NOW I LOVE YOU
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina/ KyuuIno
Rate : M
Genre : Hurt/comfort/ Romance
Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..
.
.
Don't like Don't Read
.
.
.
... NOW I LOVE U...
.
.
Kyuubi benar-benar membuktikan perkataannya. Meskipun sesungguhnya Naruto tidak ingin menjauhi Itachi. Akan tetapi kakaknya itulah yang menjauhkan dirinya dari Itachi.
Sudah satu minggu perdebatan antara dirinya dan Kyuubi terjadi. Selama seminggu itu pula Kyuubi selalu mengawasinya. Kyuubi tidak mengijinkan Naruto membawa mobilnya sendiri. Untuk kuliahnya saja ia harus di antar jemput oleh orang kepercayaan keluarganya Hatake Kakashi. Naruto juga tidak pernah diizinkan untuk keluar dari rumah kecuali hanya untuk kuliah saja.
Naruto merasa seminggu ini dirinya seperti seorang tahanan saja. Ia ingin sekali melawan ataupun kabur dari rumah. Tapi tidak bisa karena ketegasan Kyuubi dan setiap kali ia mencoba untuk kabur selalu gagal karena penjagaan yang ketat dirumahnya. Dan semua itu karena Kyuubi yang memperketat penjagaan atas dirinya. Naruto hanya bisa mengerang frustasi. Demi apapun dia itu bukan seorang penjahat ataupun pelaku tindak kriminal. Tapi kenapa ia tidak boleh keluar dari rumahnya sendiri.
Seminggu tidak bertemu dengan Itachi yang akhir-akhir ini mengisi hari-harinya juga terasa begitu berat. Entah kenapa jauh didalam hatinya ia merasa kosong dan rindu pada sosok dewasa Itachi. Ia sangat membutuhkan Itachi saat ini. Ia ingin bertemu dengan pria itu lagi dan merasakan sentuhannya yang menenangkan itu. Mungkin karena akhir-akhir ini ia sering menghabiskan waktu bersama pria itu. Dan terbiasa dengan keberadaan pria itu disampingnya. Membuat dirinya merasakan rindu.
Apakah ia sudah jatuh cinta pada pria yang mencintai kakaknya itu? Tidak. Naruto menggelengkan kepalanya. Ia hanya membutuhkan pria itu begitupun sebaliknya. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Mereka masih mencintai orang yang sama. Itachi masih mencintai kakaknya. Dan ia masih mencintai Sasuke sahabatnya.
Naruto meletakkan tangannya didada dimana letak jantungnya berada. Tapi. Kenapa debaran jantungnya tidak sekencang dulu saat bersama Sasuke? Memang jantungnya masih berdebar-debar saat berada didekat Sasuke. Tapi debarannya sudah tidak seperti dulu lagi. Apa ia sudah mulai melupakan Sasuke? Apa ia sudah mulai mencintai Itachi yang berhasil membuatnya lupa akan Sasuke?
Naruto sendiri tidak tahu seperti apa perasaannya sekarang. Yang ia tahu. Sasuke masih berarti baginya. Tapi ia juga rindu dan membutuhkan Itachi saat ini. Naruto bingung dan kalut. Perasaannya benar-benar kacau saat ini. Ditambah lagi kakaknya yang menginginkan dirinya menjauhi Itachi. Seseorang yang mulai mengisi hari-harinya yang kosong dan hampa. Menjadi lebih berarti dan berwarna.
Naruto hanya memandang kosong pantulan dirinya dicermin. Meskipun penampilannya malam ini sangat cantik dengan gaun malam yang dikenakannya. Tetap saja dirinya merasa khawatir dan tidak nyaman.
Malam ini Naruto mengenakan dress selutut tanpa lengan dengan tali spageti berwarna biru muda. Bagian belakang rok yang lebih panjang dari depannya. Memakai sepatu High hils berwarna biru dongker dengan hak setinggi 7 cm. Rambut pirang keemasannya ia sanggul dengan beberapa anak rambut yang menjuntai. Wajah yang tidak pernah terpoles oleh make up itu. Kini dipolesi make up tipis dan natural. Mempertegas wajah cantik alaminya. Membuat tampilannya terlihat sempurna. Berbeda dengan penampilan sehari-harinya yang terlihat tomboi dan cuek.
Malam ini ia berniat pergi ke pesta ulang tahun Konoha University. Tempat dimana Naruto menuntut ilmu. Sebenarnya Kyuubi tidak mengijinkannya untuk pergi. Namun. Berhubung Kyuubi sedang pergi dinnas keluar. Kakak iparnya akan membantu dirinya untuk pergi ke pesta kampusnya.
" Kau sudah siap Naru-chan?" Suara seorang wanita dewasa yang tak lain kakak iparnya berhasil mengembalikan dirinya dari segala pemikirannya. Naruto menoleh kearah pintu dimana kakak iparnya itu berdiri.
" Apa Ino-nee yakin? Ino-nee juga bisa mendapat masalah jika Kyuu-nii tahu." Ujar Naruto setelah Ino menghampirinya dan berdiri disampingnya.
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku Naru. Karena hanya ini yang bisa Neesan lakukan untukmu." Ino tersenyum lembut kearah Naruto. Tangannya membelai wajah cantik adik iparnya.
" Neesan.." Gumam Naruto menatap Ino dengan airmata yang sudah menggenang dimata sapphire-nya.
" Arigatou.." Lanjutnya memeluk Ino dengan airmata yang sudah mengalir dari sudut matanya.
Ino tersenyum mendapatkan pelukan dari adik iparnya. Dilepaskannya pelukan sang adik ipar itu dan ditatapnya wajah Naruto yang sudah basah karena airmata.
" Kau bisa merusak riasan mu Naru." Ino menghapus jejak airmata diwajah Naruto. Dan merapihkan penampilan adik iparnya yang sedikit berantakan.
" Sekarang pergi dan bersenang-senanglah. Karin sudah menunggumu dibawah." Ujar Ino lagi setelah memastikan penampilan adiknya yang sudah lebih baik. Naruto mengangguk cepat sambil tersenyum kearah kakak iparnya.
" Arigatou." Ucapnya sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.
Diruang tamu. Gadis bersurai merah berkacamata yang mengenakan gaun berwarna lavender tengah duduk di sofa ruang tamu. Gadis yang diketahui bernama Uzumaki Karin. Yang merupakan sepupu Naruto dari keluarga ibunya itu. Berdiri dari tempat yang didudukinya saat Naruto berjalan menghampirinya.
" Kau sudah siap?" Tanya gadis bersurai merah itu. Naruto mengangguk sebagai jawabannya.
" Ayo kita berangkat!" Seru Naruto dengan semangat yang hanya mendapatkan dengusan dari sepupunya itu.
Mereka pun keluar dari kediaman Namikaze dan menaiki mobil berwarna merah maroon yang merupakan mobil dari Uzumaki Karin. Melajukan mobil yang dikendarainya menuju gedung Universitas tempat mereka menuntut ilmu.
.
~~Now I Love U
.
Naruto hanya menatap kosong ke sekelilingnya yang dipenuhi oleh lautan mahasiswa dan Dosen dengan pakaian pesta yang mereka kenakan. Semua orang dalam ruangan yang sangat besar dan mampu menampung ribuan orang itu. Terlihat sangat senang dan menikmati pesta kampus mereka malam itu. Berbeda dengan dirinya yang hanya berdiri disudut ruangan dengan pikiran yang melayang jauh entah kemana.
Mata sapphire itu terus berkeliling melihat seluruh isi dalam ruangan tersebut. Berharap ada sesuatu yang menarik baginya. Bukankah ia datang kesini untuk bersenang-senang? Setelah satu minggu ini ia hidup bagaikan seorang tahanan. Tapi kenapa ia sama sekali tidak merasakan kesenangan seperti yang lain. Yang ia rasakan hanya perasaan rindu. Entahlah. Naruto sendiri tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Alunan musik yang tadi menghentak dipesta itu. Kini telah berganti dengan alunan lagu yang lebih mendayu-dayu. Naruto bisa melihat beberapa pasangan mulai maju ke lantai dansa untuk berdansa bersama pasangannya.
Diantara puluhan pasangan itu. Naruto bisa melihat sepasang kekasih yang sangat ia kenal sebagai sahabatnya. Juga sedang berdansa dilantai dansa dengan alunan musik yang lebih lembut. Mata sapphire miliknya tak pernah lepas dari pasangan yang tengah berdansa itu. Lengan gadis bersurai indigo yang mengalung dibahu si pria bersurai raven. Dan juga tangan si pria bersurai raven yang melingkar disekitar pinggang gadis indigo. Tubuh dan wajah mereka yang saling berdekatan. Tak luput dari pandangan wanita bermata sapphire yang sejak tadi hanya berdiri disudut ruangan.
Aneh. Bukankah seharusnya ia marah dan cemburu melihat mereka berdua? Tapi saat ini ia sama sekali tidak merasakan apapun. Yang ada hanya perasaan rindu terhadap seseorang. Bukan pada seseorang yang dicintainya yang saat ini sedang berdansa dengan kekasihnya. Tapi rindu kepada orang lain yang beberapa waktu yang lalu selalu bersamanya. Menghabiskan waktu bersama dan berbagi luka hati yang sama.
" Bukankah disini terlalu ramai dan membosankan Naru?" suara baritone yang menyelinap masuk ke pendengarannya membuat tubuh Naruto tersentak dari lamunannya.
" Bagaimana kalau kita keluar dan mencari udara segar?" pertanyaan lainnya yang terasa dejavu kembali mengusik pendengarannya.
Naruto pun dengan gerakan cepat membalikkan tubuhnya untuk memastikan jika pendengarannya tidak salah. Sapphire Naruto menatap tak percaya sosok pria jangkung yang berdiri dihadapannya.
" Itachi-nii.?" Nada tak percaya terdengar jelas saat Naruto menyebutkan namanya. Nama seseorang yang ia rindukan belakangan ini.
" Mau mencari udara segar bersamaku. Naru?" Tanyanya lagi dengan senyum tulus diwajah tampannya. Seketika itu pula raut wajah tidak percaya Naruto berubah cerah dengan senyuman diwajahnya. Naruto pun menganggukkan kepalanya dengan semangat. Dan mereka berdua pun keluar dan pergi meninggalkan pesta.
.
~~Now I Love U
.
Setelah pergi dari pesta. Naruto dan Itachi sekarang sedang duduk didermaga kecil di sebuah danau didalam hutan yang ada dipinggiran kota. Dengan cahaya bulan yang bersinar terang malam itu. Menjadi penerang alami danau yang bersinar karena pantulannya. Tidak ada yang bersuara semenjak mereka sampai ditempat itu.
Mereka seperti sedang menikmati waktu mereka berdua dalam keheningan. Setelah satu minggu tidak bertemu dan pada akhirnya mereka bisa bertemu kembali. Tentu saja mereka hanya ingin bisa bersama seperti ini lebih lama lagi.
" Mau berdansa?" Itachi membuka suaranya dan berdiri dari dermaga yang ia duduki.
" Itachi-nii pasti bercanda? Disini kan tidak ada musik." Naruto ikut berdiri dari tempat yang didudukinya. Dan berdiri berhadapan dengan Itachi.
Itachi berjalan semakin mendekat kearah Naruto. Mengikis jarak diantara mereka. Ia membungkuk dan mengarahkan bibirnya ke telinga Naruto.
" Pejamkan matamu!" Bisiknya. Naruto bisa merasakan napas panas Itachi yang menerpa sisi wajahnya. Mengalirkan sengatan listrik kedalam tubuhnya. Ia pun mengikuti perintah Itachi dan menutup matanya.
" Dengarkanlah." Lanjutnya dengan suara bariton yang rendah. Itachi bisa mencium aroma citrus menguar dari tubuh Naruto dengan jarak sedekat ini.
Sebenarnya sudah semenjak ia melihat Naruto di pesta tadi. Dirinya sudah terpesona dengan penampilan Naruto yang bagaikan malaikat itu. Bahkan setan dalam dirinya sudah berbisik untuk menyentuh Naruto yang sudah satu minggu tidak ditemuinya. Namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh malaikat ini. Ia tidak ingin menyakitinya walaupun sedikit. Mencium aroma tubuhnya dari jarak sedekat ini membuat tubuhnya terasa terbakar. Namun ia berusaha untuk menahan segala rasa yang bergejolak dijiwanya.
Naruto mengikuti lagi kata-kata Itachi. Ia pun mencoba untuk mendengarkan suara yang dapat ditangkap telinganya. Dan suara alam di malam hari lah yang terdengar ditelinganya.
" Kau bisa mendengarnya?" Itachi menjauhkan tubuhnya dari Naruto. Jika ia terus berada sedekat itu dengan Naruto. Ia takut ia akan kehilangan kendali atas dirinya dan menyakiti malaikatnya.
Malaikatnya? Ya. Bagi Itachi Naruto adalah malaikatnya. Malaikat yang telah menyelamatkan dirinya dari keterpurukannya. Malaikat penolongnya. Malaikat yang selalu ada disampingnya saat ia membutuhkannya. Seminggu tidak bertemu dengannya membuat dirinya tersiksa. Jauh dari malaikatnya sama saja dengan membunuhnya secara perlahan-lahan.
Apakah ia sudah jatuh cinta pada malaikatnya? Entahlah. Itachi sendiri tidak tahu jika apa yang ia rasakan ini adalah cinta atau bukan. Ia hanya tahu satu hal. Yaitu dirinya yang membutuhkan Naruto untuk mengobati luka hatinya. Ya. Semua itu hanya rasa membutuhkan saja. Pikirnya.
Naruto membuka permata sapphire miliknya dan menatap onyx tepat dihadapannya. Naruto tersenyum manis dan kemudian mengangguk.
" Itulah musik yang akan mengiringi kita berdansa." Lanjut Itachi mengulurkan tangannya kearah Naruto. Dan dengan senang hati Naruto menerima uluran tangan Itachi.
Naruto menaruh kedua lengannya dibahu kekar Itachi. Kedua lengan Itachi melingkar dipinggul Naruto. Tubuh mereka pun merapat. Wajah Naruto mendongak. Sapphire-nya menatap onyx yang dirindukannya. Begitupun Onyx Itachi yang menatap Intens sapphire dihadapannya. Tubuh mereka bergerak seirama seperti layaknya dansa pada umumnya.
" Bagaimana Itachi-nii bisa berada dipesta kampus?" Tanya Naruto tanpa menghentikan dansanya.
" Kau lupa? Uchiha adalah salah satu donatur terbesar dikampusmu. Tentu saja aku mendapatkan undangan VIP." Jelas Itachi tersenyum kearah Naruto. Naruto pun balas tersenyum.
" Apa... Kyuu-nii sudah tahu tentang kita?" Naruto menggigit bibir bawahnya saat menanyakan hal itu. Sebenarnya sudah sejak lama ia ingin menanyakan hal itu. Ia juga ingin memastikan alasan Kyuubi yang memintanya untuk menjauhi Itachi.
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu. Semua akan baik-baik saja." Jawaban yang sama sekali bukan jawaban dari pertanyaannya yang didapatkannya.
Lengan Naruto yang berada dibahu Itachi bergerak melingkar dileher pria itu. Naruto menenggelamkan wajahnya didada bidang pria yang pernah menyentuhnya.
" Aku merindukan mu." Kata-kata yang mewakili perasaannya itupun meluncur begitu saja dari bibir plum Naruto. Wajahnya masih terbenam di dada bidang Itachi.
" Aku juga merindukan mu. Naru." Itachi mengeratkan pelukannya terhadap Naruto. Diciumnya puncak kepala Naruto.
Naruto sedikit menjauhkan tubuhnya dari pelukan Itachi. Tangannya yang tadi melingkar dileher Itachi. Turun dan menyentuh dada bidang Itachi. Wajahnya mendongak menatap wajah Itachi yang juga sedang menatapnya.
Rasa rindu itu sudah tidak tertahankan lagi. Bukan hanya rindu ingin bertemu dan bicara. Tapi juga rindu akan sentuhan satu sama lain.
Wajah mereka semakin mendekat. Mengikis jarak diantara mereka. Bibir keduanya pun bertemu dalam sebuah ciuman. Ciuman yang dipenuhi rasa rindu.
.
~~Now I Love U
.
Sebuah mobil berwarna merah melaju kencang menyusuri jalanan di malam hari. Mata ruby itu masih terfokus pada jalanan menuju Konoha yang sedang lengang.
Seharusnya ia masih berada di Iwa dalam perjalanan bisnisnya hingga esok pagi. Namun entah kenapa ia ingin segera pulang ke Konoha malam ini juga. Ia pun melajukan mobilnya kencang agar segera sampai di rumahnya.
Matanya terus menatap lurus ke depan. Namun sebuah hutan dipinggiran kota mengalihkan perhatiannya. Hutan yang sangat ia kenali dengan baik. Hutan yang memiliki kenangan tersendiri baginya.
Sebenarnya bukan hutannya yang memiliki arti itu. Melainkan apa yang ada didalam hutan itu terdapat sebuah danau. Sebuah tempat yang sangat indah yang merupakan tempat penuh kenangan antara dirinya dan seseorang yang pernah ia cintai.
Pernah? Apakah itu artinya ia sudah tidak mencintainya lagi? Entahlah. Ia sendiri tidak tahu. Yang ia tahu saat ini dirinya sudah memiliki seseorang yang menjadi tanggung jawabnya. Seseorang yang harus ia cintai dan lindungi. Meski ia juga masih belum bisa mencintainya. Namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan membahagiakannya. Dan tidak akan pernah membuatnya menangis lagi seperti kemarin-kemarin.
Ia sendiri tidak tahu kenapa. Tapi ketika melihat iris aquamarine itu mengeluarkan cairan bening. Ia merasa dirinya pria paling jahat didunia ini seperti kata adiknya. Dan ia tidak suka senyuman yang selalu ditampilkan wanita itu berubah menjadi isakan tangis. Karena itulah ia sudah berjanji untuk membahagiakan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya. Wanita yang akan hidup bersamanya disisa hidupnya. Wanita yang akan menjadikan dirinya pria seutuhnya. Wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Wanita yang akan menjadi masa depannya.
Ia menghentikan mobil sport berwarna merah miliknya di pinggir jalan dekat hutan. Alisnya bertaut ketika melihat mobil sedan hitam yang sangat ia kenali terparkir didepan mobilnya.
Mungkinkah orang itu juga ada ditempat ini? Pikirnya. Ia hendak masuk kembali kedalam mobilnya saat tahu jika orang itu juga berada ditempat ini. Orang yang ingin ia lupakan sepenuhnya. Orang yang sangat tidak ingin ia temui. Namun ia menutup kembali pintu mobil yang hendak di masukinya.
Tidak. Ia tidak boleh lari lagi. Ia harus menyelesaikan semuanya sekarang juga bersama orang itu. Ia harus memutuskan semua ikatan yang berhubungan dengan orang itu. Karena ia sudah menentukan masa depannya sendiri. Dan orang itu tidak akan pernah ada di masa depannya. Karena orang itu hanya bagian dari sepenggal masa lalunya. Yang akan ia kubur dalam-dalam.
Kaki beralaskan sepatu pantofel hitam itu pun kemudian melangkahkan kakinya ke dalam hutan. Hanya beberapa puluh meter didepannya ia bisa menemukan sebuah tempat yang indah. Tempat yang merupakan tempat kenangan bagi dirinya dan orang itu. Dan ditempat itu juga ia akan mengakhiri hubungan dan ikatan yang pernah ada antara dirinya dan orang itu.
Langkahnya semakin dekat dengan tempat itu. Hanya tinggal beberapa langkah lagi ia akan sampai ditempat itu dan bertemu dengan orang itu. Namun selangkah lagi ia keluar dari tempatnya dan menuju tempat yang dimaksud.
Langkahnya terhenti. Ruby miliknya terbelalak melihat pemandangan yang berhasil ditangkap oleh ruby miliknya. Seketika itu juga ekspresinya mengeras. Kilatan kemarahan terpancar jelas dari ruby miliknya. Langkah kakinya semakin cepat menuju tempat dimana orang itu berada.
.
~~Now I Love U
.
Itachi dan Naruto masih melampiaskan rasa rindunya dalam ciumannya. Mereka masih enggan untuk melepaskan ciuman itu. Itachi bahkan hendak memperdalam ciumannya dengan menarik tengkuk Naruto kearahnya.
Namun belum sempat Itachi melakukannya. Ia merasakan ada tarikan dibahunya dari arah belakang dan membuat tubuhnya menjauh dari Naruto. Baru saja ia akan menoleh dan menghajar seseorang yang sudah mengganggu waktunya bersama malaikatnya. Sebuah pukulan mendarat terlebih dahulu diwajah tampannya. Membuatnya tersungkur dan darah keluar dari sudut bibirnya. Belum sempat ia tersadar dari keterkejutannya. Sebuah pukulan kembali mendarat diwajah tampannya. Membuatnya benar-benar tidak berdaya.
" KYUU-NII!" Teriak Naruto yang sudah tersadar dari keterkejutannya dan menyadari siapa orang yang telah memukul pria yang sedang menciumnya.
Naruto berlari kearah dua pria yang sedang bergelut diatas tanah. Ia kemudian menarik kakaknya Kyuubi yang berada diatas tubuh Itachi dan terus memukuli pria dibawahnya. Berusaha menjauhkan tubuh kakaknya dari Itachi.
" ITACHI-NII!" Naruto hendak berlari mendekati pria yang masih tergeletak ditanah dengan memar diwajahnya. Saat ia sudah berhasil menjauhkan tubuh kakaknya dari tubuh Itachi.
Namun belum sempat tangannya menggapai pria yang masih terpuruk ditanah. Tangan yang lainnya ditarik terlebih dahulu oleh tangan kakaknya. Tubuhnya pun kembali tertarik kebelakang dan menjauh dari Itachi. Meskipun sudah meronta dan terus berusaha melepaskan tangan Kyuubi dari tangannya. Namun ia tetap tidak bisa melepaskan diri dari kakaknya.
" Kyuu-nii... Lepaskan Naru!" Mohon Naruto berharap kakaknya mau melepaskan tangannya. Sementara Kyuubi menghiraukannya dan sedang menatap nyalang pria yang masih duduk ditanah sambil menyeka darahnya yang keluar disudut bibirnya.
" Sudah berulang kali aku peringatkan kepadamu UCHIHA. JAUHI ADIKKU!" Ucapnya dengan nada dingin dan mengintimidasi di kalimat terakhir.
Sementara orang yang dimaksud hanya menatap datar pria yang baru saja memukulnya.
Kyuubi kemudian menolehkan kepalanya kepada satu-satunya wanita ditempat itu. Yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri Namikaze Naruto.
" Dan KAU!" serunya menatap tajam iris sapphire yang sudah berlinang airmata itu.
" Harus menjelaskan semuanya kepadaku dirumah." Nada mengintimidasi kentara saat Kyuubi mengatakannya.
" Dan akan ku pastikan setelah ini. Kau tidak akan pernah bisa keluar dari kamarmu!" Lanjutnya dan langsung saja menarik lengan adikknya pergi dari tempat itu. Naruto masih terus meronta agar terlepas dari kakaknya. Namun kakaknya mengeratkan pegangan tangannya terhadap tangan Naruto.
Sebelum Kyuubi dan Naruto menghilang dari tempat itu. Naruto sempat menoleh kearah Itachi dengan air mata yang mulai menetes. Itachi pun menatap sendu malaikatnya yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya. Dan setelah malaikatnya itu benar-benar menghilang. Wajahnya tertunduk dalam dan cairan bening menetes dari sudut matanya.
Ia sendiri tidak mengerti bagaimana bisa airmatanya itu menyelinap keluar dari matanya. Ia juga tidak tahu siapa yang sedang ia tangisi. Malaikatnya kah atau pria yang ia cintai. Yang ia tahu airmata itu keluar ketika ia juga melihat sapphire itu mengeluarkan airmata.
.
~~Now I Love U
.
" Kenapa Kyuu-nii memukul Itachi-nii, heh?" Naruto langsung bertanya pada Kyuubi ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti dihalaman rumah mereka.
" Karena ia pantas mendapatkannya." Jawab Kyuubi menatap tajam adiknya.
" Tapi kenapa?" Naruto meraung dan balas menatap tajam kakaknya.
" Jika aku tidak datang dan menghentikan kalian. Saat ini kalian pasti sudah berada dikamar Hotel." ujar Kyuubi dengan nada yang dingin.
Naruto hanya menatap tak percaya pada kakaknya. Sapphire miliknya sudah berlinangan airmata. Naruto membuka pintu mobilnya dan keluar dengan cepat dari mobil kakaknya. Ia berlari masuk kedalam rumahnya dengan air mata yang sudah mengalir deras dari matanya.
Naruto terus berlari sambil menangis. Bahkan ia melewati begitu saja kakak iparnya yang bertanya tentang pestanya. Membuat kakak iparnya mengernyit bingung dan merasa seperti dejavu.
Ino kemudian membalikkan tubuhnya kearah dimana adik iparnya datang. Dan matanya seketika itu juga membulat. Saat aqumarine miliknya menangkap sosok suaminya yang berjalan kearahnya. Dengan ekspresi wajah suaminya yang mengeras. Sekarang ia tahu kenapa adik iparnya bersikap seperti itu.
" Kau sudah pulang Kyuu?" Tanya Ino berusaha menormalkan nada suaranya. Karena sebenarnya jantungnya sudah berdetak kencang ketika melihat sang suami yang pulang bersama adiknya. Ia dalam masalah pikirnya.
Kyuubi menatap kearah istrinya ketika mendapatkan sapaan dari sang istri. Ruby miliknya menatap tajam sang istri yang terlihat gugup.
" Bagaimana bisa. Kau membiarkan Naruto keluar dari rumah tanpa seizin ku?" Bukannya menjawab pertanyaan sang Istri. Kyuubi balik bertanya dengan nada yang dingin dan mengintimidasi. Membuat Ino tak berani menatap mata suaminya dan menundukkan kepalanya.
" Go-Gomen.. Aku hanya merasa kasihan pada Naru-chan yang hanya berdiam diri saja dirumah. Karena itu aku membiarkan Naru-chan pergi ke pesta ulang tahun kampusnya." Jelas Ino dengan nada yang lirih namun masih dapat terdengar dengan jelas oleh Kyuubi yang berada didekatnya. Ino sendiri masih enggan menatap wajah suaminya dan terus menundukkan kepalanya.
" Apa kau tahu dengan siapa Naruto pergi ke pesta?" Tanya Kyuubi lagi masih dengan nada yang sama seperti sebelumnya.
" K-Karin." Ino masih menundukkan kepalanya.
" Apa kau tahu? Siapa yang Naruto temui dipesta?"
" Siapa?" Ino mendongakkan kepalanya dan menatap suaminya dengan tatapan polosnya. Terlihat sangat menggemaskan dan Kyuubi sempat tersentak sesaat ketika melihat wajah polos istrinya itu. Namun dengan cepat ia mengembalikan wajah datarnya seperti semula.
" Seseorang yang seharusnya tidak ia temui." Entah kenapa Kyuubi sangat enggan untuk menyebutkan nama pria yang ia pergoki sedang berciuman dengan adiknya.
" A-aku tidak tahu. Jika orang itu juga akan datang ke pesta dan bertemu dengan Naru-chan." Meskipun Kyuubi hanya menyebutkan seseorang. Tapi Ino tahu siapa yang dimaksud oleh suaminya itu. Dan tersirat nada penyesalan dari perkataan istrinya itu.
" Gomen.." Lanjutnya dengan nada yang lirih dan kembali menundukkan kepalanya.
" Sudahlah. Ini semua bukan kesalahanmu." Kyuubi memegang kedua bahu Ino dan membuat Ino mendongakkan kepalanya menatap langsung ruby suaminya.
" Ini sudah malam. Tidurlah!" Lanjutnya dengan nada yang lebih lembut. Tangan besar Kyuubi terangkat membelai pipi istrinya. Sementara Ino hanya mengangguk dan kemudian beranjak menuju kamarnya seperti yang dikatakan suaminya. Dan Kyuubi terus menatap punggung istrinya hingga benar-benar hilang dari pandangannya.
Setelah itu Kyuubi melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai dua. Setelah sampai dilantai dua ia terus melangkah menuju sebuah pintu bercat putih yang merupakan pintu kamar adiknya. Tangannya menggapai knop pintu yang ternyata tidak terkunci itu. Dibukanya pintu itu dan kakinya melangkah masuk kedalam ruangan yang bernuansa oranye.
Kyuubi melihat sebuah gundukan diatas tempat tidur yang ia yakini adalah adiknya. Naruto berbaring dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Kyuubi juga dapat mendengar isakan tangis Naruto.
Kyuubi duduk ditepi tempat tidur adiknya. Kyuubi menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuh adiknya. Membuat Naruto yang sedang tidur menyamping itu menghadap kakaknya. Naruto membalikkan tubuhnya sehingga memunggungi Kyuubi. Ia sama sekali tidak ingin melihat kakaknya untuk saat ini.
" Apa kau marah pada Ku?" Tanyanya lembut sambil membelai surai pirang adiknya yang sudah tergerai.
Hening. Tidak ada jawaban dari Naruto yang masih memunggungi kakaknya. Isakan lirih masih terdengar keluar dari mulutnya.
" Apa kau menyukai Itachi?"
Hening. Masih belum ada jawaban Naruto. Namun jika dilihat lebih jelas. Tubuh Naruto sempat menegang ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut kakaknya.
" Apa kau mencintainya?" Tangan Kyuubi masih terus membelai sayang surai pirang adiknya.
Naruto membalikkan tubuhnya menghadap kakaknya. Masih terlihat jelas jejak airmata diwajahnya. Mata sapphire miliknya pun masih berlinang airmata.
" Itachi-nii hanya mencintai Kyuu-nii." Lirihnya. Iris sapphire-nya masih menatap ruby kakaknya dengan berlinangan airmata.
" Karena itulah nii-san melakukan semua ini untukmu." Tangan yang tadi membelai rambut Naruto pun kini beralih membelai pipi Naruto.
" Nii-san tidak ingin kau terluka Naru. bahkan jauh lebih berharga dibandingkan siapapun." Kyuubi menatap lembut Naruto yang sudah mulai meneteskan airmatanya kembali. Namun kata-katanya terdengar tegas dan lembut secara bersamaan.
" Jadi Nii-san mohon. Menurutlah Naru!" Kyuubi mencium kening Naruto yang mulai menangis lagi. Ia tidak menyahuti perkataan kakaknya dan terus menangis. Kyuubi bahkan harus berbaring disampingnya dan merengkuh tubuh adik kesayangannya kedalam pelukannya. Berusaha menenangkan dan meyakinkan adiknya jika ia benar-benar menyayanginya. Dan ada untuk dirinya. Tangisan Naruto semakin pecah dalam pelukan kakaknya. Dan semalaman itu ia hanya menangis didalam pelukan Kyuubi hingga tertidur lelap.
.
~~Now I Love U
.
Seminggu setelah kejadian pesta ulang tahun kampusnya. Naruto benar-benar tak diizinkan untuk keluar dari rumah. Bahkan hanya untuk pergi kuliah saja ia tidak diizinkan. Dan dengan kekuasaan yang dimiliki Kyuubi. Kyuubi bahkan mendatangkan para dosennya ke kediaman mereka. Dan mengajar Naruto dirumahnya.
Kyuubi tidak ingin Naruto ketinggalan pelajaran karena sebentar lagi ia akan mengerjakan tugas akhirnya. Dan menamatkan pendidikannya. Karena itu Kyuubi tetap mementingkan kuliah Naruto meskipun ia tetap berada dirumah.
Dan selama Naruto berada dirumahnya. Hanya beberapa orang saja yang mengunjunginya. Selain para dosen yang mengajar mata kuliahnya. Para teman seperti Karin dan Hinata juga sering mengunjunginya dan tentu saja bersama sang kekasih yang juga sahabatnya Sasuke. Dimana ada Sasuke pasti ada Hinata. Begitupun sebaliknya. Dan seperti itulah yang Naruto tahu tentang dua sejoli itu.
Namun kali ini Naruto hanya menatap heran pada teman masa kecilnya. Sasuke sekarang sedang duduk di kursi meja belajar Naruto yang menghadap kearahnya yang sedang duduk menyandar pada sandaran tempat tidur.
Naruto menyipitkan matanya semenjak Sasuke datang dan masuk ke kamarnya tanpa seizinnya. Kemudian memutar kursi meja belajarnya menghadap kearahnya. Dan duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sambil bersedekap. Dan satu lagi yang membuat Naruto bersikap seperti itu. Sasuke hanya datang seorang diri tanpa Hinata yang selalu ada disampingnya.
" Berhenti menatapku seperti itu Dobe!" Sasuke merasa jengah juga jika terus ditatap seperti itu oleh Naruto.
" Mana Hinata?" Bukannya berhenti menatap Sasuke dengan tatapan curiga. Naruto malah bertanya dengan mata yang semakin menyipit.
" Dia sedang ada urusan." Sasuke menghela nafas karena Naruto terus menatapnya curiga.
" Benarkah?" Tanya Naruto lagi dan hanya mendapatkan dengusan dari Sasuke. Kemudian keheningan menyelimuti mereka berdua.
" Lalu. Untuk apa kau datang kemari?" Naruto membuka suara untuk memecahkan keheningan yang terasa aneh baginya.
" Kau tidak suka aku datang kemari?" Pertanyaan yang menyerupai pernyataan lah yang keluar dari mulut Sasuke.
" Bukan begitu!" Naruto hanya mendengus mendengar pertanyaan atau pernyataan Sasuke.
" Atau kau lebih suka jika Aniki yang datang menemuimu sekarang?" Pertanyaan lainnya terlontar dari mulut Sasuke.
" Apa kau juga ingin mengatakan padaku. Jika Itachi-nii hanya memanfaatkan diriku dan aku harus menjauhinya. Begitu eh?" Tanya Naruto menatap langsung onyx Sasuke.
" Jadi benar. Jika sekarang kau terkurung dirumahmu sendiri karena kakakku?" Mereka hanya membalas setiap pertanyaan dengan pertanyaan lainnya.
" Ayolah Sasuke.." Raung Naruto." Apa kau juga berpikir kalau Itachi-nii jahat dan hanya akan menyakitiku? Dia itu kakakmu. Tidak bisakah kau mempercayainya?" Lanjutnya menatap lekat pria di hadapannya.
" Kita tidak tahu apa yang orang lain pikirkan Naruto." Jawab Sasuke. Nada bicaranya terdengar datar namun dingin.
" Ya. Kau benar Sasuke. Kita tidak tahu apa yang orang pikirkan. Seperti aku yang tidak tahu dengan apa yang kau dan Kyuu-nii pikirkan. Bagaimana bisa kalian berpikir jika Itachi-nii adalah orang yang jahat padahal dia adalah orang yang kalian sayangi." Ujar Naruto dengan senyum lemah diwajah cantiknya.
" Itu karena kami peduli padamu Naruto. Kami tidak ingin kau disakiti ataupun terluka." Sasuke beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Naruto. Dibelainya pipi Naruto yang memiliki tiga garis halus seperti kumis kucing itu. Sementara Naruto hanya menatap datar pria yang sedang menyentuh pipinya itu.
Sasuke kemudian menjauhkan tangannya dari pipi Naruto. Dan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana jeans hitam yang dikenakannya. Ia menatap lekat Naruto yang masih terdiam dan duduk ditempat tidurnya.
" Percayalah Naruto. Semua ini untuk kebaikanmu." Sasuke kemudian berjalan keluar dari kamar Naruto. Meninggalkan Naruto yang masih termangu ditempatnya.
" Sebegitu buruknya kah Itachi-nii dimata kalian?" Gumam Naruto pada udara kosong dikamarnya.
Naruto pun membaringkan tubuhnya dikasur Queen size miliknya. Matanya menerawang jauh menatap langit-langit kamarnya. Dadanya berdenyut nyeri ketika ia teringat kejadian seminggu lalu.
Ia ingat jika kakaknya saat itu memukul Itachi. Dan membawanya pergi meninggalkan Itachi yang terluka akibat pukulan dari kakaknya.
Naruto sadar akan satu hal. Ia pergi saat Itachi terluka seperti itu. Apa Itachi baik-baik saja setelah ia pergi? Bagaimana dengan lukanya? Apakah ada seseorang yang mengobatinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang berkelana dipikirannya. Dan entah mengapa. Perasaan rindu itu kembali muncul.
Naruto tidak mengerti. Batin dan fisiknya sangat lelah. Berulang kali ia mencari jawaban. Namun tidak ada satupun jawaban yang ia temukan. Dan tanpa ia sadari setetes airmata yang selalu menemani hari-harinya. Keluar tanpa bisa ia cegah. Ia juga tidak mengerti bagaimana caranya airmata itu menyelinap keluar dari sapphire miliknya. Yang ia tahu perasaan sesak didada ketika ia mengingat kembali Itachi. Hanya itu yang ia tahu.
.
.
.
Tbc...
.
.
.
Akhirnya bisa update juga. Walau sedikit telat dari chapter" sebelumnya. Soalnya makin mendekati endingnya bakal makin rumit konfliknya. Dan bakal makin susah buat dapet feelnya. Tapi semoga masih kerasa feelnya. Chapter ini juga wordnya ga sepanjang yang kemaren. Tapi semoga tidak mengecewakan para readers sekalian.. :)
Viz mau bales reviewnya dulu ne..
Dewi15: Ini udah lanjut :)
Aliyah649: Semoga aja. Naru hamil anak Itachi terus menikah? Jawabannya ada dichapter klimaks. Chapter ini udah ada momen SasuNaru lagi walau cuma sedikit. Makasih :)
Sivanya anggarada: Iya. Direstui ga ya? Hmm.. Ikutin aja jalan ceritanya pasti tau kok. Makasih :)
.85: Ini udah lanjut :)
winteraries: Ini udah lanjut :)
wildapolaris: Gomenne.. Kalau bikin kecewa. Dari awal Viz udah bilang kok kalau fict ini endingnya ItaNaru :)
yukiko senju: Hmm. Gimana ya? Ikutin aja kelanjutannya nanti juga tau. Hehe. Viz udah usahakan wordnya tetep panjang dan hasilnya segini. Menurut kamu panjang ga?
zielavienaz96: Makasih :). Tenang.. Semua bakal happy ending kok. Walau mungkin akan ada satu orang yang nyesek.. Khukhukhu. Di chap ini sudah ada momen KyuuIno walaupun sedikit. Hehe
miskiyatuleviana: Iya. Tapi nanti saat mereka melakukannya pake cinta.. Khukhukhu
Hyull: Viz kan udah bilang dari awal. Kalo endingnya bakal ItaNaru dan ga akan berubah
Harpaairiry: Mungkin :).. Pasti :).. Makasih :)
Aiko Michishige: Ini udah lanjut :)
Zukie1157: Hehe.. Baik. :)
pein super mesum: Ini udah lanjut :)
kimjaejoong309: Di chap ini udah ada momen ItaNaru lagi. Kalo triple date mungkin bakal ada di last chapter atau di epilog nanti. :)
Jesica(guest): Makasih :) Viz ga janji bisa update kilat kaya kemarin". Soalnya makin kesini konfliknya makin rumit. ItaNaru bakal nikah. Tapi nanti. Sasuke cuma baru curiga aja kok. :)
Uzumaki Prince Dobe-Nii: Iya. Selamat buat kamu. Maunya apa? Hehe. Ok. Sasunya udah nongol nih walaupun cuma baru sedikit. Hehe
.faris: Ini udah lanjut :)
Kunou no Kitsune (guest): Haha.. Semoga tidak terjebak di fict ini ya.. :)
Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat
Semoga kalian suka.. :)
Jangan lupa review ya.. :)
