DESCLAIMER: Naruto punya Masashi Kishimoto always

YAAAAA kembali lagi dengan Author yang tidak pernah libur berniat menghibur supaya Minna-san tidak kabur karena ceritanya sedikit ngawur. sudahlah, author memang too much speak. monggo dibacaa

Warning: keknya bakal OOC deh


Shikamaru yang saat itu sedang pergi ke salah satu resto jepang untuk membeli makan malam membuat Ino bisa Bergerak bebas di dalam Apartemen shikamaru. ia mulai mengepel lantai, memasang sprei dan merapikan buku buku. sambil menunggu lantai kering ia memilih untuk menata peralatan kamar mandi. selesai membereskan kamar mandi, ia berniat untuk merapikan selimut.. tapi setelah keluar kamar mandi ia melihat jejak kaki warna coklat, ia mengikuti jejak kaki yang mengarah ke dapur itu. dan benar saja dugaannya. si nanas idiot itu sedang makan dengan santainya. melihat hal itu Ino langsung naik pitam

"Hey! apa kau terlalu malas untuk melihat atau kau benar benar buta?! aku baru saja mengepel dan kau baru saja menginjaknya! lihat jejak kakimu! BAKA!" maki ino sambil menunjuk nunjuk shikamaru. shikamaru melanjutkan makannya

"yang Baka itu aku atau kau? aku tidak tau kalau lantai ini sedang di pel. kenapa kau tidak memberi tanda wet floor? untung saja aku tidak terpeleset" jawab shikamaru dengan santai

"Tentu saja kau! Memangnya kau pikir ini di Mall? kalau kau terpeleset itu akan jadi berita bagus untukku!"

"sudahlah, sebaiknya kau bersihkan lagi"

"kau ini.. Argh!.." kemudian Ino menyambar pel pel-an yang ada di kamar mandi lalu membersihkan jejak yang dibuat shikamaru

Flashback off

"ARGH! ini benar-benar menyebalkan! nanas brengsek!"

TOK TOK TOK

suara ketukan pintu membuat Ino berhenti meracau, ia agak deg-degan kalau kalau ada tetangga yang protes karena kebisingan yang dibuat Ino. tak menunggu aba-aba ia langsung membukakan pintu

"ada perlu apa? kuharap tidak lama! aku sedang sibuk" Tanya Ino dengan sinis

"sibuk apa? mengoceh tentangku?"/ "ini, tadi aku membelikanmu sekotak makanan" Shikamaru menyodorkan sekotak Takoyaki yang ia beli di restoran

"tidak perlu repot-repot, lagipula aku tidak la.."

KRUYUK KRYUK
suara perut Ino menggema seketika

"..par.." Ino langsung mengeluarkan semburat merah dipipinya. shikamaru yang mendengarnya langsung menyeringai kecil

"usaha yang bagus. ini ambillah.."

'BAKA KAU INNER! TEGA-TEGANYA KAU MENGHIANATIKU!" teriak ino dalam hati memaki inner yang mempermalukan Ino

'itu sudah jadi kewajibanku Ino, lagipula aku bicara yang sebenarnya"

"BRISIK! KAU INI TIDAK TAU KONDISI! DENGAN BEGINI HARGA DIRIKU BISA HANCUR BAKA!"

Ino mau tak mau menerima makanan yang diberikan shikamaru. toh, kalau ia tolak itu akan jadi sesuatu yang aneh.

sibuk bertengkar dengan innernya sendiri, tanpa sadar dering telfonnya berbunyi

"Moshi-moshi Ino"

"Moshi-moshi Forehead, ada apa?"

"INO-PIG! KAU DITERIMA DI KONOHA HIGH SCHOOL!"

"Benarkah?! ya ampuuun.. kau tau dari mana?" ino tidak percaya dia bisa masuk Konoha high school

"aku baru saja melihatnya di sekolah"

"kenapa kau tidak mengajakku?" protes ino

"kau sedaritadi di telfon tidak diangkat"

"ah, gomen. aku ada urusan tadi hehe. kalau begitu terimakasih banyak infonya ya"


2 minggu terlalu cepat untuk dihabiskan Ino. berlibur bersama sahabat dekatnya yaitu Sakura, Hinata, dan Tenten. mereka ber-4 melakukan "Girl's thing". ya kau tau, seperti salon, berbelanja, makan-makan, bergosip dan lain-lain. tentu saja itu tidak dilakukan oleh Tenten, ia lebih memilih menghabiskan uangnya untuk membeli kaset film Horor terbaru daripada harus berbelanja baju, sedangkan Ino harus pandai padai mengatur uangnya untuk berjaga jaga jika ada kejadian yang tak terdunga. sakura? ya, dialah yang sepenuhnya melakukan Girl's thing sedangkan Hinata.. ia setuju dengan semua yang dikatakan sakura.

Ino lebih memilih membantu Deidara-nii-san menjaga toko bunganya. Ino sudah lama tidak melakukan kegiatan tersebut. untuk mengisi liburan ia sesekali membantu kakak sepupunya itu merangkai bunga dan mengantar pesanan bunga seperti yang ia lakukan dahulu. Dei nii-san juga bercerita banyak tentang Konoha High school mengingat ia pernah bersekolah disana. ia senang punya sepupu yang sudah dianggap seperti kakak laki-lakinya sendiri

KRING KRIING KRIIING

Bel berbunyi pertanda bahwa kelas akan dimulai. ino saat itu masih berada di loker mengambil buku-bukunya. sangat disayangkan bahwa tak ada dari satupun sahabat dekatnya yang satu kelas dengannya di pelajaran pertamanya. well, ambil hikmahnya. ia bisa lebih mengenal teman-teman barunya.

sesampainya di depan kelas, ia mulai memperhatikan kelasnya dan teman-teman sekelasnya. ia tidak melihat ada bangku kosong, apakah ia salah masuk kelas? ia kemudian mundur kebelakang. dilihatnya tulisan yang didepan pintu, bertuliskan "English Room". benar, ini kelas yang ia tuju. tapi kenapa tidak ada bangku yang kosong?. ia melongok sekali lagi dan memperhatikan dengan detail. keadaan kelas yang ribut membuatnya agak kesulitan, tapi syukurlah akhirnya ia melihat sebuah bangku kosong di belakang. Sebenarnya ia memang agak kesal jika harus duduk dibelakang, itu membuatnya terlihat seperti anak nakal. Namun apa boleh buat, yang tersedia hanya itu.

.

.

.

"selamat pagi anak anak, namaku Kurenai yuhi. Kalian bisa memanggilku miss Kurenai. Kalian pasti sudah tau siapa aku ini"

"baiklah tidak perlu basa basi lagi, karena ini adalah kelas pertama kalian di KHS, aku akan memberi tugas kelompok untuk kalian agar kalian bisa saling mengenal satu sama lain. Aku akan mengaturnya secara acak agar kalian tidak curang dengan memilih teman yang sudah kalian kenal karena bukan itu tujuanku membuat tugas kelompok. Sebelum aku membagikan kelompok, aku akan menjelaskan tugas yang akan aku berikan. 1 kelompok terdiri dari 6 orang, itu artinya akan ada 5 kelompok. Tugas kalian akan berebeda dari kelompok satu dan kelompok yang lain maka dari itu kekompakkan sangat dibutuhkan untuk tugas ini karena masing-masing orang akan punya tugasnya masing-masing. Selain itu kalian harus mempresentasikannya di kelas sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Aku tidak menerima ketidaksiapan dari masing masing kelompok. Mengerti?" tanya miss Kurenai memastikan bahwa kalimat panjang lebarnya dapat dicerna oleh murid murid

"Mengerti miss Kurenai.." jawab para murid hampir bersamaan

"kalau begitu aku akan membagikan kelompoknya. Baiklah, kelompok pertama..."


An: bagaemana minna-san? Apa masih ngga danta? author mah nanya nanya doang bisanya. Minta reviewnya dong minna-san

thanks buat inuzukarei15 yang udah bersedia review buat author yang masih gembelehe ini