"Apa mungkin jika kita eungg.."
Kyungsoo terus menatap chanyeol tidak sabar menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut chanyeol.
"Apa mungkin jika kitaaa…
Tok tok~~
Chanyeol menghentikan ucapannya dan menatap keluar jendela. Disana terlihat seorang perempuan bermata sipit dan terlihat pendek sedang berdiri sambil mengintip kedalam mobil melalui jendela.
"Baekie" kyungsoo langsung turun dari mobil dan kembali menatap chanyeol.
Mengerti apa yang harus dilakukannya. Chanyeol menurunkan kaca mobilnya.
"Gomawo chanyeol-ah" chanyeol tersenyum dan melihat kyungsoo yang melambaikan tangannya kemudian memasuki rumahnya.
"Padahal aku ingin mengatakan sesuatu yang penting untukmu kyungsoo-ah" lirih chanyeol. Pria tinggi itu menjalankan mobilnya kemudian pulang kerumah.
.
.
"Kyung tadi itu siapa?" tanya baekhyun yang sedari tadi penasaran.
"Dia adalah bos tempatku bekerja baek-ah" baekhyun menganggukkan kepalanya.
"Dia terlihat tampan" kyungsoo menghentikan langkahnya dan menatap baekhyun yang masih menganggukkan kepalanya.
"Kau menyukainya?" baekhyun menghentikan anggukkannya dan menatap kyungsoo yang sedang memasang wajah jailnya.
"Aa..a..aniyooo" sangkal baekhyun. "Tapi wajahmu memerah baek" goda kyungsoo lagi.
Baekhyun menutup wajahnya dan berlari menuju kamarnya meninggalkan kyungsoo diruang tamu. Kyungsoo terus tertawa melihat baekhyun yang salah tingkah.
Kyungsoo berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya untuk menghilangkan rasa lelahnya akibat seharian bekerja. Menyenderkan kepalanya menatap langit-langit dinding ruang tamunya.
"Ahhh,, Jongin-ah. Mungkin seharusnya aku seperti ini dari dulu. Menjalankan hidupku tanpa melupakanmu. Kau bisa tenang sekarang jongin-ah, tapi jangan lupakan aku" lirihnya.
Kyungsoo sadar. Seharusnya sedari dulu dia harus berdiri dengan tegak. Dari saat jong in meningalkannya hingga ummanya yang meninggalkannya bersama pria lain yang mengakibatkan sang appa meninggal karena tidak sanggup ditinggal istri tercintanya.
"Kyung" kyungsoo langsung menghapus air matanya yang menetes saat mendengar baekhyun yang memanggilnya dari arah kamar.
"Ne?"
"Cepatlah mandi dan pergi tidur. Ini sudah malam sekali" teriak baekhyun lagi. Kyungsoo langsung berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Terkadang baekhyun terlihat seperti appanya yang begitu sayang dan juga perhatian dengannya.
.
.
Kedua yeoja cantik itu kini sudah membaringkan tubuh langsing mereka ditempat tidur.
Baekhyun terus memainkan ponselnya. Tidak tahu apa yang sedang dikerjakan yeoja itu. Sedangkan kyungsoo? Dia terus mempoutkan bibirnya kesal karena sedari tadi baekhyun terus mengacuhkannya.
"Baek~~" rengek kyungsoo. "Ehm?" baekhyun hanya bergumam tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Kesal karena terus dicuekkin kyungsoo langsung merebut ponsel baekhyun.
"Ya kyungie" teriak baekhyun sambil terus berusaha merebut ponselnya dari tangan kyungsoo.
"Kris sajangnim" kyungsoo tersenyum saat membaca nama seorang pria yang sedari tadi berkirim pesan dengan baekhyun.
"Ohooo ternyata" kyungsoo memberikan tatapan jailnya membuat baekhyun merona.
"Kembalikan kyungie" dengan berat hati kyungsoo mengembalikan ponselnya kepada baekhyun.
"Kau mengacuhkanku baekhyun-ah" protes kyungsoo.
Mengerti sahabatnya yang sudah merajuk baekhyun memilih mengalah dan mematikan ponselnya.
"Ne ne ne. Apa yang ingin kau bicarakan denganku kyungie-ah?" kyungsoo menatap keatas seraya memikirkan kejadian-kejadian tadi siang dicafe.
"Kau ingat aku pernah mengatakan seseorang yang mirip dengan jongin?" baekhyun menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu. Tidak seperti biasanya wajah kyungsoo akan berubah jika dia mengatakan nama jong in. Kyungsoo lebih ceria dibanding biasanya. Baekhyun merasa sedikit lega.
"Dia manager baru dicafe tempatku bekerja" baekhyun membulatkan matanya terkejut. Berarti kyungsoo bisa bertemu dengan orang tersebut setiap hari?
"Dia sangat menyebalkan dan namanya adalah kai" kyungsoo merenggut kesal mengingat semua perilaku jong in terhadapnya.
Baekhyun hanya tersenyum mendengar semua cerita kyungsoo sampai akhirnya mereka berdua terlelap.
.
.
Pagi yang cerah.
Seorang namja tinggi berambut pirang nampak sedang membuat sarapan untuk dirinya dan adiknya yang tidak kalah tingginya. Setelah selesai ia mengambil sarapan tersebut dan diletakkan dimeja makan dimana sang adik sudah duduk dengan manis menunggu sarapan yang dibuatnya.
"Hyung" panggil sang adik yang sedang duduk dimeja makan berhadapan dengan hyungnya.
"Eung?" chanyeol adik tersebut mendelik saat mendengar respon singkat hyungnya.
"Kris hyung!" panggilnya lagi dengan sedikit keras.
Kris yang menyadari chanyeol yang sudah kesal meletakkan sendoknya dan menatap chanyeol dengan sedikit sabar. Merasa kris yang sudah menatapnya chanyeol tersenyum bahagia.
"Hyung, kapan umma datang? Dan sampai kapan aku harus tinggal disini?" chanyeol merenggut.
Kedua tangannya ia lipat didepan dadanya dengan ekspresi kesal. Helaan nafasnya dibuang sekeras-kerasnya.
"Jika umma tau kau tidak tinggal bersama hyung disini mungkin kau akan dipaksa kembali ke amerika dan tinggal bersama mereka" ujar kris santai dan kembali melanjutkan sarapannya.
Chanyeol mendengus kesal. Tidak mungkin dia harus tinggal bersama hyungnya dalam kurun waktu yang lama. Bisa-bisa dia menjadi gila. Kris itu namja dingin yang sungguh sungguh hemat berbicara dan itu akan membuatnya seperti orang gila dan harus berbicara sendiri untuk menyalurkan hobi bicaranya.
Chanyeol menatap jam yang bertengger didinding yang sudah menunjukkan jam 07:35. Mata chanyeol membesar.
"Sial aku telat" chanyeol menyambar roti yang dibuat kris dan langsung berlari keluar dengan tergesa-gesa.
"Dia bahkan tidak pamit terlebih dahulu. Dasar anak tidak tau aturan" desis kris jengkel dengan perilaku chanyeol yang tidak pernah berubah dari dulu.
.
.
Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak mungkin seorang pemimpin telat untuk berangkat kerja. Itu sangat memalukan.
"Sial" chanyeol memukul stir mobilnya dengan keras saat melihat jejeran-jejeran mobil didepannya. Ini sudah jam kerja seoul pasti akan padat kendaraan karena semua orang akan berlomba-lomba menuju tempat kerja mereka.
15 menit chanyeol gunakan untuk menghabiskan waktunya dijalanan. Jika biasanya dia tidak memerlukan waktu begitu banyak karena letak apartmentnya yang hanya berjarak beberapa blok dari cafenya.
Chanyeol memasuki café dengan nafas tersenggal-senggal. Semua karyawan sudah terlihat melakukan kegiatan mereka masing-masing. Mata chanyeol menelusuri semua tempat untuk mencari karyawan kecilnya. Ia tidak sengaja melihat kyungsoo sedang duduk dimeja terdekat dengan kasir bersama seorang pria. Chanyeol tidak dapat melihat wajah pria itu karena tertutupi tubuh kecil kyungsoo.
Penasaran chanyeol mengambil langkah untuk mendekati keduanya.
"Kyung?" kyungsoo membalikkan tubuhnya untuk menatap chanyeol yang memanggilnya. Ternyata kai pria yang bersama kyungsoo. Raut wajah pria itu seperti sedang menahan sakit. Sepertinya kyungsoo sedang mengobati kai terbukti dari kotak p3k yang terletak dimeja.
"Kenapa dia?" tanya chanyeol.
Kyungsoo menghela nafasnya sebelum menjawab. "Namja babo ini terjatuh begitu saja saat menaiki bus karena mengejarku dan membuat luka dilengannya sendiri" jelas kyungsoo. Kai yang tidak menerima berusaha menyela. "Aku tidak mengejarmu! Aku hanya takut telat bekerja! Dasar ratu geer" kyungsoo yang kesal langsung menekan luka kai dengan sedikit keras membuat pria itu menjerit kesakitan.
"Akkkhh! Hati-hati dongg!"
"Makanya diam saja atau tidak lukamu akan kusiram dengan alkohol." kai bergidik takut mendengar ancaman kyungsoo. Chanyeol menatap keduanya dalam diam. Rasa tak rela didalam hatinya melihat kyungsoo yang memberikan perhatian kepada kai membuat chanyeol ingin menganti posisinya dengan kai walau dia harus menahan rasa sakit. Tapi sepertinya itu lebih baik.
Chanyeol menatap kai bingung.
"Bagaimana kau bisa menaiki bus yang sama dengan kyungsoo? Rumahmu kan berlawanan dengannya" ujar chanyeol. Kyungsoo yang terkejut menghentikan pengobatannya pada kai dan menatap keduanya dengan tatapan bingung.
"Maksudmu?" tanya kyungsoo bingung. Kai hanya menggaruk lehernya canggung. Tidak mungkin dia mengatakan pada mereka bahwa dia mengikuti perempuan mungil itu.
Chanyeol tidak berusaha menjawab. Dia hanya mengunggu sahabatnya menjawab sendiri pertanyaan kyungsoo.
"A.. aku hanya eehm.. berkunjung kerumah Oh ahjumma. Ya oh ahjumma" bohong kai. Chanyeol menganggukkan kepalanya ragu. Dia memang tau keluarga oh yang merupakan sepupu kai memang tinggal didaerah sekitaran rumah kyungsoo.
Walau perasaan chanyeol mengatakan bahwa kai sedang berbohong. Namun pria tinggi itu tidak bisa melakukan apapun untuk menghakimi kai. Sedangkan kai? Pria itu diam-diam bernafas lega saat chanyeol sudah percaya dengan alasan yang dibuatnya.
"Sudah" ujar kyungsoo sambil membereskan kotak p3k yang digunakan untuk membersihkan luka kai tadi.
Kai hanya tersenyum sambil melihat plaster yang kyungsoo tempelkan dilengannya. Chanyeol yang tidak tahan dengan pemandangan tersebut langsung berjalan menuju ruang kerjanya.
Setelah mengobati kai kyungsoo mulai bekerja seperti biasa dengan giat. Tanpa memperdulikan gangguan-gangguan yang diberikan oleh kai.
.
.
Ex-XOXO café
Baekhyun terlihat sedang duduk dimeja dekat jendela sambil menopang dagunya menatap keluar jendela melihat segelintir orang yang berlalu lalang. Hari ini café lebih sepih dibanding biasanya. Mungkin sedang memasuki tanggal tua mengharuskan semua orang untuk menghemat uang saku mereka.
"Baek" baekhyun terlonjak saat merasakan tangan besar menyentuh bahunya dengan lembut.
"Eoh? Sajangnim" kris menatap malas pada baekhyun yang masih memanggilnya dengan panggilan seperti itu. "Apa yang kau lakukan disini?" baekhyun menggelengkan kepalanya. Dia hanya merasa bosan dengan suasana café yang begitu sepi dan dia tidak tahu harus berbuat apa. Kris yang sepertinya mengerti apa yang baekhyun rasakan. Terlihat dari mata yeoja itu yang terus menatap brousur Lotte world. Baekhyun pasti ingin pergi ketempat itu.
"Mau temani aku?" tanya kris tiba-tiba. Baekhyun hanya mengerjapkan matanya tidak mengerti. "Ne?"
"Temani aku hari ini dan jangan protes" kris langsung menarik tangan baekhyun keluar dari café tanpa mengindahkan tatapan iri dan tajam semua karyawan perempuan yang iri dengan baekhyun.
.
.
Sampailah mereka sekarang di Lotte World tempat yang sedari tadi baekhyun pikirkan. Bagaimana kris bisa tau?
"Sajang-
"Kris"potong kris. Baekhyun tersenyum canggung. Ia lupa. "Ne, kris oppa. Bagaimana oppa bisa tau aku ingin datang kesini?" tanya baekhyun antusias. Kris tersenyum dan mendekatkan wajahnya.
"Dari mata ini" jawab kris asal membuat baekhyun mengerti. Walau begitu baekhyun merasa gugup melihat wajah kris yang begitu dekat dengannya hal itu berhasil membuat wajah baekhyun memerah karena malu.
"Kajja" kris berjalan duluan dan diikuti baekhyun dibelakangnya yang masih memasang wajah memerah.
.
.
Seharian itu kris dan baekhyun menghabiskan waktunya dengan saling bercanda berdua bermain dengan bahagia hingga malam tiba.
"Wuahh,, ini sungguh menyenangkan oppa" ucap baekhyun girang sambil melompat-lompat kecil. Kris tersenyum dengan lembut. Pria tinggi itu menatap baekhyun dengan lekat. Perempuan itu sedang asik melihat gambar-gambar yang dia ambil seharian ini melalui ponselnya dan tidak menyadari kris yang sedang menatapnya begitu dalam.
"Oppa!" pekikkan baekhyun membuat kris tersadar dari lamunannya. Wajah yeoja itu terlihat begitu panik membuat kris terkejut. "Wae?"
"Ini sudah terlalu malam. Bagaimana ini? aku meninggalkan café seharian penuh" kris menatap baekhyun yang terlihat panik itu dengan datar.
Tak~
Kris menjitak kepala baekhyun pelan.
"Babo! Kau lupa kau sedang bersama pemilik café itu" baekhyun tertawa malu. Dia lupa kris adalah pimpinannya.
"Baek bisakah setelah ini kau menemaniku ke café dongsaengku?" tanya kris. Baekhyun menganggukkan kepalanya dengan antusias menyetujui ajakan kris.
Merekapun setuju untuk segera bertolak ke café 'dongsaeng' kris.
.
.
Moonlight café.
Didalam café yang sudah tutup itu terdapat 3 orang. 2 namja tinggi dan 1 yeoja pendek. Namja tinggi dengan kuping besar sedang melipat kedua tangannya didepan dadanya.
Mata besarnya menatap malas 2 orang yang sedari bertengkar karena hal kecil. Kyungsoo yang tidak terima karena kai dengan sengaja meminum vanilla latte kesukaannya dan berakhir dengan pria itu yang terlihat mual mual setelahnya.
"Sudah kubilang tidak usah sok meminum minumanku" cibir kyungsoo yang sekarang melihat kai yang sepertinya akan segera muntah.
Bukannya merasa kasihan kyungsoo malah sedikit menertawakan kai. Kai yang tidak terima malah kembali meledek kyungsoo ditengah kemualannya.
"Ya! Pendek sini kau! Kau harus bertanggung jawab!" teriak kai. Kyungsoo membelalakkan mata besarnya mendengar panggilan baru kai untuknya.
"YAA! Apa maksudmu hitam!?" teriak kyungsoo tidak mau kalah.
"Bahu kecil!" kyungsoo menggeram. Dia tidak tau kata-kata apa lagi yang harus dia keluarkan. Jika dia mengejek fisik kai secara tidak langsung dia akan mengatai jonginnya. Dia tidak mau!
"CK! Kalian berdua bisa diam tidak sih?! Bisa putus lama-lama telingaku mendengar teriakan menggema kalian" ujar chanyeol datar. Membuat kyungsoo terdiam. Tidak biasanya chanyeol bersikap dingin seperti ini. Ada apa dengannya? 'Apa aku dan si tuan tidak tau sopan santun ini terlalu ribut?' batin kyungsoo.
Kyungsoo tidak tau chanyeol sedang mati-matian menahan rasa cemburunya melihat kai dan kyungsoo bisa terlihat begitu 'dekat'.
Kring~~
Chanyeol dan kyungsoo mengalihkan tatapannya kearah pintu saat mendengar suara bel cafe yang berbunyi. Sedang kai pria itu sedang asik memainkan anting-anting mungil yang tergantung bebas ditelinga kyungsoo. Mereka berdua hanya dapat melihat seorang pria tinggi tetapi tidak dengan orang yang berada dibelakang tubuh tinggi itu.
Chanyeol yang menyadari hyungnya sudah datang langsung berdiri menuju dapur mengambilkan minuman untuk hyungnya dan juga seseorang yang datang bersama hyungnya.
Kyungsoo akhirnya bisa melihat baekhyun yang ternyata berdiri dibelakang pria tinggi itu. Matanya membulat melihat baekhyun yang sedang tertawa dengan bahagia dan berlari kearahnya.
"Kyungieee" baekhyun langsung menerjang kyungsoo dan memberikan pelukan kepada sahabatnya itu. Baekhyun masih belum menyadari kehadiran kai disampingnya.
"Baekie.. Kenapa kau bisa berada disini?" tanya kyungsoo bingung. Bagaimana baekhyun bisa mengetahui tempat kerjanya?
"Aku datang bersama kris sajang. Katanya dia mau bertemu dengan dongsaengnya" jelas baekhyun.
"Dongsaeng?" baekhyun menganggukkan kepalanya dan melihat kris sedang berbicara dengan seorang pria tinggi lain yang membelakanginya.
"Eng. Kyung mana atasanmu?" tanya baekhyun penasaran. Kyungsoo memasang wajah jailnya kembali. Namun wajah jailnya tidak bertahan lama karena merasa risih dengan tangan kai yang masih memainkan anting-antingnya sedari tadi.
"Ck! Menjauhlah dariku" kyungsoo menampar tangan kai dengan keras dan berhasil membuat kai uring-uringan menahan rasa sakit dipunggung tangannya. Baekhyun menatap seseorang yang sedang duduk disamping kyungsoo dengan perasaan terkejut. Bagaimana dia tidak menyadari kehadiran pria yang mirip dengan jongin itu.
"Kyung itu k-" cicit baekhyun. Kyungsoo yang mengerti langsung mengangguk mengiyakan. 'Jadi ini yang bernama kai itu' batin baekhyun.
"Kyungsoo-ah" kyungsoo mengadahkan kepalanya untuk menatap chanyeol yang memanggilnya.
"Ada yang ingin kukatakan. Eung.. begini. Aku dan kris hyung berencana akan berlibur ke jeju minggu ini. Apa mungkin kau dan juga eung.. siapa eung..
"Baekhyun" Potong baekhyun memperkenalkan diri.
"Ya baekhyun-ssi. Apakah kalian mau jika kami mengajak kalian berdua pergi berlibur juga ke pulau jeju?" tanya chanyeol gugup. Sebenarnya dia ragu menanyakan ini kepada kyungsoo. Takut jika perempuan kecil itu menolak ajakannya.
Berbanding terbalik dengan apa yang chanyeol bayangkan. Ternyata kyungsoo mengangguk dengan begitu bersemangat. Dia memang sudah lama bermimpi pergi ke jeju. Bahkan saat bersama jong in dulu. Namun sampai sekarang belum tercapai. Dan sekarang chanyeol mengajaknya dia tidak mungkin menolak ajakan itu.
Chanyeol tersenyum lega sekaligus bahagia. Kyungsoo menerima ajakannya.
Sama seperti yang dilakukan chanyeol. Kris juga menanyakan baekhyun yang dibalas dengan anggukan malu-malu dari baekhyun.
Kai yang menjadi merasa dikucilkan. Tidak ada yang menyadari kehadirannya disini hanya diam dan menatap mereka berempat. Mungkin dia akan menyusun rencana berlibur di jejunya sendiri.
TBC
Kira-kira bagaimana yah liburan mereka dijeju nanti.. huehehehe..
Mian kai disini aku buat agak OOC sikit.. banyak malah.. ahaha..
Di tunggu reviewnya yaa…
^^v
