Fiancee created by Black Rabbit07 at 2012
Naruto created by Masashi Kishimoto at 1999
Moment by Vivian Hsu & Kazuma
Warning : OOC, newbie, typo
Hidup seorang Sakura Haruno ialah biasa-biasa saja. Namun, ia memiliki suatu pertanyaan yang ia sendiripun bingung atas jawabannya.
Bagaimana rasanya cinta pertama tidak bisa membalas cinta kita?
Dan, Sakura harus melewati masa-masa sulitnya dalam mengusahakan cinta pertamanya.
- Chapter 1 -
.
.
.
Lapangan KHS sedang ramai-ramainya oleh para pemain bola basket. Bangku yang ada di pinggir lapangan itu penuh oleh para murid cewek.
Di salah satu bangku, tiga kepala berwarna merah, merah muda, dan merah muda mencolok duduk sambil membawa tumpukan buku. Si merah membanting pantatnya di atas bangku. Kemudian, ia membenarkan letak kacamata frame merah yang senada dengan rambutnya tersebut.
"Jadi, apa yang akan kita nyanyikan?" Tanya Karin sambil membuka lembar demi lembar majalah musik. Tayuya memutar bola matanya, kemudian menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. "Aku juga tidak tahu." Lalu, keduanya melirik ke arah gadis berambut merah muda. "Bagaimana pendapatmu, Sakura-chan? Aku dan Karin bingung mau menyanyikan lagu apa."
Gadis bermata jade itu sama sekali tidak menjawab. Kedua bola matanya menatap ke arah lapangan basket.
"Ayo Neji-niichan! Kamu pasti bisa melakukan three points!" Seru seorang gadis lavender berambut indigo dari pinggir lapangan. Di sampingnya, berdiri gadis cepol dua. Si cepol dua membisiki si indigo. "Hinata-chan, lihat cowok yang merebut bola itu." Si indigo diam di tempat. Dan kemudian― "Hontou ni utsukushii!"
"Tenten, dia sungguh tampan! Lihat rambutnya itu. Langka dan keren sekali!" Seru gadis itu sambil menarik-narik seragam si cepol.
"Hoii, bumi kepada Sakura?" Tayuya menggerakkan telapak tangannya di depan muka Sakura. Hasilnya? Tidak ada. Gadis bergelung itu masih diam di tempat. Karin memperhatikan arah pandangan sahabatnya itu. Dan―
"Hmm, ternyata cowok itu lagi ya?" Goda Karin. Ia bersitatap dengan Tayuya. Keduanya memasang senyum nakal. "Sakura-chan! Lihat, cowok yang kemarin ada di belakangmu!"
"Eh! Mana mana?" Sakura berdiri spontan dan menoleh ke belakang. Tayuya dan Karin tertawa terbahak-bahak melihat muka bodoh Sakura.
"Aaah, kalian ini!" Sakura duduk sambil melipat mukanya kesal. "Habis, kamu sendiri diajak bicara malah melihat cowok yang kemarin." Karin mencolek dagu Sakura. Tertawa menggoda. Gadis berkacamata tebal itu mengerucutkan bibirnya.
"Sudah sudah. Aku pikirkan lagu apa yang akan kita nyanyikan untuk festival sekolah nanti." Tepat setelah kalimat itu keluar dari mulut Tayuya―
"Oh iya! Aku lupa memikirkan lagu untuk festival! Aduh, gomen ne Tayuya-chan, Karin-chan! Aku lupa!" Sakura kembali berdiri, sambil memasang wajah menyesal. Tayuya dan Karin hampir jantungan akan tingkah gadis bergelung itu.
"Iya iya. Daijoubo, Sakura. Ayo kita cari lagu yang pas. Kita 'kan sudah diberi tanggung jawab oleh Shizune-sensei untuk mencari lagu." Ujar Tayuya. Karin mengangguk setuju. "Tapi, sebenarnya aku punya saran." Sakura nyengir gaje. Karin dan Tayuya pun bergubrak ria.
"Judulnya?" Tanya Karin. Sakura menggeledah isi tasnya. Kemudian, tangannya menggenggam lipatan kertas. "Moment." Tayuya menjitak kepala merah muda Sakura.
"Kau ingin menyanyikan lagu dari opening anime?" Tayuya menatap heran gadis di depannya ini. "Tidak ada salahnya 'kan. Lagipula lagunya itu bagus."
"Tidak apa-apa 'kan Tayuya. Lagipula kamu juga tidak ikut nyanyi." Ejek Karin sambil tertawa. Tayuya hanya nyengir gaje. Sakura terkekeh.
"Ya sudah. Sudah diputuskan. Kita akan duet lagu Moment! Oke, Sakura-chan?" Karin merangkul sahabatnya itu. Sakura mengangguk. Tayuya hanya tertawa demi melihat kedua sahabatnya itu. Asal kau tahu kenapa hanya Karin dan Sakura yang menyanyi, karena Tayuya tidak bisa menyanyi.
ooOOoo
Dare mo minna samayoinagara kotae wo sagashite
Suara lagu terdengar dari Ruang Musik KHS. Di dalam ruangan kedap suara itu, tiga gadis tengah duduk di bangku yang berada di pinggir ruangan.
"Ternyata lagunya bagus." Komentar Tayuya sambil tertawa. Karin hanya mengangguk-angguk tanda setuju. Sedangkan Sakura sibuk membaca lirik lagunya.
Dari jam terakhir sampai sore, ketiganya berada di Ruang Musik.
Sampai pukul menunjukkan jam 17.50.
"Ayo kita pulang. Lanjutkan besok saja," ajak Karin sambil mengemasi barang-barangnya. Tayuya mematikan sound system, kemudian juga meraih tas punggungnya. "Ayo!"
"Eh, kalian duluan saja. Aku mau ke perpustakaan, mengembalikan majalah musik ini." Ujar Sakura sambil berlari tanpa mendengar jawaban dari kedua sahabatnya. Karin dan Tayuya hanya saling pandang dengan wajah [ ==' ].
Gadis bergelung itu berlari-lari kecil di sepanjang koridor menuju perpustakaan. Tiba-tiba―
Bruk!
"Aduh, kalau jalan lihat-lihat dong!" Umpat seseorang berambut panjang. Sakura tanpa sengaja menabrak seseorang saat melewati ujung lorong. Dirinya terduduk di lantai. Majalah-majalah yang ada di tangannya terjatuh.
"H-hontou ni gommen!" Sakura buru-buru berdiri dan menundukkan badan. Sedangkan gadis di depannya itu berkacak pinggang.
"Enak saja! Masa' cuma minta maaf saja! Dengar ya, kamu itu cuma cewek cupu di sini! Kamu beda denganku!" Makinya. Sakura menundukkan kepala semakin dalam. Ia mencengkeram ujung roknya dengan kuat.
Dari arah berlawanan, seorang gadis berlari menghampiri Sakura dan gadis itu.
"Hinata-chan! Ayo pulang!" Terlihat cepol kembar di kepala gadis yang berlari itu. Diketahui ia bernama Tenten. Sedangkan gadis berambut panjang itu bernama Hinata.
"Ck!" Decak Hinata kesal. Ia pun berlalu meninggalkan Sakura. Sakura berjalan menunduk menuju perpustakaan.
Keluar dari perpustakaan, Sakura mengunci pintu ruangan tersebut. Tadi, dia disuruh oleh Guru Bahasa yang kebetulan menunggu di situ untuk menguncinya jika urusannya sudah selesai. Ia pun segera berbalik, dan hendak menuju Ruang Musik lagi. Namun―
dua bayangan. Dua bayangan itu membawa gadis bergelung itu ke sebuah ruangan. Tentu saja dia tidak bisa melawan atau pun memberontak karena tangannya dikunci dan mulutnya dibekap.
Bruk!
Sakura dibanting ke atas lantai sebuah ruangan yang penuh debu. Terdengar suara pintu yang dikunci. Sakura memutar kepalanya, dan ia melihat, ia berada di gudang. Ya, gudang.
"Nani! Kusou! Tolong bukakan pintunya!" Teriak Sakura sambil menggedor-gedor pintu.
"Haha! Rasakan itu, cewek cupu!"
Sakura mengenal suara itu. Suara yang tidak lama ia dengar tadi. Dengan pasrah, ia jatuh terduduk dan memeluk lututnya. Menatap ke langit-langit ruangan.
Tuhan, nasibku memang selalu jelek ya?
Author :
Mind to review? :D Maaf masih ancur
Moment : Opening dari Gundam Seed by Vivian Hsu & Kazuma
