NOW I LOVE YOU
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina
Rate : M
Genre : Hurt/comfort/ Romance
Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..
.
.
Don't like Don't Read
.
.
.
... NOW I LOVE U...
.
.
Entah sejak kapan posisi mereka menjadi seperti itu. Si pria yang tak lain Uchiha Itachi menindih si wanita Namikaze Naruto.
Tubuh polos tanpa sehelai benang yang dipenuhi peluh dan keringat. Napas yang memburu. Tangan yang terus bergerak membelai dan meremas setiap sudut tubuh polos mereka satu sama lain. Ciuman panas yang disertai pergulatan daging tak bertulang didalam rongga mulut mereka. Meninggalkan jejak saliva yang menetes membasahi dagu mereka ketika ciuman itu terlepas.
Gerakkan pinggul si pria yang menghentak dan mendominasi si wanita. Bunyi decakkan daging yang bertubrukan juga desahan yang keluar menggema diruangan yang temaram itu. Ranjang yang berantakan dan juga pakaian yang tergeletak di lantai adalah saksi bisu dari kegiatan mereka.
Kegiatan memberikan kehangatan dan kenikmatan satu sama lainnya. Tak peduli sudah berapa kali gelombang kenikmatan itu keluar. Mereka terus dan lagi melakukan kegiatan itu. Mereka tidak akan berhenti sebelum tubuh mereka lelah. Sebelum kepuasan itu mereka dapatkan. Sebelum semua rasa sakit itu menghilang dan tergantikan oleh kenikmatan.
Mereka sendiri tidak tahu bagaimana kegiatan ini bermula. Awalnya mereka hanya berbaring diranjang yang sama saling berpelukan. Berbagi kehangatan yang mereka butuhkan. Namun setelah mendapatkan kehangatan itu. Yang mereka tahu adalah mereka menginginkan lebih dari itu.
Dan seperti saat inilah mereka berakhir. Lenguhan panjang mengalun ketika gelombang kenikmatan itu datang untuk yang kesekian kalinya.
Tubuh mereka sudah sangat lelah. Itachi melirik kearah jam yang terletak di meja bufet yang berada disamping tempat tidur. Pukul satu dinihari. Itu artinya ia dan Naruto sudah bercinta selama dua jam.
Ia pasti sudah gila. Pikirnya. Padahal ia sudah berjanji untuk tidak menyentuh Naruto lagi. Tapi pada kenyataannya ia mengingkari janjinya sendiri. Ia bahkan dengan gilanya bercinta dengan Naruto selama dua jam. Tapi memang itulah yang ia dan Naruto butuhkan saat ini. Bercinta hingga melupakan semua perasaan sakit dan kemelut dihatinya.
Kemudian ia tatap wanita yang masih berada dibawahnya. Wanita itu sudah tertidur lelap.
Tentu saja. Dua jam bercinta pasti membuat wanita yang ditindihnya ini kelelahan. Bahkan tubuh mereka berdua masih menyatu. Itachi dengan perlahan-lahan melepaskan tautan tubuh mereka. Itachi dapat mendengar Naruto yang mendesah pelan ketika tautan mereka terlepas.
Itachi menarik selimut yang tergeletak sembarangan. Ia tutupi tubuh polos dirinya dan Naruto dengan selimut itu. Direngkuhnya tubuh Naruto kedalam pelukannya. Ia pun kemudian menutup matanya, mengistirahatkan tubuhnya yang benar benar lelah.
.
~~Now I Love U
.
Naruto menggeliat dari tidurnya. Perlahan kelopak mata yang menyembunyikan sapphire itu terbuka. Dikerjapkannya mata sapphire itu untuk membiasakan cahaya yang masuk ke penglihatannya. Setelah mata itu terbuka seutuhnya. Sapphire itu kemudian menjelajahi setiap sudut ruangan tempatnya berbaring.
Mata sapphire itu berhenti pada sosok yang berbaring disampingnya. Pria yang semalam bercinta dengannya. Mengingat pergulatannya bersama si pria ini semalam membuat wajahnya memerah.
Naruto merubah posisi berbaringnya menjadi miring agar dapat melihat pria yang berbaring di sampingnya dengan jelas. Mulai dari wajah tampannya yang sedang tertidur. Terlihat begitu damai seperti bayi. Senyum tulus mengembang diwajah cantiknya.
Matanya turun ke dada bidang milik Itachi. Dada yang selalu mendekapnya dan menjadi sandarannya disaat ia terpuruk. Ia ingin menyentuh dada bidang itu dan merasakan kehangatannya saat ia dalam keadaan seperti ini. Sadar dan tidak ada luka. Keadaan dirinya yang sebenarnya.
" Kau sudah bangun?" Suara bariton yang sangat ia kenal mengalihkan perhatiannya. Naruto mendongakkan kepalanya dan menatap pria yang juga sedang menatapnya. Sapphire Naruto bertatapan langsung dengan onyx Itachi.
" Apa yang sedang kau lihat tadi. Naru?" Tanyanya lagi. Membuat Naruto menundukkan kepalanya tak berani menatap Itachi lagi. Wajahnya sudah memerah karena ketahuan sedang memperhatikan pria yang berbaring disampingnya.
Itachi mengubah posisi berbaringnya menjadi miring sama seperti Naruto. Agar ia dapat melihat permata sapphire itu lebih jelas. Dan mereka saling berhadapan saat ini dengan tubuh yang sejajar.
" Kau tidak ingin mengucapkan selamat pagi kepadaku Naru?" Ujar Itachi lagi. Ada sedikit nada menggoda saat ia mengucapkan pertanyaan itu.
" Ohayo.. Itachi-nii." Sapa Naruto dengan senyum terbaiknya ia tampilkan untuk si sulung Uchiha.
" Ohayo mo.. Naru." Balasnya juga dengan senyum yang terukir diwajah tampannya. Mereka saling menatap dalam diam.
" Kau ingin kita terus berbaring ditempat tidur tanpa pakaian. Atau bangun dari tempat tidur, mandi, berpakaian dan pulang?" Ujar Itachi kemudian membuat wajah Naruto kembali merona.
Naruto pun segera bangun dari tempat tidurnya memunguti pakaian yang tergeletak dilantai dengan cepat. Berlari kearah kamar mandi dan menutup pintunya dengan bunyi bedebam yang sangat keras. Itachi sempat berjengit ketika mendengar bunyi bedebam pintu yang sangat keras. Namun kemudian ia terkekeh geli melihat tingkah Naruto.
Itachi pun ikut bangun dari tempat tidurnya. Diambilnya pakaian yang tergeletak dilantai. Ia langsung mengenakan pakaian miliknya itu. Sejenak ia menolehkan kepalanya kearah tempat tidur. Onyx-nya menangkap pemandangan yang kacau dan berantakan sisa pergulatannya bersama Naruto. Ia tidak menyangka pergulatannya bersama Naruto benar benar tidak terkendali dan mengacaukan semuanya.
Naruto sudah keluar dari kamar mandi. Ia melihat Itachi yang terdiam menatap tempat tidur. Sapphire Naruto pun kemudian ikut menatap kearah tempat tidur. Wajahnya seketika itu juga memerah saat melihat betapa berantakan dan kacaunya tempat tidur itu akibat pergulatannya bersama Itachi semalam.
Mereka pasti bercinta gila-gilaan semalam. Membuat tempat tidur itu kacau dan berantakan. Itachi berbalik dan menatap Naruto yang bergeming ditempatnya dengan rona merah dipipinya.
" Kau sudah selesai?" Tanya Itachi membuyarkan lamunan Naruto. Sapphire Naruto pun kemudian menatap Itachi yang berjalan kearahnya.
" I-iya.." Jawabnya sedikit gugup
" Kita pulang. Sekarang!" Ujar Itachi melangkah keluar dari kamar hotel. Naruto kemudian melangkahkan kakinya mengikuti Itachi.
" Itachi-nii tidak mandi dulu?" Tanya Naruto setelah mensejajarkan dirinya disamping Itachi.
" Kalau aku mandi. Kau bisa terlambat kuliah Naru." Jawab Itachi membuka pintu kamar Hotel.
" Tapi Naru bisa pulang sendiri Itachi-nii. Dan Itachi-nii bisa mandi." Sahut Naruto melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel.
" Aku akan mengantarmu pulang." Naruto terdiam ketika nada tegas yang keluar dari Itachi.
Merekapun terus melangkahkan kakinya menuju lift dan keluar dari hotel.
Itachi melajukan mobilnya menyusuri jalanan dipagi hari. Tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Namun sesekali mereka saling mencuri pandang tanpa sepengetahuan diri mereka masing masing.
Mobil sedan hitam itupun berhenti disebuah rumah mewah bergaya Eropa. Rumah keluarga Namikaze.
Naruto melepaskan sabuk pengaman yang dipakainya. Ia pun kemudian keluar dari mobil itu. Naruto menundukkan kepalanya pada kaca mobil Itachi.
" Arigato... Itachi-nii. Sudah mengantar Naru." Naruto berujar sambil tersenyum kearah Itachi.
Itachi balas tersenyum kearah Naruto. Naruto melambaikan tangannya dan kemudian berjalan masuk menuju rumahnya. Itachi menatap punggung Naruto yang semakin jauh. Bahkan setelah Naruto masuk kedalam rumahnya ia sama sekali tak beranjak dari tempatnya. Hanya duduk diam didalam mobilnya.
.
Naruto memasuki rumahnya dengan jantung yang berdebar-debar. Ia harap semua orang yang ada dirumahnya sudah pergi bekerja. Naruto pun kemudian bernafas lega setelah tidak mendapati penghuni rumah lainnya. Hanya para pelayan yang menyambut kepulangannya.
Ketika Naruto hendak menaiki tangga. Ia berpapasan dengan seorang wanita dewasa berambut pirang pucat dengan mata aquamarine yang sangat ia kenali.
" Kau darimana saja Naru-chan? Kenapa baru pulang?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Yamanaka Ino kakak iparnya.
" Naru habis menginap dirumah teman." Dustanya yang hanya dijawab dengan mulut yang membentuk huruf 'O' oleh kakak iparnya.
" Kemana yang lainnya oneesan? Kaasan juga tidak terlihat?" Tanya Naruto menatap setiap sudut rumahnya yang terlihat sepi.
" Kaasan pergi menemani Tousan ke London untuk mengurusi perusahaan kita yang sedang bermasalah." Jawab Ino.
" Kyuu-nii?" Tanya Naruto dengan nada yang sedikit tersendat ketika mengucapkan nama kakaknya.
" Kyuubi sedang pergi ke Sunna untuk urusan bisnis. Mungkin lusa ia baru pulang." Sadar atau tidak Naruto menghebuskan nafas lega ketika mendengar jawaban kakak iparnya. Membuat wanita yang dulu bermarga Yamanaka dan sekarang menjadi Namikaze mengernyit bingung.
" Kau kenapa Naru?" Tanyanya setelah melihat Naruto menghela napas lega.
" Ah. Tidak. Naru harus segera kekamar untuk bersiap-siap pergi kuliah." Naruto kemudian melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Meninggalkan kakak iparnya yang masih menatapnya bingung.
.
Tak berapa lama Naruto kemudian turun dari kamarnya dengan mengenakan tanktop berwarna hitam dan kemeja berwarna merah yang tidak dikancing juga celana jeans panjang. Rambut pirang panjangnya ia ikat ponytail. Dan sebuah tas selempang dibawanya.
Naruto berjalan menuju ruang makan yang berada disamping dapur. Ia ambil beberapa potong roti yang sudah diolesi selai stroberi. Setelah itu ia pun berjalan menuju keluar dari rumahnya untuk pergi kuliah.
" Oneesan.. Naru berangkat kuliah dulu!" Naruto berteriak sebelum keluar dari rumah. Yang juga dijawab oleh teriakan dari dalam rumah.
Saat hendak mengambil mobil miliknya. Ia baru menyadari jika mobilnya itu ada di kediaman Uchiha. Setelah kemarin ia pergi kesana dan pergi bersama Itachi setelahnya. Naruto pun hanya bisa menghela napas karena kecerobohannya itu. Sebenarnya masih ada mobil milik kakak ipar dan ibunya didalam garasi. Tapi Naruto terlalu malas untuk masuk kedalam rumahnya hanya sekedar untuk mengambil kunci mobil.
Naruto pun memutuskan untuk menaiki kendaraan umum saja. Dilangkahkan kaki jenjangnya menuju keluar dari kediamannya.
" Itachi-nii.. Kau belum pulang?" Tanya Naruto setelah keluar dari gerbang rumahnya dan mendapati Itachi yang berdiri sambil bersandar pada mobil sedan hitamnya.
Itachi hanya tersenyum kearahnya dan membenarkan posisi berdirinya menjadi tegak dan tidak bersandar pada body mobil.
" Aku akan mengantarmu ke kampus." Jawabnya dan membuka pintu mobil yang tadi menjadi sandarannya berdiri. Naruto berjalan menghampiri Itachi.
" Itachi-nii tidak perlu repot mengantarkan Naru ke kampus. Naru kan bisa berangkat sendiri." Ujar Naruto setelah berdiri disamping Itachi.
" Aku tahu mobilmu ada dirumahku Naru. Karena itu aku akan mengantarmu." Kata Itachi mengisyaratkan pada Naruto untuk segera masuk kedalam mobilnya.
Naruto kemudian mengikuti isyarat Itachi dan masuk kedalam mobilnya. "Arigato.." Ucapnya ketika Itachi menutup pintu mobil untuknya.
Itachi berjalan kearah pintu mobil lainnya. Kemudian ia masuk dan memakai sabuk pengaman dan melajukan mobilnya.
Sedan itu melaju menyusuri jalanan menuju kampus dimana Naruto menuntut ilmu. Tak ada pembicaraan didalam mobil itu. Itachi fokus pada jalanan sementara Naruto sibuk membaca buku.
Tanpa terasa tempat yang menjadi tujuan mereka terlihat. Itachi menghentikan mobilnya didepan gerbang kampus tempat Naruto dan adiknya menuntut ilmu.
" Jam berapa kau pulang Naru?" Tanya Itachi membuka suara.
" Mungkin jam dua siang." Jawab Naruto melihat jam yang melingkar ditangannya.
" Aku akan menjemputmu."
" Eh.?" Naruto menghentikan gerakan tangannya yang sedang berusaha untuk melepaskan sabuk pengamannya.
" Cepatlah masuk! Nanti kau bisa terlambat." Ujar Itachi membukakan pintu mobil untuk Naruto.
" Eh.. Iya." Naruto melanjutkan kegiatannya membuka sabuk pengaman yang dikenakannya. Setelah itu ia langsung keluar melalui pintu mobil yang sudah dibukakan Itachi. Naruto menutup kembali pintu mobil setelah ia keluar. Ia kemudian melambaikan tangannya kearah Itachi. Itachi balas melambai dari dalam mobilnya.
Mobil sedan hitam milik Itachi itupun kemudian mulai melaju meninggalkan tempat dimana Naruto yang masih berdiri. Naruto masih berdiri ditempatnya menatap kearah mobil Itachi yang mulai menghilang dari pandangannya. Ia pun kemudian berbalik hendak menuju ke gedung tempat dirinya menuntut ilmu.
Namun ketika berbalik dirinya langsung dikejutkan oleh seseorang yang berdiri sangat dekat dengan dirinya. Ia juga hampir saja menabrak dada bidang milik seorang pria itu. Naruto pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik dada bidang itu.
Mata sapphire Naruto langsung bertatapan dengan onyx kelam milik seseorang yang sangat ia kenali. Sasuke. Nama yang sangat sakral dihatinya yang tak lain adalah si pemilik onyx tersebut.
" Bisakah kau tidak mengejutkan ku Teme?" Ujar Naruto mengusap dadanya yang tadi seperti mau meloncat.
" Hn." Jawab Sasuke ambigu.
" Itu bukan jawaban Teme." Seru Naruto dengan nada yang naik satu oktaf. Ia sangat kesal pada pria yang sekarang berjalan dihadapannya itu.
" Hn." Jawab Sasuke lagi membuat alis Naruto berkedut kesal.
Naruto pun memilih diam dan tak ingin berbicara lagi dengan pria yang berjalan didepannya.
" Bagaimana kau bisa berangkat ke kampus dengan Aniki.?" Sasuke menghentikan langkahnya secara tiba tiba membuat Naruto yang berjalan dibelakangnya hampir menubruk punggungnya.
" Kami hanya kebetulan bertemu dijalan. Dan Itachi-nii menawarkan tumpangan kepadaku!" Dusta Naruto berjalan mendahului Sasuke yang masih berdiri ditempatnya.
" Benarkah?" Tanya Sasuke melanjutkan kembali langkahnya dan sekarang berjalan berdampingan dengan Naruto.
" Hn." Jawab Naruto meminjam trademark Sasuke dan itu membuat alis si pemilik trademark berkedut kesal. Mereka berjalan berdampingan dalam diam menuju kelas mereka.
" Untuk apa kau kemarin datang ke rumahku?" Sasuke membuka suara setelah hening beberapa menit yang lalu. Mereka berjalan di lorong gedung universitas.
" Menemui mu." Jawab Naruto singkat tanpa menghentikan langkahnya.
" Lalu kenapa kau malah pergi dan tidak menemuiku?" Tanya Sasuke lagi.
" Karena kau sibuk." Jawab Naruto singkat.
" Sibuk?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya tak mengerti.
" Iya.. Kau sedang 'sibuk' bersama Hinata saat aku datang. Aku pergi karena tidak mau menganggu kalian ." Jelas Naruto dengan nada datarnya.
" Kau melihatnya?" Tanya Sasuke mengingat kembali apa yang sedang dilakukan dirinya dengan Hinata saat Naruto datang.
" Hn." Jawab Naruto yang lagi lagi menggunakan trademark milik Sasuke. Sekarang Sasuke tahu bagaimana perasaan orang-orang yang mendapati dua huruf andalannya itu.
Langkah mereka berhenti didepan pintu besar yang tak lain adalah ruangan kelas mereka. Mereka kemudian berjalan masuk kedalam kelas dan duduk di kursi mereka masing-masing. Naruto duduk duduk di kursi paling belakang. Sementara Sasuke duduk dikursi didepan Naruto disamping Hinata yang sudah sejak tadi duduk dikursinya.
" Ohayo.. Naru-chan." Sapa Hinata sambil tersenyum manis kearah Naruto. Ia memutar tubuhnya agar bisa melihat Naruto yang duduk dibelakangnya.
" Ohayo mo.. Hinata-chan." Balas Naruto juga dengan senyumnya.
" Apa kau baik-baik saja Naru-chan?" Tanya Hinata menatap khawatir pada Naruto. Sasuke melirik melalui ekor matanya dua wanita yang sedang mengobrol.
" Kenapa kau bertanya seperti itu Hinata-chan?" Naruto balik bertanya.
" Kau terlihat agak lesu Naru-chan." Kata Hinata terlihat jelas jika ia sedikit berhati-hati saat mengatakannya.
" Oh.. Aku hanya kurang tidur Hinata-chan. Semalam aku baru tidur jam satu pagi." Jawab Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum canggung kearah gadis bersurai indigo.
" Benarkah?" Giliran Sasuke yang membuka suara dan memutar tubuhnya untuk menghadap kearah Naruto. Ia juga memicingkan matanya menatap Naruto.
Naruto memutar bola matanya bosan." Benar Teme.." Jawabnya dengan nada malas.
" Lalu. Apa yang kau lakukan sampai kau tidur jam satu pagi?" Tanya Sasuke menyelelidik. Ia masih memicingkan matanya pada Naruto.
" A-aku..." Wajah Naruto sudah memerah dan kata-katanya menjadi terbata-bata. Tidak mungkin kan ia mengatakan apa yang ia lakukan semalam yang membuat ia tidur jam satu pagi.
" Kau baik-baik saja Naru-chan? Apa kau demam?" Tanya Hinata khawatir. Tangan putihnya terangkat menyentuh dahi Naruto saat melihat wajah Naruto yang memerah. Sementara Sasuke hanya menatap datar wanita yang sedang merona.
" A-aku baik-baik saja Hinata-chan. Kau tidak perlu khawatir." Jawab Naruto menjauhkan tangan Hinata dari dahinya.
" Kau yakin? Tapi wajahmu sangat merah Naru?" Tanya Hinata lagi.
" Tentu saja Hinata." Jawab Naruto mengacungkan jempolnya kearah Hinata dengan senyum lima jari andalannya.
" Kau belum menjawab pertanyaan ku Dobe. Apa yang kau lakukan semalam?" Pertanyaan Sasuke membuat Naruto kembali salah tingkah. Ia tidak mungkin mengatakan pada Sasuke kalau semalam ia bercinta hingga pukul satu dinihari dengan kakaknya kan. Naruto menggeleng-geleng kepalanya membuat Hinata dan Sasuke yang sedang melihatnya mengernyit bingung melihat tingkahnya.
Dewi fortuna sepertinya masih berpihak pada gadis bersurai pirang itu. Karena belum sempat ia menjawab. Dosen yang mengajar hari itu sudah datang dan membuat Hinata juga Sasuke kembali menatap kedepan. Naruto menghela napas lega karena harus terbebas dari pertanyaan Sasuke. Ia pun kembali memfokuskan perhatiannya pada mata kuliah hari itu. Walau sebenarnya tidak bisa berkonsentrasi penuh karena masih teringat pertanyaan dari Sasuke.
.. Skip time...
Jam istirahat adalah jam yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa. Mereka menggunakan jam istirahat untuk berkumpul atau sekedar makan siang. Semua mahasiswa sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Namun berbeda dengan Naruto yang masih berada dalam Hinata dan Sasuke sudah keluar dari kelasnya dan meninggalkan Naruto.
Ia sama sekali tidak berniat untuk beranjak dari tempatnya. Mata sapphire-nya memandang keluar jendela. Menerawang dan menatap langit cerah siang itu. Matanya terus menjelajah hingga berhenti pada satu titik.
Taman kampus yang terlihat agak sepi karena kebanyakan mahasiswa saat ini sedang berada dikantin kampus ataupun gedung olahraga untuk sekedar bermain basket ataupun hanya menonton. Di taman itu hanya terdapat segelintir mahasiswa saja.
Namun mata Naruto berhenti pada sebuah objek yang berada ditaman itu. Dua orang berbeda gender yang sangat ia kenali. Sahabatnya dan pria yang dicintainya yang juga sahabatnya. Mereka terlihat sedang menghabiskan waktu bersama dengan bercengkerama.
Mesra. Itulah kata yang terlintas dibenak Naruto saat melihat kebersamaan mereka. Sesaat mata sapphire itu bertemu dengan onyx milik Sasuke. Sadar atau tidak sebuah senyuman terpatri diwajah cantiknya. Sementara Sasuke hanya menatapnya datar dari taman itu. Setelah mata berbeda warna itu bertemu. Sasuke mendaratkan sebuah ciuman dibibir Hinata. Dan itu terlihat jelas dimata Naruto.
Naruto hanya menatap datar pemandangan tersebut. Naruto kemudian memalingkan wajahnya menatap kedepan. Tangannya terangkat menyentuh dada sebelah kiri dimana jantungnya terletak. Memang masih terasa sesak saat melihat pria yang dicintainya berciuman dengan wanita lain. Tapi entah kenapa rasa sesak yang saat ini ia rasakan tidak sesesak yang kemarin.
Tangan yang menyentuh dadanya terangkat dan menyentuh bibirnya. Kemarin Itachi mencium bibirnya untuk mengalihkan rasa sesak yang dirasakannya. Ia masih bisa merasakan ciuman Itachi saat itu. Tapi. Bukankah ia juga berciuman saat sedang bercinta semalam. Bahkan ciuman itu berubah menjadi ciuman panas dan intim. Mengingat hal itu membuat wajahnya memanas dan memerah. Entah kenapa semua kegiatannya semalam terlihat jelas dalam ingatannya. Bagaimana ia menyentuh dan disentuh. Wajahnya semakin memerah karena ingatan itu tidak mau pergi dari pikirannya. Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya berharap ingatan tentang kegiatannya semalam menghilang.
Naruto terlalu larut dalam lamunannya. Tidak menyadari dua orang yang tadi berada di taman sudah masuk kembali kedalam kelas. Dan memperhatikannya yang sedang melamun dengan wajah memerah.
" Naru-chan.." Seru Hinata. Mengembalikan Naruto dari lamunannya.
" Eh?" Naruto mendongakkan kepalanya menatap Hinata dan Sasuke yang berdiri dihadapannya dengan wajah bodohnya.
" Jangan memasang wajah bodoh seperti itu Dobe! Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan Dobe?" Giliran Sasuke yang membuka suara masih memasang wajah datarnya.
Naruto hanya merengut kesal mendengar perkataan Sasuke yang mengatainya bodoh.
" Bukan urusanmu." Jawab Naruto ketus. Dan kembali menatap keluar jendela. Sasuke mendengus sementara Hinata hanya tersenyum melihat interaksi dua orang yang penting baginya.
Mata kuliah selanjutnya pun berlangsung dengan tenang dan damai. Berlanjut ke mata kuliah selanjutnya hingga mata kuliah yang terakhir berlangsung dengan tenang. Hingga jam pulang pun tiba.
.
" Setelah ini kau akan langsung pulang atau kemana Naru-chan?" Tanya Hinata yang sedang berjalan disampingnya. Saat ini mereka bertiga sedang berjalan keluar dari gedung kampus. Sementara Sasuke hanya diam dan menatap datar dua wanita yang sedang berjalan didepannya.
" Sepertinya aku tidak akan pergi kemana-mana Hinata-chan." Jawab Naruto memasang pose berpikir.
" Ini kan masih siang Naru-chan. Kau benar-benar tidak ingin pergi keluar lebih dulu sebelum pulang?" Naruto hanya menggeleng menjawab pertanyaan itu.
Merekapun melanjutkan perjalanan menuju keluar gedung dengan Sasuke yang masih mengekori kedua wanita itu dibelakangnya.
" Kau yakin tidak mau ikut bersama kami Naru-chan?" Tanya Hinata. Naruto hanya menggelengkan kepalanya untuk menolak ajakan Hinata. Mereka berhenti dipersimpangan jalan antara menuju tempat parkir kampus dan gerbang kampus. Sasuke dan Hinata hendak menuju tempat parkir dimana mobil milik Sasuke berada disana. Sementara Naruto hendak menuju ke gerbang kampus untuk segera pulang.
" Kau bisa mengambil mobilmu dirumahku Dobe. Jadi ikutlah dengan kami." Kali ini giliran Sasuke yang menawarinya tumpangan.
" Tidak Teme. Terima kasih, aku akan mengambil mobilku dirumahmu nanti saja." Jawab Naruto final dan kemudian berjalan menuju gerbang. Sasuke dan Hinata pun melangkahkan kakinya menuju tempat parkir.
Saat sudah keluar dari gerbang kampus. Langkah Naruto terhenti saat dihadapannya berdiri seorang pria yang bersandar pada mobilnya sambil memainkan SmartPhone ditangannya. Naruto sangat mengenal pria dan mobil itu. Pria yang mengenakan celana hitam panjang, t-shirt putih polos yang dipadukan dengan blazer yang tidak dikancing. Pakaian yang casual namun terlihat pas dan menarik. Pantas saja sejak tadi banyak wanita yang berhenti untuk melihat pria tampan dengan surai raven panjangnya dan mengaguminya.
Onyx yang sejak tadi menatap layar SmartPhone miliknya. Kini beralih menatap wanita bermata sapphire yang berdiri dihadapannya. Sebuah senyuman terukir diwajah tampannya. Membuat para wanita yang tadi berhenti untuk melihatnya berteriak histeris melihat ketampanan pria itu.
" Apa yang Itachi-nii lakukan disini?" Tanya Naruto mengernyitkan dahinya.
" Kau lupa? Tadi pagi aku sudah bilang kalau aku akan menjemputmu Naru." Jawab Itachi memasukkan SmartPhone miliknya kedalam saku celananya. Ditatapnya wanita beriris sapphire yang berdiri di hadapannya.
" Menjemputku?" Beo Naruto. Meyakinkan pendengarannya.
Itachi tidak menjawab akan tetapi ia beranjak untuk membuka pintu mobil.
" Masuklah..!" Ujar Itachi menatap Naruto dan mengisyaratkannya untuk segera masuk. Naruto pun melangkah dan masuk kedalam mobil yang telah dibukakan pintunya oleh Itachi.
" Arigato." Ujar Naruto saat Itachi menutup pintunya. Itachi balas tersenyum kearahnya. Ia pun kemudian berjalan menuju pintu satunya dan masuk kedalam mobil. Ia pun kemudian melajukan mobilnya.
Tepat saat mobil Itachi melaju melewati pintu gerbang. Mobil Sasuke pun keluar dari gerbang itu. Sasuke menatap datar mobil yang sangat ia kenali. Ia juga melihat penumpang dan pengemudi yang sangat ia kenali sebagai Kakak dan sahabatnya. Sasuke melajukan mobilnya kearah yang berlawanan.
.
~~Now I Love U
.
" Kita mau kemana Itachi -nii?" Tanya Naruto ketika menyadari jalan yang dilaluinya bukanlah jalan menuju rumahnya ataupun rumah Itachi.
" Kita akan mencari makan dulu sebelum kerumahku." Jawab Itachi melirik sekilas kearah Naruto. Namun kemudian ia kembali memfokuskan matanya pada jalanan yang sedang dilaluinya.
" Makan?" Tanya Naruto mengerjapkan matanya berkali-kali menatap Itachi tidak mengerti.
" Kau belum makan kan Naru?" Tanya Itachi yang dibalas gelengan kepala oleh Naruto. Ia memang belum makan karena jam istirahat tadi ia hanya berdiam diri didalam kelasnya.
Itachi menghentikan kendaraannya disebuah kedai kecil. Mereka kemudian keluar dari dalam mobil.
Mata Naruto berbinar ketika melihat kedai ramen Ichiraku yang ada dihadapannya. Ia kemudian menoleh dan menatap Itachi masih dengan matanya yang berbinar-binar. Itachi sudah sangat tahu apa yang disukai oleh Naruto. Dulu Kyuubi sering menceritakan tentang adik kesayangannya itu. Bagaimana Naruto sangat menggemari makanan bernama ramen. Ia masih mengingatnya dengan baik. Begitu juga kenangannya saat bersama Kyuubi. Karena itulah ia membawa Naruto kemari.
" Kau suka?" Tanya Itachi sambil tersenyum melihat wajah Naruto yang menggemaskan. Naruto mengangguk cepat menjawab pertanyaan Itachi.
" Ayo masuk!" Ajak Itachi melangkahkan kakinya masuk kedalam kedai. Dijawab anggukkan penuh semangat dari Naruto yang juga langsung melangkahkan kakinya cepat masuk kedalam kedai. Membuat Itachi tersenyum melihatnya.
Merekapun masuk dan memesan ramen sesuai selera mereka. Itachi dapat melihat betapa lahapnya Naruto saat memakan ramen pesanannya. Ia bahkan menghabiskan beberapa mangkuk ramen hingga bersih. Itachi tersenyum ketika melihat cara makan Naruto yang berantakan seperti anak kecil itu. Tangan Itachi terangkat untuk membersihkan bibir Naruto yang berminyak karena kuah ramen menggunakan tisu. Naruto sempat tersentak namun kemudian tersenyum kearah pria yang sedang membersihkan bibirnya dengan lembut.
Itachi menatap lekat bibir Naruto yang sudah beberapa kali diciumnya. Ibu jarinya berlama-lama menyentuh bibir Naruto yang terasa lembut. Membuat Naruto menatap bingung kearah Itachi yang menyentuh bibirnya dengan ibu jarinya.
Itachi yang sudah tidak tahan melihat bibir yang menggoda itu. Perlahan-lahan mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto. Hanya tinggal satu centi lagi bibirnya bertemu dengan bibir Naruto.
" Itachi-nii..." Sebuah suara yang tak lain milik Naruto membuat gerakan Itachi terhenti. Namun ia tidak menjauhkan wajahnya dari Naruto. Ia hanya menatap Naruto langsung ke sapphire miliknya dengan jarak sedekat ini.
" I-ini ditempat umum." Lanjutnya dengan nada yang lirih dan sedikit terbata karena gugup. Itachi yang mengetahui maksud Naruto kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Naruto yang sudah memerah.
" Gomen. Naru.." Ujar Itachi. Ia sedikit merasa bersalah karena hendak mencium bibir Naruto ditempat umum. Hal itu pasti membuat wanita yang duduk disampingnya sangat malu. Terlihat jelas dari wajah Naruto yang sudah memerah. Itachi juga merutuki dirinya sendiri yang tidak mampu mengendalikan dirinya saat melihat bibir Naruto yang begitu menggodanya.
Naruto menggeleng dan memaklumi perbuatan Itachi kepadanya. Sebenarnya ia juga ingin merasakan bibir pria itu disaat mereka dalam keadaan seperti ini. Bukan sekedar untuk pelampiasan saja. Tapi mengingat tempat dimana mereka berada sekarang. Ia pun harus menahan diri.
Setelah selesai makan mereka kembali menaiki mobil dan melajukan mobil menuju tujuan selanjutnya yaitu kediaman Uchiha. Naruto bermaksud untuk mengambil mobilnya yang ia tinggalkan di kediaman Uchiha kemarin.
.
~~Now I Love U
.
Disebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan kantor itu. Terdapat seorang pria berambut merah kejinggaan yang sedang duduk dikursinya. Dihadapannya berdiri seorang pria berambut silver yang mengenakan masker diwajahnya.
Pria yang diketahui bernama Hatake Kakashi yang merupakan orang kepercayaan keluarga Namikaze itu. Melangkahkan kakinya semakin mendekat kearah meja kerja seorang pria berambut merah kejinggaan yang tak lain Namikaze Kyuubi. Diletakkannya sebuah amplop besar berwarna coklat diatas meja kerja Kyuubi.
Kyuubi hanya menatap datar amplop yang tergeletak diatas meja kerjanya. Kemudian tangannya terangkat meraih amplop tersebut. Dibukanya amplop itu dan dikeluarkannya isi dalam amplop itu.
Rahang sulung Namikaze itu mengeras. Tatapannya menajam dan nyalang ketika melihat isi amplop yang tak lain beberapa lembar photo. Photo dari dua orang yang sangat dikenalnya.
Photo yang memperlihatkan seorang wanita berambut pirang yang tak lain adik kesayangannya. Digendong dengan gaya bridal oleh seorang pria berambut raven panjang yang tak lain pria yang dicintainya. Memasuki sebuah hotel.
" Apa yang mereka lakukan di hotel itu Kakashi?" Tanya Kyuubi pada pria yang masih berdiri dihadapannya. Nadanya terdengar begitu dingin.
" Saya tidak tahu Kyuubi-sama. Kamar dihotel itu kedap suara jadi saya tidak mendengar apapun dari dalam kamar mereka. Mereka semalaman berada dikamar hotel. Dan baru keluar saat pagi hari." Jelas pria bermasker itu menjawab pertanyaan tuannya Kyuubi.
" Pergilah!" Perintah Kyuubi. Pria bermasker itupun keluar dari ruangan kerja Kyuubi. Meninggalkan Kyuubi seorang diri dalam ruangan itu.
Kyuubi kembali menatap lembaran photo ditangannya. Rahangnya kembali mengeras tangannya meremas photo ditangannya hingga tidak berbentuk.
" Awas kau Uchiha!" Desisnya.
.
.
.
.
Tbc..
.
.
.
.
Whooaaaaa...
Udah update lagi..! XD
Gimana menurut reader? Kalau segini bisa dibilang update kilat ga? Hehe
Maaf karena lemonnya kurang hot. Yang hotnya Viz simpen buat nanti. Hehe
Oia makasih buat reader yang udah ngingetin Viz klo di chap sebelumnya ada typo yang nyelip. Viz juga sebenarnya baru tahu pas udah dipublish.
Harap dimaklum. Karena dari proses penulisan, pengeditan dan publish semuanya pake WP dan bukan komputer ataupun laptop.
Viz juga mau bales review nih!
wildapolaris: Ini udah lanjut.. Maaf kalo lemonnya kurang hot.
Dewi15: Ini udah dilanjut. Fict ini emang ItafemNaru kok..
Yami(guest): Ini udah lanjut. Viz juga masih belum tahu sampai berapa chap. Hehe.. Makasih udah ingetin Viz soal typo.. :)
akasuna no hataruno teng tong: Makasih
Yukiko Senju: Menurut kamu ini udah kilat belom? Ini juga udah dipanjangin kok
Apriliany Ardeta: Menurut kamu ini udah hot belom? Iya ini happy end kok. Klo soal ItaNaru jatuh cinta. Mungkin ga bakalan lama lagi. Sasuke cemburu? Menurut kamu?
Ryuuna Atarashi: Ini udah dilanjut. Jangan sampe sakit hati beneran ya.. ;D
85: Ini udah update
Aiko Michishige: Ini udah lanjut
Aliyah649: Ikutin ja jalan ceritanya. Nanti juga tau kok. ;)
Astia Aoi: Makasih
Uzumaki prince Dobe-Nii: Kayanya di chap ini udah ada bocoran reaksi Kyuu yg tau soal ItaNaru deh.. :)
.146: Ga kok.. Ga bakalan lama lagi ItaNaru poling in lop.. :)
mao-tachi: Ini udah update
Shinaru(guest): Ini udah update
sivanya anggarada: ItaNaru pasti bersatu kok. Cuma masih lama dan masih banyak rintangannya. Makasih udah ingetin soal typo.:)
Harpaairiry: Ini udah dilanjut. Makasih :)
Oia buat reader yang nunggu kelanjutan fict ANOTHER STORY. Gomenne karena Viz masih blom bisa update lagi. Viz masih mau konsentrasi sama fict NOW I LOVE U dulu. Setelah fict ini tamat Viz pasti bakalan lanjutin fict yg lainnya kok.
Bocoran: Mungkin dichap depan bakal ada lemon lagi tapi pair yang lain. Hayoo tebak pair yang mana. SasufemNaru/Sasuhina/ItaKyuu/ KyuuIno? Chapter depan juga konfliknya mulai rumit lho!
Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat
Semoga kalian suka.. :)
Jangan lupa review ya.. :)
