Saatnya membalas Review dari Reader-san '-')/\('-'
Fic of Delusion: Hahaha XD hal itu selalu dilakukan oleh si Salamander no Natsu kalo lagi bersemangat XD tapi di fic ini Natsu tidak akanmembakar hal-hal besar, karena kalau duit mereka habis, gimana cara beli bahannya :v
Arigatou udah read and review ^^)/
Elysifujo: Gomennasai salah ketik . Typo selalu mengahantui T.T ah soal spasi itu aku belum tau . Arigatou udah ngasi tau :D
Ah itu, Garing kalo sendirian jadi pake team aja XD
*Plakk*
Arigatou udah read and review ^^)/
Indah: Konbanwa :D eh udah siang nih pas balas review nya XD
Arigatou buat masukan yang sangat membangun ini. Aku usahakan agar kesalahan dan keambiguan dapat berkurang u,u
Joule itu ya :'v kebanyakan baca fisika nih. Wkwkwk
Arigatou udah read and review ^^)/
Aoi Tetsuya: Gak papa kok *plak :D
Arigatou ,
Typo sangat kuat untuk dikalahkan T.T tapi akan aku usahakan .
Okay, kupikir mungkin juga ada beberapa reader-san yang tidak tau arti dari bahasa jepunnya XD
Arigatou udah read and review ^^)/
Ayamichiru: gomenne, aiso emang sering typo :'(
Tp aku akan coba meminimalisir ke typo an u,u
Arigatou udah nunggu ^^/
Arigatou udah read and review ^^)/
Synstropezia: gomennasai udah bikin bingung u,u
Uda di baca lagi kok u,u tapi entah kenapa masih ada kata yang hilang gak tau kenapa pas di publish
Arigatou udah read and review ^^)/
Synstropezia (lagi :v?) : padahal aku udah bikin jelas-jelas. Tapi pas di publish ada beberapa kata yang ilang, eh pas di republish masih aja ada yg ilang gak tau kenapa..
Arigatou udah read and review ^^)/
Fairy tail©Hiro Mashima
FF©Aisowarai815
WARNING:GAJE,OOC,MISSTYPO,DE LELE
Chapter 3 DONE!
THANKS FOR READER-SAN
SPECIAL THANKS FOR REVIEW!
"Oy Natsu, jangan berlarian seperti itu! Kau terlihat seperti anak-anak, Sungguh!" Lucy menyeka keringatnya, ia lelah mengejar si pingky yang terus berlarian ke arah pasar Magnolia. Di samping gadis itu ada seekor kucing biru, atau lebih tepatnya exceed, terbang dengan sihir Aera. Ia menatap Happy iri. Dunia memang tidak adil, kenapa kucing diberi sayap sementara manusia harus berjalan kaki, melelahkan. Yang ditatap hanya memasang wajah polosnya dan balik menatap dengan tatapan kenapa-kau-menatapku-seperti-itu? Lucy hanya menghela nafas, belum apa-apa dan ia sudah sangat lelah begini.
Tapi…
"Oy Happy? Bukankah kau harus menyebarkan brosur?"
Happy hanya memasang wajah santai
"Aku sudah menyelesaikannya Lusyyy.. Aku terbang setinggi mungkin lalu melempar kertas-kertas itu secara acak. Aku mengandalkan angin untuk membawa mereka."
Dan Lucy hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir atas jalan pikiran kucing ini.
Akhirnya Natsu berhenti berlari, menyadari bahwa partnernya tertinggal cukup jauh di belakang, ia memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah pohon tua, duduk bersandar pada pohon itu dan menunggu partnernya menyusul.
Ia memikirkan kue apa yang akan dibuatnya bersama Happy dan Lucy. Dengan angin yang menerpa wajahnya, ia mulai membayangkan berbagai jenis kue. Dan hey, ada kue diselimuti api yang melintas di pikirannya. "Kue itu pasti enak sekali." ia menyeka air liur yang mulai merambat keluar dari mulutnya, lalu berhenti mengkhayal ketika ia mendengar suara teriakan Lucy dan Happy yang sekarang berjalan mendekatinya, membuat ia bangun dari posisi duduknya tadi.
Sial, perutnya menjadi lapar.
Lucy yang sudah berhasil menyusul Natsu malah memandang pria pingky itu dengan tatapan kesal. Sementara Happy hanya terbang berputar-putar di sekitar kepala pirangnya. Masih membangga-banggakan sayapnya dan seolah berkata aku tidak lelah, sangat berkebalikan dengannya yang kini sudah merasa lelah.
"Natsu, jangan berlari lagi. Aku sudah lelah mengikutimu" Kata Lucy, menekankan setiap kata pada kalimatnya. Tetapi pria itu hanya menampilkan grins khasnya. Tidak ada ekspresi bersalah dalam wajahnya. Mengetahui itu si pirang hanya mendengus keras dan kembali berjalan menuju tujuan, kali ini berjalan bersama Natsu dan Happy yang sudah tidak terbang lagi, merasa sudah cukup menggoda Lucy dengan sayapnya.
Natsu dan Happy terus berceloteh di sepanjang perjalanan,sementara si pirang mengabaikan mereka. Entah kenapa ia sudah cukup lelah untuk menanggapi celotehan mereka. Sekali lagi, cukup lelah.
Mereka bertiga mulai memasuki kawasan pasar Magnolia, Lucy bermaksud untuk segera membeli bahan-bahan kue, ia mulai melangkahkan kaki jenjangnya, segera ingin melaksanakan tujuannya,
"greppp"
Natsu menahan pergelangan tangan Lucy, memandang gadis itu dengan tatapan serius. Sementara yang dipandang mulai blushing dan melirik pergelangan tangannya.
"Lucy.. Aku…"
"H-ha?" wajah Lucy semakin memerah merasakan degup jantungnya mulai tidak beraturan.
"Aku lapar Luce!" Lanjut Natsu, ia mengelus perutnya yag mulai bersuara. Lucy terdiam. Merasa konyol mengharapkan hal yang aneh.
"B-baiklah Natsu, kita mampir dulu untuk makan" Ucap Lucy sambil berjalan mendahului Natsu dan Happy.
"Lucy aneh ya, Natsu" Happy hanya melongo menatap Lucy yang sudah berjalan duluan. Natsu menoleh ke arah kucing biru itu. Memasang wajah bingung,
"Aneh?"
"Aye! Biasanya Lucy akan mengomel dulu. Tapi sekarang dia langsung menyanggupi dan malah berjalan duluan" Kucing biru itu memegang dagunya,bertingkah seperti seorang detektif. Natsu hanya nyengir menanggapi analisa Happy.
"Aku tidak begitu mengerti, Tapi mungkin Lucy juga lapar, Happy. Sekarang ayo kita pergi makan!" Natsu mengacungkan tinju kanannya ke udara, bersemangat. Ia kembali berjalan mengikuti jejak Lucy, diikuti oleh Happy yang sudah merasa apa yang dikatakan Natsu itu benar.
"Aye!"
Sungguh kucing yang labil.
Sekarang disinilah mereka bertiga, di depan pintu sebuah restoran.
Sang gadis Heartfilia itu mulai bersuara, mencoba menutupi kecanggungan yang ia buat sendiri,
"A-ayo kita masuk!"
"Aye" Aye"
Mereka mulai melangkahkan kakinya ke dalam restoran, tapi Lucy mematung, sementara Natsu dan Happy hanya bertanya-tanya
"Oi Luce, kenapa di sini gelap? Bukankah masih siang?" dasar Natsu, dengan bodohnya ia bertanya pada Lucy seperti itu'
"Ne Lusyy, kenapa mereka tidak menghidupkan lampu? Kenapa mereka hanya memakai lilin dan lampu kecil?" Happy ikut menambah pertanyaan. Karena gelap mereka tidak menyadari bahwa wajah Lucy memerah sangat. Baru saja ia akan mengajak dua nakama bodohnya itu keluar, tiba-tiba mereka sudah tidak ada disampingnya.
Lucy memijit-mijit keningnya, apa karena ia gugup makanya ia tidak menyadari bahwa ia berjalan ke arah Restoran romantis ini, ia mulai berjalan mencari nakamanya, sangat sulit menemukan mereka ditempat seramai ini, Lucy memperhatikan sekitar,
"Sial"
Gadis itu mengumpat, sangat banyak pasangan disini. Dan ia bertambah menyesal sudah memasuki tempat ini.
"Wohoho Happy! Lilinnya sangat wangi!"
"Hoo, kau benar Natsyuu!"
Suara berisik itu, Lucy berjalan mendekati suara itu dan benar saja, ia menemukan Natsu dan Happy sudah duduk manis sambil memainkan lilin.
"Cukup Natsu, kau bisa membakar tempat ini. Ayo kita keluar"
Lucy menyeret Natsu keluar dari tempat itu, dan itu membuat mereka menjadi pusat perhatian. Orang-orang mulai berbisik-bisik
"Pasangan yang bertengkar huh?"
"Nona yang cantik"
"hey ada apa dengan mereka?"
"Pasangan yang serasi"
"Ada apa dengan rambut pemuda itu?"
Telinga Lucy memanas mendengar komentar-komentar itu, ia masih menyeret Natsu keluar dari tempat nista itu. Di sisi lain,
"Lagi-lagi mereka melupakanku…" Happy terbang lesu mengikuti nakamanya itu,
"Tunggu aku Natsyuu,Lusyy"
.
Sekarang Lucy, Natsu, Happy berhenti di sebuah kios yang menjual bahan-bahan yang mereka butuhkan. Ibu tua penjaga kios itu sibuk mengambilkan pesanan Lucy, sementara Natsu dan Happy hanya menunggu dengan bosan, dan mereka sangat lapar.
Tiba-tiba Happy menarik-narik celana Natsu.
"Natsyyu, Lihat itu Natsyuu! Ayo kita kesana" Happy menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang menyaksikan atraksi sirkus.
"sepertinya menarik! Ayo, kesana Happy"
Dan mereka berdua pun berlari ke arah kerumunan itu, Lucy yang sudah menerima pesanan dari Ibu kios, ingin segera pulang dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membuat kue.
"Ayo kita pulang,Natsu, Happy. Eh?" ia melihat disampingnya sudah tidak ada lagi orang. Dan aru ia sadari bahwa mereka tidak ada lagi di sampingnya.
"Baa-san, apa kau melihat orang yang ada di sampingku tadi?" Lucy bertanya pada Ibu itu, berharap segera menemukan dua orang bodoh itu. Sang ibu penjaga kios itu mengatakan bahwa mereka tadi berlari ke arah kerumunan orang-orang disana.
"Arigatou Baa-san!"
Lucy segera berlari ke arah kerumunan orang yang kini sedang rusuh. Lucu menerobos untuk sampai kebagian depan.
Mata caramel gadis itu langsung keluar begitu melihat Natsu memakan api yang di keluarkan untuk atraksi api. Sementara pawang api hanya menangis melihat pertunjukannya hancur.
"Api ini lumayan enak juga! Arigatou pak tua!" Natsu masih menyedot api-api itu sementara Happy berdiri menarik-narik celana Natsu.
"Natsyu, Lusyy menemukan kita. Ayo kita kabur Natsyyu!"
"eh?" Natsu berhenti memakan api dan melihat Lucy berjalan ke arahnya dengan aura hitam disekitar tubuhnya. Erza kedua sudah muncul.
"NATSU! HAPPY!"
"GOMENNASAIIII!"
*TBC*
FUUH :v Lama gak update ya . Arigatou udah baca Chapter 3 terlalu pendek :'v
Sekali lagi, Author mengharapkan Krisar dari reader-san tercinta :D Flam juga gak papa. Tapi tiada ampun bagi Silent Reader :'v hohoho
Hargai kerja Author Newbie ini dengan
R-E-V-I-E-W ^^/
ARIGATOU GOZAIMASU
TTD
Aisowarai
