A Super Junior's Fanfiction
~My All Is In You~
Pair :: Haehyuk and other couple
Warning :: Genderswitch,Typo,tidak menggunakan bahasa yang baku dan benar. All ukes as Girl..
.
.
Hari ini di Avicenna High School mengadakan upacara kelulusan. Eunhyuk dan Donghae duduk berdampingan. Disamping mereka ada SiBum dan HanChul, bersama dengan para murid yang duduk dibarisan aula depan, dan orang tua murid di bagian belakang.
"acara selanjutnya adalah, pemberian penghargaan pada lulusan terbaik tahun ini dan pidato perwakilan siswa. Kepada Lee Donghae kami persilahkan," ucap mc yang memandu acara tersebut.
Donghae berdiri dari duduknya dan sedikit membetulkan jasnya, kemudian dengan gagahnya dia berjalan naik keatas podium. Di kursinya,Eunhyuk tersenyum bangga.
Disisi lain juga—Teuki,Mamanya Eunhyuk tersenyum melihat Donghae yang sedang berpidato. Bagi Teuki, sosok Donghae sangat mirip dengan Kangin. Hanya saja Kangin lebih keras dan otoriter, sedangkan Donghae cenderung lembut dan pengertian.
'semoga Donghae bisa membuat Eunhyuk bahagia.' harapnya dalam hati.
Donghae menyelesaikan pidatonya sambil tersenyum tipis dan membungkukan badannya kearah para orangtua dan jajaran dewan guru. Kemudian dia kembali ke kursinya.
Setelah acara selesai, para siswa dan wali murid dipersilahkan meninggalkan aula. Eunhyuk menarik tangan Donghae untuk menghampiri Teuki yang sedang berbincang dengan orangtua Siwon yang juga hadir disana.
"Ma." panggil Eunhyuk.
Teuki langsung menoleh dan tersenyum, sedangkan Donghae langsung membungkukan badannya. Teuki langsung berjalan menghampiri Eunhyuk dan Donghae setelah berpamitan dengan orangtua Siwon.
"selamat siang tante." Sapa Donghae sambil membungkukan badannya.
Teuki tersenyum dan mengangguk."siang Donghae, apa kabar?" tanya Teuki.
"baik tante, tante sendiri?"
"baik. Selamat yah kamu menjadi lulusan terbaik tahun ini." ucap Teuki sambil menjabat lengan Donghae, Donghae pun menundukan setengah badannya lagi.
"Ma setelah ini aku mau main kerumah Donghae. Boleh kan Ma?" Eunhyuk memandang Teukie dengan Monkey eyesnya.
Teuki menghela nafas melihat kelakuan putrinya yang satu ini. Gak Eunhyuk,gak Sungmin sama aja. "oke, Kamu boleh pergi. Tapi kamu harus pulang sebelum Papa mu sampai dirumah, mengerti?" ucapnya kemudian.
Eunhyuk langsung tersenyum dan mencium pipi Teuki. "oke deh." jawabnya.
Pip… Pip…
ponsel yang sedang dipegang Teuki bergetar tanda telpon masuk, dia tersenyum melihat siapa yang menghubunginya dan menekan tombol hijau, kemudian mengarahkan ponsel tersebut ke telinganya.
"halo,ada apa Minnie-ah?" ucapnya.
Mendengar nama Minnie—Eunhyuk langsung membulatkan kedua matanya kemudian beringsut mendekat kearah Teuki.
"kakakmu? Ini ada disamping Mama…"
"…"
Teuki langsung menjauhkan ponsel dari telinganya dan mengarahkan ponsel tersebut kearah Eunhyuk yang antusias menerimanya "halo Minnie?" ucapnya ceria.
"…"
"kapan pulang? Oia aku mau ngenalin seseorang ke kamu!" ucap Eunhyuk sambil merangkut lengan kanan Donghae. Teuki dan Donghae hanya tersenyum melihat tingkah Eunhyuk.
"beneran? Oke, nanti kita double date setibanya kamu di Seoul yah bye~" ucap nya dan mematikan telpon tersebut dan mengembalikan ponsel tersebut ke Teuki.
"oke, sepertinya Mama harus pergi sekarang! Masih ada urusan yang harus dikerjakan." Ucap Teuki sambil mengecek jam tangan putih yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Mama mau kemana?" tanya Eunhyuk.
"Mama ada pertemuan dengan designer yang akan bekerja sama dengan butik kita." Jawabnya. Ya, selain sebagai ibu rumah tangga. Teuki juga menggeluti bidang fashion. Dia memiliki beberapa butik ternama di Seoul.
Eunhyuk mengangguk mengerti.
"ya sudah, Mama harus berangkat sekarang. Tante tinggal Donghae." Ucapnya.
Donghae dan Eunhyuk langsung menganggukan kepala. Setelah bayangan Teuki hilang dari pengelihatan mereka, Donghae langsung menarik Eunhyuk ke parkiran untuk mengambil motornya.
Setelah melihat Eunhyuk yang sudah memakai helm dan duduk dibelakangnya, Donghae langsung menstarter motornya berjalan keluar dari gedung sekolah tersebut.
.
.
Donghae memelankan laju motornya ketika mereka memasuki kawasan perumahannya. Kemudian dia berhenti didepan sebuah rumah bergaya minimalis tanpa pagar.-rumah Donghae-.
Eunhyuk yang tadinya merebahkan kepalanya di punggung Donghae, langsung mengangkat kepalanya. "ini rumah kamu Hae?" tanyanya.
"iya, kita udah sampai." Jawabnya dan memberikan isyarat agar Eunhyuk turun dari motornya.
Setelah memastikan motornya terkunci dengan aman, Donghae mengandeng Eunhyuk untuk mengikuti langkahnya. Setelah sampai didepan pintu,Donghae merogoh kantong celana sekolahnya dengan tangan yang bebas.
Setelah menemukan kunci rumahnya, Donghae langsung membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Eunhyuk masuk terlebih dahulu.
Eunhyuk langsung mengedarkan pandangannya ke setiap bagian rumah. Rumah Donghae memang sederhana, terkesan rapih dan tidak banyak barang. Dia berjalan masuk ruangan-ruangan lain.
Kemudian Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika manik matanya menemukan sebuah pigura foto berukuran kecil disamping meja TV.
Disana ada seorang namja dan yeoja yang masih terlihat muda, dengan seorang anak laki-laki kecil di tengah mereka.
Eunhyuk tersentak ketika lengan seseorang melingkar di pinggangnya."lihat apa?" tanyanya sambil menyenderkan dagunya di bahu Eunhyuk.
"ini kamu ya Hae? Lucu banget sih!" ucap Eunhyuk sambil terkekeh kecil anak berusia 4 tahun yang ada didalam foto tersebut.
Donghae hanya menganggukan kepalanya.
"ini Mama kamu Hae? Cantik banget!" tanya Eunhyuk kagum.
Donghae yang masih memeluk Eunhyuk dari belakang hanya memandangi foto tersebut dengan pandangan yang sulit dijelaskan. Donghae tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk kali ini.
"Hae?" panggil Eunhyuk karena Donghae tidak juga menjawab pertanyaannya.
Kemudian Donghae melepaskan tangannya dari pinggang Eunhyuk dan berbalik arah menuju kamarnya. Eunhyuk membalikkan badannya setelah Donghae melepas pelukan tersebut.
Eunhyuk menyerengitkan dahinya, bingung.
Akhirnya dia pun berjalan mengikuti Donghae yang ada beberapa jarak didepannya, dan ikut masuk kedalam kamar Donghae yang bernuansa biru laut.
Gerakan tangan Donghae yang tadinya sedang memilah pakaian berhenti karena Eunhyuk memeluknya dari belakang.
"kamu kenapa? Aku salah ngomong yah?" Tanya Eunhyuk.
Donghae tersenyum mendengar ucapan Eunhyuk, dia melepaskan tangan Eunhyuk yang melingkar dipinggangnya kemudian berbalik dan menangkupkan tangannya dipipi Eunhyuk.
"aku gak kenapa-kenapa Princess, cuma aku lagi gak enak badan aja." ucap Donghae.
"kamu sakit?" ucap Eunhyuk khawatir, dia langsung menaruh tangannya di dahi Donghae.
Donghae meraih tangan Eunhyuk dan mengecupnya sekilas. "hanya sedikit pusing, kamu temenin aku disini yah! Setidaknya sampai sore." Pintanya.
Eunhyuk menganggukan kepalanya.
"kamu ganti baju dulu aja, nih!" suruh Donghae, dia menyerahkan kaos lengan panjang warna putih miliknya kearah Eunhyuk.
"kamar mandinya disebelah sana!" tambah Donghae lagi sambil menunjuk sebuah pintu bercat putih dengan tempelan stiker ikan nemo.
Eunhyuk langsung meraih kaos tersebut dan masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Donghae mengganti bajunya diruangan Donghae langsung merebahkan badannya di kasur king sizenya.
Cklek…
Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Donghae, dia duduk dipinggiran ranjang sebelah kiri. Eunhyuk mengangkat lengan kiri Donghae yang menutupi matanya.
"masih pusing?" tanya Eunhyuk khawatir.
Donghae menatap Eunhyuk lekat, kemudian dia mengisyaratkan Eunhyuk untuk mendekat dengan jari telunjuknya. Eunhyuk menurut.
Srett…
Dengan cepat Donghae meraih tengkuk Eunhyuk dan menciumnya, mengecup setiap inci bibir kissable itu,mengigit kecil bibir bawah Eunhyuk yang membuat sang empunya bibir mendesah pelan.
Donghae menurunkan lengannya kepinggang Eunhyuk, kemudian dengan satu gerakan saja, Donghae menganggkat tubuh kurus Eunhyuk dan memindahkannya keatas tempat tidur tepat disampingnya tanpa melepaskan ciuman tersebut. *ngerti kan maksudnya?*
Donghae melepaskan ciumannya saat dia merasa nafas Eunhyuk mulai terengah-engah.
"ish!" decak Eunhyuk sambil memukul pelan bahu Donghae. Dia cukup terkejut dengan tindakan Donghae barusan.
Sedangkan Donghae sendiri cuma nyengir sok innocent. "kenapa?" tanya nya kemudian.
"jangan ngagetin aku kenapa sih, kamu tuh seneng banget yah bikin aku jantungan." Omel Eunhyuk.
Donghae cuma tersenyum sekilas, "udah ah, jangan ngomel terus nanti cantiknya hilang loh!" ucap Donghae.
Eunhyuk mempoutkan bibirnya dengan muka yang berubah pink menyala. "gombal!" .
"Princess, gimana sama perjodohan kamu?" tanya Donghae tiba-tiba. Dia bertumpu dengan lengan kanannya dan menatap Eunhyuk.
"aku gak tau, Papa belum pernah bahas tentang masalah itu," jawab Eunhyuk. Donghae mengangguk. Mereka terus berbincang hal-hal penting maupun tidak penting hingga terdengar dengkuran kecil dari bibir Eunhyuk.
Donghae tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang cantik walaupun sedang tertidur. Dia meraih selimut di kakinya dan memakainya untuk mereka berdua. Donghae menaruh lengannya dipinggang Eunhyuk dan memberikan kecupan singkat di dahi Eunhyuk sebelum menyusul Eunhyuk kealam mimpi.
.
.
Eunhyuk mengeliat pelan dalam tidurnya, dia membuka mata perlahan kemudian mengerjap pelan. Eunhyuk tersenyum melihat wajah Donghae yang ada dihadapannya, wajah Donghae seperti anak kecil dengan bibir yang terbuka sedikit.
Eunhyuk terkikik melihatnya. Setelah puas memandangi wajah Prince Fishy nya tersebut, Eunhyuk mendekatkan badannya kearah Donghae, menaruh tangannya dipinggang Donghae dan menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Donghae—menghirup wangi Donghae yang maskulin.
"Princess?" ucap Donghae pelan.
Eunhyuk mengadah dan melayangkan wajah seolah bertanya ada apa.
Donghae mengucek matanya pelan. "ini jam berapa?" tanya nya.
Eunhyuk mengedarkan pandangannya ke dinding yang ada dihadapannya, ada sebuah jam disana. "jam setengah 5, kenapa emangnya?" tanya Eunhyuk.
Donghae bangun dan duduk diatas kasur, diikuti dengan Eunhyuk. "kamu gak mau pulang emangnya?" tanya Donghae lagi.
Mendengar pertanyaan Donghae tersebut, Eunhyuk cemberut. "kamu ngusir aku ya?" tanyanya bête.
"eh, kok ngomongnya gitu? aku gak ngusir kamu kok! Aku cuma gak mau kamu kena omelan lagi sama Papa kamu. Inget pesan Mama kamu tadi?"
Eunhyuk mengangguk.
"yaudah aku mandi dulu, kamu tunggu disini." Ucap Donghae.
Donghae turun dari ranjangnya dan berjalan masuk kekamar mandi, sedangkan Eunhyuk langsung membereskan kasur Donghae kemudian dia mengganti bajunya di kamar mandi lain.
.
.
.
Donghae menjalankan motornya dengan kecepatan normal, Eunhyuk menaruh kepalanya di pundak Donghae dan memeluk Donghae erat.
Eunhyuk mengangkat telapak tangannya ketika merasakan rintik-rintik air turun dari langit. Dan semakin lama semakin banyak, membuat Donghae menghentikan motornya didepan sebuah box telpon umum.
Donghae menarik Eunhyuk masuk kedalam box telpon untuk berteduh. Cukup lama mereka disana, namun hujan masih juga belum berhenti.
Eunhyuk memeluk dirinya sendiri karena dinginnya udara, dia merasakan sesuatu menyelimutinya. Donghae memakaikan jaket hitam yang dipakainya ke badan Eunhyuk.
"kamu gak kedinginan emangnya Hae?" tanya Eunhyuk.
"enggak kok,"
"bohong! Kamu cuma pake kaus doang Hae," Eunhyuk berniat melepaskan jaket Donghae tetapi langsung dicegah oleh Donghae.
Donghae menarik Eunhyuk untuk berdiri didepannya. Donghae melingkarkan kedua lengannya di pinggang Eunhyuk dan menaruh kepalanya dibahu Eunhyuk. "nah, aku gak kedinginan deh." Gumam Donghae.
Eunhyuk hanya tersenyum dan menaruh lengannya diatas lengan Donghae, dan menyandarkan badannya kearah Donghae.
Dari ujung jalan, sebuah mobil Porchese berjalan dengan pelan dan melewati box telpon yang didalamnya terdapat HaeHyuk.
Dirasa hujan sudah cukup reda, Donghae menarik Eunhyuk keluar dan langsung menaiki motornya kemudian melajukan motor tersebut kearah rumah Eunhyuk.
.
.
Motor Donghae berhenti di depan kediaman keluarga Kim. Eunhyuk turun dari motor Donghae, melepas helm dan memberikan helm tersebut kepada Donghae. "makasih udah nganterin aku," ucap Eunhyuk.
Donghae tersenyum dan mengelus rambut Eunhyuk lembut. "sama-sama, dan makasih juga udah nemenin aku dirumah." .
Eunhyuk mengangguk.
"mana ciuman perpisahannya?"
Eunhyuk blushing ditempat, dengan perlahan dia berjalan mendekat kearah Donghae dan mendekatkan bibirnya ke bibir Donghae, dia mengecup sekilas.
Donghae tersenyum setelah Eunhyuk menciumnya. "yaudah aku pulang dulu, bye~" .
Eunhyuk melambaikan tangannya ketika Donghae meninggalkan gerbang rumahnya. Setelah Donghae tidak terlihat lagi dari pandangannya, Eunhyuk masuk kedalam rumahnya.
"Kim Eunhyuk!" .
Langkah Eunhyuk terhenti mendengar panggilan Papa nya yang sedang berdiri menghadap kolam renang. Dia mendekat kearah Kangin. "ada apa Pa?" tanyanya.
Plak…
Tanpa menjawab pertanyaan Eunhyuk, tangan Kangin langsung mendarat mulus di pipi kanan Eunhyuk. Eunhyuk hanya tertunduk dan memegangi pipi kanannya yang terasa panas. Airmata sudah menggenang disudut matanya.
"Young Woon-ah! Kenapa menampar Hyukie?" Teuki berkata sambil turun dari tangga dengan cepat dan menghampiri mereka berdua.
Kangin menatap Eunhyuk tajam. "berpelukan mesra dengan namja dipinggir jalan? Ditengah hujan! Kalian fikir itu romantis? Memalukan."
Eunhyuk menyadari ucapan Kangin, pasti saat berteduh di box telpon bersama Donghae tadi Papa nya itu melihat mereka. Eunhyuk makin menunduk dalam. "maaf," ucapnya.
Teuki hanya mendengarkan pembicaraan Kangin dan Eunhyuk, dia juga tidak mengerti arah pembicaraan keduanya. Yang jelas ini ada hubungannya dengan Donghae dan Eunhyuk.
"Papa akan membuat perhitungan dengan namja itu jika sekali lagi melihat kalian masih berhubungan, mengerti?"
Eunhyuk hanya mengangguk dan membalikan badannya. Dia berlari ketika menaiki tangga dan sesekali mengusap airmata dipipinya.
Setelah melihat Eunhyuk pergi, Teuki langsung menatap Kangin yang masih memandangi Eunhyuk yang sudah masuk kedalam kamarnya. Teuki menghela nafas lelah sembari menggelengkan kepalanya. Kemudian dia membalikan badan dan meninggalkan Kangin yang masih berdiri di posisinya.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Eunhyuk masih bergelut dengan selimutnya, dia sedikit bergumam ketika seseorang mencubit pipinya. Sedangkan sang tersangka hanya terkekeh kecil. Si 'Pelaku pencubitan' terus melakukan aksinya. Hingga Eunhyuk menggeram kesal.
"siapa sih?" gumamnya kesal. Dia sedikit membuka matanya. Setelah melihat siapa yang menggodanya, dia langsung duduk tegap di atas kasur. "Minnie!" teriaknya.
Eunhyuk langsung memeluk Minnie aka Sungmin, Sungmin pun membalas pelukan Eunhyuk.
"kapan balik? Kok gak bilang aku?" tanya Eunhyuk setelah melepaskan pelukan mereka.
Sungmin tersenyum. "dinihari aku sampe, kira-kira jam 3-an deh." Jawabnya.
"bukannya kamu masih sebulan lagi disana? Kok pulang sekarang?" .
Sungmin cemberut mendengar ucapan Eunhyuk barusan. "jadi kakak gak seneng kalo aku pulang gitu? yaudah deh aku balik aja—"
Sungmin yang sudah bergegas bangun langsung berhenti ketika Eunhyuk menarik tangannya sambil berkata. "ish, gak kok. Cuma kaget aja.".
"kok pulangnya mendadak deh kamu? Pake gak bilang aku segala," tambah Eunhyuk.
"gak tau deh si Papa. Kemarin pas Minnie telpon Mama, gak lama lagi Papa telpon dan nyuruh aku pulang ada acara penting katanya." Jawab Sungmin sambil mengutak-atik handphone pink nya.
Eunhyuk terdiam sebentar mendengar ucapan Sungmin, "acara penting? Acara apa? Aku aja gak tau loh!".
Sungmin mengangkat bahu. Dia hanya berkonsentrasi dengan benda mati yang di pegangnya. Sedangkan Eunhyuk merasa sebal juga melihat adiknya sibuk dengan ponselnya, dengan gesit dia merebut benda tersebut dan membuat Sungmin mengerang protes.
"kamu ngapain sih?" gumam Eunhyuk, dia menyentuh layar touchscreen ponsel Sungmin. Kemudian Eunhyuk tersenyum setelah mengetahui apa yang barusan dilakuin adiknya tersebut. "smsan sama pacar kamu? Eh?" godanya.
Muka Sungmin memerah. "iya sini ah balikin!" perintahnya.
"siapa namanya? Bule kah?"
"namanya Kyuhyun. Dia orang Korea juga kok," jawab Sungmin.
"dia sekolah dibidang apa?" tanya Eunhyuk lagi.
"kedokteran,"
"waah~ keren dong! Kamu bisa jadi perawat pribadinya nanti?" goda Eunhyuk.
Sebelum Sungmin menjawab perkataan Eunhyuk, pintu kamar Eunhyuk terbuka dan disana ada Teuki yang geleng-geleng kepala.
"kamu itu Mama cariin dikamar gak ada! Tau nya ada disini," ucap Teuki pada Sungmin. Sedangkan Sungmin cuma nyengir dan turun dari kasur Eunhyuk dan menghampiri Teuki.
"Mama, aku kangeeeen~" ucapnya manja sambil memeluk Teuki.
Teuki membalas pelukan putri nya itu, "Mama juga kangen sama kamu." Ucapnya.
Tak lama kemudian ibu dan anak itu melepaskan pelukannya, dan Teuki langsung berpamitan dengan mereka berdua. Setelah Teuki keluar dari kamar Eunhyuk, kedua yeoja yang lucu nan imut itu terus bercerita tentang pengalaman masing-masing dan tak lupa membicarakan pacar mereka masing-masing.
.
Eunhyuk turun kelantai bawah sambil melihat sekeliling, para pelayan sedang sibuk membersihkan sudut-sudut rumah dan ada juga yang sedang menata bunga diruangan makan. Eunhyuk menepuk bahu salah seorang pelayan yang ada di dekatnya.
"ada apa Nona?" tanya pelayan tersebut.
"ada acara apa? Kok bersih-bersih?" tanya Eunhyuk sambil menunjuk lap yang sedang dipegang pelayan tersebut.
"saya kurang tau Nona, setau saya ada acara makan malam dengan rekan bisnis Tuan nanti." Jawabnya.
Eunhyuk mengangguk singkat dan meninggalkan ruangan tersebut. Eunhyuk berencana duduk santai di Gazebo belakang, tetapi langkahnya terhenti di depan ruang kerja Kangin yang pintu nya tidak menutup rapat.
"tentu saja acara pertunangan ini akan kita laksanakan Si Wo-sshi, kita sudah membicarakan rencana ini sebelumnya bukan? Dan kurasa Eunhyuk dan Yunho sangat cocok bukan?" ucap Kangin tanpa disadari terdengar oleh Eunhyuk.
Eunhyuk berjalan lesu kearah belakang rumahnya setelah mendengar percakapan Papa nya dengan rekan bisnisnya tersebut.
Eunhyuk mendudukan dirinya di pinggir kolam renang dan membiarkan kakinya masuk kedalam kolam. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Donghae.
'hai Princess! Ada apa nih telpon aku? Kangen yah?' .
Eunhyuk tersenyum mendengar suara Donghae tersebut. "Hae, kamu lagi ngapain?" tanya nya.
'aku? Lagi basketan sama si Siwon, kamu?'
"gak lagi ngapa-ngapain—
Eunhyuk tersentak ketika seseorang merebut paksa ponselnya. Dia berniat membentak orang tersebut, tapi dia langsung urungkan niatnya setelah melihat siapa yang merebut ponselnya.
"Papa," gumamnya.
.To Be Continue.
.
.
Huah~ rasanya nih ff makin gaje yah? MIANHAE~. Yaudah deh gak usah kebanyakan ngomong. Pokoknya yang udah baca, aku minta Review nya yah…
Review dari kalian memberikan semangat aku untuk melanjutkan ff ini. Kalo gak ada semangat dari kalian juga, aku gak semangat lanjutin ff ini. Buat apa ngelanjutin cerita ini kalo yang nunggu aja gak ada iya kan?
Dan aku mau ngucapin Big Thanks untuk yang selama ini udah Review FF ini.
~reply review's area~
nanalee : huhu~ masih ada banyaaak masalah yang akan menerpa (?) hubungan HaeHyuk hoho *ketawabarengKyu*. Ah Jinja? Kamu jurusan apa emangnya? Gomawo udah sabar ninggu ff ini chingu ^^
anchovyfishy : iya gpp ^^, terima kasih udah Review.
Eunhae25 : semoga chapter ini chingu gak ketinggalan deh, terima kasih udah baca.^^
Dan sekali lagi terima kasih yang udah baca dan Review
.
.
.
~tania lee~
