A Super Junior Fanfiction
~My All Is In You~
Pair : Haehyuk, and Other Couple
Warn : GS, Typo, Gaje, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Words : 3399
.
.
.
≈Chapter 11≈
"aku pulang." Ucap Sungmin sambil membuka pintu depan rumahnya.
Dia menyerengitkan dahinya saat melihat ada beberapa namja berbadan kekar sedang berdiri didepan hadapan Kangin yang sepertinya sedang memberikan intruksi kepada mereka.
"Papa? Ada apa ini? kenapa mereka dikumpulkan disini?" Kangin menoleh kearah Sungmin yang bertanya kepadanya. Dia mengisyaratkan para bodyguard itu untuk keluar.
"Papa? Ada apa?" Tanyanya lagi sambil berjalan mendekat kearah Kangin.
Kangin tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "kau baru kembali? Bersama Kyuhyun?" Sungmin menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kangin itu.
"yasudah,cepat ganti pakaianmu dan kita makan malam bersama." Ucap Kangin.
Sungmin kembali menganggukan kepalanya dan berjalan kearah tangga yang menghubungkan lantai satu dan dua. Dia berhenti setelah beberapa langkah menaiki anak tangga yang bisa langsung melihat kearah ruang makan. "Hyukie onnie belum turun?" Gumamnya.
Sungmin kembali berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya. Beberapa menit kemudian, selesai mandi dan mengganti bajunya dia berjalan keluar kamar dan berbelok ke kanan—dimana kamar Eunhyuk berada.
TOK TOK TOK…
"onnie? Ayo turun, makan malam barengan." Ucap Sungmin sambil mengetuk pintu bercat putih tersebut.
Hening.
Sungmin memutuskan untuk membuka kenop pintu, tetapi alisnya bertautan saat dia tidak bisa membuka pintu tersebut. Jarang sekali Eunhyuk mengunci pintu. Ucap Sungmin dalam hati.
"onnie? Onnie? Ayo keluar." Panggilnya lagi.
Entah kenapa hati Sungmin sedikit tidak tenang dengan keadaan ini. Dia bergegas turun ke lantai bawah dan setengah berlari keruang makan. "Ma, kamar onnie dikunci, aku memanggilnya tapi tidak ada sahutan sama sekali. Aku khawatir." Ucapnya.
Teukie melirik Kangin dan Yunho sebentar. "izin sama Papamu." Ucapnya.
Sungmin kembali mengerutkan dahinya mendengar ucapan Teukie. "izin? Maksudnya apa sih? aku gak ngerti deh."
"Papamu mengurung kakakmu dikamarnya." Jawab Teukie tanpa menghentikan gerakan tangannya yang sedang menata makanan diatas meja.
"kenapa begitu?"
Semua orang yang berada disana tidak berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Sungmin. "sediakan makan malam untuk Eunhyuk, biar Sungmin yang mengantarnya. Terserah dia masih mau menolak lagi, aku tidak perduli nantinya dia akan kelaparan." Ucap Kangin.
Tanpa disuruh lagi, Teukie mulai menyendokan nasi dan lauk-pauk untuk Eunhyuk. Setelah selesai, dia menyerahkan nampan berisi piring makanan dan segelas airputih kepada Sungmin. "paksa onnie-mu untuk makan ya Min," Sungmin menganggukan kepalanya.
"biar aku yang antar." Ucap Yunho sambil berdiri dari duduknya.
Yunho berjalan mengikuti langkah Sungmin, namun sebelumnya dia terlebih dahulu mengambil kunci kamar Eunhyuk yang ada pada Kangin.
PRANG…
Untuk yang ketiga kalinya, nampan tidak berdosa(?) itu kembali jatuh. Namun kali ini penyebabnya bukanlah ditepis oleh si penghuni kamar, melainkan kekagetan Sungmin dengan apa yang dilihatnya.
"HYUKIE ONNIE!" Serunya sambil berlari mendekati Eunhyuk yang sudah rebahan dilantai dengan darah berada disekitarnya dan bersumber pada lengan kirinya yang tersayat cukup lebar.
Yunho yang berada dibelakangnya pun ikutan berlari dan berjongkok didepan Eunhyuk. Dia sedikit tidak percaya Eunhyuk akan melakukan hal yang seperti ini.
"oppa, cepat bawa Hyukie onnie kerumah sakit." Yunho mengangguk dan langsung menggendong Eunhyuk dengan bridal style, lalu mereka keluar dari kamar Eunhyuk dengan tergesa-gesa.
Teukie yang masih berada dimeja makan menoleh setelah mendengar derap langkah kaki yang sedikit berisik yang berasal dari tangga. "Yunho! Ada apa dengan Hyukie?" Pekiknya panic saat melihat Eunhyuk sudah pingsan dengan tangan kiri yang mengeluarkan cairan merah tersebut.
"aku juga gak tau. Ayo cepat bawa ke mobil oppa!" Jawab sekaligus perintah Sungmin.
Yunho dan Sungmin segera keluar dari dalam rumah lalu membawa Eunhyuk pergi kerumah sakit.
Tinggalah kini Teukie yang sedang membekap mulut dengan kedua lengannya sambil menangis lirih, dia begitu tidak percaya Eunhyuk melakukan hal senekat ini.
Kangin mendekati Teukie dan memegang bahunya. "ayo kita susul mereka."
Teukie menoleh tajam kearah Kangin. "ini semua karenamu Kangin-ah!" Ucapnya.
Kangin hanya diam dan memandang Teukie, dia juga merasa sedikit bersalah karena terlalu keras dengan anak perempuannya itu. "sudahlah, sekarang yang terpenting itu keadaan Hyukie sekarang. Ayo!" Ajaknya sambil merangkul bahu Teukie.
Seoul International Hospital
Kangteuk sedikit berlari gedung ICU yang berada dirumah sakit besar tersebut. Didepan pintu ruang itu, terlihat Sungmin yang sedang duduk seraya mendekap tangannya didepan dada dan menggumamkan serangkaian doa guna kesembuhan kakak perempuan satu-satunya itu.
Sedangkan Yunho, namja itu terlihat mondar-mandir didepan pintu ICU tersebut dan sesekali melongok kearah pintu.
"Yunho! Sungmin! Bagaimana keadaan Hyukie?" Sungmin membuka matanya dan menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya.
Sungmin bangkit dari duduknya dan memeluk Teukie yang masih menangis tersedu itu. Ia mengelus bahu ibunya itu dengan lembut. "Mama yang tenang ya, aku yakin Hyukie onnie baik-baik saja."
CKLEK…
Pintu ruangan ICU tersebut akhirnya terbuka, seorang dokter yeoja keluar dari dalam dan membuka masket yang menutupi mulutnya.
Teukmin melepaskan pelukan mereka satu sama lain dan langsung berhambur kearah dokter tersebut. "Dokt, bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Teukie.
Dokter tersebut tersenyum. "Nona Eunhyuk tidak apa-apa. Hanya saja jika kalian tadi terlambat membawanya kemari, mungkin ia tidak bisa diselamatkan." Jelasnya.
"bagaimana keadaannya sekarang? Apakah kami bisa melihatnya?" Kali ini Yunho membuka suaranya.
"dia sedang beristirahat, kalian bisa mengunjunginya setelah kami memindahkannya keruang rawat inap." Jelas Dokter tersebut. "ah, sepertinya saya harus izin pamit. Masih ada beberapa perkerjaan yang harus saya kerjakan. Permisi." Dokter tersebut langsung berjalan menjauh dari Kangteuk dan Yunmin.
.
.
Sudah dua hari dan Eunhyuk belum juga membuka matanya sekalipun. Bahkan sudah dua hari ini Teukie tidak pulang kerumahnya dan bersikeras untuk menunggui Eunhyuk dirumah sakit sampai anak nya itu sadar.
"Dokter, kenapa anak saya sampai sekarang belum sadar juga?" Tanya Teukie pada Dokter yang baru saja memeriksa Eunhyuk.
Dokter tersebut menghela nafas pelan. "saya juga kurang mengerti, kenapa Nona Eunhyuk belum sadar juga. Padahal, keadaannya baik-baik saja." Jelas Dokter tersebut.
"kenapa bisa seperti itu Dokter?"
"mungkin anda bisa membawa orang terdekatnya untuk mensupport-nya." Tambah Dokter tersebut. "ah, saya permisi masih ada beberapa pasien yang harus saya periksa."
"ah iya, terima kasih Dokter." Ucap Teukie.
Dokter tersebut mengangguk dan mohon undur diri diikuti oleh seorang suster dibelakangnya. Setelah Dokter tersebut menghilang dibalik pintu, Teukie kembali menatap Eunhyuk yang masih terbaring dan juga matanya masih tertutup rapat.
"apa kusuruh saja Donghae kemari?" Gumamnya pelan.
"apa? Hyukie masuk rumah sakit?" Pekik Donghae saat Siwon baru saja memberitahunya bahwa
kekasihnya itu sekarang dirawat dirumah sakit. Terlebih ditempat yang sama dengannya beberapa hari yang lalu.
Siwon mengangguk. "ya, tante Teukie yang menghubungiku."
"kenapa dengannya? Dia sakit apa Won?" Tanya Donghae khawatir.
Siwon menggigit bibir bawahnya. "dia… Menyayat nadinya." Mata Donghae membulat sempurna mendengar ucapan yang dilontarkan Siwon barusan.
"APA?" Donghae langsung bangkit dari kasur king size-nya dan mengambil jaket kulit yang disampirkan dibangku belajarnya.
Siwon langsung menarik bahu Donghae. "apa yang kau lakukan?"
Donghae mendelik kearah Siwon. "tentu saja aku ingin menjenguknya. Kau itu bodoh atau apa Won?" Ucapnya setengah kesal.
Siwon menaikan sebelah alisnya. "lalu kau dipukuli lagi oleh anak buahnya Kangin adjusshi dan Yunho?" Donghae terdiam mendengar ucapan Siwon. Benar juga. Gumamnya dalam hati.
"lalu? Bagaimana ini Won-ah? Aku ingin sekali melihat keadaan Hyukie."
Siwon tersenyum misterius dan mendekatkan wajahnya ketelinga Donghae. sedangkan Donghae sendiri menyerengitkan dahinya mendengar 'ide' yang Siwon berikan itu.
"kau yakin tidak akan ketahuan?" Tanya Donghae sangsi. Siwon menganggukan kepalanya dengan pasti.
Siwon berjalan keluar dari lift bersama seorang dokter berjas putih dengan kacamata tebal serta penampilannya yang jauh dari kata keren. Apa kalian merasa familiar dengan sosok tersebut? Yups, itu adalah Donghae yang mengikuti saran Siwon untuk menyamar sebagai seorang dokter yang akan memeriksa Eunhyuk.
Bermodalkan jas dokter yang baru saja dipinjam dari Kyuhyun beberapa saat yang lalu dan sebuah kacamata yang dibelinya dipinggir jalan tadi, serta rambut hitamnya yang biasa terlihat keren kini terlihat begitu 'lepek' karena sesuatu entah itu apa namanya yang Siwon berikan padanya.
"apa kau yakin ini akan berhasil?"
Siwon menoleh kearah Donghae dan mengangguk. "pakai ini!" Ucapnya sambil memberikan sebuah masker.
Donghae mengangguk dan mengambil masker tersebut lalu memakainya. Mereka berdua berbelok diujung lorong yang mengarah kepada ruang VVIP tempat Eunhyuk dirawat.
GLEK
Donghae menelan ludahnya guna menghilangkan kegugupannya saat melihat tiga orang namja berbadan kekar sedang berjaga-jaga didepan pintu kamar Eunhyuk.
Siwon menengok kebelakang saat dirasa tubuh Donghae tidak berada disampingnya. "ayo!" Ajaknya sambil menarik lengan Donghae.
Tibalah mereka didepan para namja berbadan kekar tersebut. Salah satu dari mereka memperhatikan SiHae dengan tatapan tajam.
"siapa kalian?" Tanyanya.
CKLEK.
"Siwon?"
Panggilan tersebut membuat Siwon menoleh dan langsung tersenyum kearah Teukie yang baru saja keluar dari kamar rawat Eunhyuk. "siang tante," Ucapnya sambil membungkuk.
Teukie tersenyum balik. "siang. Kamu kalau mau menjenguk Eunhyuk masuk saja, didalam ada Minnie. Tante mau pulang sebentar." Ucap Teukie.
Siwon tersenyum dan menganggukan kepalanya. "baiklah, apa perlu aku antar?"
Teukie menggelengkan kepalanya mendengarkan tawaran Siwon barusan. "tidak usah, Pak Shin sudah menunggu dibawah."
Siwon mengangguk. "hati-hati tante," Ucapnya.
Teukie tersenyum dan berjalan menjauh dari ruangan tersebut lalu berbelok di ujung lorong. Siwon mengisyaratkan Donghae untuk ikut masuk.
Sungmin yang berada didalam ruangan tersebut menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka. "Siwon oppa?"
Siwon tersenyum dan mengangkat lengan kanannya. "hai."
Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Sihae. Dia memandangi Donghae yang masih dalam penyamaran dengan alis berkerut. "kau dokter yang memeriksa onnie?" Tanyanya.
Donghae tersenyum lalu melepaskan masker dan kacamatanya. "ini aku Min."
"Dong—
Pekikan Sungmin terhenti saat Siwon membekap mulut yeoja itu. "sstt… pelan-pelan, penjaga didepan bisa mendengar teriakanmu itu." Sungmin menganggukan kepalanya dan membuat Siwon melepaskan tangannya.
"kenapa oppa berpakaian seperti ini?"
"ini untuk keselamatanku Min,"
Sungmin menyerengitkan dahinya mendengar ucapan Donghae. Keselamatan? Memangnya Donghae sakit parah? . "apa maksud oppa?" Tanyanya bingung.
"nanti akan ku jelaskan padamu, boleh aku melihat Eunhyuk sekarang?" Tanya Donghae.
Sungmin mengangguk dan sedikit menyingkir. Donghae berjalan mendekat kearah ranjang Eunhyuk. Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah melihat wajah kekasihnya itu.
Donghae sedikit merundukan badannya, lengan kanannya beralih mengelus pipi tirus Eunhyuk yang memucat. "Princess, ayo bangun." Ucapnya.
"Eunhyuk onnie tidak sadarkan diri selama dua hari. Padahal, dokter bilang dia baik-baik saja." Donghae menoleh kearah Sungmin yang baru saja berujar demikian. "benarkah?"
Sungmin menganggukan kepalanya. "mungkin onnie butuh oppa disampingnya."
Donghae kembali mengarahkan pandangannya pada wajah cantik Eunhyuk yang nampak pucat itu. Dia mengelus rambut blonde Eunhyuk dengan lembut dengan lengan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggenggam lengan Eunhyuk.
"Hyukie, ayo bangun sayang." Ucapnya lembut.
Tidak ada respon sama sekali.
Donghae mengelus rambut Eunhyuk dan mencium keningnya cukup lama. Lalu dia turunkan mulutnya kearah telinga Eunhyuk. "chagi, ini aku Donghae. Buka matamu Princess." Bisiknya.
Jemari Eunhyuk yang berada didalam genggaman Donghae bergerak pelan. Donghae tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Eunhyuk.
Tak lama kemudian, kedua bola mata Eunhyuk bergerak dan terbuka perlahan. "Hae," Panggilnya lemah.
Donghae mensejajarkan wajahnya dengan wajah Eunhyuk yang sudah basah dengan airmata. Dia menyeka bulir-bulir airmata Eunhyuk. "jangan menangis princess," Ucapnya.
Eunhyuk mengangkat lengannya yang tidak digenggam oleh Donghae dan membelai pipi lembut namja yang ada dihadapannya itu. "Hae, kau baik-baik saja?"
Donghae mengangguk sembari tersenyum. Dia menangkap lengan Eunhyuk yang membelai pipinya. "jangan menghawatirkanku. Aku baik-baik saja." Wajah Donghae berubah terluka. "kenapa kau melakukan hal ini Hyukie?" Tambahnya.
Bahu Eunhyuk bergetar mendengar ucapan Donghae. "maaf, hiks maafkan aku Hae," Dia berujar disela isakan tangisnya.
Donghae yang tidak tega melihat Eunhyuk terisak begitu hebat langsung merengkuh tubuh kurus Eunhyuk kedalam dekapannya. Tangis Eunhyuk semakin terisak hebat dalam pelukan Donghae.
"sudah, berhenti menangis chagi." Bujuknya.
Perlahan, tangisan Eunhyuk berangsur-angsur mereda. Namun kadang masih terisak sesekali.
Donghae melepaskan pelukannya terhadap tubuh Eunhyuk, lalu menghapus bulir-bulir airmata yang turun melewati pipi yeoja cantik itu. Setelah selesai menghapus airmata Eunhyuk, Donghae mempersempit langkah.
CHU~
Bibir tipis Donghae mendarat sempurna di bibir kissable Eunhyuk. Bibir Donghae mulai mengecup dan dan melumat lembut bibir bawah Eunhyuk.
Siwon yang berada dibelakang mereka segera menutup mata Sungmin dengan kedua lengannya dan jelas saja mendapatkan protes dari sang empunya mata.
"anak kecil tidak boleh lihat." Ucap Siwon. Sedangkan Sungmin, dia tetap membiarkan Siwon menutup kedua matanya dan mengerucutkan bibirnya. Dasar menyebalkan, kau kira aku masih anak kecil, aku juga pernah melakukannya dengan Kyunie. Gumam Sungmin dalam hati.
Sedangkan Haehyuk sudah melepaskan tautan bibir mereka beberapa saat yang lalu. Eunhyuk menyentuh pipi Donghae yang memar walaupun terlihat samar. "apa ini sakit?"
Donghae menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, lalu dia menangkap lengan Eunhyuk yang masih mengelus pipinya dan menciuminya. "apa kau baik-baik saja?"
Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan Donghae. "aku baik selagi kau ada disampingku, Hae." Jawabnya.
Donghae tersenyum mendengar jawaban Eunhyuk. Tangannya yang tadinya mengenggam lengan Eunhyuk kini beralih turun ke perutnya yang ditutupi selimut. "apakah baby baik-baik saja?"
Eunhyuk menganggkat lengannya dan menaruhnya diatas lengan Donghae yang sedang mengelus perutnya perlahan. "aku baik-baik saja Appa." Jawab Eunhyuk dengan suara yang dimirip-miripkan dengan suara anak kecil.
Siwon yang duduk disofa bersama dengan Sungmin mengerutkan dahinya setelah mendengarkan percakapan Haehyuk barusan. "baby? Apa maksudnya ucapan mereka berdua?" Gumamnya.
Sungmin menoleh kearah Siwon. Sepertinya Siwon oppa belum tahu. Batin Sungmin. Dia segera mendekat kearah Siwon dan berbisik ditelinga namja Choi itu.
Mata Siwon melebar setelah mendengar ucapan Sungmin. "benarkah?"
Angggukan kepala Sungmin berikan atas pertanyaan Siwon barusan. "tapi… bagaimana bisa? Apa mereka?"
Sungmin menoleh dan tersenyum tipis melihat wajah Siwon yang sepertinya masih belum percaya sepenuhnya. "ya, sewaktu kita berlibur di pulau Jeju kemarin."
Siwon terdiam sambil memandangi Haehyuk yang masih tersenyum satu sama lain entah membicarakan apa.
"kau daebak Hae," Gumamnya ngaco. Sungmin yang sedari tadi duduk disamping Siwon itu hanya bergubrak ria mendengarkan gumaman namja Choi itu.
CKLEK…
Pintu ruang rawat Eunhyuk terbuka dan membuat semua yang ada didalam ruangan tersebut terkaget dengan wajah tegang.
Yunho mematung didepan pintu masuk saat melihat seseorang yang sangat dikenalinya berada diruangan Eunhyuk. "Donghae," Gumamnya.
Yunho segera menoleh kebelakang. "hei kalian! Bawa namja itu keluar!" Titahnya sambil menunjuk Donghae.
Para bodyguard itu segera masuk dan langsung menarik Donghae agar menjauh dari Eunhyuk. SiMin yang ada sedari tadi duduk disofa segera bangkit. "oppa! Apa yang kau lakukan pada Hae oppa?" Pekik Sungmin.
Yunho tidak mengindahkan pekikan Sungmin, dia mencoba memisahkan tautan jemari Eunhyuk yang masih mengenggam lengan Donghae dengan kencang walaupun Donghae sudah ditarik paksa oleh para namja berbadan kekar tersebut.
"Donghae! Donghae!" Teriakan lemah Eunhyuk tidak membuat Yunho luluh, dia menahan tubuh Eunhyuk yang akan bangkit dan mengejar Donghae yang sudah dibawa keluar oleh ketiga bodyguard tersebut.
"Hae~" Detik berikutnya Eunhyuk sudah tak sadarkan diri dipelukan Yunho.
"onnie!"
"Hyuk!" Pekik Sungmin dan Siwon bersamaan.
Sungmin segera berlari kearah ranjang Eunhyuk. "onnie, bangun! Yunho oppa! Panggilkan Dokter, cepat!" Yunho langsung berlari keluar dan memanggil dokter yang menangani Eunhyuk. Melupakan fakta bahwa ada tombol otomatis diatas ranjang Eunhyuk untuk memanggil Dokter tersebut.
Siwon mendekat kearah Sungmin dan melirik kearah Eunhyuk. "apa yang harus aku lakukan untuk kalian berdua?" Gumamnya pelan.
—0o0o0o0o0—
Sore ini, Eunhyuk ditemani oleh Sungmin sedang duduk di sebuah bangku yang berada di taman rumah sakit tempat Eunhyuk dirawat itu.
Tiba-tiba seorang Dokter perempuan datang dan menghampiri mereka. "Eunhyuk-sshi?"
Eunhyuk menoleh dan dia langsung tersenyum tipis melihat siapa orang yang dikenalinya itu. "Dokter Jaejoong? Sedang apa anda disini?"
Dokter muda itu—Jaejoong tersenyum dan mendudukan dirinya dikursi taman yang kosong—tepat berada disebelah kanan Eunhyuk (karena sebelah kiri Eunhyuk sudah ditempati oleh Sungmin). "aku hanya mengunjungi rumah sakit ini." Ucapnya.
"maksudmu… kau pemilik rumah sakit ini?" Tanya Sungmin.
Jaejoong tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "bukan, ini bukan milikku. Melainkan milik Appaku." Jawabnya.
"wah, hebat sekali!" Ucap Sungmin sambil menepuk kedua tangannya.
Eunhyuk dan Jaejoong hanya tersenyum melihat tingkah Sungmin yang bagi mereka masih terlihat seperti anak kecil.
"ah iya!" Ucapan Jaejoong sedikit membuat Eunhyuk yang berada tepat disampingnya terlonjak kaget.
Jaejoong merogoh saku jas dokternya lalu mengeluarkan sebuah amplop putih dan menyerahkannya kepada Eunhyuk. "untukku?" Jaejoong menganggukan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Eunhyuk.
Eunhyuk menerima surat tersebut dengan wajah bingung. Dengan perlahan, dia membuka amplop tersebut dan membaca sebuah surat yang ada didalamnya.
Sungmin ikutan melirik (atau lebih tepatnya ikutan membaca) surat tersebut.
"Hae," Ucap Eunhyuk pelan.
Jaejoong menepuk bahu Eunhyuk pelan. "jika kau berminat(?), Siwon-sshi dan Donghae-sshi sudah menunggu anda di lobby." Ucapnya.
Eunhyuk meremas surat tersebut, lalu dia menengok kearah Sungmin. "Min," Gumamnya.
Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya. "walaupun ini sulit, aku merelakan onnie pergi bersama Donghae oppa. Raih kebahagiaanmu, onnie."
Eunhyuk kembali meneteskan airmatanya dan memeluk Sungmin dengan erat. Sungmin hanya membalas dengan balik memeluk Eunhyuk. Dia mengelus rambut Eunhyuk dengan lembut. "jaga diri onnie baik-baik, jangan lupa juga kesehatan baby yang ada didalam kandunganmu. Aku yakin Hae oppa bisa menjaga kalian berdua." Ucapnya.
Eunhyuk melepaskan pelukannya pada Sungmin yang refleks menyeka airmata yang mengalir dipipi Eunhyuk.
"Min—
"tenang saja, aku yang bertanggung jawab. Sekarang onnie temui Hae oppa di lobby, arra?"
Eunhyuk melirik kearah para bodyguard yang sedang memperhatikan mereka walaupun secara tidak langsung.
Sungmin tersenyum dan mengenggam kedua lengan Eunhyuk, "aku yang akan mengurus mereka. Sekarang onnie dan Dokter Jae temui mereka di lobby."
Eunhyuk mengangguk dan kembali memeluk Sungmin. "aku pasti akan merindukanmu, Min." Ucapnya.
"aku juga. Kabari aku selagi onnie bisa." Kata Sungmin.
Sungmin bangkit dari duduknya setelah terlebih dahulu melepaskan pelukannya pada Eunhyuk dan berjalan kearah para bodyguard—berusaha mengalihkan pandangan para bodyguard yang sedari tadi mengawasi Eunhyuk.
Jaejoong segera membantu Eunhyuk berdiri dan berjalan dengan cepat saat melihat para bodyguard itu teralihkan.
Beberapa saat sepertinya Sungmin berhasil mengalihkan kedua bodyguard itu, tapi salah satu dari mereka tak sengaja menoleh kearah taman yang tadi diduduki oleh Eunhyuk—dan kini ternyata Eunhyuk sudah tidak lagi duduk disana.
"kemana nona Eunhyuk?" Tanya salah satu dari mereka.
Namja yang satunya lagi menoleh untuk memastikan ucapan orang yang satunya lagi. Ternyata benar, Eunhyuk sudah tidak ada dibangku taman tersebut.
"cepat cari dia,"
Kedua orang tersebut berlari kearah taman dan meninggalkan Sungmin yang harap-harap cemas didepan kamar rawat Eunhyuk. "semoga mereka tidak menemukan Hyukie onnie." Harapnya.
—0o0o0o0o—
Donghae sedang bersandar didekat lorong yang terhubung langsung kearah taman rumah sakit.
"Donghae-sshi!" Donghae mendongakan kepalanya dan menoleh kesumber suara. Setelah melihat Jaejoong yang berjalan cepat kearahnya sambil memapah Eunhyuk, dia segera berlari menghampiri mereka berdua.
Donghae mengambil alih tubuh Eunhyuk. "terima kasih Dokter Jae, aku sangat berterima kasih padamu karena telah membantu kami."
Jaejoong mengibaskan tangannya. "jangan sungkan padaku, aku salut pada kalian berdua." Ucapnya.
Donghae dan Eunhyuk tersenyum kepada Jaejoong. "kami permisi dulu Dokter Jae," Pamit Donghae.
Jaejoong menangguk dan memperhatikan Haehyuk yang berjalan menjauhi mereka. Saat akan berbalik, Jaejoong terkejut dengan kedua bodyguard yang menjaga Eunhyuk tadi sudah berada dihadapannya.
"dimana nona Eunhyuk?" Ucap salah satu dari mereka. Sedangkan yang satu lagi menunduk dengan kedua lengannya sebagai tumpuan dilutut. Mereka berdua sama-sama terengah-engah.
Jaejoong segera menghindar dari kedua bodyguard tersebut dan langsung masuk kedalam ruangan yang berada disisi kanannya.
Haehyuk sudah berada di bandara sekarang. Berkat kemampuan menyetir Siwon yang seperti pembalap F1, dalam waktu singkat mereka sudah tiba di Bandara International Incheon.
Siwon menyerahkan sebuah amplop pada Donghae. "apa ini?" Tanya Donghae.
"ini sebagai pegangan kalian selama berada disana. Jangan menolak, aku tau kalian pasti membutuhkannya, setidaknya sampai kau mendapatkan pekerjaan disana." Ucap Siwon.
Donghae tersenyum dan memeluk bahu Siwon dengan lengan kirinya(karena lengan kanannya dipeluk oleh Eunhyuk). "aku sungguh-sungguh berterima kasih padamu, aku tidak tau bagaimana cara membalasnya." Ucap Donghae.
Siwon tertawa pelan, lalu dia melirik kearah Eunhyuk yang masih memeluk lengan kanan Donghae. "cukup membuatnya tersenyum dan bahagia sudah membuatku senang."
Eunhyuk tersenyum dan melepaskan pelukannya pada lengan Donghae, lalu memeluk tubuh Siwon dengan erat—Donghae tersenyum melihatnya. Bukan, bukannya dia cemburu, dia hanya kagum pada rasa persaudaraan(walaupun tidak secara langsung) mereka berdua.
"terima kasih Won," Ucap Eunhyuk.
Siwon balas memeluk Eunhyuk dan mengelus rambut blonde Eunhyuk dengan lembut. "sama-sama, jaga kesehatanmu dan juga bayi-mu."
Eunhyuk langsung melepaskan pelukannya terhadap Siwon. "kau tau?" Tanyanya kaget.
Siwon mengangguk seraya tersenyum. "Sungmin sudah menjelaskannya kemarin."
Suara pengumuman(?) akan keberangkatan pesawat yang mereka tuju sudah berbunyi(?). donghae dan Eunhyuk kembali memeluk Siwon untuk terakhir kalinya.
Donghae merangkul pinggang Eunhyuk dengan lengan kanannya, sementara lengan kirinya untuk menyeret sebuah koper hitam berukuran sedang.
"sampai jumpa nanti, kabari aku setelah sampai." Ucap Siwon sambil melambaikan tangannya saat Haehyuk sudah berjalan sedikit menjauh darinya.
Mereka berdua membalikan badannya dan tersenyum kearah Siwon.
Siwon menghela nafas lega setelah siluet tubuh Donghae dan Eunhyuk menghilang dari pandangannya. "semoga dengan ini kalian bisa bahagia," Gumamnya sambil melangkahkan kakinya keluar dari bandara itu.
-
Eunhyuk melihat keluar melalui jendela pesawat yang berada disebelahnya. Berusaha merekam dengan jelas pemandangan yang akan segera ditinggalkannya kini. Meninggalkan banyak sekali kenangan disini. Teman, saudara, dan keluarganya.
Eunhyuk menoleh saat sebuah lengan besar nan hangat menangkup kedua lengannya. "kau merindukan orangtuamu? Kita bisa kembali sekarang juga." Eunhyuk menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan Donghae.
"tidak, aku tidak ingin kembali jika itu hanya akan memisahkan kita." Ucap Eunhyuk sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Donghae.
Donghae mengelus rambut Eunhyuk dengan lengan kirinya, lalu mengangkat lengan Eunhyuk yang berada digenggaman tangannya lalu menciumnya. "aku mencintaimu, Hyukie."
Eunhyuk tersenyum dan mencium pipi Donghae. "aku juga mencintaimu."
Biarkan untuk kali ini mereka merasakan manisnya cinta, setelah ataupun sebelum masalah yang lebih besar datang menerpa.
.To Be Continue.
.
.
.
Haihaihai *lambai tangan* . hehe, masih adakah yang nunggu ff ini? Reader : ENGGAK! *pundungdipojokan*. Chapter ini udah termasuk cepet kan? #plak. Dan juga ini udah cukup panjang yaa.
Oh iya, aku mau cari cast yang cocok jadi anaknya Haehyuk nanti, apa kalian punya saran? Apakah anaknya nanti namja atau yeoja?
Gimana nih sama Chapter ini? makin ngeboseninkah? Makin gaje kah? Kritik dan sarannya ditunggu ya. Dah, segitu aja. sampai ketemu di Chapter depan!
Thanks To : kyukyuhaehae | skyMonkey3012 | Yesung milikku | eunhae25 | fitri | tifahjewelfishy | farchanie01 | Lee HaeMi | anchofishy | cho dhinie | ELFFISHY |
.
.
.
Read and Review, Again?
-Tania Lee-
