a/n:
Annyeong... Tumben 'kan ketemu Cloud di awal cerita... :D
Cloud Cuma mau bilang... Ini Last Chapter tapi kemungkinan bakal ada sekuel, reader mau kan?
Untuk beberapa reader yang minta ini ditambah chap-nya, mianhae, cloud ga bisa.. Soalnya besok Cloud udah harus siap-siap untuk study wisata ke Jkt-Bdg, jadi ga ada waktu ngetik.. Itupun baru pulang Kamis/Jumat dpn... Oke-oke?
Emm.. daripada Cloud kebanyakan ngomong, selamat menikmati last chapter ini yaa...
Btw, ada YunJae loohh... #tunjuktunjuk #ditamparJae :p
Title : The Game
Genre : Romance/Drama
Disclaimer : Character dalam fic ini milik Tuhan dan diri mereka sendiri
Plot dan ide cerita milik Cloud1124
Cast : Super Junior member ( + DBSK/TVXQ member)
Pairing : YeWook/HaeHyuk/YeHae
Rated : Teen
Summary :
Permainan Yesung dan Donghae menemui bagian akhir. Apakah mereka akan bersama?/"Berjanjilah kau akan bahagia..."/"Na do saranghae, chagiya."/Donghae tersenyum.
Warning : OOC, Typo(s), BL, Crack pair
Don't Like? Don't Read!
RnR?
.
Jung Yunho. Namja tampan itu memasuki kamarnya dengan membawa sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air. Di belakangnya seorang namja berparas cantik mengikuti.
"Donghae-ya, ini sudah hampir siang. Kau belum sarapan 'kan? Ayo kita makan," Yunho meletakkan nampan itu di meja di samping ranjang yang kini diduduki oleh seorang namja tampan yang sedang melamun; Donghae.
Seolah tak mendengar perkataan hyung-nya itu, Donghae tetap bersikap tak acuh. Pandangannya kosong menatap keluar jandela, di pipinya masih tersisa jejak-jejak air mata karena tangisannya semalam. Jaejoong melangkah mendekat, menepuk bahu Yunho dan menyuruhnya mundur, Yunho hanya menurut dan melangkah mundur.
"Hae-ya, kau mau kusuapi? Ayo buka mulutmu," Jaejoong mengulurkan tangannya yang kini menggenggam sendok, mengarahkannya pada Donghae yang kini masih melamun. Jaejoong menghela napas, meletakkan kembali sendoknya dan akhirnya duduk di samping Donghae diikuti Yunho yang melakukan hal sama.
"Hae-ya, ada apa sebenarnya? Kau tiba-tiba dating sampil menangis, melarang kami menghubungi dorm-mu, dan tetap diam begini. Gwaenchanayeo?" Yunho menepuk bahu Donghae berkali-kali dengan lembut, Donghae menoleh memandang Yunho dan Jaejoong bergantian. Lalu tangannya terangkat dan mengusap pipinya sendiri, menghapus jejak air mata yang tersisa di sana.
"Mau bercerita Hae-ya?" Jaejoong tersenyum lembut. Donghae menarik napas panjang, dan membuka mulutnya.
"Sebenarnya…"
.
.
Eunhyuk masih belum berniat bangun dari tempat tidurnya, kepalanya masih pusing dan berat setelah pembicaraan panjang semalam. Yah, walaupun tak bisa di sebut pembicaraan juga karena lebih pantas disebut dengan pertengkaran antara Yesung dan dirinya.
Semua anggota Super Junior tanpa Donghae berkumpul di ruang tangah dorm, Semuanya mematung dengan canggung, seolah menunggu sesuatu yang sebentar lagi akan meledak.
"Kim Jongwoon, ada apa ini sebenarnya?" merasa jengah dengan canggungnya suasana, Leeteuk buka suara. Matanya menatap penuh selidik pada namja tampan yang kini duduk di hadapannya dengan kepala tertunduk, sementara di sampingnya Ryeowook sibuk mengompres bekas pukulan Eunhyuk di pipi kiri Yesung. Suasana hening sesaat, Eunhyuk mendongak dan menatap semua orang yang ada di ruangan itu dengan tatapan menakutkan.
"Aku ingin kau menceritakan pada kami semuanya Hyung, Semuanya," katanya penuh penekanan. Yesung menarik napas, menyingkirkan tangan Ryeowook dari pipinya dengan lembut.
"Tiga bulan yang lalu, aku dan Donghae makan siang bersama," semua orang menegakkan diri di posisi duduk mereka, menyimak dengan serius semua kata-kata yang meluncur keluar dari mulut sang art of voice itu.
"Dia mengusulkan permainan bodoh padaku, dan bodohnya lagi aku menerimanya," semuanya mengernyit bingung. Yesung menarik napas lagi.
"Dia menawarkan padaku agar kami berselingkuh," dengan sukses semua orang di situ tersentak kaget. Eunhyuk dan Ryeowook melotot tak percaya. Leeteuk masih bersikap tenang, menoleh sebentar untuk melihat reaksi para dongsaeng-nya, ia menoleh kembali pada Yesung.
"Lanjutkan, Jongwoon-ah," Yesung mengangguk singkat. Pandangannya beralih pada Eunhyuk yang kini mematung dengan tangan terkepal erat.
"Donghae sendiri bilang padaku kalau ia mulai merasa jenuh padamu Hyukjae! Dia bilang kau sering memperlakukannya dengan kasar!" suara Yesung menajam, matanya memandang penuh kemarahan pada Eunhyuk.
"Aku tak pernah bersikap kasar pada orang yang kucintai Kim Jongwoon!" sangkal Eunhyuk keras. Leeteuk menegakkan dirinya, merasakan perang sudah dimulai.
"Bersikaplah sopan pada hyung-mu Hyukjae-ya! Dan Jongwoon-ah, kau tak berhak menyudutkan Eunhyuk, itu masalah pribadinya dengan Donghae," semuanya terdiam, Eunhyuk membuang muka dan lebih memilih menatap karpet di bawah kakinya, sementara Yesung memilih memejamkan matanya dengan dahi berkerut.
"Aku dan Donghae menjalani hubungan rahasia ini sampai sekarang, tapi tadi aku bilang padanya untuk mengakhiri semua ini," suara Yesung bergetar menahan tangis, Heechul mendekat padanya dan mengusap bahunya pelan.
"Aku bilang bahwa aku tak mau membuat siapapun terluka, terutama Wookie," merasa namanya disebut, Ryeowook menoleh, memandang penuh iba pada namja yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu.
"Lalu kenapa kalian menangis, bukankah ini hanya suatu permainan iseng saja Hyung?"suara Shindong terdengar kali ini, menyuarakan pertanyaan yang kini berada di benak seluruh anggota. Yesung diam tak menjawab, air mata menetes dari sudut matanya yang terpejam, isakan kecil terdengar danbahunya bergetar pelan. Heechul memandangnya penuh mengertian, diraihnya bahu sang dongsaeng, merangkul tubuh Yesung yang kini semakin terisak, tubuhnya bergetar hebat di dekapan Heechul.
"Apa kau mencintainya, Sungie?" tanya Heechul lembut, masih merangkul Yesung erat, memberikan sedikit kekuatan pada Yesung yang kini merasa sangat tertekan. Yesung terdiam tak mampu menjawab, namun semuanya tahu, perkataan Heechul benar, seorang Kim Jongwoon telah jatuh hati pada Lee Donghae, begitu pula sebaliknya.
"Kenapa harus Donghae, Hyung? KENAPA?" teriakan dari Eunhyuk membuat semuanya terlonjak, Yesung melepaskan rangkulan Heechul, menatap tajam pada Enhyuk yang kini menatap dirinya penuh kebencian.
"KAU TAK BERHAK MELARANGKU UNTUK JATUH CINTA PADA SIAPAPUN LEE HYUKJAE!" giliran Yesung yang berteriak penuh emosi, semuanya kini terdiam, tak berniat menginterupsi pertengkaran keduanya, bahkan sang leader sekalipun.
"TAPI PADA AKHIRNYA KAU MEMBUATNYA SAKIT HYUNG! KAU HANYA AKAN MENYAKITINYA! HARUSNYA KAU TAHU ITU!" Eunhyuk berdiri, mendekat pada Yesung. Siwon meraih tangannya, namun ditepisnya tangan itu dengan kasar. Yesung mendongak, menatap Eunhyuk yang kini berdiri di hadapannya.
"Aku selalu menghormatimu Hyung, aku selalu berusaha membuatmu bahagia dan tertawa seperti anggota lain. Aku menyayangimu sebagai hyung yang sangat baik, tapi kenapa Hyung? Kenapa kau tega?" Yesung bisa melihat butiran kristal cair kini terjatuh dari mata Eunhyuk
"Aku tahu aku salah Hyuk, jeongmal mianhae," tangis Yesung kembali pecah, namun kini semuanya sadar itu bukan tangisan sakit atau apapun, itu adalah tangis penyesalan yang tulus dari hati Yesung.
"Tunggu Hyung, bukankah yang paling sedih seharusnya adalah Li Xiu-ge?" suara Henry sukses membuat semuanya menoleh pada Ryeowook yang kini terdiam di samping kiri memandangnya takut-takut, namun seolah tanpa beban, Ryeowook tersenyum.
"Sebenarnya sedikit tak enak kalau aku bercerita di sini sekarang, namun karena kejadian ini sepertinya pengakuanku harus kupercepat," anggota Super Junior lain memandangnya penuh tanya. Namun hanya Zhou Mi yang mengangguk mengerti.
"Rencananya aku dan Mimi-ge akan bercerita tentang ini esok pagi, namun sepertinya aku harus mengakui sekarang, bahwa aku─" Ryeowook meremas tangannya sendiri, memandang ketakutan pada semua hyung dan dongsaeng-nya.
"─selingkuh dengan Mimi-ge sejak beberapa bulan lalu," mendengar itu Heechul langsung melompat dari duduknya dengan wajah emosi.
"Omo, ada apa sih di sini? Kenapa dongsaeng-ku kerjaannya selingkuh semua?" tanyanya frustasi, Heechul pergi ke dapur sebentar dan kembali dengan membawa segelas air.
Yesung terdiam, entah mengapa ia sama sekali tak marah atas pengakuan Ryeowook barusan, justru ada rasa senang yang menyusup di hatinya. Bebannya seolah menghilang, namun seketika rasa senang itu menghilang kala wajah Donghae yang berlinang air mata terbayang di benaknya. Yesung sadar ia telah mengambil keputusan yang salah, ia bilang pada Donghae bahwa ia memilih Ryeowook, namun ternyata Ryeowook justru meninggalkannya. Yesung ingin sekali bertemu Donghae sekarang, bertemu dengannya dan menarik semua kata-katanya.
"Kau tahu Hyung? Kau mengambil keputusan yang salah, dan jangan harap kau bisa kembali pada Donghae setelah menyakitinya seperti ini," Eunhyuk menghapus jejak air matanya, lalu melangkah menjauh dan masuk kamarnya dengan bantingan pintu yang cukup keras.
Ketukan di pintu kamarnya membuat Eunhyuk tersadar dari lamunan panjangnya, ia menghampiri pintu dengan penuh keengganan. Dengan malas di bukanya pintu, ia melihat Siwon dan Shindong berdiri di depan pintu dengan pakaian rapi.
"Err, Hyung mau ikut tidak? Kami mau mencari Donghae," tanya Siwon hati-hati, Eunhyuk terdiam sebentar. Benar juga, hari sudah siang, namun sepertinya Donghae belum berniat untuk pulang.
"Tunggu sebentar, aku ambil jaket dulu," kata Eunhyuk seraya berbalik. Siwon dan Shindong tersenyum menatapnya.
.
Jaejoong keluar dari kamarnya sendiri dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dingin dan sebuah gelas kosong. Yunho, Changmin, Yoochun, dan Junsu yang melihatnya bergegas menarik Jaejoong untuk duduk bersama mereka di ruang tengah dorm.
"Boo, dia tidak mau makan ya?" mata Yunho menatap semangkuk bubur dingin yang bahkan tak berkurang, Jaejoong menghela napasnya.
"Ne, dia hanya mau minum. Setelah bercerita penuh tangisan begitu dia jadi lelah, sekarang dia tidur Yun," Jaejoong menyandarkan kepalanya di bahu bidang Yunho, lalu memejamkan matanya sejenak.
"Cinta itu kejam ya, Yun," bisik Jaejoong pelan. Yunho mengernyit bingung.
"Kejam bagaimana? Oh ya Boo, Donghae bercerita apa saja? Kau kenapa menyuruhku keluar sih?" tanya Yunho kesal. Jaejoong membuka matanya.
"Donghae bilang bahwa sudah 3 bulan ini dia berselingkuh dari Hyukjae," Changmin terjungkal dari duduknya di sofa. Sementara Yoochun kini sibuk menepuk punggung Junsu yang tersedak teh-nya.
"MWO? Selingkuh, Boo? Dengan siapa?" tanya Yunho terkejut, Jaejoong tak menduga tanggapan dongsaeng-nya akan seheboh ini. Ia tertawa kecil.
"Dia bilang, dia jatuh cinta dan berselingkuh dengan Yesung-hyung," jawab Jaejoong, Changmin membenarkan posisi duduknya, dahinya berkerut.
"Baru kali ini aku lihat orang selingkuh, ternyata mengerikan ya akhirnya," komentarnya singkat. Yunho dan Jaejoong mengangguk setuju.
"Eomma, Appa!" panggil Changmin tiba-tiba. Jaejoong dan Yunho yang merasa dipanggil menoleh bersamaan.
"Kalian tidak mau mencoba selingkuh? Sepertinya akan menakjubkan kalau melihat Eomma menangis seperti itu," katanya dengan cengiran lebar.
"YA! KAU TIDAK AKAN DAPAT MAKAN MALAM SHIM CHANGMIN!" teriak Jaejoong marah, sementara kepala Changmin kini menerima pukulan dari nampan yang dibawa Yunho Ahh, Poor Changmin.
.
.
Yesung terdiam di dapur dorm Super Junior, merasa sedikit kesepian. Sebenarnya maklum saja, bagaimana tidak kesepian kalau ia hanya sendirian karena dipaksa Leeteuk dan Heechul untuk tinggal di rumah. Jujur saja, Yesung adalah orang yang paling khawatir dengan perginya Donghae, bagaimanapun juga Donghae pergi karenanya, dan itu cukup membuatnya merasa tertekan.
Dengan enggan Yesung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar, namun belum sempat ia membuka pintu, seseorang mengetuk pintu depan dengan terburu-buru dan suara keras. Yesung setengah berlari membuka pintu, mendapati maknae dari boyband DBSK datang dengan wjah penuh peluh, sepertinya ia baru saja berlari.
"Changmin? Waeyeo?" di hadapannya, Changmin masih mengatur wajahnya. Yesung memandangnya heran.
"Eomma, eh maksudnya Jae-hyung menyuruhku berlari kesini. Donghae sekarang demam, siapapun harus segera datang ke dorm," katanya dengan gaya seolah pembawa berita kerajaan, mendengarnya membuat Yesung terbelalak. Apakah Changmin berkata bahwa Donghae demam? Lagi?
"Maksudmu sekarang Donghae ada di dorm DBSK?" tanyanya tajam, Changmin mengangguk singkat. Yesung hendak berlari keluar untuk pergi ke dorm DBSK, namun mendadak langkahnya terhenti. Apakah Donghae masih mau bertemu dengannya setelah kejadian semalam? Apakah Donghae membencinya sekarang? Pertanyaan itu berputar cepat di pikiran sang art of voice. Sementara Changmin memandangnya tak sabar.
"Kajja Hyung! Aku bisa dimarahi Jae-hyung kalau tak segera pulang!" katanya kesal, ia menghentakkan kakinya tak sabar. Melihatnya Yesung tersenyum.
"Kau pulang saja Min, nanti akan ada yang ke sana, tenang saja," katanya perlahan, senyum pahit terulas di bibirnya.
"Eh? Kenapa tidak Hyung saja?" tanyanya bingung. Yesung menggeleng singkat, merasa tak akan mendapat jawaban, Changmin memutuskan untuk pamit dan pulang ke dorm-nya sendiri.
Yesung masuk kembali ke dorm, tangannya mengambil ponsel dari saku celana jeans yang dikenakannya. Dengan cepat jemarinya menekan keypad ponsel, mencari sebuah nama yang sejak tadi ada di otaknya. Setelah menemukannya, ibu jarinya menekan tombol 'call'.
"Yoboseyo Hyukie-ya, aku tahu dimana Donghae sekarang."
.
Donghae bisa melihatnya, Yesung ada di sana, dengan tangan yang merangkul pinggang Ryeowook dengan mesra. Pandangan Yesung padanya tak dapat diartikan, seolah merendahkan dan melecehkan Donghae. Donghae menangis, tangannya berusaha menggapai sosok Yesung, namun semakin dekat ia pada sosok Yesung, justru tangannya tak bisa mencapai sosok itu. Air mata mulai menetes di kedua pipinya.
"Gajima Hyung! Gajima, jangan tinggalkan aku," pintanya tersedu. Sosok Yesung semakin jauh dari jangakauannya. Sampai akhirnya tangan Donghae dapat meraih sosok itu, didekapnya erat tubuh Yesung yang kini sendirian.
"Jangan tinggalkan aku Hyung, saranghaeyo Hyung," isakan Donghae perlahan menghilang.
"Ne, na do saranghae Hae-ya," Donghae mendengarnya, tapi suara itu berbeda, dengan cepat ia membuka matanya dan melepas pelukannya, alangkah terkejutnya ia melihat yang ada di hadapannya sekarang bukanlah Yesung, namun Eunhyuk yang tersenyum lembut padanya. Tubuh Donghae menegang, dengan cepat ia menghapus air matanya dan sedikit menjauh dari Eunhyuk.
"Hyukie-chagi, kenapa kau tahu aku di sini?" tanya Donghae pelan, tangannya gemetar hebat dalam selimut, ketakutan melandanya. Bagaimana jika Eunhyuk marah padanya? Bagaimana jika Eunhyuk mendengar smua igauannya barusan, yah, Donghae yakin Eunhyuk memang mendengar semuanya.
"Yesung -hyung meneleponku dan menyuruhku untuk segera ke sini, katanya kau demam," Eunhyuk menepuk kepala Donghae beberapa saat, sementara Donghae menunduk dan terdiam. Bahkan Yesung tak mau menemuinya lagi?
"Apa kita memang sudah tak bisa Hae?" tanya Eunhyuk tiba-tiba, Donghae mendongak, mendapati tatapan memelas dari Eunhyuk.
"Maksudmu chagiya?" tanya Donghae dengan senyum yang dipaksakan, kalau tebakannya benar, pasti Eunhyuk sudah tahu semuanya.
"Jangan berbohong padaku Hae, aku sudah tahu semuanya tentang kalian," Eunhyuk kini terdiam, menarik napas panjang sebelum bicara lagi.
"Aku tahu hubungan antara kau dan Yesung-hyung, Hae," Eunhyuk membuka matanya, menatap sosok Donghae yang kini terdiam. Eunhyuk menangkupkan kedua telapak tangan pada wajahnya, tak lama terdengar isakan dari sana.
"Maukah kau berjanji satu hal padaku, Hae?" tanya Eunhyuk di sela tangisnya.
"Apapun Hyuk," bisik Donghae.
"Berjanjilah─" Eunhyuk menurunkan kedua tangannya, memperlihatkan wajah putihnya yang berlinang air mata, senyum tipis terulas di sana. Ia berdiri, mundur perlahan menjauh dari ranjang tempat Donghae duduk sekarang. Sampai akhirnya tangannya berhasil menyentuh kenop pintu.
"─kau akan bahagia," katanua sebelum keluar dari kamar Donghae dan menutup pintunya. Di dalam kamar Donghae membeku, perlahan butiran-butiran kristal cair menetes lagi di pipinya. Bahunya bergetar pelan, namun di wajahnya terbentuk senyum kecil.
"Gomawo Hyukie."
.
.
Junsu dan Yoochun kini sibuk menenangkan Eunhyuk yang menangis di ruang tengah dorm mereka, Changmin sedang menikmati camilannya, sementara Yunho dan Jaejoong memilih untuk mengobrol berdua di dapur.
"Yun, menurutmu bagaimana?" tanya Jaejoong pada Yunho yang kini sedang meminum teh hangatnya.
"Bagaimana apanya, Boo?" tanya Yunho seraya meletakkan cangkir putihnya. Jaejoong menatapnya kesal.
"Apa menurutmu keputusan Eunhyuk untuk melepas Donghae sudah benar?"
"Molla, tapi ini lebih baik daripada akhirnya Eunhyuk yang terluka karena Donghae sudah tak mencintainya lagi 'kan?" Jaejoong mengangguk mengerti di sampingnya.
"Kau benar Yun, lebih baik Donghae bersama orang yang dicintainya," komentar Jaejoong seraya merebahkan kepalanya pada bahu Yunho. Yunho tersenyum.
"Itu sudah seharusnya, Boo."
.
Donghae membuka mata tatkala seseorang mencium kelopak matanya. Dengan perlahan ia menajamkan pengelihatannya memastikan ia tidak berhalusinasi.
"Hyung?" tanya Donghae memastikan. Yesung tersenyum lembut. Dengan segera Donghae bangun dari tidurnya, dan segera memeluk sosok hyung-nya itu.
"Kau tidak akan pergi 'kan, Hyung?"
"Tidak akan chagiya," Yesung membalas pelukan Donghae sama eratnya. Tiba-tiba Donghae tersentak.
"Bagaimana dengan Wookie, Hyung?" bisiknya ketakutan. Yesung tertawa kecil.
"Tenang saja, Wookie aman di tangan Zhou Mi," balasnya seraya mencium bahu Donghae lembut. Sang lawan bicara terdiam sebentar, seolah berpikir keras.
"Apa maksudmu Wookie dan Zhou Mi juga─" Donghae sengaja menggantung kata-katanya, menanti jawaban dari Yesung.
"Ne, mereka juga 'bermain' Hae," Donghae mengangguk mengerti, sementara Yesung makin mempererat pelukannya.
"Apa ini berrti kita memulai semuanya dari awal, Hae?" Donghae tersenyum, dilepasnya pelukan itu. Menatap langsung mata Yesung.
"Ne Hyung, tapi sekarang serius ya," candanya pelan sambil mendekatkan wajahnya hingga kedua ujung hidung mereka saling bersentuhan. Keduanya tersenyum.
"Saranghae Hyung," bisik Donghae pelan.
"Na do saranghae, chagiya," balas Yesung lembut.
Kini semuanya dimulai dari awal lagi, tentunya dalam hubungan dan kondisi yang berbeda. Tak ada lagi permainan rahasia di antara mereka. Hanya ada satu hubungan yang keterikatan satu sama lain yang indah. Cinta.
.
.
.
.
THE END
a/n:
Oke, apa ini sudah panjang? #ketakutan
Cloud selalu berusaha manjangin kata per katanya lho. Semoga cukup puas ya..
Untuk endingnya, mian kalo ngegantung dan ga asyik.
Cloud tetap ga bisa nemuin ending selain itu.. #headbang
Readers tecinta sekalian.. Gomawo untuk semua review selama fanfic ini mengudara (?)… Itu adalah hadiah terindah buat Cloud, terimakasih buat semuanya yang udah bersedia memfavorit dan mengalert fic serta author gila ini, juga buat silent reader yang udah mau meluangkan waktunya cuma sekedar buat baca fic abal ini… Jeongmal Gomawo!
Oh ya, semoga dengan adanya fic ini, dapat melahirkan (?) YeHae shipper baru! #soraksorak
Untuk yang mau sekuel atau request fic bisa hubungi Cloud di FB : Rasthie Cloud Karenia yang pp-nya gambar Yeppa, oke?
Tapi mungkin bakalan dibuat minggu depan atau kapanpun yang cloud sendiri ga bisa janji… #plakk
Rasanya ini sudah terlalu panjang, cukup sekian dari Cloud.. Sampai jumpa di fanfic cloud berikutnya… RnR? :D
.
P.s: Sudah liat avatar di profil Cloud? Keren lho…! YeHae gituuu... #pamer #plakk (baru di update jadi mungkin belum keliatan sekarang)
Cloud1124
