Lanjutan gaje story from me . . .

.

Lets start it . . .

.

Happy Birthday Konoha High School - Chapter 2 ( Dengan sedikit perubahan gaya bahasa )

.

Begin . . .

.

.

.

.

"..."

.

"Hmm.." Wajah naruto nampak sedikit kecut mendengarnya.

.

"Sudahlah, Jangan banyak bicara, lebih baik kita segera masuk! Kabarnya, sekolah kita mendatangkan band Akatsuki untuk perayaan kali ini," Sela neji datar.

.

"Sudah lama aku ingin melihat band itu secara langsung. Oh iya, salah satu personil band itu bukannya kakakmu ya Uchi?" Tambahnya lagi. Kali ini sorot matanya mengarah ke Sasuke. Uchi? WTF.

.

Mendengar pujaan hatinya menyebut tentang Itachi, sontak wajah Sasuke berubah menjadi sedikit berkerut.

.

"Hn.. Namanya Ak*tsuki, bukan Akatsuki,"

.

"Kalau Akatsuki itu nama band dari Korea. Band milik Itachi kan hanya band tarkam yang biasa main kalau ada undangan syukuran en sunatan massal, itupun kalau laku," Tambah Sasuke.

.

"Kalau gak?" Tanya Neji penasaran.

.

" kalau gak laku ya jadi tukang ojek lah," Sahut Sasuke sekenanya.

.

"Hmm.. Sudahlah.. Bagaimana kalau kita lewati saja masalah band band-an ini?" Tambahnya lagi. Kali ini dengan memasang gaya sudah-mulai-jengkel.

.

"Lebih baik kita berkeliling saja,"

.

Ekspresi wajah Sasuke sekarang sepertinya sama dengan ekspresi wajahnya dua bulan lalu saat Neji meminta-nya untuk menemani Hinata menyaksikan konser Ayu tingting di GBK. Seandainya Sasuke tahu kalau saat itu Neji memintanya menemani Hinata karena Neji sudah terlanjur punya janji untuk mengantar Naruto ke salon, jidat Neji pasti akan digaplok pake tangan Susano'o yang se-gede Gaban.

.

Di tengah pembicaraan yang sudah mulai OOT itu, tiba tiba se-rombongan gadis alay SMU Konoha nampak berlari menuju ke arah mereka. Sebagian meneriakkan nama Ak*tsuki, sebagian lainnya membawa spanduk bertuliskan "We Love Ak*tsuki", "I Am Painisme", "Itachi, Marrie me please", dan slogan slogan lebay lainnya. Dari kejauhan mereka lebih nampak seperti segerombolan banteng yang sedang bermigrasi daripada sekumpulan gadis ABG yang so sweet. Di jalur yang telah dilewati oleh rombongan siswi SMU itu, terlihat Kakashi sedang menarik sebelah kaki Guy yang pingsan dengan hidung mimisan dan banyak bekas telapak kaki di badan dan wajahnya. Nampaknya ini akibat karena dia berusaha menghalangi rombongan tadi dengan taijutsunya.

.

"Serangaaaan.." Teriak Naruto histeris. Tiga yang lain hanya bisa terdiam dan bergidik menyaksikan ratusan fans Ak*tsuki yang semakin mendekat.

.

"Ini lebih cepat dari Hiraishin no Jutsu. Kita tidak akan sempat menghindar," desis Sasuke pelan. Kali ini sambil berlari ke arah panggung.

.

"Arrrrggghhhh..."

.

Grudugg...Gruduggg...Gruuduuuuggg...

.

Beberapa mili-detik berlalu, dan kini empat siswa SMU Konoha itu telah sukses tertelan oleh segerombolan omnivora yang menyebut diri mereka Tsuki-lovers.

.

Bruakkk . . .

.

Klonthank . . .

.

Grubyuuggg . . .

.

Damn, sekarang nampaknya cita cita Naruto Cs untuk merasakan berada "di bawah" ratusan siswi SMU tercapai. Hanya saja, kali ini dia berada di bawah sepatu mereka. (_ _")

Beberapa detik berlalu.. Tiba tiba rombongan fans tersebut berhenti. Nampaknya mereka sudah tiba di depan panggung. Tentu saja dengan tetap menyeret Naruto Cs di dalam kerumunannya.

.

"Engghh.. Apa aku sudah mati? Apa aku sudah di surga?" Erang Naruto sambil mencoba keluar dari "kerumunan musibah" di sekitarnya. Wajahnya terlihat seperti habis terkena chidori.

.

"Kyaaaaaa... Jengloooottt.." Sekali lagi wajah Naruto memucat. Sepertinya dia tidak sengaja memalingkan pandangannya ke arah Sasuke yang kondisinya tidak kalah mengenaskan. Bajunya sobek sobek dan mukanya rata ( secara harfiah ).

.

"Dasar bodoh, Ini aku.. Kita belum mati. Itu tadi.. Mungkin kita habis terkena Tsunami!" Jawab Sasuke ngasal. Sepertinya kepalanya terbentur dengan keras.

.

"Cepat bangun. Kita pergi dari sini! Sekalian cari my lovely dan Rock lee!" Tambahnya lagi.

.

Beberapa meter di sebelahnya, Neji terpaksa harus menggunakan Kaiten untuk membongkar "pertahanan" fans yang ada di sekitarnya. Rock lee belum nampak. Sepertinya dia terbuang ke dimensi lain.

.

"Sial, apa apaan ini.." Gumam Neji sambil tetap berputar dalam Kaitennya.

.

Tiba tiba suasana di sekitar mereka berubah menjadi sedikit hening. Kemudian terdengar Anko mitarashi, MC acara perayaan ulang tahun SMU Konoha kali ini, mulai angkat bicara.

.

"Sekarang, tibalah saatnya untuk acara utama. Penampilan dari band ternama dari Konoha," teriak Anko yang disambut oleh riuh teriakan histeris dari para fans cewek.

.

"Tapi sebelumnya, kita dengarkan dulu sambutan dari bapak kepala sekolah SMU Konoha.."

.

"Huuuuuuuu..." Teriak para penonton kompak.

.

"Kita sambut, kepala sekolah kita, bapak Uchiha madara.."

.

Prok..prok..prok.. Suara tepuk tangan yang ramai, namun nampak sangat terpaksa. Mungkin karena mereka takut digenjutsu oleh Madara.

.

"Hmm.. Tenang, bapak tidak akan merusak kesenangan kalian kok! Bapak janji ceramahnya tidak akan lama," Ujar Madara memulai sambutannya. Ucapannya sedikit memberikan harapan pada para siswa bahwa ini tidak akan lama dan membosankan.

.

"Bapak hanya ingin menyampaikan dua hal saja. Yang pertama..."

.

.

Satu jam kemudian...

.

.

"Yang kedua..."

.

.

Dua jam kemudian...

.

.

"Nah, itulah sedikit yang bisa bapak sampaikan pada kalian. Semoga di ulang tahun kali ini, SMU Konoha bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi. Sekian dari bapak. See you all.." Tutup Madara disusul dengan mengedipkan sebelah matanya. Ucapan itu disambut dengan sorak sorai dari sisa penonton yang masih sadar. Yeah, sambutan yang "singkat" itu memang sudah membuat sebagian besar dari mereka ketiduran.

.

"Baiklah, sekarang saatnya..." Ujar Anko yang telah kembali ke panggung.

.

"Kita sambut..."

.

"Akatsukiiiiii..." Teriak Anko semangat. Kata katanya disambut oleh tepuk tangan dari semua orang yang memadati bagian depan panggung pertunjukan. Semua kecuali Sasuke yang kini terlihat semakin manyun.

.

Sorak sorai penonton mulai bergemuruh. Mata mereka kini menatap ke satu arah. Mereka semua seperti mengunci pandangannya pada anggota Akatsuki yang satu persatu mulai naik ke atas panggung.

.

"Kita perkenalkan satu persatu yaaa..." Sela Anko genit.

.

"Yang pertama, pada drum, ada Hidaaaan..."

.

Seluruh penonton bertepuk tangan. Beberapa diantara para gadis langsung pingsan di tempat. Hidan yang mengenakan celana jeans berwarna hitam dan kaos singlet berwarna senada terlihat sedang melambaikan tangan pada fans fansnya. Kemudian tidak lupa, dia melemparkan selebaran yang bertuliskan "Puja dewa Jashin" ke arah mereka.

.

"Selanjutnya, pada bass sekaligus vocal, kita sambut.. Paiiiiin.." Sambung Anko.

.

"Paiiiiinnn"

.

"Love you Paiiiiinnn..."

.

"Marrie me pleaseee..." Sorak sorai terdengar bertambah riuh untuk personil Ak*tsuki yang satu ini.

.

Pain pun terlihat memasuki panggung dengan sangat Pede. Sepertinya dia lupa kalaubeberapa bulan yang lalu dia sempat terlibat skandal video porno dengan kekasihnya Conan, dan sebelas orang yang lain. Kabarnya, Kakuzu, mantan Gitaris dari Ak*tsuki juga adalah salah satu dari sebelas korban Pain. Sampai sekarang, kasusnya masih diproses oleh kepolisian Konoha.

.

"And finally.. Pada gitar.. Kita sambut... Itachiiiii..."

.

Tepuk tangan penonton terdengar semakin membahana. Itachi, salah satu personil Ak*tsuki yang terkenal paling cool terlihat sedang menaiki tangga yang berada di samping panggung sambil melambaikan tangan pada seluruh fans setianya. Karena terlalu asyik ber-pose-ria, sepertinya Itachi lupa kalau dia sedang berjalan di tangga. Akibatnya . . .

.

Gubraakkkk. . . .

.

Itachi terjatuh dengan posisi muka menghantam lantai panggung.

.

Kriiikkkk . . . Kriikkk . . . Kriiikkk . . .

.

Suasana sekitar panggung-pun berubah menjadi hening. Seluruh penonton terlihat memasang muka shock. Sebagian langsung pingsan di tempat. Itachi-pun berusaha bangun secepat kilat.

.

Mimisan . . .

.

Akhirnya dia terpaksa harus menggunakan genjutsunya untuk membuat penonton melupakan semua yang mereka lihat tadi. Sukses. Kini mereka kembali bertepuk tangan.

.

"Selamat pagi Konohaaaaaa . . . Apa kabaaaarrrr . . ." Pain yang kini sudah berada di depan mic terlihat mulai berusaha membakar suasana.

.

"Lagu pertama untuk kalian . . ."

.

"Jreeeng . . ." Kali ini Itachi yang mulai pasang aksi. Disusul oleh gebukan drum dari hidan.

.

Diikuti oleh suara emas Pain . . .

.

"Kemana . . . Kemanaaa . . . Kemana . . . Ku harus mencari kemana . . . Kekasih tercinta tak tahu rimbanya . . ."

.

Yeah, Pain dan suara emasnya . . .

.

.

Back to Sasuke en friends.

.

.

"Hh . . . lebih baik kita pergi saja. Perutku rasanya agak lapar, bagaimana kalau kita cari makan dulu?" Ujar sasuke pada kawan kawannya. Entah memang lapar, atau itu hanya alasan karena dia benar benar tidak suka melihat Itachi dan bandnya.

.

"Tidak, aku masih ingin menonton penampilan band ini." Sahut Neji tanpa memalingkan pandangan sedikitpun dari panggung. Dia mulai benar benar nge-fans pada band ini setelah dia men-download video-nya Pain.

.

"Hn, baiklah kalau kalian memaksa," Desis Sasuke. Wajahnya berubah sangar.

.

Tiba tiba tangannya bergerak, dia membuat segel,

.

"Genjutsu . . ."

.

Sukses. Kini, kedua temannya itu telah berada di bawah pengaruh genjutsunya

.

"Tidur lebih dalam, tidur lebih dalam," Entah memang mantera, atau hanya karena itu adalah kata kata yang sering dipakai oleh magician favorite Sasuke di tivi, tapi yang jelas itu adalah kalimat yang selalu diucapkannya tiap kali dia menggunakan Genjutsu-nya.

.

"Naruto, Neji, dan . . ."

.

"Hei, kau ini siapa? Kenapa kau ikut ikutan ter-genjutsu?" Tanya Sasuke pada makhluk merah muda yang ada di samping mereka.

.

"Hoooo . . ." Hanya itu yang muncul dari mulut makhluk itu.

.

"Apa kau tidak berada dalam pengaruh Genjutsu? Lalu, kenapa tampangmu sebodoh itu," Cecar Sasuke sambil mengernyitkan alis.

.

"Hoooooooo. . ." Kali ini dengan durasi yang lebih panjang.

.

"Hei, kau ini siapa?" Tanya Sasuke lagi. Sekarang dengan sedikit membentak.

.

"A-aku P-patrick, Patrick star! Dan aku sedang menunggu Sponge bob . . ." Jawab makhluk merah muda itu tergagap.

.

"Hoooo . . ." Dan dia kambali mangap.

.

"Hn, terserah lah . . ." Ujar Sasuke kesal. Nampaknya dia mulai mempertanyakan ke-absah-an manga ini.

.

"Aku akan men-sugesti kalian untuk lapar, lalu kalian ingin makan bersamaku! Ingat itu," Sasuke sudah mulai kembali pada tujuan awalnya untuk mempengaruhi pikiran kedua temannya.

.

"Iyaaaa," Jawab kedua temannya serempak. Lemas, tapi serempak.

.

"Baiklah, sekarang, bangun!" sentak Sasuke sambil menepuk pundak dua temannya.

.

"Enghhh . . ." Sahut Naruto setengah kebingungan.

.

"Bagaimana, apa kita akan tetap di sini?" Tanya Sasuke lagi. Kali ini sambil cengar cengir.

.

"Kriuuuukkkk . . ." Pertanyaan itu disahuti oleh bunyi perut Naruto yang sepertinya sudah terkontaminasi oleh Genjutsu Sasuke.

.

"Eh, kenapa tiba tiba perutku terasa lapar?" Ujar Naruto.

.

"Hmm, kenapa tiba tiba aku juga lapar?" Jawab Neji sambil memegangi perutnya.

.

"Oke-lah kalau begitu . . .! Bagaimana kalau kita makan berdua? Pasti romantis . . ." Lanjut Naruto. Kali ini sambil melirik ke arah Sasuke.

.

"Eh, memangnya siapa yang mau makan denganmu anak bodoh?" Jawab Sasuke sebal.

.

"Aku kan pengen makan berdua dengan my lovely . . ." Tambahnya. Lagi lagi dia menggelayut manja di lengan pujaan hatinya, Neji.

.

"Sudahlah, jangan ribut terus. Bagaimana kalau kita makan berempat. Ajak lee juga!" Sahut Neji sok bijaksana.

.

"Naru-dear, bagaimana kalau kita makan di sana?" Tambahnya sambil menunjuk sebuah warung bakso yang bertempat di samping area konser. Tidak jauh dari lokasi mereka berdiri sekarang.

.

"Bakso Edo Tensei ala H. Kabuto" tertulis di sisi luar warung tendanya.

.

"Hmm.. Sepertinya firasatku sedikit buruk tentang ini. Sebaiknya kita makan di sebelahnya saja!" Jawab Naruto. Wajahnya memucat. Sepertinya dia sedikit mual saat membayangkan bahan apa yang mungkin dipakai oleh Kabuto untuk membuat baksonya.

.

"Okeee senpai . . . kita makan di sana saja!" Teriak Rock lee yang tiba tiba muncul di tengah tengah mereka dengan muka yang masih babak belur.

.

"Kyaaaaa . . . Jengloooottt . . ." Teriak Naruto lagi. Kali ini disusul dengan sebuah tendangan ke arah Lee.

.

Blarrr . . .

.

Sebuah tendangan yang sukses melemparkan Lee ke angkasa.

.

To be continued . . .

.

.

.

Semakin Gaje? Semakin garing?

.

Hh . . . Tahan tahanin aja dech . . . ^^v

.

RnR Please . . .