DISCLAIMER : MASHASI KISHIMOTO
Berisik!
By : Bella UchiHaruno
Makasih atas reviewnya buat para senpai-senpai dan readers, buat Tabita pinkybunny: add aja Bella McFeeganbylan LoveMama.
This is it.
Chapter 8
"Baiklah, aku sudah tau hasilnya." Orochimaru melihat kedua pasangan muda-mudi tersebut.
Hening.
"Hmmm. istrimu ..."
Orochimaru menatap Sakura yang menunduk dan Sasuke yang terlihat bersemangat,
"Istrimu tidak hamil, kalian harus tetap berusaha." ucap Orochimaru sambil menggosok kedua tangannya yang ditaruh diatas meja.
Terlihat kekecewaan dari wajah Sasuke, sedangkan Sakura tersenyum lebar.
"Baiklah, terima kasih Orochimaru-san" kata Sasuke seraya menundukkan badannya.
Sakura juga mengikuti Sasuke. Kedua pasangan itu berjalan ke parkiran tanpa ada yang membuka pembicaraan. Hanya diam.
.
.
.
"Kau sangat ingin punya anak Sasuke-kun?" tanya Sakura ketika sudah duduk di mobil Sasuke.
"Hn"
"Sasuke-kun, kita masih sekolah, beberapa hari lagi pengumuman kelulusan dibagikan" kata Sakura
"Aku tidak peduli. Kita menikah saja" ucap Sasuke dengan tegas.
"Kau gila Sasuke-kun. Kita harus kuliah, lalu bekerja, barulah kita bisa menikah" kata Sakura
"Ya, aku gila. Gila karena cintaku padamu Sakura Haruno!" bentak Sasuke
Sakura tersenyum mendengar itu. Namun senyumnya seketika pudar karena pertanyaan Sasuke.
"Kau tidak mencintaiku?" tanya Sasuke, Ia tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak.
Sakura menatap mata onyx Sasuke yang terlihat membara.
"Aku mencintaimu Sasuke-kun. Tapi kita tidak harus menikah secepat itu, kita punya mimpi yang harus kita capai."
"Keluar" kata Sasuke dengan pelan. Sakura mengernyitkan dahinya.
"Kau mengusirku?" tanya Sakura
Hening. Tak ada jawaban dari Sasuke.
"Baiklah, aku pergi!" bentak Sakura sambil membuka pintu mobil lalu membantingnya dengan keras.
Ia berjalan ke sebuah cafe ice cream tempat Tenten, salah satu sahabatnya bekerja. Sedangkan Sasuke menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sakura's Pov
Aku memasuki sebuah cafe ice cream bernuansa pink tersebut. Aku memilih tempat duduk dipojok kanan. Aku terlalu penat hari ini. Bertengkar dengan Sasuke-kun hanya karena masalah kecil. Yaa, apa punya anak adalah masalah besar?. aku juga menginginkan anak dari Sasuke-kun, tapi tidak sekarang. Tapi nanti. Dia egois sekali sih. Hanya memikirkan dirinya saja.
"Maaf, mau pesan apa?" tanya seorang gadis bercepol dua disebelahku.
"Hai, Ten, maaf, aku melamun. Aku mau Banana Split sama Strawberry cheese" jawabku. Aku sudah hafal dengan menu cafe disini. Karena aku dulu kerja sambilan juga disini.
"Ada apa Sakura? kau ada masalah besar tampaknya. Aku tadi memanggilmu lima kali lho. Dan kau tidak menyahut panggilanku" Kata Tenten. Tenten memberikan kertas pesananku pada pegawai lainnya.
Aku menceritakan semua masalahku dengan Sasuke-kun. Tenten terkejut mendengar kami telah pacaran, tidak-tidak, tunangan tepatnya. Ingat, dia melamarku dimalam tahun baru.
"Dia egois sekali" kata Tenten
"Ya benar"
"Aku pikir kau dan dia tidak akan bertegur sampai besok." Kata Tenten
Aku menunduk. Benar kata Tenten. Sasuke-kun pasti tidak akan menegurku besok. Dan aku juga tidak akan menegurnya besok, kalian tau, ku pikir kami kembali menjadi musuh abadi. Tapi.. aku tidak mau! Aku, mencintainya. Sangat malahan.
End Sakura's Pov
.
.
.
"Ohayoo Jidat, Hinata, Tenten, Temari." Teriak Ino yang baru masuk ke kelas.
"Diamlah Ino." Kata Sakura yang sedang menidurkan kepalanya di atas meja.
Ino menatap Sakura.
'Tidak biasanya dia begini pagi-pagi' batin Ino
"Kau kenapa jidat? Sedang ada masalah dengan Sasuke-kun mu itu?" tanya Ino
"Apa? Sakura pacaran dengan Sasuke Uchiha?" teriak Temari, sehingga mata anak-anak dikelas tertuju pada mereka.
Ino menjitak kepala Temari. Temari meringis dan meminta maaf dengan cara menundukkan badannya pada anak-anak dikelas.
"Aku baru tau kau pacaran dengan musuhmu itu" kata Temari mengelus kepalanya yang tadi dijitak Ino
"Itulah yang dinamakan benci jadi cinta" kata Ino
"Diamlah" kata Sakura. ia berangkat dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas. Saat di koridor, Ia berpapasan dengan Sasuke. Namun tidak ada kata 'Hai' ataupun kecupan bibir oleh Sasuke. Menoleh saja tidak!. Sakura menundukkan kepalanya. Ia pergi ke taman belakang sekolah. Ia menaiki sebuah pohon dan Ia menangis di atas pohon tersebut.
"Kau kenapa?" tanya seoarang lelaki berambut merah dari bawah pohon.
Sakura membuka matanya. Pandangannya agak kabur, Ia mengusap air matanya dengan punggung tangannya.
"Aku.. tidak apa-apa Gaara." Ucap Sakura
Gaara menaiki pohon tersebut dan duduk disebelah Sakura.
"Tidak ada apa-apa Gaara" kata Sakura.
HUUP
Sakura meloncat dan mendarat dengan selamat ke tanah. Gaara mengikuti Sakura yang telah berjalan.
GRREB
Gaara memeluk Sakura dari belakang.
"Jangan menangis. Aku tidak suka melihat gadis yang kucintai menangis" kata Gaara
Gaara membalikkan badan Sakura. dan memeluk tubuh kecil gadis itu.
"Hei, panda! Jangan mengambil gadisku" kata Sasuke sambil melepaskan pelukan Gaara dan Sakura. Sasuke menarik Sakura. sedangkan Gaara hanya diam mematung melihat punggung pasangan kekasih tersebut yang menjauh.
"Lihat saja Sasuke, siapa yang akan mendapatkannya nanti." Ucap Gaara pelan.
"Lepaskan aku Sasuke-kun" kata Sakura, namun Sasuke tak meresposnnya.
Sasuke menggenggam erat tangan Sasuke.
"Aku tidak suka kau pelukan dengan orang lain selain aku." Kata Sasuke
"Tch.. selalu begitu." Kata Sakura
Sasuke menatap mata Sakura.
"Kau milikku Sakura. apapun yang terjadi" kata Sasuke sambil memeluk Sakura namun ditahan oleh kedua tangan Sakura yang ditempelkannya pada dada bidang Sasuke.
"Aku ini siapamu Sasuke-kun? Apa aku hanya barang bagimu? Barang yang dipakai saat kau butuh, dan kau biarkan aku saat kau tak butuh, tapi kau bilang aku hanya milikmu? Kau egois!" teriak Sakura
"Aku adalah calon suamimu Sakura. aku akan menikahimu setelah kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Aku mencintaimu. Kau bukan barang bagiku. Kau bahkan melebihi peramata, berlian, emas, dan sebagainya dimataku. kau lebih berharga dari mereka semua. Maaf aku terlihat egois kemarin sore. Namun untukmu aku memang harus egois, karena aku tiadak mau kau dimiliki siapapun selain aku. Aku tidak mau melihatmu menangis Sakura. aku mencintaimu"
Sakura berani bersumpah itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Ia dengar dari mulut Sasuke.
Sakura memeluk tubuh Sasuke.
"Aishiteru mo Sasuke-kun" kata Sakura
Sasuke mempererat pelukannya. Mereka menghabiskan waktu di taman belakang sekolah. Mereka sama sekali tidak masuk ke kelas hari ini. Berdua lebih baik(?).
.
.
.
Sakura pulang kerumah dengan riang gembira. Ia bahkan selalu tersenyum saat diperjalanan pulangnya. Ia menghentikan langkahnya sejenak, karena Ia melihat sebuah mobil parkir di depan rumahnya.
"Siapa yang datang? Kaya sekali sepertinya." Ucap Sakura pelan.
Sakura melangkahkan kakinya ke halaman rumahnya.
"Aku pulang!" teriaknya. Ia membuka sepatu dan kaos kakiknya dan segera keruang tamu.
Ia melihat Gaara, seorang pria dan seorang wanita yang kelihatannya adalah orang tua Gaara.
Disana juga ada Ibu dan Ayah Sakura.
"Sakura, ayo duduk disini" kata Rin Haruno, ibu Sakura. sakura hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia tidak menuruti kata-kata Kaa-sannya tersebut.
"Gaara? Sedang apa kau disini?" tanya Sakura yang berdiri di tengah-tengah pintu, Ia masih bingung kenapa Gaara kerumahnya.
"Aku datang untuk melamarmu Sakura." kata Gaara sambil tersenyum. Sakura memiringkan kepalanya ke sebelah kiri.
'ini gila!' batinnya
TBC
Maaf, pendek ya? iya. Ga ada lemon? Emang. Gomen gomen. Aku ngetik ini lagi sakit maag soalnya, jadi ga bisa konsen. Waktu nulis pegang perut mulu'.hehe
It's ok lah.
R n R please..
