Antara Sasuke, Danau, dan Hamil...
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Pair: NejiSasu slight NaruSau
Warning: OOC, AU, Mpreg, Yaoi/Sho-ai/BL, typo, lime, lemon, 17+, nggak disarankan untuk anak-anak, fanfic rating M pertama, jadi mohon bantuannya... Dont like dont read, and dont flame..
XxXxXxXxX
Enjoy all...
XxXxXxXxX
Itachi berkali-kali harus menelan ludah melihat tubuh polos Sasuke yang basah karena peluhnya, juga miliknya sendiri yang sedikit memerah diujungnya dan sedikit mengeluarkan cairan bening. Tubuh sempurna Sasuke menggeliat dengan diiringi suara desah dan rintihan yang meluncur dari bibir merahnya.
'Oh, Dewa Jashin.. ampuni aku..' pinta Itachi sebelum menanggalkan seluruh pakaiannya untuk menemani Sasuke agar tidak 'bermainan' sendirian.
'Sasuke, aku dat-..' baru saja Itachi akan melompat ke tempat tidur, terdengar seseorang mengetuk pintu.
"Sasuke... Sasuke.." suara yang berasal dari pintu utama membuat Itachi mendengus kesal.
"Neji, untuk apa dia kesini!" umpatnya sebelum memakai lagi bajunya.
.
.
.
Dengan langkah geram sulung Uchiha itu membuka pintu geser dengan paksa.
"Itachi-nii, Sasuke ada?" Neji langsung menanyakan hal itu begitu orang yang ia panggil Itachi membuka pintu.
"Ada perlu apa?" tanyanya sinis.
"Apa harus aku memberitahukannya padamu?" balas Neji dengan nada dingin.
"Dia sedang istirahat, nanti saja kau datang lagi!" katanya setelah menggeser pintu dan menutupnya, tidak peduli pada Neji yang masih berdiri di depan pintu. Menggedor-gedor daun Itachi tetap tidak peduli pada suara gaduh yang dibuat oleh calon adik iparnya itu.
'Ck, kuso!' umpat Neji sebelum melesat meninggalkan kediaman kekasihnya, setelah menggedor-gedor pintu rumah lebih dari lima menit.
Sementara Itachi hanya tersenyum penuh kemenangan saat menyadari jika Neji sudah tak berada ditempatnya. Ia segera mengayunkan kakinya menuju kamar Sasuke.
"Sasuke, Aniki kemba-" kata-katanya menggantung diudara saat mendapati Sasuke sudah tertidur pulas. Mungkin efek ejakulasi ia lakukan sendiri beberapa waktu yang lalu. Itachi memandang adiknya yang sedang lelap dengan wajah kesal, karena tidak dapat merasakan nikmatnya surga dunia bersama adik yang sangat ia sayangi.
xXxXxXx xXxXxXx
Beberapa hari kemudian, Neji datang ke rumah Sasuke untuk meminta ijin pada kedua orang tua kekasihnya untuk tinggal serumah. Mikoto dan Fugaku memang sempat khawatir membiarkan anak kesayangannya tinggal dengan berdua saja dengan Neji, tapi begitu melihat sorot keseriusan di bola mata Neji, keduanya mengijinkan Sasuke tinggal di apartemen bersama pemuda Hyuuga itu. Dan sekarang Neji sedang membantu kekasihnya itu membuat makan siang. Yah, ini adalah hari kedua Neji dan Sasuke tinggal bersama serumah. Ini karena Neji tidak mau Sasuke yang gairah 'bercintanya' meningkat, melakukan 'itu' dengan orang lain selain dirinya.
Dan kali ini, pemuda Hyuuga dan Uchiha itu sedang bersama di dapur. Hening cukup lama diantara keduanya, sampai Neji buka suara, "Sasuke.. kenapa kau diam saja?" tanyanya pada Sasuke yang sedang mengupas sayuran dengan posisi membelakanginya.
"Aku.. sedang tidak mod untuk bicara," jawab si raven sekenanya.
Neji menghentikan kegiatannya untuk mencuci beberapa alat dapur yang baru saja ia gunakan untuk menanak nasi, "Kau marah padaku ya?"
"Tidak.."
"Lalu, kenapa kau diam saja?"
"Aku masih kepikiran tentang danau itu, kenapa danau itu bisa membuatku hamil.." sorot kesedihan terpancar dari dua bola mata onyxnya. Ntah mengapa ia menganggap hal yang menimpanya adalah kutukan.
"Beberapa waktu yang lalu, Tsunade sama bercerita padaku kalau jaman dulu ada seorang putri bangsawan yang meninggal di danau itu. Dia meninggal bunuh diri setelah mengetahui jika laki-laki yang meyetubuhinya tidak mau bertanggung jawab. Dia marah dan dendam pada laki-laki itu, tidak, bukan hanya pada laki-laki itu, tapi pada semua lelaki yang menurut si gadis hanya bertindak seenaknya. Setelah mengutuk lelaki yang sudah menghamilinya, ia menceburkan dirinya ke dalam air danau. Sampai sekarang jasatnya tidak ditemukan, dan menurut warga sekitar, hormon estrogen dan progeterone dari si gadis yang tercampur dengan air danau itulah yang membuat seseorang yang meminumnya menjadi hamil. Uum, mungkin juga tidak begitu, karena dua hormon itu hanya bersifat untuk mempersiapkan dinding rahim. Dan mungkin saja kalau kau sebenarnya perempuan, dan memliki sel telur, jadi setelah kita melakukan 'itu' kau bisa hamil," terang Neji.
Ubun-ubun Sasuke berkedut kesal mendengar omongan Neji yang diluar nalar, "Neji, asal kau tau, aku ini laki-laki tulen sejak lahir, dan mana mungkin aku tiba-tiba jadi perempuan!" sanggahnya. "
Oh tentu bisa Sasu-koi, sekarang ini sudah banyak kasus yang seperti itu, itu disebut Sindrom Kilnefelter, dimana seorang laki-laki bisa menjadi perempuan karena.." Neji diam mencoba mengingat-ingat apa yang Tsunade jelaskan padanya beberapa waktu yang lalu.
Sasuke yang sedang membuat telur dada melirik ke arah Neji, meski penasaran, tampang datarnya tidak pernah berubah.
"Oh ya, itu karena kromosom X pada laki-laki normal memiliki kromosom sex berupa XY,".
"Aku tidak mengerti maksud kata-katamu, Neji," Sasuke mengurut keningnya yang mendadak terasa pusing.
"Kau tidak usah terlalu memikirkannya, tapi lebih baik kau tes darah saja untuk menentukan jenis kelam-" belum selesai bicara sebuah spatula melesat kearahnya, untungnya benda itu tidak berpengaruh apa-apa pada Neji yang terkenal sebagai shinobi hebat di Konoha.
"Aku laki-laki, LAKI-LAKI!" kata Sasuke dengan penekanan dikata 'laki-laki'. Neji menghela nafas berat sebelum kembali menata piring dan mangkuk untuk diletakkan di atas meja makan.
"Yah, seperti yang dikatakan oleh Tsunade-sama, hanya Kami-sama yang tau tentang apa yang terjadi padamu," ucap Neji sambil memperhatikan Sasuke yang sedang memotong sayuran sebagai bahan utama untuk sup.
Sasuke menghela nafas berat, "Aku tidak percaya dengan legenda kuno yang tidak masuk akal itu! Lagipula, mitos yang aku tau adalah, Rikudo Sennin yang menciptakan dunia shinobi," balas Sasuke dengan nada datar.
Neji menghampiri Sasuke, memeluknya dari belakang seraya berbisik, "Dengan kehamilanmu kau masih berkata tidak percaya? Ck ck ck, kau itu bagaimana sih?" ucapnya sambil mengelus-elus perut Sasuke. Bibirnya bergerak untuk mengecup tengkuk Sasuke, sementara diam-diam tangannya menyusup masuk ke balik pakaian Sasuke.
"akh.. sssh.." Sasuke mendesis saat Neji memainkan 'nipple'nya. Memilin dan mencubit kecil disana. "Jangan sekarang, Neji.."
"Bagaimana ya? Kau tidak merasakan milikku menegang?" Neji menempelkan miliknya ke pantat Sasuke, dan menggesek-gesekkannya. Sasuke sedikit begidik karena perbuatan Neji.
"Tapi 'kan.. ou.." perkataan Sasuke terpotong saat Neji menggigit cuping telinganya. Mengemutnya, seperti baru saja mendapatkan lolipop.
"hnn?" Neji menautkan alisnya ketika Sasuke melepas kedua tangan yang melingkar di pinggangnya dengan kasar. Kemudian dengan buru-buru mendekati wastafel cuci piring, dan..
"hoeek.. hoeeek.." muntah-muntah.
"Sasu-koi, kau baik-baik saja?" Neji mengusap pundak Sasuke.
"Aku tidak baik.. hoeek.." balas si raven sebelum melanjutkan kegiataannya. Maklumlah, sebagai ibu-ralat-ayah yang sedang hamil muda, mual dan muntah susah biasa terjadi.
.
.
.
"Duduklah, aku buatkan minuman hangat ya?" tawar Neji, beberapa saat kemudian. Dan Sasuke hanya mengangguk kecil, ia merasa kepalanya pening saat ini.
Tak lama kemudian, Nejipun kembali dengan secangkit lemon tea, ia juga sempat mengecek sayuran yang sempat terlupakan karena insiden kecil ini.
"Mau aku panggilkan Sakura? Supaya dia bisa mengecek keadaanmu?" Neji mengusap-usap rambut raven Sasuke yang sedang berada di pundaknya.
"Tidak perlu, aku cuma sedikit pusing kok," jawab Sasuke lemah.
"Tapi wajahmu pucat sekali Sasuke, aku jadi khawatir," Neji menegakkan kepala kekasihnya itu agar menatap ke wajahnya.
"Kau pikir aku ini lemah? Ingat, aku ini ninja.." Sasuke menatap Neji dengan sorot mata tajam yang seakan-akan dapat membunuh siapa saja.
Neji menghembuskan nafas berat, "Kalau begitu, kau istirahat saja, aku harus melanjutkan membuat makan siang, setelah itu, kita makan sama-sama," pemuda bermata lavender indah itu, mengecup singkat kening Sasuke yang sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa. Sebelum melenggang menuju dapur.
.
.
.
Malam ini adalah malam yang agak berbeda, saat ini NejiSasu menyempatkan diri untuk mengobrol ringan saat sedang tidak melakukan 'ritual' agar cepat tidur. Tapi meski cuma mengobrol saja, Neji lumayan senang karena Sasuke begitu manja dan perhatian padanya. Walau ntah mengapa Sasuke tiba-tiba ngambek dan marah tidak jelas saat Neji memanggilnya dengan 'Manis', tunggu Sasuke memang selalu marah jika dipanggil manis, tapi kenapa yang ini sidah sangat berlebihan menurutnya. Karena ia sampai harus tidur di sofa cuma gara-gara memanggilnya begitu. Tapi Neji coba berpikir positif, Sasuke sedang hamil trimester pertama, modnya bisa berubah kapan saja bukan?.
xXxXxXx xXxXxXx
Neji membuka matanya begitu dadanya terasa sesak karena sesuatu sedang menindihnya. Dan kini, setelah pandangannya fokus ia dapat melihat siapa pelaku utama yang mebuat dadanya terasa sesak. Yaah, siapa lagi kali bukan orang yang paling ia cintai, Uchiha Sasuke.
"Sasuke?" Neji memegang kepala raven pemuda yang setahun lebih muda darinya, agar bocah itu mengangkat wajahnya.
"Neji.. maaf ya, kemarin sudah menyuruhmu tidur disini," mohon Sasuke dengan suara yang dibuat semanja mungkin. Membuat Neji harus menelan ludah agar tidak segera 'menelan' Sasukenya utuh-utuh apalagi ketika melihat wajah 'cantik' Sasuke yang dipenuhi oleh semburat merah muda.
"Tidak masalah Sasuke, aku mengerti..." iris lavendernya kini mengikuti gerakan Sasuke yang sedang duduk diatas pahanya. Tepat di daerah kejantanannya.
"Hari ini, aku mau ke tempat Naruto, aku rindu padanya," mata Neji membulat, Sasuke kangen dengan Naruto? Sulit dipercaya. Tunggu, mungkin karena Sasuke sedang hamil sekarang ini.
"Aku antar ya?" mohon Neji, terselip nada cemburu disana.
"Tidak perlu Neji, nanti kau menganggu,"
Jleb
Kata-kata Sasuke barusan seperti kunai yang menancap tepat ke ulu hatinya, 'Menganggu dia bilang?' tanya Neji lebih pada dirinya sendiri.
"..lagipula kau kan ada misi dengan si alis tebal," lanjut Sasuke.
Neji terkikik, baru kali ini ia mendengar Sasuke menyebut rekan dikelompoknya dulu dengan sebutan 'alis tebal', "Benar juga, ya.. Tapi jangan melakukan hal yang aneh-aneh dengan Naruto ya?" kata Neji yang terdengar seperti ancaman.
"Kau pikir aku akan melakukan apa, hn?" balas Sasuke tak kalah dingin sekarang. Terkutuklah kau 'Moody' yang sudah membuat perilaku Sasuke berubah-ubah.
"Oke, sekarang bisa kau minggir dari atas sana, kau membuatku agak tidak nyaman," ujar Neji. Sasuke menyeringai, bukannya menyingkir ia malah mengesek-gesekan pantatnya dengan milik Neji yang agak menegang. Membuat Neji mendesah keenakan. Hanya saja, semua itu tidak berlangsung lama, karena Sasuke kembali harus mengalami 'morning sickness' alias mual dan muntah.
xXxXxXx xXxXxXx
Dan sekarang ini, Neji dan Sasuke sudah berada di depan apartemen Naruto, menunggu sang pemilik keluar dan membuka pintu.
Ckleek
"Naruto!" Sasuke bersorak riang begitu melihat Naruto, ia segera memeluk Naruto erat-erat. Neji dan Naruto hampir jawdrops saat itu juga.
"SasuTeme..." Naruto mengelus-eluk pundak Sasuke yang masih memeluknya. Ini adalah kejutan yang sangat mengejutkan, karena saat ini orang yang biasanya ingin dirinya segera lenyap sedang memeluknya Neji sudah mengirim sinyal-sinyal membunuh pada Naruto.
"Sasuke.. apa-apaan sih? Masih ada aku disini kan?" karena Sasuke tak kunjung melepas dekapannya akhirnya, Neji buka suara.
"Neji? Kenapa kau masih disini? Sudah sana, nanti kau terlambat," Neji terdiam, mencerna kata-kata Sasuke yang seperti menohoknya.
Ingin menangis, Neji sangat ingin menangis saat ini. 'Sasuke kau tega sekali,' pikir Neji.
"Ya sudah aku pergi dulu, Naruto, titip Sasuke ya, awas kalau terjadi apa-apa, kubunuh kau!" ucap Neji dengan nada mengancam, hingga membuat bocah pirang itu begidik ngeri.
xXxXxXx xXxXxXx
"Sasuke, kau sudah makan belum? Aku mau membuat ramen nih? Kau mau?" tawar Naruto sambil merebus air untuk menyeduh ramen instan.
Sasuke menggeleng, "Kau ini bodoh sekali, aku sedang hamil, dan tidak boleh makan makanan yang mengandung pengawet, itu tidak baik untuk perkembangan janinku, Dobe!" kata Sasuke panjang lebar.
'Sasuke, cerewet sekali, beda dari biasanya,' desis Naruto dalam hati. "Oh, ya sudah kalau kau tidak mau," Naruto nyengir lebar.
.
.
.
Setelah sarapan, Naruto memutuskan untuk mengajak Sasuke berbincang mengenai danau yang dapat membuat para pria hamil. Tapi, tidak tau apa penyebabnya tiba-tiba Sasuke mengeluh kepalanya sakit, dan perutnya juga terasa kram.
"hnngh... Narutto.." rintih Sasuke sambil memegangi perutnya.
"Sasuke.. kau baik-baik saja? Uum, aku panggilkan Sakura-chan ya?" Naruto panik, apalagi melihat wajah Sasuke makin memucat. Dan dibalas anggukan lemah oleh Sasuke. Cepat-cepat Naruto membuat satu kloning dirinya untuk menjemput Sakura di rumah sakit. Sementara dirinya yang makin panik karena mendadak si Uchiha muda itu tak sadarkan diri.
.
.
.
"Bagaimana Sakura-chan?" tanya Naruto pada Sakura yang baru saja memeriksa keadaan Sasuke.
"Tidak apa-apa kok, sakit kepala sudah biasa terjadi pada orang hamil," Sakura menjelaskan. "Tapi, karena keadaan Sasuke-kun yang lemah, dia jadi pingsan.." lanjutnya.
"Lemah? SasuTeme 'kan, ninja hebat.. yah walau tidak sehebat aku sih," gumam Naruto.
"Tidak untuk saat ini, dia hanya akan jadi manusia lemah dan rapuh karena janin dalam dirinya yang banyak menyerap nutrisi tubuh Sasuke-kun, membuatnya jadi cepat lelah, dan masalah pusing yang menyerangnya itu karena perubahan hormonnya saja," Naruto mengangguk paham.
"Ya sudah, aku harus kembali ke rumah sakit, nanti kalau Sasuke-kun sadar, berikan pil ini untuknya ya," pesan Sakura sebelum melesat pergi.
Lagi-lagi Naruto hanya mengangguk tanda jika ia mengerti dan akan melakukan perintah Sakura.
xXxXxXx xXxXxXx
Kini, Naruto sedang berada dalam kamarnya. Ia sibuk mengamati Sasuke yang belum sadar juga.
"Hehe, kalau dilihat-lihat, Teme manis juga ya? Pantas Neji suka sekali padanya.." kata Naruto tanpa sadar begitu menyaksikan wajah manis nan polos rival masa kecilnya saat sedang tidur. "Padahal aku lebih suka kau yang berwajah manis begini dari pada selalu pasang tampang datar, dasar Teme pelit eks-" Naruto berhenti bicara sendiri ketika Sasuke menggerakan-gerakan kepalanya.
"Sasuke, akhirnya sadar juga?" mengelus dada lega.
"Kenapa, aku ada disini?" tanya Sasuke, dia sedikit hang-over rupannya. Tanpa ragu, Naruto berkoar panjang lebar menceritakan apa yang terjadi. Dan Sasuke hanya mengatakan 'hn' saja.
.
.
.
"Aku haus, Dobe. Buatkan aku jus tomat!" mohonnya yang lebih terdengar seperti perintah.
"Uum.. oke," Naruto mengangguk, ini pertama kalinya ia memenuhi keinginan Sasuke.
"Jus tomat buatanku enak tidak Teme-chan?" tanya Naruto pada Sasuke yang sedang menyeruput minumannya.
"Biasa saja," jawab Sasuke dengan nada monotone.
"aaah.. Teme, cobalah sedikit memuji buatan temanmu yang tampan ini," Naruto manyun. Tapi, bukan Sasuke namanya jika ia peduli dengan segala tingkah Naruto.
.
.
.
"Kau tiduran saja sampai Neji menjemputmu, nanti kalau kau kenapa-napa, aku bisa dibunuhnya..." kata Naruto sambil memakan ramen instan ntah yang keberapa.
"Aku ini bukan bayi yang harus dikhawatirkan NaruDobe!" balas si raven sambil melihat gaya makan sahabatnya yang terlihat lahap. Membuatnya harus menelan ludah sesekali. Sampai akhirnya, Sasuke yang sudah tidak mampu melihat betapa enaknya makanan yang dimakan Naruto, akhirnya menarik pundak Naruto hingga membuat cup ramen yang masih menyisakan sedikit kuahnya jatuh ke lantai.
"Teme, apa yang- mmnn..." pupil biru Naruto mengecil, shock saat Sasuke menjilat bibirnya dengan penuh nafsu. Saat itu Sasuke berusaha mendominasi ciuman itu, ingin sekali mengecap rasa ramen yang tersisa di rongga Naruto, tapi tidak tau kenapa Naruto kini membalik keadaan.
"eemnnh..." Sasuke memiringkan kepalanya saat lidah Naruto melesak masuk ke dalam rongga lembabnya. Ia memejamkan mata dan mengaitkan jemarinya dihelai rambut Naruto. Ia tidak menyangka jika Naruto menciumnya dengan lembut berbeda dengan Neji. Sedangkan Naruto, ada desiran aneh dalam dirinya saat ia mencium sahabatnya itu. Luar biasa. Tapi, karena sebuah ciuman saja, semua kejadian tadi berakhir dengan melakukan 'itu'. Yah, Naruto akhirnya 'memanja' Sasuke, dan Sasuke sama sekali tidak meolak semua perlakuan Naruto. Dan saat itu keduanya juga sadar betul, jika masing-masing dari mereka sudah memiliki pasangan. Naruto dengan Gaara. Dan Sasuke resmi milik Neji.
.
.
.
"Oyasuminasai Sasuke-chan.." Naruto menarik selimut tebal di bawah keduanya untuk menutupi kedua tubuh polos mereka. Dan Sasuke hanya membalas 'hn' saja atas ucapan Naruto.
Seandainya Gaara dan Neji ada disini, apa yang akan mereka lakukan melihat perselingkuhan ini?...
xXxXxXx xXxXxXx
TBC
xXxXxXx xXxXxXx
Yup, muncul deh NaruSasu-nya, habis kebanyakan baca fic dengan pair ini sih. Untuk lebih jelasnya dengan istilah-istilah tadi silahkan cari di goole, soalnya Shi senidir juga belum jelas. Nah, silahkan review ya, kritik dan sarannya juga ditunggu. Dan inget, Shi gak terima flame..
