DESCLAIMER: NARUTO PUNYA MASASHI KISHIMOTO BUKAN PUNYA GUE ATAU PUNYA AGUNG HERCULES

Author daritadi pagi Sial banget! baru bangun jam setengah 7. ngga sempet mandi ngga sempet sarapan udah gitu lupa bawa duit ke sekolah. abis itu pas ke warnet duitnya ketinggalan, padahal udah deket.

ah, sudahlah...Monggo dibacaaa


Flashback On

Seperti biasa, setiap sebulan sekali Ino pergi mengambil uang transferan ayahnya untuk kebutuhan sekolahnya maupun kebutuhan sehari-hari. Biasanya ia melakukannya. Di minggu pertama awal bulan. Tapi karena minggu pertamanya diisi dengan kegiatan mendaftar dan melakukan tes di sekolah sekolah, jadi ia melakukannya di minggu kedua

"Ino-chan, apa itu kau?"

Saat memutar kunci pintu ia mendengar suara yang tak asing di telinganya tapi ia lupa siapa pemilik suara lembut itu. Reflek ia menoleh kearah suara tersebut. Wanita itu mendekat ke Ino lalu memeluknya

"yoshino-san..." Ino membalas pelukan dari wanita yang berkisar sekitar 40 tahunan tersebut.

"kau masih mengingatku ino?" yoshino melepas pelukannya "waah, kau sudah besar dan bertambah cantik ya ino.. Terakhir kita bertemu tinggimu hanya se dadaku. Sekarang kau lebih tinggi daripada aku." Yoshino melihat ino yang saat itu hanya memakai setelan celaja jeans dan baggy shirt dari atas ke bawah. mungkin karena sudah 5 tahun mereka tidak bertemu sehingga perubahan yang biasa dialami oleh para remaja menjadi lebih terlihat signifikan.

"terimakasih Yoshino-san. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?" tanya ino seraya memasukkan kunci yang belum sempat ia masukkan dalam tas

"aku sedang mencari kamar untuk Shikamaru. Entah kenapa ia tiba-tiba memutuskan untuk tinggal dan menetap di Konoha.. Mungkin karena ia punya banyak teman disini mengingat ini adalah tanah kelahirannya atau karena ia hanya malas untuk sekedar memperkenalkan dirinya di depan kelas"/ "kau sendiri sedang apa Ino-chan? Apa kau tinggal disini?" tanya yoshino selepas menceritakan alasan keberadaannya

"ya begitulah. Semenjak sepeninggal ibu 2 tahun lalu, ayah harus mencari pekerjaan yang lebih layak dari sekedar penjaga toko bunga, yang membuatnya berada di luar kota. Usaha turun temurun terancam tutup.. Untungnya sepupuku deidara-nii-san bersedia untuk menjaga toko bunga kami. Lalu aku tinggal disini agar dekat dengan pusat kota dan sekolah." jawab ino sambil menahan tangis

"ah, maafkan aku ino-chan. Aku jadi membuatmu mengungkit begitu" melihat mata Ino yang berkaca-kaca membuat Yoshino tidak tega. Ia mengusap-usap pundak Ino

"tidak apa apa yoshino-san" jawab Ino sambil menunduk "apa kau butuh yang lain kaa.. Ehmm maksudku yoshino-san?"

Yoshino mendengar Ino yang akan memanggilnya Kaa-san. Ia agak tersentuh mendengarnya. Mungkin kehilangan sosok ibu membuatnya merindukan wanita yang selalu menjaganya dan merawatnya. Apalagi kini Ino sudah remaja, dimana masa labil dan segala seluk beluk kehidupan mulai diperkenalkan. Pastinya ia butuh tempat curhat untuk menampung sebagian isi hatinya. Yoshino tau karena ia pernah melewati masa-masa indah sekaligus masa-masa sulit dihidupnya, yaitu kehidupan remaja.

"sebenarnya tidak, tapi karena aku bertemu kau hari ini.. Aku meminta pertolonganmu untuk membantu shikamaru yang kemungkinan 3 hari lagi akan mengisi tempat ini. Itupun kalau kau tidak keberatan"/ "kau tau kan, shikamaru terlalu malas untuk sekedar merapikan barang-barangnya sendiri"

Ino terkikik mendengarnya. Ternyata shikamaru tidak berubah sejak kecil mereka berteman. Ya, sekiranya kalau ia menerima itu memang tidak akan cukup untuk membalas budi keluarga Nara pada keluarganya. Namun ino harus menerimanya karena setidaknya ia harus membayar kebaikan yang diberikan pada keluarganya

"dengan senang hati yoshino-san. Kalau begitu aku pergi dulu, aku belum mengunjung dei-nii-san akhir akhir ini. Aku pergi duluan yoshino-san" jawab ino sambil menundukkan badan lalu pergi menuju tangga

"INO-CHAN!" Yoshino berteriak sebelum ino tertelan tembok berikutnya. Ino berhenti sambil menoleh kearah yoshino

"ada apa yoshino-san?"

"kau boleh memanggilku kaa-san ino" ujar yoshino sambil tersenyum

"arigatou yoshi...ehmm.. Maksudku kaa-san"

Flashback off

TOK TOK TOK TOK

Suara bising ketukan pintu membuat shikamaru terbangun dari mimpi indahnya sejenak ia berfikir itu hanya halusinasinya. Tapi kemudian lama kelamaan suara itu makin terdengar nyata. Dengan berat hati ia membuka matanya dan melangkah malas menuju pintu. Dilihatnya gadis berambut pirang yang familiar setelah diberitahu oleh ibunya.

'sudah kuduga' batin shikamaru, ia sudah tau ide merepotkan apalagi yang dibuat ibunya

"haaha herlu afaa?" shikamaru bicara sambil menguap, namun itu cukup dimengerti oleh Ino

"kaa-san bilang aku dimintai tolong untuk membereskan barang-barangmu" jawab Ino polos

"tidak perlu" shikamaru langsung menutup pintu yang seaegera mungkin ditahan oleh tangan Ino

"tapi ini kan amanat" "apa saja asal aku membantumu" tangan Ino masih menahan pintu

"kalau begitu, bantu aku untuk jangan membantuku. Oke?" jawab shikamaru dengan nada egoisnya.

"tidak, itu namanya kau mengusirku!" tangan ino makin keras menahan pintu agar segera dibuka oleh pemiliknya

Shikamaru menghela nafas dan memutar bola matanya "baiklah kalau begitu, masuk"

shikamaru membuka pintunya lebar lebar sehingga pintu yang menjadi tumpuan tangan Ino sekaligus penopangnya berdiri kosong dan membuatnya hilang keseimbangan. Sepersekian detik shikamaru reflek menahan tubuh Ino yang hampir saja jatuh. Begitu juga ino yang reflek menangkap tubuh shikamaru yang tepat berada didepannya sehingga posisi mereka seperti orang yang berpelukan. beberapa detik mereka berposisi seperti itu tanpa bergeming, akhirnya mereka membenahi posisi masing masing.

"kau ini, merepotkan sekali. Mencari kesempatan dalam kesempitan" ujar shikamaru dengan nada sedikit meledek

"apa kau bilang?! Jangan macam macam ya! Bukannya kau yang mencari kesempatan dalam kesempitan?! Aku lebih baik memeluk lantai ini daripada memelukmu tau!" jawab Ino dengan kesal. ia menyilangkan kedua tangannya di dadanya. tentu saja, sebagai seorang gadis ia tidak mau harga dirinya direndahkan begitu saja

"ya sudahlah, kau ingatkan alasan kenapa kau ada disini?" tanya shikamaru berusaha menghentikan ocehan Ino yang merepotkan baginya. Ino hanya menoleh ke arah koper yang menunggu untuk di kosongkan. Shikamaru melangkah menuju tempat tidur yang masih telanjang tanpa sprei lalu tidur tanpa mengucapkan apa-apa lagi

'apa-apaan orang ini!? setelah menuduhku yang tidak-tidak dia langsung menyuruhku merapikan barangnya dan tidur tanpa perasaan bersalah?! kalau saja ia bukan dari keluarga Nara.. sudah ku habisi kau!'

ino menghirup nafas dalam dalam sambil menutup matanya, belum sempat ia mengeluarkannya lagi tiba-tiba...

"Hey, apa kau akan berdiri di sana sepanjang hari?" shikamaru membuka sebelah matanya. Ino membuang nafasnya yang sengaja dibuatnya agak kencang lalu membereskan barang yang ada di koper


BRAK!

Ino membanting pintu apartemennya dengan sangat keras sampai-sampai jendela apartemennya bergetar

"Dasar Nanas Sialan!"

DUG

Ino menendang meja belajarnya

"Mendokusai tidak berguna!"

BRUK

ia menghempaskan tubuhnya di kasur dengan posisi tengkurap, tak lama ia membalikkan tubuhnya sambil terus meracau

"Dia pikir aku ini pembantu?! Pembantu pun tidak akan sudi diperlakukan seperti ini!"


AN: Heheh, bagaimana minnna-san? apa kurang berkesan? tadinya chapter 1 pengen dilanjutin langsung chapter 2, tapi Authornya ketiduran. sorry sorry aja nih kalo banyak typo. abis ngetiknya di Hp.

ayo di Review! ngga Review Barbel melayang