A Super Junior's Fanfiction

~My All Is In You~

Pair : HaeHyuk and other couple

Warning : Genderswitch, Typo, tidak menggunakan bahasa yang baku dan benar. All ukes as Girl.

.

.

Hari ini adalah akhir pekan—dimana liga basket nasional antar sekolah se Seoul diadakan. Kali ini adalah pertandingan final. Dimana Avicenna High School berhadapan dengan Guardian High School. Kedua sekolah yang memang langganan juara liga basket sekolah nasional.

Para pendukung maupun wartawan majalah olahraga memenuhi hall basket di Seoul Sport Center *asli ini ngarang* tempat kumpulan gedung-gedung olahraga dikawasan Seoul.

Eunhyuk duduk dipinggir lapangan bersama dengan pemain basket,pelatih,official,dan para cheerleadance. Donghae duduk disampingnya sambil memperhatikan ucapan pelatih yang sedang mengarahkan mereka.

Pritt…

Suara peluit pelatih menandakan pertandingan akan dimulai. Donghae bangkit dari duduknya dan mengengam tangan Eunhyuk sekilas.

"Hwaiting!" ucap Eunhyuk sambil mengepalkan kedua tangannya, memberikan semangat untuk Donghae. Sedangkan Donghae hanya tersenyum dan mengangguk.

Permainan sudah berjalan beberapa menit yang lalu.

Kini tim Aviecenna bermain dengan baik, mereka melaksanakan intruksi pelatih mereka dengan benar hingga hasil yang didapatkannya pun memuaskan. Dan sekarang point Tim basket Avicenna lebih unggul daripada lawan mereka.

Dan Prittt…

Suara peluit tanda berakhirnya pertandingan dimenangkan oleh tim Avicenna High School dengan perbedaan tipis 59-57.

Para pendukung Avicenna bersorak gembira, para pendukung yang memenuhi hall basket tersebut langsung menyanyikan yel-yel semangat lebih keras lagi, dan memainkan alat music yang mereka bawa dengan lebih semangat lagi dari sebelumnya.

Kali ini piala Liga Basket antar sekolah kembali direbut oleh Avicenna High School, setelah tahun lalu juga mereka menghadapi lawan yang sama.

Para pemain inti—termasuk Siwon dan Donghae beserta pemain cadangan langsung berlarian dan berkumpul ditengah lapangan. Kemudian mereka menjulurkan tangan mereka menumpuk satu sama lain.

"Avicenna! YEAH!" teriak mereka bersama-sama sambil menganggkat tangan mereka keudara.

Selesai para kedua tim berjabat tangan, mereka kembali ke pinggir lapangan, si Ikan-baca : Donghae- langsung lari dan meluk Eunhyuk dipinggir lapangan.

"Hae, Malu tau! Lepas ah." ucap Eunhyuk malu, gimana enggak? mereka kan masih di dalam stadium yang pasti banyak banget penggemar ataupun supporter kedua tim, dan lagi wartawan.

Donghae dengan berat hati melepaskan pelukannya dan mengambil handuk dan minum yang sedang digenggam Eunhyuk. Siwon yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala. Dan duduk disamping Kibum yang udah dari tadi stand by di bangku pemain.

"selamat yah." ucap Kibum saat Siwon duduk disampingnya.

Siwon tersenyum "makasih," jawabnya.

"selamat yah Hae! Kamu keren banget tadi!" ucap Eunhyuk semangat sambil mengancungkan kedua ibu jarinya kearah Donghae.

"makasih Princess,"

"perhatian semuanya!" titah pelatih—semua pemain berhenti dari segala aktifitas dan memandangi sang pelatih dengan serius "karena ini keberhasilan ini, saya akan mengadakan acara makan-makan bersama! Gimana? Kalian setuju?" tambahnya.

Mendengar ucapan pelatih, semua pemain inti bahkan cadangan langsung melongo ditempat. Pasalnya kan pelatih mereka yang mereka kenal baik itu pelitnya minta ampun.

"er—pak Jung beneran kan?" tanya seorang pemain bernomor punggung 8, sebut saja namanya Jungmo.

Pak Jung atau sang pelatih mendelik kearah Jungmo "saya beneran! Yah kalo kalian gak mau sih ga—

"eh iya kita mau!" teriak semua para pemain, termasuk Donghae dan Siwon juga. Kibum dan Eunhyuk yang memperhatikan mereka hanya tertawa geli.

Prok… Prok… Prok…

pak pelatih menepuk tangannya semangat. "yasudah kalian ganti baju sana! setelah itu kita berangkat ke restaurant ok?" ucapnya.

"yes Sir!" jawab mereka serempak.

Beberapa menit setelah itu—para pemain ABC satu persatu keluar dari ruangan ganti. Eunhyuk sendiri sedang duduk di bangku panjang dekat kamar ganti, sendirian. Tadinya dia bersama Kibum, tapi langsung dibawa kabur sama Siwon gak tau kemana.

"princess," Eunhyuk mengadah dan tersenyum kepada Donghae yang baru keluar dari ruangan ganti.

"oia mana hadiah yang kamu janjiin kalo aku menang?" tambahnya kemudian, lalu dia mengangkat kedua tangannya bersiap menerima hadiah dari Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum geli melihat tingkah pacarnya itu. Dia berjalan selangkah kearah Donghae, dan langsung mengalungkan lengannya di leher Donghae "tutup matanya!" perintahnya.

Dahi Donghae mengkerut mendengar perintah Eunhyuk tersebut. "mau ngapain? Kok pake tutup mata segala?" tanyanya bingung.

"mau dikasih hadiah dari akunya gak?" ucap Eunhyuk sambil cemberut imut.

Donghae mengangguk dan memejamkan matanya. Dia juga menaruh tangannya dipinggang Eunhyuk agar pacarnya itu gak kabur.

Chu~

Eunhyuk langsung mencium Donghae tepat dibibirnya—Donghae langsung membuka matanya refleks dan kemudian tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang merona heboh. Dia langsung menarik Eunhyuk agar lebih dekat lagi dengannya dan memperdalam ciumannya.

Setelah beberapa lama mereka melepaskan ciuman itu karena paru-paru mereka memerlukan udara, Donghae mengelus bibir ranum Eunhyuk yang memerah karena ciuman tadi.

"jadi ini hadiah untuk aku Princess?" tanya Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya.

Eunhyuk hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Tak lama mereka berciuman kembali, tanpa memperhatikan sekeliling mereka. Tak sadar jika ada salah satu wartawan mengabadikan moment tersebut.

0o0o0o0o0o0o0

Sore ini adalah hari tenang untuk para murid Avicenna High School—pasalnya mereka para tingkat atas diberikan waktu liburan 2 hari untuk melepas penat mereka sehabis belajar untuk test akhir sekolah.

Eunhyuk termasuk salah satunya. Dia sedang bersantai di gazebo dekat kolam renangnya sambil membaca majalah fashion dan ditemani dengan segelas jus strawberry kesukaannya.

"KIM EUNHYUK!".

Eunhyuk terkesiap mendengar teriakan tegas Papanya—Kangin. Kemudian seorang maid datang menghampirinya.

"Nona, anda ditunggu Tuan diruangan nya." ucap maid tersebut.

Eunhyuk menyerengitkan dahinya. "memangnya ada apa?" tanyanya bingung.

Sang maid menggelengkan kepalanya "saya tidak tahu Nona," ujarnya.

Eunhyuk menganggukan kepalanya dan berjalan santai keruangan Papanya. Setelah membuka pintu ruangan tersebut, Kangin langsung berbalik dan menatap Eunhyuk marah.

Ada apa ini? Batin Eunhyuk.

"Hyukkie! Sini duduk dulu." ucap Teuki sembari menepuk sofa kosong disampingnya.

Eunhyuk menurut dan duduk disamping Mamanya, dia melayangkan wajah bertanya-tanya kepada Teuki, namun yang didapatkannya hanyalah gelengan kepala.

"Pa,ada apa?" tanyanya kepada Kangin yang duduk dihadapannya.

Kangin melemparkan berlembar-lembar foto dimeja. "bisa kamu jelaskan apa maksudmu Kim Eunhyuk?" tanyanya penuh emosi.

Eunhyuk bingung, apa sih maksud Papa?. Batinya.

Dengan ragu dia mengambil foto itu. Matanya langsung melebar melihat lembaran-lembaran foto tersebut—fotonya saat berciuman dengan Donghae didepan ruang ganti sehabis perlombaan Liga Basket kemarin.

"apa maksudnya ini Kim Eunhyuk? Berciuman dengan namja disembarang tempat? Memalukan!" ujar Kangin keras.

"tapi Pa—

"tapi apa? Papa bukannya sudah melarangmu berpacaran?" ujarnya lagi sambil menatap Eunhyuk dengan mata memerah.

Eunhyuk hanya menunduk dan mengenggam fotonya itu dengan erat—dia takut, amat takut melihat ekspresi Papanya ketika marah.

Airmata sudah menggenang dipelupuk mata Eunhyuk dan siap menetes kapan saja.

"Papa akan mempercepat acara tunanganmu dengan anak teman Papa." ucapan Kangin barusan membuat Eunhyuk mengadah dan bertatapan langsung dengan mata Papanya tersebut.

"Pa—aku masih sekolah dan aku juga gak mau pisah sama Donghae! Aku mencintainya." ucapannya semakin lirih diakhir kalimatnya.

Amarah Kangin yang tadi sudah mereda kembali naik setelah mendengar ucapan Eunhyuk.

"Donghae? Jadi nama namja itu Donghae! Siapa dia? Tidak berfikirkah dia siapa dirimu? Dan kau juga! kau seorang Kim Eunhyuk! Anak bungsu dan cucu kesayangan keluarga Kim yang dihormati semua orang! Dimana fikiranmu Kim Eunhyuk? melakukan hal sebodoh itu?" ucapnya.

Airmata Eunhyuk mengalir dari kedua sudut matanya yang selalu memancarkan kebahagiaan, Teuki yang disampingnya langsung mengelus punggung putrinya agar tenang.

"maaf Pa, aku—".

"Papa tidak terima bantahan Kim Eunhyuk! Secepatnya kau akan aku tunangkan dengan Jung Yunho putra Jung Si Wo!" ucapnya.

Teuki langsung memeluk Eunhyuk dan mengelus kepala anaknya yang sedang terisak dibahunya. Lalu dia menghadap Kangin "Young Woon-ah bukannya ini terlalu cepat? Bahkan Hyukie belum menyelesaikan sekolahnya?" ucapnya pelan.

"tidak! Dan mulai sekarang kau akan diantar jemput ke sekolah. Dan Papa melarangmu mengikuti eskul dance lagi mengerti?" ucap Kangin.

"Mama, tolong aku." ucap Eunhyuk sambil terisak dan membenamkan wajahnya lebih dalam kebahu Teuki.

"iya sayang. Jangan dipikirkan ne? nanti pasti ada jalan keluarnya. Sekarang kamu istirahat saja," ucapnya sambil menganggkat wajah Eunhyuk dari bahunya dan mengusap airmata yang masih mengalir dipipinya.

Eunhyuk menganggukan kepalanya lemah dan memandang Kangin yang juga sedang memandangi mereka berdua, Eunhyuk langsung tertunduk setelah bertatapan dengan mata Kangin yang menatapnya tajam.

Teuki langsung bangkit dari duduknya lalu menarik bahu Eunhyuk untuk berdiri dan menggiringnya keluar dari ruangan Kangin. Meninggalkan suaminya sendiri diruangannya tersebut.

"jangan dipikirkan ucapan Papamu! Lebih baik kamu istirahat dahulu, besok kamu mulai sekolah kan sayang? Dan mama menunggu penjelasan tentang Donghae ok?" ucap Teuki sambil tersenyum angelic kepada Eunhyuk ketika mereka sudah diluar ruangan Kangin.

Eunhyuk hanya mengangguk sebagai jawaban.

0o0o0o0o0o0o0

Eunhyuk duduk dimeja riasnya—dia memerhatikan wajahnya yang terpantul dari cermin di depannya. Wajahnya sedikit pucat dan lingkaran hitam di bawah matanya. Jangan lupakan matanya yang sembab karena semalamam menangis.

Drtt… Drtt…

Getaran handphone di mejanya menyadarkan Eunhyuk dari lamunannya. Wajahnya berubah sendu kembali setelah melihat siapa yang menelponnya.

'Prince Fishy'

Eunhyuk mengambil handphonenya dan menekan tombol merah, lalu mematikan handphonenya kembali.

Dia mengdongakkan kepalanya keatas dan membuang nafas berat. Kemudian dia mengambil iPad,ponsel dan mp4 nya dan memasukan ke tas sekolahnya. Dan Eunhyuk beranjak dari duduknya untuk turun kelantai bawah.

Di anak tangga Eunhyuk diam sebentar dan menghela nafas, Teuki yang melihat Eunhyuk langsung tersenyum dan berkata. "ayo sayang sarapan." ajaknya.

Eunhyuk hanya mengangguk dan duduk dibangkunya. Kemudian dia mengambil roti lalu memakannya pelan. Dia melirik ke bangku Papanya yang sedang sibuk membaca Koran.

Drek…

Kangin dan Teuki langsung memandang Eunhyuk setelah mendengar Eunhyuk yang bangkit dari duduknya yang menimbulkan suara.

"aku berangkat Ma,Pa!" ucapnya lalu berjalan keluar dari ruangan makan.

"sebentar!" ucapan Kangin barusan membuat langkah Eunhyuk terhenti, dia langsung berbalik dan menatap Papa nya.

Kangin menurunkan Koran pagi yang sedang dibacanya tersebut."mulai hari ini, kamu akan diantar supir pulang maupun pergi sekolah. Dan Papa melarangmu mengikuti eskul dance lagi mengerti?" tanya Kangin mutlak.

"tapi Pa—

Ucapan Eunhyuk langsung terhenti ketika melihat wajah Kangin yang tadinya datar-datar saja kembali mengeras seperti kemarin sore.

"terserah Papa aja." ucap Eunhyuk selanjutnya. Dia langsung berbalik dan keluar dari dalam rumahnya.

Di meja makan, Kangin masih memandang punggung Eunhyuk yang menghilang dibalik pintu. "lihat, dia menjadi anak yang tidak sopan sekarang." Ucapnya.

Teuki yang duduk disamping Kangin hanya menghela nafas mendengar ucapan suaminya tersebut.

0o0o0o0o0o0o0

Eunhyuk melangkahkan kakinya dengan lesu keluar rumahnya. Baru saja dia sampai di depan pintu, seorang supir menghampirinya.

"Nona mau berangkat sekarang? Tuan memerintahkan saya—

"iya pak Yeon, aku sudah tau." Jawab Eunhyuk sambil membuka pintu belakang mobil yang akan menghantarkannya kesekolah.

Diperjalanan menuju sekolahnya, Eunhyuk hanya melihat kearah luar jendela mobilnya. Ucapan Papa nya semalam masih sangat berbekas di ingatannya. Dimana Papa nya mengatakan bahwa ia akan ditunangkan dengan anak teman bisnis Papa nya. Lalu bagaimana hubungannya dengan Donghae?

Sungguh, dia amat-sangat mencintai Donghae. Bahkan lebih dari apapun. Tetapi dia juga tidak bisa membantah keputusan Papa nya yang dia kenal mempunyai watak yang keras dan otoriter.

Eunhyuk menghela nafas berat, lalu dia menyenderkan badannya kesenderan jok mobil. Dan menutup matanya sejenak.

.

.

.

Eunhyuk berjalan dengan kepala tertunduk di koridor sekolah, sesekali mengadah ketika teman teman yang menyapanya. Dia langsung masuk kekelas dan menemukan Chullie sudah duduk dibangku mereka sembari tersenyum kearah Eunhyuk.

"hai!" sapanya.

Eunhyuk hanya tersenyum tipis dan menaruh tasnya diatas meja.

"Hyukkie? Lo sakit? Muka lo pucat banget!" tanya Chullie dengan wajah khawatir.

Sedangkan Eunhyuk menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "gw keluar dulu yah." ucap Eunhyuk.

"perlu gw temenin?"

"gak usah, thank," .

Setelah itu Eunhyuk berjalan keluar kelas sendirian meninggalkan Chullie yang memperhatikan punggung Eunhyuk dari belakang. Pasti ada masalah. Batinnya.

Tapi dia langsung mengangkat bahunya—dia gak mau ikut campur urusan orang, dia langsung mengambil handphonenya dan langsung sms-an ria sama Hankyung.

Tak lama muncul Donghae dan langsung menghampiri meja Chullie dan Eunhyuk.

"Chullie!" panggilnya.

Chullie yang sedang menunduk karena sedang ber-sms-an ria dengan Hankyung langsung mengadah. "hm? Eh Donghae ada apa?" tanya Chulie.

Donghae duduk di kursi yang tepat berada didepan meja Chullie. "Eunhyuk mana?" tanya Donghae sambil memandang Chullie.

Sedangkan Chulie langsung menyerengitkan alisnya bingung. "tadi pas dateng dia langsung keluar, gue kira ketemuan sama lo," ucapnya.

Donghae langsung menggelengkan kepalanya "gue dari kemaren gak bisa ngubungin dia! Handphonenya mail box terus,apa dia ada masalah?" tanya Donghae.

"gue gak tau! Pas dia dateng mukanya pucet banget udah gitu matanya sembab, lo lagi berantem sama dia?" Chullie langsung melotot ke Donghae.

"gak kok. Dari habis tanding basket kemaren kita baik-baik aja. Dan selama libur 2 hari kemarin gue gak sama ketemu dia,". Donghae terdiam sebentar dan beberapa detik kemudian dia berdiri dari duduknya.

"gue cari Eunhyuk dulu." ucapnya dan langsung melenggang keluar kelas itu.

15 menit Donghae berkeliling mencari Eunhyuk diseluruh penjuru sekolah,dari kantin,taman belakang sekolah yang biasa mereka habiskan waktu berdua saat istirahat,uks, maupun ruangan dance nya pun dia tidak menemukan sosok Eunhyuk.

"kamu dimana Princess?" gumamnya sambil berjalan dilorong kelas.

Sedetik kemudian dia berhenti dan berfikir sejenak. Donghae langsung membalikkan badannya dan berlari kearah tangga dipojok bangunan yang menghubungkan nya dengan atap gedung Avicenna High School.

Kriet…

Setelah Donghae membuka pintu atap tersebut, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Kemudian dia menghela nafas setelah menemukan sosok yang dicarinya sedang duduk mendekap kakinya dan menenggelamkan kepalanya ke dua lututnya.

Donghae berjalan dan berhenti di depan Eunhyuk lalu berjongkok dihadapannya. "kamu kenapa?" tanyanya sambil mengelus rambut blonde Eunhyuk lembut.

Eunhyuk langsung mengangkat kepalanya. Tanpa aba-aba dia langsung memeluk Donghae erat dan menenggelamkan wajahnya di dada Donghae.

"ada apa Princess? Kenapa menangis huh?" tanya Donghae lembut sambil mengelus bahu Eunhyuk yang sedari tadi bergetar.

Eunhyuk hanya mengelengkan kepalanya dan mempererat pelukan tangannya pada pinggang Donghae.

"oke, Aku temenin kamu disini sampe kamu tenang." Ucapnya dan mencium rambut Eunhyuk.

Beberapa lama kemudian Eunhyuk melepaskan pelukannya dari Donghae, sedangkan Donghae langsung menyeka air mata Eunhyuk yang masih turun melewati pipinya. "ada apa? Mau cerita ke aku?" tanyanya lagi.

"Papa jodohin aku sama anak temen bisnisnya." katanya lirih.

Donghae langsung mengelus pipi Eunhyuk yang membuat Eunhyuk sendiri mengadah dan bertatapan langsung dengan mata teduh Donghae yang memandangnya lembut.

"aku harus gimana Hae?" ucapnya lagi.

Donghae menghela nafas. "kamu harus nurutin kata Papa kamu Princess!" ucapnya.

"apa?" Eunhyuk langsung menatap Donghae dalam, kemudian dia memalingkan wajahnya dan tersenyum miris. "aku betengkar sama Papa dan ini jawaban kamu Hae?" ucapnya pelan, terdapat nada kecewa didalamnya.

"bukan begitu Hyukkie—

"cukup Hae! Ternyata cinta aku bertepuk sebelah tangan yah. Sepertinya cuma aku yang berusaha mempertahankan hubungan kita ini. Aku –"

Ucapan Eunhyuk terhenti ketika Donghae memeluknya "bukannya begitu, aku gak mau kamu jadi anak durhaka gara-gara aku. Aku gak mau kamu menyesal nantinya." ucapnya.

Eunhyuk terdiam sebentar setelah mendengar jawaban Donghae tadi. "aku cuma butuh kamu ada disamping aku Hae, itu udah cukup." .

Donghae melepaskan pelukan mereka dan menatap mata Eunhyuk. lalu dia langsung mencium bibir Eunhyuk lembut. Dengan senang hati Eunhyuk pun membalasnya. Mereka terus berciuman dengan lembut, tanpa ada nafsu didalamnya.

Mereka terus berciuman hingga paru-paru mereka membutuhkan udara. Donghae langsung melepaskan ciumannya setelah merasakan bahwa nafas Eunhyuk mulai memendek. Donghae menyeka saliva di bibir Eunhyuk yang memerah.

"kita bisa nyelesain ini secara baik-baik ok?" ucap Donghae. Eunhyuk hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Donghae.

.

.

.

.To Be Continue.

Note : akhirnya Chapter 4 ini ke update juga. Sebenernya aku sedikit kecewa dengan respon di Chapter kemarin, bahkan Reviewnya gak sampe 5. Tapi gak papa, aku mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya untuk yang udah Review di Chapter kemarin. Kalian yang bikin aku semangat untuk ngelanjutin fanfict ini.

Dan kayaknya chapter ini pun sama dengan Chapter kemarin, pasti jelek kan? *bow*. Dan aku juga minta doanya yaa Readerdeul sekalian. 2 minggu kedepan aku bakalan Pra-Ujian Kejuruan disusul dengan Ujian Kejuruan. Sekali lagi aku minta doanya yaa~ semua. *pinjem PuppyEyesMing*.

Yaudah deh cuap-cuapnya. Seperti biasa, yang udah baca aku minta Review nya ok? Aku hanya ingin tau gimana respon kalian terhadap tulisan aku ini. Saran dan Kritik! Ditampung. Selamat membaca ^^.

.

.

Saatnya bales review~ :

Kamiyama Kaoru : wah boleh private sama Kao-sshi buat bikin adegan tersebut? hehe ^_*. Iya gomawo udah ngasih tau kalo ada tulisan yang salah. ^^

HaEHyuk : awas nanti dibilang orang gila chingu senyum senyum sendiri #plak *minta ditabok*. ini udah di update chingu. Di chapter ini udah banyak belum HaeHyuk momentnya?

nanalee : Ming kemungkinan akan dimunculin di Chapter depan atau gak Chapter-chapter berikutnya. Di Chapter ini udah keliatan sedikit konfliknya kok. Ini udah dilanjut, semoga suka. ^^

Dan sekali lagi terima kasih buat yang udah membaca dan me Review…

.

.

.Tania Lee.