Kyungsoo menatap tidak percaya. Namja didepannya sekarang sangat membuatnya terkejut tidak percaya. Mata doe-nya membulat.
"Jong in?"
Kyungsoo hanya diam menatap namja didepannya. Air matanya terasa seperti ingin keluar. Namja didepannya benar-benar membuat dirinya seperti bertemu dengan jongin.
"Permisi?"
Kyungsoo tersadar dari lamunanya dan tersenyum salah tingkah.
"Ne?"
Pria berkulit tan itu tersenyum dan menatap kesekeliling ruangan café.
"Saya memesan satu caffe latte. Apa kau sudah menulis pesananku?" kyungsoo mengangguk setelah kembali mengambil kembali buku yang tadi sempat terlepas dari tangannya.
"Baiklah. Pesanan anda akan segera diantar. Terima kasih eungg-
"Kai. Kim kai" ucap pria itu memperkenalkan namanya.
'Bahkan marga merekapun sama' batin kyungsoo.
"Ah,, iya. Terima kasih Kai-ssi" kyungsoo membalikkan badannya untuk meninggalkan tempat tersebut.
Baru saja kyungsoo akan kembali kepekerjaannya kai menahan langkah kyungsoo.
"Em,, mianhae. Tapi jika boleh saya tau siapa nama anda aggashi?"
Kyungsoo berbalik dan menatap kai sambil tersenyum.
"Nama saya kyungsoo. Do kyungsoo" setelah memberitahukan namanya kyungsoo membungkuk sekilas dan kembali pada pekerjaannya. Sejujurnya dia sudah tidak sanggup berada didekat pria tersebut. Dia merasa bahwa namja itu adalah jongin.
Dia begitu merindukan namjanya.
'Jongin-ah bogoshipeo'
.
.
Baekhyun yang baru saja bangun dari tidurnya langsung terduduk karena terkejut bahwa dirinya sedang tidur didalam kantor kris.
Karena tiba-tiba bangun membuat kepala baekhyun menjadi pusing.
"Kenapa kris tidak membangunkanku?"
Baekhyun berjalan menuju pintu kantor kris ingin mengetahui apakah café sudah mulai tutup atau belum.
Saat keluar dari kantor kris. Baekhyun terkejut melihat keadaan café.
Begitu gelap hanya ada satu meja saja yang mempunyai cahaya. Itupun merupakan cahaya dari sebatang lilin.
"Eung? Apa café sudah tutup? kenapa gelap sekali?" baekhyun berjalan keluar mendekati sebuah meja yang diterangi oleh sebatang lilin.
"Apa ini?" baekhyun mengambil sebuah kotak berwarna merah. Kotak cincin.
"Siapa yang meletakkan benda semahal ini?" karena tidak ingin mengalami masalah dengan mengambil barang yang bukan miliknya baekhyun meletakkan kotak tersebut kembali.
Mungkin itu milik seseorang yang akan melamar kekasihnya nanti.
Baekhyun kembali berjalan menyusuri café yang begitu gelap itu.
"Sajangnim?"
Tiba-tiba baekhyun merasa perasaanya tidak enak. Sejujurnya baekhyun begitu takut dengan kegelapan.
"Sajangnim jebal. Jangan bermain-main. Sajangnim" ingin rasanya baekhyun menangis sekarang. Dia benar-benar takut dengan gelap.
"Sajangnim!"
Suara baekhyun terdengar semakim lemah dan bergetar.
"Sajangnim hiks" baekhyun sudah tidak tahan dia benar-benar takut. Akhirnya kakinya yang sudah lemas tidak mampu menahan berat badannya. Baekhyun jatuh terduduk. Kedua wajah manisnya sudah basah oleh air mata.
Kenapa kris harus meninggalkannya sendiri disini. Tidak mungkin kris tidak mengetahui phobianya yang takut dengan gelap.
Ckleck!
"Astaga baekhyun-ah!"
Kris yang baru memasuki café langusng berjalan mendekati baekhyun yang sedang terduduk didekat meja.
"Baekhyun-ah! Neo wae geurae? Kenapa disini gelap sekali?" kris bingung. Kenapa café terlihat begitu gelap? Siapa yang mematikan lampunya?
Kris langsung membopong baekhyun untuk duduk dikursi terdekat.
"Hiks,,hiks" baekhyun masih menangis.
Karena terlalu gelap kris membuka lampu dan kembali duduk dihadapan baekhyun.
"Baekhyun-ah gwaenchana?" tanya kris khawatir. Kenapa cafenya terlihat begitu gelap. Tidak mungkin dia lupa untuk tidak mematikan lampu dia begitu tau karyawannya ini begitu takut dengan yang namanya kegelapan.
Baekhyun menatap kris dengan tajam.
"Pergi! Kau jahat! Pergi!" kris bingung melihat sikap baekhyun yang tiba-tiba mengusirnya seperti ini.
"Baekhyun-ah waegeurae?" tanya kris bingung sambil terus menahan tangan baekhyun yang terus menerus mendorongnya.
"Kau jahat! Kenapa kau sengaja mematikan lampunya?!"
Kris diam dan tidak berusaha melawan, melihat baekhyun yang menangis benar-benar membuatnya begitu sedih.
"Baekhyun-ah mianhae"
Kris membawa baekhyun kepelukannya menenangkan yeoja itu.
"Ssshh baekhyun-ah ulljima"
Mendengar bisikan kris membuat baekhyun menjadi tenang. Ketakutannya menjadi sedikit berkurang.
"Mianhae"
Baekhyun hanya diam tidak menjawab apa-apa. Nafasnya masih terdengar sesengukkan.
Kris mengusap kepala baekhyun dengan lembut hingga yeoja itu kembali tertidur.
"Saranghae baekhyun-ah"
Baekhyun yang masih belum tidur sepenuhnya mendengar ucapan kris walaupun hanya samar-samar.
Kris berpikir tidak mungkin dia dan baekhyun bermalam dicafe sampai esok pagi. Kris memilih membawa baekhyun pulang keapartmentnya.
.
.
Baekhyun membuka matanya dengan pelan karena silauan cahaya matahari yang mengenai matanya.
Tubuhnya benar-benar dalam kondisi yang tidak begitu baik dan rasanya pegal sekali.
"Eunghh" dengan sekuat tenaga baekhyun mencoba untuk duduk dikasur.
Setelah berhasil duduk baekhyun menatap kesekitar ruang kamar. Dia tau pemilik kamar tersebut. KRIS.
Baekhyun turun dari ranjangnya dan mencoba mencari kris.
Setelah berkeliling keseluruh ruangan baekhyun menemukan kris yang sedang berada didapur dan kelihatannya namja tinggi itu sedang membuat sarapan. Sesaat baekhyun terdiam dan menatap kris yang terlihat begitu tampan dengan kaos putih biasa. Rambut setengah basah dan handuk yang melilit dilehernya.
Karena terlalu bermain dengan pikirannya baekhyun sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi kris terus memanggil namanya.
"Baek,, baek"
Tidak ada sahutan apapun dari yeoja mungil itu. Tau bahwa baekhyun sedang melamun kris berjalan mendekati baekhyun dan menjitak pelan kepala baekhyun.
Hal itu sontak membuat baekhyun kembali kedunianya.
"Ehmm,, ke,, amm,, sejak kapan kamu berdiri di sini?" tanya baekhyun dengan gagap merasa malu karena ketahuan sedang melamunkan namja yang sedang berdiri didepannya.
"sejak kau mulai melamunkan diriku. Apa aku terlalu tampan hingga kau terpesona seperti itu padaku?" baekhyun memeletkan lidahnya mendengar ucapan kris yang begitu narsis.
Mengingat sarapan yang baru saja selesai dibuatnya kris membawa baekhyun ke dapur untuk mencoba sarapan yang baru pertama kali dia buatkan untuk orang lain.
Walaupun dia pemilik café bukan berarti dia pernah membuat sesuatu kepada pegawai atau tamu lainnya. Baekhyun yang beruntung adalah orang pertama yang dapat mencicipi masakan dari kris.
"Sajangnim. Apa kamu sering memasak untuk orang lain?" tanya baekhyun sambil menatap kris yang lebih tinggi darinya.
Kris hanya menggeleng sambil menyusun makanan dimeja makan. Selesai dengan tatanannya kris membawa baekhyun untuk duduk dikursi yang berada tepat dihadapannya.
"Wuahhh! Masshhittaa!" kris tersenyum dengan bangga melihat baekhyun yang terlihat begitu bahagia.
Selesai dengan sandwichnya baekhyun meminum susu yang juga kris buatkan untuknya.
"Auhh! Kenyang" ucap baekhyun sambil menepuk-nepuk kecil perutnya.
Kris menggeleng melihat sifat baekhyun yang tidak pernah berubah dari dulu. Walaupun baekhyun tidak pernah mengetahui bahwa kris selalu memperhatikan setiap gerak-gerik baekhyun.
"Selesai itu kau bersiaplah kita akan segera pergi ke café. Ini hari libur mungkin akan lebih banyak pelanggan yang datang. Kau tidak mau pulang dulu?" tawar kris.
Mendengar tawaran kris tentang pulang. Baekhyun mendadak terpikiran dengan teman kecilnya. Kyungsoo!
"AWW! Aku lupa! Kris bisakah kau mengantarku pulang dulu?" tanya baekhyun yang tanpa sengaja sudah menggunakan banmal untuk berbicara dengan kris. Walau terkejut kris tetap berusaha menjaga ekspresi bahagianya. Ini baru pertama kalinya baekhyun berbicara mengunakan bahasa banmal selama ini.
.
.
Sepanjang perjalanan baekhyun terus menggosok kedua tangannya. Dia merasakan hal buruk yang terjadi dengan kyungsoo.
"Kris-ssi bisakah lebih cepat? Aku merasa ada hal yang aneh terjadi dengan temanku"
Merasa kasihan dengan baekhyun yang terus merasa gelisah kris pun mempercepat laju mobilnya.
Setelah sampai didepan rumah dengan cepat baekhyun langsung turun dari mobil tanpa menunggu kris.
CKLEK!
Baekhyun membulatkan matanya saat melihat sesuatu diruang tamu. Sesuatu yang tergeletak dilantai dan terlihat tidak berdaya.
"Kyungsoo-ah!" baekhyun langsung berlari mendekati kyungsoo yang tergeletak dilantai.
Kris yang mendengar teriakan baekhyun bergegas mencari keberadaan baekhyun. Tak jauh berbeda kris juga terkejut melihat keadaan kyungsoo. Nampaknya yeoja mungil itu sudah pingsan dari semalam. Nampak dari wajahnya yang begitu pucat dan tubuhnya terkulai lemas.
Kris membantu baekhyun untuk memapah tubuh kyungsoo kedalam kamar.
"Astaga dia panas sekali" ucap kris saat tanpa sengaja kulitnya bersentuhan dengan kulit kyungsoo.
.
.
Setelah membaringkan tubuh lemah kyungsoo di tempat tidur baekhyun langsung mengambil air dan kain untuk mengompres tubuh panas kyungsoo. Baekhyun menangis melihat keadaan kyungsoo.
Dia merasa ini adalah salahnya. Kenapa dia tidak pulang semalam? Kenapa dia meninggalkan kyungsoo sendirian? Kenapa dia tidak ada disamping kyungsoo?
Kris merasa prihatin dengan baekhyun langsung merangkul bahu baekhyun yang bergetar.
"Ini bukan salahmu jangan terus menyalahkan dirimu baekhyun-ah" baekhyun menggelengkan kepalanya. Ini pasti salahnya jika dia tidak meninggalkan kyungsoo sendiri mungkin ini semua tidak terjadi.
"Eungghh"
Baekhyun yang mendengar lenguhan halus dari kyungsoo langsung segera mendekatkan dirinya kepada yeoja mungil itu.
"Kyungsoo-ah kau sudah sadar?" tanya baekhyun khawatir.
Kyungsoo terus menatap dinding-dinding langit rumah sakit dengan pandangan kosong. Air mata baekhyun menetes seiring dengan isakannya yang sedari tadi dia tahan. Kyungsoo yang dulu kembali lagi. Kyungsoo yang rapuh sudah kembali. 'Kenapa dia kembali seperti ini lagi?' batin baekhyun sedih.
Jikalau bisa baekhyun sungguh ingin menghidupkan jongin kembali. Segala carapun dia ingin melakukannya. Dia tidak sanggup melihat kyungsoo yang seperti kehilangan hidupnya.
Kris yang sedari tadi berdiri dibelakang baekhyun hanya bisa diam. Ini adalah pertama kalinya dia melihat kyungsoo secara langsung. Seperti yang sering baekhyun ceritakan padanya. Yeoja mungil itu terlihat begitu rapuh seperti barang-barang tua yang akan segera hancur jika kita tidak menyentuhnya dengan lembut.
Kris dapat melihat kyungsoo yang mengeluarkan air matanya tapi tidak ada ekspresi ataupun isakan dari kyungsoo. Yeoja itu hanya diam menatap langit-langit dengan ekspresi datar.
"Aku bertemu jongin"
Baekhyun tersentak mendengar kata-kata kyungsoo
"Apa dia bertemu dengan pria itu?"
T.B.C
