DISCLAIMER : MASHASI KISHIMOTO
Berisik!
By: Bella UchiHaruno
Makasih atas reviewnya, saran dan kritik yang membangun.
Aku tak bisa apa-apa tanpa kalian. Di chap ini ada song'a Naff- Dosa Apa.
Langsung aja deh.
This is it:
Chapter 5
"Sakura" panggil Garaa
"Y..ya?" kata Sakura
"Mmm.. ku rasa ini sudah saatnya kau tau isi hatiku. Aku menyukaimu Sakura. Maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Garaa sambil menggenggam tangan Sakura
"Hah? A..aku.. aku.."
Sakur tergagap(jadi kayak Hinata dah?)
Sakura menggeleng, pertanda Ia menolak Garaa,
"Baiklah, apapun jawabanmu, aku ingin hari ini hanya milik kita berdua, ayo bermain" kata Garaa sambil menarik tangan Sakura.
'main? Main apa? 'itu'kah?' batin Sakura
"Ayo, kita main diluar saja" kata Garaa
Sakura masih diam mematung,
"Ayo ikuti saja aku" kata Garaa sambil menarik tangan Sakura
Sakura dan Garaa keluar kamar. Dan keluar pula seorang manusia es dari kutub utara eh, dari lemari. Sasuke mencengkram dadanya.
"Hah, Sial! Sakura pasti menerimanya" teriaknya sambil menendang tembok
Sasuke masuk ke kamarnya dengan wajah kusut(?).
.
.
.
"Sakura, ayo cepat, kau ini lama sekali sih" sahut Garaa yang berada dibawah
"Aku takut" kata Sakura sambil meremas roknya
"Ini asyik Sakura, cobalah"
Sakura menutup matanya,
Sakura pun duduk dan mulai meluncur
"AAAAAAA"
"Hoeek"
"Kau masih takut ketinggian Sakura?" tanya Garaa
Sakura mengangguk
"Ku kira bermain apa, rupanya bermain perosotan" ucap Sakura sambil mengelus perutnya yang mual
"Ayo pergi makan" kata Garaa sambil menarik tangan Sakura
Sakura menggelengkan kepalanya,
"Aku mau pulang" ucapnya pelan
"Hmm, baiklah jika itu yang kau mau" kata Garaa sambil memasang tampang sedih
"Sakura, kenapa kau menolakku?" tanya Garaa
"A..aku.. menyukai orang lain Garaa" jawab Sakura sambil menunduk
"Ya sudah. Kita sudah sampai, masuklah" kata Garaa, Sakura mengangguk dan tersenyum
Ckrek
Sakura membuka pintu depan, Ia menaiki tangga dan bertemu dengan Sasuke, Ia melirik Sasuke, namun Sasuke tidak memperdulikannya. Sasuke hanya menatap lurus kedepan sambil memasukkan tangannya ke saku celana.
Sakura's POV
Aku baru saja pulang dari taman dekat villa Ino-pig bersama Garaa. Aku kaget dia menembakku secara tiba-tiba. Aku memang menyukainya, dulu. Sekarang ada seseorang yang menarik hatiku, seorang yang mampu membuatku marah, tersenyum, tertawa, bahkan menangis. Seseorang yang memberi warna pada hidupku. Sekarang orang itu berada didepanku, Ia berjalan santai. Tapi, kenapa dia tak memperdulikanku? Dia bahkan tidak menganggap aku ada. Dan aku hanya bisa menatap punggungnya menjauh sekarang. Apa yang terjadi, Sasuke?.
End Sakura's POV
Sakura diam mematung melihat sikap Sasuke padanya.
Sakura memasuki kamarnya dengan lemas, entahlah merasa ada sesuatu yang hilang darinya.
Ia memutuskan untuk mandi. Siapa tau bisa menyegarkan pikirannya.
"Sasuke.. apa yang terjadi?" ucap Sakura pelan
.
.
.
Saat makan malam,
"Sakura, makanlah yang banyak, jangan diam saja. Malam ini, kita akan melihat-lihat pameran" kata Ino
Sakura mengangguk, Ia melirik Sasuke yang tidak mempedulikan keberadaannya,
"Sasu-kun, makan ini" kata Karin sambil menaruh daging kedalam mangkuk Sasuke
Sakura hanya diam melihat itu, Ia menunduk.
"Aku sudah kenyang. Dan aku tidak ikut pergi ke pameran. Capek." kata Sakura sambil berdiri dari kursinya
Ia berjalan gontai menaiki tangga.
"Kenyang? Bahkan dia tidak menyentuh sumpitnya" kata Ino
"Sasuke, apa kalian punya masalah?" tanya Sai
"Jangan tanya aku, aku bukan siapa-siapa dia" kata Sasuke sambil melanjutkan makannya tanpa melihat ke arah manapun.
Semua yang sedang makan memilih untuk tidak berkomentar.
.
.
.
Sakura menangis didalam kamarnya. Suara hujan rintik-rintik menemani tangisnya. Ia merasakan sesak didadanya.
"Sasuke" satu nama yang di ucapnya terus menerus dalam tangisnya. Sakura menghapus air matanya, Ia berangkat dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya. Ia ingin meminta penjelasan dari Sasuke.
Tok tok tok
Sakura mengetuk pintu kamar Sasuke,
Ckrek
Sasuke berdiri dihadapan Sakura. Ia melihat mata Sakura yang sembab.
"Ada apa?" tanya Sasuke tanpa melihat ke arah Sakura. Ia tidak mau melihat Sakura bersedih.
"Apa kau bosan padaku?" tanya Sakura
T'lah lama ku pendam tentang sebuah pertanyaan
Apakah engkau, bosan padaku?
Sasuke hanya diam mendengar pertanyaan Sakura
"Kenapa diam?" tanya Sakura lagi
Ku tanya hujan, namun tak ada jawaban
Mengapa engkau diam membisu?
"Kau tak bisa bicara? Atau kehabisan kata?" tanya Sakura lagi
Apa sulitnya buatmu berucap?
Jadikan aku semakin berharap
"Dosa apa yang kulakukan Sasuke?" tanya Sakura
"Jawab Sasuke! Jangan diam!, dan tatap aku saat aku sedang berbicara padamu!" bentak Sakura, bulir-bulir air mata mulai jatuh dipipinya.
Dosa apa yang telah kulakukan?
Hingga kini aku engkau acuhkan
Dosa apa yang telah ku lakukan
Hingga kini aku engkau abaikan
"Pergilah, dan jangan menangis" ucap Sasuke sambil menutup pintu kamarnya
BRAAK!
Sakura mendobrak pintu kamar Sasuke. Untunglah teman-temannya sudah pergi ke pameran, jadi tidak ada yang mendengar tendangan kencang Sakura. Tendangan seorang karate-an.
"Baik, aku akan pergi, tapi jawab pertanyaanku dulu" kata Sakura
"Apa kau cemburu?" tanya Sakura
Sasuke menatap mata Sakura
"Tidak" jawabnya
"Kalau begitu aku bodoh sekali ya. mengharapkanmu untuk cemburu. Bodoh sekali aku menolak Garaa hanya untuk bersamamu. Aku pergi. Maaf mengganggumu" Sakura membalikkan badannya. Namun tangan Sasuke menghentikannya untuk pergi.
"Maaf" ucap Sasuke sambil menarik Sakura dalam pelukkannya
Dikecupnya kening Sakura.
"Sakura, maukah kau berbagi kehangatan malam ini bersamaku?" tanya Sasuke
"Apapun untukmu Sasuke-kun"
Sasuke tersenyum, "Aku senang kau memanggilku begitu" ucapnya
Sasuke mengangkat Sakura ala bridal style.
Sasuke membawa Sakura ke kamarnya(Kamar Sakura lho, kamar Sasuke pintunya udah didobrak sama Sakura)
JEDUUG
Kepala Sakura membentur dinding,
"Ma..maaf Sakura" kata Sasuke sambil menurunkan Sakura
"Sakit tidak?" tanya Sasuke sambil nyengir
"Heh, kau kira kepalaku ini batu apa? Sudah tau bunyinya kedengaran kuat begitu" kata Sakura sambil mengelus kepalanya yang benjol.
"Maaf Saku" ucap Sasuke
"Sudahlah, aku ngantuk. Aku tidur dulu" Kata Sakura sambil menutup pintu kamarnya
Sakura mengganti baju untuk tidur. Ia memakai baju berwarna merah tanpa lengan dan baju tersebut 5cm diatas lutut, sehingga Ia terlihat, err~sexy.
.
.
.
Tok Tok tok
"Ya, sebentar" teriak Sakura
Ckrek
"Ada apa Sasuke?" tanya Sakura
"Boleh aku tidur bersamamu?" tanya Sasuke langsung to the point
Sakura memiringkan kepalanya
"Apa yang terjadi?" tanya Sakura
"Kau membuat pintu kamarku tidak bisa dikunci Sakura. Kau tau, Karin bisa masuk saat aku sedang tidur, dan melakukan 'itu' padaku" jawab Sasuke sambil berjalan memasuki kamar Sakura
"Kau tidur disofa saja" kata Sakura sambil menutup pintu kamarnya
"Tidak mau. Aku kan sudah bilang aku ingin tidur bersamamu" kata Sasuke sambil berjalan menghampiri Sakura
"Kau mau apa Sasuke?" tanya Sakura sambil berjalan mundur
"Aku mau melakukan sesuatu yang sempat tertunda tadi" kata Sasuke sambil mengelus bahu Sakura
Sasuke menciumi bahu Sakura,
"Mmm" Sakura menahan desahnya
Sasuke berpindah keleher Sakura, dihirupnya aroma mawar dari tubuh Sakura.
"Kau harum" ucap Sasuke, masih dileher Sakura. Sakura pun bisa merasakan nafas Sasuke.
Sasuke menciumi leher Sakura dengan nafsunya, Ia membuat banyak kiss mark di leher Sakura.
"Ah..emmm..." Sakura tak kuasa menahan desahnya. Tangannya meremas-remas rambut Sasuke.
Sasuke menarik Sakura dan mendorongnya ke ranjang.
"It's the show time" ucapnya pelan sambil tersenyum
Sasuke menindih Sakura, mereka bertatapan. 1..2..3.. bibir mereka mulai berpagutan, berbagi kehangatan. Sasuke mendorong bibir Sakura, meminta izin untuk melakukan 'french kiss'. Sakura menerimanya dengan senang hati.
"Nggg" Sakura menahan desahnya.
"Aku tau kau tidak memakai bra malam ini. Terima kasih kau memudahkanku" ucap Sasuke sambil menepuk pipi Sakura pelan. Sedangkan Sakura hanya blushing ria.
Sasuke mengangkat baju Sakura sampai atas, dan Sakura membantunya. Ia membuang bajunya entah kemana.
Sasuke dapat melihat dua gundukan bukit kembar yang telah siap untuk dilahapnya.
Sasuke memilin dan meremas payudara Sakura menggunakan tangan kanan, mulutnya menjilat dan menghisap puting payudara sebelah kiri.
"Ah...Ah..Ohh..uh.." Sakura mulai tak bisa menahan desahnya
Desahan Sakura membuat gairah Sasuke bertambah semangat.
Ia membuka semua pakaiannya,
"Mendesahlah, jangan ditahan" kata Sasuke sambil memegang dagu Sakura dan mencium bibirnya lembut.
Sasuke kembali meremas payudara Sakura, Ia juga menciumi leher Sakura kembali. 'adik' nya yang sudah menegang menggesek-gesek vagina Sakura.
"Ahh..ahh..mm..oh" desah Sakura sambil meremas sprei kasurnya.
Sasuke menghentikan aksinya sesaat, ditatapnya wajah Sakura. Ia membuka celana dalam Sakura yang sudah basah.
"Tegur aku jika sakit" kata Sasuke
Sasuke memasukkan 'adik' nya kedalam lorong milik Sakura. Setelah beberapa menit menunggu, Sakura menggoyangkan pinggulnya. Sasuke pun memulai tugas in-outnya,
"Ahh..ah..Sas..terus..ah"
"Le..bih..c..epat.." desah Sakura
Sasuke mempercepat pekerjaannya, sehingga membuat Sakura lebih keras mendesah.
"Ohhh..uhh..emm..ena..k..ahh"
"Kita ganti posisi, menungginglah" kata Sasuke
Sakura pun menungging, Sasuke memasukkan 'adik'nya kedalam lorong sempit lagi. Sedangkan tangannya meremas payudara Sakura yang menggantung.
"Ahh..God..ahh..mm" desah Sakura nikmat
Lantai 1
"Sai-kun, temani aku ke kamar Sakura, aku tadi membelikannya tusuk konde" kata Ino
"Baiklah, ayo"
Sai dan Ino menaiki tangga, sesampainya didepan kamar Sakura,
"Ohh..ahh..Sasu..ahh..lebih..da..lam"
"Sai-kun, kau dengar itu? Sakura dan Sasuke sedang .." Ino kehabisan kata-kata
Tok tok tok
Sai mengetuk pintu kamar Sakura, namun tak ada jawaban.
"Sakura, kau didalam?" teriak Sai
"Pergilah Sai, aku sedang melayang, eh maksudku aku sedang membuat layang-layang"
"Sepertinya mereka sedang tidak bisa diganggu" kata Ino
Sai mengangguk
"Ino, ayo kita buat layang-layang" kata Sai sambil nyengir
Back to Sasusaku
"Hah.. hah..kau hebat Sakura" sekarang Sakura berada diatas Sasuke
Sakura kembali menggenjot Sasuke, Ia meremas dada Sasuke.
"Ahh..ahh..ahh..ohh" mereka berdua sama-sama mendesah
"Sakura, aku mau keluar" kata Sasuke sambil mencabut 'adik' nya dan menarik Sakura ke pelukannya.
"Arigatou Sakura" bisik Sasuke sambil mencium cuping Sakura
.
.
.
"Sasuke, bangun, sudah pagi, aku mau mandi nih" kata Sakura sambil mencoba melepaskan dirinya dari Sasuke. Mereka masih dalam posisi yang sama seperti semalam. Sasuke memeluk Sakura.
"5 menit lagi" kata Sasuke sambil mempererat pelukannya
"Baiklah"
Tok tok tok
"Sakura-chan" panggil Naruto dari luar
Sakura mencoba bangkit dari tidurnya, namun Sasuke makin mempererat dekapannya,
"Aku mohon Sasuke-kun" ucap Sakura sambil mencium pipi Sasuke
Sasuke pun melepaskan Sakura.
Sakura memakai bajunya.
"Ada apa Naruto?" tanya Sakura sambil membuka seperempat pintunya
"Kata Ino dan Sai, kau semalam membuat layang-layang ya? boleh ku lihat?" tanya Naruto
'Oow, mampus' batin Sakura
TBC
Apa alasan Sakura?
Tunggu chap selanjutnya, hehe, maaf kalo lemonnya ga kerasa. *ditabok readers*
R n R please..
