Yaaaay akhirnya nulis lagi, maaf ya update nya lama :D

Mungkin agak pendek nih yg ini, soalnya tangan lagi pegel nih... *gak ada yg nanya*

disclaimer liat di yg sebelumnya aja, males hahaha~

yg Akihiko X Mitsuru, agak diubah lagi nih soalnya begitu dibaca lagi, sifatnya kok... beda bgt?

dan, terakhir, mungkin penulisannya agak beda, soalnya udah rada lupa biasanya aku nulis kayak gimana...

mulai yaa!

Minato X Aigis

-Minato-

Akhir-akhir ini Aigis sudah benar-benar berhati manusia, aku sangat menyukai dia yang sekarang. Aigis bahkan mulai membaca buku.

"Minato-san, ada kalimat 'aku ingin bersamamu'... Kenapa bisa begitu? Tokoh ini meng-copy-paste kemauanku untuk bersamamu?"

"Kau membaca buku apa sih?"

"Romance novel."

Lihat, percaya tidak? Dia membaca romance novel. "Itu karena orang yang berkata seperti itu menyukai lawan bicaranya."

"Menyukai...? Aku ingin berada bersama Minato-san, apakah ini perasaan yang sama dengan tokoh novel ini?"

Wajahku agak merona merah mendengar pertanyaan 'cewek' super polos ini. Untung saat ini kita hanya berdua saja di lounge. "Sama atau tidak, hanya kau yang bisa mengetahuinya."

"Begitu ya... Bagaimana mencari tahu?"

"Suatu hari kau pasti menyadarinya, tenang saja." Aku memberikan senyum padanya, dan dia membalas senyumku.

"Pasti, ya?"

"Yup, semoga."

"Bagaimana denganmu, Minato-san? Kau ingin bersamaku?"

Aaah, polos sekali sifatnya itu... Bagaimana bilangnya ya, dia itu, frontal? "A-aku,... mau..."

"Mau? Baguslah..." ekspresi Aigis terlihat sangat lega.

Lalu dia melanjutkan membaca lagi. Aku menatapnya sebentar, dia benar-benar manusia sekarang. Sepertinya aku lupa bilang, Akihiko-senpai dan Mitsuru-senpai hari ini hilang entah ke mana dan masih belum pulang juga, maklum sih, hari ini hari Minggu, dan sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Ehem ehem...

Besoknya, di sekolah, Aigis mengajakku untuk berjalan-jalan sedikit.

Aku mengajaknya ke octopia. "Aigis, kau bisa makan?"

"Tentu saja bisa."

"Kalau begitu, mau coba takoyaki?"

"Takoyaki? Boleh, sepertinya enak."

Lalu aku memesan takoyaki dan makan bersama Aigis.

"Jadi seperti ini rasanya takoyaki."

"Bagaimana, Aigis? Kau suka?"

"Iya, enak sekali."

Ketika sisanya tinggal satu, aku rebutan dengan Aigis karena takoyakinya enak sekali dan diapun tidak mau mengalah...

"Minato-san, soal kemarin, kenapa Akihiko-san dan Mitsuru-san lama sekali baru pulang?"

"Itu namanya mereka 'berkencan'."

"Begitu... Kalau begitu, sekarang, apakah kita juga sedang berkencan?"

"Semacamnya."

"Kalau begitu, Junpei-san dan Ryoji yang sering jalan-jalan berdua juga, mereka berkencan?"

"Ugh... Itu, itu sih beda. Kencan dilakukan seorang perempuan dan laki-laki."

"Begitu ya, apakah saat aku berjalan-jalan berdua dengan Koromaru, berkencan?"

... Termasuk kencan atau bukan ya itu...? Kalau sama Koromaru sih...

"Kenapa, Minato-san?"

"Tidak, aku bingung mau menjawab apa."

"Pertanyaan itu sulit dijawab? Ya sudah, tidak usah dijawab. Terima kasih."

*sweatdrops* "Memang... Oh ya, Aigis, kau belum punya baju biasa yang bisa dipakai jalan-jalan kan?"

"Seragam sekolah sih ada."

"Bukan, kalau hari Minggu kau pakai seragam sekolah, rasanya agak... Yah, ayo kita cari sama-sama baju yang bisa menyembunyikan peralatan bertarungmu itu."

"Oke."

Lalu aku mencari baju yang bisa Aigis pakai, aku kurang tahu selera cewek, tapi kalau kubiarkan Aigis memilih sendiri,... Anyway no way away way way way *author dihajar habis-habisan ama Minato & Aigis*, kita berjalan-jalan ke banyak toko baju cewek, yang membuatku malu juga masuk ke situ karena belum pernah, hahaha...

Lalu aku memilih-milih yang bisa menyembunyikan peralatan elektronik-elektroniknya. "Aigis, mau yang ini atau yang ini?"

"Ini." Tapi ia tidak menunjuk, hanya bilang saja.

"Ini itu yang mana...?"

"Minato-san tadi tanya mau yang ini atau yang ini, pilihannya kan cuma dua..."

Karena bingung mau bereaksi apa, aku mati kutu. Akhirnya aku memilih satu dengan cap cip cup... Lalu membelinya, setelah itu kita pulang bersama.

"Terima kasih, Minato-san, akan kujaga ini baik-baik."

"Ya, bagus."

Akhir-akhir ini Aigis semakin sering membaca romance novel, entah mengapa. Kalau ditanya, dia pasti jawab: "Aku ingin dapat jawabannya secepat mungkin, dengan membaca romance novel, kurasa akan sangat membantu."

"Tapi sebagian besar romance novel itu fiksi, Aigis, hanya fantasi saja."

"Tidak apa-apa, aku suka membacanya juga."

Kadang aku membaca beberapa buku itu yang ia pinjamkan, tapi hanya dalam sekejap aku tentunya tertidur karena ceritanya membosankan untukku, terlalu banyak ketenangan dan klimaksnya hanya sedikit, jadi kurang seru menurutku. Tapi aku tidak berani tertidur di depan Aigis, karena kalau dia tersinggung... Yah, gitu deh...

"Minato-san."

"Ada apa?"

"Tidak, hanya memanggil."

... Sepertinya dia melakukan suatu percobaan.

"Sesuai di romance novel, setiap orang yang saling menyukai bertatapan mata, biasanya mereka menjadi malu dan mengalihkan pandangan. Tapi kenapa aku tidak malu dan mengalihkan pandangan? Sepertinya percobaan ini kurang tepat."

"Jangan terlalu terbawa, Aigis. Kadang banyak salahnya juga novel-novel itu."

Aigis mengangguk, dan membaca lagi, untuk mencari percobaan lain.

"Sudah kubilang, Aigis. Kadang- tidak, BIASANYA banyak salahnya juga novel-novel itu, namanya kan fiksi." (author: betul itu, kayak fanfict ini! *dihajar Minato gara-gara ikut campur*)

Dia mengangguk lagi dan membaca lagi untuk mencari percobaan. Tapi tidak lama kemudian dia berkata: "Now, I give up!" (readers: jangan pakai bahasa Inggris!/author: hehe gpp...)

"Really? Well, that's better."

"Yes. I want to know the answer with some other way, is that okay with you?"

"Yeah, I think..." *author dijitak, kebanyakan bahasa Inggris, mana Inggrisnya rada ancur lagi...*

"Jadi Minato-san, apa cara lain?"

"Apa saja boleh lah."

Lalu Junpei datang untuk mengganggu kita...

"Ai-chaaaaaan~! Kenapa why selalu always?"

Aigis menanggapi Junpei, kalau aku jadi dia pasti kuabaikan, sayangnya bukan... "Karena because tidak pernah never..."

"Hebat! Ai-chan tau!"

*sweatdrops* "Lelucon macam apa itu, Junpei...?"

"Kurasa, Junpei-san tidak tahu artinya, tapi ia menghafalnya..."

"Ai-chan! Jangan dibongkar!"

Akhirnya supaya Junpei tidak mengganggu kita, aku memerintahkannya: "Junpei! Belajar! Besok ada tes 12 bab!" Aku mengatakannya dengan serius.

Junpei pun sampai muncrat, Aigis kelihatannya jijik. "12 bab?"

"Belajar,... sekarang!"

Akhirnya Junpei lari terkencing-kencing *dihajar Junpei* maaf- terbirit-birit (?) ke kamarnya dan langsung belajar.

"Minato-san, benarkah 12 bab?"

"Pelajaran kita saja belum sampai 10 bab, Aigis..."

"Berarti tidak ya."

Akhirnya tidak diganggu Junpei. Aku pun membicarakan hal serius dengan Aigis: "Aigis, besok aku harus pergi jauuuuuuuuuuh sekali, kita akan sulit berkomunikasi. Harusnya aku tidak memberitahumu tapi apa boleh buat, rasanya aku ingin memberitahumu."

"What? You serious? Why don't you tell me?"

"... That's because, I'm afraid that I might hurt you."

"But I always wanted to be by your side, not to monitor Death anymore, it's for another reason..."

"Aigis... I... I'm so sorry..."

"No, I still want to be with you, I will go with you..."

"Aigis..."

(readers: stoooop! jangan pake bahasa Inggris! bahasa Inggrismu ancur banget!/author: hue T_T)

Besoknya aku menyelinap pergi pagi-pagi...

Begitu aku sudah berada di depan kereta, aku mendengar suara Aigis memanggilku. "Minato-san!"

"Aigis? Kenapa kau di sini?"

"Sudah kubilang aku akan ikut! Karena aku,... karena aku menyukaimu!"

"Aigis... Aku juga."

Aku memeluk Aigis dan mengelus kepalanya dengan lembut.

Lalu, aku mengatakan hal yang sebenarnya: "Yah, aku juga cuma bercanda, ini sandiwara supaya kau bisa cepat mengetahui jawaban yang kau cari itu."

Aigis memasang wajah 'what-the-hell-?'

"Jadi, Aigis, kau sudah menemukan jawabanmu kan?"

"Ya, aku menyukaimu!"

-Minato X Aigis end-

Wahaha sorry ya rada gaje dan banyak aksi-aksi aneh gara-gara author lagi iseng nih... (cth: rebutan takoyaki)

Next Pairing: ga tau.. tergantung dapet idenya buat siapa hahaha.. kayaknya sih Shinjiro X Minako

review timeeeee! wkwkwkwk XD