Percaya sama Kyu!

(Super Junior Family)

Pairing : khuhyun(last child), kibum(fifth child)

Support cast: leeteuk(appa),heechul(eomma),yesung(first child),siwon(second child),eunhyuk(third child),ryeowook(fourth child), kangin(leeteuk's brother),hangeng(kibum's father),sungmin(ryeowook's yeojachingu), donghae(eunhyuk's yeojachingu), shindong(sungmin's father), Zhoumy (henry's brother), Henry (ada deh… masih rahasia, yang penting dia yeoja disini)

Genre: family, romance (?)

Rating: K+

Warning : FF saya masih mengandung unsure ke gaje an yang parah, beberapa reader bilang gitu #ditabok reader karena bawa-bawa mereka# sungmin, donghae, heechul dan henry yeoja disini!

Summaring : lanjutan dari Kyuhyun Vs Kibum (Super Junior Family), kali Kyuhyun merasa posisi magnaenya terancam lagi. Kibum kembali dengan rencana untuk menjahili kyuhyun dan mengambil nama evil dari kyuhyun. Sekali lagi, tapi dengan rencana yang buat dongsaengnya itu harus menjadi angel magnae.

Kekekeekeke…. Author gaje kembali kehadapan para reader lagi. Hmf… saya cuap-cuap lagi akh! Entah kenapa kalo cuap-cuap di story tetangga aka The Dark Reality agak takut serta nyeremin. Disana saya jadi lebih serius. Hihihiihi… bawaan kibum kali ye? Maklum suami saya itu mank rada-rada plin-plan soal sikapnya. Tapi saya mencintainya sepenuh hati. Kibummie oppa… apapun jadinya dirimu di setiap FF gaje yang saya buat harap maklum!

Nah… saya dengar ada reader yang pengen temenan sama saya yang aneh ini. Saya sangat berterima kasih. Hiks… saya malah sangat terharu T.T. *makin lama makin gak jelas nih si author*. Dan juga di reviewan nama saya berubah jadi si author(?) hiks.. panggil ika aja ya! *padahal kan elu sendiri yang suka manggil diri lu author*. Baiklah kita mulai aja ya! Zhoumy! Ambil posisi! Kibum kalau masih mau tidur juga gak apa-apa. Tapi untuk cast yang lain jangan harap bermanja-manja dengan saya! Terlebih dirimu KYU!

%ika. Zordick%

Zhoumy pov.

Apa ini sungguh yang terbaik untuk Kibum? Aku hanya memikirkan dia, aku tak pernah peduli soal diriku. Aku takkan pernah bisa di bandingkan dengan dirinya. Dia jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini, termasuk nyawa dan kehormatanku.

Kutatap takut ketiga orang yang sangat ku hormati itu. Mr. Han yang telah membesarkanku, Mr. Leeteuk, namja hebat yang merupakan appa dari Kibum dan Mrs. Heechul, yeoja cantik nan anggun yang tak bisa kugambarkan betapa indahnya dirinya. Aku sadari wajah cantik dan manis kibum berasal darinya. Sungguh seperti melihat seorang bidadari yang turun dari surga.

"Mwo?" teriak mereka serempak dengan wajah syok. Tentu saja, aku baru saja mengatakan pada mereka bahwa aku mencintai anak mereka. Cho Kibum.

Aku melirik kibum, dia tersenyum dan itu cukup memberiku keberanian. Aku juga merasa yang kulakukan ini benar, dia terlihat sangat senang. Meski ekspresi orang lain tak mengatakan hal ini benar. Aku tidak peduli, hanya kibum lah yang kulihat, hanya kibum lah yang membuatku merasa dunia ini tak lebih baik tanpanya.

Sebuah tamparan keras mendarat ke pipiku, tamparan dari yeoja yang ku kira sangat lembut dan pengertian itu. Dialah yang pertama kali tampak ingin membunuhku. Aku tak bergeming. Aku masih berlutut di depannya. "SIALAN! APA MAKSUDMU, DENGAN MENCINTAI ANAKKU!" teriaknya keras.

Aku bisa bilang apa lagi? Aku hanya diam saja, aku menunduk. Wajahku yang terkena tamparan itu terasa berdenyut. Kulirik lagi kea rah kibum, ku harap aku mendapatkan sedikit lagi keberanian untuk melanjutkan kata-kataku. Dia menangis, tapi tetap masih dalam diam. Aku terpana melihatnya, apa benar dia menangis untukku? Tuan muda jangan teteskan air mata berharga itu untuk orang seperti ku.

Aku melihat saengnya yang ku kenal bernama Cho Kyuhyun menarik tangan kibum. Kibum menepis kasar tangan itu, berlari dan ikut berlutut di sampingku. "Eomma, Appa… restui kami ya!" katanya memelas, seakan permintaannya itu adalah permintaan yang sangat gampang untuk di kabulkan.

"Apa? Jadi kau… kau juga mencintainya? Kibum… kau abnormal" Mrs. Heechul menatap anaknya itu, air mata seakan tak terbendung lagi dari matanya. Ia menangis dan Siwon memeluknya erat. Membiarkan eommanya itu menangis di bahunya.

Ini salahku. Seharusnya aku tak melakukan ini. Semua orang yang di sekitar kibum seakan baru saja menghadapi kiamat. Aku harus apa? Apa aku menyerah saja. Sebuah sentuhan halus di tanganku membuatku sadar dari ocehan batinku. Tangan kibum membuatku berani menatap dua namja yang sangat kukagumi yang sekarang berdiri di hadapanku.

"Aku ingin menikahinya setelah dia menyelesaikan sekolahnya" ujarku lagi

Kyuhyun pov.

Dia gila? Dia baru saja melamar hyungku? Dia kira dia siapa? Dia hanya namja tak berkedudukan. Ada hak apa dia melakukan tindakan berani ini? Dia ingin hyungku memujinya, karena gantle begitu? Hah? Bercanda? Merestui mereka sama saja menghancurkan keluarga kami. Aku takkan membiarkannya. Hyungku itu normal, dia pasti yang menghasut hyungku sehingga hyung ku berpikiran aneh.

Appa China dan appa angel masih membatu di tempat. Mereka bingung, aku tahu pasti karena kibum hyung juga ikut berlutut di kaki mereka, meminta hal teraneh yang pernah kudengar dalam hidupku. Bagaimana mungkin dia merengek untuk menikahkan dirinya dengan seorang namja? Babo!

"Ini tidak bisa di terima" teriak Yesung hyung membuatku terjungkal. Hyungku ini tak pernah terlihat tak tenang seperti ini. Dia frustasi. "Kibum, ayo kita ke psikiater! Aku yakin dia ini pasti mencuci otakmu" di tariknya tangan kibum hyung

Tapi aku menyadari, tangan zhoumy juga menarik tangan kibum hyung. "Tolong, jangan pergi bummie!"

Eunhyuk hyung yang paling terlihat tak sabaran langsung mendorong namja berambut merah itu menjauh dari kibum hyung. "Ada kemampuan apa kau mencintai kibum kami. Kau seorang namja, kau tak lebih baik dari siapapun di ruangan ini dan kau berani meminta tolong?" hardiknya tajam. Kukira eunhyuk hyunglah yang paling menjaga perasaan orang saat dia berbicara tapi sekarang dia seperti orang kesetanan.

"Hyung, jangan bersikap kasar pada mimi!" kibum hyung merentangkan tangannya di hadapan eunhyuk hyung dan Yesung hyung. Sungguh dia akan melindungi namja itu?

Tiba-tiba wookie hyung yang diam mematung di tempatnya berlari cepat ke kamarnya. Dia pasti sangat syok melihat betapa menderitanya adiknya itu. Tapi ada satu hal yang tak terduga terjadi, dia kembali ke ruangan ini dengan membawa sebuah pemukul besi. Semua orang terdiam melihatnya yang begitu lembut kini dengan bringasnya memukuli Zhoumy dengan pemukul besi itu.

"Jangan rusak saengku! Kau keparat!" katanya histeris sambil terus memukuli Zhoumy. Aku yakin namja itu bisa mati. Tidak ada yang menolongnya, hanya kibum hyung yang memeluk namja itu agar wookie hyung berhenti memukulinya.

"Appa tolong Zhoumy, semua hyung ikut memukulinya! Dia bisa mati appa!" kibum mulai memohon pada kedua appa.

"Dia pantas mendapatkan itu bummie-ah! Masuklah kekamarmu" Appa angel masih berbicara lembut pada hyungku itu, meski aku melihat kemarahan dari wajahnya.

"Appa, ku mohon! Aku mencintainya!" teriak kibum hyung yang spontan membuat eomma pingsan. Sejak kapan kondisi eomma menjadi begitu lemah.

PLAAK, aku terdiam, semua orang di ruangan ini membatu di tempat. Appa angel… benarkah apa yang baru kulihat ini. Dia menampar wajah kibum hyung keras. Aku melihat darah di sela bibir kibum hyung. Appa, aku tak pernah melihatnya memperlakukan kami sekasar itu.

Tubuhku lemas seketika. Aku bahkan tak sadar sekarang aku ikut berlutut. Kibum hyung itu nekat, dia pasti akan terus melawan appa. "Appa.. kumohon!" tuhkan dia masih terus tetap pada pendiriannya.

Ketika appa hendak menampar wajah Kibum hyung sekali lagi, aku berlari dan berlutut di depan appa. "Appa, jangan pukul hyungku lagi!" mohonku. Aku menangis.. aku sungguh menangis demi seorang kibum. Aku menangis untuk keluarga ini. "hyung, Kyu mohon, masuklah kekamarmu hyung!"

"Andew… aku tidak mau! Sampai mereka berhenti memukuli Zhoumy!" kenapa dia kembali dengan sosok keras kepalanya lagi. Jadilah anak penurut hyung, sekali ini saja!

Appa china, menarik tubuh kibum hyung. Siapapun menyadari, appa angel mungkin akan sampai di ambang batas kesabarannya. Dia mungkin tak ingin melihat anak yang begitu berbakti padanya itu harus terluka lebih dari ini. Di dorongnya secara paksa kibum hyung ke kamar kami. Kibum hyung meronta kesakitan, di kuncinya kamar itu dari luar. Aku mendengar secara jelas jerit tangis mencekam kibum hyung yang masih mempertahankan Zhoumy.

Appa china kemudian menatap tajam Zhoumy yang sudah penuh luka. Tidak ada kelembutan lagi di wajah polosnya. Dia sudah sangat marah, seperti appa angel. "Apa aku sedang membesarkan seekor anak harimau?" katanya lirih.

Zhoumy dengan susah payah kembali ke posisinya untuk berlutut di depan appa china. "Aku minta maaf soal itu tuan besar. Tapi dalam hidupku tuan muda adalah prioritas utama" jawab namja yang sudah sekarat itu dengan dingin.

Appa china merebut pemukul dari besi yang di pegang wookie hyung. Di pukulkannya keras ke punggung Zhoumy. Sungguh namja itu bisa mati jika dipukuli terus. "Kau tahu dia prioritas utama, kenapa kau mencintainya?"

"Karena dia mencintaiku" BRUKH… satu pukulan lagi, membuat Zhoumy terpuruk di lantai. Dengan susah payah dia kembali lagi ke posisi berlututnya.

"Zhoumy kau sungguh berani!"

Appa angel kini menendang tubuh yang kurasa sebentar lagi tak bernyawa itu keras. "Jangan temui kibum lagi! Kurasa kau lah yang paling tahu anak itu, jika kau tak ingin sesuatu terjadi padanya, pergilah! Jangan membicarakan cinta abnormal kalian itu lagi" suara sangar appa membuatku merinding.

Aku bangkit, ku papah tubuh Zhoumy. Rasa kasihanku muncul, melihat semua orang di rumah ini seperti tak berprikemanusiaan lagi saat melihatnya. Seperti sampah yang menjijikkan, yang harus segera di musnahkan. Aku menelpon ambulans.

"Apa yang kau lakukan kyu!" kudengar Yesung hyung yang akan menghentikan langkahku.

"Tidak membuat Kibum hyung terluka, itulah yang kulakukan" jawabku dengan nada sadis bergaya evil. Kuharap mereka menyadari, jika mereka melukai namja ini lagi dan perasaan hyung kesayanganku itu, akan ku jamin mereka takkan hidup damai.

%ika. Zordick%

Author pov.

Yesung menyembulkan kepalanya ke dalam kamar Kibum, dia akan mencoba memasang tampang sebabo mungkin agar saengnya yang murung itu tertawa sedikit melihat tingkahnya. "Bummie…" sapanya. Kibum tak bergeming sedikit pun dari sudut kamarnya.

Satu menit…

Dua menit….

30 menit… (?) Yesung memutuskan menarik tampang babonya, berbicara dengan saengnya yang lain yang dengan setia menunggunya di belakang pintu.

"Tidak mempan… bahkan muka dan leherku sudah pegal" dia menarik nafas lesu dan di sambut tingkah lesu juga oleh para saengnya itu.

Siwon menopang dagunya, ia mencerminkan orang yang sedang berpikir. "Huh… ini aneh, padahal kan tampang hyung itu yang paling babo" gumamnya.

Yesung menatapnya AKU-AKAN-MEMBUNUHMU-SAENG-KURANG-AJAR! Siwon segera menyingkir ke belakang tubuh wookie dan berlindung di belakang namja yang jauh lebih mungil darinya itu. "Apa yang harus kita lakukan untuk membuatnya kembali ceria ya? Apa ada wajah yang lebih aneh dari Yesung hyung?" celutuk Eunhyuk yang langsung mendapat tatapan sama seperti Siwon dari Yesung dan mendapat anggutan kuat dari saudaranya yang lain.

"Hyukkie hyung, bukankah wajahmu itu yang paling jelek dan lucu? Kenapa tak kau saja?" Wookie mencoba memberi ide dan langsung di jitak oleh yang di maksudkan.

"Apa maksudmu? Kurasa kau tak berhak berbicara seperti itu Wookie!" pekik Eunhyuk "Tapi kurasa itu perlu dicoba, baiklah!"

Kali ini eunhyuk yang mencoba menyembulkan kepalanya ke dalam kamar. 1 menit…

2 menit…

Satu jam…

"Lihatkan, aku terlalu tampan dan manis untuk membuatnya tertawa seperti idemu itu Wookie" cerocos Eunhyuk mengurut lehernya yang pegal di ruang tengah. Di baringkannya tubuhnya di pangkuan Kyuhyun. Maksudnya sih dia gak mau bernasib sial lagi dengan tidur di pangkuan Yesung dan kejedot cangkang kura-kura kesayangan hyungnya itu.

Hanya saja dia tidak tahu apa yang terjadi jika dia malah berbaring di pangkuan evil magnae. Dia tidak pernah mencobanya, karena memang agak takut dari dulu. "Kau ada ide Kyu?" Tanya Siwon akhirnya pada si evil magnae, mengingat dia saja yang paling waras masalah beginian.

"Kita punya dua pilihan hyung" Kyu menyeringgai

"APA?"

"Pertama, menormalkan Kibum hyung dengan daya tarik yeoja terbaik. Dan kurasa kita punya dua calon. Minnie noona dan Donghae noona, mereka bisa membantu"

"Kau bercanda. Kau ingin aku di gampar si hae? ANDEW…. Mungkin saja aku akan diputusin sama dia terus di bakar idup-idup di jadiin makanan si bada" Eunhyuk berceloteh ria dan langsung mendapat hadiah bantal sofa oleh Kyuhyun. Aksi berdarah tak berhenti sampai di situ. Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menjatuhkan hyungnya itu dengan tragis ke lantai. Dengan semangat kemerdekaan, kyuhyun menendang pantat eunhyuk yang sudah setengah mati.

"Aku tahu, yang kedua.. kita berikan Kibum hyung pada si Koala merah tiang listrik itu. Apa kalian ingin begitu. Eomma bisa mati seketika lalu appa angel akan mengubur kita semua idup-idup dan appa china akan berdoa di atas kuburan kita kemudian dia akan membangun gedung berlantai 200 di atasnya. Kangin ahjussi akan terus mengutuk kita" teriak kyuhyun gaje menirukan proklamator.

Yesung, siwon, eunhyuk dan wookie serempak menjerit gaje sambil memikirkan kejadian yang di dramatisir oleh kyuhyun itu. "Hiiiii…." Pekik mereka akhirnya sambil menggeleng-geleng kuat.

"Hyukkie, kau tak apa?" Siwon akhirnya membantu saengnya yang sudah terkena komplikasi penganiayaan dari evil magnaenya itu. Penganiayaan secara fisik dan mental. Dia seakan tak bernyawa lagi sekarang.

Dengan guncangan kuat oleh Yesung di bahu Eunhyuk, rohnya kembali lagi ke tubuh itu. "eotokhe… ini hyung! Aduh gimana ini! Aku gak mau dibunuh oleh keluarga kita ataupun Hae" pekik Eunhyuk histeris mengguncang tubuh Siwon.

"Tenanglah hyung! Berisik tahu!" Kyuhyun mengambil posisi proklamatornya lagi. Eunhyuk langsung menjauh mengingat nasibnya yang tragis tadi. "Kita punya pilihan lain sih, yang kutahu takkan mungkin kita pilih. Menunggu kibum hyung mati berlahan di dalam kamar karena tak makan, minum, tidur ataupun hal lainnya. Menghilangkan salah satu bagian keluarga kita yang berharga"

Suasana menjadi hening seketika, wookie mulai terisak. Mengingat dia memang yang paling cengeng. Lagi pula dia pasti berfantasy yang jauh lebih tinggi dari yang lain. Membayangkan saengnya yang mati berlahan. Yesung menelan ludahnya, dia tahu ini tak bisa di selesaikan dengan membuat kibum tersenyum saja. Eunhyuk dan Siwon saling berpandangan.

"Lagi pula hyung, jika hal itu sampai terjadi. Keluarga kita akan hancur, appa china dan appa angel pasti berkelahi lagi kan. Sekarang saja mereka sudah perang" Wookie menambahi. Cukup membuat semua hyungnya ketakutan.

Benar sekali, sejak peristiwa dua hari yang lalu, insiden pelamaran abnormal oleh Zhoumy terhadap Kibum cukup menjadi bendera peperangan lagi untuk ke dua appa yang sudah damai sebelumnya. Beberapa barang di rumah itu hancur sebagai pelampiasan perkelahian mereka. Mereka saling menyalahkan atas kondisi tragis anak mereka itu.

"Kau sungguh akan melakukannya Kyu? Aku kenal dengan Sungmin, mana mungkin dia…"

Kyuhyun menatap Yesung yang melantunkan pernyataan keraguannya dengan merdu. "Aku tahu hyung, tidak akan ada harapan lagi untukku dan sungmin noona. Kami akan berakhir! Tapi yang jelas, aku akan lakukan sesuatu demi keluarga kita, demi kibum hyung"

Kali ini Yesung memeluk adiknya itu. Bahkan dia dulu pernah bersumpah untuk tak pernah bertindak baik untuk evil magnae yang selalu membuat kekacauan di hidupnya yang damai. Yang selalu mengerjainya dan menjadikannya terlihat sangat babo. Yesung dapat merasakan adiknya itu menangis di pundaknya yang serasa paling tegap. Dia adalah hyung tertua, seharusnya dia mampu membereskan masalah ini sendiri tanpa mengorbankan semua milik saengnya.

"Anak iblis sudah berevolusi menjadi malaikat rupanya!"

"Aku anggap itu pujian hyung!" Kyuhyun masih menunjukkan ketidak senangannya tanpa menarik wajahnya dari dekapan Yesung.

%ika. Zordick%

Donghae pov.

Aku tidak tahu kenapa, tapi tumben sore ini Eunhyuk menelponku dan menyuruhku datang kerumahnya. Bukan masalah sebenarnya jika Cho Siwon tidak ada di sana. Aku sangat lelah menghadapi kelakuan aneh hyung kekasihku itu. Jujur saja, meski Siwon oppa lebih tampan dari hyukkie, ada sesuatu yang kurang darinya. Aku tidak tahu apa, tapi berada di samping Siwon oppa tak sebahagia di samping hyukkie.

Aku masuk ke perkarangan rumah keluarga Cho itu. Aku menangkap sesosok yeoja manis dan cantik mengenakan pakaian serba pink yang juga memasuki berjalan mengetuk pintu rumah keluarga itu. Sungmin, itu sungmin kan? Pacarnya kyuhyun kan? Hmf… dia memang sangat manis dan imut. Aku berjalan menghampirinya dan mengeluarkan senyuman terbaikku.

Dia membungkukkan tubuhnya formal ke arahku. "Eonni ingin menemui hyukkie oppa atau siwon oppa?" tanyanya yang membuatku jujur merasa kurang senang.

Aku sedikit tertawa, "Tentu saja aku menemui hyukkie donk! Namjachinguku kan bukan si siwon"

Sungmin menunduk malu, "Benar juga. Aku ini bagaimana sih!"

"Kau ingin bertemu Kyu?"

Dia mengangguk polos, "Nee, aku sangat merindukannya belakangan ini. Dia tidak pernah menemuiku lagi beberapa minggu ini. Entah kenapa? Apa dia bosan padaku ya?"

Ternyata dia sungguhan mencintai Kyuhyun ya? Kukira dia masih menyimpan perasaan pada Wookie, aku salah rupanya. Aku terkikik geli. "Menurut yang kudengar, kyuhyun itu mengejarmu saat kau masih dengan wookie kan, ku kira dia takkan bisa melepaskanmu dengan begitu mudah karena dia punya saingan yang berat"

"Hmf.. kalau bicara saingan berat sih, Hyukkie oppa lebih punya saingan berat"

Aku tertawa lagi. Memang susah menjadi yeoja cantik dan sexy kayak aku. Bahkan hyung sendiri juga harus ngerebut aku. Hihihi… hyuk jae.. beruntunglah kau karena kau lah yang memenangkan hatiku. Tak lama kemudian pintu rumah keluarga Cho terbuka. Mataku terbelak kaget saat mendapati wajah Siwon yang membukakan pintu untuk kami. Hiks… hari berduaku dengan hyukkie takkan tenang nih, bagaimana ini? Padahal aku kan sengaja ngosongin jadwal pemotretan ku demi hari ini.

"Kalian sudah datang?" katanya lirih, ini bukan dia biasanya. Dituntunnya kami memasuki ruangan keluarga.

Disana aku dapat melihat Eunhyuk yang tersenyum penuh makna padaku. Yesung hyung juga ada disana, apa dia ambil cuti juga hari ini? Kyuhyun sudah ngacir berlari kea rah yeojachingu manisnya. Memeluknya dengan sangat mesra. Aku juga ingin begitu hyukkie. Peluk aku donk! Masa dari sejak SMA kita pacaran kau tak pernah memperlakukanku secara special. Aku bosan denganmu yang terlalu sopan.

Bohong jika aku tak pernah berpikir untuk meninggalkan eunhyuk. Tapi selama ini namja yang kukenal dengan sangat baik hanya dia. Hanya dia yang selalu terbuka denganku, yang membicarakan keresahannya dan selalu terbuka. Terkadang aku juga mengira kami ini seperti bersahabat di tengah hubungan cinta kami.

Jangan Tanya berapa namja yang menginginkan diriku. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang sudah melamarku. Dengan tegas aku menolak, seperti berkali-kali aku menolak Siwon oppa. Karena eunhyuk mempertahankanku, karena eunhyuk membutuhkanku dalam hari-harinya, karena eunhyuk menginginkanku. Tidak ada alas an yang masuk akal lain, kurasa hanya dia namja yang tak melihatku dari fisik.

"Kyu kenapa? Apa kau sakit" suara tercekat Sungmin membuatku diam, saat Kyu menciuminya. Ampun! Kayaknya dunia udah kebalik deh, dia itu masih anak SMA kan? Tapi udah berani banget gitu sama yeojachingunya.

"Heh… bisa mati kau kalau eomma melihatnya" Yesung hyung menjauhkan Kyu dari Sungmin

Sungmin tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang seperti tak ingin di jauhkan dengan eommanya. Kyuhyun akhirnya tenang dan menggenggam tangan Sungmin, mengajaknya duduk di sofa. Eunhyuk berdiri menghampiriku, di tariknya tanganku. Meski bukan pelukan hangat atau sebuah ciuman. Aku cukup dengan itu, mungkin saja dia menghormati hyungnya kan.

Saat aku duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa Kyumin duduki, wookie datang. Dia menyediakan minuman pada kami. Dia memang saeng yang sangat bisa di harapkan. Henry pasti sangat beruntung karena dia sudah resmi menjadi tunangan namja imut dan baik hati ini. Kalau aku, kapan kau akan melamarku hyukkie. Kau bahkan tak pernah berbicara soal masa depan denganku.

Kyuhyun membuka pembicaraan, dia menatap dalam Sungmin yang ada di sampingnya. "Noona.. aku punya permintaan!" katanya yang dib alas senyuman manis yang sangat indah dari Sungmin.

"Nee… katakan saja! Asalkan tidak berbau yadong, akan ku lakukan!" jawab Sungmin lembut yang membuatku tahu betapa pervertnya anak terakhir keluarga Cho itu.

"Buat Kibum hyung jatuh cinta padamu" eh…? Kurasa itu bukan sebuah permintaan yang pantas

"Nee….?" Sungmin masih tersenyum manis "Mwo? Apa kau bilang?" wajahnya berubah sangar.

"Cintailah hyungku, kumohon!"

"Andew.. aku tidak mau! Kau pasti sedang bercanda kan? Bagaimana mungkin aku bisa mencintai kibum?"

"Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa? Hanya kau yang mungkin bisa memenuhi karakter yeoja yang di sukai kibum hyung" jelas Kyuhyun yang suaranya tak kalah keras dari suara Sungmin. "Aku memang mencintaimu tapi aku lebih menyayangi keluargaku dan hyungku, Minnie.. dengan bersamanya kau dan kibum hyung bukankah semua akan bahagia?"

PLAAAK tamparan keras mendarat di pipi kyuhyun. "Beraninya kau mengorbankan perasaanku yang susah payah ku berikan padamu. Inikah balasan yang kudapat saat aku mencintaimu kyu! Aku benci padamu! Mian.. untuk kali ini aku tak bisa bantu, aku cukup lelah menjadi barang yang bisa kalian oper terus menerus"

"Sungmin.. .ini bukan seperti yang kau pikirkan" kali ini wookie mencoba menjelaskan. Sungmin menyiram wookie dengan air di gelasnya.

"CUKUP! PERTAMA DARIMU, KINI DARI KYUHYUN. APA BERIKUTNYA KIBUM AKAN MEMBERIKANKU PADA YESUNG OPPA ATAU SIWON OPPA, AKU JUGA TAK TAHU" suaranya terdengar pilu. "Aku tak mau lagi jadi alat yang harus di korbankan untuk menunjukkan kekeluargaan kalian"

Wanita mana yang tak sakit hati jika di jadikan seperti itu. Aku juga, mungkin jika aku di posisi Sungmin aku akan melakukan hal yang sama. Dan aku tahu apa yang akan di katakana Sungmin selanjutnya. "Cukup sampai di sini Kyu, kita akhiri saja! Kita putus! Aku membencimu" Sungmin berlari keluar, kyuhyun tak mengejarnya. Kata berakhir telah ada di antara mereka. BRAKH! Suara bantingan pintu.

Kyuhyun beralih menatapku. Dengan mata memelasnya, dia tak menangis, wajahnya datar tapi terlihat kecewa dan bingung. Namja memang berbeda, mereka takkan menangisi sebuah akhir. "Noona, bisakah aku meminta hal yang sama padamu" katanya yang membuatku melongo.

Aku melirik kea rah eunhyuk. Seharusnya dia pasti melarangku kan, mana mungkin dia memberikanku pada saengnya yang pendiam dan dingin itu. Aku takkan bisa jatuh cinta dengan orang lain selain hyukkie.

Dia bersujud di kakiku tiba-tiba. "Kumohon, lakukanlah! Hanya sampai Kibum normal, setelah itu aku janji tidak akan menyakitimu lagi!" apa dia babo, hyukkie kau lah yang akan terluka, bagaimana mungkin kau akan menyerahkanku pada saengmu meski hanya sebentar.

Sama seperti yang di lakukan Sungmin, aku menolak secara tegas. Bukankah ini artinya eunhyuk mencampakkanku. Ku siram dia dengan minuman yang di berikan wookie tadi. Bedanya aku tak penuh dengan emosi seperti Sungmin yang menyiram wookie tadi. Aku menuangkan air itu dengan berlahan dia atas kepalanya. "Inilah jawabanmu untuk penantianku selama ini. Kita putus saja, aku akan mencari namja yang mengatakan 'aku akan menikahimu' bukan malah menyuruhku untuk mencintai orang lain"

"Mwo? Putus? Segitu mudahkah kau memutuskan hubungan kita hae?"

"Segitu gampangankah kau berpikir tentang hubungan ini?" aku bangkit dari sofa. Dengan kesal ku tendang tubuh eunhyuk yang berlutut di kakiku. Aku tak perlu dia lagi, aku masih bisa mencari orang lain. Bukan orang seperti dia yang kuinginkan untuk menjadi ayah dari anak-anakku kelak. Mian.. aku tak bisa.

Saat aku melangkah pergi, seseorang mencekat ku. "Heechul Ahjumma" aku kaget melihat matanya yang bengkak. Tubuhnya yang selalu tampak sangat indah kini bagaikan tak terawat.

"Kumohon, hae-ah.. sekali ini saja bantu kibum! Tak masalah setelah itu kau akan mencampakkan kibum, atau kau kembali pada hyukkie. Sekali ini saja!" dia memelukku. Sekarang aku sungguh bisa apa? Aku sungguh tak tega melihat yeoja yang begitu ku kagumi di dunia ini. Yeoja yang menjadi tolak ukurku dan motivasiku di dunia model. Yeoja yang mengenalkanku betapa berharganya seorang wanita.

Aku mendengar secara cermat, aku tak mengira masalahnya sungguh segawat ini. Kibum sungguh mencintai seorang namja. Tak kusangka selain pendiam dan dingin dia juga seorang gay? Ampun! Bagaimana mungkin aku bisa nyaman bersama namja ini?

Saat sudah meyakinkan hatiku, aku memasuki kamar kyubum. Aku membawa nampan yang di atasnya tertata makanan yang dibuatkan wookie untuk kibum. Ku ketuk pintunya terlebih dahulu. Tak kusangka seluruh keluarga Cho akan menonton aksiku ini. Huwe… aku jadi agak takut.

"Anniyoung seong, kibum-ssi" sapaku menghampiri namja yang memeluk lututnya di sudut ruangan. Wajahnya sungguh dingin, sangat menakutkan. "Makanlah dan minumlah sedikit" aku berusaha tersenyum sealami mungkin.

Dia melirikku. Dari ujung kaki sampai ujung kepala. Matanya sangat menggambarkan seperti itu. Dia lalu mengacuhkanku lagi. Sungguhan menyebalkan nih anak. Sini biar aku jitak kepalanya, biar dia mau memperdulikanku. Apa dia tidak tahu, karena dia aku harus putus dengan hyukkie, aku juga tidak punya banyak waktu untuk menemaninya! Aku kan perlu meluangkan waktu untuk menangisi pengakhiran hubunganku dengan hyukkie.

"Noona.." suaranya terdengar sangat pelan hampir berbisik. "Pulanglah, aku hanya perlu Zhoumy sekarang"

Hmf… Zhoumy? Benar juga, aku di sini kan untuk menormalkan kembali si namja sombong ini. Dia bahkan tidak melirikku saat bicara denganku. Hah.. benarkah dia keluarga Cho? Dia sangat berbeda. Sangat menyebalkan. Kuletakkan nampan berisi makanan di meja di ruangan ini. Ku dekati dirinya. "Heh.. tatap mataku saat aku bicara"

"Aku tidak mau mengambil kau dari Hyukkie. Menatap matamu akan menambah masalah" ujarnya dengan kepercayaan diri yang tinggi. Apa-apaan dia itu? Jadi di kiranya aku akan langsung jatuh cinta saat menatap matanya? Dia bercanda? Sok banget luh!

Ku tarik wajahnya dengan kasar agar menatapku. Apa ini? Matanya sembab, jadi dia tak melihatku karena dia menangis. Dia namja yang tak ingin memperlihatkan kelemahannya rupanya. Wajahnya pucat, benar juga sudah dua hari dia tidak makan, minum dan tidurkan? Kenapa aku malah iba melihatnya.

"Jangan menangis kibum-ssi!" entah kenapa kata-kata pemaksaan ini keluar begitu saja dari mulutku.

Dia balik menatap mataku. Dia seolah mencari sesuatu, tapi aku tak tahu apa. "Kenapa aku harus mengikutimu, hae noona?" datar sekali. Huh.. apa dia tidak punya nada bicara.

Eh.. benar juga, kenapa dia harus mengikuti kata-kataku. Aku bahkan baru saja gagal menjadi bakal calon kakak iparnya. Ku tatap lagi wajahnya, kali ini aku yang seperti mencari. Dia sangat tampan, kenapa aku baru menyadarinya? "Aku ingin melihat senyummu. Aku baru saja putus dari hyungmu, jadi jangan terlalu kaku" aku berusaha bersikap santai. Apa dia akan mendengarku?

Dia mengeluarkan senyuman killernya. "Nee, aku mengerti" Ampun! Seharusnya aku mengikuti usulnya tadi. Tidak seharusnya aku menatap matanya. Aku juga tak seharusnya terlalu dekat dengannya. Deg.. deg.. jantungku mulai tak karuan. Tahan donghae! Jangan sampai wajahmu memerah di depannya! Si sombong ini bakal merasa dirinya menang.

"Noona, menurutmu kenapa aku harus berpisah dengan Zhoumy?" tanyanya dengan wajah yangs sangat polos. Tuhan.. aku telah terperdaya oleh mahluk satu ini. Dengan gampangnya dia memelukku. Aku membalasnya saja, tanpa maksud apapun.

"Karena kau namja dan dia juga namja!" kataku asal, kan memang begitu.

"Kau salah, jawaban yang benar karena dia tak bisa memberikan seorang keturunan dariku" eh… kok aku merasa mulai tidak enak. Aku merasakan ia menangis di bahuku. "Kau tahu kenapa aku mencintainya?"

Aku terdiam sejenak. Mana mungkin aku tahu hal begituan. Aku bahkan baru pertama kali berinteraksi dengan Kibum.

"Karena dari kecil hanya dia yang ada untukku. Hanya dia yang memelukku saat aku kesepian, hanya dia yang selalu memberiku kasih sayang, hanya dia yang menyediakan waktu untukku. Hanya dia yang memberikan perhatian dan senyuman untukku. Aku tak pernah berinteraksi dengan orang lain selain dia dari saat aku tinggal bersama appa china"

"Kibum-ssi, kau baik-baik saja?"

"Kenapa aku tak bisa mencintai Henry saja, bukankah itu lebih baik. Kenapa Henry tak bisa berindak seperti yang ku mau? Dia selalu menjauh saat aku ingin memeluknya. Aku tak pernah menangis di bahu siapapun kecuali Henry. Salahkah aku jika aku mencintainya?"

Ku tatap dia lirih. Dia sungguh menangis. "Keluargamu sangat menyayangimu, kau tak tahu betapa berkorbannya mereka demi kau, kibum"

"Mereka menyuruhmu agar membuatku mencintaimu?" haa…? Dia tahu? Seharusnya dia kan tak tahu. "Apa kau sungguh akan melakukannya donghae noona?"

"Aku juga tak tahu? Aku belum menyukaimu"

"Benarkah? Baiklah suapi aku makan!" sejak kapan image pendiamnya itu jadi berubah begitu manja? Wualah… tenang hae, jangan sampai kau menyukai setan ini. Dia yang mengganggu hidupmu.

%ika. Zordick%

Sudah tiga bulan berlalu mungkin, dia berubah menjadi lebih baik sekarang. Bahkan sangat baik. aku tidak menyangka anak ini sungguh nekat. Dia tak bisa di bilang berani lagi. Bayangkan saja, dia memotong nadinya sendiri, saat aku pulang. Hal ini tentu saja membuat seluruh keluarga Cho menjadi tak karuan.

Saat dia berhasil di selamatkan dia malah tersenyum padaku. Apa dia tak merasa tangannya itu sangat sakit? Eunhyuk saja sampai menjerit histeris saat melihat adiknya itu bersimbah darah. Kyuhyun yang ku dengar sebagai evil magnae, bahkan menangis tak karuan memeluk eommanya. Jangan Tanya bagaimana kondisi yang lainnya. Kacau! Itulah yang bisa kudiskripsikan. Hanya Yesung oppa yang dengan cekatan menghentikan pendarahan Kibum.

Syukurnya, dia tak perlu di bawa kerumah sakit. Dia melirikku, tangannya bergetar saat menyentuh tanganku. Aku hanya menggenggam tangannya itu. "Appa aku ingin buat kesepakatan dengan kalian berdua!" katanya yang membuatku tergugah.

Tebak! Apa yang dia minta! Permintaan babo, yang kukira aka nada nama Zhoumy di dalamnya. Dia malah meminta. "Aku mau jadi model, jika tidak di kabulkan appa china ku jamin perusahaanmu akan hancur dan appa angel aku akan bunuh diri di depanmu!" katanya dengan nada dingin.

Jadilah dia yang mengganggu hidupku selama tiga bulan ini. Hari ini, hari terakhirnya melewati ujian akhir SMAnya. Akh.. apa dia akan menikahiku? Lee donghae, kau aneh mana mungkin dia melakukan itu. Kau kan hanya bertugas untuk menormalkannya.

"Siang noona" sapanya ramah keluar dari kamar ganti. "Kau ada jadwal setelah ini?" tanyanya dengan ceria.

Aku menggeleng. "Nde… aku akan pulang setelah ini"

"Tunggu sebentar dong noona, aku baru habis ujian, setidaknya lihatlah aku sampai selesai"

"Kenapa aku harus?" aku mengatakan apa yang biasa ia katakan padaku. Kata-kata menyebalkan yang sering membuatku naik pitam.

Lagi-lagi dia mengeluarkan senyuman killernya yang membuatku terdiam di tempat. Apalagi dengan busana seperti itu, dia terlihat sangat tampan. Dia berdiri di sebuah layar putih. "Aku akan menyelesaikannya dengan cepat noona"

"Baiklah, kibum-ssi. Ayo! Jangan mesra-mesraan dulu donk!" kudengar fotografer memanggilnya. Benarkah kami terlihat seperti sepasang kekasih? Kurasa tidak, kami sering bertengkar. Dan kami tak terikat dengan hubungan sepasang kekasih.

Dia berlari kearah layar putih. Latar tempat pemotretan dirinya. Aku berdiri di samping fotografer. Dia mulai memasang posenya. Akh… seharusnya aku tak lihat. Dia terlalu mempesona. Terakhir dia memasang senyuman killernya yang sadis. CLep! Habislah aku! Aku terdiam.

"Hyung, boleh aku minta sesuatu?" dia memasang wajah dingin lagi. Hanya pada beberapa orang saja dia selalu memasang wajah manjanya "Ambil fotoku dengan hae noona ya!" pintanya sembari menarikku.

Tentu saja aku terbelak kaget. Hmf.. dia ingin beradu kemampuan foto denganku? Jangan bercanda! Aku kan seniornya. Aku memasang pose yang mengikuti gaya dinginnya. Tak jarang fotografer berteriak histeris karena puas melihat hasil fotonya.

"Terakhir ya! Gunakan pose terbaik kalian"

Kibum merangkul pinggangku dari belakang. Aku spontan membatu, apalagi saat dia mengecup pipiku mesra. Kudengar teriakan para yeoja penggemar kibum yang melihat adegan itu. Aku langsung mendorongnya. "Jangan yang aneh-aneh!" kutunjukkan ekspresi marahku.

"Noona, kau gemukan ya!" dasar tak sopan!

Tiba-tiba seorang namja yang ku kenal menghampiri kami. Jika kalian menebak itu hyukkie, maka salah besar. Namja itu kurasa merasa pilihannya untuk melepaskanku adalah sebuah tindakan tepat. Dia terlalu sibuk sekarang sebagai seorang seleb multitalent mengikuti langkah eommanya. Dia lebih cepat naik daun saat berpisah denganku. Aku memang hanya pengganggu hidupnya saja. Jangan Tanya seberapa banyak air mata yang ku keluarkan, aku menangis tiga hari tiga malam.

Namja itu membuatku merasa takut. Aku takut kehilangan kibum seperti aku kehilangan hyukkie. "Kau kenapa?" Tanya kibum memandangku aneh. Dia nyengir. "Kau takut ya, sudah sini!" dia menggenggam tanganku erat. Seolah dia yang takkan membiarkanku pergi. Bukankah aku yang takut akan kehilangan dia. Aku masih melihat bekas luka di pergelangan tangan kibum. Luka beberapa bulan yang lalu.

"Mian, aku datang menyusulmu kemari bummie. Tapi ada beberapa berkas yang harus kau tandatangani segera!" Zhoumy menyodorkan beberapa berkas pada kibum. Kibum cepat menandatanganinya satu persatu. "Anda… apa kita pernah bertemu sebelumnya?" dia tersenyum padaku.

"Jangan menyentuhnya Zhoumy gege. Dia milikku!"

"Kenalkan aku Zhoumy, hyungnya Kibum. Atau lebih tepatnya aku wakil direktur sombong ini"

"Kau tidak jadi ke Kanada?" tanyaku ketus. Kuharap dia mengerti, aku tak menyukai dia mengentayangi hidup kibum lagi.

Dia menggeleng. "Kibum sudah melepasku, itu artinya aku tetap menjadi hyungnya dan harus melakukan kewajibanku sampai akhir" dia tersenyum penuh arti padaku. "Baiklah, aku permisi! Bum, bilangin sama wookie, adikku jangan dipulangin malam-malam. Aku takut dia masuk angin"

"Aku mengerti ge. Ayo kita pergi!" kibum menarik tanganku keruang ganti.

%ika. Zordick%

Kyuhyun pov.

Ku tatap hyungku ini datar. Dia tersenyum tanpa dosa saat duduk di atas tempat tidurnya. Bukankah ini malam yang tenang seharusnya. Aku ingin menggombal Sungmin noona agar kembali lagi ke pelukanku. Aku sudah mencoba ribuan cara, malah aku di laporkan ke polisi atas tuduhan penguntit dan peneror. Masa orang setampan aku bisa di kira seperti itu sih? Dimana mereka letak wajah manisku ini?

"Kyu… kau galau ya?" Kibum hyung memberikanku sebuah console game terbaru. Ah… aku tak tertarik soal itu sekarang, aku hanya ingin sungmin noona kembali.

"Berhentilah menggangguku hyung, aku sedang berpikir mencari cara baru mengembalikan sungmin noona padaku"

Dia terkikik geli. "Mian he, aku tahu kau akan memberikan segalanya padaku. Aku juga tahu semua orang dirumah ini akan memberikan semua itu padaku"

Nah.. aku mulai merasakan perasaan gak enak nih. Apa itu artinya aku kalah lagi untuk yang ke dua kalinya. Dan semua ini adalah rencananya sejak awal? Jika iya, aku akan memberikan gelar evilku padanya. Tak mungkin dia melakukan hal gila ini kan, dengan happy ending yang sesuai rencananya?

"Kyu… aku bohong soal aku gay"

"MWOO?" dia serius? "Hyung, sebutkan kejahilanmu lainnya!"

"Soal aku mencintai Zhoumy, kurasa hanya itu kebohongan yang ku buat"

"Kau bercanda kan?"

"Tidak, awalnya aku hanya berniat bermain denganmu agar kau menyerahkan sungmin noona padaku, tapi aku akan mengembalikannya lagi. Yang jadi masalahnya setelah itu. Appa china membuatku stress dengan bualannya meminta anak dan menunangkanku dengan Henry. Padahal aku tahu kalau wookie hyung sudah menyukainya"

"Jadi kau mulai dengan bualanmu yang memanfaatkan sisi lemah si Zhoumy yang selalu membuatmu menjadi prioritas utama hidupnya. Memintanya mencintaimu dan mulai memasukkannya dalam permainanmu?" aku mencoba menduga, sebenarnya aku pernah mencoba merencanakan ini, tapi aku tak berani mencobanya.

"BINGO! Dan kau tahu, Morning kiss yang kau lihat pertama kali itu, itu kepalsuan yang kubuat. Tapi untuk yang di dengar Henry setengahnya salah paham dan setengahnya lagi itu benar"

"Maksudmu kau sungguhan gay hyung?" dia menepuk kepalaku kuat.

"Jika memang benar, aku akan memilih namja yang seperti Siwon hyung, untuk apa sama koala merah kayak gala panjang seperti dia *ini kata reader ya!*. aku hanya menikmati permainan apa itu salah? Hehehe… dan juga saat Zhoumy melamarku, aku sudah mengaturnya agar seluruh keluarga menolaknya dan hanya kau yang akan pro dengan itu"

"Lalu tanganmu, penyiksaan dirimu itu?"

"Sebenarnya aku ingin menebus kesalahanku saja. Aku sudah buat eomma pingsan. Eh ternyata, kejadian tak terduga terjadi!"

"Apa?"

"Aku jatuh cinta pada hae noona" dia berbisik di telingaku."Aku sempat berpikir, semua bakal kacau kalau gini, tapi aku lebih egois dari perkiraanku. Aku sama sekali tak bisa mengalah dan hanya dia yang tak bisa ku kembalikan lagi keposisi semula. Aku hanya ingin memperingatkan appa china awalnya kalau yang ia minta itu keterlaluan. Lihat dia jadi lebih menghargai pendapat kita kan, dia belajar banyak dari rencanaku"

"Hyung, kau tahu berapa orang yang kau sakiti!"

"Angel magnae, sang lucifernya sekarang adalah aku! Jadi tolong terbiasa dengan nama tersakiti. Seperti kau tak pernah melakukannya saja. Yang jelas semua berakhir lebih baik dari yang ku kira"

"Baiklah, aku berikan gelar evil magnae ku padamu! Kau puas! Kembalikan sungmin noonaku!" teriakku kesal. Akh… sekarang aku mengerti betapa marahnya saat di permalukan dan dipermainkan. Aku tak akan menjahili hyungku lagi jika aku tahu aku akan kena karmanya dari seorang kibum keparat ini.

"Dia akan kembali kalau kau mengikuti rencanaku selanjutnya. Kau hanya tinggal mengulang tingkahmu saat SMA. Aku akan berikan ruang radio kampus seminggu ini padamu, setelah itu kurasa kau tahu apa yang harus kau lakukan. Tapi sekarang kau harus bantu aku dulu Kyu!"

"Hmf.. bantu apa?" aku berpikir sejenak, sialan! Kenapa aku sama sekali gak punya akses buat nguasai ruang radio kampus. Rencana ini sih udah kepikiran. Dasar… dia ini punya kuasa lebih dari pada diriku.

"Aku minta air matamu, karena aku telah melakukan kesalahan besar. Appa angel bisa membunuhku kalau kau tak membantu"

Aku mengangguk, hah.. menurut adalah pilihan terbaik untuk ku sekarang ini. Gelar evil magnae ku telah di rampas, aku bisa apa? Dia berbisik di telingaku. Eh.. aku tak salah dengar. Itu bukan kesalahan besar lagi! Itu masalah terbesar yang pernah ku ketahui. Matilah kau kibum, jika appa angel mengetahuinya. Ya ampun! Tapi kurasa dia sudah tahu penawar terbaik ternyata, aku akan bantu

%ika. Zordick%

Author pov.

Eunhyuk dan siwon memilih berkutat dengan laptop mereka masing-masing. Siapa yang tahu apa yang sedang mereka lakukan. Entah bermain game online, nonton yadong atau malah ngarang FF(?). yesung masih tetap dengan kebiasaan buruknya bermain dengan kura-kuranya secara abnormal. Kyuhyun bisa di tebak bermain PSP hitam di samping kibum yang sibuk dengan ipodnya. Wookie sendiri sedang mojok bersama Henry di sudut ruangan.

Leeteuk dan Heechul lebih memilih menonton Super Junior Show di TV sambil bermesraan di atas sofa depan TV itu. Hangeng yang tumben meluangkan waktunya singgah di kediaman keluarga Cho, lebih sibuk dengan saham-sahamnya di laptop. Tak jarang dia menerima telpon entah dari siapa, dan dia berteriak gaje sendiri dengan berbagai bahasa.

Tiba-tiba kegiatan mereka berhenti sejenak saat bel pintu terdengar nyaring. "Pasti kangin ahjussi. Biarkan sajalah!" ujar Eunhyuk malas

"Dia kan bisa masuk sendiri. Kurasa bukan dia hyukkie. Buka sana!" Heechul yang sibuk memainkan rambut suaminya itu jadi naik pitam sendiri mendengar ocehan anaknya yang pemalas dan mengganggu kesenangannya itu.

Eunhyuk yang sudah mendapat deathglare dari kyuhyun COBA-SAJA-KALAU-KAU-BERANI-MENYURUHKU! Langsung melirik pada kibum yang tampaknya takkan pernah mendengarnya dengan telinga yang di sumpel ipod itu, dia juga tak mungkin menyuruh hyung-hyungnya. Lalu dia menatap kea rah wookie. Mimpi apa dia, jika anak itu berani meninggalkan Henry dan membukakan pintu untuk orang gak jelas. Akhirnya dengan langkah gontai, dialah yang membukakan pintu.

Betapa terkejutnya ia saat ia membuka pintu tersebut. Dia meloncat kegirangan. "Donghae!" dia ingin memeluk yeoja cantik itu dan cukup dengan tanda senyuman manis yang ajaib langsung terusirlah eunhyuk seperti nyamuk yang ketemu sama autan.

"Boleh aku masuk hyukkie? Aku ingin bertemu kibum. Dia yang menyuruhku datang kemari" jelas Donghae yang diresponi dengan tanda Tanya besar oleh eunhyuk. Eunhyuk langsung membiarkan yeoja itu berjalan melewatinya. Entah perasaannya saja, hae menjadi jauh lebih sexy dari sebelumnya.

"Hae.. mau cari hyukkie atau Siwon?" pertanyaan polos dari seorang chull eomma terdengar. Kibum yang kesal, langsung berdiri dan merangkul donghae. Menunjukkan kalau dialah yang ingin di temui oleh donghae.

"Gwechana?" Tanya hae pada kibum dengan manyun. Seperti anak-anak.

"Katanya kau pengen es krim, aku udah siapin. Makanya kusuruh kemari" jawab kibum santai.

Donghae memegangi perutnya. "Kurasa aku masuk angin belakangan ini. Aku kekamar mandi dulu ya" katanya cepat yang langsung ngacir ke kamar mandi.

"Eomma.. appa.. para hyung deul sekalian. Aku ingin menikahi Hae noona secepatnya"

"Mwo? Kau serius?" terlihat tampang ketidak setujuan dari Siwon dan Eunhyuk.

"Nee… harus secepatnya! Kalau tidak aku tak tahu harus bagaimana bertanggung jawab" lanjut kibum yang langsung membuat kyuhyun meletakkan PSPnya dan berlutut di depan appa angelnya.

"Ini salahku appa, aku yang meminta kibum hyung. Aku hanya ingin seorang adik dan tak kusangka…"tangis kyuhyun pecah. Semua orang meninggalkan kegiatannya masing-masing. Hangeng tampak bersemangat mendengar pembicaraan tentang adik yang di maksudkan kyuhyun.

Kibum ikutan bersujud, tapi dia tak menangis. "Jangan salahkan kyuhyun, ini salahku. Seharusnya aku berpikir lebih matang, kenapa aku bisa babo waktu dia minta yang aneh-aneh begitu. Aku yang terlalu polos appa!"

Semua orang bingung. Heechul mengeriyitkan dahinya, ditatapnya kedua anaknya itu dan secara bergantian. Terdengar suara orang muntah dari belakang rumah. Dia sepertinya mulai mengerti arah pembicaraan ini. "Jangan-jangan… kibum.. kau…." Tebaknya takut

"Ada apa sih chagi? Apa yang diakibatkan kepolosan anak kita?" Tanya leeteuk yang sungguhan tidak tahu apa yang terjadi.

"Donghae eonni jangan-jangan dia… dan.. kau gege" kali ini Henry yang menatap tak percaya.

"Katakan pada eomma yang sesungguhnya, apa ini sesuai yang kupikirkan, kibummie… kyuhyunnie"

"Nee.. eomma, mungkin sudah dua bulan!" Kata kibum datar dengan mengeluarkan kitty eyesnya.

Yesung menatap cengo. Otaknya memang tak bisa merespon dengan cepat. Tapi soal medis dia jagonya. Dia melirik Henry agar segera mengeluarkan sang korban yang di maksudkan dari dalam kamar mandi. Kyuhyun mulai teriak-teriak gaje. "Aku tak ingin punya adik lagi kalau appa marah pada kibum hyung"

"Ah.. mian!" kali ini donghae keluar dengan di papah oleh Henry. Yesung dengan sigap mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Setelah beberapa lama kemudian. Wajah yesung memucat, heechul menatap seram wajah leeteuk yang sudah sangat bringas. Kibum dan kyuhyun yang berpelukan sambil terus saling minta maaf, sementara Siwon dan eunhyuk yang kehilangan roh mereka.

"Mwo? Aku hamil?" teriak Donghae sengit menatap kea rah kibum yang bergidik ngeri. "Anak sialan! Kau bilang takkan apa-apa! Sini kau!"

"Jadi beneran nih?" hangeng terlihat berseri-seri.

"Cepat nikahkan mereka. Aku peringatkan semuanya! Tidak ada yang boleh berpikiran polos lagi seperti mereka" Leeteuk berusaha menahan amarahnya.

Kyuhyun menyeringgai "Berhasil, tugasku selesai. Kini tinggal bagianmu yang akan di sup oleh istrimu itu!" kibum mengangguk. Lalu mulai ngacir mengunci diri di kamarnya!

Selesai… selesai… selesai…

Kok akhirnya jadi luar biasa gaje sih! Bukan gaje aja, malah kacau! Mian he dah… bwahahahahaahahaaa….

Nah ayo! Review'an terakhir untuk FF saya yang ini, di mohon dengan sangat. Para SR yang bersembunyi di manapun kalian berada, saya mohon muncullah! Review lah yang banyak! Agar saya punya ide yang buanyaaak buat FF lain! Hidup crack pair! *dikejar para couple yang seharusnya*

Hmf… saya juga mau tanya buat para reader tercinta saya, apa kalian menyukai FF yang ditambah dengan OC? Buat reader yang mau ng'request saya dengan lapang dada menerima, tapi saya pertimbangin juga sih. Baiklah untuk cerita selanjutnya saya, akan banyak one shoot aja. Chapteran the dark reality sama Black and white [gangster school] aja deh… hiks.. hiks… saya mau update kilat tapi beribu rintangan menentang saya. Maafkan saya!

Hmf… author mau promo dulu boleh gak? Karena berhubungan para ELF dan reader saya kumpulnya disini tolong like page yang author kelola ya! Plizzz… reader juga bisa ngingatin saya soal FF disini seandainya ke lamaan publish.. tolong yea….

.com/pages/Indonesia-Saranghae-LeeTeuk/131377840270290

.com/pages/I-Love-Yesung-Saranghae-Clouds-Indonesia/244143545618334

.com/pages/Super-Junior-for-ELF-indonesia/207470705974332

Sekarang waktunya ngejawab Review buat chap sebelumnya !

Aryani : Hmf… memang bener sih, di cerita ini gak ada Yaoi sebenarnya! Bukan Zhoumy nya yang cewe Cuma si Kibum sukanya sama si Donghae sebenarnya! Wkkkkwkkkwkkk

Maykyuminnie : beneran mpe nangis? Si author gaje kayak saya malah sambil ketawa ngakak nulisnya! Bwahhahaahaaa.. sekarang aja masih ngakak dan di kira gila sama orang di sekitar. Saya saranin memang bela terus Kyumin, Umin kayaknya marah banget tuh! Liad aja apa si angel magnae *bagi author masih evil magnae* bisa balikan lagi? Saya suka buat kyu menderita #kena gampar si kyu!

Ncanote: Salam kenal! Hmf… =,= di setiap FF saya yang paling sering muncul memang kibum! Salahkan sendiri kenapa saya istrinya!

Echa Sk'ElfRyeosomnia : mian he, eonni ku yang cantik manis, imut-imut bahkan wookie aja susah nyaingi. Buat sequel aku gak waras+gila yang kyuwook version masih ika tahan! Saya harus buat upacara biar bisa misahin yewook! Tapi versi sibumnya udah selesai! Inilah the last chap, mohon jangan suruh saya buat sequel ini lagi ya! T.T

Zue Teuk : Gommawo, buat add ika di FB… nih last chapter yang kurang memuaskan (Gak PD)

WeniGiggs: Hiii… nyerimin banget! Jangan aniaya saya dunk! #author guling-guling gaje di sanatorium. Sebenarnya author gak sengaja buat TBC, hanya saja karakternya udah kebanyakan, jadi potong ajalah! *jadi begini toh cari si author ini motong cerita* hehheehee… banyak lagi rahasia saya ngerjain cerita.

Lyyn710: ini lyn yang datang ke FB saya dan req cerita Vampire ya? Saya udah buat sih, Cuma gilanya jadi chapteran. Judulnya "VAMPIRE IN THE KIM FAMILY" Pairing mempesona saya disini Kangsung alias Yesung+Kangin. Gak papa deh ika seneng-seneng aja dipanggil author.

El: Kyubum memang kayaknya suka banget dipasangin buat couple brothership. Kibum saya memang harus selalu menang di FF ini! Memang itu temanya! Gommawo juga buat reviewnya, sering-sering ya!

Princess Angela : Inilah update kilat saya! Buahahahahahaahaha… 1 minggu(?) *reader: 1Minggu lu bilang kilat, dasar author babo* mian ya! Karena kelamaan

Pity MbumKyumin Elf4ever: hihihihi… buat ngembaliin kenormalan kibum, saya kabulin. Tapi dia sudah milik saya seutuhnya. Dari ujung rambut mpe ujung kaki. Saya kasih Kyu aja deh, mau ya!

Just Sona : Mian he Sona. Membuatmu kecewa di TBC yang di tempat yang gak nyenengin. Alasan TBc tersebut sudah saya deskripsikan di review'an reader lain. Saya bersedia kok jadi saengnya Sona! Kita buat keluarga yang gak kalah heboh! Bwahahahaaha….. *si author sok eksis dan anehnya kumat lagi*

Phokyu lovekyumin : Kayaknya saya beneran kena tendang kyumin shipper nih! Glek… udah siap-siap! Inilah jawaban untuk semua pertanyaan dirimu chingu!

Chimamire no Tsuki: saya memang tipe author yang gak terlalu memperhatikan Typo chingu. Banyakan reader katanya gak masalah, jadi saya lanjut aja! Hahahahahaha… maklum nilai bahasa indonesia saya jelek. Jangan salahkan kibum saya, saya yang sebagai istri kurang merawatnya. *apaan sih nih author*. JADI KAWIN KOK Cuma couple yang nikah beda. Hehehehe… *evil smirk*

Kim Churyeohyuk: thanks buat pujiannya!

Gommawo buat semua reader yang tampak dan tidak yang dengan setia membaca FF saya! Cuma yang saya bingungin jumlah reviewan buat cerita utama dibanding sequel kok jauh beda banget. Ampun dah! Makanya saya belajar dari pengalaman buat cerita aku gak waras+gila. Hmf…hem…hem…