Percaya sama Kyu!

(Super Junior Family)

Pairing : khuhyun(last child), kibum(fifth child)

Support cast: leeteuk(appa),heechul(eomma),yesung(first child),siwon(second child),eunhyuk(third child),ryeowook(fourth child), kangin(leeteuk's brother),hangeng(kibum's father),sungmin(ryeowook's yeojachingu), donghae(eunhyuk's yeojachingu), shindong(sungmin's father), Zhoumy (henry's brother), Henry (ada deh… masih rahasia, yang penting dia yeoja disini)

Genre: family, romance (?)

Rating: K+

Warning : FF saya masih mengandung unsure ke gaje an yang parah, beberapa reader bilang gitu #ditabok reader karena bawa-bawa mereka# sungmin, donghae, heechul dan henry yeoja disini!

Summaring : lanjutan dari Kyuhyun Vs Kibum (Super Junior Family), kali Kyuhyun merasa posisi magnaenya terancam lagi. Kibum kembali dengan rencana untuk menjahili kyuhyun dan mengambil nama evil dari kyuhyun. Sekali lagi, tapi dengan rencana yang buat dongsaengnya itu harus menjadi angel magnae.

Nah buat reader yang mulai baca dari Chapter 1, saya saranin buat baca Kyuhyun Vs Kibum terlebih dahulu. Ini kan sequelnya lho! Biar lebih mengenal nih keluarga! Wakawakaawakkaa keluarga gak waras nih.

%%

Kyuhyun tak bisa mempercayai apa yang baru saja di lihatnya, hyungnya seorang gay. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Bahkan dengan oppanya si Henry yang duduk di sampingnya. Awalnya ia mengira, kibum tertarik pada yeoja manis yang ada di sampingnya ini. Yeoja yang sering ia panggil mochi china. Kenapa malah dengan seorang namja!

Kyu sibuk bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia seakan tak punya waktu untuk memperhatikan penjelasan gurunya ataupun PSP yang sejak tadi di pegangnya. Dia ingin menjerit frustasi sekarang, tapi ia masih sadar dan tak ingin dikatai gila oleh teman-teman sekelasnya. Dia tak tahu apa yang harus diperbuatnya. Ingin sekali ia secepatnya pulang dan bertanya dengan salah satu hyung atau seseorang di rumah agar mencari jalan keluar untuk ke abnormalan hyungnya yang sudah kelewat batas itu.

Tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara pintu di buka paksa oleh seseorang. Bukan hanya dia sebenarnya, tapi semua orang yang berada di kelas ini. Termasuk guru yang mengajar. Matanya terbelalak kaget melihat sosok namja yang berkelayut di pikirannya kini sudah berdiri tegar di depan kelasnya.

Suasana kelas ricuh karena para fans hyungnya itu berteriak histeris melihat sosok tampan yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir. "Sorry miss, can I talk with my brother. Just a minute" katanya pada guru yeoja yang terpana melihatnya. Ini pelajaran bahasa inggris dan kyu tahu dia hanya memamerkan bahasa inggrisnya yang bagus karena sudah lama tinggal di California.

"Please…"

Kibum menghampiri Kyuhyun yang masih menatap hyungnya itu dengan tak percaya. Bukankah kibum sedang mempermalukan dirinya di sini. Tiba-tiba mendobrak pintu kelasnya seperti orang kesetanan kemudian sibuk tebar pesona disana sini.

"Kyu.. gwechanayo?" tanyanya yang cukup membuat kyu tersadar dari cengonya. "Kau pucat!" kibum langsung mengukur suhu tubuh kyu dengan tangannya. "Tidak demam, tapi memang pucat"

Kyu melirik Henry yang sudah nyengir di mejanya. 'Pasti ulah nih anak' batinnya kesal dan itu memang benar. Henry lah yang mengirim sms pada kibum dan membuat hyungnya itu seperti orang kebakaran jenggot saking paniknya. Kyuhyun bersyukur karena hyungnya yang lebih lebay tak ada disini sekarang.

"Gwechana.. hyung" kyu menepis tangan kibum kasar. Sekarang ia mengerti betapa menderitanya Sungmin yang di perlakukannya dulu seperti itu. Sungguh memalukan.

"Kita pulang saja yuk! Kau mungkin terkena anemia"

Kyuhyun hanya bisa patuh saat kibum menariknya secara paksa. Henry membantunya membereskan buku dan PSP kyuhyun. Kibum langsung menjinjing tas itu dan membawa kyuhyun keluar dari sekolah itu. Kyuhyun menatap nanar punggung orang yang terus berlari menarik tangannya.

Kyuhyun pov

Sangat perih rasanya. Aku menatap pungguh tegap hyungku ini. Hyung yang ku harapkan bisa ku bahagiakan saking banyaknya pengorbanannya untukku. Yang mengenaliku meski dia meninggalkanku bertahun-tahun lamanya. Dia menyiapkan kejutan gila untukku agar menyadari dia bukan orang kaku dan dingin seperti kelihatannya.

Dia selalu berkata padaku dengan nada tegas, "Aku akan pulang, jadi tunggu aku ya kyu!" saat dia pergi dengan appa china ke beberapa tempat. Aku sih maklum aja, meski akulah anak kandung appa china, appa lebih menganggap kibum sebagai anaknya yang utuh. Dialah yang selama ini berbakti pada appa yang kesepian itu. Appa selalu membawa kibum demi menunjukkan bahwa kibumlah pewaris sah atas semua hartanya.

"Hyung, apa kita naik taksi?" tanyaku agak takut dia akan menelpon si Zhoumy itu. Aku akan menjauhkan hyungku yang polos ini dari si china itu. Dia pasti tahu kalau kibum hyunglah yang mewarisi harta appa china makanya dia menempelinya.

"nde… wookie hyung akan menjemput kita" dia tersenyum sangat manis padaku.

Tak lama kemudian tampak wookie hyung dengan mobilnya datang. Suara yeoja yang meneriaki namanya langsung terdengar. Ampun… aku sampai lupa, wookie hyungkan mempunyai banyak penggemar di mantan sekolahnya ini. "kya… itu wookie oppa! Mereka berkumpul! Kya… kibum oppa lihat aku, kyu…. Wookie oppa, kau tambah manis"

Apa mereka lupa ini masih dalam jam pelajaran? "Hyung aku tidak apa-apa" ujarku lagi

"OMO! Kau pucat gitu masih bilang gak apa-apa?" mulai deh penyakit lebay wookie hyung. Hyung yang dengan berani berkata "Aku akan melindungi kyu dan kibum serta keluarga ini" di depan seluruh keluarga yang membuatku cengo. Padahal dia ini, terkenal sebagai anak penurut dan tak pernah bicara keras.

Sesampainya dirumah, aku langsung di ringkus masuk ke kamar. Rumah memang kosong, semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kami hanya akan berkumpul saat malam saja. Aku tak mengerti entah kenapa keluarga ini selalu sibuk dengan kepanikan luarbiasa jika salah satu dari kami sakit. Biasanya sih si raja lebay itu eunhyuk hyung.

Hanya saja sekarang wookie hyung yang tak jelas arahnya. Dia terus bolak-balik gaje di depan kamar. Tak jarang dia menabrak kibum hyung yang sedang mencari telpon rumah. Kibum hyung yang pintar pun bisa melupakan letak telpon rumah di mana. Dasar aneh. "Hyung.. kau masak bubur aja sana!" kibum hyung yang gak sadar ikutan panic akhirnya mendorong tubuh mungil wookie hyung ke dapur.

"Yeoboseo. Bisa bicara dengan Dr. Yesung?" dia menenangkan dirinya. Sedikit lama dia menunggu akhirnya dia bicara lagi "Hyung, bisa periksa kyu sebentar, dia pucat hyung. Nee.. aku tunggu di rumah ya"

Tak lama kemudian, wookie hyung masuk ke kamarku dengan membawakanku sepiring bubur yang bertaburan sayur di atasnya. Tidak ! aku benci makanan ini! Kibum hyung menyeringgai ke arahku saat aku menolak secara tegas bubur itu. Dia memencet hidungku kuat. Tentu saja aku berteriak sejadi-jadinya dan hap… makanan itu masuk begitu saja kemulutku. Enak sih, karena ini buatan wookie hyung. Tapi… rasa sayurnya tak kan berubah menjadi rasa dagingkan. Air mataku sampai keluar saat dipaksa memakan makanan itu hingga habis.

Yesung hyung masuk ke kamarku dan menolongku yang sudah sekarat akibat di racuni oleh dua hyungku ini dengan sayuran *gak pernah dengar sayur=racun*, hyung yang paling bisa bertindak tenang. Dia tak pernah panic berlebihan seperti keluargaku yang lain mengingat dia adalah seorang dokter sekarang. Meski dia tetap aneh jika berhadapan dengan kura-kuranya.

"Dia hanya sedikit depresi kok" ujar Yesung hyung yang mendapat tarikan nafas lega dari dua hyungku yang lain.

"MWO? Depresi? Kenapa bisa? Apa kyu terlalu stress?" nah mulailah kepanikan mereka yang terlambat menyadari kata depresi dan mereka mulai mengeluarkan hipotesa mengerikan.

"Kalian keluarlah dulu, biar hyung bisa lebih konsentrasi memeriksa kyu" Baguslah itu, Yesung hyung akhirnya menyuruh duo panikers ini keluar dari kamar ini.

Baru sebentar dia menatapku dengan tatapannya yang tajam. Suara melengking nan indah milih Wookie hyung terdengar lagi. Suara tenor yang membuatnya di akui sebagai anak eomma.

"Hyung-ah! Kenapa mobilmu?" kali ini aku ikut berlari keluar, apa yang sebenarnya terjadi hingga kibum hyung juga jadi kalang kabut gitu. Dia kan orang tertenang yang pernah ada di keluarga ini. Meski sebenarnya kelewat pendiam.

Kulirik mobil Yesung hyung yang terpakir di halaman rumah. Hwa… berasap! Dan penyot di bagian depannya. Inikan mobil mahal yang di belikan appa angel untuk mengganti mobilnya yang pernah ia jual dulu. "Aku tak sengaja nabrak pohon tadi" ujarnya enteng seakan mobil itu seharga mobil mainan.

Byur… ya ampun, kibum hyung mengguyur Yesung hyung. "Bummie-ah apa yang kau lakukan?" tanyanya dengan senyum mengerikan. Hii.. yesung hyung pasti murka sekarang. Dia kan jika marah lebih nyeremin dari eomma.

"Mian hyung" jawab kibum hyung santai. Dia mengeluarkan senyuman killernya. "aku sebenarnya mau nyiram mobil hyung tapi salah. Hyung sih mirip kayak mobilnya"

Hahahaha… aku tertawa geli diikuti oleh tawa wookie hyung. Kibum hyung ngelawak. Lumayanlah buat orang kaku kayak dia. Yesung hyung bisa apa lagi, dia mengambil ember yang di pegang kibum hyung kemudian memasukkan kepala kibum hyung ke dalamnya sambil mendengus kesal.

Kali ini giliranku, mempertahankan tawa di keluarga ini. Kibum hyung, kau harus normal. Aku tak ingin appa, appa china, eomma dan para hyungdeul bersedih karena tingkahmu yang menyukai seorang namja. Aku takkan membiarkannya hyung.

Author pov.

Keluarga Cho, sibuk mempersiapkan pesta kebun yang mereka adakan demi putra sulung mereka. Demi ulang tahunnya pada hari ini. Yesung sendiri hanya menganggap jika pesta nya itu harus sederhana dan hanya anggota keluarga saja yang hadir. Dia memang tak punya teman di tempat kerjanya ataupun di tempat lainnya. Dia ini memang punya kepribadian aneh yang membuat orang agak sulit mendekatinya.

Yesung hanya mengundang Sungmin, Donghae dan Henry ke pestanya. Dia juga ingin mengenal Zhoumy yang menjadi orang kepercayaan appa chinanya. Jadi sekaligus saja adik beradik itu di undang yang langsung mendapat respon pencegatan dari kyu. Tapi sesuai sifat kyu yang memang rada-rada evil mereka gak terlalu menanggapi adik kecil mereka itu.

Saat semua sudah berkumpul hanya Zhoumy yang belum terlihat batang hidungnya. Appa china terlihat terus menelponnya, tak ingin membuat yesung kecewa. Tapi lebih dari itu yang terlihat jauh lebih kecewa adalah kibum hanya tak ada yang menyadari itu kecuali kyuhyun.

Kyuhyun mendekati henry yang ia rasa sangat cantik mala mini. Untuk sementara dia membiarkan para hyungnya menggoda Minnie noonanya. "Heh.. mochi, kok diam saja?" kyu menepuk kepala Henry.

"Kyu.. sakit tahu" henry meringis tapi kemudian dia tersenyum "Eh… hyung mu yang ulang tahun itu agak rada-rada aneh ya"

Kyu melirik kea rah sebuah meja yang di atasnya terdapat sebuah aquarium kecil. Kyu menyengir, terlihat tiga kura-kura kecil mengenakan jas resmi yang di desain untuk cangkang mereka di dalam aquarium. "Dia jauh lebih aneh sebenarnya"

Henry tertawa, "Mr. Han terlalu jahat menjodohkanku dengan kibum gege"

"Maksudmu?"

"Dia bilang aku harus jadi menantunya nanti. Dia tak mengerti mana mungkin aku menikahi orang yang ku anggap gege ku sendiri. Bagiku dia seperti Zhoumy gege. Lagi pula kibum gege tak mencintaiku" jelasnya panjang lebar dengan bahasa korea setengah bercampur dengan bahasa china.

Kyu terkekeh geli, "Dari mana kau tahu kibum tak suka padamu?"

"heh.. dia itu menatapmu sama dengan menatapku. Dia hyungmu kan? Dan dia itu gege ku. Kau tak mengerti!"

"Ok! Aku mengerti mochi! Jangan ngambek donk!"

Kibum pov

Aku melirik hapeku. Tidak ada namanya mengirim sms padaku atau menelponku. Aku menarik nafas. Aku harus berusaha bersikap tak terjadi apapun atau Yesung hyung takkan menikmati pestanya. Eomma tiba-tiba merangkul tanganku. Eomma ku ini memang kelewat manja, dia seakan tak menganggap aku ini anaknya. Mungkin dia kagum dengan wajah tampanku ini dan berniat mencampakkan appa angel demi aku. Hahahaha…

"Gwechana? Bummie-ah?" tanyanya bergelayut manja

Aku tersenyum dan menggeleng pelan. Eomma ku ini langsung membawaku ke tempat para appa dan kangin ahjussi mengobrol. Aku bisa melihat, kyu mengenalkan henry pada mereka. Yesung hyung juga ada disana, sementara hyung ku yang lain sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Siwon hyung dan eunhyuk hyung yang masih berebut donghae noona. Yeoja bertubuh sexy dan modis itu hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan dua namja yang seperti anak kecil itu. Berbeda dengan wookie hyung yang sepertinya bernostalgia dengan mantan pacarnya di salah satu meja. Tapi ia tetap menjaga jarak mengingat sungmin noona sudah menjadi milik si evil magnae ini.

"Baiklah, kenalkan ini namja chinguku?" goda eomma menunjukkanku kepada mereka.

Mereka semua tertawa saat melihat pipiku merona merah. Appa china menatap appa angelku "Bagaimana ini hyung, dia menemukan darah muda tuh" celutuknya

Appa angel hanya tertawa, sambil meneruskan lelucon gila ini. "Kyu bagaimana menurutmu, dia masih kalah tampan dari appa kan?"

Kyu nyengir. "Yak.. aku bahkan jauh lebih tampan, kenapa eomma memilih kibum hyung sih? Eomma menikah denganku saja ya!" Kyu mengambil posisi di sebelah eomma.

"Hei, Cho kyuhyun, eomma sudah memilihku, pergi sana sama Minnie noonamu!" aku ikut terbawa suasana.

Yesung hyung tertawa kecil. "Kalian ini masih kecil tapi masih juga menggoda eomma" katanya. Ia berlutut di depan eomma. Membuat kami tertegun melihatnya. Kangin ahjussi mulai bersuit-suit ria. "Noona, maukah kau berdansa denganku! Sarangheyo!" katanya jujur membuat wajah eomma merona

Hihihi.. tak kusangka hyung ku yang aneh ini bisa romantis juga. Eommaku dia memang sangat cantik. Siapapun pasti tak tahu berapa usianya sekarang. Dia terlihat awet muda dengan pemanjaan ekstra oleh appa angelku dan dia juga memang udah cantik dari sononya. Semua orang harus tertegun melihat kecantikannya itu.

Aku jadi ingat, eommaku ini sering ngaku-ngaku sebagai pacarnya hyungku sehingga Yesung hyung harus rela menjomblo sampai sekarang karena sikap eommaku itu. Siwon hyung dan eunhyuk hyung juga sering begitu, hanya saja jika mereka di dekati oleh yeoja lain tak di kenal. Aku dan kyu termasuk kelompok yang tak terlalu sering. Hanya saja kami yang mengakui itu untuk menolak para yeoja.

Mereka mulai berdansa. Mesra dan serasi, seakan jarak antara eomma dan anak hilang sejenak. Mereka mengobrol di sela dansa mereka. Tak jarang aku melihat Yesung hyung mengecup bibir eomma sekilas. Hmf.. tidak usah terlalu heran, keluarga kami memang sering begitu. Itu hanya pembuktian sayang saja, lain ceritanya kalau appa angel dan eomma.

"Dasar anak itu membuatku cemburu!" appa angel mulai mengomel.

"Biarkanlah sebentar hyung, mereka kan sering tak akur belakangan ini" kangin ahjussi menghentikan langkah appa yang ingin menghentikan istri dan anaknya itu

"Kau seperti anak kecil hyung. Biarkan saja! Si zhoumy mana sih! Bummie coba kau hubungi!" appa china melirik ke arahku. Aku memaku diam, bagaimana mungkin aku bisa menghubungi china oleng itu.

Kyu menatapku dengan pandangan aneh. Aku menatap Henry. "Mana mungkin dia mau menemuiku lagi appa. Dia itu cukup sibuk dengan pekerjaannya" aku mulai bersikap tak senang lagi. Aku memang membenci cina itu karena dia selalu menomor duakan diriku dibanding pekerjaannya.

"Kalian bertengkar ya? Padahal kau sangat akrab dengannya. Kalau begitu appa akan menyuruhnya untuk mengurangi pekerjaannya kalau kau mau"

Aku terdiam sejenak, boleh juga tuh. Tapi kan, bukannya karena perintah appa lagi? Aku menggandeng tangan Henry. Yeoja ini tentu terkejut bukan main. "Ayo dansa! Gegemu itu takkan mau menemui kita"

"Tapi aku tak bisa dansa!"

"Aku ajari deh, masa begitu pada calon suamimu ini. Aku kan suka berdansa tiap malah chagi" wajah Henry memerah. Tapi kami berdua sama-sama tahu, kami tak bisa saling mencintai. Hanya sebatas saudara, aku tak yakin aku bisa menyenangkan appa dengan menikahi yeoja ini. Sebenarnya aku tak yakin pada diriku sendiri, aku akan bisa mencintainya dan memberikan apa yang diinginkan appa chinaku darinya.

Tiba-tiba saja hape ku berdering. Henry menghentikan langkah canggungnya dan melepas rangkulan tangannya di leherku. "Zhoumy…" ujarku dan membuatku berharap Henry menyuruhku untuk tetap focus padanya.

"Angkat sana!" ahk… bodohnya kau berharap seperti itu. Aku harusnya sangat tahu, Henry bukan yeoja egois yang menginginkan aku menjadi miliknya. Jika dia memaksaku mungkin aku bisa mencintainya, tapi ia tak pernah begitu. Dia tak pernah berharap pernikahan kami itu menjadi nyata.

"Baiklah kau tunggu disini!" aku mengecup pipinya sekilas yang langsung mendapat perhatian dari seluruh keluargaku. Sungguh aku ingin Henry memaksaku untuk mencintainya. Aku segera meninggalkannya dan mengambil posisi agak jauh dari pesta agar aku bisa dengan jelas mendengar suara Zhoumy dari sana.

"Wei.." katanya lemah

"Kau kemana saja? Papa mencarimu penta"

Zhoumy tertawa dari seberang telpon, "Kau kan yang sebenarnya mencariku"

"Jangan berharap banyak Zhoumy! Jika kau memang lebih memilih pekerjaan, ya sudah kerja aja terus. Jangan hubungi aku!"

"Kau ngambek? Baiklah, aku memilihmu, aku akan datang. Tunggu aku ya!"

"Brengsek kau! Jaga kelakuanmu di depan keluargaku. Ingat, calon istriku itu Henry bukan kau" aku segera mematikan telponku sebelum aku mendengar kata-kata yang akan menggoyahkan pertahananku lagi.

Sangat sakit memang. Hatiku serasa teriris perih. Air mataku mengalir tanpa ku sadari. Apa-apaan sih ini? Aku kan seorang namja. Mana boleh aku menangis seperti ini. Tidak boleh! Tiba-tiba sebuah dekapan hangat menyambut tubuhku. Seseorang memelukku dari belakang.

"Hyung gwechana?" Kyu dialah yang mendekapku. Aku segera mengelap air mataku, kembali tersenyum manis. Aku tak boleh membiarkan kyu mengkhawatirkanku.

"Gwechana…" aku berbalik menatap Kyu saat dia melepas dekapannya di pinggangku. Kali malah kyu memelukku erat dari depan.

"Sebentar saja hyung, aku merasa sangat merindukanmu" hahaha dasar anak kecil

Kyuhyun kemudian mencium bibirku sekilas. "Aku sayang sama hyung dan keluarga kita. Aku akan melindungi semuanya" katanya yang membuatku sedikit tak mengerti arah pembicaraannya. Aku menepuk kepala adikku itu pelan. Menatapnya dan mencoba percaya dengan semua yang ia lakukan.

Tak lama kemudian Zhoumy muncul dengan mobil hitamnya. Ia tersenyum menatapku. Aku diam dan masuk kelokasi pesta dengan berjalan sejajar bersama kyuhyun sementara dia mengikuti langkah kami. Appa china ku langsung memeluk namja tinggi ini dan mengenalkan dia pada semuanya.

Mengenalkan dia sebagai tangan kanan bisnisnya dan kakak kandung dari calon istriku, Henry. Aku hanya tersenyum kecut saat beberapa kali mataku bertemu dengan mata Zhoumy. Ini sungguh salah, aku harus memperbaikinya sebelum semuanya bertambah buruk.

Kyuhyun pov

Aku menyadarinya, tatapan hyungku pada namja bernama Zhoumy itu. Dia jauh menjadi lebih pendiam dari biasanya. Aku duduk diantara wookie hyung dan Minnie noona ku. Sengaja sih, biar mereka sadar aku ada di sini. Bisa-bisanya mereka dekat-dekatan kayak gitu. Wookie hyung tersenyum melihat kedatanganku.

"Minnie noona, boleh aku minta sesuatu?" aku mengeluarkan kitty eyes yang biasa di praktekkin oleh wookie hyung, namun sepertinya kalau aku yang ngeluarin kok gak berfungsi sih.

"Aku lagi gak mood nyuapin kamu makan kyu" Dia memasang wajah cemberutnya yang super aegyo. Aku terkekeh geli. Siapa juga yang minta suapin? Aku juga malu minta suapin di depan Henry, dia kan bisa pengumuman di depan teman-teman satu sekolahan.

"Hmf.. bisa temenin Kibum hyung sebentar? Aku ingin ngobrol dengan wookie hyung"

Sungmin noona yang mendengar nama kibum tentu saja bakal manggut-manggut. Hah.. apa aku relain aja ya dia sama kibum hyung biar kibum hyung jadi waras lagi. Tapi kan gak mungkin, semua orang di jagat raya ini juga tahu aku mencintai Minnie noona!

"Tumben nih, kibum bisa ngerebut Minnie dengan mudah lho!" wookie hyung memasang tampang sok taunya.

"Huh hyung… sudahlah! Menurutmu Zhoumy itu gimana?" tanyaku menunjuk namja china tinggi yang sedang bercengkrama dengan kedua appa dan yesung hyung.

"Maksudmu namja itu. Dia tinggi, dan berpenampilan menarik. Mapan dan berkelas. Pintar dan bisa di percaya. Makanyakan appa sangat menyukainya. Tenang saja, Minnie tak menyukai tipe begituan kyu" sungguh begitu tampankah dia? Pantas saja kibum hyung menyukainya.

"Lalu bagaimana dengan adiknya, si Henry?"

Wookie hyung celigukan mencari si Mochi. Sepertinya dia belum mengenal si mochi sih. Mereka kan belum pernah ketemu. Tiba-tiba si Mochi sudah berdiri di atas panggung. Dia hendak memainkan biola putihnya. Hmf… aku ingat biola kesayangannya yang selalu dilatihnya di ruang music. Ternyata untuk hari ini toh.

"Yang main biola itu lho hyung" wookie hyung menatap yeoja yang sudah memainkan biolanya itu. Permainan yang indah dan anggun. Dia seperti professional jika seperti itu. Sementara tatapan wookie hyung tak bisa lepas darinya.

Sudahlah, wookie hyung kan memang sangat peka soal music. Jadi biarin aja lah, sampe selesai. Henry cukup lama memainkannya, sekitar sepuluh menit dan langsung mendapatkan tepukan meriah saat ia mengakhiri. "Dia luar biasa kyu! Siapa namanya? Alamat nya dimana? Dia punya nomor telpon? Hobinya apa? Apa dia sudah punya pacar? Ya Tuhan, dia itu malaikat". Jangan membuatku semakin takut. WOOKIE HYUNG JATUH CINTA PADA SI MOCHI

Mata wookie hyung menggambarkan bahwa ia benar sungguh jatuh cinta. Tatapannya tak pernah pergi dari Henry bahkan saat dia memamerkan suara indahnya serta permainan piano solonya. Ya.. ampun! Gimana ini? Aku menjadikan masalah jadi rumit. Apa wookie hyung tidak tahu kalau Henry itu tunangannya kibum?

BRUGHH terdengar suara wookie hyung yang jatuh dari panggung karena tak memperhatikan langkahnya. BRAKK kali ini melanggar meja, TRANGG, SRASSH, PLOOP, GEDUBRAK… jangan Tanya bunyi apa itu. Semua suara itu di timbulkan oleh wookie hyung yang menabrak apa saja di depannya. Semua orang menatap wookie hyung yang seperti tak bernyawa.

"Kau baik-baik saja" Hah.. akhirnya Henry sendiri yang membantunya berdiri. Wajahnya seperti kepiting rebus sekarang yang dicampur dengan saus tomat. Merah banget! "Permainan piano dan suaramu itu sangat hebat" puji Henry

"Biolamu juga. Boleh aku tahu namamu? Aku wookie" katanya dengan gugup

"Henry… salam kenal wookie ge.. maksudku oppa" blush… kenapa si henry juga ikutan blushing gitu sih.

"Kau ingin berdansa?" waw.. hebat juga nih si wookie

Entah kenapa kibum memotong diantara mereka berdua. Sebuah rangkulan lembutnya di pinggang Henry cukup meyakinkan orang-orang dia sungguh tunangan ideal buat yeoja imut itu. "Mian hyung, aku duluan yang mengajaknya berdansa"

Aku melihat tatapan kecewa di wajah wookie hyung. Seluruh keluarga tertawa melihat aksi babonya itu. Aku hanya menggeleng-geleng meratapi nasib kasihan hyungku itu.

Henry pov

Jantungku berdetak tak karuan saat bertemu dengan wookie oppa. Dia sangat imut dan manis. Dia juga terlihat baik hati serta ramah. Tapi kibum gege malah membawaku pergi darinya. Huwa… apa sih mau si gege ini. Dia malah sok mesra lagi. Membuatku malu saja. Akh.. aku serasa seperti Cinderella jika aku benar akan menikahinya.

Benarkah dia mempunyai perasaan padaku? Perasaan yang menganggapku sebagai seorang yeoja? Bukan sebagai seorang adik perempuannya. Aku sedikit takut, dia menerima pernikahan ini hanya untuk menyenangkan hati Mr. HanGeng. Aku juga seharusnya sadar diri donk, aku sudah mendapatkan hidup yang layak dari keluarga Kibum gege, tidak pantaskan aku menolaknya.

Saat music bernada lembut itu di putar. Aku melihat Mr. Han terkekeh pelan melihat kami. Dia pasti senang, aku seharusnya juga harus senang kan? "Ayo rangkul leherku!" bisik kibum lembut dan aku mematuhinya. Dia melinkarkan tangannya di pinggangku. Membuat jarak kami sangat dekat.

"Ge.. kurasa ada yang salah dengan ini" ujarku dengan sedikit takut

"Tatap mataku Henry!" sekali lagi aku patuh lagi "Aku akan mengabulkan permohonan papa" aku terdiam mendengar yang baru saja di katakan. Rasanya ingin tertawa, tak kusangka dia akan senekat ini mengabulkan permohonan Mr. Hangeng.

"Kau serius ge?" aku mencoba mengkonfirmasi pernyataan yang baru saja ku dengar. Sepertinya aku bakal sungguhan menjadi seorang Cinderella. Cinderella dari seorang pangeran yang kuanggap sebagai gegeku sendiri. Ini bodoh

Dia mengeluarkan senyuman killernya, tapi itu tak terlalu berpengaruh padaku. "Lakukan apa yang ku minta dan kau sungguhan menjadi seorang Cinderella, Henry"

Aku mendengar sebuah kata jebakan dari Kibum. Apa dia kumat lagi ya? Aku hanya bisa patuh di saat begini. Aku tak tahu siapa korbannya kali ini, tapi jika aku tak ingin dapat masalah lebih baik aku ikuti saja. Aku menghela nafas.

"Ok, buat kita seolah sedang berciuman! Jinjit kakimu lalu agak miringkan kepalamu. Mengerti" hah tuh kan, begini katanya dia ingin menikahiku, bahkan baginya dia sangat haram untuk menyentuhku karena aku adiknya. Kami seakan sedang berciuman dengan sangat mesra dan dalam.

"Omo mereka berciuman" terdengar teriakan histeris dari keluarga kibum. Rasanya aku ingin tertawa. Menggelikan.

Kibum kemudian sekilas menciumku lembut di bibir. Aku mengerti, ciuman keluarga. Dia tersenyum lalu menepuk kepalaku. "Aku tak tahu apa rencanamu, dan aku tak ingin terima akhir bodohnya ge"

"tak masalah" bisiknya. Dia melirik kearah wookie oppa, kemudian Zhoumy gege "Aku dan Henry setuju dengan pertunangan itu appa!"

TBC

Nah hayo tebak! Apa sebenarnya rencana kibum?

Chapter 2 selesai, mohon review nya ya!

Nah hayo kita balas review…. Ckckck

bebeikbumie ngga log-in : lam kenal uga Reno…. Hihihi map ya, kebiasaan saya itu akut banget soal ngerandom pasangan. Mian ya, korban bentar

Irma230693 : yang jadi semenya mimi kok, Cuma saja yang berkuasa si kibum. Wakawaka… bakal jelas di chap selanjutnya

Maykyuminnie : Mian… hiks, mank lama neh… ampuni author yang terlalu malas publish #kena gampar

ZueTeuk : Berusaha nih…

Love kyuhyukwon : OK!

ichiko yuuki : Hehehehe… kita satu ideologi! Bwahahahaha…..

Gyurievil : kyu mesti liad… karena dialah yang jadi bintang utamanya… *evil smirk author*

Pity MbumKyumin Elf4ever : Siip… gue suka gaya loe! Hihihihi…

Kim : wah… saya kirain saya harus mendekin, rupanya ada maksud di balik tujuan

gme ky : Ini dia jreng.. jreng

Echa Sk'ElfRyeosomnia : Wah… sepertinya bakal iya neh…

PoKyu love kyumin : Maaf… kibum itu milik author seorang, kalau Henry, silahkan aja… saya hadiahin.. hihihihi.. #serius kena bakar idup-idup#