DESCLAIMER: punya masashi kishimoto naruto mah

Warning: tebar typo coeg, OOC


Ino PoV

'kau tau apa yang lebih menyebalkan daripada dianggap sebagai pembantu oleh teman lama yang melupakanmu? Ya, satu sekolah dengannya. Kemungkinan itu bisa terjadi mengingat KHS adalah sekolah favorit bahkan anak dari desa lain memilih untuk bersekolah disini. Tapi adakah yang lebih buruk? Ya, aku satu kelas dengannya dihari pertama dan pelajaran pertamaku. Aku benci mengatakan hal ini, tapi itupun masih bisa dimaklumi mengingat KHS adalah sekolah yang menggunakan sistem moving class yang artinya ia bisa saja berada di satu atau beberapa pelajaran yang sama denganku. Adakah yang lebih buruk? Masih ada ternyata, karena aku duduk satu bangku dengannya disetiap pelajaran miss Kurenai. Sudah selesaikah penderitaanku? Oh ayolah, yang terburuk dari yang terburuk adalah dimana aku harus satu kelompok dengannya. Inikah yang dinamakan dengan ujian hidup?'

Normal PoV

"Jadi, kita disuruh untuk mempresentasikan tentang fenomena alam dalam bahasa inggris. ada yang punya ide?"

Shion, si ketua kelompok menanyakan pendapat masing-masing anggota. orang-orang disana hanya berlempar tatap satu sama lain seakan saling bertanya pertanyaan yang sama.

"bagaimana jika tentang gunung meletus?" lee, si alis tebal langsung memecah keheningan

"itu bencana alam lee..." shion langsung membetulkan usulan lee

"kalau begitu bagaimana dengan badai katrina?" lee kembali menyahut

"itu masih bencana alam lee..." kali ini Shion mendengus

"bagaimana jika tentang Gerhana bulan?" Ino langsung angkat bicara dan mengemukakan pendapatnya. orang-orang disana setuju-setuju saja.

"kenapa tidak coba sesuatu yang lebih menarik lagi? seperti supermoon, aurora atau fire rainbow?" shikamaru tampaknya adalah satu-satunya orang yang tidak setuju dengan pendapat ino. Ino langsung memberikan death glarenya pada shikamaru

"Ide yang bagus!" jawab shion, akhirnya anggota kelompok pun lebih tertarik dengan usul shikamaru. Ino mendengus kesal

'tadi setuju denganku, sekarang dengan si idiot ini. Mereka menyebalkan sekali! menurutku apa bedanya? Yang pentinng fenomena alam kan? Cih, aku jadi tidak bersemangat"

Akhirnya mereka mempersiapkan bahan-bahan dan berlatih. Shikamaru hanya tidur, ino berkali-kali membangunkannya namun si baka itu tetap pada posisinya. Ya, tapi lebih bagus jika shikamaru tidur daripada dia terus mengusulkan sesuatu yang membuat ino terlihat err... Biasa biasa saja?


Keesokan harinya


"Hey kau.." panggil seorang pria paruh baya dibelakang ino. ino merasa dirinyalah yang dimaksud orang itu karena lorong koridor yang telah sepi karena kebanyakan kelas telah memulai pelajarannya

"eh.. jiraiya-sensei. apa kau memanggilku?" ino akhirnya menoleh dan menghentikkan langkahnya. pria paruh baya itu menghampiri Ino dengan tergesa-gesa

"ah, Yamanaka ino? bisa kau bantu aku? tolong taruh berkas ini di meja kakashi-sensei" pria itu menyodorkan berkas warna coklat dengan stempel Top Secret

"eh.. tapi jiraiya-sensei, pelajaran selanjutnya akan segera dimulai. lagipula kebetulan guruku adalah Kakashi-sensei, kenapa tidak memberikan langsung saja?" Ino menawarkan cara terbaik agar ia bisa masuk kelas sekaligus membantu orang tua aneh ini. namun tawaran itu segera ditolak oleh jiraiya-sensei

"ah, jangan! jangan seperti itu. Taruh saja dimejanya. jika kau ditanya apa alasan keterlambatanmu, bilang saja aku menyuruhmu mengantar berkas rahasia. dengan begitu ia akan segera mengerti. sebagai imbalannya, aku akan memberikanmu beberapa menit untuk berjalan-jalan disekolah. ingat ya, beberapa menit. kalau begitu yasudahlah, aku sedang terburu-buru. aku pergi dulu ya ino-chan"

'huff.. aneh sekali orang itu, dan tentang imbalan itu, imbalan macam apa itu?.. apa dia pikir aku ini akan menerimanya? memangnya aku ini murid yang seperti apa? yang benar saja, dikemanakan harga diriku nanti? dan kira-kira apa ya yang ada dalam berkas ini? kalau ini benar-benar berkas sekolah kenapa dia semudah itu memberikannya pada orang baru? ah aku bingung dengan orang-orang disini. ini sudah masuk jam pelajaran, sebaiknya aku cepat'

setelah mengantar berkas itu ke meja Kakashi, ino langsung buru-buru ke kelas Fisika. di tengah perjalanan, ia melihat orang yang sangat familiar akhir-akhir ini

'Nara Shikamaru? apa yang dia lakukan di taman saat jam pelajaran begini? atau jangan jangan dia berniat membolos pelajaran? tidak bisa dibiarkan!'

ino menghampiri orang yang duduk ditaman sekolah itu dengan perlahan

"hey! apa yang kau lakukan disini nanas?!" teriak ino pada shikamaru yang sedang menutup matanya. Shikamaru hanya membuka satu matanya dan kembali menutupnya. Melihat tegurannya tidak dihiraukan ino langsung mendekati dan langsung duduk disampingnya.

"hey! Apa kau tidak dengar? Apa yang kau lakukan disini?" tanya ino sekali lagi. Akhirrnya pemuda malas itu bangun dan duduk

"apanya yang apa? Kau sendiri sedang apa disini? Inikan jam pelajaran, kau mau membolos ya?" shikamaru malah membalikkan pertanyaan ino sekaligus melontarkan kata kata yang akan ino beri pada shikamaru

"ah! Apa?! Apa maksudmu?! Seharusnya aku yang bilang seperti itu bodoh! aku tadi ada urusan dengan jiraiya-sensei dan aku melihatmu disini, sedang apa kau disini?"

"bukan urusanmu" kalimat singkat yang dilontarkan shikamaru lagi-lagi membuat ino muak sekaligus geram

"KAUU!..."

"sudahlah, kalau mau marah marah di dalam apartemenmu saja, jangan ditempat seperti ini. Sekarang lebih baik kita ke kelas masing-masing"

Ino terdiam, ia agak malu ketika shikamaru mengungkit kejadian ketika ino marah marah sendiri di apartemen. Shikamaru langsung melangkah pergi dari tempat itu, ino mengikutinya dari belakang sambil sesekali menyamakan langkah shikamaru.

Shikamaru berjalan searah dengan ino. Ia mulai berpikir bahwa ia akan sekelas lagi dengan shikamaru. mereka berdua berdiri di depan pintu kelas.

"ini kelasmu?" tanya shikamaru. Ino hanya mengangguk

Shikamaru yang mengetuk pintu kelas lalu membuka pintu perlahan. Kakashi-sensei yang sedang konsentrasi mengajar sekarang memberikan pandangannya pada ino dan shikamaru

"ada perlu apa?" tanya guru kakashi sambil menghampiri mereka berdua.

"aku mau mengantarkan salah satu muridmu yang bernama...?" shikamaru langsung memberikan pandangannya pada ino

"yamanaka ino" jawab ino cepat

"yaa, yamanaka ino. Sepertinya ia tersesat" ucapan shikamaru membuat ino malu didepan guru kakashi. Memangnya ino adalah anak kecil yang masih tersesat disekolah

"ah, bukan seperti itu. Tadi aku baru saja disuruh oleh jiraiya sensei untuk mengantarkan berkas rahasia ke meja guru kakashi" ino langsung buru buru memberikan jawaban sepantasnya dan langsung mencubit shikamaru

"kalau begitu silahkan duduk" kakashi-sensei menginterupsi Ino untuk menempati bangku kosong yang tersedia untuknya

Shikamaru melenggang pergi dari depan pintu ruang Fisika itu

'dia tidak seruangan denganku? Baguslah"


Pulang sekolah


Rimbunan murid sekolah menuju tempat parkiran mobil. Ya, karena jarak tempat tinggal Ino dan sekolah berjarak kurang lebih 1 km jadi Ino tidak menggunakan kendaraan apapun alias jalan kaki.

kedai makanan, gerai minuman, toko kelontong dan beberapa rumah penduduk berjejer rapi di sepanjang jalan. Sempat tergoda untuk membeli makanan matang dibeberapa kedai makanan, namun ia lebih memilih memasak sendiri dirumah. Selain lebih murah dan sehat, makanan itu juga jadi lebih banyak.

Lagipula masak sendiri itu menyenangkan, ia bisa bereksperimen sekaligus melatih skill memasaknya.. De-nii-san bilang salah satu syarat menjadi seorang wanita adalah bisa memasak. Masalah enak atau tidak itu masalah belakangan, ino yakin masakannya tidak terlalu buruk, bahkan dei-nii-san dan sahabat sahabatnya tidak jarang memuji masakan ino.

Sambil terus berjalan tanpa sadar langit yang mendung telah mengeluarkan butirannya Sedikit demi sedikit. Ino langsung berlari menuju tempat teduh terdekat, supermarket.

Semumpunng dia ada di supermarket kenapa tidak membeli sesuatu yang dibutuhkan?. Sambil menunggu hujan reda ia memillah milah snack untuk menemaninya belajar, ia juga membeli kotak p3k dan beberapa makanan instan untuk berjaga jaga.

Matanya terus terfokus pada barang barang yang terjejer dirak-rak tanpa memperhatikan sekitarnya

BRUK

Ino dan seseorang didepannya sama sama saling bertabrakan. Ino jatuh dengan rok yang agak tersingkap, sepersekian detik ia membetulkan roknya dan membereskan barang barangnya yang berserakan. Pemuda itu hanya menatap Ino dengan tatapan dinginnya, lalu menyodorkan tangannya untuk membantu Ino berdiri, namun Ino menatapnya dengan tatapan sinis dan lebih memilih berdiri dengan tangannya sendiri. Kalau dilihat-lihat, pemuda itu memang tampan, namun Ino sama sekali tidak tertarik dengan orang yang baru saja membuat harga dirinya menurun drastis. Ia langsung melewati pemuda itu dan berlalu ke meja kasir

Hujan sudah agak mereda, ia melanjutkan perjalanan pulangnya yang sempat terpotong itu. Jalanan yang becek membuatnya harus memilih tempat yang lebih tinggi agar sepatunya tidak tenggelam di genangan air. Ino berjalan terburu buru di Trotoar karena angin dingin yang ditinggalkan hujan membuatnya tak sabar untuk langsung berendam di air panas

BYURR

Baru saja ia membayangkan hal-hal baik ketika sampai dirumah, tiba tiba sebuah mobil melaju tidak terlalu cepat namun tidak mengurangi kecepatannya saat melewati genangan air dan membuat air genangan itu terbang dan hinggap disekujur badan Ino. Kejadian itu benar benar menyulut kemarahan Ino

"HEY! BAKA BERHENTI KAU!" Ino berteriak sekeras yang ia bisa agar sang pengemudi mobil itu mendengarnya. Melihat mobil itu tak kunjung berhenti, akhirnya Ino berlari mengejar mobil itu. Dia mengambil batu kerikil yang ada di sebelah sepatunya dan langsung melemparkannya kearah mobil itu. Tepat mengenai kaca spionnya, tak lama mobil itu berhenti. Tanpa basa basi Ino langsung menghampiri pengemudi Bodoh itu

DUG DUG DUG

Ino mengetuk kaca jendela mobil sport yang ditaksir sangat mahal itu, namun itu tidak menghentikan aksi Ino yang memang kelewat emosi. Ino kaget sekaligus semakin kesal saat mengetahui orang yang mengemudikan itu adalah...

"kau lagi kau lagi! Apa tidak cukup menabrakku di supermarket! Kau mau mencari masalah denganku ya heh?!" Ino menyingsingkan lengan bajunya supaya terlihat lebih garang dihadapan pemuda itu

"Maaf" jawab pemuda itu. Jawaban singkat dari pemuda itu membuat Ino makin geram saja. Memangnya dia tidak tau cara meminta maaf yang benar, bahkan dia tidak keluar dari mobilnya untuk sekedar meminta maaf karena ulahnya

"maaf katamu?" Suara Ino sedikit agak tenang. Kemudian Ino menyeringai.

Pemuda itu melihat Ino berbalik dan berjalan santai

'itu saja?' pikir pemuda itu. Ia baru saja akan menyalakan mobilnya namun sesaat kemudian ia melihat dari kaca spionnya bahwa Gadis itu sedang berjalan sambil menggores mobilnya dengan batu kerikil dari belakang hingga depan

"Apa yang kau lakukan?" tanya pemuda itu panik, ia segera turun dari mobil dan memeriksa keadaan mobilnya

"Maaf~" Jawab Ino enteng sambil memasang wajah mengejek. Pemuda itu mendengus kesal melihat mobilnya yang sudah tidak mulus lagi

'Perempuan ini sudah gila' pikir pemuda itu. Tentu saja, dimana para gadis mendekatinya karena mobil bagusnya, namun gadis ini malah dengan mudah menggoresnya. Namun apa boleh buat, toh ini kesalahannya juga

"baiklah, dimana rumahmu?" sasuke- pemuda itu memilih bertanggung jawab dengan mengantarkan si gadis pirang untuk pulang

"tidak semudah itu orang asing. bagaimana aku bisa tau kalau kau tidak berbuat jahat padaku?" tanya Ino sambil memasang death Glare terbaiknya. tentu saja Ino bukan orang yang bodoh untuk sekedar menerima tawaran orang asing

"aku janji, lihat? tidak ada senjata" pemuda itu merentangkan tangannya menandakan bahwa ia sedang tidak membawa sesuatu yajg berbahaya

Ino menimbang nimbang tawaran pemuda itu. badannya yang kotor dan basah kuyup memaksanya ikut tawaran pemuda itu

"kupegang janjimu" Ino menodongkan sebilah pisau lipat kecil yang biasa ia bawa kemana-mana untuk berjaga-jaga. tentu saja, wanita itu harus kuat

Ino masuk kemobil dan menyebutkan daerah tempat tinggalnya. saat ino menutup pintu, ia melihat pemuda itu sedang mencuri-curi pandang kearah tubuh Ino yang tercetak samar di balik seragamnya yang basah

BSRET

Ino mengibaskan sapu tangan yang baru saja ia pakai untuk untuk mengelap wajahnya yang basah ke mata sasuke. Sasuke hanya msngaduh keperihan

"kau ini apa apaan?" protes sasuke sambil mengucek ngucek matanya. Belum ada sebelumnya yang berbuat seperti ini padanya

"lain kali akan ku congkel matamu!" gertak Ino

Padahal Sasuke hanya ingin melihat name tag si pirang gila yang baru saja menggores mobilnya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Sasuke sambil menyelam minum air (yaaa, you know laah~) percuma saja berbuat yang macam macam pada gadis ini. Dia benar benar berbahaya.

Ino memindahkan tas selempang ke pangkuannya agar tidak ada celah bagi pemuda itu untuk curi-curi pandang. Perjalanan berlangsung singkat karena jarak dari tempat ke runah Ino memang sudah tidak terlalu jauh.

Sasuke melihat badge yang tertera di lengan baju gadis itu. Kali ini ia harus hati-hati agar tidak dikira curi-curi pandang lagi

'Konoha High School'


AN: yeeeiy US berakhir jadi Author memutuskan untuk ngepost fanfic. Ini juga karena lagi dengerin lagu Bacchikoi jadinya author ngetik dengan menggila. tinggalkan Review jangan lupa Minna-san!