Title : The Game
Genre : Romance/Drama
Disclaimer : Character dalam fic ini milik Tuhan dan diri mereka sendiri
Plot dan ide cerita milik Cloud1124
Cast : Super Junior member
Pairing : YeWook/HaeHyuk/YeHae
Rated : Teen
Summary :
Donghae sakit? Yesung khawatir bukan main, namun Eunhyuk lebih berhak untuk merawatnya. Tunggu, apa ini berarti Yesung cemburu?/"Saranghae..."/ "Jadi kau akan meninggalkan aku Hyung?"/
Warning : OOC, Typo(s), BL, Crack pair
Don't Like? Don't Read!
.
Berbulan-bulan terlewati tanpa ada hal yang mencolok. Begitu pula hubungan antara Yesung dan Donghae yang sama sekali tak ada halangan. Keduanya masih menyempatkan diri untuk berdua di antara padatnya jadwal masing-masing. Dan ajaibnya, tak ada kecurigaan sedikitpun dari anggota yang lain, termasuk Ryeowook dan Eunhyuk. Contohnya saat ini, keduanya sengaja menerima permintaan sang leader untuk membelikan ice cream untuk semua anggota, terlebih lagi hari ini Zhou Mi dan Henry datang berkunjung ke dorm mereka karena jadwal Super Junior yang kebetulan kosong selama 2 hari.
"Hae-ya, kau mau rasa apa?" tanya Yesung seraya memperhatikan berbagai jenis rasa yang ada di toko itu.
"Aku sedang tidak ingin makan ice cream Hyung," kata Donghae lesu seraya memeluk lengan Yesung manja.
"Wae? Kau sakit?" suara Yesung terdengar khawatir, Donghae menggeleng pelan.
"Lalu?" Donghae terdiam sebentar, ia melirik jam tangan pemberian Eunhyuk yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Gwaenchana Hyung, kalau sudah selesai kita pulang saja," Yesung mengangguk bingung dan segera membayar ice cream yang dibelinya, lalu bergegas pulang bersama Donghae yang makin erat memeluk lengannya.
.
Beberapa anggota Super Junior berkumpul di ruang tengah dorm. Sesekali candaan terdengar sekedar untuk menunggu dua orang yang masih belum datang.
"Kami pulang," sapaan singkat dari Yesung membuat semua mata memandang ke arahnya.
"Ah, kau sudah datang. Ayo kita makan ice cream-nya!" ajak Leeteuk bersemangat, yang langsung disambut dengan tingkah anggota lain yang memperebutkan tas berisi ice cream itu.
"Hae-ya, kau kenapa?" tanya Heechul setelah melihat Donghae yang diam saja tanpa melepaskan pegangan tangannya pada lengan Yesung.
"Aku sedikit pusing, mungkin lebih baik aku istirahat saja," katanya sebelum berdiri dan masuk ke kamarnya. Heechul memandangnya maklum.
Yesung berdiri, melangkah ke dapur guna mencari sang kekasih yang tak terlihat di ruang tengah sejak tadi. Begitu menemukan sosok yang dicari, ia segera mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Hal itu sukses membuat Ryeowook terkejut, wajahnya mengernyit tak suka.
"Hyung, berhentilah mengejutkanku! Kau tidak mau aku mati muda karena jantungan 'kan?" Yesung berjengit mendengar nada bicara Ryeowook yang sedikit kasar. Namun ia tetap tak melepaskan tangannya dari pinggang sang kekasih.
"Anni. Kau sedang apa?" Ryeowook tersenyum. Lalu menunjukkan beberapa cup ramen instan yang ada di meja.
"Tadi Mimi-ge dan Hyukie-hyung mengeluh sudah lapar, tapi aku sedang malas memasak, jadi kubuatkan ramen saja. Hyung mau?" tawarnya dengan senyum manis, yang langsung dijawab dengan anggukan cepat Yesung. Ryeowook mengangguk dan bergegas mengambil satu cup ramen lagi.
Yesung mendekat lagi ke arah Ryeowook yang sedang memasukkan bumbu-bumbu ke dalam cup ramen tadi. Dengan cepat Yesung mencium pipi Ryeowook, membuat sang kekasih terlonjak dan menoleh padanya.
"Kalau Hyung masih terus menciumku, jangan harap aku mau bicara padamu hari ini!" serunya kesal. Yesung tersenyum pahit. Ini dia sifat Ryeowook yang tak berubah sejak ia pulang dari China beberapa bulan lalu, dan karena sifat ini juga Yesung memutuskan untuk 'bermain' bersama Donghae. Yesung tak ingin mencurigai apapun dari sifat Ryeowook ini, namun semakin lama justru sifat Ryeowook semakin mencurigakan. Dan ini cukup membuat Yesung dilema.
"Kalau sudah jadi nanti panggil aku di kamar ya chagiya," Yesung berlalu keluar, awalnya memang menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat melewati sebuah pintu yang separuh terbuka, Yesung mengintip ke dalam sejenak. Menemukan Donghae yang kini tertidur pulas, namun berkeringat. Yesung memutuskan untuk masuk dan mendekat. Tangannya mengambil sapu tangan dari saku celananya, dengan lembut ia menyeka peluh di dahi dan leher Donghae, tak sengaja kulitnya bersinggungan dengan leher Donghae, akhirnya Yesung sadar bahwa suhu tubuh Donghae naik. Yesung mendadak sadar akan satu hal. Donghae demam.
Dengan tergesa Yesung keluar dan menuju dapur. Segera mengobrak-abrik rak untuk mencari baskom kecil.
"Hyung cari apa?" tanya Ryeowook ketika melihat Yesung masuk dengan wajah khawatir dan langkah terburu.
"Aku cari baskom. Oh ya, Wookie-ya, aku minta handuk kecil dan air hangat ya," pintanya sementara tangannya kini telah memegang baskom kecil berwarna biru.
"An, ne. Memang untuk apa Hyung? Mau mengompres ya?" Yesung mengangguk singkat, tangannya dengan sigap menerima handuk dan air hangat yang diberikan Ryeowook, lalu berlalu pergi. Sementara Ryeowook memandangnya bingung.
Leeteuk dan Heechul yang sedang mengobrol di dekat dapur terkejut saat melihat Yesung yang lewat dengan tangan memgang baskom berisi air hangat, handuk kecil tersampir di bahunya.
"Kau sedang apa Sungie?" Heechul menghentikan langkah Yesung sesaat. Yesung memandangnya kesal.
"Menyingkirlah Hyung! Aku ingin mengompres Donghae. Dia demam," katanya seraya meninggalkan Heechul dan Leeteuk.
"Mwo, demam? Tunggu Sungie, aku ikut!" seru Leeteuk, dengan langkah terburu ia mengikuti Yesung dan masuk ke kamar Donghae, meninggalkan Heechul sendirian.
.
Yesung melangkah masuk ke kamar Donghae, menemukan Eunhyuk yang kini tertidur di sisi ranjang Donghae, tangannya menggenggam erat jemari Donghae. Dengan langkah perlahan Yesung mendekat ke ranjang Donghae, dengan lembut ia mengecek suhu tubuh Donghae. Setelah memastikan bahwa demamnya sudah turun, Yesung menunduk sedikit untuk mencium kening Donghae, lalu bergegas meninggalkan kamar itu. Ia takut seandainya Eunhyuk bangun dan marah lagi padanya. Eh, marah? Ya, beberapa jam yang lalu saat Yesung sedang mengompres Donghae bersama Leeteuk, Eunhyuk masuk dengan wajah kesal. Memarahinya sedemikian rupa karena tak memberitahu dirinya bahwa kini sang kekasih tengah demam. Walaupun akhirnya Leeteuk berhasil melerai 'perang bisik-bisik' keduanya, tetap saja Eunhyuk masih menyimpan amarah tersendiri pada Yesung yang akhirnya pergi untuk memakan ramen dinginnya.
Ponsel Yesung berdering di sakunya, untunglah kini ia sudah berada di luar kamar Donghae. Ia menemukan nama Ki Bum di layar ponselnya, dengan cepat ia mengangkat telepon tersebut.
"Yoboseyo Bummie," sapanya singkat.
"Yoboseyo Hyung, kudengar Hae-hyung sakit. Apa benar?" suara di seberang terdengar sedikit khawatir. Yesung tersenyum tipis.
"Ne, tadi dia demam. Tapi sekarang sudah turun, tenang saja Bum-ah."
"Syukurlah kalau begitu, tolong sampaikan pada Hae-hyung, aku menyesal tak bisa menjenguknya hari ini. Aku sedang sibuk sekali. Bisa 'kan, Hyung?"
"Ne, akan kusampaikan. Kau tenang saja dan focus pada pekerjaanmu. Arra?"
"Arraseo, gomawo Hyung," telepon ditutup. Yesung memasukkan kembali ponsel itu ke dalam sakunya. Tubuhnya berbalik hendak masuk ke kamarnya sendiri. Namun pandangannya terhenti pada sosok mungil kekasihnya yang kini berdiri berdampingan dengan sosok tinggi di sampingnya. Zhou Mi. Sedang apa mereka?
.
.
Donghae membuka matanya, kepalanya terasa berat, namun tak seberat saat ia mulai tertidur tadi. Donghae merasa tangannya di genggam seseorang, dengan cepat ia menoleh.
"Hyu─" kata-katanya langsung terputus ketika yang didapatinya bukan orang yang diharapkan. Donghae tersenyum pahit.
"Hyukie-chagi, bangunlah," dengan perlahan diguncangnya bahu Eunhyuk, membuat Eunhyuk terbangun perlahan.
"Kau sudah bangun chagiya? Bagaimana keadaanmu?" tanya Eunhyuk khawatir. Donghae tersenyum tipis.
"Aku rasa aku sudah tak apa-apa Hyuk," Donghae menegakkan dirinya untuk duduk bersandar pada kepala ranjang dengan bantuan Eunhyuk.
"Sekarang kau makan ya, biar kusuapi," Eunhyuk dengan terampil menyuapkan bubur buatan Ryeowook ke dalam mulut Donghae. Donghae menerimanya dengan patuh, sedikit rasa sesal merayap di hatinya. Seandainya orang yang ada di hadapannya sekarang, orang yang menyuapinya sekarang, dan orang yang mencemaskan dirinya sekarang adalah Yesung. Tunggu, apa Donghae baru saja mengharapkan Yesung?
.
Yesung terdiam di kamarnya, dadanya sesak. Nyeri. Yesung sadar kenapa hal itu bisa terjadi. Yesung cemburu. Ya, cemburu. Ahh, kalian pasti mengira Yesung cemburu pada Ryeowook 'kan? Sayangnya itu salah besar. Saat ini Kim Jongwoon sedang cemburu pada Lee Hyukjae. Sudah pasti karena seorang Lee Donghae.
Yesung melihat semuanya, bagaimana Donghae terbangun, membangunkan Eunhyuk, begitu pula saat Eunhyuk menyuapkan bubur pada Donghae. Dan karena melihat hal itu, Yesung cemburu.
Yesung ingin menangis sekeras-kerasnya kalau saja Ryeowook tak masuk ke kamar bersama Zhou Mi di belakangnya. Keduanya tertawa. Namun seketika tawanya terhenti saat melihat sosok Yesung duduk di ranjangnya dengan wajah frustasi, suasana berubah canggung.
"Kalian akan mengobrol? Aku akan keluar," kata Yesung kalem, sebelum ia berlalu disempatkannya tersenyum singkat pada Zhou Mi.
.
Malam tiba, anggota Super Junior ditambah Zhou Mi dan Henry kini berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam mereka. Ryeowook bersama Sungmin datang dengan membawa beberapa piring di tangan. Hampir saja Ryeowook terjatuh kalau saja Zhou Mi tidak memeluk pinggangnya dengan sigap. Beberapa saat mereka berdua bertahan pada posisi berpelukan seperti itu, para anggota melirik pada Yesung yang kini melamun dan bersikap cuek. Leeteuk berdehem untuk memecah keheningan, dan itu membuat Zhou Mi otomatis melepaskan pelukannya. Keduanya merona. Setelah itu acara makan berlangsung tanpa hal yang berarti.
Acara makan malam memang sudah selesai, namun rasanya tak ada yang berniat untuk meninggalkan meja makan. Semuanya sibuk bercanda dan mengobrol bersama.
"Hae-ya, bisa kita bicara?" tanya Yesung, dengan dagunya ia memberi kode menunjuk ke kamarnya sendiri. Donghae mengangguk bingung, ia berdiri dan merapatkan jaketnya, lalu bergegas mengikuti Yesung ke kamarnya.
Di kamar Yesung…
Yesung mengunci pintunya sebelum ia duduk di hadapan Donghae.
"Ada apa Hyung?" tanya Donghae dengan senyum manisnya.
"Aku ingin membicarakan permainan kita, Hae," katanya lirih, namun Donghae masih bisa mendengarnya.
"Wae? Apa ada yang salah?" tanya Donghae was-was. Entah mengapa hatinya berdebar tak karuan.
"Aku rasa, aku─" Donghae menahan napasnya.
"─menyukaimu," tubuh Donghae tersentak, matanya terbelalak memandang Yesung yang kini menunduk. Donghae terdiam, namun ada kesenangan tersendiri yang membuncah di dadanya.
Donghae sudah lama sadar, kalau iapun menyukai Hyung-nya ini. Donghae selalu menahan perasaannya karena takut ia akan sakit hati, dan ia takut akan ada yang terluka karenanya.
Cukup lama kamar itu hening, namun akhirnya sebuah isakan kecil terdengar di sana. Donghae tersentak. Yesung menangis.
"Wae Hyung? Gwaenchanayeo?" tangan Donghae mengguncang bahu Yesung yang bergetar, suara isakan itu timbul tenggelam, terlihat sekali Yesung berusaha untuk tidak menangis.
"Aku mencintaimu Hae, tapi aku tidak bisa─" Donghae terdiam.
"─aku tidak bisa melukai hati Wookie. Aku tidak mau Hae. Mianhae Hae-ya," Donghae lagi-lagi tersentak. Perasaan senang yang tadi berada di hatinya kini hancur berkeping-keping, seolah-olah ia baru saja didorong jatuh setelah diterbangkan ke nirwana.
Kini isakan itu bertambah keras, karena tak hanya Yesung yang menangis. Donghae juga terisak.
"Jadi kau akan meninggalkan aku Hyung?" tanyanya di sela isakannya. Yesung mendongak, menatap pipi Donghae yang kini dialiri air mata bening itu.
"Uljima Hae, uljima. Mianhae, jeongmal mianhae," Kedua lengan Yesung terulur, mendekap tubuh Donghae yang kini bergetar hebat.
"Kita akhiri saja ya? Kita sudah cukup bodoh memulainya. Aku tak mau kita terjatuh terlalu dalam," Yesung melepas pelukannya.
"Arraseo Hyung, gomawo karena telah memberikan 3 bulan terindah Hyung," Donghae berdiri, isakannya terhenti, namun air mata masih mengalir di kedua belah pipinya. Donghae melangkah keluar dengan cepat, Yesung setengah berlari menyusulnya.
"Leeteuk -hyung, aku tidak pulang hari ini. Jangan cari aku," kata-kata Donghae membuat semua orang terkejut, terlebih melihat wajahnya yang berlinang air mata, dan wajah menyesal Yesung yang juga menangis.
Donghae berlari meninggalkan dorm. Yesung hendak mengejarnya, kalau saja pukulan telak dari Eunhyuk tak mendarat di pipinya.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA DONGHAE?" teriakan dari Eunhyuk membuat semuanya terkejut. Dengan cepat Zhou Mi bersama Si Won menahan tubuh Eunhyuk yang kini bersiap memukul Yesung lagi. Sementara Ryeowook, Sungmin dan Leeteuk menghampiri Yesung yang tersungkur di lantai.
.
Malam ini suara musik tak terdengar dari dorm yang biasanya ramai itu. Lima orang penghuninya sedang asyik bersantai, sampai akhirnya terdengar bel dari arah pintu. Dengan tergesa Yunho membukakan pintu, alangkah terkejutnya ia saat melihat salah satu dongsaeng-nya dari Super Junior datang dengan penampilan berantakan dan bersimbah air mata.
"Hae-ya?" tanyanya memastikan.
"Yunho-hyung, boleh aku menginap di sini malam ini?"
To be continued…
a/n:
Oke, ini juga pendek… -.- #pundung
Mian, cloud gak pinter bikin cerita yang panjang-panjang.
Soalnya cloud gak pinter bikin deskripsi. -_-"
Mian jg kali ini ga update kilat.. Ulangan Cloud susaaahhh… #stress
Oh ya, mungkin chap depan udah tamat lhoo…
Jadi tungguin ya..
Dan tentang pair, dengan berat hati Cloud mengumumkan bahwa ini akan jadi YeHae...
Mian untuk HaeHyuk/YeWook shipper… #bungkukdalamdalam
Terimakasih untuk semua reader dan reviewer di fic ini… Untuk Pujian, kritik, dan concrit-nya… Semuanya sangat berharga buat Cloud~ :D
Yosh! Mind to RnR? :D
Cloud1124
