~What Does It Throb?~

By : Minnie Bunnie

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

Rate : T

Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Friendship, Humor

Pairing : Ichigo x femHitsugaya

WARNING : Alternate Universe (AU), OOC, Shounen-ai (nanti ada )

Summary :

Berbagai desahan terdengar dari ruangan usang di pojok lorong yang gelap. Pertanda seseorang atau mungkin lebih dari satu orang sedang menikmati apa kalian tahu? Ada satu orang yang merasa depan ruangan itu, sendirian, dan memperhatikan mereka.

.

.

"Terima kasih ichigo sudah mengantarku pulang." Ucap Hitsugaya setelah Ichigo mengantar Hitsugaya pulang.

"Sama-sama, umm…mukamu merah sekali sejak tadi." Goda Ichigo.

"I-ini perbuatanmu mikan busuk!" Hitsugaya teriak.

"hahahahaha baik-baik, maafkan ya, besok kau kujemput jam 4 pagi yah?" ujar Ichigo.

"Eeeh? Pagi sekali! Aku ga bisa bikin sarapan nanti! Nanti kucingku marah! Kenapa ga jam 6 saja?" protes Hitsugaya.

"Karena ada 'sesuatu'" Ichigo memamerkan senyumnya yang penuh arti.

"Yasudah.."Hitsugaya berjalan dan mencubit pipi Ichigo.

"Aku masuk ya? Ada banyak pr yang belum dikerjakan"

Ichigo hanya tersenyum dan memberikan kiss merasa senang sekali saat Hitsugaya menunjukan sifatnya yang tidak pernah ditunjukan pada orang ain selain saat Hitsugaya protes tadi, ia sudah menahan tawanya.

Ichigo POV

Aku senang sekali dia perempuan pertama yang membuatku merasa tertekan dan ingin memilikinya sebagai aku ingin sekali memberikan 'sesuatu' yang penting saja dia bisa membuatku tersenyum setiap hari karena aku sudah benar-benar terikat dengannya.

Eeeh?itu Hitsugaya kan?bukannya tadi dia sudah kuantar pulang?

Ichigo POV end.

"Ichigo!" teriak seseorang berambut putih.

"Hitsugaya?" Ichigo heran.

Si rambut putih jinjit dan mendekatkan wajahnya, menyentuhkan bibir manisnya ke bibir pelan dan melepaskannya.

"Kau tahu kepala jeruk?dalam satu buah belum tentu hanya ada satu biji" Ia mengedipkan sebelah matanya dan berlari pergi.

Ichigo yang kebingungan hanya bisa memegang bibirnya dan tidak mengerti maksud perkataan orang pun pulang dengan muka seakan berkata "apaan sih aku gak ngerti"begitu.

"AAAAAAAAAAAAAAAAA! Aku bangun kesiangan..!" Hitsugaya berteriak kelagapan karena ia hanya tidur 3 jam dan sekarang dia terlambat. Kalau kalian Tanya kenapa, karena ucapan Ichigo kemarin membuat Hitsugaya begitu penasaran hingga tanpa sadar ia tidak tidur dan lupa memasang alarm.

Ichigo yang sudah datang sejak jam 4 pagi hanya bisa menunggu sambil bertanya-tanya. Ia sidah menelepon Hitsugaya puluhan kali dan tidak ada yang diangkatnya, hingga Ia jatuh tertidur hanya untuk menunggu kekasihnya dan mengantarnya ke sekolah.

"Ichi…maafkan aku , aku tidak tidur semalam sehingga bangun sesiang ini."

Ichigo bangun dan menggosok matanya.

"Hnnhh? Eeh iya tidak apa…" Ichigo bersabar.

"umm…mau berangkat sekarang? Apa kau kuat, Ichi?" Hitsugaya bertanya dengan ragu-ragu.

"unnh iya, ayo berangkat"ujar Ichigo masih mengantuk.

Mereka pun pergi ke sekolah dengan muka yang tidak bersemangat. Bayangkan saja, ia menunggu hampir 3 jam di luar rumah tanpa memakai jaket dan kondisi fisik yang sampai di sekolah Ichigo langsung memarkir motor di depan sekolah. Hampir semua anak melihatnya karena Ia tidak hanya seorang diri melainkan bersama Hitsugaya.

"Pergilah duluan ke kelasmu Hitsugaya, nanti kau terlambat." Ichigo tersenyum lemah.

"I..Iya…, kau yakin baik-baik saja?" Tanya Hitsugaya memastikan.

"Hn, pergilah." Ichigo mengangguk.

Renji yang kebetulan lewat sana memanggil Ichigo dengan ceria.

"Ichigooo!"

"hm…hi." Balas Ichigo.

"Kau sakit? Mukamu pucat banget loh!" Renji memegang kening Ichigo.

"Entah-"

BRUUK!

Ichigo pingsan menimpa motornya sendiri. Renji yang melihat itu langsung membawanya ke UKS.

"Dia punya alergi udara dingin… apa tadi pagi ia memakai jaket?" ucap seorang dokter sambil menyiapkan obat untuk Ichigo.

"umm kurasa tidak apa dia bisa sembuh dengan cepat?" Tanya Renji.

"Aku rasa iya." Dokter itu tersenyum.

Renji menghela nafas lega karena 2 minggu lagi aka nada pertandingan basket yang sangat dinantikan Ichigo.

"Kau bisa meninggalkannya sekarang."

"Baik, terima kasih dokter." Ujar Renji sambil berlari keluar ruang UKS.

.

.

.

TENG..TENG…TENG…

Bel sekolah karakura berbunyi, pertanda bahwa bel istirahat. Semua anak berhamburan keluar menikmati waktu bebas mereka. Seseorang berambut putih panjang berlari tergesa-gesa mencari sosok yang ingin dilihatnya sejak pagi.

"Kau baik-baik saja? Maafkan aku semua pasti karena aku."

"Tidak usah khawatir, aku baik."

Hitsugaya menangis dan memeluk tetap ini sakit, sakit sekali melihat Ichigo terbaring seperti penyakitnya tidak parah tapi tetap saja.

"Sudahlah…, ini Cuma alergi dan jangan salahkan dirimu terus."

Ichigo mengelus kepala Hitsugaya hingga akhirnya Hitsugaya tertidur dan Ia pun yang melewati ruangan itu membawa mereka pulang dengan bangun di mobil dan berterimakasih pada sahabatnya itu.

Sinar matahari memasuki jendela rumah kurosaki membuat seseorang terbangun dan mulai berdiri untuk melanjutkan orang ini hendak meninggalkan kediamannya ia memakai jaket yang sangat tebal hingga membuat badan sixpacknya terlihat gemuk, sangat gemuk. Ia memakai penutup telinga, syal,sarung tangan dan lainnya.

Ichigo POV

Pagi ini, rasanya kulitku membeku bagaikan es batu. Aku ingin sekalski diam di rumah dan menghangatkan diriku di pemanas tapi apa daya, aku sangat menyukai Hitsugaya dan tidak mau membuatnya khawatir.

Kunaiki motorku dan langsung pergi ke angin mengenai kulit putih di balik jaket buluku. Karena aku ngebut aku sampai di sekolah dengan cepat.

Kulihat Hitsugaya datang kepadaku dan memelukku. Dia berkata

"Kau kedinginan kan? Alergimu pasti lama sembuhnya." Ujarnya lirih.

Jujur, itu benar . Aku harap itu tidak benar tapi aku tidak terlalu mempermasalahkannya.

"Aku baik, hari ini aku ingin mengajakmu makan malam di restoran keluargaku, kau bisa?"

Dia mengangguk kecil di harap tidak aka nada sesuatu yg aneh terjadi.

Aku pun memasuki ruang kelasku. Belajar hingga otakku lemas.

Pulang sekolah kuajak Hitsugaya bermain perang salju. Meskipun dingin, sangat dingin, tapi melihat senyumnya sudah membuatku senang.

Hingga akhirnya kulihat mentari digantikan bulan dengan sangat indah. Kupeluk Hitsugaya. Kulihat matanya yang memancarkan kepolosan. Kusentuh kedua pipinya kuamati betapa indahnya ciptaan Tuhan yang ada didepanku.

"Ayo kita makan."

Aku melihat dengan seksama bibir manis itu. Tapi entah kenapa aku tidak ingin mengecupnya, rasanya ada sesuatu..yg aku merindukan bibir lain dan ingin mengecupnya kembali.

Ichigo POV end

"kau suka?"

"iya ini enak sekali!" ujar Hitsugaya memakan pesanan yang di pesan Ichigo.

Disana ada seseorang yang selalu mengawasi mereka. Ichigo menyadarinya langsung mengantar Hitsugaya pulang.

"ayo pulang"

"eehh? Tapi..makananny-"

" penting"

Merekapun langsung cabut *?* dari sana.

Ichigo was-was, bingung, orang yang mengikutinya selalu. Tapi siapa?untuk Apa?Bagaimana? pikiran-pikiran terus bergelut dalam orang suruhan ayahnya? Atau Siapa?.

"masuk rumah, kunci pintumu, dan tutup jendelamu." Ujar Ichigo panic.

"Ehh?"

Tanpa sempat berkata-kata lagi, Ichigo pergi begitu ingin menangkap dan menyanyakan banyak hal pada oang yang mengikutinya terus pun menaiki motornya memindahkan gigi dan langsung pergi secepat mungkin dari membahayakan keselamatan Shironya. Sekarang ia tengah dalam perjalanan menuju rumah Renji, teman baiknya itu, untuk menanyakan berbagai hal dan meminta ada sesuatu..seseorang yang ini berdiri di depan motor Ichigo dan merentangkan tangannya.

"Aku yakin kau mencariku." Ujar orang tersebut.

"Kau lagi?"

To be continued….

A/N

Moshi-moshi~~~nyoi~nyoi~nyoi~

Haaaa….rasanya berat nyelesein fic ini…gara-gara udah setengah jadi trus ditinggal gw jadi makin susah nyeleseinnya =="

Gw yakin yg ini alurnya kecepetan…tapi…apa daya..*dramatic mode*hiks…hiks..

Gw sangat amat suka sama kalian-kalian yg komen "di tunggu lanjutannya" atau kalimat semangat lainnya..:3

Ditunggu komen selanjutnya okeeeyyyyy?

Salam~ Na-chan

:*:*:*:*.