Hyaaah, maaf kalau Shicchi telat update. Habisnya pusing tujuh keliling denger UN diundur, gak ada paket C, nilai rata-rata naik, uuuh, pengen cepet-cepet mati aja degh rasanya,
Hichigo : Buset! Kalau lo mati sapa yang lanjutin nieh Fanfic eh?
Shicchi : Shicchi matinya Cuma ampe waktu bulan April doang kook,
Hichigo : *sweat drop* jyah, nih anak… daripada stress bagusan mulai ceritanya… *mendadak bijak*
Shicchi : ah~ oke oke~ here is the Chapter, enjoyed
Bleach belongs to
TITE KUBO
A-Z short fic belongs to
Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa yang diaransemen ulang-?-
Oleh Shicchi Kurosaki
"Nee, Shiro-chan~" panggil teman kecilnya, Momo Hinamori.
"Hitsugaya-kun! Jangan bilang aku nama aneh itu, Hinamori! Aku sudah dewasa," umpat lelaki itu kesal sambil melahap roti manisnya dengan ukuran mulut yang kecil.
"Aku tidak akan memanggilmu begitu, kamu belum dewasa tauuu~" kata Hinamori. Hitsugaya bergidik.
"Apa maksudmu? Aku sudah enam belas tahun!" kata Toushiro yakin seyakin-yakinnya.
"Heee~ hontou ka? Apakah Shiro-chan pernah berciuman?" tanya Hinamori sambil tersenyum nakal.
"E-eh?" Hitsugaya bungkam. Dia sudah empat bulan berpacaran dengan Ichigo Kurosaki, namun lelaki tegap itu belum pernah menyentuh bibir merahnya. Well, sekalipun mereka berciuman hanyalah sebatas di kening.
"Hayoo… berarti Shiro-chan belum dewasa~" kata Momo sambil tertawa.
"Heee? Memangnya kau dengan Hisagi Shuuhei itu sudah berciuman apa?" umpat Hitsugaya kesal hingga simpang empat di keningnya muncul.
"I…Itu…" Momo mulai memainkan kedua telunjuknya.
"Hemph! Kau juga belum merasakannya kan?" kata Hitsugaya tersenyum kemenangan. Kemudian dia melihat Hinamori membuka scarf-nya yang berwarna hijau. Tampaklah sebuah kiss mark berwarna merah keunguan disitu, Hinamori tersenyum nakal.
"Aku sudah melakukannya lho!" kata Hinamori sambil menunjukkan angka dua dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"URUSAAAI! Aku akan mendapatkan ciuman pertamaku. Lihat saja nanti, bedweter Momo!" kata Hitsugaya meledak-ledak diiringi tawa Hinamori.
WARNING:
OOC, YAOI, Typo berserakan,
tata bahasa jelek, don't like don't read,
But REVIEW!
C is for Cium?
Emerald green eyes itu terbuka, kemudian menutup lagi, buka, tutup, buka, tutup, begitulah seterusnya saat lelaki tampan ini melihat situs-situs di website mengenai ciuman. Wajahnya? Jangan ditanya lagi, baru melihat itu wajahnya langsung merah padam seperti kepiting kelewat masak.
"Yang benar saja? apakah aku harus melakukan French Kiss bersama Kurosaki? Apa katanya nanti jika aku memintanya untuk mencium bibirku?" tanya Hitsugaya dalam hati. Dia selalu menguuk-ngutuk dirinya ketika mengingat kata-katanya kepada Hinamori. Dia harus segera mendapatkan ciuman pertamanya agar dia tidak diejek lagi. tak lama kemudian, temannya datang dan duduk disebelahnya.
"Yoo, taichou sedang apa?" tanya seseorang yang duduk disebelahnya, Matsumoto Rangiku. Kemudian wanita yang bernama Rangiku itu mengoperasikan komputer yang ada di depannya.
"Nee, Taichou. Kau tidak pergi bersama Kurosaki-kun? Dia daritadi mencarimu loh," kata Rangiku.
"Ummm… aku sibuk mau mengerjakan tugas Fisika besok," kata Hitsugaya masih mengoperasikan komputernya.
"Heee? Bukankah Taichou sudah menyerahkan tugas fisikanya ke Ukitake-sensei?" kata Matsumoto.
"Ki-kimia. Ya, kimia. Aku tadi ingin bilang kimia, tapi entah kenapa bicara Fisika, ahaha…ahaha…ahaha…" kata Hitsugaya garing membuat Matsumoto bingung.
"Hey, taicho. Kau seperti kena serangan jantung saja, berkeringat gitu." Kata Matsumoto.
"Ti-tidak apa-apa, aku ada urusan. Aku diluan ya, Matsumoto." Kata Hitsugaya buru-buru, hingga dia lupa MENGELUARKAN situs yang baru dia baca.
_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)_)
"Argh! Yang benar saja aku berciuman dengan Kurosaki?" umpat Hitsugaya sambil menggaruk kepalany.
"Hey, Toushiro!" panggil seseorang.
DEG! Kenapa dia harus ketemu dengan seseorang yang belum siap untuk ditemui? Bodo' ah, cuek aja.
"Hei, Toushiro! Aku memanggilmu tau!" cibir orang itu merasa kesal karena tidak mendapat respon. Yang dipanggil, bukannya minta maaf atau berbalik melambaikan tangan malah semakin mempercepat jalannya.
"Ke-kenapa dengan dia?" gumam orang itu, Ichigo Kurosaki sambil memasang ekspressi panik.
'Ja-jangan-jangan...' timpalnya.
~~~A-Z~~~
"Awaaaghhh! Gila! Baru baca satu halaman aja gue udah ga sanggup baca beginian," gumam Hitsugaya frustasi. Ternyata dia membuka situs web yang bernama Fanfiction dengan rating M yang menulis sesuatu yang hanya oleh dibaca oleh anak 17 tahun keatas yaitu Lemon.
Hellow~ lemon saudara-saudara. Seorang Hitsugaya yang terkenal dingin dan kelihatan sangat angkuh ini ternyata tidak mampu membaca adegan tersebut. Sepertinya kita sudah bisa membayangkan ekspressinya yang konyol.
Drrrrt! Drrrrt! Drrrrt!
Handphonen-nya berdering. Terlihat jelas disitu kalau yang memanggil adalah Ichigo Kurosaki. Hitsugaya panik. Dia mengambil ancang-ancang, mengambil panci di dapur dan diletakkan dikepalanya sebagai helm perang dan tutupnya sebagai perisai. -dihajar Hitsu-
Baiklah, yang sebenarnya adalah dia mengangkat telfon tersebut dengan suara datar sedatar tubuhnya -?-
"Moshi moshi.." katanya kalem.
"Hey! Kenapa tidak membalas pesanku?" tanya Ichigo kesal. Hitsugaya menepuk dahinya sendiri dan memeriksa hanphone-nya.
55 new message
Alamak...
"Gomen, tadi aku sedang ada di lantai bawah," kata Hitsugaya ngeles kayak aspal. Hayooo gak mau ngaku kalo dia baca cerita rating M.
"Yasudahlah... btw kenapa tadi siang aku panggil malah cuek aja? Aku sakit hati tauuu!" kata Ichigo ngambek. Hitsugaya hanya terkikik pelan.
"A-aku tadi buru-buru mau ke toilet jadi gak sempet. Gomen..." kata Hitsugaya ngeles again. Dia hanya mendengar kata Hm dari Ichigo dan itu pertanda kalau dia masih ngambek.
"He-hey... aku kan sudah minta maaf," timpal Hitsugaya sedikit menyesal.
"Tapi... bukankah toilet disekolah itu dilantai dua, kenapa kau malah ke lantai tiga?" tanya Ichigo. Dan sepertinya Hitsugaya malam ini harus full with ngeles.
"A-ah... etto.. itu saking paniknya tak tau mau kemana, ehehehe..." katanya ngeles. Tapi sepertinya ngelesnya kali ini sungguh tidak elit dan tidak nyambung.
"Dasar aneh! Lain kali kalau mau ke toilet hubungi saja aku. Aku bakalan nganterin. Bila perlu aku temanin di dalam biliknya juga," kata Ichigo memulai pervert no jutsunya.
"He-hentai! Yang benar saja!" umpat Hitsugaya, diseberang sana Ichigo sudah tertawa terbahak-bahak.
"Aahahaha... gomen gomen." Katanya masih dengan ketawa pervertnya.
"Mou!" seru Hitsugaya blushing.
"Hm... Toushiro, aku ingin mengajakmu sabtu nanti ke taman kota, kau mau?" tanya Ichigo dengan mimik dan intonasi yang berbeda dari yang tadi.
"Baiklah..." kata Hitsugaya tanpa berfikir panjang. Diajak pacar malam mingguan euy! Senangnya dalam hati...
"Oke, aku jemput jam tujuh malam yah," kata Ichigo sambil mengepalkan tangannya sambil bergumam YES!
"Oke. Jangan telat." Kata Hitsugaya. Sepertinya dia sudah tau betul sifat Ichigo. Sifat yang identik dengan Kakashi Hatake.
"Aahahaha... ga bakalan telat buat my lovely hime," katanya gembel. Oh salah ya? Yang bener gombal.
"Hmft! Apakah penyakit hentaimu keluar lagi?" tanya Hitsugaya.
"Hmmm... kau ingat? Dulu aku hanya bisa menggombal padamu saat lewat tengah malam, aku harus menunggu ayahku yang payah itu tidur, tapi sekarang... dia sedang pergi jadi bisa puas-puasin donk," kata Ichigo tanpa beban.
"Tapi sayangnya ini waktunya untuk tidur. Oyasumi, Kurosaki." Kata Hitsugaya enteng.
"Haaah! Baiklah. Oyasumi mo, Hime~"
TUP! Sambungan terputus.
'Mungkin aku akan memintanya hari sabtu saja," gumamnya. Kemudian mencoba menghapus pesan yang bejibun di handphone-nya.
~~~~A-Z~~~
Disudut lain, Ichigo hanya tersenyum bisa mendengar suara Hime-nya. Dia mulai meletakkan handphone-nya namun seseorang telah mengirimnya sebuah pesan.
From: Rangiku-san
Hei, Ichigo. Kau mau mendengar sesuatu yang menarik? Dijamin berita ini membuatmu terkejut setengah hidup.
"Haaah?" Ichigo melongo namun kemudian dia membalas pesannya.
To: Rangiku-san
Memangnya apa yang menarik? Jangan katakan kalau kau berhasil membuat Ikkaku jadi gondrong.
Dia menunggu balasannya. Setelah terlihat tulisan 1 New Message, dia langsung memukanya dan-
"HUEH?" jeritnya terkejut.
SABTU, 19.01 WKB -Waktu Karakura Barat-
"Haaaah... aku tidak telat 'kan? Hanya selisih satu menit." Kata Ichigo nyengir.
"Hmph! Kau terlambat satu menit 52 detik dan delapan detik lagi dua menit jadi digabung aja." Kata Hitsugaya. Aje gile nih anak teliti banget deh.
"Gomen, gomen..." katanya. Hitsugaya hanya mengangguk dan kemudian mereka berjalan dipinggir. Taman kota tidaklah jauh. Hanya 100 meter dari sekolah mereka. Dan dari rumah mereka ke sekolah jaraknya 2km *plak.
"Pemandangan yang indah..." hanya itu yang terlintas dikepala Hitsugaya ketika melihat taman kota. Setiap malam minggu taman itu selalu ramai oleh pasangan kekasih yang sedang dimabuk janda*nih kata-kata bikin rusak suasana aja deh.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ichigo dengan senyum yang OMG! Cuakep banget. Hitsugaya aja yang ngelihat mau muntah *ditendang. Maksud saya Hitsugaya langsung blush melihat ketampanan kekasihnya.
"Terserah kamu aja," katanya malu-malu. Padahal kalo diajak makan ke warteg manyun lima centi. Gengsi gitu lho.
"Kalau begitu kita ke warung mpok Unohana aja yok," kata Ichigo dengan cengiran nakal. Hitsugaya hanya memasang muka wat de pak.
"Hahahaha... aku hanya becanda, disana ada cafe. Kita kesitu aja yah," kata Ichigo langsung menarik tangan Hitsugaya. Kasian tuh anak ditarik-tarik. Biar cepet tinggi kali yah.
SKIP TIME~
Ichigo dan Hitsugaya kini berada di taman berdua . Hening. Sepertinya mereka bingung mau ngomong apa lagi. Hitsugaya melihat kearah arlojinya, sudah pukul sembilan malam.
"Mau pulang?" taya Ichigo yang melihat Hitsugya melihat jam. Kalo pulag larut malam entar neneknya marah. Hitsugaya menggeleng sambil tersenyum.
"Aku masih mau disini," katanya sambil memeluk lututnya. Ichigo langsung menarik leher Hitsugaya dengan sikunya yang ditekuk lalu menyandarkan kepala salju itu kedadanya yang kekar.
"Hey!" refleks Hitsugaya menjauhkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Ichigo inosen. Hitsugaya memalingkan pandangannya kesamping. Rasanya malu melihat pacar sendiri.
"Gak bakal menggigit kok," kata Ichigo ngawur, lalu menepuk bahunya seolah memberi tanda 'sini-bersandar-di-bahu-gue'. Hitsugaya mengerti lalu perlahan tapi pasti menyandarkan kepalanya. Keduanya menatap langit yang dipenuhi bintang.
"Bintangnya indah..." gumam Hitsugaya. Ichigo hanya tersenyum lembut.
"Hey, Toushiro. Kita udah berapa lama jadian?" tanya Ichigo.
"3bulan 3minggu 3hari 3jam 3menit 3detik." Katanya secara detail. Ichigo sweatdrop. Akankah malam ini jadi malam yang romantis atau malah jadi malam yang konyol, pikirnya.
"Memangnya kenapa?" tanya Hitsugaya sambil menghadap Ichigo. Baru aja menggerakkan kepalanya sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.
Cup...
Hitsugaya terbelalak. Namun melihat mata Ichigo yang terpejam-sepertinya dia menikmatinya- dia mulai melingkarkan tangannya dileher Ichigo. Begitu Hitsugaya mulai membalas ciumannya-
"Hah?"
Ichigo sudah melepas pagutan bibirnya. Mata hazelnya menyeringai nakal.
"Kalau mau dicium, bilang saja. Gampang 'kan?" tanya Ichigo menyerigai. Hitsugaya mencoba mencerna kata-kata, maksud dan tujuan Ichigo berkata seperti itu dan...
Skak matt. Ichigo tau kalau dia menginginkan ciuman pertamanya.
"KUROSAKI!"
BUAGH!
Sepertinya malam ini bakalan berakhir konyol deh...
22.00 WKB
"Terimakasih sudah mengantar Shiro-chan," kata Hinamori, teman kecilnya yang satu rumah dengannya.
"Bed-wetter Momo! Jangan panggil nama itu. Aku sudah besar!" kata Hitsugaya. Hinamori hanya tertawa jail.
"Ahaha... tidak apa-apa. Sudah malam, sebaiknya aku pulang, Jaa Toushiro." Kata Ichigo melambaikan tangannya. Kini tinggal Hitsugaya dan Hinamori diberanda rumah.
"Ne... kenapa wajah Kurosaki-kun seperti habis dipukul?" tanya Hinamori. Hitsugaya tersentak kaget.
"Ja-jatuh... mungkin. Ara, aku harus kekamar ada yang ingin aku kerjakan." Katanya ngacir lewa tangga.
"Ahahahahaha... dasar Shiro-chan," gumam Hinamori.
Ichigo sedang berjalan menuju rumahnya. Tiba-tiba handphonenya berdering pertanda sms masuk.
From: My Hime
Terimakasih untuk malam ini, Kurosaki. Aishiteru 3
Ichigo tersenyum. Kemudian membalas sms itu.
From: My Prince
Sama-sama Hime. Aishiteru yo, 3 3
Hitsugaya tersenyum merona. Dia sentuh bibir yang disentuh oleh bibir Ichigo tadi. Rasanya dia ingin mengulang waktu lagi deh...
*...*
Ichigo berbaring dikamarnya. Sekali lagi, handphonenya berdering. Pertanda ada yang menelfon.
"Yooo, Rangiku-san.." kata Ichigo.
"Bagaimana?" tanya suara disebrang sana.
"Siiiiip! Tapi kau tau darimana soal itu?" tanya Ichigo.
"Aahahha... tadi siang aku dan taicho berada di Lab komputer. Dan ternyata dia membuka situs tentang ciuman, aku rasa dia lupa menutup situsnya," kata Rangiku ketawa ngakak.
"Ahaha, anak itu." Kata Ichigo tersenyum.
~~~TBC~~~
Nyaaaa gomen telat update T.T baru bisa ngetik soalnya komputer rusak T.T
Okeh... tolong ripyu nya pak, buk, XD
