"Hmm.. sebaiknya, aku pilih rasa vanilla atau cokelat ya?" Tanya Sasuke pada dirinya sendiri.
"Kyaaaa… tttiiiiiikkkuuuusssss!" jeritan beberapa pelanggan wanita terdengar sangat jelas. Beberapa pelayan pria dari toko swalayan itu terlihat tengah mengejar seekor tikus berbulu tan yang berusaha untuk menghindari tangkapan orang-orang di belakangnya.
"Tsk, bagaimana bisa ditempat seperti ini terdapat tikus yang berkeliaran seperti itu," ejek Sasuke seraya melirik dengan ekor matanya seekor tikus berbulu tan yang tengah berlari dengan wajah ketakutan. Tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya yang riuh, Sasuke melanjutkan acara belanjanya yang tertunda. Langkah Sasuke terhenti ketika seekor tikus berbulu tan dengan beberapa pelayan pria yang bertambah banyak untuk menangkap hewan itu lewat dihadapannya. Mata hitam kelam Sasuke menatap malas pada hewan malang itu
'Ada-ada saja hewan dizaman sekarang ini, mana ada tikus berbulu tan. Eh, tunggu dulu, berbulu tan?' tangan Sasuke bergerak untuk membuka jaketnya untuk melihat hewan yang beberapa saat lalu berada didalam sana. Ya, beberapa saat lalu karena kini..
"Oh, shit." Tanpa menunggu hewan itu tertangkap oleh para pelayan itu, Sasuke langsung meletakkan barang belanjaannya dan ikut mengejar hewan itu, berusaha menangkapnya terlebih dahulu sebelum orang-orang itu yang menangkapnya dan membuangnya hewan itu atau yang lebih mengerikan lagi, membunuhnya.
Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Pair:
SasuNaru
Warning:
Sho-ai, Typo(s)
"Kau. Diam. Di situ." Perintah Sasuke kepada tikus dihadapannya, raut wajah yang serius dengan telunjuk yang diarahkan pada hewaan itu, membuat Naruto merasakan akan terjadi hal yang buruk padanya jika ia melanggar perintahnya. Kepala kecilnya mengangguk perlahan tanda mengerti, membuat sebuah seringaian kecil meuncul diwajah Sasuke.
Ketika Sasuke telah menghilang dipandangannya, Naruto mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa di apartemen Sasuke. Tubuhnya sangat lelah, setelah semua yang dia alami ketika di sekolah Sasuke dan acara kejar-kejaran di toko swalayan yang membuatnya hambir terbunuh jika Sasuke terlambat menyelamatkannya.
Bau sedap mulai memenuhi indra penciumannya, membuat perut laparnya semakin berbunyi kencang. Bau sedap itu semakin kuat dan membuat Naruto melanggar perintah Sasuke dengan beranjak dari tempatnya semula dan mengikuti arah bau sedap itu datang.
"Sudah kubilang untuk tidak bergerak dari tempatmu, Dobe." Naruto langsung menghentikan langkahnya dan langsung berlari ke tempatnya semula ketika suara baritone Sasuke menyusup digendang telinganya. Mata safirnya tidak lepas dari Sasuke yang berjalan menuju sofa disamping Naruto sambil membawa semangkuk ramen dengan bau yang sangat sedap. Mata Naruto semakin berbinar-binar dan menginginkan makanan yang sedang dimakan oleh pemuda disampingnya. Naruto hanya bisa meneguk ludah setiap Sasuke memasukkan mie itu kedalam mulutnya sambil sesekali menyeruput kuahnya.
"Apa yang kau lihat, Dobe?" Tanya Sasuke sambil menatap tajam Naruto lewat ekor matanya dan membuyarkan semua semua khayalan itu.
"Cit..Cit..Cit..Cit.." (Aku lapar, Teme. Cepat berikan aku makanan!)
"Kau.. berkata apa? Aku tidak mengerti, Dobe. Ah, aku pasti sudah gila dengan berbicara dengan tiku ini." Tanpa mempedulikan Naruto, Sasuke kembali melanjutkan makannya. Namun Naruto yang tidak terima karena diacuhkan, segera menggigit paha Sasuke dan membuatnya melempar mangkuk plastik yang berisi ramen ditangannya.
"Hei, apa yang ka-" perkataan Sasuke terhenti ketika melihat tikus berbulu tan itu menghampiri ramen yang berceceran dilantai dan memakannya.
'Eh, ternyata dia lapar,' batin Sasuke. Namun bukannya membiarkan Naruto memakan ramennya, Sasuke malah membersihkan ramen yang berceceran dilantai apartemennya dan membuangnya ketempat sampah. Wajah bahagia Naruto ketika mendapatkan makanan sirna sudah, namun wajahnya kembali bahagia dengan mata yang berbinar-binar ketika dihadapannya terdapat sepiring kecil ramen.
"Makanlah," perintah Sasuke. Tanpa diperintah dua kali, Naruto segera melahap makanan dihadapannya.
XOXOXOXOXO
Hhhh.. apa yang harus aku lakukan dengannya. Menciumnya eh? Aku saja belum pernah mencium kekasihku, bagaimana bisa aku mencium orang lain. Sasuke apa yang kau pikirkan, dia bukan manusia, tapi seekor tikus. Bagaimana mungkin seorang Uchiha sepertiku mencium seekor tikus yang tiba-tiba saja datang mengacaukan kehidupanku. Apalagi kalau sampai tousan mengetahui anaknya mencium seekor tikus, bisa-bisa aku langsung dibunuhnya karena menganggapku tidak normal. Tapi.. kata-kata Gaara tadi siang..
Flaashback
"Ratrix adalah sebutan bagi para tikus penjelajah yang ingin menjadi manusia seutuhnya. Untuk menjadi Ratrix, dilakukan suatu persaingan yang sulit dan ketat. Setelah beberapa diantara mereka terpilih, dia harus menjalani pelatihan terlebih dahulu selama empat bulan untuk mempelajari tentang para manusia dan lingkungan mereka sebelum sebuah lubang bernama Black Hole terbuka. Black Hole merupakan sebuah media yang harus dimasuki oleh para tikus untuk menjadi seorang Ratrix dan jembatan untuk memasuki lingkungan manusia. Setelah melewati Black Hole, Ratrix harus segera mencari seorang tutor untuknya dan mendapatkan ciumannya dalam waktu satu minggu. Bila tidak, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Menghilang atau menjadi seekor tikus selamanya," ujar Gaara memberi penjelasan.
End Flashback
Apa hanya semudah itu? Memberikannya sebuah ciuman dan tugasku menjadi tutornya selesai? Aaargh.. sudahlah sebaiknya aku segera tidur saja.
XOXOXOXOXO
Malam semakin larut, tidak ada lagi aktivitas yang terdengar maupun kegiatan yang biasanya dilakukan pada siang hari. Semua orang mulai mengistirahatkan tubuhnya agar kembali segar untuk menghadapi kegiatan keesokan harinya, begitu pun dengan Sasuke. Wajah lelahnya terlihat sanat damai ketika tertidur. Namun tidur nyenyaknya terganggu oleh sebuah sapuan halus yang menyapu wajahnya. Dengan perlahan Sasuke membuka matanya untuk melihat siapa yang telah mengganggu tidur nyenyaknya. Betapa kagetnya Sasuke ketika tepat didepan wajahnya terdapat sebuah gundukan berbulu tan yang tengah meringkuk, tanpa sadar Sasuke menyingkirkan gundukan itu dengan tangannya hingga menimbulkan suara 'bugh' yang keras ketika tubuh kecilnya menghantam dinding. Mata Sasuke seketika melebar ketika menyadari tubuh siapa yang ia lempar.
"Hei, Dobe. Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke sambil berjongkok dihadapan tubuh Naruto yang bergetar karena meringis kesakitan.
"Oh, ayolah. Aku tidak sengaja melakukannya. Hei, Dobe." Tidak ada jawaban. Getaran pada tubuh Naruto pun tidak kunjung berhenti.
'Ayo Sasuke, pikirkan Sesuatu untuk menenangkannya.' Saat semuanya terasa sangat menyulitkan, Sasuke kembali teringat perlakukan Gaara ketika bertemu dengan tikus dihadapannya ini. Tanpa berpikir panjang, Sasuke segera mengangkat tubuh Naruto dengan hati-hati dan menaruhnya ditelapak tangannya seperti yang dilakukan Gaara, kemudian mengelusnya dengan lembut, selembut belaian yang Gaara lakukan pada tikus itu.
"Hei, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu lagi," ujarnya lembut, seperti yang Gaara lakukan untuk menenangkannya. Perlahan-lahan tubuhnya berhenti bergetar, matanya kembali terbuka dan menatap takut pada Sasuke. Rasa takutnya perlahan menghilang karena belaian lembut dan kata-kata menenangkan yang keluar dari mulut Sasuke. Naruto menicicit pelan pertanda tubuhnya telah merasa lebih baik, Sasuke tersenyum tipis tanpa sadar ketika mengetahui apa yang dia lakukan berhasil menenangkannya. Mengingat malam masih menyelimuti kota, Sasuke pun membawa Naruto ke sofa diluar kamarnya untuk membiarkannya beristirahat. Namun kaki kecil Naruto menggenggam erat jari telunjuk Sasuke yang terasa begitu besar untuk kakinya.
"Ada apa, Dobe? Kau mau tidur bersamaku?" Seakan dapat membaca apa yang ada dipikiran Naruto, Sasuke kembali membawa Naruto dan meletakkannya secara hati-hati di atas kasurnya.
"Kau di situ, jangan terlalu terlalu dekat denganku." Seakan perintah itu hanya sebuah kata yang tidak berarti, Naruto membawa tubuhnya mendekat ke arah Sasuke, sangat dekat hingga tubuhnya terasa hangat karena bersentuhan dengan leher Sasuke yang tengah memiringkan tubuhnya. Sasuke hanya bisa menghela napas ketika perintahnya dilanggar. Biarlah, hitung-hitung sebagai permintaan maafku padanya, batin Sasuke.
XOXOXOXOXO
Tidak ada yang istimewa dari kegiatan Sasuke pagi ini. Hanya sebuah kegiatan rutin yang biasa dia lakukan. Bangun tidur, mandi, makan, dan berangkat sekolah. Namun yang tidak biasa dari harinya adalah kedatangan seekor tikus yang selalu hadir disetiap kegiatan yang dilakukan oleh Sasuke dan membuat hidupnya lebih penuh dengan rintangan. Seperti saat ini, Sasuke kembali harus menyelamatkan tikus itu dari kejaran seorang ibu kantin yang membawa sebuah pisau tajam ketika melihat tubuh kecil Naruto berada diantara tumpukan makanan yang dibuatnya.
"Jika kau lapar, harusnya kau bilang padaku, Dobe. Jangan seenaknya saja keluar, bisa-bisa kau mati dicincang olehnya," ujar Sasuke yang sepertinya dihiraukan oleh Naruto, karena kini dia lebih tertarik dengan kentang goreng dihadapannya.
XOXOXOXOXO
"Bahasamu dan bahasaku berbeda, Dobe. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Jadi, ayo kita buat suatu kode yang bisa kumengerti." Dahi Sasuke berkerut untuk memikirkan cara yang bisa dia gunakan.
"Ah, aku tahu. Jika kau lapar, kau harus menggigit jari telunjukku. Ayo, kita coba."
Hening.
"Hei, kenapa kau diam saja, Dobe? Apa kau tidak mengerti apa yang aku katakana. Jika kau mengerti, anggukan kepalamu." Kepala Naruto mengangguk kecil, Sasuke memang tidak mengerti bahasa Naruto, tapi Naruto dapat memahami setiap perkataan Sasuke.
"Kalau begitu, ayo gigit, Dobe." Sasuke menghela napas sejenak, sepertinya Uchiha bungsu ini mengetahui apa yang ada didalam pikiran hewan dihadapannya.
"Tidak apa, kau tidak akan menyakitiku. Sekarang gigitlah." Dengan perlahan Naruto mendekatkan mulutnya pada telunjuk Sasuke yang terulur.
'Krek'
"Aaargh.. pelan-pelan, Dobe. Apa kau ingin membunuhku?" Naruto mundur selangkah ketika mendengar teriakan Sasuke, diwajahnya tersirat rasa takut. Takut jika Sasuke marah kepadanya, takut jika Sasuke akan membuangnya karena kesalahan yang dilakukannya. Namun apa yang dilakukan Sasuke sungguh diluar dugaan. Tidak ada pukulan, yang ada hanya belaian lembut yang dirasakan Naruto. Dengan senyum lembut Sasuke berkata, "Tidak apa, ayo kita coba lagi. Kali ini jangan gigit terlalu keras ya." Mata safir Naruto tidak lepas dari wajah tampan Sasuke. Ada suatu getaran kecil didadanya saat melihat senyum Sasuke, dan tiba-tiba saja Naruto merasakan wajahnya menghangat. Naruto menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya dari Sasuke meskipun Sasuke tidak mungkin melihat rona merah yang menghiasi pipiya dalam cahaya lampu yang kurang terang.
"Hei, ayo. Jangan diam saja." Kepala Naruto kembali tegak, mengganggukkan kepalanya dan kembali mendekatkan mulutnya pada jari telunjuk Sasuke yang sedikit memerah karena gigitannya. Naruto terpaku sebentar ketika melihat luka itu, ada rasa bersalah yang melingkupi hatinya. Dengan perlahan Naruto mendekatkan mulutnya dan mengecup lembut luka itu. Ya, mengecup, bukan menggigit seperti yang diperintahkan Sasuke. Sasuke yang kaget dengan perlakuan Naruto hanya bisa memandang Naruto tidak percaya. Lama mereka saling berpandangan, hingga sebuah bel pertanda adanya tamu berbunyi.
'Ting Tong Ting Tong'
Sasuke segera berlari menuju pintu, memutus tatapannya yang membuat sebuah getaran halus dalan dadanya. Sasuke mengintip sebentar pada sebuah lubang kecil yang terdapat dipintunya. Matanya melebar ketika dilihatnya seorang gadis berambut merah jambu dengan senyum manis yang tersungging dibibirnya berada didepan rumahnya.
Sasuke kembali berlari kedalam dan membereskan rumahnya seadanya, memasukkan barang-barang yang berserakan kedalam sebuah lemari dan menguncinya. Dan yang terakhir, meletakkan Naruto di kamar Sasuke. Kemudian Sasuke kembali kepintu dan membukakan pintu itu untuk kekasihnya.
Naruto yang merasa aneh dengan tingkah Sasuke, mulai turun dari tempat tidur, memasuki sebuah lubang yang terdapat didinding yang tersembunyi oleh sebuah meja yang menghubungkan kamar Sasuke dengan ruang tengah apartemen itu. Dari bawah sebuah lemari, Naruto dapat melihat seorang gadis cantik berambut merah muda dengan dress selutut berwarna cream memasuki apartement Sasuke setelah dipersilahkan masuk.
"Kenapa kau tidak bilang jika kau akan datang, Sakura?"
"Ini namanya kejutan, Sasuke. Ah, aku membawakanmu cake. Aku akan mempersiapkannya untukmu, kau duduk saja Sasuke."
"Hn."
"Kyaaaaaa…"
Sebuah teriakan dari arah dapur membuat pemuda berambut raven yang baru saja mendudukkan tubuhnya disofa langsung berlari ke arah datangnya suara. Dilihatnya Sakura yang naik ke atas sebuah kursi sambil memegang sebuah pisau kue seraya memandang horror seekor tikus yang kini menghentikan acara makan kuenya saat melihat Sasuke yang menatap tajam kearahnya. Merasa dirinya berada dalam bahaya, Naruto segera berlari menjauhi kue dan naik ke tubuh Sakura dan membuatnya menjerit ketakutan.
"Huwaa…. Sasuke, dia di atas kepalaku," ujar Sakura panik. Dengan segera Sasuke berusaha untuk menangkap Naruto, namun Naruto tidak mau menyerah begitu saja. Naruto kembali berjalan ditubuh Sakura, berjalan menuruni tubuhnya untuk lari dari tangkapan Sasuke. Sakura yang merasakan kaki-kaki kecil Naruto berjalan ditubuhnya langsung berteriak histeris dan pingsan seketika. Membuat Sasuke menjadi panik ketika tubuhnya limbung dan terjatuh tak sadarkan diri. Beruntung Sasuke segera menangkap tubuhnya sebelum tubuh Sakura menghantam lantai.
"Sakura, ayo bangun. Buka matamu," ujar Sasuke sambil menepuk pelan pipi Sakura.
"Sakura," panggilnya lagi. Setelah beberapa lama Sasuke memanggil dan menepuk pipi Sakura, akhirnya gadis berambut merah jambu itu membuka matanya.
"Engh.. Ti-tikus. Kyaa.. Sasuke, jauhkan tikus itu dariku!"
"Hei, Sakura, tenangkan dirimu." Dipeluknya tubuh Sakura yang bergetar karena ketakutan.
"Hiks, Sasuke."
"Tenanglah, tikus itu sudah tidak ada. Kau tidak perlu takut lagi, Sakura," ujar Sasuke sambil mengeratkan pelukannya dan menenangkan kekasihnya dengan mengelus punggungnya. Mata Naruto berubah merah ketika dia meliat Sasuke memeluk gadis itu. Ada rasa benci dan kesal saat melihatnya. Dengan tekad ingin mengusir wanita itu dari apartemen Sasuke, Naruto keluar dari persembunyiannya hingga Sakura dapat melihatnya dengan jelas, hanya Sakura. Sakura yang masih trauma langsung menjerit keras ketika melihat Naruto, tanpa menunggu waktu lagi, Sakura segera mengambil tasnya dan segera berlari keluar dari apartemen Sasuke.
Sekembalinya Sasuke dari mengejar Sakura yang tiba-tiba saja berteriak, langsung mencari Naruto dan memegang Naruto seakan-akan dia ingin mencekik hewan digenggamannya. Matanya memancarkan kemarahan pada Naruto, tangannya semakin kuat mencengkram Naruto dan membuatnya sulit bernapas.
"Kenapa kau melakukan ini? Aku sudah bilang padamu untuk berdiam di kamar. Kenapa kau tidak menuruti kata-kataku!" Sasuke terpaku ketika melihat butiran kristal yang turun dari mata safirnya, menyadari perbuatannya yang telah menyakiti hewan digenggamannya, Sasuke langsung menghempaskan tubuh Naruto kesofa dan segera masuk kedalam kamarnya dengan pintu yang dibanting, meninggalkan Naruto yang menggulung dirinya sambil menangis.
XOXOXOXOXO
"Ada apa kau memanggilku, Sasuke?" Tanya Gaara ketika pemuda berambut merah bata itu telah sampai disebuah café untuk memenuhi panggilan Sasuke yang terdengar penting.
"Jangan mempermainkanku," ujar Sasuke dingin seraya mencengkram kerah baju Gaara dengan erat.
"Hei, calm down, Sasuke. Jangan sentuh Gaara seperti itu. Kenapa kau mengira Gaara mempermainkanmu?" Tanya Neji. Meskipun tangan Sasuke telah terlepas dari pakaian Gaara, namun tatapan dingin Sasuke tetap mengarah padanya tanpa mengindahkan ucapan Neji.
"Duduklah dulu, kita bicarakan ini baik-baik, Sasuke. Apa ini ada hubungannya dengan Naruto?" Tanya Neji ketika mereka bertiga telah duduk.
"Hn. Kau membohongiku, Sabaku. Kau bilang, dia akan berubah menjadi manusia dan aku akan terlepas darinya jika aku menciumnya."
"Itu memang benar, aku tidak berbohong. Jika aku berbohong, aku tidak mungkin berada di sini sebagai manusia. Apa itu berarti kau sudah menciumnya?"
"Hn." Wajah Sasuke merona seketika. Tiba-tiba saja bayangan ketika ia mencium bibir Naruto yang tengah tertidur pulas berputar-putar dikepalanya bagaikan sebuah kaset rusak. "Tapi sama sekali tidak ada perubahan dari dirinya. Aku sudah menunggunya selama sejam, tapi tetap saja tubuhnya berupa seekor tikus," lanjut Sasuke.
"Kau tahu, Sasuke. Gaara hanya memerlukan waktu kurang dari dua menit untuk menjadi manusia seutuhnya," ujar Gaara.
"Apa? Bagaimana bisa? Apa ada cara khusus dalam menciumny?"
"Bodoh, tentu saja tidak ada. Naruto belum bisa menjadi manusia karena dia belum belajar sepenuhnya bagaimana perilaku seorang manusia. Peranmu sebagai tutor akan dibutuhkan pada hari keempat Naruto bersamamu."
"Kenapa seperti itu?"
"Karena pada hari keempat itu, seorang ratrix akan berada dalam wujud manusianya. Dan waktu seminggu untuk belajar menjadi manusia dan mendapatkan sebuah ciuman akan berlaku."
'Jadi, aku menciumnya ketika dia berada dalam wujud manusia? Kalau begitu, buat apa aku menciumnya sekarang hingga aku harus merasakan pahit ketika sabun yang kugunakan untuk mencuci bibirku masuk kedalam mulut,' batin Sasuke kesal.
"Jadi, sudah berapa lama Naruto tinggal bersamamu?" Tanya Gaara.
"Sepertinya sudah hari keempat."
"Apa?" diliriknya jam tangan yang bertengger manis ditangan kirinya. "Di mana Naruto sekarang?"
"Di apartemenku."
"Ayo cepat kita ke sana."
"Hei, ada apa. Apa hal buruk akan terjadi?"
"Ini hari keempatnya. Dia akan berubah kewujud manusia pada saat matahari tepat berada di atas kepala kita. Dan ini saatnya, bisa gawat kalau ada orang yang melihatnya saat dia berubah," tutur Gaara.
XOXOXOXOXO
Setelah memacu mobil mereka selama lima belas menit, akhirnya mereka bertiga tiba ditempat di mana Sasuke tinggal. Dengan berlari mereka bertiga bergerak menuju lantai tiga digedung tersebut.
"Kyyyaaaaaaa…"
"Sakura," gumam Sasuke. Dengan menambah kecepatan berlari mereka, akhirnya mereka sampai diapartemen Sasuke. Dan terlihatlah seorang gadis berambut merah jambu yang tergeletak tidak sadarkan diri dilantai. Namun yang membuat mereka bertiga terpaku adalah seseorang yang berdiri didekat gadis itu dengan sebuah pisau ditangan kanannya.
TBC
Halo minna-san, udah chira apdet nih \(^.^)/
Maaf ya, apdetannya lama. Abisnya bingung mau mulai dari mana..hhehe
Rosanaru
Hhhehe.. dia memang dah dari sananya seekor tikus kok^^
Makasih dah review, maaf lama apdetnya
Meg chan
Eh, kan ngambil dari shio. Pas tahu temanya seperti itu, yang ada dipikiranku yah tikus. Hhehe.. jadinya ya pake tikus. *alasangakbermutu* tadinya aku malah mau make shio ayam buat Sasuke, tapi nanti malah jadi NS padahal ini buat SN day.
Kalau yang kau sebutkan, itu terlalu imut. Jadi nanti Sasuke malah seneng nyiumin Naru mulu XD
Makasih dah review, maaf lama apdetnya
Uzumaki Andin
Dari Negara antah berantah, nee XD #plak
Kepikirannya tikus sih XD
Makasih dah review, maaf lama apetnya
Sasuunaru4ever
Yup, happy sasunaru day^^ #dahkelewatwoy
Makasih dah review
Yashina Uzumaki
Kucing terlalu imut, nanti Sasuke langsung mau sama Naruto XD
Eh, bukannya udah aku tulis sho-ai diwarning ya? Jadi maaf, di sini Narutonya cowok bukan cewek.
Makasih dah review
Huwaa.. ternyata banyak yang ga suka Naruto jadi tikus ya, kalo didunia nyata kan emang err.. menjijikan. Tapi kalau di film Ratatouille*bener ga sih tulisannya?* ga seburuk kelihatannya, malah terlihat lumayan imut XD
O ya.. Happy Fujoshi Independence Day semuanyaaa ^^
Kritik? Saran?
~RnR please~
