Go Into The Book

Disclaimer : Yusuke Murata & Riichiro Inagaki

Genre : Adventure/Mystery

Rating : K

By : Muthiruma Youichi

Warning : OOC, abal, gaje (mungkin), hancur lebur

.

.

Don't like leave this fic NOW!

Don't like don't read

.

Chapter 2

Aku mencarinya di semak-semak, aku berlari, dan berlari, aku terus mencarinya tetapi tidak ketemu.

"Droseros!" aku berteriak sekencang-kencangnya. Suaraku serak parau memikirkan bagaimana reaksi orang jika melihat naga kecil itu? apakah akan di bunuh? ARGH! Tiba-tiba terjadi sengatan listrik di telapak tanganku, aku merabanya. Dan ternyata sengatan itu berasal dari lambang petir yang kudapatkan tadi malam. Ya.. itu sengatan Droseros...

"DIMANA KAU?" aku berteriak lebih kencang, tiba-tiba ada bayangan terlintas di kepalaku, hanya sekilas, tapi sangat jelas dan sangat familiar. lalu kucoba aku menenangkan diriku, dan memejamkan mata, hingga hanya detak jantungku yang terdengar di jalan sepi itu.

DEG

DEG!

Bayangan itu semakin jelas, dan kulihat di bayangan itu ada Droseros terjepit di tempat sampah. Dia memberi tahu lokasinya dengan cara itu. lalu aku langsung menuju tempat itu, dan ternyata benar! Dia terjepit di dalam tong sampah di antar tumpukan sampah. Dia memberi bayangan lagi..

Aku sedang mencari makanan, lalu kutemukan tempat-tempat yang ada sisa makanan ini, saat aku sedang menikmati sisa daging tiba-tiba ada pria besar yang membawa sebuah tempat sampah dan melemparkan semua isinya, jadi aku tertimpa oleh sampah itu.

Dia memberi bayangan dan suaranya. Lalu dia bertengger di bahuku. Lalu kita berjalan pulang, tiba-tiba ada orang yang sedang lari dan menyapaku.

"Selamat pagi Kaitani!" sapa Bu Tanaka.

"Se,selamat pagi," dadaku berdegup kencang, aku takut jika Bu Tanaka akan melihat Droseros.

"Ng? Kenapa nak Kaitani?" dia bertanya, aku bingung mengapa dia tidak berkomentar tentang Droseros?

"Eh? Ee.. nggak apa-apa kok! Aku duluan ya, mau ke perpus," kataku, ingin segera mengakhiri pembicaraan ini.

"Ya, daag nak Kaitani," katanya sambil melambaikan tangan. Sampai akhir pembicaraan, Bu Tanaka nggak menanyakan tentang naga ini.

Aku tidak akan terlihat oleh orang yang tidak percaya adanya naga, jika aku berbicara.. tepatnya pikiranku dan pikiranmu mulai menyatu, kita bisa memikirkan sesuatu dan terkirim, dan itu berupa sebuah gambar.

Tiba-tiba Droseros berkata, tapi kulihat mulutnya tetap terkatup, mungkin seperti kata-katanya, kita bisa mengirim pikiran masing-masing.

'Be,berarti kalau Sena nggak percaya ada naga, aku tidak bisa berpetualang bersama Sena?' aku mencoba mengirim pikiranku. Dan ternyata ia menanggapinya!

Menurutmu dia akan percaya adanya naga?

'Hmph.. menurutku dia akan percaya.'

Kalau begitu dia bisa melihatku, tapi hanya 1 orang yang bisa melihatku selain kamu, orang kedua..

'Maksudmu setelah yang pertama melihatmu itu aku?'

Ya! Dan kamu memilikiku. Akulah yang memilihmu, saat kau berada di toko kuno.

'Haa? Kamu yang menarikku untuk membeli buku itu?'

Ya, kamu masih belum merasakannya?

'Merasakan? Dari tadi aku tidak mengerti apa yang kau katakan'

Kamu mempunyai kekuatan spesial! Dan hanya kamu yang bisa memilikiku!

'APAA? H,huh! Mana mungkin itu terjadi, apa buktinya?'

Nanti kamu akan tahu hal itu, sekarang kita harus pergi, tapi tidak ke perpustakaan

'Kalau begitu kita kemana?'

Kerumah anak yang kamu sebut itu, kita harus segera, jika ada orang lain yang melihatku anak itu tidak bisa melihatku.

'O,ok' lalu aku berjalan menuju rumah Sena, kita naik Shinkansen, agar cepat sampai di Tokyo (A/N : saya tidak tahu rumah Sena dan Riku, jadi disini saya menulis rumah Sena berada di Tokyo dan rumah Riku berada di Shibuya )

Setelah sampai di stasiun aku langsung menuju rumah Sena yang dekat Bus sekolah.

Ting-Tong

Aku terus menekan bel tanpa perduli bahwa Sena sudah membukakan pintu.

"Se,Sena!" aku kaget setengah mati, karena aku baru melihat muka Sena yang bosan melihatku menekan bel.

"Ehm.. Riku.. ng.. a,ada apa?" Sena seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Droseros kubiarkan bertengger di pundakku.

"Ah! Kamu tidak senang atas kedatanganku?" tanyaku. Aku heran mengapa dia belum menanyakan tentang Droseros? Tapi samar-samar aku melihat sesuatu di belakang Sena..

"Eh? Nggak kok!" jawab Sena, tapi aku tidak memedulikan jawaban itu, aku penasaran dengan 'sesuatu' di belakang Sena.

"Yang di belakangmu itu apa?" aku bertanya kepada Sena, dia terlihat panik dan dahinya keluar keringat.

"Eh? Ehm.. nggak ada apa-apa kok!" jawabnya. Tapi aku sudah melangkah maju, menerobos Sena dan memasuki rumahnya secara paksa, kemudian aku melihat 'sesuatu' itu...

"I,ITU KAN NAGA!" teriakku kelepasan. Kulihat Sena di belakang, dia terlihat pasrah saja.

"Hhh.. ya, itu nagaku namanya -" kata Sena mengaku. Aku kaget, dan refleks aku menanyakan itu kepada Droseros.

'Ada naga lain! Kamu tidak bilang hal itu!' aku mengirim pikiran, dia membalasnya.

Aku tidak tahu, aku baru merasakan instingku bekerja saat kau mendekati rumah ini.

Aku terdiam sejenak memikirkan, jika ada naga lain di dunia ini.. berarti ada banyak naga!

"Sena, - kapan kau pelihara?" aku coba bertanya.

"Ehm.. kemarin malam," dia mengangkat naga itu kepundaknya. Aku memperhatikan mereka. Mereka seperti sedang berkomunikasi, Sena menghadap naganya, mereka saling berhadapan seperti bicara tapi dalam pikiran mereka lama memerhatikan mereka, kurasa Sena sadar dan berkata.

"Dia bilang di sekitar sini ada 3 naga, 1 nagaku, 1 nagamu, yang 1 lagi tidak tahu ada di mana," jelas Sena. lalu aku memulai pembicaraan, bahwa nanti malam kita akan makan malam bersama, saat itu juga kita akan mencari naga ke 3 untuk mencari informasi mengapa ada naga di dunia ini. Dan Sena pun mengangguk setuju, malam ini Sena akan menginap.

.

.

.

Saat malam tiba. Keluarga Kobayakawa sudah datang, menu makan malam pun sangat ber variasi. Hanya saja, aku tidak nafsu makan.. aku ingin cepat-cepat menyelesaikan ini dan langsung mencari naga ke 3!

O'oh.. Droseros dan - keluar dari kamarku, dan menuruni tangga satu per satu, dan masuk ke bawah meja makan panjang ini. Aku dan sena saling bertukar pandang, tatapan kita horror.

"Kamu kenapa Riku?" tanya ibuku, aku tersentak kaget dan fokus memakan nasi dengan sumpitku sambil menjawab pertanyaan ibuku.

"Ti,tidak ada apa-apa kok bu," kataku terbata-bata. Aku merasakan sesuatu di kakiku, dan Droseros memberikan gambar-gambaran bahwa ia lapar, dan menginginkan udang yang sedang kumakan ini. Aku yang mengerti maksudnya langsung melirik kiri kanan, memastikan tidak ada yang tau saat aku akan menjatuhkan makanan ini dan memberikannya pada Droseros.

Yak! Ku jatuhkan makanan ini, untunglah tidak menimbulkan bunyi karena mulut Droseros langsung menangkap makanan yang jatuh itu. Ia melingkarkan tubuhnya di kakiku, pertanda bahwa ia ingin lebih. Sepertinya Sena yang ada di sebelah kananku juga sedang memberikan makanan pada naganya.

.

.

.

"Sena, jangan nakal ya," ucap ibunya saat ibunya akan beranjak pergi dari kediaman Kaitani. Muka Sena berubah merah dengan cepat karena perlakuan ibunya yang masih menganggapnya anak kecil.

"Ukh, Oka-san! Aku sudah bilang, jangan perlakukan aku seperti itu! aku bukan anak kecil lagi Oka-san, aku sudah SMA," sepertinya ibunya Sena sudah terbiasa atas perlakuan anaknya itu, dia hanya tersenyum simpul.

"Yasudah, kami pamit dulu ya," semua mengantarkan kepergian kedua orang tua Sena.

.

.

.

Di kamar.

"Sena! kita akan pergi larut malam, setelah Oka-san dan Oto-san tidur, jadi sekarang kita tidur dulu," jelasku bagaikan pemimpin kelompok pramuka.

"Baik bos!" Sena menjawabnya diiringi hormat dengan tangan di kepalanya. Akhirnya kita menggelar 2 futon dan tidur, tidak lupa aku menyalakan alarm jam 12 p.m.

Samar-samar aku melihat mimpiku, yang menggambarkan bahwa ke 3 naga tersebut memiliki kekuatan yang berbeda dan yang terkuat, tapi ada 1 lagi naga yang memiliki kekuatan yang terkuat walau naga itu tidak berada di dunia manusia. Droseros.. kekuatannya sama seperti warnanya.. air, laut seperti Dewa Yunani Poseidon. - kekuatannya juga sama seperti warnanya, api, fire from hell.. seperti Dewa Yunani -. Ah, ada satu lagi.. naga berwarna hitam kelam seperti langsung membuatmu memasuki jurang keputus asaan.. Darkness.. menguasai 1 cuaca, sebelum hujan.. petir, kilat, dan langsung membuat langit gelap.

.

.

.

"Riku! Riku bangun!" kudengar Sena membangunkanku dengan mengguncang-guncangkan tubuhku. Droseros yang sepertinya bisa memahami situasi pun membangunkanku dengan memasuki pikiranku.

"Ukh.. Sena aku bermimpi tentang kekuatan naga-naga kita," jelasku. Sepertinya sebelum aku ngomong Sena ingin berbicara sesuatu, tapi kulihat bibirnya mengatup lagi.

"Riku, aku bermimpi hal yang sama," kata Sena menatapku cemas, karena ia pun tahu.. kekuatan naga ke 3 sangat berbahaya jika jatuh ke orang yang salah.

"Sena, ayo!" kataku tegas, tetapi Sena langsung menjawab dengan santai.

"Kemana? Kita belum mempunyai petunjuk apa-apa," langkahku terhenti, saat itu juga seperti ada bayangan hitam melesat di depan kami. Karena penerangan terang maka bayangan itu semakin jelas.

"Sena.. apa itu?" kataku sembari menunjuk bayangan hitam yang terus melesat ke sana kemari.

".." kulihat Sena karena dia tidak menjawab pertanyaanku, dia terperangah dengan mulut menganga lebar hingga bawah, matanya melotot. Pemandangan yang satu ini lebih horror di bandingkan bayangan itu, bagiku.

"tempat yang harus kau tuju sekarang adalah SMU Deimon, dan di tempat klub American Football nya, maka kau akan mendapatkan yang kau inginkan,"

Ada suara seperti itu di telingaku, suaranya serak, seperti suara pria dewasa. Dan lagi, suara itu membuatku teringat kepada pemimpin Deimon Devil Bats, yaitu Hiruma Youichi. Suara itu hilang, dan pada saat itu juga bayangan hitam itu hilang. Sena masih terperangah, dan langsung ambruk di bahuku. Mungkin saking takutnya dia pingsan..

To Be Continued~

Heh! Gomen! Ehm,saya sempet hiatus.. gara2 stress, gomen bgt buat readers! untuk meminta maaf saya membuat short story di bawah ini~

Sena : uhm, author.. nanti muncul Suzuna ga?

Author : haa? Utk apa? Mang napa?

Sena : Ah! Eh, ehm.. so,soalnya Suzuna .. psst psst

Author : HAAA? #ngikutin 3 bersaudara ha-ha

Riku : "soalnya Taki Suzuna istimewa" gampang kan

Author : APAAA? BENERAN NIH RIKKUN?

Riku : JANGAN PANGGIL AKU RIKKUN SELAIN MAMO-NEE AUTHOR SIALAN!

Sena : kok jadi berantem?

Hiruma (tiba-tiba nongol) : ngapaen nih pke ciri khas gue hah? –logat preman pasar-

Author : Kyaa! You-chan! *peluk* #di kemplang ama hiruma

Hiruma : paan seh! (gembungin permen karet)

Mamori (tiba-tiba nongol) : Hiruma! Jangan ganggu author! *author nyari perlindungan ke Mamori*

Author : *nangis sesengukan* hiks.. hiks..

Hiruma : haa? Paan seh! Ganggu aja! (kosa kata hiruma Cuma itu-itu aja -_-)

Mamori : ntar ga ku bantuin lg lho

Hiruma : Tch!

Mamori : minta maaf dulu ke aku pke omongan aku-kamu

All except Hiruma and Mamori : woow! Kedua insan kini telah bersatu!

Hiruma :BACOD! *Hiruma ngasih deathglare* Hn, aku minta maaf Mamori..

All except Hiruma and Mamori : *muntah2, se galon, langsung ke RS*

Suzuna (tiba-tiba nongol krn antenanya merasakan ada 'gosip hot') : apa? Apa? You-nii sama Mamo-nee? Hyaa, pasangan yg serasi! *sambil nyalamin selamat ke Mamori*

Mamori : ah.. jadi malu

Hiruma : *kabur*

Author : kok jadi gaje gini? Yaudahlah kita sudahi yaa! *stop video*

-oke, yang diatas gaje, dan gausah di baca -_-" ehm, maap bgt krn udah super telat nge update! Hem, jgn kasih flame ya.. saya masih pemula (⌣́˛⌣̀")..Oh,ya maaf atas balasan review2 nya! Saya tdk sempat menulisnya.. -̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_ -̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩ gomen bgt !

Tolong klik yang di bawah ini~ #ngarep =,=