A Super Junior Fanfiction
~My All Is In You~
Pair :: Haehyuk and Other Couple
Warning : Genderswitch, Typo, tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. All uke as yeojya.
.
.
.
Dosen yang mengajar dikelas Donghae menutup buku yang dipegangnya. Yang berarti menandakan bahwa pelajaran untuk hari ini sudah selesai.
"pelajaran hari ini sudah cukup. Kita bertemu lagi minggu depan." Ucap dosen tersebut. Setelah berucap demikian, sang dosen berjalan keluar dari kelas itu.
Donghae membereskan catatannya dengan cepat lalu memasukannya kedalam tas punggung yang dibawanya. Setelah selesai, dia langsung berlari keluar dari kelasnya menuju ruang UKS.
Disepanjang koridor kampus, tak jarang Donghae menabrak bahu orang-orang yang menghalangi acara berlarinya (?).
Dia berbelok diujung koridor. Matanya menangkap 2 orang yeojya yang sedang duduk didepan ruang UKS. Yeojya itu, Kibum dan Chulie. Donghae berhenti berlari didepan Kichul.
"hh, gimana sama Hyukie? Kenapa dia bisa pingsan?" Donghae bertanya sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah karena berlari tadi.
"dia tiba-tiba aja pingsan saat kita bertiga mau masuk ke kelas." Jawab Kibum. "lo masuk aja kedalam, mungkin dia butuh lo." Tambahnya.
"hm… terima kasih udah bawa Hyukie kesini ya. Kibum, Chulie." Ucap Donghae.
Kichul berdiri dari duduknya dan menggelengkan kepalanya. "kaya sama siapa aja sih Hae. Hyukie kan sahabat kita juga." Kibum berkata semabari tersenyum.
"yaudah, gue sama Kibum balik ke kelas ya. Jagain Hyukie, Hae!" Tambah Chulie.
Donghae manganggukan kepalanya. Setelah Kichul berlalu dan menghilang dari pandangannya, dia masuk kedalam UKS. Disana, dia bisa menemukan kekasihnya itu sedang tertidur diatas kasur.
Donghae duduk dikursi yang tepat berada disamping ranjang Eunhyuk. Tangannya bergerak untuk mengelus rambut Eunhyuk dengan perlahan. Lalu beralih ke bagian pipi saat mendengar lenguhan yang keluar dari bibir Eunhyuk.
Eunhyuk membuka matanya dengan perlahan dan menemukan Donghae sudah berada dihadapannya. "Hae," Panggilnya lemah.
Donghae mengangguk dan masih mengelus pipi Eunhyuk. "iya, ini aku. Kamu sakit apa?" Tanyanya lembut.
Eunhyuk mengambil lengan Donghae yang mengelus pipinya dan mengenggamnya. "kepalaku pusing, badanku juga lemas Hae." Keluhnya.
"kenapa maksain kuliah kalo kamu sakit Princess? Aku gak mau kamu kenapa-kenapa." Ucap Donghae dengan nada khawatir.
Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan Donghae yang terdengar khawatir. "aku mau ketemu sama kamu." Jawabnya.
Mau tak mau, Donghae tersenyum mendengar jawaban Eunhyuk. Dia sedikit memajukan badannya dan mencium bibir Eunhyuk sekilas. "yaudah, kamu istirahat disini aja! Aku temenin kamu." Ucapnya.
Eunhyuk mengangguk dan memejamkan matanya. Dia masih mengenggam lengan Donghae.
Donghae mengelus kepala Eunhyuk dengan tangannya yang bebas, dia juga menyanyikan sebuah lagu kesukaan Eunhyuk. My all is in you.
Baru beberapa menit Eunhyuk terlelap, dia membuka matanya dan menyingkap selimut yang menutupi kakinya. Kemudian dia langsung turun dari kasur tersebut dan berlari ke arah westafel yang berada dipojok ruangan.
Eunhyuk menaruh kedua lengannya di sisi westafel membungkukan badannya. "hoek." Walaupun begitu, Eunhyuk tidak memuntahkan apapun. Dan rasanya sungguh menyiksa. Dia merasakan perutnya seperti di aduk-aduk, dia berusaha mengeluarkannya, namun malah tidak ada yang keluar.
Donghae menghampiri Eunhyuk dan membantunya dengan cara memijat tengkuk belakangnya dengan lembut. "kamu kenapa Hyukie?" Tanyanya cemas.
Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Donghae, dan masih terus berusaha memuntahkan segala yang ada di perutnya.
Donghae memutar keran yang ada di westafel tersebut, kemudian menangkup airnya dan membersihkan saliva yang berada disekitar bibir Eunhyuk dengan air tersebut. Dia sedikit terkejut saat tiba-tiba Eunhyuk berbalik dan langsung memeluk lehernya dengan erat.
"sudah merasa baikan?" Tanya Donghae sambil mengelus punggung Eunhyuk dengan lembut. Eunhyuk menggeleng dalam pelukan kekasihnya. "Hae." Dia memanggil Donghae dengan suara yang amat sangat pelan.
Donghae mempererat pelukannya di pinggang Eunhyuk. "iya, aku ada disini. Ada apa?" Tanyanya lagi.
"aku mual, juga pusing Hae, hiks." Keluhnya. Bahkan karena ketidaknyamanan yang dirasakannya, dia terisak pelan.
Donghae masih mengelus punggung Eunhyuk dengan lembut. Berusaha agar kehangatan yang diberikannya itu membuat rasa sakit yang dirasakan Eunhyuk berkurang.
Dia sedikit terkejut saat tiba-tiba pelukan Eunhyuk pada lehernya melemah disusul dengan tubuhnya yang merosot kebawah. Bersyukurlah karena dia memeluk pinggang Eunhyuk dengan kuat.
Donghae menggendong Eunhyuk kemudian menaruhnya kembali diatas kasur. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menekan jarinya diatas layar touchscreen tersebut, Lalu mengarahkannya ketelinga.
"Won, ada kelas? Gw mau pinjam mobil lo." Ucap Donghae.
'gw belum masuk, ya udah pinjam aja! lo dimana sekarang?' Ucap Siwon dari seberang telpon.
"gw ada di UKS, cepat ya." Donghae langsung menekan tombol reject lalu memasukan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Dia memperhatikan Eunhyuk yang masih memejamkan matanya. Wajah Eunhyuk yang biasanya ceria dan merona karena digodanya kini putih pucat.
"Hae," Siwon berjalan kearah dimana Donghae dan Eunhyuk berada. Dia berdiri disamping Donghae dan melirik kearah Eunhyuk. "dia pingsan? Gimana bisa?" Tanyanya.
Donghae menengok kearah Siwon. "tadi dia muntah-muntah parah dan ngeluh kepalanya pusing juga lemas. Gue mau bawa dia kerumah sakit, takut kenapa-kenapa." Ucapnya.
Siwon mengangguk dan mengambil kunci mobilnya dari dalam saku celana lalu menyerahkannya kearah Donghae.
Donghae langsung menaruh lengan kanannya di leher belakang Eunhyuk dan lengan kirinya di belakang lutut. Kemudian dia mengangkat tubuh Eunhyuk dengan perlahan dan berjalan keluar.
Siwon mengambil tas Eunhyuk dan Donghae yang berada di meja nakas disamping ranjang dan menyusul Donghae yang sudah terlebih dahulu berjalan keluar.
Setelah sampai di parkiran, Siwon segera membukakan pintu bagian penumpang. Lalu Donghae mendudukan Eunhyuk disana dan memasangkan seatbelt.
Donghae mengeluarkan kunci motornya dari tas punggungnya dan menyerahkannya pada Siwon. "lo pake motor gw aja. Nanti mobilnya gw anter kerumah lo." Ucapnya.
Siwon mengangguk dan menerima kunci motor Donghae.
Donghae menepuk pundak Siwon. "yaudah gue bawa Hyukie kerumah sakit dulu. Dan thanks banget lo udah pinjemin mobil lo." Ucapnya.
"it's oke."
Donghae berjalan kearah kemudi setelah Siwon pamitan untuk kembali ke kelasnya. Dia menyalahkan mobil dan menjalankan kedaerah rumah sakit terdekat.
.
.
Donghae menumpu sikunya diatas meja dan menaruh kepalan tangannya dibawah dagu. Dia sekarang sedang berada didalam ruangan Dokter Kim (yang diketahuinya dari papan yang tertulis didepan pintu) menunggu Dokter Kim selesai memeriksa Eunhyuk.
Cklek…
Seorang yeojya muda keluar dari sebuah ruangan dimana Eunhyuk tadi berada. Dia berjalan kearah meja kerjanya dan duduk dihadapan Donghae. Tak lama kemudian, Eunhyuk keluar dari ruangan tersebut dibantu oleh seorang perawat.
Setelah membantu Eunhyuk berjalan dan mendudukannya disamping Donghae, perawat itu keluar dari ruangan tersebut setelah mendapatkan izin dari Dokter Kim tersebut.
"bagaimana keadaannya Dokt?" Tanya Donghae sambil menggenggam lengan Eunhyuk.
Dokter muda itu tersenyum saat mendengar pertanyaan Donghae yang terdengar khawatir. Dia mengangkat sebuah kertas hasil pemeriksaan dan membacanya. "anda tidak perlu khawatir , gejala yang dialami Mrs. Lee memang wajar bagi wanita hamil." Terangnya.
Donghae membelalakan matanya mendengar ucapan dokter tersebut. "ha… hamil dok?" Tanyanya tidak percaya.
Dokter Kim mengangguk sambil tersenyum. "ya, sedang mengandung 6 minggu kini. Selamat atas kehamilan anda ." Ucap Dokter Kim.
Eunhyuk tersenyum mendengar kabar bahagia itu. Tidak pernah dia merasa sebahagia ini, bahkan karena terlalu bahagianya, dia sampai meneteskan airmata.
"ini adalah hasil pemeriksaan Mrs. Lee. Dan selamat sekali lagi untuk kalian." Dokter Kim menyerahkan hasil laporan yang berupa sebuah map tersebut kearah Donghae. Lalu dia menjabat tangan Donghae dan Eunhyuk secara bergantian.
"terima kasih Dokter Kim Jaejoong." Ucap Eunhyuk sambil membungkukan sedikit badannya.
Dokter Kim mengantarkan mereka hingga pintu depan. Saat haehyuk sudah menjauh dari pandangannya, Dokter bernama Kim Jaejoong itu mendekap kedua tangannya di dada. "mereka yang ku temui di Pulau Jeju kan? Pasangan romantic itu? Waaa! Istrinya pasti bahagia sekali mempunyai suami seperti Mr. Lee itu." Ucapnya dengan dirinya sendiri.
"Dokter Jae." Panggil seorang perawat membuyarkan imajinasi Jaejoong.
Yeojya itu menoleh kepada seorang perawat yang memanggilnya tadi. "ada apa perawat Oh?" Tanyanya.
"Nyonya Kim Ryeowook sudah datang Dokter." Mata cantik Jaejoong membulat penuh saat mendengar ucapan perawat tersebut. "jinja? Eomma ada disini?" Tanyanya.
Perawat Oh menganggukan kepalanya.
"baiklah, terima kasih sudah memberitahuku." Ucap Jaejoong dan berjalan kearah ujung lorong, yang dimana ruangan eommanya berada.
-haehyuk side-
Eunhyuk melirik kearah Donghae yang belum berbicara apapun semenjak keluar dari ruangan Dokter Kim. Walaupun tangan mereka saling bertautan, mereka lebih terlihat seperti orang yang sedang bertengkar.
Mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit. Donghae membukakan pintu mobil sebelah penumpang untuk Eunhyuk tanpa senyuman. Kemudian memutar arah dan membuka pintu sebelah kemudi, lalu menaruh map tersebut di jok belakang.
Eunhyuk membuang pandangannya kearah samping jendela mobil. Dia begitu kecewa dengan sikap Donghae yang sepertinya tidak menerima keadaaannya ini.
Memikirkan hal tersebut membuat Eunhyuk meneteskan airmata dan terisak pelan.
Donghae menoleh saat mendengar isakan Eunhyuk. Dia juga bisa melihat bulir-bulir airmata di pipi Eunhyuk. Dia mendekatkan badannya kearah Eunhyuk dan menggerakan wajah Eunhyuk untuk menoleh kearahnya.
Eunhyuk menundukan kepalanya dan semakin banyak mengeluarkan airmata. Donghae menganggkat wajah Eunhyuk dan mengusap pipi kekasihnya itu dengan ibu jarinya. "ada apa? Kenapa menangis?" Tanyanya lembut.
"kamu jahat Hae." Ucapnya dengan bibir yang bergetar.
Donghae memeluk Eunhyuk dan mengelus punggungnya. Bisa dirasakan bahunya basah karena airmata Eunhyuk yang keluar semakin deras.
"maaf Hyukie,"
Eunhyuk tidak menjawab ucapan Donghae barusan. Dia hanya menangis dan mengatakan 'kamu jahat' berkali-kali.
"Hyukie, dengar aku." Ucapnya sambil melepas pelukan mereka. Eunhyuk menutup matanya dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Dia tidak ingin mendengar apapun yang akan Donghae ucapkan.
Donghae menarik lengan Eunhyuk dan menggenggamnya. "Hyukie, lihat aku." Eunhyuk menggelengkan kepala mendengar ucapan Donghae.
"aku bahagia Hyukie, sungguh. Aku bahagia bahwa sebentar lagi aku akan menjadi ayah dari anak yang sedang dikandung oleh wanita yang sangat aku cintai." Ucapnya. Dia melihat kearah Eunhyuk yang masih betah menutup matanya. "aku justru menghawatirkanmu." Tambahnya.
Eunhyuk membuka matanya saat mendengar ucapan terakhir kekasihnya itu.
"aku khawatir, bagaimana kalau orangtuamu menolak kehamilanmu Hyukie? aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu." Ucapnya.
Eunhyuk terisak sambil memandang Donghae. Dia bisa merasakan kejujuran dari mata kekasihnya itu. Dia memeluk Donghae dan berkata. "aku cuma butuh kamu disamping aku, hiks itu udah cukup Hae." Ucapnya.
Donghae mengangguk dan melepaskan pelukan mereka. Dia menyeka airmata yang ada dipipi Eunhyuk. "yaudah, aku antar kamu pulang yah." Sarannya.
Gelengan kepala menjadi jawaban Eunhyuk. "ini masih jam kuliah Hae, nanti orang rumah curiga kenapa aku udah pulang. Lebih baik kita kerumahmu saja." Ucapnya.
Donghae mengangguk dan menyalahkan mesin mobilnya lalu memacu ke Audi A5 itu kerumahnya.
.
.
Eunhyuk sekarang sudah duduk nyaman di sofa rumah Donghae, sedangkan sang tuan rumah sedang berkutat didapur untuk memasakan makan siang untuk mereka berdua. Tadinya dia ingin membantu, tapi Donghae melarangnya.
Tak lama kemudian, Donghae keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi dua buah mangkok dan dua buah gelas.
"jjang!"
Eunhyuk tersenyum melihat tingkah Donghae. Dia menyerengitkan dahinya saat menerima semangkuk bubur untuknya. "kenapa aku dikasih bubur Hae?" Tanyanya sambil cemberut.
Donghae yang sedang mengampit ramennya langsung menoleh. "kan kamu lagi sakit, jadi makannya ya bubur." Jawabnya sambil melahap ramennya.
Eunhyuk menaruh kembali mangkuk tersebut diatas meja dan memilih menonton TV yang berada dihadapannya itu. Donghae hanya menaikan bahunya dan kembali memakan ramen yang dibuatnya itu.
Mata Eunhyuk sempat melirik Donghae yang sudah mengabiskan ramen itu tanpa bersisa dan menaruhnya diatas meja. Dia mengerucutkan bibirnya. Padahal dia ingin sekali makan ramen itu.
"Princess." Panggil Donghae.
"apa?"
Mendengar jawaban yang lumayan ketus dari yeojyachingunya membuat Donghae tersenyum. Dia mengambil mangkuk berisi bubur itu, mengaduknya sebentar dan mengubah posisi Eunhyuk agar menghadapnya.
Donghae menyodorkan sesendok bubur tersebut kearah Eunhyuk, namun Eunhyuk menggelengkan kepalanya. "ayo Princess, kamu belum makan siang kan?"
"aku gak mau." Ucapnya sambil menutup mulutnya.
Donghae menggelengkan kepalanya dan mendekatkan sendok tersebut ke mulut Eunhyuk. Mencium bau bubur tersebut membuat perut Eunhyuk bergejolak (?).
"hoek."
Donghae menjauhkan sendok itu dari Eunhyuk dan mengambil teh hijau hangat dan memberikannya pada Eunhyuk. "aku gak mau makan bubur, baunya membuatku mual." Ucap Eunhyuk setelah meminum teh yang diberikan Donghae.
"sekarang apa maumu?" Tanya Donghae sambil membereskan mangkuk sisa makan siangnya tadi.
"tidur."
Donghae mengangguk. "yaudah, kamu duluan aja ke kamarku sana. Nanti aku menyusul setelah menaruh ini di dapur." Eunhyuk menganggukan kepalanya mendengar ucapan Donghae. Dia juga ikut berdiri dan berjalan terlebih dahulu kearah kamar kekasihnya itu.
Setelah mencuci piring yang dipakainya tadi, Donghae bergegas menyusul Eunhyuk kedalam kamarnya. Dia menemukan Eunhyuk yang sedang bersandar pada kepala ranjang sambil memainkan iPad milik Donghae yang ditemukannya diatas kasur tadi.
"Princess? Katanya mau tidur?" Tanya Donghae sambil duduk dipinggir kasur.
"aku nunggu kamu! Kamu temenin aku tidur yah." Ucapnya manja.
Donghae mengangguk lalu naik keatas kasur dan membaringkan dirinya disamping Eunhyuk. Setelah Donghae sudah berada disampingnya. Eunhyuk langsung memeluk pinggang Donghae dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.
"kenapa kamu jadi manja begini sama aku, Hyukie?" Tanya Donghae heran.
Eunhyuk mendongak untuk melihat wajah Donghae. Dia tersenyum manis kearah Donghae yang membuat Donghae ingin mencium bibir kissable itu. "gak tau, aku pengen aja manja-manjaan sama kamu." Ucapnya.
Donghae mengelus rambut Eunhyuk. "yaudah, kamu tidur." Ucapnya.
Tak lama setelah mengatakan hal itu, Donghae bisa merasakan bahwa nafas Eunhyuk mulai teratur dan sepertinya mulai terlelap. Kemudian dia ikut menutup matanya dan tak lama juga menyusul Eunhyuk kealam mimpi.
.
.
Donghae mengerapkan matanya berkali-kali saat merasakan getaran ponsel yang ada di atas meja nakas sebelah kanannya. Dia melepaskan tangan Eunhyuk yang memeluk pinggangnya dengan perlahan. Lalu dia turun dari ranjang.
Dia mengangkat ponsel berwarna putih milik Eunhyuk dan melihat id Call yang memanggil. 'Yunho calling'. Dia menekan tombol answer lalu mengarahkannya ke telinga kanannya, namun tidak mengucapkan apapun.
'cantik, kamu dimana? aku udah ada diparkiran kampus kamu. Jangan bilang kamu pulang sama si ikan cucut itu.' Ucapnya terdengar jengkel.
Donghae memutar bolamatanya mendengar ucapan Yunho. "Eunhyuk ada dirumah gue." Ucapnya.
'he?ikan cucut, ngapain lo bawa cantik kerumah lo! Cepet kasih tau dimana rumah lo, awas aja lo repe-repe Hyukie!' Donghae kembali memutar bola matanya. "rumah gue jalan xxx," Setelah mengucapkan alamat rumahnya, Donghae langsung mematikan ponsel Eunhyuk dan menaruhnya kembali keatas meja.
Dia melirik kearah Eunhyuk yang sepertinya masih terlelap, dia tidak tega membangunkannya. Dia memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu dan baru akan membangunkan Eunhyuk setelahnya.
Setelah 10 menit Donghae selesai dengan acara bersih-bersihnya. Baru saja dia keluar dari dalam kamar mandi yang berada dikamarnya, dia mendengar ketukan pintu yang cukup keras.
Lalu dia berjalan keluar dari kamarnya menuju pintu depan. Dia membuka pintu tersebut dan ternyata Yunho yang berdiri dihadapannya.
"dimana Eunhyuk?" Tanyanya cepat.
Donghae berjalan masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkan Yunho untuk terlebih dahulu duduk. "dia masih tidur, gue bangunin dulu." Ucapnya sambil berjalan meninggalkan Yunho.
Yunho mengedarkan pandangannya kebagian-bagian rumah tersebut. Lalu pandangannya terhenti saat matanya menangkap sebuah map diatas meja dihadapannya itu. Sebuah map berwarna biru dengan cap stempel salah satu rumah sakit di kota Seoul.
Karena penasaran, Yunho mengambil map tersebut dan membukanya. Dia sedikit kaget saat nama Eunhyuk tertera disana. Namun, dia semakin terkejut saat membaca hasil pemeriksaan itu yang menyatakan Eunhyuk positif hamil.
"ini, gak mungkin kan?" Tanyanya dengan dirinya sendiri.
Yunho mengembalikan map tersebut keatas meja saat mendengar derap langkah dari dalam. Eunhyuk yang melihat keberadaan Yunho berdecak sebal. "kenapa dia ada disini sih Hae?" Tanyanya.
"dia kan jemput kamu sayang, seperti biasa." Jawab Donghae.
Yunho bangkit dari duduknya dan berjalan keluar terlebih dahulu ke mobilnya, sementara haehyuk berjalan dibelakangnya.
Setelah sampai didepan rumah Donghae. Yunho langsung masuk kedalam mobilnya, menunggu Eunhyuk disana. Sementara itu, Donghe berniat membukakan pintu untuk Eunhyuk namun ditahan oleh Eunhyuk sendiri.
"ada apa?" Tanya Donghae.
Eunhyuk menggeleng dan malah memeluk Donghae dengan erat. Donghae sendiri sedikit kaget karena tingkah Eunhyuk ini. "kenapa malah memeluk aku sayang?" Tanyanya.
"kamu gak mau aku peluk?" Tanya Eunhyuk dari dalam dekapan Donghae.
Donghae mengelus punggung Eunhyuk dengan lembut. "bukannya begitu, aku rasa kamu jadi manja sekarang!" Ucapnya sambil menghirup wangi strawberry yang menguar dari rambut blonde Eunhyuk.
Yunho mencengkram erat kemudinya saat melihat haehyuk yang berpelukan dihadapannya.
Eunhyuk melepaskan pelukannya terhadap Donghae. Dia menangkup kedua tangannya di pipi Donghae dan tersenyum. "aku mencintaimu." Ucapnya.
Mau tak mau Donghae tersenyum mendengar ucapan Eunhyuk barusan. "aku juga mencintaimu." Dia mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk dan mengecup bibir kissable itu.
Setelah itu, Donghae membukakan pintu untuk Eunhyuk dan menyuruhnya masuk. "hati-hati dijalan yah." Ucapnya.
Eunhyuk tersenyum dan menganggukan kepalanya. "iya, sampai ketemu besok." Ucapnya sambil melambaikan tangannya.
Donghae kembali masuk kedalam rumah saat mobil Yunho menghilang diujung gerbang masuk perumahannya. Dia berganti baju dan mengambil kunci mobil yang tergeletak dimeja tamu. lalu mengendarai mobil tersebut kearah rumah Siwon (karena dia sudah berjanji tadi akan mengantarkan langsung mobil tersebut kerumah Siwon).
.
.
Setelah beberapa menit perjalanan, mobil Yunho berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Kim. Eunhyuk langsung membuka pintu mobil tersebut. "terima kasih untuk tumpangannya." Ucapnya.
Yunho tidak beranjak dari posisinya saat Eunhyuk sudah menghilang dari pandangannya. "aku gak akan pernah nyerah atas kamu cantik," Ucapnya sambil menyeringai.
0o0o0o0o0o0o0o0
Eunhyuk dan Sungmin sedang duduk santai di gazebo belakang rumahnya. Padahal udara pada malam itu cukup dingin, namun tidak menyurutkan niat keduanya untuk bergosip ria disana. Sekarang mereka jarang menghabiskan waktu berdua. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
"bagaiman hubunganmu dengan Kyu?" Tanya Eunhyuk sambil menyeruput jus strawberry kesukaannya.
"hm? Baik-baik aja kok. Dan onnie tau gak? Kyuhyunnie berniat mengajakku bertunangan loh!" Pamernya.
"benarkah?"
Sungmin menganggukan kepalanya.
"terus, bagaimana hubungan onnie sama Donghae oppa?" Tanya Sungmin.
Eunhyuk tersenyum lalu menjawab. "kami baik-baik aja kok." Jawabnya. Hening, mereka kehabisan bahan pembicaraan sekarang. "Min, aku mau ngasih tau kamu sesuatu. Aku harap kamu gak bilang ini kepada siapapun, termasuk Kyuhyun dan Mama." Ucapnya.
Sungmin memiringkan kepalanya mendengar ucapan Eunhyuk. "sesuatu apa itu?" Tanyanya.
Eunhyuk mendekatkan badannya kearah Sungmin dan berbisik ditelinga Sungmin. Sungmin terperajat kaget saat mendengar apa yang disampaikan Eunhyuk barusan. "onnie? Itu sungguhan? Benarkah?" Tanyanya.
Eunhyuk menganggukan kepalanya.
"onnie, jadi… onnie sama Hae oppa?" Tanyanya lagi.
"iya, di Pulau Jeju waktu kalian memberikan waktu untuk kami pergi berdua." Jawabnya.
"tapi kalian tau kan kalo itu tidak boleh dilakukan sebelum kalian menikah?"
Eunhyuk menganggukan kepalanya. "itu keputusanku Min, aku tidak mau berpisah dengan Donghae karena perjodohan konyol ini. Mungkin dengan cara seperti ini Papa bisa mengerti dan membiarkan ku bersama dengan Donghae." Ucapnya.
"tapi onnie—
"kamu satu-satunya orang yang aku percaya Min dirumah ini. kami berdua membutuhkan dukunganmu dan yang lainnya." Sela Eunhyuk.
Sungmin menganggukan kepalanya dan memeluk kakak perempuannya itu. Eunhyuk tersenyum dibalik badan Sungmin. "iya, aku akan mendukung onnie dan Hae oppa, selama itu masih dijalan yang benar." Ucapnya.
Eunhyuk terkekeh mendengar ucapan Sungmin. "hei! Mengapa kau jadi seperti Siwon? Ingin berpindah profesi menjadi biarawati kah?" Tanyanya.
Sungmin mencubit pinggang Eunhyuk. "aw." Pekik Eunhyuk sambil melepaskan pelukan mereka. Namun dia masih terkekeh ringan.
"Hyukie, Minnie! ayo masuk! Papa mau bicara sesuatu yang penting." Teriak Teukie dari pinggir kolam renang.
Sungmin dan Eunhyuk turun dari gazebo itu dan berjalan kedalam. "ada apa ya Min?" Tanya Eunhyuk.
Sungmin menaikan kedua bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Eunhyuk.
Mereka berdua masuk kedalam ruang keluarga. Disana, Kangin dan Teukie sudah duduk di sofa. Eunmin duduk dihadapan mereka berdua.
"ada apa Pa?" Tanya Eunhyuk.
Kangin memandangi mereka berdua. "Papa dan Mr. Jung serta Yunho sudah berunding tentang lanjutan hubungan kalian berdua. Minggu depan, kalian berdua akan kami nikahkan." Putusnya.
"apa?" Pekik Eunhyuk.
.
.
.
.To Be Continue.
Hai, ada yang masih inget sama Fict ini? | readers : gak ada! | *pudungdipojokan*. Jeongmal Mianhae fict ini lama banget updatenya. Sebenernya fict ini udah jadi dari beberapa minggu yang lalu, tapi pas aku baca lagi ternyata kurang gimana gitu. jadinya aku hapus dan tulis ulang.
Sebagai permintaan maaf, aku publish satu lagi ff Haehyuk lainnya, silahkan dilihat *ajangpromosi*. Ayo Haehyuk/Eunhae shipper, tunjukan diri kalian #plak.
Terakhir, aku gak pernah bosan untuk bilang TERIMA KASIH untuk Readers sekalian yang udah sempetin baca dan Review. Gimana sama chapter ini? Ngebosenin kah? Atau gimana? Butuh kritik dan saran Readers sekalian. ^^
~balesan review~
rikha-chan : iya, semoga chapter ini kamu suka yaa, terima kasih udah review ^^
Lee MinMi : hm, pertanyaan chingu sebagian udah terjawab di chapter ini, dan sebagian lagi akan terjawab di Chapter depan mungkin. Maaf ya update fictnya lamaaa~ ^^
Winda1004 : ini udah dilanjut winda^^
anchofishy : iya, terima kasih udah baca dan review ^^
haehyuk's baby : haha, aku belum berani bikin full nc, kalo baca sih sering *ketauanyadong*. Ini udah dilanjutin, maaf lama^^
Cho Yui Chan : Kyu emang gak pernah habis ide untuk jahilin orang. Gak kok, buktinya dia udah bangun itu. Terima kasih udah review^^
fitri : iya, terima kasih udah review^^
choi wonsa : kurang panjang? Semoga chapter ini cukup panjang yah! Ini udah update, maaf lama~
ressijewelll :aku gak tau ini akan sampe Chapter berapa, kemungkinan 2 atau 3 chapter lagi bakalan end. Ini udah update, maaf lama ^^
Anchovy : syukurlah kalo momentnya berasa. Ini udah dilanjut, maaf lama^^
HaEHyuk : ini udah di update^^, maaf nunggu lama T_T
Eunhae25 : syukur deh kalo feelnya dapet. Jadi seneng aku nya. Terima kasih untuk semangatnya. Maaf ya lama T_T
EvilKyung : kamu bisa aja, ff ini masih jauh dari kata baik. Terima kasih sudah baca dan review ^^
.
.
.
Read and Review, Again?
.Tania Lee.
