Title : The Game

Genre : Romance/Drama

Disclaimer : Character dalam fic ini milik Tuhan dan diri mereka sendiri

Plot dan Ide cerita milik Cloud1124

Cast : Super Junior member

Pairing : YeWook/HaeHyuk/YeHae

Rated : Teen

Summary :

"Karena permainan ini sangat menarik..."/ "Karena kau itu uke-ku!"/Permainan Donghae dan Yesung terus berlanjut, bagaimana selanjutnya?

Warning : OOC, Typo(s), BL, Crack pair.

Don't Like? Don't Read!


.

Sinar matahari menembus gelapnya ruangan itu, menyilaukan pandangan seorang namja yang masih tertidur pulas beberapa detik tadi, tak hanya itu, suara teriakan dan pembicaraan beberapa orang membuat matanya mau tak mau terbuka. Hal pertama yang tertangkap retina matanya adalah sosok seorang namja berambut pirang yang kini sibuk berganti baju di hadapannya. Dan hal itu sukses membuatnya membuka mata lebar-lebar untuk memperhatikannya sejenak. Belum lewat satu menit matanya fokus pada tubuh itu, sesuatu berwarna hitam─kepala seseorang, melongok ke dalam kamarnya.

"Hyukkie-hyung, ganti bajunya cepat dong! Ah, Hae-hyung sudah bangun. Ayo cepat turun, kita sarapan. Teukkie-hyung sudah teriak-teriak!" Teriak kepala tadi─Ryeowook.

Eunhyuk yang kini telah memakai pakaiannnya tanpa merasa kurang satupun bergegas berlari kecil menyusul Ryeowook.

"Hae, cepat gosok gigi. Jadwal kita padat nih!" Serunya sebelum menghilang di balik pintu itu.

Donghae memandangnya malas, dengan enggan ia berjalan ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok giginya,

.

Setelah beberapa menit penuh teriakan, dapur dorm Super Junior itu akhirnya menunaikan tugas rutinnya tiap pagi. Sarapan. Ryeowook berdiri dari kursinya, dengan terampil ia membagi porsi nasi pada hyungdeul-nya dan Kyuhyun yang kini siap dengan mangkuk mereka. Sarapan sederhana pagi ini terlewati dengan beberapa candaan di meja makan. Dan berakhir setelah sang manager masuk dan memimpin mereka untuk ke studio latihan.

Di van pertama…

Van pertama ini diisi oleh Leeteuk, Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook. Sementara sisanya menaiki van kedua yang mengekor di belakang mereka.

"Hyung, sudah terima oleh-oleh dari Hyukkie-hyung? Dia memilihnya lama sekali lho.." Kata Ryeowook memecah keheningan di van itu. Merasa pertanyaan itu ditujukan untuknya, Donghae menoleh ke bagian belakang van─temapt Ryeowook duduk bersama Yesung dan Kyuhyun.

"Ah, sudah kok. Aku suka sekali, Bahkan sekarang aku memakainya, lihat," serunya senang seraya menunjukkan jam tangan biru laut bermotif ikan yang kini melingkar di tangan kirinya. Eunhyuk tersenyum senang mendapat komentar dair kekasihnya itu.

"Jinjja? Syukurlah… Susah sekali lho aku menemukannya. Iya kan Wookie-ah?" Seru Eunhyuk ikut menoleh ke belakang, tangan kanannya kini merangkul bahu Donghae erat, wajahnya memancarkan rasa senang─ahh, jangan lupakan senyum lebarnya yang sukses memperlihatkan gigi putih beserta gusinya itu. Donghae tersenyum lebar, ia mencium kilat pipi sang kekasih sebelum berbalik untuk duduk menghadap ke depan seperti semula. Mendapatkan ciuman tiba-tiba seperti itu tentu membuat Eunhyuk terkejut, wajahnya bersemu merah, dengan perlahan ia kembali ke posisinya, namun kali ini mendekat pada tubuh Donghae. Donghae terkekeh pelan, sebelum akhirnya menunduk sedikit untuk menangkap bibir Eunhyuk ke dalam ciumannya.

Sementara itu, di belakang, Ryeowook memalingkan wajahnya dengan wajah bersemu, dan Kyuhyun memilih untuk mengeluarkan PSP-nya. Pandangan mata Ryeowook terhenti pada objek di hadapannya. Seorang Kim Jong Woon kini terdiam menatap keluar jendela dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Sungie-hyung kenapa?" Tanya Ryeowook perlahan sambil mengguncang pelan lengan Yesung yang ada di sampingnya. Yesung menoleh menatap wajah polo situ.

"Anni chagiya, hanya sedikit pusing." Senyum maut dari Yesung kini justru membuat Ryeowook tesipu malu. Ryeowook mengangguk singkat, dengan perlahan ia memiringkan tubuhnya, kepalanya kini bertumpu pada bahu Yesung, sementara tangan Yesung kini mengelus surai hitam Ryeowook perlahan.

"Ehemm, sudah pacarannya. Ayo latihan! Sudah sampai." Seruan dari Leeteuk membuat mereka semua menegakkan diri dan bersiap untuk turun dari van.

.

.

Lagu Mr. Simple terdengar dari ruang latihan yang berada di bagian pojok. 8 orang namja kini sedang ayik nge-dance dengan bersemangat. Bahkan tak jarang mereka tertawa di sela-sela gerakan tubuh mereka. Ketika lagu berakhir, Leeteuk dengan segera mematikan tape yang berada di ujung ruangan.

"Ahh, tas yang berisi minuman pasti ketinggalan di van. Bagaimana ini?" Seru Sungmin tiba-tiba. Wajahnya menunjukkan raut kekesalan, ia melipat tangannya di depan dada, matanya terus meneliti satu persatu tumpukan tas di ujung lain ruang latihan.

"Biar kuambilkan. Aku sedang ingin bergerak nih." Seru Yesung seraya berdiri dan melangkah keluar.

"Aku ikut hyung!" Teriakan Donghae segera disusul dengan langkah cepat sang empunya suara, berniat menyusul sang hyung yang kini beberapa langkah di depannya.

"Tolong ya Sungie, Hae-ya…" Ujar Leeteuk sambil tersenyum manis.

"Ne," jawab keduanya serempak lalu pergi keluar.

.

"Kenapa mengikutiku Hae?" Tanya Yesung yang kini keluar dari van dengan tas ransel di punggungnya. Donghae hanya tersenyum di depannya.

"Agar hyung tak marah lagi." Katanya singkat. Yesung menaikkan sebelah alisnya.

"Maksudmu?" Kini giliran Donghae yang kebingungan mendengar pertanyaan Yesung.

"Bukankah hyung marah dan cemburu melihat aku mencium Eunhyuk tadi? Buktinya tadi hyung tidak tersenyum sedikitpun saat latihan." Kata-kata Donghae sukses membuat tawa Yesung meledak, bahkan sampai meneteskan ar mata karena terlalu keras tertawa.

Melihat Yesung tertawa begitu kontan membuat Donghae salah tingkah. Apa yang salah dari penuturannya barusan? Rasanya tak ada. Setelah beberapa menit, akhirnya Yesung menghentikan tawanya, tangannya mengusap air mata yang sempat meluncur jatuh dari matanya.

"Sudah selesai tertawa? Puas?" Sindir Donghae dengan wajah masam. Yesung menepuk kepalanya beberapa kali.

"Lain kali jangan terlalu percaya diri Hae. Aku tadi memang pusing, kau dengar sendirikan? Tapi kalau kau menganggapku cemburu terserah saja," kata Yesung seraya berjalan masuk, namun sebelum tangan Yesung sempat menyentuh gagang pintu masuk, Donghae menariknya agar menatapnya. Dan yang dirasakan Yesung setelah itu adalah sebuah lumatan manis di bibirnya. Memang hanya sebentar, namun Yesung cukup senang. Donghae dengan cepat melepaskan bibirnya, menatap Yesung dengan wajah bersemu.

"Jangan pernah tertawakan aku lagi!" Katanya tergesa dan segera berlari meninggalkan Yesung yang tersenyum sambil menyentuh bibirnya.

.

.

Latihan kali ini akhirnya tidak bisa dilakukan hingga malam karena tiba-tiba saja Kyuhyun jatuh pingsan setelah latihan mereka yang kelima. Dan tentu hal itu membuat Leeteuk bersikeras menentang jadwal latihan dari manager mereka yang harusnya sampai pukul 5 sore. Saat ini pukul 2, dan para anggota Super Junior sedang bersantai di dorm. Yah, walaupun tidak terhitung bersantai juga sih. Contohnya, Ryeowook kini sibuk berlatih vocal, Eunhyuk yang sibuk nge-rap bersama Shindong, dan Kyuhyun sibuk mengusap-usap PSP-nya penuh kasih sayang. Sementara sisa anggota yang lain benar-benar bersantai, bahkan beberapa tertidur.

"Hae…" Bisik Yesung pada Donghae yang sedang membaca di sampingnya. Donghae melihatnya penuh tanya.

"Wae?" Donghae terkejut tatkala tangan mungil Yesung menariknya untuk pergi ke kamar Yesung.

"Hyuk, Hae kupinjam dulu. Kami ada di kamarku!" Teriaknya sebelum memasuki kamar. Eunhyuk mengangguk bingung di luar.

Di kamar Yesung…

"Ada apa sih hyung?" Tanya Donghae setelah Yesung melepaskan tangannya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang milik Yesung sendiri. Yesung tersenyum dan merebahkan dirinya di samping Donghae setelah dengan sukses mengunci pintu kamarnya.

"Aku ingin tanya─" Yesung sengaja menggantungkan kalimatnya. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae mengecup pelan setiap bagian wajah Donghae, mulai dari dahinya, matanya, pipinya, puncak hidungnya hingga berakhir di bibir Donghae. Yesung melumat bibir Donghae lembut, dan tentunya dibalas Donghae dengan sama lembutnya.

"─tentang permainan kita." Ia melepaskan bibirnya. Mendadak tatapan matanya menunjukkan sorot penuh keseriusan. Donghae yang kini terengah-engah menunggu dengan sabar.

"Apa kau benar-benar akan mengkhianati Hyuk?" Donghae terdiam, tampak berpikir keras. Sementara Yesung di sampingnya menghela nafas perlahan. Seolah telah menduga reaksi Donghae sendiri.

"Molla hyung. Aku─" Donghae terdiam lagi, terlihat ragu.

"Apa lebih baik kita akhiri saja permainan ini?" Donghae membelalakkan matanya.

"Andwae hyung! Ini baru hari pertama! Kau tidak asyik sekali sih!" Gerutu Donhae tak terima. Yesung terbangun dari posisinya, kini punggungnya menghadap wajah Donghae.

"Lalu apa alasanmu memulai game ini? Bukankah kau masih mencintai Hyukkie?" Tanya Yesung, matanya terpejam sekarang, menunggu jawaban dari Donhae.

"Memang alasan 'menarik' belum cukup hyung?" Seketika mata Yesung terbuka, menolehkan kepalanya tiba-tiba pada Donghae di belakangnya. Dan sialnya, bukan menatap lawan bicara, bibir Yesung justru tertangkap dalam ciuman Donghae. Cukup lama mereka saling melumat, hingga akhirnya Donghae merasa nafasnya mulai habis.

Saat jarak tercipta lagi di antara mereka, keheningan turut mengekori. Keduanya terduduk saling berhadapan, dengan wajah memerah yang tertunduk dan nafas yang terengah-engah.

"Hyung, kenapa kau merasa kalau Wookie itu membosankan?" Yesung mendongak, menatap wajah Donghae yang kini menanti jawaban.

"Belakangan ini Wookie tidak mau ku'sentuh', bahkan aku tidak boleh menciumnya. Dia jadi mencurigakan setelah kembali dari China," Yesung menjawabnya lirih, ia menunduk lagi kali ini.

"Lalu kenapa kau menerimaku semalam? Kelihatannya kau sangat mencintai Wookie, hyung."

"Karena aku tertarik," Yesung mendongak, namun kini ia menyeringai menatap Donghae yang kini balas menyeringai. Keduanya tertawa setelah itu. Bahkan anggota lain yang mendengarnya sampai berjengit bingung mendengar tawa kedua orang itu.

"Jadi, alasan kita sampai saat ini hanya itu hyung?" Tanya Donghae seraya mendekatkan wajahnya. Yesung ikut mendekatkan wajahnya.

"Ne, karena permainan ini sangat menarik." Gumam Yesung sebelum kembali mendaratkan ciuman pada dongsaeng yang kini berstatus menjadi selingkuhannya itu.

"Ah, Hae…" Panggil Yesung menghentikan ciuman mereka.

"Wae hyung?" Tanya Donghae kesal. Yesung tersenyum tipis.

"Jangan pernah menciumku duluan, arra?"

"Kenapa hyung?" Tanya Donghae penasaran.

"Karena kau itu uke-ku!" Seru Yesung sebelum kembali melanjutkan ciumannya yang tertunda. Sementara Donghae mematung karena kata-katanya.

To be continued…


a/n:

Pendek ya? -.- #pundung

Mian.. maklumi ya, author lagi ujiann…

Oh iyaa… Terimakasih atas respon luar biasa dari reader di ch 1… Cloud gak nyangka banget lhoo… Neomu neomu gamsahamnida! :D

Oh ya, apa para reader mau mampir ke profile saya untuk sekedar nge-vote pair akhir cerita ini? Saya masih bingung sama pair akhirnya… Ditunggu lho! :D

Big thanks for:

Anna Lau . Mimiyeon . (No Name)

Gamers cho . Cho Tika Hyun . AngeLove

Ma'on Clouds . Elfishy . Hitomi Mi Chan

CloudYesungiElf . Kyumin saranghae . Hyera

Rika . AngelFishy . Wulan yeppo . Chacha95

Oktavlovejaejoongtoomuch .Saeko Hichoru . Cloucindy

Diitactorlove . Enno KimLee . Dr. Kimchie

Jongwoonieswife-sj . xxmii . VitaMinnieMin

Shin Ri Aoki . blacknancho21 . kim hyumin

And Silent Reader!

Sampai jumpa chapter depan… RnR?

Cloud1124