NOW I LOVE YOU

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : ItaFemNaru/ SasuFemNaru/ ItaKyuu/ SasuHina/ KyuuIno

Rate : M

Genre : Hurt/comfort/ Romance

Warning : Lime/Lemon kurang asem, Typo(s) EYD, genderbender. Fem Naruto. A little yaoi. Straight. Alur kecepatan. Gaje. OOC. DLL..

.

.

Don't like Don't Read

.

.

.

... NOW I LOVE U...

.

.

Sasuke terus melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Uchiha. Bungsu Uchiha itu langsung menaiki mobilnya dan keluar dari kediamannya. Mobilnya terus melaju menyusuri jalanan Konoha. Ia sendiri tidak tahu kemana ia hendak pergi. Pikirannya kalut dan lelah. Pertengkarannya dengan Itachi bukanlah hal yang ia sukai. Dan semua itu hanya membuatnya semakin kalut.

Mobil Sasuke melaju menyusuri jalanan pinggiran kota Konoha. Mata onyx yang tajam itu melihat sekitar jalanan yang dilewatinya. Jalan yang sangat ia kenali saat ia masih kecil dulu.

Yah. Dulu saat ia masih kecil. Sasuke dan keluarganya pernah tinggal dipinggiran kota. Saat itu keluarganya baru merintis perusahaannya. Karena itulah mereka tinggal dipinggiran kota dengan rumah yang besar namun tidak sebesar rumahnya sekarang.

Saat itu keluarganya bertetangga dengan keluarga Namikaze. Itulah awal pertemanan dua keluarga besar mereka. Awal pertemanannya dengan Naruto. Saat itu usianya baru genap 6 tahun. Dan mereka bersahabat hingga saat ini. Bahkan sebentar lagi mereka akan menikah. Jika semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Sasuke menghentikan mobilnya disebuah taman bermain anak-anak. Taman yang sangat ia kenali. Taman tempatnya bermain bersama Naruto saat ia kecil dulu. Taman yang merupakan salah satu tempat kenangannya bersama Naruto.

Sasuke keluar dari mobilnya dan kemudian melangkahkan kakinya masuk ke taman bermain anak-anak itu. Tempat itu masih terlihat sama seperti terakhir kali dilihatnya. Tidak terlalu banyak hal yang berubah dari tempat itu.

Sasuke terus berjalan menuju salah satu ayunan yang terdapat ditaman bermain tersebut. Kemudian ia pun hanya diam dan terduduk di ayunan tersebut. Sasuke memejamkan matanya dan mencoba untuk mengingat kembali masa kecilnya bersama Naruto dulu saat berada di tempat ini. Masa kecil yang tidak akan pernah ia lupakan. Masa kecil yang sudah membuatnya bertindak hingga sejauh ini.

.

*Flashback on*

Ditaman itu terlihat beberapa anak yang sedang bermain dengan sangat gembira. Hingga pada akhirnya satu persatu dari mereka mulai meninggalkan taman bermain tersebut untuk pulang. Dan kini yang tersisa hanya dua anak kecil yang berusia sekitar Enam tahunan. Mereka sedang bermain ayunan. Sang anak perempuan dengan rambut pirang sebahu yang dikuncir twintail rendah sedang duduk diatas ayunan yang terus bergerak maju mundur. Sementara seorang anak laki-laki dengan rambut raven yang mencuat melawan gravitasi sedang mendorong punggung si anak perempuan agar ayunannya terus bergerak semakin tinggi. Si anak perempuan terus tertawa riang setiap kali ayunannya bergerak semakin tinggi. Sementara si anak laki-laki hanya tersenyum tipis melihat gadis cilik yang terus tertawa riang itu. Hingga tiba-tiba si anak laki-laki langsung menghentikan gerakan ayunan itu. Membuat si anak perempuan mengernyit bingung dengan wajah khas anak-anaknya.

" Kenapa berhenti Suke?" Tanyanya sambil menoleh ke belakang dimana si anak laki-laki itu berdiri.

" Kita harus pulang Naru, ini sudah sore." Jawabnya kemudian mulai melangkahkan kakinya.

Si anak perempuan yang dipanggil Naru pun mengangguk sambil tersenyum kearahnya. Kemudian ia turun dari ayunan yang didudukinya dan mulai berlari meninggalkan si anak laki-laki yang sudah berjalan lebih dulu.

" Jangan berlari Naru. Kau bisa terjatuh nanti." Ujar si anak laki-laki dengan suara yang sedikit berteriak kearah si anak perempuan.

Tak berapa lama. Apa yang dikatakan Sasuke kecil pun terjadi. Naruto kecil terjatuh akibat tersandung kaki mungilnya sendiri.

" NARUTO." Teriak Sasuke kecil kemudian berlari menghampiri Naruto yang mulai membenarkan posisi terjatuhnya. Airmatanya sudah membasahi wajahnya yang sedikit kotor akibat terjatuh tadi.

" Suke.. Hiks.. Sakit..hikss.." Naruto berujar sambil terus terisak.

" Sudah ku bilang kan untuk tidak berlari." Sasuke berujar sambil berjongkok menyamakan tingginya dengan Naruto yang masih terduduk bersimpuh.

" Lihatlah sekarang kau jadi terjatuh." Lanjut Sasuke sambil memeriksa bagian tubuh Naruto yang terluka. Seperti lutut dan sikunya.

" Gomen." Ujar Naruto lirih masih dengan isakan yang keluar dari bibirnya.

" Sudahlah. Kau tidak perlu minta maaf Naru." Sasuke berujar sambil menghapus airmata Naruto dengan tangan kecilnya.

" Apa kakimu sakit?" Tanya Sasuke menatap sapphire Naruto yang masih berkaca-kaca. Naruto hanya mengangguk lemah sebagai jawabannya. Sasuke kemudian bergerak memunggungi Naruto dengan posisi yang masih berjongkok.

" Naik lah!" Ujar Sasuke masih berjongkok sambil memunggungi Naruto.

" Eh?" Naruto hanya memasang wajah bingung khas anak-anaknya.

" Cepat naik! Kakimu sedang terluka kan?" Mendengar nada perintah yang keluar dari mulut Sasuke itu. Membuat Naruto langsung naik ke punggung Sasuke. Sementara Sasuke sendiri hanya tersenyum tipis saat merasakan beban dipunggungnya. Sasuke pun kemudian berdiri perlahan dengan Naruto dipunggungnya.

" Arigatou.. Suke." Gumam Naruto mengeratkan pegangannya di leher Sasuke.

" Hn." Dan hanya gumaman dua huruf itu lah yang didapatkan Naruto. Namun mampu membuatnya kembali tersenyum cerah.

Kaki kecil Sasuke pun terus melangkah menyusuri jalan setapak menuju rumahnya dan rumah Naruto. Dan sepanjang perjalanan itu pun mereka terus diam tanpa ada yang bersuara. Hingga Naruto yang notabene seorang anak yang tidak suka diam itupun merasa jenuh dan akhirnya membuka suara.

" Nee Suke." Ujar Naruto didekat telinga Sasuke.

" Hn."

" Apa Suke tidak merasa lelah? Sejak tadi kan Suke terus menggendong Naru. Kaki Suke pasti lelah?" Ujar Naruto berusaha menatap wajah Sasuke. Namun yang terlihat hanya sisi wajahnya saja.

" Sedikit." Jawab Sasuke singkat tanpa menghentikan langkahnya.

" Kalau begitu. Kita istirahat dulu ne." Naruto mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk istirahat.

" Nee Suke. Bagaimana kalau kita beristirahat disana?" Tunjuk Naruto pada sebuah Gereja yang berada di ujung pertigaan jalan.

" Hn." Jawab Sasuke kemudian melangkahkan kakinya menuju Gereja tersebut.

Sasuke kemudian menurunkan Naruto dari gendongannya di depan pintu Gereja. Ia sendiri kemudian mendudukkan dirinya ditangga masuk menuju gereja. Ia cukup lelah juga menggendong tubuh Naruto yang cukup berat karena masa pertumbuhannya. Melihat pintu gereja yang sedikit terbuka membuat Naruto penasaran dan kemudian masuk kedalamnya. Sasuke hanya menghela napas melihat Naruto yang seenaknya saja masuk kedalam Gereja. Mau tidak mau Sasuke kecil pun ikut masuk kedalam gereja tersebut.

Sasuke agak terkejut ketika ia masuk ke dalam gereja. Begitu penuh dengan orang-orang dewasa yang mengenakan pakaian bagus. Gerejanya pun di hias oleh pernak pernik khas pernikahan seperti bunga dan lainnya.

Sasuke langsung mengedarkan pandangannya mencari gadis kecil yang tadi digendongnya. Tanpa memakan waktu yang lama Sasuke dengan mudah mendapati sosok dengan rambut yang sedikit menyolok. Pirang keemasan yang duduk seorang diri di bangku paling belakang yang terlihat kosong. Sasuke pun menghela napas lega karena telah menemukan gadis kecil yang dicarinya. Kemudian kaki kecil Sasuke melangkah mendekati Naruto yang menatap ke depan altar dengan mata yang berbinar.

" Ayo pulang Naru." Sasuke memegang lengan Naruto dan berusaha untuk membuatnya berdiri dari duduknya.

" Tidak mau. Naru masih ingin disini." Ujar Naruto kecil dengan mata yang berkaca-kaca. Sasuke yang melihat ekspresi memelas Naruto pun hanya menghela napas pasrah dan menyerah. Sasuke sendiri tidak tahu sudah berapa kali ia menghela napas. Dan hanya ketika bersama Naruto saja lah ia melakukan hal itu. Sasuke pun kemudian mendudukkan dirinya disamping Naruto.

Tak berapa lama. Pintu gereja kembali terbuka. Dan semua mata tertuju kearah pintu yang terbuka . Begitupun dengan Naruto dan Sasuke kecil yang langsung menolehkan kepalanya kearah pintu yang terbuka.

Dari pintu tersebut, masuk seorang wanita yang mengenakan gaun putih cantik yang panjang hingga menutupi kakinya. Wajahnya tertutup kain tipis yang transparan. Wanita itu masuk bersama seorang pria paruh baya disampingnya sambil menggandeng tangannya. Dibelakangnya terdapat beberapa anak kecil dengan gaun putih. Ada yang membawa keranjang berisi kelopak bunga mawar dan juga yang memegang kain putih panjang yang berasal dari gaun wanita yang berjalan sambil membawa buket bunga.

Sapphire Naruto tak pernah lepas dari pemandangan itu. Hingga sang wanita berdiri bersama seorang pria yang sudah sejak tadi berdiri di altar bersama seorang pendeta.

" Nee Suke." Naruto kemudian menoleh kearah Sasuke.

" Hn." Jawab Sasuke tanpa menoleh kearah Naruto.

" Mereka itu sedang apa?" Pertanyaan polos keluar dari mulut anak perempuan yang baru berusia enam tahun itu. Jari telunjuknya mengarah kedepan dimana sepasang pengantin sedang mengikat janji.

" Mereka sedang menikah Naru." Jawab Sasuke menatap Naruto.

" Menikah itu apa?" Naruto bertanya sambil memiringkan kepalanya sedikit dan menunjukkan wajah polos yang menggemaskan.

" Dobe." Sasuke hanya mendengus mendengar pertanyaan polos Naruto.

" Hei. Naru kan hanya bertanya." Sungut Naruto yang sedikit kesal karena dikatai Dobe oleh Sasuke. Ia pun hanya mengembungkan pipinya sambil memajukan bibirnya tanda sedang kesal. Sasuke hanya mendengus geli melihat tingkah kekanak-kanakan Naruto. Hei. Bukankah ia juga anak-anak?!

" Menikah itu menyatukan dua orang yang saling menyayangi Dobe." Akhirnya Sasuke pun menjawab pertanyaan polos Naruto. Meski di ujung kalimat ia menyelipkan panggilan mengejek untuk Naruto.

" Jangan memanggil Naru Dobe. Teme!" Sungut Naruto tidak terima di panggil Dobe oleh Sasuke.

" Kau memang Dobe Naru." Entah kenapa Sasuke jadi suka mengejek Naruto. Melihat wajah kesal Naruto ternyata cukup menghibur bagi Sasuke. Naruto kembali mengembungkan pipinya dan memajukan bibirnya ke depan tanda ia sedang kesal. Sapphire-nya terus memandang ke depan altar dimana pasangan pengantin sedang mengucap janji. Sasuke sendiri hanya tersenyum tipis saat melihat ekspresi Naruto yang benar-benar menggemaskan itu.

" Nee Suke.." Seru Naruto tiba-tiba dengan wajah yang menatap lekat Sasuke.

" Hn?" Sasuke hanya menaikkan sebelah alisnya saat melihat ekspresi Naruto yang sudah berubah.

" Kalau begitu ayo kita menikah Suke." Cetus Naruto dengan mata yang berbinar-binar saat menatap Sasuke.

" Kita masih kecil Dobe. Menikah hanya untuk orang dewasa." Jelas Sasuke sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sasuke tidak habis pikir dengan cara berpikir Naruto yang masih polos itu.

" Kalau begitu. Jika kita dewasa nanti. Kita menikah ne Suke?" Naruto berujar sambil menautkan kedua tangannya dan menatap Sasuke penuh harap.

"..." Sasuke hanya diam dan kembali menatap ke depan.

" Suke."

"..."

" Suke. Suke mau kan menikah dengan Naru saat dewasa nanti?"

"..."

" Suke.." Rengek Naruto dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Sasuke yang melihat ekspresi Naruto yang mau menangis itupun hanya menghela napas dan balas menatap sapphire Naruto.

" Iya Dobe. Jika kita dewasa nanti. Kita akan menikah." Onyx Sasuke masih menatap sapphire Naruto. Sasuke juga bisa melihat ekspresi wajah Naruto yang sudah kembali cerah dan itu membuatnya tersenyum tipis.

" Janji?" Naruto mengulurkan jari kelingkingnya ke depan wajah Sasuke.

" Hn." Jawab Sasuke menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Naruto.

" Yeayy.. Naru akan menikah dengan Suke nanti." Pekik Naruto dengan riangnya.

" Urusaii Dobe. Semua orang bisa meli-" kata-kata Sasuke terhenti saat dirasakannya benda lembut yang menyentuh bibirnya. Matanya membulat dan semburat pink menghiasi pipi putihnya saat menyadari benda lembut itu adalah bibir Naruto. Mereka berciuman. Dan itu adalah ciuman pertamanya.

" A-apa yang kau lakukan dobe?" Sasuke bertanya setelah ciuman mereka terlepas. Semburat pink masih menghiasi pipi putihnya.

" Naru hanya melakukan seperti yang mereka lakukan." Jawab Naruto dengan wajah polosnya sambil menunjuk kearah pasangan pengantin yang sedang berciuman. Sasuke pun melihat kearah telunjuk Naruto. Dan benar saja Sasuke bisa melihat pasangan pengantin baru itu sedang berciuman. Dan seketika itu juga semburat pink kembali menghiasi pipi putihnya. Ia merutuki pasangan baru itu yang berciuman didepan anak kecil seperti dirinya dan Naruto.

" Tapi mereka melakukannya karena mereka sudah menikah Dobe." Tak berapa lama setelah mengucapkan kalimat itu. Sasuke kembali merasakan benda lembut yang ia tahu bibir Naruto menyentuh bibirnya untuk kedua kalinya.

" A-apa yang kau lakukan?" Sasuke kembali bertanya dengan detak jantungnya berdegup kencang karena dua kali ia dicium oleh Naruto. Bahkan wajah yang selalu terlihat datar itu sudah beberapa kali dihiasi semburat pink hanya karena Naruto.

" Naru hanya mengambilnya lagi. Jika kita menikah nanti. Naru akan mengembalikannya lagi pada Suke." Jawab Naruto dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Membuat Sasuke yang melihatnya ikut tersenyum. Sasuke sendiri tidak tahu kenapa. Tapi hanya ketika bersama Naruto saja ia bisa mengeluarkan ekspresinya. Bahkan senyum yang jarang ia tunjukkan pada orang lain kecuali keluarganya itu. Selalu berhasil ia keluarkan jika saat bersama Naruto. Sasuke juga sangat menyukai senyum Naruto yang mampu membuatnya merasa hangat. Dan ia sangat ingin terus melihat senyuman mentari Naruto itu untuk dirinya sendiri.

Sasuke kemudian beranjak dari tempat duduknya. Tangannya terulur kearah Naruto yang masih duduk dan memandang Sasuke.

" Ayo pulang." Ujar Sasuke tersenyum kearah Naruto. Naruto balas tersenyum dan kemudian mengangguk menerima uluran tangan Sasuke.

" Apa kakimu masih sakit?" Tanya Sasuke saat Naruto sudah berdiri dihadapannya. Naruto hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kearah Sasuke.

Mereka berdua pun melangkahkan kakinya keluar dari gereja sambil bergandengan tangan. Sasuke sengaja memelankan langkahnya agar seimbang dengan langkah Naruto yang sedikit tertatih karena luka di lututnya. Sasuke juga masih ingin berlama-lama seperti ini. Berjalan sambil bergandengan tangan.

" Suke." Seru Naruto tiba-tiba menghentikan langkahnya. Membuat Sasuke juga ikut menghentikan langkahnya dan menatap Naruto dengan alis bertautan.

" Naru benar-benar tidak sabar menjadi dewasa." Naruto berujar dengan riangnya.

" Kenapa?" Tanya Sasuke menatap lekat wajah ceria Naruto yang sangat disukainya.

" Karena Naru sudah tidak sabar ingin menikah dengan Suke." Sasuke hanya tersenyum saat mendengar perkataan Naruto. Mereka pun kembali berjalan dengan tangan yang masih bertautan.

" Nee. Suke juga tidak sabar kan ingin menikah dengan Naru?" Tanya Naruto berlari kecil dan kemudian berdiri dihadapan Sasuke. Sapphire miliknya menatap Sasuke penuh harap. Sasuke hanya mendengus geli melihat tingkah Naruto. Namun tak berapa lama ia kemudian tersenyum tangan satunya yang bebas mengacak surai pirang Naruto. Membuat gadis kecil itu tertawa kegirangan.

" Iya Naru. Aku juga tidak sabar ingin menikah denganmu." Ujar Sasuke dengan nada lembut.

Naruto kemudian menarik tangan Sasuke dan berlari bersama. Sasuke hanya pasrah menerima perlakuan Naruto yang terus menarik tangannya sambil berlari. Mau tak mau kaki kecil Sasuke pun harus ikut berlarian bersama Naruto. Senyuman tak pernah lepas dari dua anak manusia yang terus berlarian itu.

*Flashback off*

.

Sasuke membuka mata onyx kelam miliknya. Kenangan itu seperti baru saja terjadi kemarin. Ia masih mengingat jelas wajah ceria Naruto, senyum mentarinya dan janji yang mereka buat. Janji yang tidak akan pernah ia lupakan setelah 16 tahun sepertinya Naruto sudah melupakan janji mereka itu.

Sasuke beranjak dari ayunan yang didudukinya dan kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan taman itu. Kemudian ia masuk kedalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari taman tersebut. Di lajukannya mobil itu dengan kecepatan yang sangat pelan. Matanya menatap jalanan yang penuh dengan kenangan baginya. Perasaan rindu itu mulai menyusup ke dalam hatinya.

Rindu akan kebersamaannya dan Naruto. Rindu akan senyuman hangat Naruto yang selalu tertuju padanya. Rindu pada genggaman tangan Naruto pada tangannya yang menyalurkan kehangatan. Rindu. Sasuke sangat rindu akan semua itu. Jika ia tahu menjadi dewasa akan serumit ini. Maka ia akan memilih untuk menjadi anak kecil dan bersama Naruto lebih lama lagi. Tanpa harus terlibat dengan masalah serumit ini. Mungkin ia akan sangat bahagia.

Sasuke menghentikan mobilnya didepan sebuah gereja yang sangat ia kenali. Gereja dimana dirinya sudah mengikat janji bersama Naruto dulu.

Sasuke keluar dari mobilnya dan kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam gereja tersebut. Tanpa harus masuk lebih dalam lagi, Sasuke langsung mendudukkan tubuhnya dikursi panjang paling belakang. Kursi yang pernah ia duduki bersama Naruto dulu. Kursi yang menjadi saksi janjinya dan Naruto.

Sasuke duduk dikursi itu dengan kepala yang terus menoleh kearah sampingnya. Tempat dimana dulu Naruto kecil duduk disampingnya. Tempat kosong yang sangat ia harapkan terisi oleh Naruto.

Entah bagaimana caranya. Bayangan Naruto kecil tertangkap jelas di onyx-nya. Naruto kecil yang sedang mendongak dan menatap kearahnya dengan senyuman yang sangat ia rindukan. Tangan besar Sasuke terangkat menyentuh pipi Naruto kecil. Membuat senyuman di wajah Naruto kecil hilang dan hanya menatap lekat onyx Sasuke.

" Aku akan menepati janjiku Naru." Gumam Sasuke membelai pipi Naruto kecil dengan ibu jarinya.

" Kita akan menikah. Dan jika kau melupakan janji kita. Maka aku akan membuatmu mengingatnya kembali Naru." Sasuke tersenyum dan bayangan Naruto kecil menghilang. Menyisakan tangannya yang mengambang diudara. Tatapan onyx itu pun berubah sendu. Seperti ada sesuatu yang hilang dari jiwanya.

" Kau yang tidak tahu apa itu cinta sama sekali tidak mengerti otouto."

Perkataan Itachi kembali terngiang ditelinganya.

" Kau salah Aniki. Aku tahu..." Sasuke menundukkan kepalanya dalam menyembunyikan ekspresi wajahnya dari balik poninya.

" Aku tahu. Karena aku sangat mencintainya."

Yah. Sasuke sangat mencintai Naruto. Karena itulah ia bersikeras untuk menikah dengan Naruto. Selain karena janjinya pada Naruto. Perasaan yang dinamakan cinta itu juga ada dihatinya. Karena itulah rasa ingin memiliki cintanya tumbuh dihatinya. Sasuke ingin memiliki Naruto. Tidak peduli jika wanita yang dicintainya itu tidak mencintainya. Sasuke akan tetap memilikinya. Dan ia berjanji akan membuat Naruto juga balas mencintainya. Pernikahan ini adalah satu-satunya cara agar ia bisa memiliki gadisnya. Menepati janjinya.

" Aku akan menepati janjiku Naru." Gumamnya mendongakkan kepalanya menatap kedepan.

" Aku akan menikahimu." Lanjutnya

" Karena aku mencintaimu."

.

.

.

Tbc..

.

.

.

Oke. Karena vote terbanyak minta POV Sasuke. Maka Viz buat chapter ini.

Viz juga update kilat chapter ini supaya redears ga terlalu lama menunggu last chapter. Karena next chapter bakal Viz pastikan adalah last Chapter.

Mungkin setelah baca chapter ini kalian pasti bakal bertanya-tanya soal hubungan Sasu sama Hinata. Jawabannya bakal ada di last chapter. Di chapter sebelumnya juga banyak pertanyaan kenapa Itachi kurang greget? Karena yang dilawannya adiknya sendiri. Soalnya Itachi itu juga kan sayang banget sama adiknya. Jadi ada sedikit perasaan dilema di hatinya Itachi. So harap di maklum kalo Itachi kurang gereget.

Oh ya,, Gimana sama UN buat readers yang melaksanakannya? Semoga semua berjalan lancar ne.

Soalnya Otouto Viz juga lagi UN. Viz juga berdoa semoga sukses sama UN-nya dan pada LULUS.

Mumpung gy libur maka Viz bisa update kilat. Besok udah mulai kerja lagi dan dapat giliran shif 3. Berangkat malam pulang pagi. Ditambah sistem kerja 4 group yang bikin libur kerja Viz juga ga beraturan. Sabtu minggu dapat giliran masuk terus senin selasa jatah libur. Hufft. Kok malah curcol sih? #abaikan

Jadi mungkin last chapternya bakal sedikit lama updatenya.

Karena Di chapter kemarin juga banyak redears baru.

Salam kenal Minna. :)

Terima kasih banyak buat yang udah mau nge-fav, follow dan review fict gaje buatan Viz ni... *bungkuk90derajat

Semoga kalian suka.. :)

Jangan lupa review ya.. :)