Sebelumnya
.
.
" Ada perlu apa kau datang menemuiku?" Tanya Kyuubi ketika Sasuke sudah berdiri dihadapannya dan hanya terhalang oleh sebuah meja. Sasuke hanya tersenyum miring ketika mendengar pertanyaan calon kakak iparnya itu yang langsung pada point nya. Benar-benar tipikal seorang Kyuubi yang tidak suka basa basi.
" Ada sesuatu yang ingin kukatakan." Jawab Sasuke menatap serius sepasang ruby dihadapannya.
" Apa?" Tanya Kyuubi dengan tatapan dan nada yang sama datarnya.
" Aku ingin meminta bantuanmu
.
NOW I LOVE YOU
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina/ KyuuIno
Rate : M
Genre : Hurt/comfort/ Romance
Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..
.
.
Don't like Don't Read
.
.
.
... NOW I LOVE U...
.
.
" Apa?" Tanya Kyuubi dengan nada datarnya sama seperti tatapan matanya yang datar menatap Sasuke yang berdiri dihadapannya.
" Aku ingin kau membawa pergi Naruto dari Konoha ke suatu tempat yang tidak mudah diketahui oleh orang lain untuk sementara waktu." Sasuke pun berujar dengan nada yang tidak kalah datarnya dengan sang calon kakak ipar. Kyuubi hanya mengernyitkan dahinya bingung dengan permintaan pemuda bermata onyx calon adik iparnya itu.
" Apa maksudmu?" Pertanyaan itupun lolos dari mulut si sulung Namikaze.
" Aku hanya ingin kau mengamankan Naruto sementara waktu hingga pernikahan kami tiba." Sasuke menjeda perkataannya dan menatap serius kearah calon kakak iparnya.
" Aku tahu kau sangat menginginkan pernikahan ini terjadi. Karena itulah aku meminta kerja samanya." Seringai diwajah tampannya tak luput dari pandangan Kyuubi.
" Jadi. Kau takut jika ada seseorang yang akan merusak pernikahan kalian begitu?" Tanya Kyuubi yang juga mulai menampilkan seringainya.
" Kau bukan orang bodoh, kakak ipar." Sasuke tersenyum miring dan memberikan penekanan pada kata kakak ipar.
" Aku belum menjadi kakak iparmu Uchiha." Kyuubi hanya mendengus mendengar panggilan yang Sasuke berikan kepadanya.
" Setidaknya belum sampai pernikahan kami dilaksanakan. Tapi tidak ada salahnya jika aku belajar memanggilmu kakak ipar." Masih dengan seringai diwajahnya. Sasuke berujar dengan nada datarnya.
" Terserah kau." Sahut Kyuubi singkat.
" Jadi?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya menatap Kyuubi.
" Itu bukan hal yang sulit. Jadi kapan aku harus membawa Naruto pergi dari sini?" Sasuke kembali menyeringai mendengar pertanyaan calon kakak iparnya.
" Lebih cepat lebih baik" jawabnya singkat kembali pada wajah stoic-nya.
" Lalu bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian?"
" Aku yang akan mengurus segalanya."
Kyuubi hanya mengangguk samar mendengar penuturan adik iparnya. Hening sesaat sampai Sasuke kembali bersuara.
" Kalau begitu aku pergi." Sasuke kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan hendak meninggalkan ruangan yang merupakan perpustakaan itu.
" Senang bisa bekerja sama denganmu." Lanjutnya sebelum menghilang dari balik pintu. Meninggalkan Kyuubi yang menatap datar pintu yang menelan kepergian calon adik iparnya.
*Flashback off*
" Kita lihat saja nanti Aniki." Gumam Sasuke masih dengan lengan yang menutup kedua matanya.
" Apakah kau bisa membawa Naruto pergi sebelum hari pernikahan kami?" Lanjutnya. Meski matanya tertutup oleh lengannya. Namun seringai diwajahnya masih dapat terlihat dengan jelas.
.
~~Now I Love U
.
Itachi tidak habis pikir dengan penjaga yang berjaga di gerbang kediaman Namikaze. Sejak berbicara dengan Sasuke. Itachi langsung mengendarai mobilnya menuju kediaman Namikaze.
Tujuannya hanya satu. Apalagi jika bukan untuk menemui Naruto. Dan jika bisa ia akan membawa Naruto pergi dari kota ini atau mungkin dari negeri ini. Agar mereka bisa bersama dan tidak ada lagi yang akan memisahkan mereka.
Namun setelah sampai didepan kediaman Namikaze. Para penjaga menghalangi dirinya untuk masuk menemui malaikatnya.
" Biarkan aku masuk dan bertemu dengan Naruto." Entah sudah berapa kali Itachi mengatakan hal itu kepada dua penjaga yang sudah sejak tadi menghalanginya untuk masuk.
" Maaf Itachi-sama tapi Naruto-sama memang benar-benar tidak ada dirumah." Dan selalu saja jawaban itu yang diterima Itachi. Itachi sendiri tentu saja tidak langsung percaya kepada dua penjaga itu.
" Kalau begitu. Biarkan aku masuk dan bertemu dengan Tuan dan Nyonya Namikaze." Itachi pun memutar otaknya dan mencari cara lain untuk bisa masuk kedalam.
" Maaf Itachi-sama. Tapi Minato-sama dan Kushina-sama juga sedang tidak ada dirumah. Mereka pergi ke Suna menemui keluarga besar Namikaze dan Uzumaki untuk memberitahukan prihal pernikahan Naruto-sama kepada keluarga besar mereka." Jelas salah satu penjaga.
Itachi yang tidak mendapati apapun akhirnya menyerah dan memutuskan pergi dari kediaman Namikaze. Bukan berarti ia menyerah untuk mendapatkan malaikatnya.
Tidak. Masih ada satu orang lagi yang harus ia temui. Dan Itachi berharap orang itu mau mendengarkannya dan mengerti. Mungkin setelah itu ia akan membantu Itachi untuk bersatu dengan malaikatnya.
Itachi melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota Konoha menuju suatu tempat. Tempat dimana orang itu berada saat ini menurut perkiraannya. Ini masih jam kerja dan ia yakin orang itu masih berada dikantornya.
Mobil Itachi berhenti di parkiran sebuah gedung pencakar langit yang merupakan gedung perkantoran. Ia sudah sering datang ke gedung ini hanya untuk masalah pekerjaan ataupun bertemu dengan orang itu dulu.
Kakinya melangkah cepat memasuki gedung perkantoran itu. Masuk kedalam lift, menekan tombol yang menunjukkan angka lantai yang akan menjadi tujuannya. Ia sudah tahu benar dimana letak kantor orang itu.
Pintu lift terbuka dan kaki jenjangnya melangkah keluar dari ruangan sempit itu. Kakinya terus melangkah melewati koridor gedung perkantoran itu. Langkahnya terhenti tepat disebuah pintu yang memiliki tulisan DIREKTUR UTAMA diatasnya.
Itachi melirikan onyx-nya ke sebuah meja yang berada disamping ruangan itu. Seorang wanita dengan rambut bergelombang dan iris crimson yang berada dimeja tersebut pun menatapnya. Dengan langkah profesionalnya ia mendekati Itachi yang masih berdiri didepan pintu yang bertuliskan DIREKTUR UTAMA.
" Maaf Uchiha-san. Apa anda ingin menemui Namikaze-san?" Tanya sang wanita yang merupakan sekretaris sang Direktur utama Namikaze corps. Itachi hanya mengangguk sebagai jawabannya.
" Bisa kau katakan pada Kyuubi jika aku ingin bertemu dengannya?" Itachi pun berusaha bertindak ramah mengikuti prosedur untuk menemui sang Direktur utama Namikaze corps. Meskipun jauh didalam lubuk hatinya ia ingin mendobrak pintu itu dan menemui Kyuubi sesegera mungkin.
" Maaf Uchiha-san. Tapi 30 menit yang lalu Kyuubi-sama baru saja bertolak menuju bandara untuk pergi ke Seoul melakukan perjalanan bisnis dan sepertinya Kyuubi-sama akan semakin sibuk karena ia ingin menyelesaikan semua pekerjaan sebelum hari pernikahan adiknya." Jelas sang sekretaris panjang lebar. Sementara Itachi hanya menatap datar kearahnya.
Tanpa berkata apapun lagi si sulung Uchiha itu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. Meninggalkan sang sekretaris yang menatap bingung kearahnya.
Meskipun wajahnya terlihat datar dan tidak menampilkan ekspresi apapun. Namun jauh dalam hatinya. Itachi sedang menahan amarah yang mungkin akan meledak. Marah, kesal, benci dan kecewa menjadi satu.
Kenapa begitu sulit baginya hanya untuk bersatu dengan wanita yang dicintainya? Kenapa semua orang begitu mempersulit dirinya? Kenapa Kami-sama tidak pernah memberikannya sedikit saja kebahagiaan dalam hidupnya? Kenapa? Hanya satu kata itulah yang ingin ia ketahui akan jawabannya.
Itachi berjalan cepat keluar dari gedung Namikaze corps. Jika ia tidak bisa kembali menemukan malaikatnya. Maka satu-satu-satunya orang yang tahu akan keberadaan Naruto adalah dia. Adiknya. Uchiha Sasuke yang juga merupakan tunangan dari malaikatnya. Itachi yakin jika Sasuke tahu keberadaan Naruto. Dan itu artinya ia harus kembali bicara dengan adiknya.
Sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan adiknya itu. Pembicaraannya dengan adiknya tadi saja sudah sangat menguras emosinya. Ia hanya tidak ingin kehilangan kendali atas dirinya. Tidak. Ia tidak ingin menggunakan kekerasan. Karena walau bagaimanapun juga Sasuke adalah adiknya. Dan ia juga sangat menyayangi adiknya itu. Tapi meskipun begitu. Ia tetap tidak bisa begitu saja melepaskan malaikatnya untuk adiknya. Itachi terlalu mencintai Naruto dan tidak ingin kehilangan lagi. Sudah cukup sekali ia pernah kehilangan orang yang dicintainya. Akan tetapi, tidak untuk kali ini. Apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan malaikatnya. Meskipun harus melawan seluruh dunia sekali pun. Ia tidak peduli.
Itachi hanya ingin malaikatnya. Ingin bersamanya disisa hidupnya. Tua bersama dan bercengkerama dengan keluarga kecilnya. Seperti itulah keinginannya. Tapi sepertinya semua orang sedang menghalangi keinginannya itu.
.
Itachi melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Ia sudah tidak memperdulikan apapun lagi. Ia hanya ingin cepat sampai dirumahnya dan menemui adiknya. Ia sudah lelah karena seperti dipermainkan oleh takdir.
Setelah sampai di kediamannya, Itachi langsung menghentikan mobilnya begitu saja tanpa peduli mobilnya sudah terparkir dengan benar atau tidak. Kakinya melangkah cepat masuk ke dalam rumah mewah bergaya eropa itu. Menghiraukan sapaan para pelayan yang menyambut kedatangannya. Onyx miliknya menyapu seluruh ruangan rumah yang dilewatinya. Sepi. Seperti tidak ada orang dirumah ini. Padahal biasanya sang ibu selalu berada diruang keluarga untuk menonton televisi di jam-jam seperti ini. Tapi Itachi sama sekali tidak menemukan keberadaan ibunya itu. Kemana perginya semua orang? Pikirnya
Kakinya terus melangkah menaiki tangga satu persatu dengan langkah yang lebar. Ia ingin segera menemui adiknya dan menanyakan keberadaan Naruto. Mungkin saja saat ini Sasuke sudah berubah pikiran dan membiarkan dirinya bersatu. Bolehkah ia berharap demikian?
Onyx miliknya langsung menangkap sosok Sasuke yang baru saja keluar dari kamarnya. Saat Itachi sudah sampai di ujung tangga. Itachi pun melangkahkan kakinya mendekati sang adik yang hanya berdiri diam didepan pintu kamarnya. Saat onyx Sasuke bertemu dengan onyx Itachi.
" Katakan padaku. Dimana Naruto?" Itachi bertanya langsung pada tujuannya saat berhadapan dengan Sasuke. Nada yang keluar dari mulutnya begitu datar namun dingin.
" Aku tidak tahu." Jawab Sasuke singkat dengan nada yang sama seperti Itachi.
" Jangan berpura-pura Sasuke. Aku tahu jika kepergian Naruto ada hubungannya denganmu." Sahut Itachi sengit.
" Kau benar Aniki. Tapi aku juga tidak bohong jika aku memang tidak tahu dimana Naruto." Seringai muncul diwajah Sasuke. Namun wajahnya kembali datar saat mengucapkan kalimat terakhir. Itachi hanya menyipitkan matanya mencari kebohongan di onyx sang adik.
" Sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini?" Tanya Itachi setelah tidak menemukan kebohongan di onyx adiknya.
" Tentu saja tujuanku untuk menikah dengan Naruto." Jawab Sasuke tenang memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana jeans hitam yang dikenakannya.
" Kenapa kau begitu bersikeras ingin menikah dengan Naruto? Kau sendiri sudah tahu jika aku dan Naruto saling mencintai. Dan kau juga tidak mencintainya. Tidak kah kau berpikir jika pernikahan ini hanya akan menyakiti kita bertiga." Sasuke hanya terdiam mendengar penuturan sang kakak. Tatapannya masih terlihat datar. Itachi sendiri tidak dapat menebak apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya.
" Tidak kah kau berpikir untuk membatalkan pernikahan ini demi kebahagiaan kita bertiga?" Itachi kembali bersuara ketika Sasuke hanya diam tanpa merespon perkataannya tadi.
" Tidak." Jawab Sasuke tegas dengan nada yang tidak terbantahkan. Itachi hanya mengepalkan kedua tangannya. Berusaha untuk menahan emosinya yang hampir meledak menghadapi sifat keras kepala adiknya. Tidak. Itachi sangat tidak ingin menggunakan kekerasan. Terlebih lagi terhadap adiknya yang sangat ia sayangi. Meskipun saat ini adiknya benar-benar menguji kesabarannya. Tetapi Itachi tetap harus menghadapinya dengan kepala dingin. Ia tidak boleh terpancing. Ia tahu jika itulah yang diinginkan adiknya. Menyulut emosinya. Itachi akan menunjukkan pada Sasuke jika saat ini ia masih bisa bersikap tenang.
" Baiklah jika itu maumu otouto." Ujar Itachi setelah berhasil mengontrol emosinya.
" Jika aku tidak bisa menemui Naruto sekarang. Maka aku akan menemuinya nanti. Dan saat itu aku tidak akan segan lagi untuk membawanya pergi." Lanjutnya menatap onyx adiknya dengan sorot kesungguhan.
" Lakukanlah jika kau bisa, Aniki!" Sasuke menatap Itachi dengan tatapan menantang.
" Tentu saja aku bisa Sasuke." Itachi mulai melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti disamping adiknya.
" Karena aku sangat mencintai Naruto. Dan aku tidak ingin kehilangan orang yang ku cintai lagi." Ujar Itachi tepat disamping Sasuke.
" Kau yang tidak tahu apa itu cinta sama sekali tidak mengerti otouto." Itachi melirik kearah Sasuke yang masih memasang wajah datar dengan ekor matanya. Kemudian benar-benar melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Meninggalkan Sasuke yang masih bergeming ditempatnya. Kemudian Sasuke pun melangkahkan kakinya yang tertunda. Keluar dari kediaman Uchiha.
.
Itachi menghempaskan tubuhnya di ranjang king size miliknya. Onyx kelam miliknya menatap kosong langit-langit kamarnya. Emosinya hari ini benar-benar terkuras. Ia lelah. Sangat lelah. Tapi bukan berarti ia menyerah untuk mendapatkan malaikatnya. Ia hanya perlu mengistirahatkan tubuhnya. Mengisi seluruh energinya. Hingga tiba saat untuk dirinya kembali berjuang untuk mendapatkan malaikatnya kembali.
Tangannya merogoh saku celananya. Mengeluarkan sebuah SmartPhone yang berada didalam sakunya. Onyx miliknya menatap wallpaper pada SmartPhone miliknya yang menampilkan wajah gadis bersurai pirang keemasan dengan iris shappire yang begitu memukau. Gadis itu tengah tersenyum hangat kearah kamera. Senyuman yang sangat disukai oleh Itachi.
" Kau dimana Naru?" Lirih Itachi. Ibu jarinya membelai potret yang tertera pada SmartPhone miliknya.
" Kenapa kau tidak menghubungiku?" Tanyanya pada udara kosong ruangan kamarnya.
" Apa kau baik-baik saja?" Lanjutnya masih menatap layar SmartPhone miliknya.
" Aku merindukanmu. Naru." Entah bagaimana caranya airmata itu meluncur begitu saja dari onyx yang terlihat begitu memilukan.
.
~~ Now I Love U
.
Sapphire yang begitu mempesona itu menatap lautan yang luas sewarna dengan matanya. Dari balkon sebuah villa yang berada disebuah pulau kecil namun indah. Semuanya masih sangat asri dan alami. Ia juga yakin jika tempatnya berdiri saat ini adalah satu-satunya bangunan di pulau kecil yang ia sendiri tidak tahu namanya.
Yang ia tahu ia terdampar di tempat ini bersama kakak iparnya. Ia juga tidak tahu apa tujuannya berada ditempat asing ini. Yang ia dengar dari kakak iparnya saat ini mereka sedang berlibur untuk menghilangkan penat dipulau asing ini. Tapi entah kenapa semua ini terlihat seperti penjara baginya. Ia seperti terisolir dari dunianya.
Sapphire yang sejak tadi hanya menatap lautan yang luas itu kini beralih pada sebuah benda persegi kecil ditangannya. Tangannya terangkat untuk mendekatkan benda persegi yang merupakan SmartPhone miliknya. Benda yang sama sekali tidak berguna semenjak ia datang ke pulau ini. Karena tidak adanya sinyal ditempat yang terpencil ini. Padahal ia sangat ingin menghubungi seseorang yang berada jauh disana. Tapi benda ditangannya benar-benar tidak berfungsi sama sekali.
" Itachi-nii.." Gumamnya lirih.
" Apa kau baik-baik saja disana?" Lanjutnya kembali memusatkan pandangannya pada laut lepas dihadapannya.
" Apa kau sudah berhasil meyakinkan Sasuke?" Tatapannya menyendu.
" Apakah kita bisa bersama? Itachi-nii?" Ia sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Tapi airmata itu meluncur begitu saja dari iris sapphire yang terlihat begitu putus asa.
" Aku merindukanmu. Tachi." Airmata semakin deras mengalir dari sapphire yang begitu mempesona namun terlihat mendung saat ini.
.
.
.
Tbc..
.
.
.
Apa apaan ini? Kenapa ceritanya jadi gaje begini? Ugh.. Padahal kemaren bilangnya mau the end. Tapi ternyata? Ckckck
Viz ga konsisten ne,, heheh
Gomen baru bisa update sekarang. Soalnya kemaren Viz dapet giliran shift 1. Shift kerja yang menurut Viz sangat melelahkan. Karena harus berangkat pagi terus pulang sore. Hufft
Chapter ini juga lebih pendek dari chapter lainnya. Sebenarnya Viz bisa aja langsung the end nih fanfict. Tapi entar ceritanya malah ga jelas. Dan viz ga mau bikin readers bingung. Mungkin malah tambah bingung sama chapter ini. Gaahhh..
Oke. Sebelum lanjut ke chapter selanjutnya Viz mau minta pendapat dulu nih. Sebenarnya ide ini tiba-tiba muncul dikepala Viz karena begitu banyaknya pertanyaan tentang sikap Sasuke yang keukeuh mau nikah sama Naru.
Viz mau tanya nih.
Readers mau fict ini langsung di tamatin atau mau ngungkapin dulu rahasia Sasuke?
Kalau mau ditamatin, next chapter bakal beneran the end.
Tapi kalau mau buka rahasia Sasuke. Mungkin next chapter bakal viz bongkar rahasia Sasu lebih detail. Bisa dibilang POV Sasuke.
Gimana menurut Minna?
Viz bener-bener harapkan usulannya lho.
Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat
Semoga kalian suka.. :)
Jangan lupa review ya.. :)
