Okay, saya akui, saya membuat acara jadian dua hyuuga bersaudara itu secara implisit (tidak tersurat tapi tersirat). Karena mengingat sifat dasar Neji yang luar biasa Jaim dan mengutamakan sekali akal sehat itu, walaupun pada akhirnya hasratnya mengalahkan logika dan sifat Hinata yang keterlaluan pemalu dan mudah gugup itu tidak membuka celah untuk menyusupkan acara tembak-tembakan yang diharapkan semua kalangan. Jadi saya ucapkan, Gommen!
Saya akan berusaha membuat cerita kelanjutan mereka tapi paling tidak dibutuhkan waktu sebulan lagi, karena saya akan menghadapi ujian nasional yang penuh tekanan, coba kalau saya seorang hyuuga, beres sudah urusan, tinggal open book sajakan?
Balasan reviewnya…!
Ddangko: yaa, saya harap epilog ini membawa mu kembali dari jalan cerita saya yang memang gelap gulita (?) karena epilog, maka ini chap pasti pendek, gommen!
Ichsana-hyuuga dan Hina bee lover: baik-baik, ini epilognya!
Mayumi Nakano: masih ada epilog, jadi tenanglah! oh Arigatou atas pujianmu!
Hanabi POV
Aku terbangun oleh sinar matahari pagi. Kepalaku terasa berat tapi aku paksa tubuhku untuk bangkit. Tou-san tak menolelir alasan apapun soal bangun pagi, Neji sudah pernah membuktikannya.
"Ohayou, Hanabi" suara berat menyebalkan itu masuk kedalam indra pendengaranku.
"Apa senpai? Baiklah kau menang! Ya, ya, ya aku bodoh tidak memperhitungkan Nee-chan, tapi aku sudah membuktikan bahwa sekalipun kau menjadi ANBU kau tetap bisa kukalahkan, hn?" kataku cepat, aku melirik kearahnya.
Dia tersenyum, lebih seperti mengejekku. Baiklah aku akui aku tak pernah menang darinya, tapi kekalahanku terjadi karena keberuntungannya, contohnya, tadi malam Nee-chan yang menyelamatkannya, yang sebelumnya Konohamaru-kun, yang sebelumnya lagi Tou-san dan sebelum-sebelumnya lagi,, Argghhh!
"Aku hanya ingin berterimakasih, tanpamu aku tak akan tau perasaan Nee-chanmu padaku"
APA YANG BARUSAN DIA BILANG?
"Nee,,, Nee-chan menerima cintamu? Kupikir dia cinta mati pada Naruto-san? Bagaimana bisa?"
"Hnn, entahlah, aku juga tidak tau" lagaknya yang memuakan itu, mengangkat bahu, seolah-olah dunia miliknya! Menyebalkan!
"Ohayou Hanabi-chan, Nii-san, muach" Apa itu barusan? Nee-chan mencium pipi senpai? Aku tak pernah dapat kecupan, Tou-san juga, apa-apaan Nee-chan?
"Hanabi-chan kenapa?" suara lembut Nee-chanku membawaku kembali pada kenyataan, aku tak percaya aku melakukan ini!
"Nee-chan,, Hanabi juga mau ciuman selamat pagi!" aku tau terdengar kekanak-kanakan, tapi masa hanya Neji-senpai yang dapat ciuman Nee-chan! Kupandangi Nee-chan, Neji, dan Tou-san, semuanya melongo, aku gak peduli, aku mau dicium Nee-chan juga.
"Nee-chan!" aku merengek, biasanya selalu berhasil.
"eh,,ehm, baiklah, muach" yey, aku dicium Nee-chan juga!
Mereka masih bengong, aku cuek menyantap sarapanku. Ku tatap Neji-Senpai, dia senyum aneh, menahan tawa kayaknya.
"Hanabi, belajarlah memanggil Neji dengan sebutan Nii-san!"
"Eh. Uhm, iya Tou-san, baik, ehm"
Nee-chan dan Senpai menunuduk menahan tawa, apa lucunya! Tou-san juga, kenapa menyuruhku yang aneh-aneh. Neji kan bukan kakakku! Menyebalkan!
Awas kau Senpai, pertarungan kita tidak berakhir sampai disini!
Yaa, beres sudah. Sampai jumpa di cerita lainnya!
Oh ya.. hampir lupa,,,
Keluarga besar Hyuuga dan Author mengucapkan Arigatou Gozaimasu
Untuk pembaca setia fic ini!, bungkuk-bungkuk,
Dan cerita selanjutnya, saya pastikan berada pada ratted yang sama dan genre yang sama dengan pair yang sama juga. Jane!
