Well, jika kalian sudah tahu tentang judul fic ini, itu sudah Shicchi anggap bagus. Readers gak salah dengar kok. Karena Fanfic ini adalah permintaan dari pacar Shicchi Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa. Mungkin karena sibuk dengan urusan yang namanya sekolah, dia tidak sempat menulisnya dan meminta Shicchi menuliskannya.

Yosh, enjoyed. Walaupun Fic-nya tidak sebagus milik Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa, Shicchi harap bisa membuat Readers ketawa.

Bleach belongs to

TITE KUBO

A-Z short fic belongs to my koi,

Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa yang diaransemen ulang-?-

Oleh Shicchi Kurosaki

Chapter 1

A for Anggur

Pagi itu Hitsugaya sedang beristirahat sambil memakan semangka kesukaannya diruang kerjanya. Matanya sambil blink-blink melihat kecantikan warna semangka yang sangat menggugah selera.

"Siapa yang paling cantik? Suika (semangka) lah ituuu…" kata Hitsugaya sambil berceloteh seperti anak kecil –di bankai-. Bibirnya yang kering langsung tak tahan untuk melahap semangka itu. Hingga akhirnya semangka itu dimakan Hitsugaya.

HAP! Nyam Nyam…

Suara kunyahannya mulai terdengar. Tak lama kemudian, seseorang yang bershunpo berhenti di depan wajah Hitsugaya secraa mendadak, otomatis Hitsugaya yang terkejut langsung tersedak.

"Uhuhk...Uhuk…huhohahi (kurosaki)…" kata Hitsugaya sambil menepuk dadanya.

"E…eh? Maaf Toushiro. Aku tidak bermaksud membuatmu jadi tersedak seperti itu," kata Ichigo panic. Kemudian dia membantu Hitsugaya menepuk dadanya. namun, Ichigo dengan dibantu kekuatan seribu badak, tidak hanya berhasil mengeluarkan biji semangka yang nyangkut, namun berhasil juga mengeluarkan stick 2 porsi sarapan pagi Hitsugaya tadi keluar -hiack-. Hitsugaya langsung terkulai lemas di kursinya.

"To…toshiro, kau tidak apa-apa kan?" tanya Ichigo sambil memegang kening Hitsugaya hingga membuat kapten imut itu blushing.

BUAKK

"JANGAN MENYENTUHKU!" kata Hitsugaya sambil melayangkan tendangan ke wajah Ichigo. Ichigo hanya meringis sambil mengusap-usap kepalanya.

"Gomen gomen, lagipula kau tak perlu memakan buah yang gede seperti itu. Kau tak perlu membelah, memotong-motongnya hingga kau bisa memakannya." Kata Ichigo panjang lebar.

"Tch… tidak ada buah yang lebih enak dari semangka," tutur Hitsugaya dengan pedenya dengan background dan sound effect ombak menghantam tebing membuat Ichigo sweat drop ditempat.

"Kau yakin tidak mau mencoba yang satu ini?" tanya Ichigo sambil mengeluarkan seikat buah yang kecil-kecil namun cukup banyak.

"Hah…? Apa itu?" kata Hitsugaya o'on. Seumur-umur belum pernah dia melihat buah-yang menurut dia aneh. Ichigo langsung mengeluarkan seringaian ala Hichigo.

"Ini adalah Anggur. Enak lho, tinggal leep!" kata Ichigo sambil mengeluarkan bakatnya sebagai salesman sozis.

"Anggur? Nama yang aneh… dan apaan tuh tinggal leep?" kata Hitsugaya protes karena Ichigo telah menjelek-jelekkan semangka belahan dada-eh, belahan jiwanya -plak-.

"Inilah keistimewaan anggur, dia kecil imut-imut kayak kamu, gausah dipotong-potong, gak perlu dikupas kulitnya, tinggal lep, glek, telan, selesai." Kata Ichigo panjang kali lebar.

"Heee? Yaiyalah tinggal lep habis buah segitu kecilnya kalo dipotong mau jadi sekecil apa lagi?" kata Hitsugaya mantap. Namun ekor matanya masih melirik buah kecil itu.

'bagaimana rasanya ya?' batin Hitsugaya penasaran.

"Hey, hey, kenapa bengong? Kau pasti memikirkan bagaimana rasa buah ini kan?" tanya Ichigo campur seringaian besar. Dilain pihak, Hitsugaya membeku-padahal dia element es- ditempat, merasa kata-kata Ichigo mengenai tepat sasaran.

"Huh, aku tidak akan mau merasakan buah lain selain semangka. Ingat itu Kuosaki," kata Hitsugaya gengsi sambil berbalik badan.

"Kau yakin? Ini sangat enak lho, bisa-bisa kau ketagihan…" kata Ichigo. Hitsugaya, rasa penasaran campur gengsi berubah menjadi satu -?-, namun apa daya rasa penasarannya dikalahkan oleh rasa gengsinya yang masih me-nomor satu-kan semangka.

"Tidak, terima kasih." Kata Hitsugaya sambil berjalan keluar kantornya dengan 10.000 tanda tanya di atas kepalanya.

"Ayolah coba, satu biji saja," tawar Ichigo diiringi gelengan Hitsugaya.

"Baiklah, Kurosaki! Ini terakhir kalinya kau menggangguku dengan benda aneh yang ukurannya tidak jauh sama dengan otakmu -plak-, jauhkan itu dariku atau kau akan melihat seluruh seireitei ini membeku," ancam Hitsugaya dengan reiatsu yang tinggi.

"Yasudah, kalau tidak mau. Aku bagikan saja kepada yang lain." Ujar Ichigo keluar dan berlainan arah dengan Hitsugaya.

CCCCCCCCC

"Yo, Hitsugaya-taichou," kata Ikaku bersama Yumichika yang masih berkaca.

"Hm. Ada apa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang senang sekali," kata Hitsugaya. Ikaku dan Yumichika langsung saling berhadapan dan tersenyum lebar.

"Kami sudah mendapatkan sesuatu yang enak, praktis dan tinggal lep!" kata Ikaku sambil mengambil seikat anggur-yang diberikan Ichigo kepada mereka tadi.

"Hah? Benda itu lagi?" tanya Hitsugaya.

"Yap. Ini namanya Anggur. Ini sangat enak taichou…" kata Ikaku diiringi anggukan Yumichika.

"Katanya anggur ini bisa memperkencang kulit dan bisa merawat wajahku yang mempesona, sungguh hal yang sangat indah," kata Yumichika sambil berkaca membuat Hitsugaya sweat drop.

'hmm… kurasa anggur itu tidak terlalu buruk. Baiklah, aku ingin merasakannya," gumamnya.

"Hey, Ikaku psss…psss….psssttt…" Yumichika langsung menyambar telinga Ikaku sambil membisikkan sesuatu hingga akhirnya Ikaku mengangguk.

"Baiklah, aku lupa. Ichigo mengatakan pada kami kalau bertemu Hitsugaya-taichou jangan bicarakan soal anggur, atau Seireitei akan membeku," kata Ikaku.

"Tapi…tapi..." kata Hitsugaya terbata-bata. Niatnya dia ingin memakan sebutir anggur itu namun Ika brothers sudah ber-shunpo menghilang.

"Yah… padahal aku ingin mencicipinya…" kata Hitsugaya.

CCCCCCCC

Hitsugaya berjalan disekitar Shinigami Academy, melihat siswa akademi yang berlatih dengan giat. Hingga dua orang wanita yang merasa familiar dengannya langsung mendekatinya.

"Taichouuuuuuuuu~" kata wanita yang satunya dengan rambut blonde ikal yang tergurai bebas, dadanya yang setara dengan gunung Himalayan menjepit kepala Hitsugaya yang berada ditengah-tengahnya akibat terpeluk tadi. Well, bagi orang lain itu adalah surga dunia, tapi tidak untuk cebol taichou-san yang satu ini.

"Lepaskan aku bodoooh!" umpat Hitsugaya yang mencoba melepaskan diri kemudian menghirup oksigen dengan rakusnya.

"Eh, gomen ne, Taichou…" kata Rangiku sambil melepaskan jepitan mautnya dari kepala Hitsugaya.

"Shiro-chan…Nyam…sedang apa…nyam…disini…nyam…" kata wanita yang satunya. Kali ini bertolak belakang dengan Rangiku yang bohai sangat –plak-

"Habiskan dulu makananmun, Hinamori. Dan Hitsugaya-taichou untukmu," kata Hitsugaya tegas.

"Nee, Taichou. Kami mau pergi ke divisi 5 mau bertemu Kurosaki, apakah taichou mau ikut?" tawar Rangiku sambil makan buah kecil berwarna ungu.

"Haaah, jangan katakan kau terlena dengan buah kecil bernama aneh itu." Kata Hitsugaya. Hinamori san Rangiku hanya nyengir inosen.

"Hai! Buah ini sangat enak Taichou! Aku sampai ketagihan dengan buah iniii…" kata Rangiku teriak ala fan girl.

"Rangku-san… psst psssstttt… shiro-chan psssstt pssssttt…" kata Hinamori juga menyambar telinga Rangiku. Sama seperti yang dilakukan Yumichika tadi.

"Ah, sou ka? Baiklah Taichou, demi keamanan Seireitei sebaiknya kami pergi berdua saja," kata Rangiku diiringi anggukan Hinamori.

"Nee, sampai jumpa Shiro-chan…" kata Hinamori

"Yap. Ayo HInamori-chan aku sudah tak sabar ingin memakan buah itu lagi, bye bye Taichou…"

"Ta..tapi…" gumam Hitsugaya terbata-bata.

"Anggur meraaah… yang selalu memabukkan diri kuanggap belum seberapaaaa dahsyatnyaaa~" kata Rangiku sambil dangdutan menuju divisi 5.

"Huhuhuhu…. Aku penasaran dengan buah itu…" kata Hitsugaya manyun.

CCCCCCC

Malamnya, Hitsugaya yang frustasi langsung masuk ke Seireitei bar club. Dia memasuki ruangan tersebut kemudian duduk di depan seorang bartender yang sedang menyajikan vodka.

"Hi…Hitsugaya-taichou? Kenapa anda kemari?" tanya seorang bartender itu, Kira Izuru.

"Izuru… aku frustasi dengan rasa buah anggur yang baru dibagikan keseluruh Seireitei," kata Hitsugaya curhat kemudian diiringi anggukan Izuru yang mengerti perasaan Taichou divisi 10 yang malang itu.

"Kucukucukucu… sini datang kepelukan mama," kata Izuru langsung OOC.

"APA KATAMU?" Hitsugaya langsung climax -plak- maksud saya, berada dalam emosi yang memuncak.

"Eh, eh, sorry Taichou. Baiklah, sebagai gantinya saya akan memberikan Taichou anggur gratis. Minumlah sepuasnya," kata Izuru yang memucat.

"HM? Kau bilang itu anggur?" tanya Hitsugaya sambil menurunkan derajat -?- reiatsunya.

"Iya, ini bukan buah tapi rasanya 100% anggur lho taichou! Tinggal glek!" kata Izuru. Hitsugaya, yang nafsunya akan anggur sudah diujung tanduk langsung menarik sebotol anggur merah dalam ukuran besar dari tangan Izuru.

Glek…. Glek… Glek…

"Ummm…. Rasanya lumayan manis, oh! Tidak. Ini sangat enak, aku menyesal sudah mengatakan buah ini aneh," kata Hitsugaya.

CCCCCC

Hitsugaya yang oleng karena minum anggur banyak-banyak langsung duduk di kursinya sambil cegukan.

"Hik… kenapa aku jadi pusing begini yah?" tanya Hitsugaya.

"Yooo, Toushiro! Kata Ichigo langsung masuk ke kantor Hitsugaya. Disana hanya ada mereka berdua karena Rangiku pergi dengan Hinamori ke Karakura membeli satu karung anggur.

"Hik… Ku…ro...sa…ki…" kata Hitsugaya, perlahan tapi pasti dia kehilangan akal sehatnya.

"Hey, Toushiro kenapa wajahmu merah? Kenapa kau berbeda? Kenapa kau..mmpppfff!"

Seluruh pertanyaan itu dikunci oleh bibir Hitsugaya yang dia tempelkan ke bibir Ichigo kemudian melumatnya. Ichigo mencoba memberontak namun dengan tenaga super Hitsugaya, dia tidak bisa melepaskan diri.

"Ternyata rasa anggur itu sangat enak… sebagai gantinya bersenang-senanglah denganku malam ini, Kurosaki…" kata Hitsugaya kemudian melumat bibir Ichigo lagi. Ichigo yang tak mau kalah akhirnya meladeni Hitsugaya.

"Baiklah, kalau itu maumu…" kata Ichigo langsung memutar posisi tubuh mereka hingga Ichigo yang diatas.

Daaaaaaaaaan…..

Terjadilah ADEGAN 50 TAHUN KEATAS! Lebih baik kita akhiri fic ini daripada dibankai sama mereka berdua, -plak-

****Te*Be*Ce****

Gyaaaaaaaaaaa fic abal nan gaje ini endingnya jelek amat yah… maaf readers, karena berhubung fic Shicchi ini ber-rate T, lemonnya tidak dibuat. Kasian untuk anak yang berumur 17 tahun kebawah, masih inosen… -emangnya lu udah 17 tahun?-

For "Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa", maafkan koimu yang gaje ini T.T -nangis Bombay- diriku tidak terlalu berbakat membuat Humor.

Ok, readers. Shicchi sadar kalau Fic shicchi terdapar beribu kekurangan, kesalahan, dan kekhilafan -?-, maka dari itu mari kita review bersama -plak-.

.

.

.

.

.

.

R e v i e w