~WHAT DOES IT THROB?~
By : Minnie bunnie
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Rate : T
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Friendship, Humor
Pairing : Ichigo x femHitsugaya
WARNING : Alternate Universe (AU), OOC, Shounen-ai (nanti ada )
Summary : "Sudah 4 tahun dia menyukaiku, tapi aku tidak bisa membalas perasaannya. Secantik apapun dia…sekaya apapun dia bahkan jika dia berIQ 200."
"Aku….aku mencintaimu Hitsugaya. Aku…aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Meskipun kau juniorku, tidak berIQ 200, tidak kaya, dan secantik bunga mawar yang dingin"
Ungkapan cintaaa…!
.
what does it throb?
.
.
Chapter 2 :
"Aku mohon, biarkan aku lewat" pinta Hitsugaya
"Kau manis. Aku tidak akan membiarkanmu lewat ayo kita sedikit bermain," ucap seorang cowok yang sedang menghadang Hitsugaya.
"Aku mohon tuan, Aku ingin pergi ke sekolah dan pagi ini aka nada seleksi 'kelas khusus'" Hitsugaya memohon.
"Sudahlah, nanti om belikan permen ayo kita main" ucap om ganjen sambil memegang dagu Hitsugaya.
Hitsugaya melihat jamnya, raut mukanya langsung kesal karena jam itu menunjukan pukul 05.55 padahal seleksi akan dimulai pukul 06.00. Karena kesal, putri musim dingin itu menendang ehm..kejantanan om ganjen itu.
"Rasakan itu, tua Bangka…!" teriak Hitsugaya.
"argghh…! FUCK..! CEBOL BRENGSEK…!" teriak om itu.
.
.
"Ahhahahahahahaha…, pertarungan yang menarik Shiro!" ucap pemuda berambut orange sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sejak kapan kau disitu, Kurosaki senpai..?" ucap Hitsugaya kebingungan.
"Sejak kapan ya? Aku juga tidak tahu" ujar Ichigo berbohong.
"Lalu kenapa kau tidak menolongku, Kurosaki senpai?" tuntut perempuan berambut panjang itu.
"Hmm.., kupikir bakal seru melihatmu melawan om itu."
Hitsugaya yang kesal karena perkataan Ichigo melihat jamnya untuk membuat perhatiannya teralihkan. Saat dilihat, ternyata sudah jam 05.56 mata Hitsugaya terbelalak karenanya. Ichigo menyadari kalau mereka sudah hampir terlambat, langsung mengambil tindakan.
GREP!
Ichigo menggendong Hitsugaya ala bridal style. Merasakan sentuhan dari tangan hangat Ichigo membuat semburat merah muncul di paras Hitsugaya.
"Yosh! Ayo naik motorku."
"Heeee? Ano….aku bisa jalan sendiri kok, Kurosaki senpai" ucap Hitsugaya malu-malu keong (A/N : harusnya kucing yah? *plak!*).
Tanpa pikir panjang, pemuda bermata coklat itu mengecup singkat bibir sang putri musim dingin .
"Kalau kau tidak mau diam, aku bisa melakukan lebih dari itu" ucap Ichigo memaksa.
"ba…baik, Kurosaki senpai.." ucap Hitsugaya berbisik.
Ichigo menarik tangan Hitsugaya dan melirik jam itu singkat, lalu mengecup lembut tangan dingin Hitsugaya. Pipi Hitsugayapun menjadi merah padam.
"Wah sepertinya aku harus kebut nih.., ayo naik CEBOL..!" ucap Ichigo sambil memegang helm untuk diberikan pada Hitsugaya. Hitsugaya hanya bisa mengerucukan bibir mungilnya, sebal. Saat Hitsugaya ingin naik, kakinya tidak sampai Ichigo yang melihat itu mengangkatnya seperti bayi dan meletakan perempuan bermata indah itu dibelakangnya.
"Pegangan yang erat kalau kau tidak mau mati…!,"
"Ha'I" ucap Hitsugaya salah tingkah
.
.
.
Sementara itu di lapangan Karakura Sport High School….
"Aduuh…si strawberry mana sih?" keluh Renji.
"Sialan tuh orang…! Kalau sampai terlambat akan ku kisu dia!" ancam Rukia sebagai sekretaris OSIS. Saat perempuan bermata violet ini baru selesai berbicara, bel berbunyi. Pertanda diulainya seleksi anak kelas khusus.
.
.
.
"Baik, anak-anak berhubung ketua osis kita sedikit terlambat kita ak-"
"Gomen…! Sorry gw telat! " ucap Ichigo memotong ucapannya Renji.
"Ichigo…Kau….BAKA…! kenapa bisa datang seterlambat ini?...! ucap Renji marah sambil menjitak Ichigo.
"Hei..! aku sudah minta maaf, BAKA…!" balas Ichigo.
"Siapa perempuan itu Ichigo?" ujar Rukia tidak suka.
"Ini? Oh, dia pacarku…namanya Toushiro Hitsugaya" ujar Ichigo santai.
"WHAT?" teriak semua orang termasuk Hitsugaya saat mendengar pernyataan Ichigo.
"Ano…itu…senpai Kurosaki hanya bercanda.." ujar Hitsugaya mencoba membenarkan ucapan senpai yang disukainya itu.
CUP!
Tiba-tiba kepala orange itu mencium bibir sang putri musim dingin. Muka Hitsugayapun langsung merah padam karenanya.
"mnghh…..engh…" erang Hitsugaya saat Ichigo mau memasukkan lidahnya.
"Buka….bukalah mulutmu itu….shi…shiro.." ucap Ichigo ditengah ciuman mereka.
"emghhh…mngh…le…pas..kan…."
Rukia yang terbakar api cemburu, langsung menarik Hitsugaya dari ciumannya.
"Cukup! Ini sekolah Ichigo..! Dan kita ada di depan junior kita!" bentak Rukia.
Merekapun mulai bertengkar seperti yang biasa mereka lakukan. Junior-junior di sana hanya bisa melihat kejadian di depan mereka.
"Baiklah, junior mari kita abaikan mereka ayo mulai menyisihan kelas khusus" ucap Renji kepada junior dihadapannya.
Tiba-tiba ada salah satu junior yang bertanya apa arti dari kelas khusus itu.
"Baik akan kujelaskan. Kelas khusus adalah kelas dimana para murid pintar, bertalenta, berkelakuan baik berkumpul. Di kelas ini, akan ada banyak perlakuan yang istimewa di banding kelas lain, seperti seragam khusus, gedung khusus, asrama elit, guru yag sangat amat professional, makan gratis dari pihak sekolah, dan sebagainya. Jadi berusahalah untuk bisa masuk kelas ini." Jelas Renji
"Jadi yang harus kalian lakukan pertama adalah lari secepat yang kalian bisa di lapangan itu" ucap Ichigo tiba-tiba sambil menunjuk lapangan yang amat sangat besar di sebelah gedung khusus.
"Baiklah selanjutnya akan diterangkan ketua OSIS kita yang BODOH ini gw permisi…"
ucap Renji sambil mendekati Rukia yang mengomeli Hitsugaya.
"Sudahlah Rukia-chan….jangan seperti itu, dia itu masih junior masih belum tau apa-apa" ujar Renji pada perempuan bermata violet itu.
"Ya sudah…, kali ini kau lolos berkat si rambut merah mengesalkan ini. Sana ikut penyisihan!"
"Cepat pergi, Hitsugaya san…sebelum si nenek berambut hitam ini mengomelimu lagi" ucap Renji tersenyum lembut.
"Ba-baik senpai, arigatou " ucap Hitsugaya berterima kasih lalu berlari menuju senpainya, Ichigo.
.
.
.
"Senpai, saya harus apa?" ucap Hitsugaya confuse.
"Ohhh iya, tadi kau dimarahi Rukia. Bgini, larilah di lapangan ini secepat yang kau bisa" terang Ichigo.
"Baik! " ucap Hitsugaya lantang dan langsung berlari.
.
.
.
Setelah hampir 2 jam, semua sudah cukup lelah hanya saja tinggal satu orang yang masih bersemangat. Yah dialah Toushiro akhirnya dialah yang pertama.
"Selamat Shiro chan! Kau berhasil masuk kelas khusus di urutan perta-"
BRUK…! Hitsugaya pingsan karena tidak kuat lagi. Wajar saja dia berlari sepenuh tenaga di lapangan seluas 3 kilometer yang melihat itu langsung sigap menangkap Hitsugaya.
"Hei! Kau kenapa? Jawab Shiro…!" ucap Ichigo kaget.
Shiro yang terkulai lemas tidak bisa menjawab apa-apa. Tanpa pikir panjang Ichigo langsung membawanya ke klinik kelas khusus.
"Renji, ambil alih tugasku" perintah Ichigo sambil membopong Hitsugaya
.
.
.
"mggh….uunn" erang Hitsugaya terbangun dari pingsan.
"Akhirnya kau sadar juga. Aku sangat khawatir ketika melihatmu jatuh seperti itu!"
"Maaf kalau membuat senpai khawatir"
"Sudahlah, kau sudah baikan?" ucap Ichigo meletakkan telapak tangannya di kening Hitsugaya.
"ii..iya…senpai.., saya baik-baik saja."
"Maafkan aku yah" ucap Ichigo merasa bersalah
"hee? Kenapa senpai minta maaf" Hitsugaya bingung.
"Tadi kau dimarahi Rukia kan?" Tanya Ichigo
"Ohh…i..itu ti…tidak apa kok.."ucap Hitsugaya berusaha membuat rasa bersalah Ichigo menghilang.
"Sudah 4 tahun dia menyukaiku, tapi aku tidak bisa membalas perasaannya. Secantik apapun dia…sekaya apapun dia bahkan jika dia berIQ 200." Ucap Ichigo lirih.
"Aku….aku mencintaimu Hitsugaya. Aku…aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Meskipun kau juniorku, tidak berIQ 200, tidak kaya, dan secantik bunga mawar yang dingin" lanjut Ichigo. Pernyataan itu langsung membuat muka Hitsugaya semerah tomat.
"A..aku…" Hitsugaya salah tingkah.
"Maukah kau jadi pacarku?" ungkap Ichigo.
"Aku ma-"
Ichigo yang tau Hitsugaya akan berkata 'iya' langsung naik keatas Hitsugaya dan mendekatkan bibirnya ke bibir sang putri.
"engh…Ku-rosaki…senpai …..janga…n di…sini…"
"Memohonlah Shiro-ku" goda Ichigo
"A…aku mohon ku…kurosaki senpai…" pinta Hitsugaya dengan nafas terengah-engah.
"Panggil aku Ichigo" ucap Ichigo protes.
"Ku-mohon….I..I-chigo" pinta Hitsugaya lirih.
"Jilat bibirku!"
"Ta-tapi…" Hitsugaya bingung dan malu.
"Atau….kau mau aku melakukan ini..! " ucap Ichigo sambil menelusurri paha si rambut putih.
"ahhh…tidak…jangan…, baiklah…."
Hitsugayapun menjilati bibir Ichigo.
"Baiklah, keinginanmu akan terkabul, putriku"
Saat mereka berjalan menuju ke ruangan usang bekas perpustakaan itu, ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan tak suka dari jauh. Seseorang yang mempunyai rambut putih pendek dan badan setinggi Toushiro.
A/N :
Na-chan : yay…! Chapter2 beres *nebar bunga 10 rupa*
Rukia : hei author gila, kenapa pairnya ga aku sama ichi-kun? Hah?
Na-chan : ga ahh….kamu sama si renji sana,…!
Author : ohh ya, ini balasan review (maaf balesnya disini…na-chan ga tau cara liat review pas udah sign in jadi lewat sini *author apaan nih?*)
reaizu zeroblackwolf : makasih buat review n commentnya…:D yang ini udah Na-chan coba buat agak panjang…..udah cukup hot blm?...hehehehe….ditunggu review n commentnya lagi..
Hanabi Kaori : hana senpai…! Makasih atas saran n riviewnya…! *hug hana* ditunggu comment selanjutnya :DD
Megami Mayuki : makasih atas review n sarannya..! di tunggu comment selanjutnya…! Na-chan masih harus banyak belajar di typo
CCloveRuki : hahahaha…..:D tapi itu beneran loh….saliva punya anti bakteri..:) ditunggu review n commentnya lagi :D
Natsu Hinagiku : Ichigonya sengaja ku bikin pervert…fufufufu~ :D ditunggu review n commentnya lagi yah…!
Z. : makasih…sudah….riview…!yaayyy….! *hug z :D*
Riview yah…!
To be continued….:D
