NOW I LOVE YOU

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina/ KyuuIno

Rate : M

Genre : Hurt/comfort/ Romance

Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..

.

.

Don't like Don't Read

.

.

.

... NOW I LOVE U...

.

.

Naruto benar-benar menyesali keputusannya malam ini yang telah mengundang Itachi makan malam dirumahnya. Jika pada akhirnya suasana makan malam itu sendiri menjadi dingin, hening dan juga kaku. Makan malam yang seharusnya hangat itu malam ini benar-benar terasa dingin.

Naruto juga merasa dirinya benar-benar bodoh. Bagaimana mungkin ia bisa menyatukan Itachi dan kakak iparnya di satu meja yang sama. Meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya. Tetap saja diantara mereka ada dinding yang tinggi dan tak terlihat.

Ayolah semua orang juga tahu jika Itachi mencintai kakaknya. Dan bagaimana mungkin Naruto membuat Itachi berada di satu meja yang sama dengan wanita yang telah merebut orang yang dicintainya. Tentu saja itu akan sangat menganggu. Terutama perasaan Itachi saat ini. Itachi pasti merasa sangat tidak nyaman saat ini. Dan hatinya juga pasti kembali terluka.

Tapi yang Naruto herankan. Kenapa kakak iparnya juga bersikap canggung seperti itu. Apakah Ino sudah tahu tentang hubungan kakaknya dengan Itachi? Tidak. Naruto menggelengkan kepalanya. Itu tidak mungkin.

Yang tahu tentang hubungan Itachi dan Kyuubi hanya dirinya, Sasuke dan ayahnya yang pada akhirnya memisahkan dua orang saling mencintai itu. Ino yang baru masuk kedalam keluarga Namikaze pasti tidak tahu apapun.

Naruto kembali menatap kearah dua orang yang berada di satu meja makan bersamanya. Tidak ada yang berbicara satu sama lain. Bahkan dirinya sendiri tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang berbenturan dengan piring yang terdengar. Suasana yang benar-benar canggung.

Setelah makan malam selesai. Itachi langsung memutuskan untuk pulang. Naruto tahu saat ini Itachi pasti sedang merasa kacau. Dan ia pasti tidak ingin berlama-lama dalam situasi seperti ini. Karena itu Naruto memaklumi keputusan Itachi untuk langsung pulang setelah makan malam. Daripada tetap tinggal untuk sekedar mengobrol bersama.

Saat ini Naruto sedang mengantar Itachi menuju mobilnya yang terparkir di halaman depan rumahnya.

" Kalau begitu aku pulang dulu. Naru." Ujar Itachi kemudian memutar tubuhnya hendak membuka pintu mobilnya. Namun gerakkannya terhenti saat pergelangan tangannya digenggam oleh tangan yang lebih kecil dari tangannya. Itachi pun berbalik dan menatap Naruto yang sedang menundukkan kepalanya dalam. Ia bahkan tak dapat melihat ekspresi Naruto saat ini.

" Gomen..." Ucapnya lirih masih dengan kepala yang menunduk.

" Tidak seharusnya Naru mengundang Itachi-nii untuk makan malam disini..." Naruto mendongakkan kepalanya dan menatap Itachi.

" Naru tahu saat ini Itachi-nii pasti merasa tidak nyaman. Naru benar-benar menyesal." Naruto kembali menundukkan kepalanya.

Jari Itachi terangkat dan bergerak mengangkat dagu Naruto. Sehingga wajah Naruto yang menunduk kini terangkat dan menatap langsung onyx miliknya. Itachi kemudian menundukkan kepalanya. Mendekatkan wajahnya dengan wajah Naruto. Mengikis jarak diantara mereka.

Naruto sudah memejamkan matanya untuk menyambut bibir Itachi yang semakin mendekat ke bibirnya. Bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman. Naruto sadar saat ini Itachi sedang membutuhkan dirinya sebagai pelampiasan dari luka dihatinya. Ini semua juga salahnya. Karena tidak seharusnya ia mempertemukan Itachi dengan kakak iparnya yang merupakan istri dari pria yang dicintainya.

Naruto akan membiarkan Itachi melakukan apapun padanya. Karena ia sendiri tidak dapat melihat pria yang sekarang menciumnya ini terluka.

Tangan Itachi yang lainnya menarik pinggang Naruto kedalam pelukannya. Membuat tidak ada jarak sama sekali ditubuh mereka. Naruto sendiri sudah mengalungkan lengannya dileher Itachi untuk memperdalam ciuman mereka. Lidah Itachi membelai belahan bibir Naruto meminta ijin kepadanya untuk masuk dan bergulat dengan lidah Naruto. Naruto pun langsung membuka mulutnya dan membiarkan lidah Itachi menginvasi rongga mulutnya. Lidahnya pun ikut berdansa dengan lidah Itachi. Membuat erangan terdengar dari mulut Naruto.

Mereka terus berciuman dalam posisi seperti itu dalam waktu yang cukup lama. Mereka juga terlalu terbuai dalam ciuman itu. Hingga tidak menyadari sepasang aquamarine yang menatap kearah mereka dengan tatapan tak percaya. Raut terkejut bahkan terlihat jelas disorot matanya. Ia bahkan menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia pun segera kembali ketempatnya. Karena tidak ingin melihat aktivitas ItaNaru itu.

Merasa pasokan udara diparu-paru mereka mulai menipis. Dengan sangat enggan mereka melepaskan ciuman mereka. Benang saliva terputus dan menetes didagu mereka masing-masing. Itachi menyeka saliva yang menetes didagunya dengan jarinya. Kemudian ia menunduk dan menjilat saliva yang menetes didagu Naruto.

Ditatapnya wajah Naruto yang memerah dengan napas yang memburu akibat ciuman panas mereka tadi.

" Mau menemaniku kesuatu tempat? Naru?." Tanya Itachi menatap lekat Naruto. Naruto mengangguk sebagai jawabannya.

Merekapun kemudian masuk kedalam mobil dan pergi dari kediaman Namikaze. Menyusuri jalanan dimalam hari.

Setelah 30 menit perjalanan merekapun sampai disebuah jalanan yang menanjak. Itachi turun dari mobilnya di ikuti oleh Naruto yang juga turun dan keluar dari mobil Itachi. Mereka kemudian berjalan menuju sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dan dipenuhi oleh pepohonan. Merekapun sampai dipuncak bukit itu setelah 10 menit berjalan.

Dipuncak bukit itu terdapat pembatas yang terbuat dari teralis besi. Mereka berjalan dan mendekat ke pembatas itu.

" Huwaaaaa.. Indah sekali.." Seru Naruto setelah matanya melihat pemandangan kota Konoha dari atas bukit itu.

" Kau suka.?" Tanya Itachi yang berdiri disampingnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya pada pembatas. Naruto mengangguk cepat menjawab pertanyaan Itachi.

Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Pandangan mata yang berbinar penuh kagum dengan apa yang dilihatnya. Dan rambut panjangnya yang tergerai dibelai oleh angin. Semua itu tak luput dari pandangan Itachi. Tanpa ia sadari sudut bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman tulus. Rasa sesak dan tidak nyaman yang ia rasakan tadi saat bersama dengan istri dari pria yang dicintainya. Telah hilang begitu saja. Entah kenapa hanya dengan keberadaan wanita yang sekarang berada disampingnya ini saja semua rasa sakit itu terlupakan.

" Itachi-nii curang. Kenapa baru menunjukkan tempat seindah kepada Naru sekarang?" Ujar Naruto dengan nada yang dibuat kesal. Membuyarkan semua lamunan Itachi.

" Aku juga baru menemukannya Naru..." Jawab Itachi membuat Naruto menoleh dan menatap lekat kearah Itachi.

" Saat mendapatkan undangan pernikahan dari kakakmu. Aku langsung pergi dari rumah dan melajukan mobilku tanpa arah.." Cerita Itachi menatap lurus kedepan dimana tersaji pemandangan kota Konoha dimalam hari. Naruto masih diam menatap Itachi dan menunggu Itachi melanjutkan ceritanya.

" Dan tanpa aku sadari aku sudah sampai ditempat ini." Lanjutnya menoleh menatap Naruto sebentar kemudian kembali menatap lurus ke depan.

" Awalnya aku berpikir kalau tempat ini cukup bagus dan pas untuk bunuh diri." Sebuah senyum miris tercetak diwajah tampannya. Helaian raven panjang miliknya bergoyang tertiup angin.

Naruto sempat tersentak ketika mendengar kata 'bunuh diri' keluar dari mulut pria berusia 28 tahun. Naruto tak menyangka jika pria disampingnya ini seputus asa itu. Hingga berpikir untuk bunuh diri saat pria yang dicintainya akan menjadi milik orang lain. Itachi pasti sangat mencintai kakaknya. Betapa beruntungnya kakaknya itu karena dicintai sebesar itu oleh Itachi. Entah kenapa ada perasaan iri yang terselip dihatinya.

" Tapi.. Aku bukanlah seorang wanita melankolis yang sedang putus asa dan ingin mati." Ujarnya mematahkan semua pemikiran Naruto tadi.

" Aku pria maskulin yang tampan dan tidak kenal pantang menyerah." Narsisnya yang mendapatkan sebuah dengusan dari Naruto. Itachi pun hanya terkekeh pelan melihat reaksi Naruto itu. Mereka berdua kemudian kembali menatap lurus kedepan dan hening sesaat.

" Entah kenapa saat ini Naru merasa iri pada Kyuu-nii? Kyuu-nii benar-benar beruntung." Ujar Naruto sambil tersenyum lemah.

" Ia sangat dicintai oleh Itachi-nii. Dan aku percaya kalau Kyuu-nii juga sangat mencintai Itachi-nii.." Lanjutnya menatap Itachi yang juga sedang menatapnya.

" Kalian hanya dua orang yang tidak beruntung karena tidak bisa saling memiliki." Lanjutnya lagi mereka berdua kemudian saling menatap satu sama lain dalam diam. Hembusan angin yang cukup kencang membuat mereka kembali dari pemikiran mereka masing-masing. Mereka kembali menatap lurus ke depan dimana pemandangan kota Konoha di malam hari tersaji memanjakan mata. Tak ada lagi pembicaraan setelah itu. Mereka hanya diam dan menikmati keheningan.

Angin yang berhembus semakin dingin membuat Naruto yang hanya mengenakan dress selutut berwarna hitam memeluk tubuhnya sendiri karena dingin. Itachi yang melihatnya berjalan menghampiri Naruto. Dilepaskannya blazer hitam yang dikenakannya. Disampirkan blazer miliknya itu ditubuh mungil Naruto untuk menghangatkan tubuhnya.

" Ini sudah malam. Lebih baik kita pulang sekarang." Ujar Itachi setelah mengenakan blazernya ditubuh Naruto. Naruto hanya mengangguk. Ia sedang menyamankan tubuhnya yang mengenakan blazer milik Itachi. Naruto dapat mencium aroma mint yang menempel diblazer milik Itachi. Aroma tubuh Itachi yang sudah dihapalnya.

Mereka pun beranjak dari tempat itu. Dan berjalan menuruni bukit untuk kembali ke mobilnya. Setelah sampai ditempat dimana mobilnya terparkir merekapun segera masuk dan pulang menuju rumah mereka masing-masing. Untuk beristirahat.

.

~~Now I Love U

.

Bunyi hentakkan kaki beralaskan sepatu pantofel mahal berwarna hitam yang mengkilat. Berbenturan dengan lantai keramik gedung perkantoran. Menggema di lorong gedung itu.

Langkah kaki yang semakin lama semakin cepat. Untuk mencapai tujuannya secepat mungkin.

Pria berambut merah kejinggaan dengan mata ruby itu. Hanya menatap datar karyawan yang membungkuk hormat kepadanya ketika berpapasan. Ia sama sekali tidak berniat untuk beramah tamah pada setiap karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya. Dari mata ruby-nya terlihat jelas kilatan amarah yang sangat besar. Aura disekitarnya pun begitu dingin dan mencekam. Membuat orang yang berada disekitarnya menciut ketakutan.

Ia terus melangkah hingga disebuah ruangan dengan pintu yang bertuliskan DIREKTUR UTAMA. Tanpa basa basi seperti mengetuk ataupun bertanya kepada seorang wanita berambut hitam sebahu yang tidak lain adalah sekretaris sang Direktur itu.

Pria berambut merah dengan iris ruby yang tak lain Namikaze Kyuubi itu. Langsung menerobos masuk kedalam ruangan tersebut. Membuat si sekretaris berlari mencoba untuk menghentikan Direktur Namikaze corps. Namun gagal karena pada akhirnya pria itu berhasil masuk ke dalam ruangan Direktur Uchiha corps.

" Maaf pak Direktur. Namikaze -san tidak mau mendengarkan saya dan menerobos masuk ke ruangan Bapak." Sekretaris itu membungkuk hormat kepada seorang pria yang duduk di meja kerjanya. Sementara Kyuubi yang berdiri disamping wanita itu hanya menatap datar pria yang juga sedang menatapnya.

" Tidak apa-apa. Kau keluarlah!" Perintahnya mutlak. Dan sekretaris itu pun kembali membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangan itu. Meninggalkan dua orang Direktur dari dua perusahaan yang berbeda didalam ruangan tersebut. Mereka masih saling menatap datar satu sama lain.

Kyuubi berjalan mendekat kearah meja kerja Direktur Uchiha corps. Yang tak lain adalah si sulung Uchiha Itachi. Pria yang pernah memiliki arti dihidupnya.

Kyuubi kemudian melemparkan sebuah amplop berwarna coklat yang tadi dibawanya keatas meja kerja sang Direktur. Itachi menatap datar amplop yang tergeletak diatas meja kerjanya. Ia sudah memperkirakan jika hal ini akan terjadi cepat atau Itachi pun kemudian meraih amplop tersebut.

" Bisa kau jelaskan kepadaku! Apa yang terjadi sebenarnya?" Kyuubi membuka suara ketika Itachi sudah membuka dan melihat isi dari amplop tersebut. Yang merupakan lembaran photo yang sama dengan yang ia lihat saat dirinya berada di kota Sunna.

" Tanpa aku jelaskan. Aku rasa kau bisa tahu sendiri hanya dengan melihatnya." Jawab Itachi datar namun terselip sebuah nada yang menantang dalam ucapannya. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi yang didudukinya. Tatapannya lurus kedepan menatap pria yang berdiri menjulang dihadapannya.

Rahang Kyuubi mengeras. Ia kemudian berjalan cepat mendekati meja kerja pria yang menatap penuh tantangan kearahnya. Setelah dekat dan hanya dipisahkan oleh meja kerja sang Direktur. Kyuubi membungkuk dan menarik kerah depan Itachi. Membuat tubuh Itachi yang tadi bersandar dikursinya menjadi sedikit maju kedepan dan dekat dengan Kyuubi.

" KAU!" Geram Kyuubi menatap nyalang onyx Itachi. Sementara Itachi hanya menatap datar pria yang sedang dalam emosi itu.

Mereka terus berada diposisi seperti itu untuk beberapa saat. Hingga pada akhirnya cengkeraman tangan Kyuubi pada kerah kemeja Itachi melemah dan terlepas. Tubuhnya yang membungkuk kembali berdiri tegak. Tatapannya kembali datar namun tajam.

" Jauhi Naruto!" Ucap Kyuubi tegas. Menatap tajam pria yang pernah atau mungkin masih mengisi hatinya.

" Bagaimana jika aku tidak mau?" Itachi membalas dengan nada datarnya namun sarat akan tantangan.

" KAU!" Geram Kyuubi.

" Kau akan merasakan akibatnya Uchiha!" Nada yang begitu dingin dan mengintimidasi itu terdengar jelas dari mulut Kyuubi.

" Apa itu sebuah ancaman?" Tanya Itachi tak kalah dinginnya.

" Jauhi Naruto! Atau kau benar-benar akan merasakan akibatnya!" Ujar Kyuubi yang sama sekali bukan jawaban dari pertanyaan Direktur muda dihadapannya.

" Baiklah. Tapi dengan satu syarat. Jika kau meninggalkan istrimu dan kembali padaku! Mungkin aku akan mempertimbangkannya dan menjauhi adikmu!" Sebuah seringai muncul ketika melihat ekspresi wajah pria dihadapannya kembali mengeras.

" KAU!" Kyuubi menggeram dan kembali menarik kerah pria yang sedari tadi hanya duduk dikursinya. Kepalan tangannya terangkat hendak menghantam wajah pria bermarga Uchiha itu.

'BRAKK'

Pintu ruangan tersebut terbuka. Membuat dua pria yang sedang bersitegang itu menoleh kearah pintu untuk melihat sipelaku yang telah membuka pintu. Sementara si pelaku hanya menutup mulutnya dengan satu tangannya karena terkejut melihat dua orang yang sangat dikenalinya sedang bersitegang. Kyuubi yang mencengkeram kerah kemeja Itachi dengan kasar dan sebuah kepalan tangan yang mengambang di udara.

" KYUU-NII?" Pekiknya ketika menyadari pria berambut merah kejinggaan itu hendak memukul pria berambut raven tadi. Kyuubi melepaskan kerah Itachi dengan kasar dan menurunkan kepalannya yang mengambang di udara. Itachi merapikan dasi dan kemejanya yang berantakan akibat cengkeraman Kyuubi.

" Apa yang sedang kau lakukan disini Naru/Naruto?" Tanya dua pria itu bersamaan pada si pelaku pembukaan pintu yang tak lain adalah Naruto. Namun dengan nada yang berbeda. Itachi dengan nada ramahnya dan Kyuubi dengan nada dinginnya. Dua pria itu kemudian saling melirik melalui ekor matanya. Sementara Naruto mulai berjalan mendekat ke arah dua pria itu.

" Naru hanya ingin mengembalikan jas Itachi-nii yang dipinjamkan kepada Naru." Ucapnya kemudian meletakkan tas jinjing yang tadi dibawanya ke atas meja kerja Itachi.

" Arigatou.." Ucapnya kemudian sambil tersenyum kearah Itachi yang juga balas tersenyum kearahnya.

" Kita Pulang!"

" Kyuu-nii?"

Kyuubi langsung memegang pergelangan tangan Naruto dan menarik -menyeret- Naruto keluar dari ruangan itu. Naruto sempat menoleh kearah Itachi yang masih duduk dikursinya. Namun Kyuubi terus menariknya keluar dari tempat itu.

Itachi sendiri hanya menatap datar dua orang yang semakin menjauh dari pandangannya.

Naruto hanya menurut dan membiarkan Kyuubi membawanya pergi dari tempat itu. Naruto meringis ketika pergelangan tangannya terasa perih akibat cengkeraman Kyuubi ditangannya. Dahinya mengernyit bingung saat dia menyadari kalau saat ini Kyuubi sedikit kasar kepadanya. Kyuubi tidak pernah kasar kepadanya selama ini. Apa kakaknya ini sedang marah? Tadi ia seperti hendak memukul Itachi diruangannya. Jika saja ia tidak masuk kedalam ruangan itu. Mungkin kepalan tangan kakaknya itu sudah mendarat dengan mulus diwajah tampan si sulung Uchiha. Kyuubi sepertinya sedang marah pada Itachi.

Mata Naruto membulat ketika mengetahui kenyataan itu. Apa Kyuubi sudah tahu semuanya? Naruto menggigit bibir bawahnya ketika pemikiran itu terlintas dibenaknya. Karena itu kah Kyuubi terlihat sangat marah pada Itachi tadi? Naruto semakin menundukkan kepalanya dalam. Ia tak berani menatap wajah kakaknya.

Tidak. Naruto menggelengkan kepalanya pelan. Kyuubi tidak boleh tahu pikirnya. Naruto mendongakkan kepalanya dan berusaha untuk bisa melihat ekspresi wajah kakaknya yang berjalan didepannya sambil menggandeng tangannya.

Datar. Hanya ekspresi itu yang berhasil ditangkap iris sapphire Naruto. Ekspresi yang sama sekali tidak terbaca seperti apa perasaan yang sedang dirasakan kakaknya sekarang.

Mereka masuk kedalam lift dengan tangan yang masih bergandengan. Entah kenapa Naruto merasa Kyuubi saat ini sedang sangat protektif kepadanya. Sehingga tak ingin melepaskan tangannya dari tangan Naruto.

" Kyuu-nii.." Cicit Naruto menundukkan kepalanya tak berani menatap kakak kandungnya sendiri. Sementara Kyuubi menoleh mendengar panggilan adiknya yang cukup lirih. Dan menatap datar gadis berusia 22 tahun itu.

" Bisakah..? Kyuu-nii.. Melepaskan tangan Naru?" Tanyanya dengan hati-hati dan enggan untuk menatap Kyuubi.

Kyuubi kembali menolehkan kepalanya ke depan. Sama sekali tidak menjawab perkataan Naruto. Ia juga tidak melepaskan tangan Naruto seperti yang diminta adiknya itu. Namun genggamannya sedikit melemah dan tidak seerat tadi lagi. Tidak mendapatkan jawaban yang berarti dari kakaknya. Naruto kembali terdiam.

Selama perjalanan dari kantor Uchiha hingga sekarang tiba dihalaman kediaman Namikaze hanya ada keheningan diantara kakak beradik Namikaze itu. Mereka masih duduk didalam mobilnya dan sama sekali tidak beranjak keluar dari dalam mobilnya. Padahal sudah sejak 10 menit yang lalu mobil mereka berhenti dipekarangan rumah mereka.

" Jauhi Itachi!" ujar Kyuubi memecah keheningan diantara kakak beradik Namikaze itu. Naruto menolehkan kepalanya cepat ketika mendengar perkataan Kyuubi yang terdengar seperti sebuah perintah.

" Apa maksud Kyuu-nii?" Tanya Naruto mengernyitkan dahinya tak mengerti.

" Jauhi Itachi! Aku tidak ingin melihat kalian berhubungan lagi." Jawab Kyuubi dengan nada yang tegas.

" Kenapa? Apa Kyuu-nii cemburu melihatku bersama Itachi-nii. Heh?" balas Naruto dengan seringai meremehkan kepada Kyuubi terpampang jelas diwajah cantiknya.

" NARUTO!" bentak Kyuubi.

" APA?" teriak Naruto dengan suara yang tak kalah keras.

" Aku melakukan semua ini karena aku peduli padamu Naru. Dan semua ini demi kebaikanmu juga. Jadi menurutlah dan. Jauhi Itachi!" ujar Kyuubi dengan nada yang sedikit melembut namun tegas dikalimat terakhir.

" Peduli padaku? Demi kebaikanku? Bisa Kyuu-nii jelaskan dimana letak kebaikannya?" Tanya Naruto yang juga dengan nada yang mulai merendah dan tidak setinggi tadi.

" Aku menyayangimu Naru. Sangat menyayangimu." Ujar Kyuubi membelai surai pirang panjang milik adiknya yang tergerai. Dengan lembut dan sayang.

" Aku tidak ingin kau terluka nantinya." Lanjutnya menatap Naruto langsung di iris sapphire Naruto. Ruby yang tadi menatap tajam kearah sapphire itu melembut.

" Tapi… Kyuu-nii juga mencintainya. Kyuu-nii mencintai Itachi-nii." Airmata menetes dari sapphire yang menatap ruby kakaknya.

" Itu hanya masa lalu. Dan sekarang aku sudah memiliki seorang istri." Ujar Kyuubi dengan nada datarnya.

" Masa lalu. Heh?" naruto tersenyum lemah kearah Kyuubi. Entah kenapa kata-kata kakaknya barusan terdengar lucu ditelinganya.

" Apa Kyuu-nii tahu? Kakak yang selalu aku banggakan itu jauh lebih jahat dari siapapun." Iris sapphire Naruto menatap datar kakaknya.

" Apa maksudmu?" Tanya Kyuubi menatap tajam adiknya yang duduk disampingnya.

" Tidak sadarkah Kyuu-nii. Jika Kyuu-ni sudah menyakiti dua orang sekaligus?" mata Kyuubi memicing meminta penjelasan dari adiknya.

" Pertama. Kyuu-nii telah menyakiti Itachi-nii yang sangat mencintaimu." Naruto masih menatap tajam kakaknya. Kyuubi masih terdiam dan menunggu Naruto melanjutkan kata-katanya.

" Kedua. Kyuu-nii menyakiti wanita yang telah Kyuu-nii nikahi. Karena hingga detik ini Kyuu-nii masih mencintai pria lain. Tidak sadarkah Kyuu-nii telah menyakiti hati Ino-nee?" Naruto berujar dan menaikan nada bicaranya dikalimat terakhir.

" Sudah kubilang padamu. Jika semua itu hanya masa lalu." Kyuubi juga menaikkan nada bicaranya.

" Benarkah semua itu hanya masa lalu bagi Kyuu-nii? Lalu. Apakah Kyuu-nii sudah berhasil membuat Ino-nee bahagia?" Tanya Naruto dengan seringai meremehkan ia tunjukkan pada kakaknya. Kyuubi terdiam dan tidak menjawab.

Naruto benar. Ia memang belum bisa membahagiakan istrinya yang sudah seminggu dinikahinya itu. Tapi ia sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik. Dengan menerima semua yang Ino persiapkan untuknya. Mulai dari makanan buatannya. Pakaian kerjanya. Yang selalu Ino siapkan ia selalu menerimanya. Mereka juga tidur di tempat tidur yang sama. Meski Kyuubi akui tidak ada yang terjadi diantara mereka selayaknya pasangan suami istri.

" Apakah Kyuu-nii tahu? Jika Setiap malam Ino-nee menangis diam-diam."

Mata Kyuubi membulat mendengar perkataan adiknya itu. Benarkah selama ini istrinya selalu menangis diam-diam tanpa sepengetahuannya? Bagaimana mungkin ia tidak tahu? Bukankah ia suaminya? Benarkah semua yang ia katakan pada adiknya tadi? Jika semua itu hanya masa lalu?

Kyuubi kalut dan bingung. Ia tidak tahu apapun tentang istrinya. Kyuubi pikir ia sudah berperan dengan sangat baik sebagai seorang suami untuk istrinya. Lalu. Kenapa istrinya masih sering menangis tanpa sepengetahuannya. Kyuubi meremas stir kemudi yang ada dihadapannya.

" Kenapa tidak menjawab?" suara sang adik mengembalikan dirinya dari semua pemikirannya itu,

" Apa karena semua yang Naru katakan itu benar?" lanjutnya yang masih belum mendapatkan jawaban dari Kyuubi yang duduk disampingnya.

" Kyuu-nii urus saja urusan Kyuu-nii terlebih dulu. Dan bahagiakanlah Ino-nee." Ujar Naruto final dan kemudian ia keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumahnya.

Naruto berjalan dengan tergesa-gesa. Ia bahkan menghiraukan kakak iparnya yang menyapanya ketika mereka berpapasan diruang keluaraga. Saat Naruto hendak menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Sementara sang kakak ipar yang dihiraukan oleh adik iparnya itu hanya mengernyitkan dahinya. Namun kemudian ia menghela napas mencoba memaklumi adiknya yang sedang terlihat marah itu.

Saat Ino hendak berbalik. Ia juga melihat suaminya yang berjalan kearahnya dengan langkah cepat. Ino pun kemudian memasang senyum khas seorang istri untuk suaminya.

" Kau sudah pulang?" Tanya Ino ketika Kyuubi sudah berada dihadapannya.

Ino membantu Kyuubi melepaskan jas kerja dan dasi yang terpasang dileher Kyuubi. Kyuubi menatap lekat wajah istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sekelebat kata-kata Naruto saat dimobil terngiang ditelinganya. Benarkah wanita yang sedang tersenyum kearahnya ini selalu menangis diam-diam setiap malam.

" Ada apa?" Tanya Ino setelah berhasil melepaskan dasi dari kerah kemeja suaminya. Sebenarnya ia sadar jika sejak tadi suaminya itu terus menatap dirinya. Membuatnya sedikit gugup dipandang secara intens oleh suaminya yang baru seminggu dinikahinya itu. Maka dari itu ia memberanikan dirinya untuk bertanya pada sang suami.

" Dimana Naruto?" bukannya menjawab Kyuubi malah balik bertanya.

" Ada dikamarnya. Tapi sepertinya ia sedang kesal. Apa kalian sedang bertengkar?"Bukannya menjawab pertanyaan istrinya. Kyuubi berjalan menuju tangga meninggalkan istrinya yang bergeming ditempatnya.

Ino hanya tersenyum miris. Apa yang ia harapkan dari suaminya itu? Meskipun telah menikah tapi suaminya itu tidak pernah berbicara kepadanya. Berbicara pun hanya sekedar jika ada hal yang penting saja. Kyuubi tidak pernah mengajaknya berbicara. Bahkan ketika ia mengajak suaminya itu berbicara hanya gumaman yang didapati wanita beriris aquamarine itu. Namun ia selalu mencoba untuk memahami suaminya yang memang tidak terlalu suka berbicara itu.

Ino pun kemudian mengikuti langkah suaminya yang berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. Dimana kamar adik iparnya berada. Langkah kakinya berhenti saat langkah kaki suaminya juga berhenti disebuah pintu bercat putih yang tak lain pintu kamar adiknya.

Ino terus menatap suaminya yang sedang menggedor-gedor pintu kamar adiknya sambil meneriaki nama adik iparnya. Namun tidak ada jawaban ataupun pintu yang terbuka dari dalam kamar itu. Hingga pada akhirnya Kyuubi berhenti menggedor pintu tersebut.

" Selama Tousan dan Kaasan tidak ada kau adalah tanggung jawabku Naruto." Ucap Kyuubi tegas dengan suara yang dikeraskan. Berharap seseorang didalam sana mampu mendengarnya.

" Jadi ku minta padamu! Jauhi Itachi!"

Itachi. Jadi semua ini karena pria yang kemarin makan malam bersamanya dan Naruto. Pikir Ino miris. Pria itukah yang sudah membuat dua kakak beradik itu bertengkar? Pikir Ino saat sang suami menyebutkan nama Itachi dari bibirnya.

" Apa kau tidak terlalu keras terhadap Naru-chan. Kyuu?" Tanya Ino ketika Kyuubi berjalan meninggalkan pintu kamar Naruto dan melewatinya.

" Aku melakukannya demi kebaikan Naruto." Jawab Kyuubi menghentikan langkahnya dan berdiri disamping istrinya.

" Untuk kebaikan Naruto..." Ucapannya terhenti. Ia meremas jas dan dasi suaminya yang ia pegang sejak tadi.

" Atau.. Kau tidak ingin Itachi melupakanmu." Lanjutnya dengan nada yang lirih namun masih terdengar jelas ditelinga Kyuubi. Selama ini Ino tahu tentang hubungan Kyuubi dan Itachi. Sebelum menikah Kyuubi memang sudah menjelaskan semuanya pada dirinya. Jika ia menyimpang dan mencintai seorang pria. Ino tahu pria itu Itachi ketika tanpa sengaja ia memergoki suaminya yang saat itu masih bertunangan dengannya. Tengah dicium oleh seorang pria yang kemarin makan malam bersamanya dikantor tempat suaminya bekerja dulu.

Saat itu ia hendak menemui Kyuubi yang masih berstatus sebagai tunangannya di kantornya untuk membicarakan perihal persiapan pernikahan mereka. Namun yang ia lihat diruangan kerja calon suaminya ketika itu adalah dua orang pria. Yang satu berambut merah kejinggaan yang ia kenali sebagai Kyuubi. Dan yang satunya pria berambut raven panjang yang di ikat rendah. Sedang berciuman layaknya sepasang kekasih. Ia pun baru tahu jika pria itu bernama Uchiha Itachi ketika adik iparnya mengenalkannya.

" Ini sudah malam. Istirahat lah!" Kyuubi langsung berjalan meninggalkan istrinya tanpa menanggapi pertanyaan istrinya yang sebelumnya. Ino hanya tersenyum miris dan ikut melangkahkan kakinya meninggalkan tempatnya berdiri.

.

~~Now I Love U

.

Entah apa yang membuatnya gelisah dan sulit untuk tidur. Kelopak mata itu kembali terbuka untuk kesekian kalinya semenjak ia mencoba tidur beberapa jam yang lalu. Karena sudah tidak bisa menutup kembali ruby miliknya itu. Pria 27 tahun dengan rambut merah kejinggaan itu mengubah posisi tidurnya menjadi duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.

Iris ruby miliknya menoleh kearah sampingnya. Dahinya mengernyit ketika tidak mendapati seseorang yang seharusnya berbaring disampingnya.

Apakah Kyuu-nii tahu? Jika Setiap malam Ino-nee menangis diam-diam.

Kata-kata adiknya itu kembali terngiang ditelinganya. Kyuubi pun kemudian beranjak dari tempat tidurnya. Melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya. Ia terus melangkah keluar menyusuri setiap sudut dan ruangan dirumahnya. Langkah kakinya terhenti diruangan yang merupakan dapur dan ruang makan.

Matanya terus menatap punggung seseorang yang sedang duduk dikursi meja makan. Seseorang dengan rambut pirang pucat panjang yang tergerai. Seseorang yang dikenalinya sebagai istrinya.

Kyuubi juga melihat bahu wanita itu bergetar. Isakan lirih masih mampu didengar oleh telinganya keluar dari mulut wanita itu. Wanita itu sedang menangis. Perkiraan itulah yang hinggap di benaknya. Kyuubi pun melangkah mendekati Ino yang masih memunggungi dirinya.

" Apa yang sedang kau lakukan disini." Suara bariton rendah milik Kyuubi berhasil membuat tubuh Ino tersentak. Ia pun bergegas berdiri dan menghapus jejak airmata diwajahnya.

" Ah.. Kyuu.. A-aku terbangun karena haus. Jadi aku pergi ke dapur untuk minum." Jawab Ino menghadap kearah suaminya. Ia mencoba untuk menampilkan senyuman seperti biasanya namun gagal.

" Kenapa kau menangis?" Tanya Kyuubi semakin berjalan mendekat kearah Ino. Hingga jarak mereka benar-benar dekat.

" A-aku hanya merindukan keluargaku." Jawab Ino menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap suaminya yang berdiri sangat dekat dengannya. Jujur Ino sendiri merasa sangat gugup karena jarak mereka yang sangat dekat itu. Terlebih lagi meskipun ia tidak menatap langsung suaminya. Tapi ia tahu jika suaminya itu sekarang sedang menatap intens dirinya.

Dirasakannya jemari panjang yang lebih besar darinya memegang dagunya. Dan kemudian mengangkat wajahnya hingga mendongak. Aquamarine dan ruby pun bertemu. Aquamarine Ino melihat dengan jelas wajah Kyuubi yang semakin mendekat kewajahnya. Dan bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman. Namun tidak ada lumatan ataupun pagutan dari ciuman itu. Hanya menempel dan mengecup dalam waktu yang cukup lama.

" Gomen.." bisik Kyuubi dengan wajah yang masih sangat dekat.

Aquamarine Ino hanya menatap tidak percaya Ruby dihadapannya. Apakah ia tidak salah dengar? Seorang Namikaze Kyuubi meminta maaf kepadanya? Ia harus memastikannya sekali lagi. Namun sebelum bibirnya mengeluarkan kata-kata.

Bibir itu telah dibungkam terlebih dulu oleh bibir pria yang berdiri dihadapannya. Ciuman kali ini jauh berbeda dengan ciuman sebelumnya. Bibir Kyuubi menyesap dan melumat bibir atas dan bawah Ino bergantian. Selain itu tangan kekar pria yang merupakan suaminya itu. Meraup tubuh langsing istrinya kedalam gendongannya. Reflex Ino mengalungkan lengannya dileher suaminya dan kedua kakinya dipinggang suaminya tanpa melepaskan ciuman mereka yang semakin menggebu.

Kyuubi melangkahkan kakinya menuju kamarnya bersama sang istri. Tanpa melepaskan ciuman dan tubuh langsing Ino dari gendongannya. Kyuubi mendorong pintu yang sudah terbuka itu dengan kakinya. Dan menutupnya juga dengan cara yang sama. Dibaringkannya tubuh Ino diatas tempat tidur mereka. Dan ciuman itu terlepas.

Kyuubi masih menatap istrinya yang mengenakan lingeri berwarna lavender yang sangat pas ditubuhnya. Mencetak jelas setiap lekuk tubuh istrinya yang bisa dikatakan sexy itu. Kyuubi juga dapat melihat wajah istrinya yang memerah dengan nafas yang memburu akibat ciuman mereka barusan.

Kyuu-nii urus saja urusan Kyuu-nii terlebih dahulu. Dan bahagiakanlah Ino-nee!

Kata-kata adiknya itu kembali terlintas di ingatannya. Kyuubi pun kembali mencium bibir Ino namun kali ini diikuti oleh permainan lidah mereka.

Jujur. Kyuubi sendiri tidak tahu bagaimana cara bercumbu dengan seorang wanita. Karena ia memang tidak pernah melakukannya pada wanita manapun. Meskipun ia menjalin hubungan dengan seorang pria yang tak lain Itachi. Tapi mereka juga tidak pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar berciuman saja. Karena itu saat ini ia hanya mengikuti instingnya saja sebagai seorang pria.

Setelah mencium bibir istrinya. Kyuubi menurunkan ciumannya pada leher jenjang istrinya. Jilatan, kecupan dan hisapan dilakukannya dileher putih istrinya meninggalkan jejak kiss mark. Kedua tangan Kyuubi menarik turun tali spageti lingeri yang dikenakan istrinya. Melewati tubuh bagian bawah istrinya.

Payudara yang tidak mengenakan bra itu menyembul ketika lingerinya turun hingga perut. Tangan Kyuubi meremas dan memilin puting pink kecoklatan Ino. Mulut dan lidah Kyuubipun ikut memanjakan dada Ino yang tidak terlalu besar dan tidak kecil itu. Ukuran dada yang sangat pas.

Setiap gerakkan tangan dan mulut Kyuubi di dada Ino. Membuat wanita itu mendesah nikmat. Ia tidak pernah menyangka jika Kyuubi akan menyentuhnya seperti ini. Ia sempat berpikir jika semua ini adalah mimpi. Namun jari panjang Kyuubi yang masuk kedalam kemaluannya dan memberikan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan selama 25 tahun hidupnya itu. Menyadarkannya jika semua ini bukan mimpi melainkan kenyataan. Suaminya saat ini sedang menyentuhnya. Sentuhan yang sangat ia rindukan semenjak mereka menikah. Dan malam ini ia benar-benar menyentuhnya. Entah mengapa ada perasaan senang dihati wanita yang sekarang bermarga Namikaze itu. Ia merasa menjadi seorang istri seutuhnya.

Ino bahkan tidak tahu sejak kapan Kyuubi menyingkap lingerinya dan memasukan jarinya tanpa melepaskan pakaian dalam berwarna lavender yang dikenakannya.

Ino bisa merasakan jari Kyuubi yang bertambah menjadi dua dikemaluannya. Dua jari itu bergerak maju dan mundur didalam sana. Membuat Ino terus mendesah karena nikmat.

Kyuubi kembali mencium bibir Ino dan membungkam setiap desahan yang keluar bibir plum istrinya yang sudah membengkak karena ulahnya. Kyuubi menambah lagi jarinya menjadi tiga untuk melakukan penetrasi didalam sana.

Ino terpekik karena jari ketiga Kyuubi yang masuk kedalam kemaluannya menimbulkan rasa perih dibagian bawah tubuhnya. Kyuubi kembali mencium bibir istrinya entah untuk yang keberapa kalinya. Ia lakukan itu untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan istrinya.

Ino terbuai oleh ciuman panas suaminya. Rasa perih yang dirasakannya tadi berubah menjadi rasa nikmat yang tidak dapat dijelaskannya. Gerakkan jari Kyuubi semakin lama semakin cepat dibawah sana. Membuat Ino merasakan ada sesuatu yang merangsek ke luar dari tubuhnya.

" Kyuu... Ahn.. Ahn. Akh..kuh... Ma..uhh ahn." Desah Ino ketika dirasakannya gelombang itu semakin kuat dan ingin keluar.

Kyuubi yang tahu maksud dari istrinya. Mempercepat gerakan jarinya dibawah sana.

" Kyuu.. Aaaahhhnn.." Lenguhan panjang keluar ketika cairan cinta itu merangsek keluar dari kemaluannya membasahi jari-jari panjang suaminya.

Kyuubi menatap wajah Ino yang memerah dengan napasnya yang memburu. Tubuh yang hampir polos karena lingerinya masih melingkar diperutnya.

Kyuubi menjilat tangannya yang basah karena cairan istrinya. Kemudian membungkuk mencium istrinya. Ino dapat merasakan rasa dari cairannya sendiri saat Kyuubi menciumnya.

Tangan Kyuubi kemudian melepaskan celana dalam istrinya. Setelah berhasil membuat tubuh istrinya menjadi polos. Ia pun melepaskan piyama yang masih lengkap ditubuhnya. Hingga tubuhnya menjadi sama polosnya seperti Ino.

Wajah Ino memerah ketika melihat kejantanan suaminya yang bisa dikatakan besar itu. Apa muat? Pikirnya.

Kyuubi mulai memasukan kejantanannya ke dalam lubang istrinya. Agak kesulitan dan beberapa kali meleset. Namun kemudian kejantanan Kyuubi berhasil masuk dan membuahkan jerit kesakitan dari istrinya. Airmata menetes dari sudut mata aquamarine itu.

" Sa-sakit..." Ujar Ino dengan suara yang serak.

" Gomen.. Tahanlah sebentar!" Kyuubi mencoba menenangkan wanita yang ditindihnya itu.

Ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Karena ini juga pengalaman pertama baginya. Ia memang pernah mendengar jika pengalaman pertama bagi seorang wanita itu cukup menyakitkan. Dan ia lihat sendiri ekspresi kesakitan terpampang jelas diwajah istrinya. Ia cium kening istrinya lama. Berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.

" Bergeraklah..!" Ujar Ino memberi tahu pada suaminya untuk menggerakkan pinggulnya.

Kyuubi yang tahu maksud istrinya pun kemudian menggerakkan pinggulnya.

Awalnya Kyuubi menggerakkan pinggulnya secara perlahan. Dan ia dapat melihat istrinya yang meringis karena sakit. Gerakan pinggulnya semakin lama semakin cepat. Ekspresi kesakitan diwajah istrinya itupun berubah menjadi ekspresi kenikmatan.

Desahan demi desahan keluar dari bibir istrinya yang merah dan membengkak akibat ciuman dari Kyuubi. Sementara Kyuubi hanya mendesis ketika kejantanannya di remas oleh vagina Ino. Memberikan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan selama 27 tahun hidupnya.

Gerakannya semakin cepat ketika dirasakannya gelombang kenikmatan itu hendak merangsek keluar. Keduanya pun melenguh panjang ketika gelombang kenikmatan itu keluar hampir bersamaan. Tubuh polos Kyuubi ambruk disamping tubuh polos Ino.

" Arigatou.." Gumam Ino sebelum tertidur lelap disamping suaminya karena kelelahan.

Kyuubi menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Dan kemudian menyusul istrinya yang sudah tertidur. Dengan perasaan lega karena tugasnya sebagai seorang suami telah dilaksanakannya.

Kyuubi pun tertidur dengan lelap. Tidak seperti tadi saat ia mencoba untuk tertidur namun perkataan adiknya selalu terngiang ditelinganya. Dan sekarang sudah tak ada lagi kata-kata adiknya yang mengusik tidurnya. Dan ia pun tertidur dengan lelap.

.

.

.

Tbc...

.

.

.

Whoaaaaaaaa..

Ini chapter terpanjang yang pernah Viz buat. Bayangkan aja wordnya sampe 5k+.

Dan Viz juga nyicil ngetiknya karena dapet giliran kerja shift pagi. Karena itu Viz ga bisa update kilat kaya kemaren". Kalau dapet giliran kerja pagi itu rasanya bener" ga punya waktu. Berangkat pagi pulang sore. Kalau udah pulang kerja Viz malez ngapa"in karena capek.. Kok malah curcol ya? Hehe

Apa segini masih kurang panjang buat para reader sekalian?

Dan karena wordnya udah kepanjangan jadinya Viz ga bisa bales review satu" karena banyak. Viz cuma bakal bales review dengan pertanyaan terbanyak.

Q: Kyuubi marah karena cemburu atau karena ga mau Naru disakitin?

A: Mungkin dua-duanya.. Khukhukhu

Q: Apa Sasuke sengaja cium Hinata didepan Naruto?

A: Mungkin.. ;)

Q: Apa Naru bakal hamil?

A: Iya. Tapi nanti..

Q: Gimana tindakan Kyuu pas tau Itachi sama Naru

A: Udah terjawab dichapter ini.

Q: Apa Sasuke suka Naruto?

A: Jawabannya ada dichapter klimaks

Q: Targetnya sampai berapa chapter?

A: Mungkin 3 atau 4 chapter lagi selesai tapi ga janji.

Dan jawaban dari pair mana yang bakal lemonan dichapter ini adalah KYUUINO.. Hayoo yang jawabannya benar.. Selamat buat anda.. Hehe XD

Thanks to: viraoctvn, Dewi15, palvection, Aliyah649, Apriliany Ardeta, wildapolaris, mao-tachi, sivanya anggarada, Shin is minos(guest), roxy fuji, .85, guest, winteraries, Harpaairiry, Aiko Michishige, .146, atarashi ryuuna(guest), zielavienaz96, Jesica(guest), Karen(guest), ayurifanda15, Astia Aoi, Kimjaejoong309, zukie 1157, yukiko senju dan Uzumaki prince Dobe-nii.

Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat

Semoga kalian suka.. :)

Jangan lupa review ya.. :)