Sad Promise 2/?

Baekhyun terus melamun walau tangannya sedang mengelap meja-meja dicafe. Yah, baekhyun bekerja sebagai pelayan café untuk dapat memenuhi hidupnya. Pikiran yeoja mungil itu begitu terasa begitu penuh. Semua karena namja yang baru saja ditemuinya tadi pagi.

'Jongin? Dia jongin? Tapi bukannya dia sudah meninggal. Kenapa masih bisa ada disini?' batin baekhyun. Tanpa disadari tangannya menyenggol gelas kaca yang tepat berada tidak jauh dari tangannya.

PRANGG—

Semua pengunjung dan karyawan café terkejut langsung menatap baekhyun yang akhirnya tersadar dari lamunannya. Merasa bahwa telah melakukan kesalahan baekhyun membungkukkan badannya meminta maaf kepada seluruh pengunjung café.

Pemilik café yang sedari tadi terus memperhatikan kinerja kerja baekhyun berjalan mendekati baekhyun.

Baekhyun yang sedang membersihkan pecahan kacanya tidak menyadari bahwa pemilik café tersebut sudah berada tepat didepannya.

"Auchh" pekik baekhyun saat tangannya terkena pecahan kaca. Sang pemilik café langsung ikut berjongkok menarik tangan baekhyun dan segera melihat tangan baekhyun yang terluka.

Baekhyun yang terkejut hanya membiarkan tangannya yang sedang diatasi oleh atasannya.

"Kau kenapa hari ini begitu ceroboh baekhyun-ah?" tanya atasannya dengan nada sedikit dibentak. Terdengar nada khawatir dari dalam kalimat itu.

Baekhyun menunduk. "Mianhae sajangnim" merasa tidak tega karena telah membentak bawahannya. Pemilik café segera membawa baekhyun untuk memasuki kantor. Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi mereka menjadi pusat tontonan semua manusia yang ada didalam café.

Kantor café—

Baekhyun terus menunduk didekat pintu tanpa berani mengeluarkan suaranya. Namja yang berada didepan baekhyun sedang memperban tangan baekhyun dengan begitu hati-hati.

"Apa yang kau pikirkan baekhyun-ah?" tanya namja itu dengan lembut.

"Mian sajangn-

"Jangan panggil aku sajangnim jika kita hanya berdua disini"

"Mian kris oppa. Tapi aku sedang tidak memikirkan apapun. Hanya sedang tidak enak badan saja" bohong baekhyun. Kris hanya menatap baekhyun curiga.

"Ya sudah, kau istirahat saja dulu dan jangan bekerja untuk hari ini" pinta kris.

Baekhyun terkejut dan segera menolak perintah dari atasannya. Dia benar-benar tidak enak dengan karyawan lain yang harus bekerja keras sedangkan dia menerima gaji buta dengan tidur-tiduran.

"Aku tidak menerima penolakan baekhyun-ah. Ingat aku atasan disini" baekhyun terdiam tidak bisa melawan kata-kata kris. Dia merasa sedikit aneh dengan perilaku atasannya ini. Kenapa dia hanya baik kepada baekhyun sedangkan dengan semua karyawan lainnya jangankan berbicara sapaan dari karyawan aja tidak pernah dibalasnya.

Dengan berat hati baekhyun akhirnya memilih membaringkan tubuhnya disofa kantor.

Karena memang terlalu lelah karena banyak berfikir tidak lama kemudian akhirnya baekhyun tertidur.

.

.

EX-XOXO- café

Semua karyawan sedang off dan memilih untuk duduk duduk sambil bercengkrama. Sekumpulan wanita tepatnya kumpulan tukang gosip sedang sibuk berbicara dengan begitu heboh. Dan tokoh pembicaraan mereka adalah baekhyun dan kris.

"Dasar karyawan tukang cari muka" seorang yeoja yang berwajah dingin berkomentar dan diangguki teman lainnya.

"Dia hanya pura-pura kesakitan membuat sajangnim menjadi perhatian sama dia. Murahan!"

"Apa yang sedang kalian bicarakan. Dan siapa yang kalian sebut sebagai murahan?" suara datar dari belakang mereka membuat sekumpulan karyawan perempuan itu terdiam dan menatap takut kris yang sedang menatap mereka dengan datar.

Kumpulan yeoja itu sama sekali tidak berani mengeluarkan 1 suara pun.

"Aku tidak pernah memberikan kalian gaji hanya untuk bergosip disini" bentak kris. Semua karyawan perempuan itu hanya terus menunduk tidak berani menatap atasan mereka.

.

.

Merasa penasaran dengan apa yang sedang baekhyun lakukan dengan hati-hati kris memasuki ruang kerjanya takut membangunkan yeoja mungil yang sedang tertidur disofa.

Kris memposisikan dirinya berjongkok tepat dihadapan baekhyun yang sedang tertidur. Sedikit senyum tipis terukir diwajah tampannya.

Kris merapikan poni-poni yang menutupi mata baekhyun.

"Kau sangat tidak peka baekhyun-ah. Kenapa kau masih tidak mengerti dengan setiap perhatian yang kuberikan padamu?"

Kris terus menatap baekhyun sampai baekhyun mengeliat tidak nyaman. Merasa baekhyun tidak nyaman dalam tidurnya kris segera menjauhkan tangannya yang masih betah mengelus rambut baekhyun.

"Selamat tidur"

.

.

Kyungsoo sedang membereskan kamarnya dengan baekhyun. Kyungsoo merasa hari ini dia harus menemukan pekerjaan untuk mengisi hari-harinya yang kosong. Jangan sampai baekhyun mengetahui dirinya akan mencari pekerjaan bisa-bisa sahabatnya itu akan marah besar dengannya.

Siap dengan semua pekerjaan rumahnya kyungsoo segera berjalan keluar dari rumah untuk memulai pencariannya.

Kyungsoo sedang berdiri didepan sebuah café. Café yang dulu sering menjadi tempat dirinya meminum kopi dan memakan kue bersama jong in. walaupun dia tau mungkin ini akan lebih susah karena bekerja disebuah tempat yang jelas-jelas memiliki banyak kenangannya bersama jong in.

Kyungsoo menarik nafasnya dalam. Mempersiapkan dirinya untuk memulai interview di Moonlight Café.

Kyungsoo memasuki café itu. Yah, setelah dirinya melakukan berbagai test dan interview akhirnya dia diterima dicafe tersebut.

Entah kenapa dirinya terasa begitu gugup. Mungkin ini adalah pertama kalinya dia bekerja setelah kedua orang tuanya meninggalkannya?

Tapi kyungsoo harus berusaha ini adalah cara agar dirinya tidak terlalu terpuruk karena kejadian jongin.

Tringg triingg—

"Selamat datang di moon-

Perkataan kyungsoo terhenti saat melihat seorang namja yang telah membuat hidupnya begitu terpuruk hingga sekarang sedang berdiri dipintu cafe.

"Untuk apa kau kesini?" tanya kyungsoo dingin. Kyungsoo tidak berusaha untuk mengendalikan nada suaranya. Dia tidak peduli jika dia akan ditegur oleh atasannya. Rasa bencinya kepada pria didepannya itu sudah membuat kyungsoo begitu kesal dan tidak memperdulikan apa yang akan terjadi karena sudah berprilaku tidak sopan kepada tamu.

Dia begitu tidak menyukai namja yang sudah merebut ummanya dari appanya dan membuat sang appa bunuh diri karena ditinggal yeoja yang sudah melahirkannya.

"Kyungsoo-ah" namja itu berjalan mendekati kyungsoo tapi dengan cepat kyungsoo mengelak dan menghempas tangan pria berumur itu dengan keras.

"JANGAN SENTUH AKU!" teriak kyungsoo.

Seluruh pengunjung dan pegawai langsung terkejut dengan teriakan kyungsoo langsung memperhatikan keduanya itu.

"Mianhae kyungsoo-ah. Aku tidak bermaksud untuk melakukannya. Itu hanya kesalah pahaman" jelas namja itu.

Kyungsoo tertawa meremehkan.

"Apa anda bilang? Kesalah pahaman? Dan kesalah pahaman itu sudah membuat appaku meninggal!" kyungsoo mengepalkan tangannya kuat mata doenya sudah terlihat begitu merah dan basah karena air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Kim Dongwook. Jauhi kehidupanku! Jika kau sudah mendapatkan wanita itu jangan pernah mengangguku!"

Kyungsoo meninggalkan dongwook dan berjalan memasuki ruangan khusus staff.

Kyungsoo mendudukkan dirinya dilantai. Saat dirinya ingin melupakan jong in kenapa masa lalunya harus kembali?

Kyungsoo menangis. Dia merasa dunia semakin kejam. Tidak ada yang memperdulikannya. Dia sendiri. Ummanya telah meninggalkan dirinya bersama sang appa hanya karena lelaki lain. Appa juga meninggalkannya sendiri karena tidak sanggup menjalani hidup tanpa umma. Jadi untuk apa dia terlahir didunia ini jika keduanya sama sekali tidak membutuhkan dirinya.

Jong in juga sudah meniggalkannya.

Semua orang sudah meninggalkannya. Jadi untuk apa dia lama-lama hidup didunia ini jika dia hanya sendiri?

Seorang pria berperawakan tinggi memasuki ruangan. Namja bername tag Park chanyeol berjalan mendekati kyungsoo.

Saat dirinya melihat kyungsoo yang berteriak tadi dia tau pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan kyungsoo. Semua pekerja mencela kyungsoo yang dikira tidak sopan karena membentak tamu dihari pertama dia bekerja. Tapi chanyeol tau siapa kyungsoo. Kyungsoo merupakan pelanggan tetap yang setiap hari datang bersama seoarang namja berkulit tan yang diketahuinya sudah meninggal.

Kyungsoo merasa bahwa seseorang masuk kedalam ruangan langsung berdiri dan mengusap wajahnya dari air mata dan memasang wajah sebahagia mungkin.

"Chanyeol-ah. Maaf aku tadi sedang mencari sesuatu dan aku akan kembali sekarang"

Kyungsoo langsung keluar meninggalkan chanyeol sendiri.

"Dasar bodoh" gumam chanyeol.

.

.

Kyungsoo meneruskan pekerjaannya. Bagaimanapun dia tidak mungkin menghancurkan hari pertama bekerjanya dicafe.

Pikiran kyungsoo terus berputar terhadap kejadian dimana dia bertemu dengan dongwook tadi siang. Namja yang sudah merebut semua kebahagiaannya.

Namja yang merebut ummanya.

Sreeet—

Kyungsoo yang terkejut langsung mengambil kain putih yang tiba-tiba menutup wajahnya.

Setelah menatap kain itu kyungsoo mendongkakkan wajahnya dan menatap pria tinggi yang sedang menatapnya dengan wajah datar.

"Chanyeol-ah"

Chanyeol tersenyum tipis.

"Apa yang kau lakukan?" tanya chanyeol basa basi.

Kyungsoo tersenyum dan kembali melanjutkan kegiatannnya mengelap meja. Sesaat chanyeol terkesiap melihat senyum diwajah kyungsoo. Wajah imut itu terlihat sangat hangat untuk dilihat.

Kyungsoo yang tidak sadar sedang ditatap sama chanyeol hanya terus mengelap meja dengan serius.

Cring—cringg

Mendengar suara lonceng menandakan ada tamu yang datang kyungsoo langsung membereskan pekerjaannya. Tanpa sengaja dia menatap chanyeol yang masih pada kegiatannya yaitu mengagumi wajah seorang do kyungsoo.

Yeoja mungil itu menatap chanyeol dengan bingung.

"Eung,, chanyeol-ah?" seakan duniannya masih berada diluar kesadaran chanyeol sama sekali tidak merespon panggilan kyungsoo.

Kesal karena diacuhkan dengan kasar kyungsoo memukul kepala chanyeol.

"AHHHH!"

"YAA! Wae geurae?" chanyeol mengusap kepalanya dengan wajah kesakitan.

"Kau mengacuhkanku" tanpa sadar kyungsoo mempout bibir penuhnya.

Gemas dengan tingkah kyungsoo chanyeol langsung menarik bibir kyungsoo dengan lembut.

"Jangan memajukan bibirmu seperti itu. Kau tampak sangat jelek kyungsoo ya"

Kyungsoo hanya mencibir mendengar ucapan chanyeol. Tanpa membalas apa yang chanyeol katakan kyungsoo pergi menghampiri pelanggan yang baru memasuki cafe tadi.

Dengan langkah percaya diri kyungsoo berjalan mendekati pelanggan yang duduk ditempat yang biasanya diduduki oleh dirinya dengan jongin.

Kyungsoo sedikit merasa familiar dengan tubuh tegap namja yang sedang duduk disitu. Dari belakang nampak seperti jonginya.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya menghapus pikiran buruknya.

Semakin mendekati pelanggan itu kyungsoo semakin merasakan jantungnya berdetak semakin tidak nyaman.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya kyungsoo sambil fokus kepada buku ditangannya tanpa menatap pelanggan tersebut.

"Coffe lattenya 1"

Kyungsoo membulatkan matanya.

Buku yang sedari tadi ditatapnya langsung terjatuh begitu saja.

Tangannya bergetar matanya membulat. Dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.

Suara itu. Suara namja yang sangat dirindukannya. Namja yang sudah tidak asing lagi baginya.

Itu suara jonginnya.

Dengan berani kyungsoo menatap wajah pelanggan tadi.

Terkejut dengan apa yang dilihatnya kyungsoo menutup mulutnya. Mata bulatnya sudah berkaca-kaca. Tangannya bergetar.

"Kim jongin?"

.

.

T.B.C