Yaa saya kembali,,,

Saatnya membalas review

Mayumi-chan&Hina bee lover: yaa ini lanjutannya, selamat membaca

Nerazzuri: gommen salah nulis nama Hyuuga hiasi, sebetulnya saya juga ga yakin tapi kata teman saya betul, ternyata memang salah tapi dalam chapter ini sudah diperbaiki, arigatou. Saya rasa chapter ini sedikit lebihpanjang dari yang kemarin.

Shaniechan: ah saya jadi malu salah tulis nama. Maaf desclaimernya ketinggalan, tapi di chapter ini sudah saya cantumkan!

Uchihyuu nagisa: ahh gomen ga faham typo! Mohon bantuannya untuk menjelaskan.

Haru: di chapter ini sudah saya perbaiki penulisan nama, gommen atas kesalahan kemarin. Saya harap chapter ini sudah lebih panjang, selamat membaca!

Thanks for the review

Desclaimer : sayangnya milik MASASHI KISHIMOTO_-(author:coba kalau saya,,Neji: hn)

Dari mata byakuganku yang entah sedang bersahabat atau berkhianat, aku memandang kearah dinding belakang kamar hinata-sama, dengan byakugan sehingga aku dapat melihat menembus dinding rumah, melihat sesuatu (bukan, lebih tepatnya sesosok tubuh) tergerai sepinggang rambutnya, disekitarnya terlihat percikan air, walau warna tak tampak pada mata byakugan, tapi aku tahu satu hal, dia hinata-sama yang sedang man…MANDI!

Seketika jantungku berdebar tak karuan, aku menelan ludah berkali-kali, sesuatu yang hangat kurasakan mengalir perlahan dari rongga hidungku, agak panas, cairan itu terus turun hingga melawati bibirku, rasanya asin dan kental. Pandanganku kabur, tapi tubuhku tak mampu bergerak, berkali-kali aku melepaskan diri dari genjutsu, tapi yang ini sungguh luar biasa. Pengalamanku selama ini tak membantu sedikitpun. Lalu semua gelap.

"neji nii-san?" suara lembut dari kejauhan memanggilku, suaranya terdengar lembut seperti semilir angin.

"Nii-san?" sura itu terasa lebih dekat. Oh.. kami-sama sudah saatnyakah kau datangkan bidadari untuk menjemputku?

"Nii-san, bangun!" sebuah tangan sedingin teratai menyentuh lenganku, aku yakin tubuhku masih terbalut pakaian lengkap, tapi kesejukan tangan bidadari penjemputku dapat kurasakan sampai kedalam hati (Author:Neji-kun lebay!). aku mencoba tersenyum, berusaha membuat sang bidadari terkesan. (aku pernah mendengar beberapa gadis konoha yang pernah bergosip, kalau senyumku melelehkan hati mereka)

"Nii-san, bangun, bangun.." ah manisnya..

"Hanabi-Chan!, b..bantu aku.." ya… ya hanabi,, ha-na-bi, tunggu,, APA! HANABI! Tiba-tiba dunia terasa berputar cepat, Kami-sama! Apa yang terjadi?

Aku membuka perlahan kelopak mataku, samar nampak gadis berambut biru dengan wajah khawatir memandangku, wajahnya dihiasi rona merah yang indah, disisi sang bidadari berambut indigo duduk bersimpuh gadis berambut hitam tersenyum aneh padaku, aku rasa aku baru saja pingsan. Pingsan setelah melihat hinata-sama mandi,, benar-benar memalukan,,, (Neji sweatdrop)

Hinata-sama dan hanabi-sama membantuku untuk duduk, lalu kurasakan tangan hinata sama yang menggenggam sepotong kain putih, menyentuh wajahku, kain itu terasa lembab dan harum, menyapu bagian dagu dan bibirku, sekilas aku melihat kain itu saat ditarik kembali oleh tangan seputih susu, ada noda merah disana, apa aku mimisan juga? Keterlaluan sekali,,,

Ya,, begitulah kecelakaan itu terjadi, aku memandang hiashi-sama sebentar, lalu meneruskan latihanku saat hinata-sama telah masuk kembali, aku tak berani mengaktifkan byakugan ketika dia ada disekitarku, aku takut memandang menembus kimononya, kalau itu sampai terjadi, kami-sama pasti akan mengutukku (author: ya,ya pasti, pasti. Neji: diam! Jangan ikut campur!, author: gommen, lanjutkan.) sekilas aku melihat hiasi-sama menyunggingkan senyum, apa dia tau ? tidak mungkin,,,

"neji, kurasa latihanmu sudah cukup, beristirahatlah" suara dingin kami sama menghentikan sesi latihanku. Dia tak menyembunyikan senyum diwajahnya, aku takut, terus mempertahankan sikap tenangku.

"Arigatou hiasi-sama" aku membungkukkan tubuh dan berlalu menuju kamarku, setengah berlari.

Di lorong yang panjang kudengar suara percikan air, mataku membulat, aku menundukan kepala dan bergegas menuju kamar, jantungku berdegup hebat saat melewati kamar hinata-sama, aku takut wajahku semerah wajah Hinata-sama saat melihat baka-naruto. Sial, sampai kapan ini akan berakhir!

Saat sampai dikamar, aku langsung merebahkan tubuhku, memejamkan mataku, mencoba untuk menghapus semua ingatan yang telah menggangguku. Lalu aku terlelap. Memasuki alam indah dunia khayalku, bersama gadis yang tidur disebelahku, (maksudku sebelah kamarku).

Pagi ini aku harus menemui hokage-sama, wanita berambut pirang, yang memanggil pamanku dengan sebutan anak, berapa umurnya kalau hiasi-sama yang berumur 51 tahun dipanggil anak! Dari penampilan, memang usianya terlihat baru sekitar 20-an bahkan dia terlihat lebih muda dibanding guruku yang nyentrik, guy-sensei. Aku tidak tau apa yang akan ditugaskan lady-tsunade, sebetulnya aku tidak begitu suka mendapat misi, karena aku harus meningglakan hinata-sama, jarang aku berada dalam satu misi dengannya, kemampuan byakugan hanya dibutuhkan satu dalam sebuah kelompok, jarang lebih! Tapi aku tak pernah punya alasan kuat untuk menolak sebuah misi, payah!

Menaiki undakan tangga, menuju ruang hokage-sama. Saat aku membuka pintu aku melihat lady-sizhune menggendong babi merahnya, hokage sendiri duduk santai memandangku. Mata coklatnya bertemu pandang dengan mata perakku, lalu dia tersenyum.

"Neji-hyuga mulai besok kau akan menjadi seorang Anbu, bersiaplah untuk misi barumu esok" suara hokage sama menyambar bagai petir, ANBU jarang pulang! TIDAK!( CTAR, petir nyamber-nyamber)

Aku tidak melakukan apa-apa, tidak ada prestasi yang menghebohkan, tiba-tiba menjadi ANBU! Apa maksudnya? Bagaimana menolaknya? Kami-sama jangan jauhkan aku dari Hinata, kumohon. "arigatou, hokage-sama, aku akan berusaha sebaik mungkin." Kenapa bibirku menghianati hatiku,,(pasrah)

Aku membalikan tubuhku setelah membungkuk pada hokage sialan itu, aku terlihat tenang, tapi pikiranku berantakan, semua bayangan hinata keluar masuk bergantian, aku ingin menangis kalau mengingat rasa kehilangan dirinya saat menjalani misi, aku takut saat kembali hinata sudah milik orang lain. Ya aku tau ini terdengar berlebihan (author:oh kau sadar ya![nepuk-nepuk bahu neji] Neji:DIAM!), walaupun umurku masih 17 dan hinata 16, tapi siapa yang tau kalau dalam tiga hari dia sudah milik orang lain, klan kami tak bisa ditebak! Rasanya aku langsung ingin muntah memikirkannya. Kami-sama tolong aku…

Langkahku gontai tak tentu arah, beberapa lama berjalan aku sampai pada lapangan latihan, tidak tau mau apa disan. Duduk bersantai dibawah pohon rindang menghadap kesebuah sungai, aku pernah melihat naruto berkali-kali berlatih berdiri diatas air disungai itu, aku tersenyum mengingatnya, entah mengapa mengingat kejadian itu membawaku pada gambaran senyum manis hinata-sama. Aku terus memandangi sungai itu, sampai aku sadar akan kehadiran…..

Yaa,, next chapter lagi

Mohon reviewnya,, saya butuh kritik saran untuk kemajuan cerita ini

Chapter depan akan saya perbaiki lagi jalan ceritanya, saya janji chapter ketiga ceritanya akan lebih seru..

Jaa nee!