A Super Junior Fanfiction
~My All Is In You~
Cast : Haehyuk. Kyumin and Other
Warning : Genderswitch. Typos. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
.
.
Previous Chapter
Seorang yeoja yang masih terlihat cantik diusianya yang tidak muda lagi itu melangkah dengan pasti dan sesekali membalas sapaan kepada pegawainya. Akan tetapi matanya terpaku saat melihat Donghae. "Donghae-ah." Panggilnya pelan.
Semua orang yang ada disana mengerutkan dahinya saat mengetahui bahwa yeoja yang mereka kenal sebagai istri dari pemilik Kim Corporation. Itu mengenal salah satu diantara para pelamar kerja itu.
Donghae terdiam beberapa saat. Lalu kemudian rahangnya mengeras dan tak lupa tangannya mencengkram tali tasnya dengan erat. Matanya memandang sosok itu dengan datar. "kau." Ucapnya dengan nada yang sungguh dingin dan tidak bersahabat.
-PART 13-
"Donghae-ah," Panggil wanita itu. Dia berjalan mendekat kearah Donghae, akan tetapi pemuda itu berjalan mundur, menghindari wanita paruh baya yang akan mendekatinya tersebut.
Mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca. Bagaimana tidak, dia sangat merindukan sosok Donghae. Akan tetapi penolakan yang diterimanya. Bukan pelukan atau senyuman hangat yang biasanya Donghae lakukan.
"Sungjin-ah, aku pergi." Setelah berpamitan, tanpa perlu mendengar jawaban Sungjin, Donghae berjalan keluar dari gedung tersebut. meninggalkan seorang wanita paruh baya yang menangisi kepergiannya.
.
.
Brak…
Eunhyuk berjengit kaget saat mendengar suara pintu yang dibuka secara kasar tersebut. Rasa takut menggeluti hatinya. Siapa yang membuka pintu dengan keras seperti itu? Apakah itu papa nya yang berhasil menemukan mereka?
Walaupun masih ketakutan, Eunhyuk memberanikan diri keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu. Helaan nafas lega meluncur dari bibirnya saat sosok Donghae lah yang terlihat olehnya.
"kau sudah pulang Hae-ah?" Donghae menoleh kearah Eunhyuk dan menyunggingkan sedikit senyum. Lebih tepatnya senyuman paksa.
"waeyo?"
Donghae menggelengkan kepalanya dan memeluk Eunhyuk yang baru saja duduk disampingnya.
"ada apa? ceritalah." Donghae kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yeoja itu. Eunhyuk mengelus pipi Donghae perlahan. Dia tau kekasihnya itu masih belum ingin menceritakan apa yang terjadi padanya.
-o0o-
Pagi ini Donghae sudah bersiap untuk mencari kerja kembali. Kejadian kemarin tidak ingin diingatnya sama sekali. Dia melirik Eunhyuk yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka. Donghae merasa bersalah karena telah mendiami kekasihnya itu dari kemarin hingga sekarang. Rasanya tidak adil sama sekali.
Perlahan, dia berjalan kearah Eunhyuk dan memeluk yeoja itu dari belakang. Eunhyuk tersentak kaget dibuatnya. "Hae-ah?"
Donghae bergumam pelan sebagai jawaban.
"kau akan berangkat sekarang?" Eunhyuk bisa merasakan Donghae mengangguk dibahunya.
"Hyukie, maafkan aku."
Dahi Eunhyuk menyerengit bingung. "untuk?"
"karena mendiamkanmu kemarin." Eunhyuk melepaskan pelukan Donghae diperutnya. Lalu dia memutar badannya menghadap Donghae. "aku mengerti, kau pasti lelah setelah mencari pekerjaan." Jemari Eunhyuk mengelus pipi Donghae dengan lembut.
Donghae menangkup kedua lengan besarnya diwajah Eunhyuk. "terimakasih sudah mengertiku. Aku akan berusaha mencari pekerjaan lebih giat lagi sekarang." Keduanya melempar senyum.
Mereka berdua kembali dengan kegiatan masing-masing.
.
.
Donghae terlihat membawa sebuah nampan dengan makanan dan minuman diatasnya. Ya, bersyukurlah dia diterima menjadi seorang waiters disalah satu Restaurant Jepang yang cukup ramai disiang hari.
"Selamat menikmati." Donghae tersenyum setelah meletakkan pesanan diatas meja pelanggan. Sedangkan pelanggan yang berseragam sekolah itu bersemu merah setelah melihat Donghae.
"Donghae-san, istirahatlah sebentar. Kau harus mengisi perutmu." Yokohama. Pemilik restaurant itu berujar. Donghae mengangguk dan memohon untuk beristirahat sebentar.
Donghae masuk kedalam ruangan khusus pegawai dan membuka lokernya. Membuka tasnya dan menemukan sekotak bento yang disiapkan khusus oleh Eunhyuk. "selamat makan, Hyukie." Ujarnya. Pria itu memakan bekal yang dibawanya dengan lahap.
Jam sudah menunjukan pukul enam sore. Dan berarti jam kerja untuk Donghae sudah berakhir. namja itu bekerja dari jam 10 pagi hingga 6 sore. Sedangkan shift selanjutnya banyak didominasi oleh pelajar ataupun mahasiswa yang bekerja part time.
Setelah berpamitan dengan Yokohama dan yang lainnya. Dia berjalan keluar menyusuri jalanan kota Tokyo yang sudah dihiasi lampu-lampu yang indah. Mungkin sesekali dia harus mengajak Eunhyuk untuk jalan-jalan keluar.
Langkahnya terhenti saat melihat sebuah info yang tertempel didinding kosong. Info lowongan kerja. Senyum mengembang dibibir tipisnya. Dengan teliti dia membaca alamat yang tertera disana. Setelah menghafalnya dia melangkah dengan semangat menuju tempat yang menyediakan lowongan kerja tersebut.
"terima kasih, aku akan bekerja dengan giat." Donghae membungkuk kepada sang manager pom bensin tersebut. Ya, kalian tidak salah.
Sang manager menepuk bahu Donghae. "ya, kau bisa mulai bekerja mulai besok." Ujarnya.
"terima kasih." Donghae berlalu setelah membungkukan badannya.
-SEOUL, KOREA SELATAN-
Kangin masih duduk dikursi kebesarannya diruang Presdir. Namja kekar itu memijat pangkal hidungnya. Kepalanya semakin berdenyut dengan segala masalah yang dihadapkan padanya kini.
Tentang putri sulungnya yang menghilang entah kemana. Saham perusahaan yang mengalami penurunan karena krisis global. Desakan orangtuanya untuk mencari Eunhyuk. Dan terakhir adalah kesehatan istrinya yang belakangan ini kembali menurun.
Getaran ponsel diatas mejanya mengalihkan lamunan Kangin. Dengan segera namja itu menerima panggilan dari salah satu detektif yang disewanya untuk mencari keberadaan Eunhyuk dan namja itu.
"kau sudah mendapatkan dimana mereka sekarang?" Ujarnya to the point.
"…"
"bagus, terus awasi mereka. Aku akan memberitahumu nanti apa yang harus kalian lakukan." Kangin langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
Jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Lebih satu jam dari jam kerja kantornya. Dengan cepat dia membereskan berkas-berkas yang masih berserakan diatas mejanya. Mematikan komputer lalu keluar dari ruangannya.
.
.
"eomma harus makan, ne?" Leeteuk menggeleng lemah. Lidahnya terasa pahit walaupun itu hanya untuk menengguk air putih.
Sungmin menghela nafas pelan. Sudah beberapa hari belakangan ini Leeteuk terbaring lemas seperti sekarang. Dia tau apa alasan Leeteuk seperti ini. Leeteuk lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Eunhyuk dibanding dirinya, jadi wajar Leeteuk merasakan kehilangan.
Tidak. Dia sama sekali tidak cemburu. Leeteuk memang lebih dekat dengan Eunhyuk. Sedangkan dirinya lebih dekat pada Kangin. Meskipun begitu, mereka berdua tidak ada yang merasa tersingkirkan.
"eomma, ini demi aku." Melihat wajah Sungmin yang sudah seperti akan menangis membuat Leeteuk tidak tega dibuatnya. Dengan gerakan lemah, Leeteuk mengangguk dan membuka mulutnya. Sungmin tersenyum dan mulai menyuapi Leeteuk bubur putih yang dibuatnya.
Leeteuk menahan sendok yang terjulur kearahnya setelah beberapa kali suapan. "eomma sudah kenyang sayang." Ujarnya.
Sungmin mengangguk dan meletakan mangkuk bubur di meja nakas yang berada disamping kasur. Lalu dia mengambil dua butir kapsul yang sudah disediakan sedari tadi. "eomma harus minum obat, setelah itu beristirahat ya."
Selesai meminum obatnya. Leeteuk membaringkan tubuhnya dibantu oleh Sungmin. Setelah membenarkan letak selimut Leeteuk, Sungmin keluar dari kamar itu sembari membawa nampan.
"bagaimana keadaan Ahjumma?" Kyuhyun langsung mendekat dan bertanya pada Sungmin setelah yeoja itu keluar dari kamar.
"tidak ada perubahan." Jawabnya. Sungmin menghentikan seorang maid yang kebetulan lewat dihadapan mereka dan menyerahkan nampan yang dibawanya kepada maid tersebut.
Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin dalam pelukannya. "Ahjumma pasti sembuh. Kau harus berada disampingnya terus." Sungmin hanya menganggukan kepalanya mendengar nasihat Kyuhyun.
"Kyu?"
"hm."
Sungmin melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun. Tangannya menarik Kyuhyun untuk duduk disofa ruang keluarga dilantai dua itu. Sungmin kembali merebahkan kepalanya di dada Kyuhyun. sedangkan namja itu hanya mengelus rambut coklat Sungmin dengan lembut.
"ada apa? katakanlah." Ucap Kyuhyun.
Sungmin mengangkat wajahnya dengan kepala masih bersandar di dada Kyuhyun. "apa kau keberatan kalau kita menunda acara pertunangannya?"
Kyuhyun menyerengitkan dahinya. "waeyo?"
"kau lihat kondisi eomma kan? Aku tidak mungkin mengadakan pertunangan tanpa kehadirannya."
"baiklah."
"jeongmal? Apa ahjumma dan ahjusshi tidak keberatan?" Tanya Sungmin. Pasalnya acara yang telah disepakati keduanya akan dilakukan dua minggu lagi.
"tidak. Mereka akan mengerti. Kau hanya perlu mendampingi ahjumma dan merawatnya. Arraseo?"
Sungmin menganggukan kepalanya. "ne." Sungmin memandang Kyuhyun dengan perasaan kagum. Sungguh dia beruntung mendapatkan laki-laki sebaik dan sepengertian Kyuhyun. Diluar kejahilannya yang memang tidak bisa ditolerir, namja itu juga bisa bersikap dewasa secara bersamaan.
"kenapa melihatku seperti itu?"
Sungmin tersenyum lalu menggeleng pelan. "aku merasa beruntung memiliki kekasih sepertimu." Ucapnya.
Senyum Kyuhyun terlihat menyebalkan sekarang. "memang. Kau harus beruntung memiliki kekasih yang tampan dan pintar sepertiku." Ujarnya narsis.
Sungmin hanya membalasnya dengan senyum. "saranghae."
"nado saranghaeyo." Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Seakan mengerti, Sungmin memejamkan matanya dan mulai menikmati sentuhan lembut bibir Kyuhyun yang menempel dibibir tipisnya.
Eunhyuk duduk didepan rumah sewanya. Sesekali yeoja itu bangkit dan menatap ujung jalan. Dia menautkan jemarinya dan memejamkan matanya. Berdoa agar sang terkasih baik-baik saja.
"Hyukie." Eunhyuk langsung berdiri dan memeluk Donghae yang ada dihadapannya. Ucapan syukur dia panjatkan dalam hati saat melihat Donghae.
"Hyukie, kenapa?" Tanya Donghae. Pria itu bisa melihat mata Eunhyuk sudah berkaca-kaca.
"aku khawatir sekali. Tidak biasanya kau pulang hingga malam seperti ini." Ucapnya.
Donghae menuntun Eunhyuk untuk masuk kedalam. Dia meletakan tasnya dan menyuruh Eunhyuk duduk disampingnya. "aku sudah mendapatkan pekerjaan."
Eunhyuk membulatkan matanya. "benarkah? Dimana?"
"hanya sebuah restaurant jepang dan pom bensin."
Senyum Eunhyuk sedikit memudar. "kau bekerja di dua tempat berbeda? Apa kau tidak lelah nantinya?" Eunhyuk sungguh khawatir dengan Donghae. namja itu begitu giat bekerja bahkan ditempat yang berbeda untuk dirinya.
Donghae tersenyum seakan mengerti kekhawatiran Eunhyuk. "apapun untukmu dan baby, aku tidak akan pernah lelah."
"Donghae-ah." Lirih Eunhyuk.
Donghae mengecup pipi Eunhyuk. "jangan merasa terbebani. Kau adalah tanggung jawabku sekarang." Ujarnya. "aku mau mandi dulu," Setelah itu Donghae bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Meninggalkan Eunhyuk yang memandangi punggungnya dengan sendu.
Satu bulan telah berlalu. Kehidupan keduanya berjalan tanpa ada halangan yang berarti. Kegiatan merekapun berjalan seperti biasanya. Donghae berangkat pukul 9 pagi dan akan pulang pada jam 3 pagi keesokan harinya. Belum lagi, jam 6 paginya namja itu harus mengelilingi kompleks untuk mengantar susu dan Koran.
Jika dihitung. Donghae hanya punya waktu 3 jam untuk beristirahat. Eunhyuk sudah menyuruh namja itu berhenti dan memilih salah satu pekerjaannya saja, tetapi Donghae tetap pada pendiriannya.
Seperti pagi ini. Jam sudah menunjukkan pukul 6 kurang 15 menit. Tetapi Donghae masih terlelap dalam tidur singkatnya. Eunhyuk duduk dipinggiran kasur dan memperhatikan wajah lelah Donghae. namja itu bekerja tanpa henti untuk dirinya dan calon anak mereka. Bahkan Donghae terlihat lebih kurus serakang.
"aku harus membantumu, Hae." Ujarnya. Setelahnya, Eunhyuk bangkit dan mengambil sweater serta scraft didalam lemari. Dia berjalan keluar dari rumah sewanya untuk mengambil susu dan Koran terlebih dahulu di agen. Ya. Hari ini dia bertekad untuk menggantikan Donghae.
.
.
Eunhyuk mengerem sepedanya. Hanya tinggal beberapa kotak susu dan Koran yang harus diantarnya. Dia mengambil dua kotak susu dan selembar Koran lalu meletakannya didepan sebuah pagar. Saat berbalik, alangkah terkejutnya dia melihat sosok yang berdiri dihadapannya itu.
.
.
TO BE CONTINUE
.
.
Hello, Thania Lee yang super ngaret ini datang membawa lanjutan fict My All Is In You-nya setelah Sembilan bulan gak update. haha. Maaf yaa reader-deul. Pasti pada lupa kan sama fict ini karena kelamaan gak update-update? Haha gw ngerti banget kok.
Gak ada masalah yang berarti sih, cuma suka stuck ide aja kalo lagi nulis. Terlebih waktu buat nulis fict cuma saat weekend, eww jadilah makin lamaaaaa… Maaf sekali lagi, sebagai gantinya saya buat Fict baru dan udah dipublish bersamaan sama fict ini (promosi). Ayo yang Haehyuk/Eunhae Shipper dibaca .
Oh iya, satu lagi. Semua FF yang gw buat gak ada yang dis-continue ya. Cuma yaaa gw nya ngaret pake banget buat ngelanjutinnya. Jadi tenang aja buat FF yang lainnya. *pedebangetadayangbaca* :P . dan kayaknya Chapter depan ini bakalan ending. Hehe.
REVIEW CORNER :
PutriiHaehyuk15 : haha, iya mereka emang serasi. Gak bakalan buat mereka kepisah kok. Nah, dugaan kamu bener *kasihHaehyuk* | Lee Hyuk Nara : makasih udah review yaaa. | HaeSan : haha. Pasti yang ini tambah lama kan? Iya mereka tunangan. Ini udah dilanjut | deehyuk04 : oke ini udah dilanjut ya. Semoga suka | Cinderella cindy : wah makasih loh. Nah soal update itu emang masalahnya. LOL. Jawabannya ada di Chapter ini yaa | Pho1412 : wah, maaf udah nunggu lama. Ini lanjutannyaa | choco95 : oke ini udah lanjut yaa | myhyukiesmile : ada ff haehyuk baru loooh *promosi* cek di story deh #plak. Haha, alasannya ya? Gw juga masih bingung sih. *nahlo?* | love haehyuk : aduh, kalo gak ada TBC ceritanya gak seru dong #plak. kejawab dong pertanyaannya ya :D | Arum Junnie : selamat dataaang. Silahkan baca, jangan lupa reviewnya yaa. Hehe | nurul : alesan itu bakalan kejawab Chapter depan | Baby Kim : makasih buat reviewnya, haha seneng kalo ada yang komentar tentang jalan ceritanya. Gw gak setega itu kok sama Haehyuk :D makasih reviewnya | zoldyk : Chapter 13 update ^^. | anchofishy : buat Yunjae. Disimpen buat Chapter depan |
.
.
Last. Read and Review?
-THANIA LEE-
