DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO

Berisik!

By: Bella UchiHaruno

Maaf update lama..-.-, banyak tugas sih..hiks

Yang kemaren sedih ya? Feelnya dapet ga?

Ya udah, nih langsung aja chapter 10'a..

Chapter 10

"Hai sayang, kau sudah siap acara lusa nanti?" Tanya lelaki berambut merah berdiri di depan Sakura

Sakura mendongakkan kepalanya,

"Aku siap" ucap Sakura lirih

"Hohoho. Kenapa kau menangis? Kau baru putus dengan Sasuke?" Tanya Gaara menyunggingkan senyumannya

"Ya." Kata Sakura

"Kau tidak mencintainya Sakura! Kau hanya boleh mencintaiku!" bentak Gaara sambil mencengkram lengan Sakura

"Aawww, lepaskan aku!" teriak Sakura

"Aku mencintainya! Dan itu tidak akan pernah berubah. Aku hanya mengikuti kata Kaa-san saja untuk bertunangan denganmu. Karena aku mau melanjutkan sekolahku!" teriak Sakura

Gaara semakin mencengkram lengan Sakura, matanya menatap sinis kea rah Sakura,

"Le..paskan!" teriak Sakura

Gaara mendorong Sakura berbaring di tanah, Ia mencoba untuk mencium Sakura

"Lepaskan aku! Ku mohon! Aku membencimu!" bentak Sakura

"Hei Panda, kalau dia bilang lepaskan ya lepaskan!" teriak seorang lelaki dari atas pohon.

HUUP

Lelaki tersebut lompat ke tanah dengan selamat(?).

"Sai" ucap Sakura pelan. Ia menunduk.

"Ck. Kau mengganggu saja" kata Gaara

"Kau jangan coba untuk menyakitinya. Sekali saja kau menyakiti dia. Akan kuhabisi kau!" kata Sai sambil menggenggam tangan Sakura dan menariknya pergi dari tempat itu.

Garaa menatap kepergian mereka berdua dengan mata kosong.

.

.

.

"Kenapa kau tak cerita pada kami Sakura?" Tanya Ino

Mereka berkumpul di belakang gudang sekolah sekarang.

"Kau tau, aku terkejut melihat tangan Sasuke berdarah saat turun dari atap sekolah" kata Tenten

Sakura mendongakkan kepalanya sebentar, lalu menunduk lagi.

'maafkan aku Sasuke-kun'

"Untung saja aku menemukannya di sana. Kalau tidak, Gaara akan menyantapnya" kata Sai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Hah? Memang Sakura mau di mutilasi lalu di masak Sai? Apa Gaara sekarang sudah menjadi kanibal? Terus, memangnya badan Sakura enak untuk dimakan?" Tanya Naruto

"Naruto Baka!" teriak Ino, Tenten, dan Temari. Hinata hanya terkikik melihat kekasihnya tersebut.

"Oke. Kembali ke Sakura. Kau masih mencintainya bukan?" Tanya Ino

Sakura mengangguk.

"Pertahankan Sakura" kata Tenten

"Aku tidak bisa. Aku ingin melanjutkan sekolahku." kata Sakura

"Ayolah Sakura. Kau tidak mau tersakiti kan? Kau tidak mau Sasuke juga tersakiti bukan?" Tanya Ino

Sakura hanya diam.

"Besok acara pengumuman kelulusan. Sasuke juga akan pergi ke luar negeri" kata Temari

"Kau tidak mau berpisah dengannya kan?" Tanya Ino

Tak ada jawaban dari Sakura. Sakura mengusap air matanya.

"Sudahlah ini keputusanku. Kalian datang ya di pesta pertunanganku nanti" kata Sakura tersenyum pahit. Ia lalu pergi meninggalkan teman-temannya.

Sementara teman-temannya tersebut hanya diam mematung melihat pundak Sakura menjauh.

.

.

.

Sasuke melihat ke atas langit luas. Tergambar wajah Sakura yang tengah tersenyum.

Sasuke's POV

Aku mencintaimu. Ku genggam erat jepit bergambar bunga sakura yang mulanya akan ku berikan padamu saat pertemuan terakhir kita di atas atap. Entah apa yang terjadi padamu. Kalau saja waktu bisa diputar, aku ingin memelukmu, merasakan hangatnya tubuhmu, dan aroma cherry mu.

Besok, aku akan pergi jauh dari Konoha, aku akan pergi ke London. Ini sungguh menyakitkan Sakura. Aku tidak ingin jauh darimu. Kau tau? Aku selalu merindukanmu, merindukan suaramu, wajah lucumu, bibirmu, belaianmu, dan sentuhanmu. Aku harus mencari tau ada apa sebenarnya ini. Ya, harus!.

End Of Sasuke's POV

.

.

.

Pagi itu, siswa siswi di Konoha High School telah berkumpul di lapangan untuk mendengarkan pengumuman kelulusan.

"Sakura, kau melanjutkan kemana setelah ini?" Tanya Ino

"Aku.. Konoha Arts University" jawab Sakura masih dengan wajah datarnya.

"Wah, sama dong. Sai-kun juga disana. Teman-teman kita yang lain juga banyak daftar disana. Kecuali, emm, Sasuke." Kata Ino mengecilkan suaranya.

"Jangan sebut namanya." Kata Sakura sambil menunduk

'aku merindukannya' batin Sakura

.

.

.

"Sakura-chan! Aku..aku lulus!" teriak Naruto

"Ya Naruto, selamat." Ucap Sakura

"Ini sudah jam berapa?" Tanya Sai

"Jam dua Sai, ada apa sih?" Tanya Naruto

"Naruto baka! Kita harus mengantar Sasuke ke bandara." Kata Ino sambil menjitak kepala Naruto

"Oh ya! Teme akan berangkat ke London ya. Aku pasti akan merindukannya. Hah, 4 tahun itu, cukup lama untuk bertemu dengannya." Kata Naruto

"I..iya Naruto-kun, kita semua pasti merindukannya" kata Hinata

Sakura menghela nafasnya. Ia berat untuk melepas kepergian Sasuke. Namun, apa yang harus ia katakan?. Ia sekarang bukan siapa-siapanya Sasuke.

"Ayo, kita pergi" kata Tenten yang menyadari air mata Sakura akan mengalir.

.

.

.

"Sasuke, kalau kau sedang libur, pulanglah kesini" kata Sai memeluk Sasuke

"Hn" Sasuke melepaskan pelukan Sai

"Teme, kau pasti akan merindukanku" Naruto memeluk Sasuke dan melepaskannya.

"Sasuke-kun, hati-hati" kata Hinata sambil membungkukan badannya. Sasuke mengangguk.

"Kau harus ingat kami!" kata Ino

"Hn"

"Jangan lupakan kami" kata Tenten sambil memeluk Sasuke

"Jangan lama-lama" kata Neji menarik lengan Tenten menjauh dari Sasuke.

Dan tibalah Sakura yang mengucapkan kata perpisahan. Onyx dan Emerald bertemu. Sasuke menatap keka—mantan kekasihnya, matanya sendu, tubuhnya kurus.

"Aku ingin bicara denganmu" kata Sasuke menarik tangan Sakura menjauh.

"Pejamkan matamu." Ucap Sasuke. Sakura menurut saja.

CUP

Sasuke mengecup kening Sakura, untuk yang terakhir kalinya. Sakura membuka kedua matanya. Ia merindukan kecupan Sasuke.

"Sudahlah. Kita tak mungkin bersama." Kata Sakura menjauhkan dirinya dari Sasuke.

Pejamkan matamu di hadapanku

Kan ku cium kau tuk terakhir kalinya

Sudahlah, kita tak mungkin untuk bersama

Perbedaan membuat kita terpisah

Sasuke menggenggam tangan Sakura. Hangat. Itulah yang dirasakan gadis pink ini.

"Aku tidak peduli. Aku bahagia saat bersamamu." Ucap Sasuke

Genggamlah tanganku ini

Aku bahagia saat bersamamu

"Jangan menangis, bukan keinginan kita untuk berpisah. Aku tau semuanya." Ucap Sasuke sambil mengusap air mata Sakura menggunakan jempol tangannya.

Usaplah setiap tetes air matamu

Usah kau tangisi perpisahan ini

Bukanlah keinginan kita berpisah

Perbedaan membuat kita terpisah

Sasuke menarik kepala Sakura menyender di dada bidangnya.

"Kau dengar detakan jantungku?" Tanya Sasuke, Sakura mengangguk.

"Aku bahagia saat bersamamu."

"Aku bersumpah. Hanya kau yang bisa membuat ku bahagia."

Dengarlah suara hatiku

Aku bahagia saat bersamamu

Ingatlah sumpahku ini

Aku bahagia saat bersamu

Sakura menangis. Ia ingin mengecup bibir pemuda di hadapannya ini.

Namun ia tau ia tak kan bisa.

"Kau harus menungguku pulang. Aku akan menikahimu." Ucap Sasuke

"Tapi Gaara?"

Sasuke menutup mulut Sakura menggunakan jari telunjuknya.

"ssst. Aku sudah mengatur semuanya. Gaara tak akan mengganggumu lagi. Ayahmu ku ajak bekerja di Uchiha Corp."

Sakura tersenyum.

"Aku akan menunggumu." Sakura tersenyum

Baru kali ini Sakura tersenyum tulus daripada hari-hari murungnya kemarin.

"Aishiteru" ucap Sasuke

"Ai.." Sakura tak sempat melanjutkan kalimatnya. Karena bibirnya telah dikunci oleh bibir Sasuke. Mereka berciuman, di depan umum. *Waw*

"Ngh..emm"

Terdengar tepuk tangan dari orang-orang yang menyaksikan adegan tersebut.

Setelah Sasuke melepaskan ciumannya, Sakura mengatur nafasnya.

"Hah hah hah"

"Aku akan merindukanmu. Tunggu aku. Dan jangan pernah jatuh cinta pada pria lain." Kata Sasuke sembari memeluk Sakura.

"Aku juga akan merindukanmu Sasuke-kun. Aku juga akan menunggumu. Dan aku tak akan jatuh cinta pada orang lain selain kau." Kata Sakura

Sasuke tersenyum.

"Dan jangan pernah berhubungan seks dengan orang lain, kecuali aku. Calon suamimu." Bisik Sasuke

Wajah Sakura memerah mendengar itu.

"100 tahun pun kau akan ku tunggu." Ucap Sakura sambil tersenyum

Sasuke tersenyum padanya. Ia melepaskan pelukannya dan pergi masuk ke ruang penumpang(lupa nama'a.-.-).

"Ciee" teriak teman-temannya

Sakura tersenyum.

^FIN^

Maaf.. ga bisa bikin chapter panjang. Takutnya ntar bosen. Tapi..i promise, bakal bikin sekuel fict ini.. )..gimana?

Oh iya,, baca fic aku yang satunya lagi ya,mohon review'a.. judulnya: "Hati Yang Tersakiti"

Makasih buat yang udah review, banyak-banyak makasih dah..

Review please..