Percaya sama Kyu!
(Super Junior Family)
Pairing : khuhyun(last child), kibum(fifth child)
Support cast: leeteuk(appa),heechul(eomma),yesung(first child),siwon(second child),eunhyuk(third child),ryeowook(fourth child), kangin(leeteuk's brother),hangeng(kibum's father),sungmin(ryeowook's yeojachingu), donghae(eunhyuk's yeojachingu), shindong(sungmin's father), Zhoumy (henry's brother), Henry (ada deh… masih rahasia, yang penting dia yeoja disini)
Genre: family, romance (?)
Rating: K+
Warning : FF saya masih mengandung unsure ke gaje an yang parah, beberapa reader bilang gitu #ditabok reader karena bawa-bawa mereka# sungmin, donghae, heechul dan henry yeoja disini!
Summaring : lanjutan dari Kyuhyun Vs Kibum (Super Junior Family), kali Kyuhyun merasa posisi magnaenya terancam lagi. Kibum kembali dengan rencana untuk menjahili kyuhyun dan mengambil nama evil dari kyuhyun. Sekali lagi, tapi dengan rencana yang buat dongsaengnya itu harus menjadi angel magnae.
Seperti biasa saya cuap-cuap gaje dulu! Khekhekhe.. saya habis di kejar reader yang teriak-teriak gaje minta sequel Aku Gak Waras + Gila yang pairingnya KyuWook itu lho! Huh.. jadi cape nih…. Hihihi.. saya akan buat tuh sequel Cuma agak bingung juga pengen sequel Kyu atau malah Siwon ya! Hehehe… di review dulu yang banyak baru bakal saya bikin! Hmf… ntar law kecepatan buat sequel rewiewannya di sequel lebih banyak dari first story nya! Kan maunya sama-sama banyak! *kena tabok para reader karena banyak maunya*.
*reader: jadi thor kapan mulainya neh?*
*author: tunggu dulu castnya beyum siap! Eh… bum cepat ambil posisi lu!*
*kibum: mau gua ceraiin lu!*
*author: ampun! Oke kita mulai aja deh! Love u bummie oppa! Jangan marah ya!*
%%
Wookie pov.
Benarkah yang aku lihat ini? Kibum berciuman dengan Henry, yeoja yang baru saja mencuri hatiku? Ciuman itu? Huwaaa…. Sangat panas dan dalam. Aku ingin menangisi nasibku, kenapa semua yeoja yang kusukai diambil oleh para saengku yang sangat ku sayangi ini. Apa ini karma dari Tuhan, karena saat habis melahirkanku eomma ku selingkuh dengan appa Hangeng? Hiks… T.T, inikan bukan salahku, aku tak tahu apapun… kenapa karmanya kena ke aku sih?
Kibum melepaskan ciuman panasnya kemudian kembali mengecup bibir yeoja manis itu sekilas. Aku tak tahu mereka sedang bicara apa. Mereka berbisik. Kemudian kibum melirikku sebentar, apa dia sadar aku menyukai yeoja yang mungkin juga ia cintai itu. Ku harap dia akan mengalah, tapi kan aku yang hyungnya, dimana-mana hyung yang mengalah.
Tak ku sangka melirik kea rah namja tinggi yang ku tahu oppanya Henry, Zhoumy. Dia tersenyum, apa dia sedang meminta izin atas adiknya? Tidak! Senyuman itu bermaksud lain, senyuman kibum seperti seringgai lebih tepatnya. Dia kemudian melirik ke arah dua appa akhirnya, semua terkesima melihat kelakuannya yang tak terduga, mengingat dia yang begitu tertutup dan pendiam sebelumnya.
"Aku dan Henry setuju dengan pertunangan itu Appa?" katanya jelas dan tegas.
PRANGGG! *suara apa tuh?* hatiku hancur berkeping-keping. Aku membatu di tempat. Ku rasakan Yesung hyung yang menggenggam tanganku. Dialah hyung yang paling dekat denganku. Dia selalu mendengar ocehanku yang gak jelas soal semua yang kualami. Tempat curhat dan yang paling mengerti aku. Dia pasti tahu bahwa aku sedang jatuh cinta dengan semua hal gila yang baru saja terjadi. Adegan tabrakanku dengan segala benda di pesta ini.
Diluar dugaan, appa cina segera memeluk mereka berdua. Dia terlihat sangat senang. Appa angel menepuk bahu eomma yang masih terdiam melihat anak tercintanya yang menyelingkuhinya(?). apa maksudnya ini?
"Ku kira Kibum akan menolaknya" celutuk Eunhyuk hyung yang masih merangkul mesra Donghae noona.
Siwon hyung berdecak. "Mau gimana lagi appa china kan yang memaksanya, lagi pula dia dan Henry sepertinya saling suka. Wajar donk!"
Aku langsung berbalik ke arah mereka. Yesung hyung melepaskan genggamannya. "Maksudnya? Kok aku gak tahu?"
"Salahmu sih Wookie. Kau terlalu sibuk dengan lagumu itu. Makanya kau gak tau, si Kibum itu harus segera secepatnya menikah dengan seorang yeoja dan memberikan keturunan untuk appa china. Bagaimana pun dia kan pewaris sahnya!" perkataan Eunhyuk hyung persis menikam tepat di jantungku.
Jadi sudah sangat jelas sekarang. Akulah yang tidak tahu apapun. Henry itu adalah tunangan yang di siapkan keluarga untuknya. Appa angel juga pasti sudah menyetujui rencana ini. Benar, ini demi kebaikan seluruh keluarga. Meski kyuhyun lah anak kandung appa china tapi kan kibum lah yang selama ini berbakti untuk dia. Tentu saja anak kibumlah yang di tunggu kehadirannya oleh appa china. Babo sekali kau wookie, kau berharap merampas orang yang akan memberikan kebahagian keluarga ini.
"Mereka akan menikah setelah Henry menyelesaikan SMAnya" tiba-tiba Kyuhyun nongol dari belakang sambil nyengir. "Kibum pasti telah menemukan yang tepat untuknya, iya kan hyung?"
Aku tersenyum pahit. Benar… aku harusnya belajar untuk mengalah sekali lagi. Ini bukan hanya demi saengku yang paling menderita karena lama berpisah dari kami. Tapi juga demi tanggungjawabnya dalam keluarga ini. Dan juga demi janjiku untuk menjaga keutuhan keluarga ini sampai akhir.
%%
Henry pov.
Rasanya aku ingin menjerit, hiks… memang susah belajar bahasa korea. Belum lagi karena hal itu tidak ada satupun yeoja yang mau berteman denganku. Palingan beberapa namja yang sangat susah di ajak bicara. Mereka hanya manggut-manggut gak jelas saat aku terkadang berbicara bahasa Mandarin atau Inggris pada mereka. Maklum saja bahasa korea ku agak belepotan.
Secara tidak langsung, aku menjadi anak pendiam di kelas. Aku juga tak bisa bergaul dan tertutup. DUNIA INI KEJAM. Aku membenci semua hal yang membuat aku harus repot-repot ke Korsel kecuali satu Keluarga Cho dan Mr. Han. Untuk Mr. Han, tidak mungkin aku membencinya secara dia adalah papa ku yang membesarkanku bersama gegeku dari kecil. Dia yang memungut kami dari panti asuhan yang seperi neraka itu.
Kemudian untuk keluarga Cho, tidak mungkin aku membenci mereka juga. Secara mereka adalah calon keluarga ku juga. Benarkah itu akan terjadi. Benarkah aku akan menikah dengan seorang Cho Kibum yang ku anggap sebagai gege ku sendiri. Aku tumbuh bersamanya, dan aku merasakan betapa pahitnya hidupnya yang harus selalu bersikap elegant dan begitu patuh pada Mr. Han. Dia anak yang sangat baik.
Mungkin pemikiran ku harus berubah untuk terus menganggap seorang kibum sebagai gegeku. Aku tunangannya dan harus ku akui hidupku sangat sempurna di buatnya belakangan ini. Benar,,, sejak pesta ulang tahun Yesung oppa sebulan yang lalu. Aku bagaikan seorang putri raja. Yang benar aku seorang Cinderella.
Hmf.. aku tidak pernah menyangka dia berubah total menjadi orang super romantis. Dia sangat manis dan karakter namja yang sangat mendebarkan serta mempesona terpancar dari dirinya. Salahkah jika aku sudah mulai mencintainya sekarang. Tidak! Aku tidak sedang memulai, aku sudah sangat mencintainya dengan perlakuan istimewanya yang tidak membuatku merasa sebagai seorang mei-meinya.
"Hei.. Mochi, ngelamunin Kibum hyung ya!" seseorang mencubit pipiku yang cantik ini. Siapapun pasti tahu dia kan? Si evil yang selalu suka menggodaku dan mempermainkanku seenaknya.
Cho Kyuhyun dia nyengir sambil terus mencubiti pipi chubby ku. Hiks.. inikan sakit. Tega banget sih nih iblis. Gak bisa kepikiran deh kalau dia ini bakal jadi adik iparku. Bisa minum racun aku setelah ngelahirin anak yang diminta Mr. Han. Aku sungguh gak tahan melihat tingkahnya yang gak pernah sopan ini.
"Berhentilah mencubiti pipiku, Kyu! Sakit tahu!" pekikku menyingkirkan tangannya.
Kyu menatapku tajam. "Kau lagi dapet ya?" tanyanya ceplos yang langsung membuat wajahku merona. Kok dia bisa tahu
"Yak.. Cho Kyuhyun! Tidak sopan berbicara begitu pada yeoja seperti ku" ku tepuk kepalanya.
Kyuhyun mengeluarkan seringgai evil kebanggaannya. Membuatku merinding sejenak. "hihihihi… benar ya? Padahal aku asal aja tadi. Tapi kata-katamu ada yang salah tuh!" aku menaikkan alisku sebelah. Mengeluarkan tatapan APANYA-YANG-SALAH? "Seharusnya kau bilang tidak sopan berbicara begitu pada calon kakak iparmu"
Kurasakan wajahku kelewat memanas. Aku memang selalu begini sejak Kibum menautkan cincin cantik ini di jari manisku. Hua… aku jadi ingat saat dia tersenyum menatap mataku kemudian mengecup pucuk kepalaku dengan lembut. Kurasa dia mulai menganggapku tidak sebagai mei-meinya lagi, dia mungkin hanya ingin mempermainkan Zhoumy gege saat pesta ulang tahun Yesung hyung kemarin dengan ciuman panas pura-pura itu.
Kami bertiga adalah anak kebanggaan dari Mr. Han. Meski aku sama sekali gak ada gunanya selain ngehibur Mr. Han yang kelelahan dengan permainan biolaku. Zhoumy gege dan aku bersaudara kandung yang di adopsi Mr. Han untuk menemani Kibum. Dia memang anak pendiam pada awalnya. Tapi jika semakin mengenalnya, dia berkarakter hangat dan periang.
Zhoumy gege selalu mengajari Kibum semuanya. Mengingat Zhoumy gege beberapa tahun lebih tua dari Kibum. Zhoumy gege tak pernah merasakan bangku sekolah, dia belajar dengan cepat karena otaknya yang pintar dengan bantuan guru-guru khusus yang dibayar Mr. Han untuknya. Berbeda denganku yang memang harus belajar dengan sungguh-sungguh di sekolah. Lain halnya dengan Kibum yang di anugrahi otak jenius, dia tidak mengenyam bangku sekolahan sebelumnya, dia juga tak mau belajar dari orang lain kecuali Zhoumy gege dan bisnis secara langsung dengan Mr. Han sendiri.
Mungkin banyak orang yang tidak percaya, tapi Kibum gege sudah bisa di bilang menamatkan S2 masalah perbisnisan. Setelah tamat SMA ini, wajar saja dia hanya harus focus tentang… ya.. tahu sendiri lah! Keturunan! Yang kudengar langsung dari Mr. Han, saat tamat SMA. Kibum akan langsung memegang jabatan menjadi Direktur Utama Perusahaan Mr. Han di KorSel. Inilah yang membuat Zhoumy gege harus segera mempelajari seluk beluk bisnis Korsel agar menjadi wakil Kibum dalam berbagai hal.
Selain keakraban dalam bisnis dan pelajaran, kibum gege dan Zhoumy gege juga akrab dalam hal lainnya. Di bilang akrab juga gak bisa sih, mereka ini bagaikan kucing dan tikus yang selalu bertengkar. Hingga akhirnya Zhoumy gege yang akan mengalah. Maklum sih, Kibum gege itu luar biasa egoisnya dan kenekatan yang kelewat batas sedangkan Zhoumy gege harus setia jadi pawangnya. Meski hal itu sangat jarang terlihat, karena si Kibum gege ini penjaga penampilan banget. Dia harus selalu terlihat sempurna.
"Wajahmu sangat merah lho, Mochi! Jadi kayak tomat!" celutuk Kyuhyun lagi
PLAAAK… sebuah jitakan keras tepat mendarat di kepala Kyuhyun. "Berhentilah menggoda istriku Kyunnie" Kibum gege mengeluarkan deathglarenya dan langsung di sambut anggukkan oleh si evil.
Wajahku tambah memerah mendengar pembelaannya. "Ini buatmu, Henry-chan" Kibum mengeluarkan setangkai mawar merah dan memberikannya padaku. Rutinitas yang selalu ia lakukan tiap jam istirahat.
"Gege, hari ini Henry mau masak, datang ke apartemen ya!" ku keluarkan senyuman terindahku.
Kibum gege mengerutkan dahinya. Apa dia sedang berpikir tentang schedule nya? Seperti orang sibuk aja. "Hmf… kau tak berniat meracuniku kan? Tumben sekali kau masak!" Gedubrak! Jadi itu toh yang dia pikirin. Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.
"Haaahhahaahaaha… hyung, istrimu mau masak kenapa kau curigai seperti itu?" celoteh Kyu yang membuat mood ku langsung jatuh. "Masakannya beneran beracun ya? Les sana sama wookie hyung"
Pipiku langsung menggembung, bibirku manyun. Ya.. aku kesal sekarang. Tega bener dia bilang aku bakal ngeracuni dia. Aku sengaja lho, belajar masak dari eomma chullie biar bisa masak. Begini responnya ternyata, huh… tau begini, ogah aku belajar masak, udah yang ngajar galak bener lagi.
"Ok, honey! I will come!" Kibum gege tersenyum manis padaku. "Aku janji bakal ngehabisinnya. Aku tahu kok kamu udah cape banget belajar sama eomma demi aku" eh.. dia tahu?
"Apwa? Kau belajar dari mak lampir itu? Semoga saja kutukan bersuami banyak tak turun padamu Mochi" dia ini anak apaan sih, masa ngejelekin emak sendiri?
Kibum mengeluarkan deathglare lagi. Kyuhyun diam. "Kyu tutup mulutmu! Oh ya, bisa gak tutup matamu bentar" katanya yang membuat kyu menyeringgai.
"Aku mau nonton!"
Kibum memutar bola matanya, "Terserahmu! Jangan salahkan aku, jika Minnie noona menamparmu karena mempraktekkannya ya!" maksudnya apa nih. "Kemarilah Henry-chan!" Kibum menarik tanganku hingga aku tepat berdiri di depannya. Baru ku sadari aku pendek! Kya…. Apa ini? Dia menciumku! Bukan ciuman keluarga lagi, ini ciuman… yang kau tahu? Sebenarnya!.
%%
Dengan riang aku berjalan memasuki apartemen yang menjadi rumahku dan Zhoumy gege sekarang. Aku melirik sepatu Kibum gege dan Zhoumy gege sudah ada di pintu masuk. Bisa kutebak, Zhoumy gege sudah pulang dan Kibum gege sudah datang. Hmf… aku tak sabar menunjukkan hasil belajar memasakku pada mereka. Zhoumy gege pasti percaya bahwa aku bisa menjadi istri yang baik untuk kibum nantinya.
Huh.. dia kan ngotot banget gak menyetujui pertunanganku. Katanya aku gak punya tanlenta banget buat jadi istri yang baik untuk tuan muda nya itu. Nyebelin banget kan? Dasar gege sewot!
Tanpa sengaja aku mendengar suara aneh dari kamar Zhoumy gege. Suaranya seperti suara Kibum. Mereka sedang apa sih? Apa sedang nonton film yadong bedua? Dasar pervert! Bisa mati aku kalau Kibum mraktekin mendadak kan? Hiks… serem juga ngebayanginnya. Apa lagi namja itu udah berani banget belakangan ini.
"Sudahlah Mimi! bagaimana kalau Henry pulang tiba-tiba? Kau mau cari masalah ya?" suara Kibum gege
"Bummie, jarang lho kita ketemuan!"
"Aku tahu jarang banget, itu kan salahmu babo! Siapa suruh kau sibuk mulu!"
Zhoumy gege terkekeh, suaranya terdengar manja. Sebenarnya mereka ngapain sih? Kenapa takut aku bakal pulang tiba-tiba? "Te bu chi, aku akan mengurangi jadwalku untuk bisa sering bertemu denganmu. Wo ai ni bummie" eh.. apa tadi yang di bilang gege? Aku gak salah dengarkan? Wo ai ni? Ku rasa mereka sedang bercanda.
"Bagus tuh! Sekalian, nafsu mu itu Mi. kau sendiri kan yang bilang takkan melakukan apapun padaku sebelum aku tamat sekolah. Kalau sampai terjadi bisa mati aku"
"Hahahaha.. Sorry baby! Takkan ku ulangi lagi!"
"Akh… mana bajuku? Kau lempar kemana tadi? Dasar pervert!" aku mulai paham kemana arah pembicaraan ini. "Aish… lihat apa yang kau buat Zhoumy, ini sangat merah. Apa yang harus ku lakukan jika ada orang yang menyadari ini. Tidak mungkin kan aku katakan Henry yang buat!"
"Benarkah kau itu si Putra Han yang jenius. Gitu aja repot, nih tutupin pake plaster luka. Babo amat! Ok! Cium aku sekali lagi dan akan kubiarkan kau keluar"
Ya Tuhan! Apa yang baru aku dengar ini, apa aku sedang bermimpi di siang bolong begini? Ku mohon, kibum gege yang mungkin sudah datang ke apartemenku, bangunkan aku! Pastikan aku sedang salah, kemudian kau akan tertawa mendengar semua ocehanku tentang mimpi gila ini. Aku mencoba mencubit pipiku. Tidak, aku tidak sedang bermimpi. Bagaimana ini?
Air mata mengalir begitu saja dari pelupuk mataku. Aku tak ingin percaya ini. Jika ini memang benar, aku tak ingin mendengarnya. Aku tak ingin tahu bahwa Kibum menyetujui pertunangan ini karena gegeku sendiri. Aku menjadi batu locatan dengan hubungan abnormal mereka selama ini. Aku adalah tirai yang selalu menutupi rahasia mereka. Aku… aku.. yang selama ini yang terlalu berharap agar di cintai seorang Kibum. Aku lah nona yang menginginkan hidupnya berakhir bahagia dengan gege yang baik yang akan menemaninya selamanya.
Seharusnya dari awal aku tak berharap. Tapi kenapa mesti gege ku yang merebut kibum? Kenapa gegeku adalah namja? Benar.. jika dia bukan seorang namja mana mungkin aku bisa bermimpi menjadi seorang Cinderella. Hatiku sakit sekali. Aku hanya penutup hubungan mereka itu. Seberapa jauh sebenarnya hubungan mereka selama ini? Sampai mereka tega mengorbankanku!
"Nah.. sudah kan! Ayo kita keluar, aku ingin menyambut Henry" Terdengar suara Kibum gege lagi. Entah kenapa kakiku menuntunku untuk kembali ke pintu. Secepatnya ku hapus air mataku.
"Wo lai le" teriakku seceria mungkin. Aku melihat raut kecemasan di wajah Zhoumy gege. Kibum gege menyambutku dengan senyuman indahnya, Zhoumy gege segera membantuku membawakan belanjaanku.
"Kau akan masak apa?" Tanya Kibum membuatku semakin tak percaya dia sedang bersandiwara. "Kau menangis, chagi? Apa ada yang menyakitimu?"
Aku menggeleng cepat. Tersenyum dengan sangat terpaksa. Tak mungkin kan aku mengaku dengan polos, kalau yang menyakitiku itu adalah dia! Tenanglah Henry, belum saatnya kau harus berteriak mengeluarkan semua sakit hatimu. Kau tega melihat wajah kedua gegemu ini bersedih untukmu? Setidaknya aku tak sejahat mereka!
"Ge.. kenapa lehermu?" ku lirik plaster yang sempat ku dengar dalam pembicaraan gila mereka di kamar. Kibum gege tampak gugup, apa dia tidak akan menemukan kebohongan baru?
"Tak sengaja tergores, Mei. Gege sudah bantu mengobatinya, jadi kau jangan khawatir" bagus sekali! Zhoumy gege kau sukses menutupi kebenarannya. Kau membantu kekasihmu untuk selingkuh rupanya? Segitu kompakkah kalian membohongiku?
Aku melingkarkan tanganku di leher kibum gege. Mencuri ciumannya dengan brutal. Jika memang benar dia tak bersalah, dia akan membalasnya kan? Tapi tidak, dia melakukan hal yang memang harus ia lakukan. Ia mendorongku dengan lembut, aku menatapnya. "Kau kenapa sebenarnya?"
"Hanya belajar membuatmu senang"
"Henry, jangan lakukan itu lagi" kali ini Zhoumy gege membentakku. Aku menatapnya tajam.
"Gege, tolong jangan campuri urusanku dengan tunanganku. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya. Nah… my lovely, kenapa kau mendorongku?"
"A…a.. aku" dia melirik ke arah Zhoumy gege. Kemudian dia menunduk. "Aku hanya belum terbiasa, baru kali ini kau yang menciumku duluan"
"Mian kalau gitu. Ya sudah, aku akan buatkan makanan yang enak buat kalian berdua. Aku ke dapur dulu ya!" aku menggosok bibirku kencang. Air mataku sudah tak terbendung lagi, aku sukses menutupinya. Aku dapat merasakannya, bau Zhoumy gege tercium di tubuh Kibum. Itu sudah cukup menjadi bukti kalau aku lah korbannya.
%ika. Zordick%
Eunhyuk pov.
Malam ini suasana rumah ramai seperti biasanya. Aku bisa mendengar suara bercengkrama para hyungdeul dan dongsaengdeul ku di ruang keluarga sambil menikmati makan malam mereka. Pasti hanya aku saja yang baru pulang. Aku paling anti membuat waktuku dengan keluarga berkurang. Bagiku keluarga inilah yang terpenting, tak ada yang lain.
Menjadi seorang penari dan penyanyi memang bukan hal yang mudah. Aku harus rela menjadi pujaan dengan jutaan penggemar. Tapi itu bukan masalah besarnya, aku hanya takut yeoja chinguku yang bernama Lee Dong Hae, seorang model itu harus berpaling ke hyungku yang paling tampan. Siwon hyung, dia adalah rival beratku soal cinta.
Sebenarnya sih, tak ada masalah yang terlalu berarti soal itu. Kami memang tak bisa saling mengalah seperti sejarah wookie dan kyuhyun yang sudah melegenda di dalam keluarga. Tapi kami tak pernah saling menyakiti, kami selalu bersaing secara sehat dan gantle. Semuanya kan terserah donghae, siapa yang ia pilih akhirnya. Meski akulah namja chingu sahnya dia.
Ku hempaskan tubuhku di sofa dan mengambil posisi kepala di pangkuan hyungku yang tertua. Buakh… "Adoooww!" teriakku saat mendapati sesuatu yang keras menubruk kepalaku.
"Heh.. menyingkir kau!" aura hitam aneh nan menyeramkan Yesung hyung keluar. Hiii… menakutkan! Aku segera membetulkan posisi dudukku. Ku lihat kura-kura kesayangannya berada di pangkuannya. Jadi cangkang itu toh tadi yang mengenai kepalaku. "Lihat! Apa yang kau lakukan pada anakku! Dia jadi ketakutan" cerewetnya ikutan kumat lagi.
Gak usah heran deh, kenapa dia lebih mencintai kura-kura aka anaknya itu dari pada Cho Eun Hyuk ini. Udah banyak korban dari kekerasan kura-kuranya itu. Kyuhyun yang pernah kepeleset karena kesandung tuh kura-kura dan eomma yang sering di gigit sama kura-kura jadi-jadian itu. Beruntungnya tuh kura-kura selalu nyari korban orang jahat semua (nb: kyu=evil magnae, heechul=princess of darkness). Hyungku ini saat sudah tahu itu semua malah ngelariin kura-kuranya kerumah sakit sambil ngomel, bukannya kyu atau eomma yang dia lariin dulu. Penyakit gila kura-kuranya itu emang udah stadium akut. Tapi aku tahu dia sangat sayang sama keluarga ini. Banyak hal yang ia lakukan untuk kami tapi belum tentu ia lakukan pada kura-kuranya. Kalau dia nyamain kami sama anaknya itu pasti si wookie bakal buat sup kura-kura deh.
"Hyung udah pulang? Mau makan atau mandi dulu?" Wookie menghampiriku dengan mata berbinar. Dia seperti seorang istri saja. dia bahkan lebih baik dari eomma, benar.. wookielah nyonya di rumah ini.
"Aku mau makan aja wookie-ah!" Wookie dengan cekatan membuka mantel dan membawa tasku ke kamarku dan Yesung hyung. Dia memang adik yang baik.
Tiba-tiba suara gaduh ku dengar dari pintu. "OMO.. apa yang terjadi pada Henry?" teriaknya yang membuatku langsung berlari ke arah pintu keluar. Kulihat kangin ahjussi menggendong Henry di pundaknya. Kibum terlihat panic dan mencoba menggendong tubuh mungil itu. Dia tunangannya kan? Itu wajar.
"Appa aku baringkan dia di tempat tidurku ya!" kibum meminta izin saat dia sudah menggendong Henry sampai ke depan pintu kamarnya. Appa angel mengangguk, aku membantunya membuka pintu kamar itu. Bau alcohol yang menyengat tercium dari tubuh Henry. Anak ini mabuk. Dan sudah kulihat wajah tak suka eomma. Bagaimana mungkin yeoja belum cukup umur seperti dia mabuk-mabukan. Appa saja tak pernah mabuk begini.
Saat di kamar kibum, aku sengaja tak menutup pintunya. Sudah peraturan di rumah ini, tak ada seorang yeoja pun kecuali eomma yang boleh memasuki kamar kami. Kibum membaringkan henry di ranjangnya. Terlihat raut kecemasan di wajahnya. "Kau sebenarnya kenapa chagi?" kudengar dia berbisik mengelus kepala Henry dengan lembut.
Henry terjaga, spontan dia mendorong tubuh kibum. Dia melotot marah kepada adikku itu. Apa mereka bertengkar? Donghae sama menyeramkannya dengan Henry sekarang ini kalau lagi marah padaku. "Menyingkir dariku!" pekiknya yang cukup membuat kami yang menonton terkejut.
Kibum berusaha menenangkan yeoja yang mabuk ini dengan tetap menjaga emosinya. Aku kagum dengan pengertiannya itu. Jika aku berada di posisinya, aku pasti akan ikutan menyelak. "Kau sebenarnya kenapa?"
PLAKK, aku tidak salah lihat kan? Henry menampar kibum? Dia baru saja melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan appa sekalipun pada kibum. Eomma terlihat sudah tak bisa menahan emosinya, dengan sigap Kyuhyun menahannya yang sudah seperti kerasukan setan itu. Aku menatap kibum, matanya berkaca-kaca. Tapi dia masih tetap lembut pada Henry. "Mian, kalau aku bersalah!" kata kibum lirih.
"Jangan berani menyentuhku, Cho kibum!" teriak Henry lagi. Aku merasa Henry sungguh keterlaluan. "Kau membohongiku! Bisa-bisanya kau membohongiku dengan mencintai orang lain! Aku benci padamu" dia menjadi lebih histeris. Kali ini suasana hening, eomma yang sudah teriak-teriak soal anak kesayangannya itu sudah mulai tenang. Kibum lah yang menyakiti hati Henry hingga dia seperti ini. Kibum pun sepertinya tak menunjukkan tanda-tanda pernyataan Henry itu ada yang salah.
BRUGH… Henry tepat jatuh di pelukan kibum. Dia tertidur. Kibum kembali mengangkat tubuh mungil itu ke ranjangnya. Dia tetap membisu saat ribuan pertannyaan menerjangnya.
%%
Pagi menjemput, kicauan burung terdengar sayup-sayup merdu di telinga. Aku membuka mataku yang serasa masih berat. Jadwalku kosong hari ini, kebetulan sekali hari ini hari Minggu. Sempurnalah…. Aku berjalan melewati kamar Kibum, suara berisik terdengar dari sana. Bukankah kibum hari ini akan ke kantor appa china bersama siwon hyung?
Aku mencoba menguping. Ini bukan kebiasaanku sih, salahkan sendiri kenapa aku mendengar suara imut-imut dari seorang yeoja imut dari kamar itu. Pasti Henry, dia sudah bangun rupanya. Kudengar lagi suara wookie yang menenangkannya dan suara kyuhyun yang mengintrogasinya dengan nada tegas.
Henry berbicara sambil terisak, "Aku bisa apa lagi oppa? Kibum gege sudah menghianatiku, aku sudah tak bisa menyelamatkan hubungan ini. Aku sudah cukup bersabar. Tak hanya sekali dua kali aku mendapati dia dengan…." Suaranya tercekat. "Aku tak bisa bilang" katanya akhirnya.
Kyu menghela nafas berat. Dia pasti tahu sesuatu, aku kenal saengku itu. "Zhoumy kan. Orang itu Zhoumy kan"
Eh… si kyu gak salah orang tuh? Si zhoumy kan namja. Mana mungkin selingkuhan kibum itu si Zhoumy. Hahahahaha…. Ada ada aja!
"Kok… kau bisa…?" Suara Henry terdengar tak percaya
"Apa maksud kalian, kibum berhubungan dengan Zhoumy? Mereka… mereka gay?" kali ini wookie yang tak percaya.
"Ya, itulah kenyataannya oppa, aku juga gak percaya awalnya. Tapi aku sering menangkap basah mereka. A… aku" tangis Henry kembali pecah. Benarkah yang aku dengar ini? Aku segera menerjang pintu kamar ini. Henry, kyu dan wookie terlihat tak percaya melihat sosokku. Itu masalah yang sangat besar.
"Tunjukkan aku dimana gegemu itu berada agar aku bisa membunuhnya!" teriakku lantang!
%ika. Zordick%
Siwon pov
Wajah kibum terlihat cemas dari tadi. Aku mengerti akan hal itu, selain ini persentasi yang sangat menentukan nasib perusahaan, dia juga punya masalah dengan Henry kan? Kenapa anak ini mempunyai begitu banyak masalah dalam hidupnya. Padahal aku yang hyungnya saja, bisa hidup santai kayak gini.
Hampir tiga jam, persentasi kibum dengan bahasa inggrisnya yang membuatku cengo selesai sudah. Aku sungguh tak percaya, dia melakukannya dengan sangat luarbiasa. Banyak orang yang merasa bangga pada dirinya sekarang ini termasuk aku. Dia anak luarbiasa. Dia mensukseskan persentasi ini dan membuat para investor harus bersedia mengeluarkan semua uangnya untuk proyek yang kurasa gila hasil buah pikirannya sendiri. Kalau benar berhasil, pasti untungnya sangat besar, tapi resikonya juga sama besarnya. Semua investor dan bahkan perusahaan kami di korea bisa bangkrut.
"Kau yakin dengan rencana itu bummie?" tanyaku agak takut. Dia sedang berjalan beriringan dengan Zhoumy membicarakan beberapa urusan pekerjaan juga.
Dia berbalik melihatku. "Tenang saja hyung, pasti berhasil. Kita punya kartu as kok"
"Maksudmu?"
"Kita punya Zhoumy, dia akan menyelesaikan semuanya meski aku tak akan terlalu aktif saat proyek ini di lakukan. Kau ikuti prosedurnya saja hyung" katanya dengan senyuman yang sangat indah "Kalau ada masalah, kau harus hubungi aku! Aku tak mau ada kesalahan sekecil apapun" kali ini dia merampas beberapa berkas dari tangan Zhoumy agar terfokus padanya.
"Nee, aku mengerti!" kata Zhoumy pasti dan tegas.
Tiba-tiba HP Kibum berbunyi. "Henry…" dia terlihat gembira mengucapkan nama itu. "Kau disini? Baiklahh aku segera kesana!" dia segera meninggalkan kami. Zhoumy mengikutinya dengan jalan yang tenang, aku pun merasa sedikit penasaran bagaimana cara Henry meminta maaf atas kelakuannya yang luarbiasa semalam.
Mereka bertemu di kolam air mancur di aula gedung perusahaan ini. Percaya gak percaya, kolam air mancur ini lebih cocok di bilang kolam renang deh di lihat dari ukuran dan kedalamannya. Hanya pancuran air yang sangat indah itu saja yang membuat orang memanggilnya kolam air mancur.
"Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan? Aku cemas se.." belum sempat kibum menyelesaikan kata-katanya, henry sudah memotong lebih dulu.
"Akhiri saja, aku sudah lelah gege…" katanya pasti meski dengan volume yang nyaris tak terdengar.
"Mwo? Waeyo?" kibum terdengar frustasi
Henry menatap tajam kibum yang ada di depannya. "Kau tahu sendiri kan jawabannya! Kau dan Zhoumy gege yang paling tahu!" eh? Maksudnya apa? Aku melirik ke arah Zhoumy yang tak jauh berdiri dari tempatku. Dia menutup mulutnya dengan tangan kanannya, ekspresi tak percaya. Matanya terlihat berkaca-kaca. Dia menangis.
Henry kemudian melepas cincin pertunangan yang melekat di jari manisnya, di lemparnya cincin itu ke kolam. Kibum tersentak. "Apa yang kau lakukan?" kali ini nadanya sedikit berteriak. Di lepasnya jas dan sepatunya lalu disusulnya cincin itu ke dalam kolam.
Tindakanku sama dengan Zhoumy. Apa kibum gila? Ini musim gugur akhir, dia bisa mati membeku di dalam air. "Sudah lah, jangan cari cincin itu lagi!" teriakku mencoba terjun ke dalam kolam itu.
"Tidak hyung, jangan melompat! Ini masalahku dengan tunanganku, biar aku menyelesaikannya sendiri!" teriaknya, sejak kapan adikku ini begitu bijaksana dan dewasa?
Satu jam dan dia masih belum menemukan cincin itu. Aku melihat bibirnya mulai membiru. Ini tak baik. "Kau bisa mati babo! Cepat naik! Jangan cari lagi!" sebelum aku meneriaki kibum, Zhoumy sudah berteriak duluan. Aku melihat dia menangis seperti seorang yeoja sekarang. "Kumohon! Jangan cari lagi!" teriakannya itu membuat hati terasa pilu.
"Aku menemukannya!" tak lama kemudian kibum bersorak gembira. Dia naik ke tepi kolam, Zhoumy langsung memeluknya. Adikku itu dia menggigil kedinginan di pelukan Zhoumy. "Gwechana…" kata kibum tak jelas lagi. Dia sungguh pucat, anak ini kan penyakitan bisa mati aku kalau dia kenapa-napa di depan mataku.
Tiba-tiba Eunhyuk muncul dan menarik Zhoumy. Kyuhyun sudah menyambut kibum dengan indah. Wookie menarik Henry dan menenggelamkan wajah yeoja itu di dadanya. Ada apa ini? BUGH! Eunhyuk terus memukuli Zhoumy dengan beringas. Namja tinggi itu tak membalas setiap perlakuan Eunhyuk. "Apa yang kau lakukan kunyuk? Kau lihat dia sudah babak belur" kataku menahan Eunhyuk yang kesetanan seakan akan membunuh si China tinggi itu.
"Hyung… jangan pukul Mimi lagi! Kyu… suruh Eunhyuk hyung agar tak memukulnya. Kyu!" suara lemah kibum membuatku menampar adikku yang sudah seperti orang gila ini. "Jangan sakiti Zhoumy!" kemudian dia pingsan. Aku segera menggendong kibum di pundakku.
"Kibum!" ku dengar Eunhyuk yang sadar.
"Bawa dia kerumah sakit"
%ika. Zordick%
Kyuhyun pov.
Sekali lagi, dan untuk kesekian kalinya hyungku bertubuh lemah ini harus menghuni rumah sakit ini. Aku tak sanggup melihat wajahnya yang sangat pucat itu. Tapi ayolah, aku pernah di bohonginya soal penyakit, apa aku harus percaya untuk saat ini? Jawabannya ya! Karena dia baru saja berada di dalam air bersuhu rendah dalam waktu yang relative lama di penghujung musim gugur.
"Kyunnie…." Terdengar suaranya yang lemah yang memanggilku. Yesung hyung dengan tanggap langsung memeriksanya kembali.
"Dia sudah lebih baik!" Yesung hyung tersenyum pada kami semua kecuali Zhoumy yang babak belur. Dia sudah tahu masalahnya karena Wookie hyung dan Henry baru saja menceritakannya. Kami belum memberita ke dua appa dan eomma soal ini. Ya.. kami tak yakin masalah akan lebih baik jika kami memberitahu mereka.
Aku menghampiri hyungku itu. Aku tak mengerti kenapa air mataku menetes begitu saja saat menyentuh tangan dinginnya. Dia pasti menderita, dia dalam posisi tersulit saat ini. Semua yang dia lakukan tidak akan pernah benar. Dia tak punya pilihan yang bijak. Aku hanya berpikir kalau aku berada di posisi dia saat ini.
"Hyung tidak apa-apa! Bisa hyung berbicara dengan Zhoumy? Sebentar saja!" Zhoumy lagi, Zhoumy lagi! Tolonglah hyung! Kau harus memikirkan dirimu dengan selang-selang jelek yang melekat di tubuhmu. Tapi apa daya, apa aku harus marah pada dirinya yang begitu tampak tak berdaya?
"Zhoumy, hyungku memanggilmu!" kataku ketus yang langsung di anggap tindakan yang benar oleh para hyungdeulku yang lain. Sementara Zhoumy dia tersentak dari lamunannya dan langsung berjalan ke arah ranjang hyungku ini.
Terlihat senyum killer Kibum hyung merekah di bibirnya yang pucat. Begitu bahagianya kah dia melihat namja china tinggi ini? "Lihat apa yang di lakukan para hyungku pada mu! Apa sakit?" Kibum hyung memegang wajah babak belur Zhoumy dengan lembut.
Zhoumy menggeleng pelan. Di genggamnya tangan hyungku lembut. "Tidak, sakitnya langsung hilang saat melihat senyuman mu itu" dia mencoba tersenyum. Kenapa aku mulai merasa kasihan padanya. Siwon hyung menarik si tiang listrik ini menjauh.
"Apa yang kau lakukan hyung!" Kibum hyung berusaha menyelak namun suaranya tercekat. Tenggorokannya mungkin terlalu perih.
Zhoumy patuh untuk mundur. Dia mungkin tidak ingin dipukuli lagi di depan Kibum. Baginya cukup membuat Kibum menderita pada hari ini. Hyungku takkan mengerti itu, mereka terlalu sibuk menjaga keutuhan keluarga ini dari pada menjaga perasaan Zhoumy. Zhoumy tersenyum pada Kibum memberikan isyarat bahwa itu bukan masalah.
"Henry… mei.. kau disana?" kali ini kibum memanggil Henry. Dengan mata sembab Henry langsung menghampiri kibum dengan di papah oleh Wookie hyung.
"Gege, ini salahku, aku yang bersalah! Seharusnya aku tak melakukan hal bodoh itu" katanya kembali terisak. Kau terlambat mengetahuinya Mochi!
Kibum hyung memegang tangan wookie hyung. "Aku tahu Wookie hyung lebih mencintai si Mochi imut ini dari pada aku kan? Jadi tolong gantikan aku, aku cukup merasa bersalah padamu mei-mei. Kau menyukai Wookie hyungku kan?" kibum tersenyum lagi.
Si Mochi langsung blushing, sama seperti Wookie hyung. Hah… sudah menjadi rahasia umum mereka saling menyukai, kurasa hanya appa china saja yang gak tahu, dia kan memang babo. Kibum melepas genggaman tangannya pada tangan Wookie hyung. Cincin tunganan? Dia menyerahkan cincin yang ia cari dengan susah payah itu pada Wookie hyung. Apakah itu artinya dia melepaskan Henry?
"Gommawo gege, sie-sie ni" henry memeluk kibum. Kibum mengelus kepala henry lembut. Perasaan kibum hyung sungguh seperti perasaan para hyungku pada donsaeng mereka. Hubungan adik kakak yang tak bisa di gantikan oleh apapun.
%ika. Zordick%
Kondisi hyungku sudah memulih. Ini semua berkat Yesung hyung yang menjaga kondisi tubuh lemah itu dengan ekstra. Tidak hanya itu, wookie hyung selalu memasakkan kibum hyung makanan yang luar biasa bergizi, eunhyuk hyung yang rela menyuapi kibum dan memberikan apapun yang dia inginkan. Siwon hyung yang tak tahu melawak harus berusaha membuat lawakan lucu, ia tak berhasil! Kemudian apa tugasku? Aku menyuruh Minnie ku untuk menemani hyungku ini, kuharap kenormalannya kembali.
Tiba-tiba di suatu malam yang sedang damainya, Zhoumy hyung datang kerumah. Dia di sambut hangat oleh orang tua kami yang tak tahu apapun. Aduh, jangan bawa dia masuk! Wajah dingin kibum hyung langsung berubah ceria saat dia melihat sosok tiang listrik ini. Sebuah senyuman yang lama tak kulihat di bibirnya merekah indah sekarang.
"Aku ingin bicara dengan kalian Mr. Han, Mr. Leeteuk dan Ms. Heechul. Ini masalah kibum" katanya yang sontak membuat aku dan para hyungdeul ku terkejut. Dia mau apa? Apa dia ingin memberitahukannya? Aku melirik kibum hyung, dia sedang tak gelisah. Dia malah senang.
"Akhirnya aku tak perlu menutupinya. Gommawo Mimi" bisiknya yang mungkin hanya aku saja yang mendengar karena aku kebetulan berada di posisi terdekat dengannya.
Mereka kemudian berjalan ke ruang tamu, para hyungdeul ku menghentikan kegiatan mereka masing-masing dan ikut ke ruang tamu. Kami mengambil tempat untuk berdiri saja, sementara para appa dan eomma duduk di sofa begitu juga Zhoumy.
"Ada apa Zhou?" Appa Cina membuka pembicaraan.
Zhoumy tersenyum pada Kibum. Aku merasakan perasaan tidak enak sekarang. Dia beranjak dari sofa, kemudian bersujud menghadap para orang tua. "Mian sebelumnya, tapi aku mau mengatakan bahwa aku mencintai Cho Kibum" katanya datar
"Mwo?" itulah kata yang serempak di katakan ketiga pendengar yang tidak tahu apa-apa itu.
TBC..
Hehehehe…. Chapter 3 selesai…. Selanjutnya chapter terakhir ya?
Gimana? Gimana? Udah ada yang bisa nebak rencana Cho Kibum?
Ayo donk! Reviewnya di banyakin! Review… review….
Ckckck….
Aha…. Reviewannya sesuai target saya, pemula emank senang banget ya, nargetin review! Mian saya pemula yang kurang becus! *baru tau yea!*
Oke inilah dia guys balasan review saya buat reader saya tercinta:
Aya'ElfSJ : heechul umma adalah biang kerok atas kelarisan semua anaknya! Kata mereka sih gen tampan itu dari heechul umma dan gen waras itu dari teuki appa. Hahahhahaha…
WeniGiggs : bagi pop cornnya donk! Mereka takkan sanggup menyentuh kibum! Bisa mati mereka di golok sama hyung nya yang lain, apa lagi ci evil kyu!
Pity MbumKyumin Elf4ever : Maaf Pity, kibum lebih milih ika! *dasar author gila maunya sendiri*. Kyu akan ngelakuin itu hihihihi…
Just Sona : slash? SLASH? SLASH? Emank kibum mirip ya? Saya pernah lho, niru rambut slash! Mpe syok semua temen" ika… hihihihi… kali ini mau niru rambut yeppa *ga ada yang nanya*. Kibum bakal lebih mengerikan dari ini! Sabar ya!
ZueTeuk : Tidak! Masih pendek? Yang bener, mpe dah kriting nih jari, apa lagi ngarang the dark reality atu lagi! 2 cerita yang saya takut karakter kibum ketukar! Hahahaha…
Echa Sk'ElfRyeosomnia :Saya gak pernah bosan kok, alnya saya saying banget ama echa! Untuk kyu, dia bakal berperan aktif di chap terakhir, jadi saya tahan aja pemikiran evilnya sekarang!
Maykyuminnie : beneran lama ya? Baiklah ini saya publish lebih cepat!
Choi ha rin : udah masuk dalam daftar rencana kok! Soalnya kibum oppa juga minta kayak gitu(?) tenang!
: Horeee… saya berhasil membuat reader penasaran!
Tolong reviewnya di banyakin ya! Biar semangat buat chap terakhirnya! Hiks T.T
