NOW I LOVE YOU

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina

Rate : M

Genre : Hurt/comfort/ Romance

Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..

.

.

Don't like Don't Read

.

.

.

... NOW I LOVE U...

.

.

Cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui jendela kamar Hotel yang memang tak tertutup gorden. Mengusik tidur dua insan yang masih bergelut dibawah selimut.

Itachi pria berusia 28 tahun itu membuka kelopak matanya dan menampilkan onyx kelam miliknya. Ia kerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya yang masuk kedalam kamar Hotel itu. Kemudian ia dudukkan tubuhnya membuat selimut yang tadi menutupi tubuhnya turun dan mengekspos bagian tubuh atasnya yang tidak tertutupi sehelai benangpun. Menampilkan dada bidang dan perut sixpack yang menggoda bagi kaum hawa.

Itachi kemudian menolehkan kepalanya kearah sampingnya. Dimana seorang wanita bersurai pirang tengah tertidur lelap. Sama sekali tidak terusik dengan cahaya yang masuk kedalam kamar. Itachi menatap lekat wajah gadis bersurai pirang yang berbaring disampingnya. Wajah Naruto saat tertidur benar-benar damai dan polos seperti bayi.

Seketika itu juga perasaan bersalah menyeruak didalam hati pria bermarga Uchiha itu. Ia merasa bersalah dan menyesal karena telah merenggut kepolosan gadis itu. Seharusnya ia bisa menahan dirinya untuk tidak merenggut kepolosan wanita yang berbaring disampingnya itu.

Itachi tersenyum miris ketika menyadari satu fakta lagi. Gadis yang telah ia renggut kesuciannya ini adalah adik dari pria yang ia cintai. Bagaimana jika Kyuubi tahu kalau ia telah meniduri adik kesayangannya itu. Mungkin didetik itu juga ia akan mati ditangan pria yang ia cintai. Namun ia akan menerimanya. Karena pria berengsek seperti dia pantas mendapatkannya.

Itachi sendiri merasa dirinya memanglah pria berengsek. Ia memanfaatkan Naruto yang merupakan adik dari Kyuubi pria yang ia cintai. Untuk melupakan semua rasa sakitnya karena cintanya pada Kyuubi yang tak bisa ia miliki.

Wanita berusia 22 tahun yang berbaring disampingnya mulai menggeliat. Membuat Itachi tersadar dari lamunannya. Ia pun menoleh kesampingnya dan melihat Naruto yang mulai membuka kelopak matanya dan memperlihatkan iris sapphire miliknya.

Naruto mengerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya yang masuk kedalam kamar. Ia pun segera menoleh ketika ia menyadari dimana ia berada sekarang, sapphire miliknya langsung bertemu dengan onyx Itachi. Sebuah senyuman terukir diwajah cantiknya.

" Ohayo.." sapanya masih dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.

Itachi hanya diam dan mengernyit bingung. Bagaimana mungkin wanita yang telah ia renggut kehormatannya ini masih bisa tersenyum kearahnya? Bukankah Naruto seharusnya menangis dan menyalahkan dirinya karena telah merenggut kehormatannya? Tapi wanita disampingnya ini malah menyapanya dan tersenyum kearahnya. Itachi sama sekali tidak mengerti apa yang ada dibenak Naruto.

" Bhuu.. kenapa Itachi-nii hanya diam saja dan tidak membalas sapaan Naru?"Naruto bangun dari tidurnya dan kemudian duduk menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur. Ia biarkan begitu saja selimut yang terjatuh dan membuat tubuh polos bagian atasnya terekspos. Sama sekali tidak memperdulikan keberadaan seorang pria yang bisa melihat tubuh polosnya yang berada disampingnya. Naruto hanya merengut kesal karena pria disampingnya ini tidak membalas sapaannya.

" Ah,, Gomen ne. Ohayo mo Naru." Jawabnya dan berusaha untuk tersenyum kearah Naruto. Namun yang ada hanya sebuah senyuman canggung terukir diwajah tampannya.

" Bukankah begitu jauh lebih baik." Sahut Naruto dengan senyumannya. Kemudian ia pun menolehkan wajah cantikya kearah jam yang berada di meja disamping tempat tidurnya.

Setelah melihat angka yang ada pada jam tersebut. Naruto pun kemudian turun dari ranjang dan mengambil handuk kimono yang tergeletak dilantai. Itachi kembali mengernyit bingung melihat wanita yang sekarang turun dari ranjangnya. Dan membiarkan tubuh polosnya terekspos jelas sama sekali tidak merasa malu ataupun risih. Padahal didalam kamar itu ada dirinya yang notabene adalah seorang pria. Tidakkah Naruto merasa malu padanya? Dan malah membiarkan dirinya melihat jelas setiap lekuk tubuh Naruto tanpa sehelai benangpun. Pemikiran seperti itulah yang hinggap dibenaknya.

Naruto kemudian memakai handuk kimono itu dan berjalan menuju kamar mandi. Sementara Itachi masih berbaring di atas tempat tidur sambil memegang smartphonenya.

Tak berapa lama Naruto keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Itachi pun menoleh dan memandang Naruto yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Mungkin wanita itu baru selesai mandi. Seperti itulah pemikiran yang muncul di benak Itachi. Ia pun kembali berkutat dengan smartphone miliknya. Sementara Naruto sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

Bel kamar hotel berbunyi dan Narutopun beranjak untuk membuka pintu kamar hotel dan melihat siapa yang datang. Tak berapa lama ia kembali dengan membawa pakaiannya dan pakaian Itachi yang semalam ia pakai. Mereka memang meminta pihak Hotel untuk men-Dry cleaning pakaian mereka yang basah kuyup semalam. Dan sepertinya pakaian mereka sudah kering dan bisa dikenakan kembali.

Naruto pun kembali kekamar hotel sambil membawa pakaiannya dan Itachi. Sesampainya didalam kamar ia dapat melihat Itachi yang masih berada diatas tempat tidur sambil memainkan smartphonenya. Naruto sendiri tidak tahu apa yang dikerjakan Itachi dengan smartphonenya.

" Pakaiannya sudah kering dan bisa kita pakai. Kita pulang sekarang Itachi-nii?" ujar Naruto meletakkan pakaian milik Itachi di tepi tempat tidur. Itachi mendongakkan kepalanya dan menatap Naruto yang berdiri di ujung tempat tidur.

" Baiklah, kita akan pulang sekarang." Itachi menaruh Smartphone miliknya diatas meja di samping tempat tidur. Ia pun turun dari tempat tidurnya dan membiarkan tubuh kekar polos tanpa sehelai benang itu terekspos jelas.

Naruto yang melihat pemandangan tersebut hanya menutup wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus itu dengan pakaian miliknya yang sedari tadi dipegangnya. Hal itu tak luput dari penglihatan onyx Itachi. Sebuah seringai pun muncul diwajah tampannya. Ia berjalan menghampiri Naruto yang masih berusaha menutupi wajahnya yang memerah dengan pakaiannya. Tak memperdulikan tubuh kekarnya yang polos tanpa sehelai benang itu terekspos.

" Kenapa kau menutup matamu Naru?" Itachi menarik pakaian Naruto yang menutupi wajah cantiknya. Membuat Naruto harus menatap langsung dada bidang Itachi yang begitu dekat dengannya setelah pakaian yang menutup wajahnya tadi ditarik Itachi. Wajah Naruto semakin memerah ketika menyadari jarak dirinya dan Itachi cukup dekat. Naruto pun menolehkan wajahnya yang sudah memerah itu kearah lain. Asalkan tidak melihat tubuh polos pria yang ada dihadapannya.

" I-it-itu k-ka-karena…" Naruto berusaha menjawab pertanyaan Itachi namun dirinya terlalu gugup dan membuat kata-katanya menjadi terbata-bata.

" Hm?" seringai diwajah tampan Itachi pun semakin lebar melihat kegugupan wanita dihadapannya ini. Entah kenapa ia menjadi senang untuk menggoda Naruto.

" I-itu k-karena I-Itachi-nii t-ti-tidak berpakaian." Naruto memejamkan matanya erat setelah berhasil mengatakan kata yang terakhir.

" Memangnya kenapa kalau aku tidak berpakaian? Bukankah kau juga tadi tidak berpakaian Naru?" bisik Itachi ditelinga Naruto. Naruto bisa merasakan napas panas Itachi yang menerpa sisi wajahnya dan itu membuatnya sedikit merinding. Dan wajah Naruto semakin memerah ketika menyadari kalimat terakhir yang Itachi ucapkan.

" Lagipula,,," Itachi memegang dagu Naruto dan membuat sapphire Naruto menatap langsung onyx Itachi.

" Kita sudah melihat tubuh polos kita masing-masing semalam. Kenapa kau harus malu Naru?" lanjutnya masih dengan seringai diwajahnya.

" S-Sudah. C-Cepat mandi sana! K-kita harus segera pulang!" Naruto kembali memalingkan wajahnya yang sudah benar-benar memerah.

Itachi hanya terkekeh geli melihat tingkah Naruto dan kemudian ia pun masuk kedalam kamar mandi sambil membawa pakaian yang semalam dikenakannya. Naruto hanya menghela napas lega setelah kepergian Itachi. Tadi itu benar-benar membuat jantungnya serasa mau melompat dari tempatnya. Meskipun semalam ia sudah melihat tubuh polos Itachi. Tetap saja jika melihatnya secara langsung akan membuatnya malu dan risih.

Mereka pun mengenakan pakaian mereka masing-masing. Itachi mengenakannya didalam kamar mandi. Sementara Naruto didalam kamar. Setelah selesai mengenakan pakaian, mereka bergegas keluar dari kamar Hotel. Mereka menuju Restoran yang ada di Hotel tersebut untuk sekedar sarapan dan mengisi perut mereka yang kosong.

Selama sarapan itu tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Naruto yang selalu berisik itu pun memilih untuk diam. Ia sendiri sedang tidak ingin mengatakan apapun pada pria 28 tahun yang duduk dihadapannya sambil menikmati sarapan. Naruto sendiri sedang berusaha untuk menikmati sarapannya.

Setelah selesai dengan sarapan mereka. Mereka pun bergegas untuk segera pulang. Itachi mengantarkan Naruto pulang dengan mobilnya.

Bahkan selama perjalanan pun suasananya masih sama ketika mereka sarapan. Hening dan tidak ada percakapan diantara mereka. Hingga mereka tiba dikediaman Namikaze. Tempat tinggal Naruto.

Itachi menghentikan mobilnya tepat digerbang kediaman Namikaze. Hening sejenak setelah mereka sampai didepan kediaman itu.

" Gomen.." Itachi membuka suara setelah keluar dari hotel tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Tersirat nada penyesalan dari nada yang keluar dari mulutnya itu.

" Seharusnya aku bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhmu Naru." Lanjutnya menatap lekat sapphire milik Naruto.

Naruto sendiri hanya diam dan menatap lekat pria yang semalam telah merenggut kesuciannya. Naruto juga dapat melihat raut penyesalan diwajahnya. Tapi ia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakan pada pria yang duduk disampingnya ini.

" Jika kau menyesalinya dan marah kepadaku. Maka marahlah! Pukul aku, tampar aku atau lakukan apa saja yang mampu membuatmu mengeluarkan amarah mu." Ujar Itachi lagi ketika tak mendapatkan tanggapan dari Naruto.

Tangan Naruto terangkat dan membelai wajah Itachi. Membuat Itachi tersentak dan menatap wajah Naruto. Itachi dapat melihat Naruto yang tersenyum kearahnya. Tangannya terangkat dan menggenggam tangan yang lebih kecil milik Naruto yang berada dipipinya.

" Tidak ada yang perlu dimaafkan Itachi-nii." Naruto menatap lembut Itachi.

" Lagi pula Naru tidak akan pernah menyesali apapun yang telah terjadi. Karena Naru bukan anak remaja yang akan menyesali keputusannya kelak.." Senyum itu masih terukir diwajah cantiknya.

" Naru sudah cukup dewasa untuk menentukan semua yang Naru inginkan." Lanjutnya lagi

" Tapi Naru.." Kata-kata Itachi terputus saat telunjuk Naruto menyentuh bibirnya. Naruto menggelengkan kepalanya memberi isyarat pada pria 28 tahun itu untuk diam.

" Arigato Itachi-nii.. Sudah mau menemani Naru malam ini. Dan juga mau berbagi rasa sakit yang sama bersama Naru. Jaa ne." Ujar Naruto dengan senyum terbaiknya dan keluar begitu saja dari mobil Itachi menuju kediamannya.

Itachi hanya diam dan menatap punggung Naruto dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Setelah Naruto benar benar hilang dari pandangannya. Itachi pun melajukan mobilnya menuju kediamannya.

Sementara itu dari balkon kediaman itu terdapat sepasang mata ruby yang terus menatap kearah mobil berwarna hitam yang sangat ia kenali. Ia juga dapat melihat gadis berambut pirang yang sangat ia kenali keluar dari dalam mobil itu. Tatapannya tajam dan datar. Tak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.

~~Now I Love U

Naruto mengendap-endap memasuki rumahnya. Ia berharap tidak bertemu dengan penghuni rumah ini. Ia sedikit bernapas lega ketika melihat keadaan rumahnya sedikit sepi.

" Dari mana saja kau?" Naruto berjengit, gerakan tangannya yang hendak menutup pintu terhenti. Setelah ia mendengar suara bariton yang sangat dikenal.

" Kyuu-nii! Tidak bisa kah Kyuu-nii tidak mengejutkan Naru?!" Seru Naruto berbalik dan menatap Kakaknya Kyuubi yang sedang menyilangkan kedua tangannya didada.

" Kenapa kau harus terkejut seperti itu? Kau seperti seorang pencuri yang sedang ketahuan, Naru?" Ujar Kyuubi mengangkat sebelah alisnya ketika melihat reaksi adik kesayangannya itu.

" Itu karena..." Naruto berpikir untuk mencari alasan yang tepat." Ah. Sudahlah. Naru hanya terkejut." Lanjutnya setelah tidak menemukan jawaban yang tepat. Ia pun kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa yang empuk itu.

" Kau belum menjawab pertanyaanku Naru! Dari mana saja kau semalaman? Menghilang dari pesta dan pulang pagi?" Tanya Kyuubi yang sejak tadi mengikuti Naruto ke ruang keluarga. Ia dudukkan tubuhnya di single sofa yang berada diruang keluarga disamping sofa panjang yang diduduki Naruto.

" Kyuu-nii sendiri tahu kan, kalau Naru tidak terlalu suka pesta seperti itu. Karena itu Naru keluar untuk mencari udara segar." Jawab Naruto.

" Lalu kenapa kau baru pulang? Tidur dimana kau semalam?" Kyuubi terus memberondong Naruto dengan pertanyaan-pertanyaan menyelidik. Oh sepertinya sister compleks Kyuubi sedang kumat.

" Naru menginap dirumah Karin." Dusta Naruto. Matanya tertuju pada SmartPhone miliknya yang sedang ia mainkan. Naruto sebenarnya tak berani menatap Kyuubi saat ia sedang berbohong. Karena itu ia menggunakan SmartPhone-nya sebagai pengalihan.

" Benarkah?" Kyuubi memicingkan matanya menatap Naruto yang masih terus memainkan SmartPhone miliknya.

" Kalau Kyuu-nii tidak percaya. Kyuu-nii bisa tanya langsung kepada Karin." Jawabnya kemudian berdiri dari sofa yang didudukinya.

"Naru lelah dan ingin istirahat." Lanjutnya.

Naruto pun melangkahkan kakinya melewati Kyuubi yang masih duduk di sofa.

" Lalu? Kenapa kau bisa pulang bersama itachi?" Tanya Kyuubi tak bergerak dari kursinya.

Langkah Naruto terhenti mendengar pertanyaan kakaknya. Ia menggigit bibir bawahnya gugup. Naruto tak menyangka kalau kakaknya melihat dirinya yang diantar oleh Itachi.

" Kami hanya kebetulan bertemu dijalan. Dan Itachi menawarkan diri untuk mengantarkan Naru." Dusta Naruto langsung melanjutkan langkah kakinya yang terhenti. Ia tidak ingin terlibat pembicaraan lagi dengan kakaknya. Kakaknya bisa saja mengetahui dirinya yang sedang berbohong dengan mudah. Karena itu ia memutuskan untuk pergi sesegera mungkin dari kakaknya.

" Benarkah?" Tanya Kyuubi pada udara kosong. Setelah adiknya menghilang dari tempatnya berada.

.

~~Now I Love U

.

Sementara itu di kediaman Uchiha.

Uchiha Itachi putra sulung dari keluarga Uchiha itu menapakkan kakinya memasuki kediamannya. Para pelayan membungkuk menyambut kedatangannya. Sementara pria itu terus berjalan sambil mengangguk pelan membalas para pelayan yang menyapanya.

" Kau baru pulang Itachi?" Tanya satu satunya wanita dirumah itu yang tak Lain adalah Uchiha Mikoto. Ibu dari Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke. Ketika Itachi melewati ruang keluarga dimana Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto yang tak lain ayah dan ibunya sedang menonton tv.

" Hn." Jawab Itachi singkat dan terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

Mikoto ibunya hanya menghela napas melihat sifat putra sulungnya yang bisa dibilang tidak sopan itu. Tapi semua pria Uchiha yang menghuni rumah ini memang seperti itu. Uchiha Mikoto kembali menghela napas ketika mengingat kembali kenyataan itu.

Itachi terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sebelum sampai didepan kamarnya yang sudah terlihat didepan mata. Itachi melihat pintu kamar yang berada disamping kamarnya terbuka.

Dari kamar itu keluarlah si pemilik kamar yang tak lain adik kandungnya Uchiha Sasuke. Mata onyx mereka bertemu. Namun Itachi terus melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Ia sama sekali sedang tidak ingin menyapa atau hanya sekedar mengucapkan selamat pagi kepada adiknya pagi ini. Kebiasaan yang selalu dilakukannya kepada adiknya meskipun sang adik hanya menjawab dengan gumamannya saja. Namun pagi ini ia benar benar tidak ingin melakukannya.

"Kau baru pulang?" Tanya Sasuke dengan nada datarnya ketika jarak mereka yang semakin mendekat dan mereka berhadapan.

" Hn." Jawab Itachi yang tetap melangkahkan kakinya dan melewati Sasuke begitu saja.

"Aku melihatmu keluar dari pesta bersama Naruto semalam." Ujar Sasuke lagi dengan nada datar dan dingin.

" Kami hanya mencari udara segar." Jawab Itachi dengan nada datarnya. Dan terus melangkahkan kakinya.

" Apa kau bersama Naruto semalaman?" Tanya Sasuke lagi namun nadanya terdengar lebih dingin dari sebelumnya.

Itachi menghentikan langkahnya dan terdiam. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sasuke. Lalu kakinya kembali melangkah menuju pintu kamarnya yang hanya tinggal beberapa langkah saja.

" Ku peringatkan padamu Aniki!" Lanjutnya dengan nada yang mengintimidasi.

Itachi menghentikan gerakan tangannya yang hendak membuka knop pintu. Ketika mendengar nada yang mengintimidasi milik adiknya. Ia tak menoleh dan hanya menatap knop pintu yang dipegang tangan kanannya.

Begitupun Sasuke yang masih berdiri diposisinya yang sebelum. Ia tidak menoleh ataupun menatap Itachi. Posisi mereka saling memunggungi satu sama lain.

" Naruto adalah seorang gadis yang polos. Aku tidak akan membiarkanmu memanfaatkan kepolosan Naruto demi kepentinganmu." Lanjutnya kemudian berlalu meninggalkan Itachi yang masih bergeming didepan pintu kamarnya.

" Polos. Huh?" Itachi hanya mendengus setelah kepergian adiknya.

" Aku pikir belasan tahun berteman dengan Naruto membuatmu bisa mengenal Naruto jauh lebih baik dari siapapun Sasuke." Itachi berbalik dan kemudian bermonolog sambil menatap punggung Sasuke yang sudah menjauh.

" Kau sama sekali belum mengenal Naruto yang sebenarnya. Otouto." Gumam Itachi menatap datar bayangan Sasuke yang sudah menghilang.

Itachi berbalik dan membuka pintu kamarnya. Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang kingsize miliknya. Matanya menatap langit langit kamarnya menerawang jauh mengingat semua percakapan bersama Naruto dan Sasuke.

Itachi menutup matanya dengan lengan kanannya. Ia benar-benar lelah dan memerlukan istirahat. Bukan hanya fisiknya saja yang lelah tapi mental dan pikirannya pun sangat lelah. Semua ini menjadi sangat rumit. Mungkin dengan memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya. Semua akan kembali seperti semula. Itulah yang dipikirkannya.

.

.

.

.

Tbc..

.

.

.

.

Whoaaa..

Akhirnya chap 2 bisa update kilat juga..

Gimana menurut kalian reader? Apakah terlalu kilat updatenya jadi terkesan dipaksakan?

Viz cuma aji mumpung ja kok. Mumpung ide fict ini masih penuh di otak Viz. Jadi langsung aja deh Viz lanjutin.

Viz juga mau tarik kembali kata" Viz..

Fict ini bukan TwoShot ataupun ThreeShot. Karena kalau jadi ThreeShot. Ceritanya jadi kecepetan. Dan ini bakal jadi multichap deh! Hehe

Arigato gozaimasu.. Buat yang udah nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni.. :)

Semoga kalian suka.. :)

Jangan lupa review ya... :)