Neji, hingga membuat bulu kuduk pemuda Hyuuga itu berdiri.
.
.
.
Sasuke mempererat rangkulannya, bukan takut jatuh, hanya saja ia memang merasa nyaman jika bersama kekasihnya itu. Tapi, begitu ia melihat cuping telinga Neji mata hitamnya terlihat berkilat dan berbinar ceria seperti anak kecil yang kegirangan saat mendapat lolipop.
"Akh.." Neji berhenti berjalan ketika, Sasuke menjilat dan menggigit cupingnya. Bola mata lavendernya melihat ke arah Sasuke yang sedang menjilat bibir bawahnya, lalu ia berujar, "Ada apa Sasuke?". Bukannya menjawab, Sasuke malah meraup cuping telinga Neji, menjilatnya dan kembali menggigit kecil cuping itu. "Sssh..Sassuke.." Neji menggelinjang.
"Neji, aku 'lapar'.." desah Sasuke.
Neji menurunkan Sasuke, "Baiklah, aku carikan makanan dulu..".
Sasuke meraih tangan Neji yang sudah membelakanginya, dan berkata, "Bukan itu, Neji.." desis Sasuke dengan suara lirih yang terdengar manja.
"La-.." kata-katanya terpotong saat tiba-tiba saja Sasuke mengunci bibirnya, menjilatinya dan menngigitnya.
"Akh..mmmh.." erang Neji sesaat setelah lidah Sasuke menyeruak masuk ke dalam rongga mulutnya, mencoba menginvasinya, tapi gagal, karena lidah Neji yang cekatan itu berusaha mendorong lidah Sasuke kembali ke tempatnya, dan bergulat di dalam rongga hangat Sasuke.
"Enngghh.." kini Sasukelah yang mengeluarkan erang tertahan, apalagi setelah Neji menekan kepalanya dan memiringkan kepalanya sendiri agar lebih mudah menyapu langit-langit Sasuke, menghitung gigi putih Sasuke, dan saling bertukar saliva. "Mmmh..ahh..aah.." Neji menjilat bibir Sasuke yang basah, sesaat setelah mengakhiri ciuman mereka.
Sasuke tercekat saat Neji melepas seluruh pakaiannya dalam sekejap, "Akh..mmmh.." Sasuke kembali mendesah tertahan saat Neji kembali menginvasi bibirnya, sambil mendorong tubuh Sasuke menghimpitnya diantara dahan dan dirinya sendiri. "Nnnghh..aah..ahh.." mata sayu Sasuke menatap heran ke arah Neji yang sedang mengeluarkan tali dan mengikat Sasuke di dahan pohon.
"aah..kenapa mengikatku?.." tanya Sasuke dengan suara yang terdengar manja.
"Karena kau yang lapar," Neji menyapu wajah putih Sasuke, menyentuh bibir mungil Sasuke dan kembali menyerang bibir itu.
"Ennng..ahh..ahh..akh.." Sasuke memekik saat tiba-tiba saja Neji meraup dan menggigit cuping telinganya. Memainkan lidahnya ditiap lekuk cuping Sasuke, mengulumnya dan menghisapnya. "Nejiiii..ahhh.." Sasuke mendesah saat lidah Neji mulai menyusuri leher jenjang Sasuke, dan membuat tanda disana. "Nejiii.. ce..pat.. akh..mmmh..." Sasuke mengerang saat Neji meremas benda miliknya yang mulai mengeluarkan cairan.
"Kau itu tidak sabaran sekali Sasuke-chan..." Neji memompa milik Sasuke dan memijatnya pelan. "Ennng..Nejiii..ahh..akh.." Sasuke memejamkan matanya saat Neji mulai mengulum benda miliknya. Ia terus mengerang, saat Neji memaju mundurkan kepalanya.
"Nejiii..cepat... mmmh.." Neji tersenyum melihat ekpresi Sasuke itu, ia makin mempercepat gerakan maju mundurnya, menghisap, mengulum dan menggigit kecil ujungnya. "Akh..Nejiiii..aku mau.. ARRRRGH..." Sasuke mengejang kuat saat cairan miliknya keluar dan ditelan habis oleh Neji. Senang sekali rasanya dapat kembali merasakan surga dunia.
Neji kembali memompa milik Sasuke yang masih basah, lalu ia berkata, "Sudah kenyang?.."
Sasuke tidak membalas, nafasnya terdengar memburu, wajahnya nampak membiru. Neji yang heran akhirnya mengangkat kepalanya, untuk mengecek keadaan Sasuke, "Kau kenapa?" Neji keheranan saat melihat Sasuke mengernyit dan mengatupkan bibirnya, seperti menahan sesuatu yang ingin keluar. "Sasu.."
"Hoeeek.." Neji langsung menyingkir dari hadapan Sasuke begitu kekasihnya itu memuntahkan semua yang sedaritadi ditahan. "Ahh...aah..ahhh.." Neji melepas ikatan Sasuke, dan seketika tubuh itu langsung jatuh dengan posisi jongkok.
"Hoeek..Hoeek..." Neji memijat-mijat punggung Sasuke yang lembab. "Kau tidak apa Sasuke?" Neji coba bertanya.
Sasuke menggeleng, dan dengan bantuan Neji ia berusaha berdiri.
"Kita harus pulang,".
"Tapi..belum semuanya..keluar.." kata Sasuke diantara desah nafasnya. Neji yang paham dengan maksud Sasuke itu langsung menarik tubuh Sasuke, membawanya dalam ciuman yang menuntut. "mmmh..nngghh.." Sasuke mendesah tertahan, saat jari jari Neji meremas dua sisi pantatnya, menyelipkan diantara lubang kecil miliknya
"aah..ahh..Nejiii.." Sasuke kembali mengerang saat Neji menjilat dan menggigit perpotongan lehernya, Sasuke memeringkan kepalanya, memepersilahkan Neji untuk menambah kissmark di leher jenjangnya. "Ennng..Nejiii..aahh.." Sasuke membenamkan jari-jari putihnya diantara rambut Neji yang tergerai, ia mendesah dan mengerang saat Neji sedang mengulum puting miliknya. Membuat Sasuke kehilangan akal sehatnya ketika benda miliknya dan Neji bergesekan.
"Nejiiii..aku..mmmh.." Sasuke meremas punggung Neji saat cairan pre-cumnya keluar membasahi pakaian Neji. "nnng...aahh..ahh.." tubuh Sasuke merosot dari pelukan Neji, hampir jatuh ke atas tanah jika Neji tidak sigap memeganginya. Dikecupnya bibir merah Sasuke, dan tentu saja Sasuke membalas ciuman itu penuh suka cita, tanpa ada keraguan sedikitpun. "Neji..ahh..nngghh..aakh!" Sasuke memekik saat tanpa apa-apa Neji memasukan benda miliknya ke lubang sempit Sasuke.
"ssh..panggil namaku..Sassuke.." desis Neji yang merasa nikmat saat Sasuke menghimpit miliknya.
"Nejii..Nejiii..Ne..nnnng.." Sasuke menggeliat liar saat milik Neji menyentuh 'sweet pot'nya, membuatnya melayang hampir mencapai puncak. "Neji..cepat..Ne..mmmh.." ia meremas jari-jarinya. Neji mempercepat gerakannya, dan dalam sekali hentakan membuat Sasuke mengejang sambil menyerukan namanya. Dunia yang putih itu kembali didatangi oleh Sasuke, disusul Neji selang beberapa menit kemudian, menyemprotkan cairannya dalam diri Sasuke.
"aahh..ahh..Nejiii.."
"Aku mencintaimu Sasuke," Neji mengecup lembut bibir Sasuke sambil menarik dirinya meninggalkan liang Sasuke.
.
.
.
Konoha, akhirnya mereka sampai juga disana. Neji yang sedang menggendong Sasuke disambut oleh Izuma dan Kotetsu.
"Neji, Sasuke kenapa? Apa dia terluka?" tanya Izumo sambil melirik ke arah Sasuke yang sedang lelap.
"Tidak, dia hanya kelelahan," jawab Neji seadanya.
"Aku permisi dulu," kata Neji sebelum melesat meninggalkan kedua orang itu.
xXxXxXxXx
"Bagaimana Sakura, Sasuke.. sakit apa?" tanya Neji pada Sakura yang baru saja memeriksa Sasuke.
"Uum.. anu, aku mau ke tempat Tsunade-sama," balas Sakura.
Neji menautkan alis, "Untuk apa?". Sakura hanya mengumbar senyum yang sangat dipaksakan, sebelum keluar kamar rawat Sasuke, meninggalkan Neji yang kebingungan.
Tak berapa lama kemudian, Tsunadepun datang, tidak jauh beda dengan Sakura sebelumnya, Tsunade memeriksa Sasuke yang masih pingsan itu. Beberapa saat kemudian, Tsunade berkata, "tidak salah lagi.." gumamnya.
Lalu ia menatap Sakura, dan kembali berujar, "Sakura, aku ingin kau memanggil keluarga Sasuke!".
"Baik, Tsunade-sama!" Sakurapun melesat keluar. Sementara Neji terlihat makin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Belum sempat Neji buka suara, Sasuke keburu sadar,
"Sasuke.." Neji mengelus rambut raven kekasihnya. "Ennn..Nejii.." Sasuke memutar dua bola mata onyxnya, dia menapati sosok Ibu, Ayah, kakak, dan seorang Hokage hebat sedang memandang ke arahnya. "Kenapa.. kalian semua ada disini?" Sasuke berusaha untuk duduk.
Tanpa menjawab pertanyaan Sasuke itu, Tsunade berujar, "Sasuke, apa yang kau rasakan sebelum pingsan?".
"Uum..aku merasa pusing, mual, dan lelah.. mungkin aku masuk angin.." jawab Sasuke ragu-ragu.
"Neji, setelah pulang dari misi, apa yang kau lakukan dengan Sasuke?" Tsunde kembali bertanya.
Wajah Neji memerah, "Tidak ada.. kami hanya istirahat sejenak," jawab Neji.
"Kalau kau Sasuke?".
"Karena tubuhku kotor, aku pergi ke danau untuk mandi.." ucapnya.
Fugaku, Mikoto dan Itachi diam saja melihat dua pemuda itu di introgasi oleh Tsunade.
"Kau meminum air danau itu? Benarkan?".
"Iya..".
"Bodoh! Apa kau tau itu adalah danau terkutuk dimana laki-laki yang menceburkan diri apalagi sampai meminum airnya akan HAMIL," bentak Tsunade dengan penekanan dikata 'hamil'.
Pupil Sasuke mengecil, ia kaget mendengar perkataan Hokagenya, begitu pula Neji dan yang lain.
"Tsunade-sama, jangan bercanda! Aku hamil, hamil? Tidak mungkin.." Sasuke mencengkram selimut diatasnya.
"Aku ini ninja medis dan seorang hokage, dan dari gejala yang ada, itu menunjukan kalau kau memang positif hamil," Tsunade meyakinkan.
"BOHONG! LAKI-LAKI ITU TIDAK BISA HAMIL!" bentak Sasuke.
"Sasuke..tenangkan dirimu, Nak!" Mikoto memeluk pundak Sasuke, mencoba menenangkannya.
"Tsunade-sama, Sasuke benar, pria tidak mungkin hamil, karena tidak memiliki sel telur atau pun rahim, jadi.." kata-kata Fugaku terpotong saat Tsunade menyelanya.
"Masalah itu memang hanya Kami-sama yang tau, hanya saja kenyataannya memang begitu, Sasuke hamil,".
Hening cukup lama diruang itu, hanya deru nafas Sasuke saja yang samar-samar terdengar. Setelah ini, temui aku keruanganku, biarkan Sasuke disini bersama Neji," katanya sebelum meninggalkan mereka. Fugaku, Mikoto dan Itachipun melangkah keluar dari kamar.
.
.
.
"Laki-laki tidak hamil..Tsunade-sama pasti bercanda.." gumam Sasuke, air matanya menetes membasahi kulit wajahnya yang halus itu.
"Sasuke," Neji mengelus kepala Sasuke, tapi Sasuke keburu menepis tangannya.
"AKU TIDAK MAU HAMIL, AKU TIDAK MUNGKIN HAMIL NEJI, KAU TAU ITUKAN?" Sasuke berteriak histeris. "AKU INI LAKI-LAKI, APA KATA ORANG KALAU MENGETAHUI SEORANG PRIA HAMIL, AK-..." Sasuke berhenti bicara saat Neji membungkam bibirnya. Mengaitkan jemarinya pada jemari Sasuke, dengan dadanya ia mendorong tubuh Sasuke. Lidah Neji menjilat bibir bawah Sasuke.
"Emmmhh..." Sasuke memejamkan mata bersama itu lidah Neji sudah memasuki rongga lembab miliknya, menyapu langit-langit Sasuke, menghisap lidah Sasuke. Dua lidah cekatan itu saling beradu di dalam. Cukup lama Neji mendominasi mulut Sasuke, membuat tubuh Sasuke yang awalnya tegang menjadi lebih rileks. "Ennng..ahh..aah.." benang saliva tercipta sesaat setelah mereka mengakhiri ciuman panjang itu.
Neji menyapu pipi Sasuke yang basah karena air mata, lalu berujar, "Apapun yang terjadi padamu, aku akan selalu di dekatmu Sasuke.." bisiknya di cuping telinga Sasuke, membuat pemuda yang masih terengah-engah itu begidik karena geli.
"Kau janji?..".
Neji mengecup cuping telinga Sasuke, "Yah, aku janji..".
Sasuke kembali memejamkan matanya saat Neji kembali mengecup bibirnya, perlahan lembut, tapi akhirnya menuntut. Sasuke mengalungkan sebelah tangannya di leher Neji, sedangkan yang satunya lagi masih bertautan dengan jemari Neji. Ciuman panas itu menuntun Sasuke untuk kembali lelap.
XxXxXxX
"Bangun Sasuke.." Mikoto membuka tirai jendela membiarkan cahaya matahari mengusik Sasuke yang sedang menggeliat di atas ranjangnya. Mikoto mendekati Sasuke yang baru bangun lalu mengacak-acak rambutnya, "Cepat mandi, lalu segera turun..".
"Hn" balas Sasuke malas.
Sarapan ala keluarga Uchiha tidak berbeda dengan keluarga-keluarga lainnya, sebelum sesuatu terjadi.
"Emmm..." Sasuke menutup mulutnya dengan punggung tangannya.
"Ada apa, Sasuke?" tanya Itachi.
Sasuke tak membalas, ia malah beranjak dari duduknya dan beranjak pergi. Ia berlari ke wastafel karena hasrat ingin muntahnya kambuh, maklum dia sedang hamil muda sekarang ini.
Mikoto menghampiri Sasuke, mengelus punggung anak lelakinya, "Kau tidak apa Sasuke?".
Setelah membersihkan mulutnya, Sasuke membalas, "Perutku mual, kepalaku pusing..".
"Kau benar-benar mengingatkan pada saat ibu mengandung dirimu dan kakak," Mikoto mengusap kepala Sasuke.
"Ibu, jangan berkata begitu.." rengeknya dengan wajah memerah.
"Istirahatlah!". Sasuke mengangguk, dan melenggang pergi menuju kamarnya.
.
.
Tidak terasa hari sudah beranjak siang, Mikoto dan Fugaku sedang tidak ada dirumah. Itachi yang sedang kurang kerjaan hanya mondar mandir dalam rumah, sampai akhirnya ia menangkap suara asing yang cukup erotis.
"Ennng..ahh...ahh" Itachi menempelkan telinganya ke daun pintu dimana suara menggoda itu berasal dari kamar Sasuke.
"Ahh..mmmh..ennnghh.." Itachi yang penasaran dengan apa yang dilakukan Sasuke, akhirnya membuka pintu kamarnya. Dan...
"Sa...suke?" susah payah ia menyembut nama adiknya. Bagaimana tidak saat ini didepan matanya, ia melihat sosok sempurna adiknya yang sedang telanjang bulat di atas king sizenya. Ia menggeliat dan mendesah saat jemari putihnya memijit miliknya sendiri.
"Sassuke?" desis Itachi sambil menelan ludah tidak sanggup melihat adegan luar biasa yang membangkitkan nafsunya.
"Itachi..ingat pengendalian diri" gumam Itachi pada dirinya sendiri.
XxXxX
TBC
XxXxX
Emang Itachi bisa tahan liat Sasuke kayak gitu? Oke, kita tunggu aja chapter selanjutnya. Tapi, Shi masih membuka lebar untuk readers yang udah baca untuk meninggalkan reviewnya. Arigatou.
