WRONG OR RIGHT COUPLE ?

Author : HanDik

Main Cast : Byun Baek Hyun (Exo), Jung Dae Hyun (BAP), Kim Tae Hyung (BTS), Joen Joeng Guk (BTS)

-.

-.

-88888888-

-,

Sungha Senior High School

Baekhyun kini tengah kembali kesekolah aslinya setelah kemarin menyamar menjadi Jungkook. Kali ini ia kesiangan dan tentunya membuatnya harus datang saat para siswa dan siswi sedang ramainya disekolah tapi untungnya saat ia berjalan menuju sekolah bertemu dengan Taehyung.

"Pagi Taetae"

"Pagi Baekhie hyung. Tumben sekali kau telat ?"

"Ah iya, aku semalaman mengurus dongsaeng ku yang sakit dan untungnya pagi ini ia sudah sehat walau aku masih melarangnya untuk sekolah" Bohong Baekhyun.

"Wah syukurlah kalau begitu hyung"

"kenapa baekhi-hyung tidak memakai kalung itu ya?"batin Taehyung.

Tanpa disadari oleh mereka berdua, kini mereka sudah berada dikoridor sekolah dan tentunya banyak mata yang menatap mereka dan tentunya tidak lupa dengan seseoran yang mendorongnya begitu saja hingga ia terjungkal kedepan.

"Hei kau namja nerd dan miskin masih berani sekolah disini ?"

Deg

"Suara ini Jung Dae Hyun" Batin Baekhyun yang masih terduduk dengan kepalanya yang menunduk.

"Lihat lawan bicaramu ByunBaek!" Ujar Daehyun dengan kesal.

/Sreeek/Greep/

Dengan kasarnya Daehyun membalik tubuh Baekhyun untuk menghadapnya dan langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun semantara yang Baekhyun hanya bisa menatap manik mata Daehyun dengan perasaan tidak karuan antara rasa takut atau khawatir. Sementara Taehyung tidak bisa berbuat apa-apa, karena kini kondisinya sudah ditahan oleh teman-teman Daehyun yang membuatnya tidak bisa berkutik

'Lepaskan dia bodoh!"

"DIAM KAU ANAK KELAS SATU! INI URUSANKU DENGAN SI NAMJA NERD DAN MISKIN INI" Ucap Daehyun dengan kesal dan menarik kerah Baekhyun dengan diikuti tangan Baekhyun yang meraih pergelangan tangannya dan melihat sebuah benda yang melingarkar yang menampakan sebuah ukiran yang tidak asing dibalik jam tangan Baekhyun.

"Mati aku,apa ia melihat sedikit gelang yang ia berikan ? Ini semua karena Jungkook yang tidak mau aku berikan dan memaksaku untuk memakainya" Batin Baekhyun.

"Gelang ini ? Bagaimana bisa gelang ini ada pada Byun miskin ini ? Batin Daehyun.

"Dari mana kau dapatkan gelang ini ? Ini kan gelang mahal!" Ucap Daehyun yang langsung mendapat tatapan dari semua siswa dan siswi yang melihat mereka.

"Ge.. gelang apa ? Ini kan hanya sebuah gelang biasa" Ucap Baekhyun panik.

"Gelang yang ada dibalik jam murahan mu ini! Jawab!" Ucap Daehyun dengan keras sambil menarik rambut Baekhyun kebelakang.

"Sa.. Sa… Kit. Dae.. Dae.." Ucap Baekhyun sambil memegang tangan Daehyun yang terus menarik rambutnya kebelakang.

"HENTIKAN KAU BRENGSEK! LEPASKAN TANGAN KOTOR MU DARI BAEKHIE HYUNG!" Teriak Taehyung dengan amarahnya.

"YONGGUK! SUMPAL MULUT BOCAH ITU!" Ucap Daehyun dengan amarahnya.

"Sekarang jawab aku! Dari mana kau dapatkan gelang sejenis ini ? DIMANA!" Teriak Daehyun yang membuat semua yang memperhatikan mereka langsung merinding karena mendengar surara Daehyun.

"I.. ini.. Arg! Hadiah dari ap.. pa ku. Tidak.. Ugh! Mungkin. Hah hah benda mur.. ah In.. ni bisa kubeli" Ucap Baekhyun ditengah-tengah rasa sakitnya karena Daehyun memegang rambutnya dengan keras.

Tidak ada seorang songsaenim yang melihat kejadian tersebut karena ruang guru dan gedung sekolah terpisah sehingga tidak ada guru yang berlalu-lalang saat bel tanda masuk belum berbunyi. Mendengar pernyataan Baekhyun, Daehyun agak melemahkan genggamannya pada rambut Baekhyun, sementara Taehyung yang sedar tadi tangan dan kakinya sudah dikunci oleh teman-teman Daehyun hanya bisa menatapa mereka terutama Daehyun dengan tatapan benci.

Para siswa dan siswi yang melihat kejadian tersebut pun puas dan senang karena bisa menyaksikan penderitaan Baekhyun yang lebih parah terutama saat jam pagi begini yang tidak mungkin bisa mereka lakukan.

"Benar juga. Tidak mungkin Byun ini bisa membeli gelang yang kubeli tapi sedikit aneh. Walau gelangnya tertutup hampir semua oleh jam tangannya ini namun aku dapat melihat ornament ini. Ornament yang sama dengan yang gelang yang kuberikan kepada Jungkook" Batin Daehyun.

/Kriiiiing Kriiiiiing/

"Ckckck! Urusan kita belum kelar miskin. Jangan kabur saat istirahat nanti!" Ucap Daehyun yang kemudian pergi meninggalkan Baekhyun sementara Taehyung sudah lepas dari teman-teman Daehyun segera menghampirinya.

"Baekhie hyung ? Kau tidak apa-apa ?" Ucap Taehyung yang khawatir karena keadaan Baekhyun.

"Tidak apa-apa kok, kau kekelas kau Taetae, biarkan hyung disini dulu sebentar"

"Ani! Aku akan menemanimu hyung!"

"Tidak usah. Sekarang kekelas mu Taetae dan jangan membantah!"

"TIDAK HYUNG!"

"KEKELAS! KU BILANG KEKELAS YA KEKELAS SEKARANG!" Ucap Baekhyun dengan marah.

"Baiklah hyung, kau beristirahat lah di UKS jangan masuk pelajaran dulu" Ujar Taehyung dengan nada kecewa yang kemudian pergi menuju kelasnya walau ia ingin menemani hyung kesayangannya itu.

"Mianhe Taetae, aku sebaiknya pulang" Ucap Baekhyun pelan dan meraih smartphone nya untuk memnghubungi supir keluarganya.

-,

-,

-888888-

-,

Kediaman Keluarga Byun (Baekhyun & Jungkook)

/Braaaaaaak/

Para maid yang tengah bekerja dikagetkan dengan suara pintu utama yang tiba-tiba dibuka dengan kasar, Lay sebagai kepala maid dan merupakan orang kepercayaan Keluarga Byun pun mulai memuju pintu utama dan melihat siapa yang tiba-tiba membuka pintu utama dengan kasar seperti itu. Sedangkan para maid yang lain sudah bersembunyi takut-takut ada pencuri yang masuk.

Lay dengan memanggil para body guard keluarga Byun kini sudah bersiap-siap untuk menahan siapa yang berani membuka pintu dengan kasar tersebut sampai ia melihat Jungkook, Tuan Muda nya tengah jalan menuju tangga dengan raut wajah yang bisa dibilang marah.

"Pagi Tuan Muda Jungkook, kenapa jam segini sudah dirumah ? Apa Tuan Muda sakit sama seperti Tuan Muda Baekhyun ?" Tanya Lay dengan nada khawatir.

"Aku tidak sakit hyung, tolong bawakan makan ke ruang Baekhie hyung. Karena aku tahu dalam kondisi seperti ini dia tidak akan bisa makan" Ucap Jungkook dengan berusaha mengatur emosinya yang sedang tidak karuan.

Sedangkan Lay yang mendengar hal itu hanya dapat mengangguk karena ia tahu bila Tuan Muda nya itu sedang dalam kondisi seperti ini maka harus segera dilaksanakan tanpa banyak bicara. Yang bisa menenangkan Jungkook hanya hyung nya sendiri walau Tuan dan Nyonya Byun berusaha menenangkan Jungkook tetap saja yang bisa menenangkannya hanya Baekhyun seorang.

Setelah melihat Lay pergi meninggalkannya, Jungkook langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar hyung nya berada. Dengan perasaan kacau yang bercampur antara sedih atau marah, Jungkook harus tetap menemani Baekhyun karena hyung nya lah yang meminta untuk menemaninya saat ini.

Baekhyun setelah pulang ia mencoba menghubungi Jungkook dengan terus memberi message untuk menemaninya dirumah, sementara Jungkook yang mendapat pesan dari hyung itu dengan bergegas izin pulang karena merasa khawatir terhadap Baekhyun.

/Ceklek/

Jungkook masuk dengan perlahan dan melihat Baekhyun yang tengah duduk di tempat tidur dan menatapnya dengan senyum yang selalu diberikan untuknya, namun saat melihat senyum hyung nya hatinya Jungkook serasa teriris karena dibalik senyum milik Baekhyun terdapat masalah yang ia simpan. Dan Jungkook sebagai dongsaeng sangat tahu mengenai hal tersebut dan ia sudah dapat menebaknya.

"Sudah kubilang berapa kali hyung! Kembali lah menjadi dirimu yang biasa, jangan seperti ini lagi!" Ucap Jungkook dengan kesal.

"Hyung tidak apa-apa kok Kookie, hanya merasa lelah saja saat disekolah tadi hyung memutuskan untuk pulang dan menghubungimu" Ucap Baekhyun membela dirinya.

"BOHONG! Hyung jangan berusaha membohongiku. Kookie sangat tahu kalau ini pasti perbuatan siswa-siswi disekolah itu terutama si Daehyun itu kan ?" Ucap Jungkook dengan nada sedikit marah.

"Hiks.. hiks.. Kookie mohon kembalilah ke Baekhie hyung yang biasa, tidak usah berdandan nerd seperti itu lagi hyung.. hiks.." Ucap Jungkook yang akan menangis.

/Grep/

Baekhyun yang mendengar isakan Jungkook, mulai mendekat dan memeluk dongsaeng nya itu dengan penuh sayang. Mencoba menenangkan Jungkook dengan mengelus surai hitam dan mengelus punggung dongsaeng nya dengan pelan. Ia yakin dengan cara ini Jungkook pasti akan tenang, memang cara ini lah yang selalu ia gunakan bila Jungkook tengah menangis dan hasilnya Jungkook kini membalas pelukan Baekhyun dan menghentikan isakannya.

Baekhyun sangat yakin bila Jungkook sedang dalam kondisi seperti ini maka sifat manjanya akan muncul. Dan sekarang bisa dilihat Jungkook kini tengah duduk dipangkuan Baekhyun dengan menyandarkan punggungnya pada dada Baekhyun. Tentunya Baekhyun akan terus mengelus rambut Jungkook sampai Jungkook tertidur dalam pangkuannya.

"Hyung… Kapan hyung akan berhenti berpenampilan seperti itu ?" Tanya Jungkook yang kini menyamankan posisi duduknya dan menyandarkan kepala kembali.

"Beri hyung satu kesempatan lagi. Jika hyung sudah tidak kuat lagi maka saat itu hyung akan kembali seperti diri hyung yang sesungguhnya. Kookie bisa menunggu kan ?" Jawab Baekhyun dengan memberi keyakinan pada setiap kata-kata yang ia ucapkan.

"Ne hyung. Kookie akan menunggu" Ucap Jungkook dengan menggengam tangan Baekhyun.

Ntah sudah berapa jam namun hyung dan dongsaeng ini tidak merubah posisi mereka sama sekali, mereka melewati waktu mereka bersama walau hanya bercerita dan saling bercanda. Bagi mereka moment ini sudah lama tidak mereka lakukan semenjak Baekhyun memasuki Yongsang Senior High School dan berpenampilan nerd.

"Hyung, kapan mau mengantarku lagi dengan mobil sport mu ?" Ucap Jungkook dengan manja.

"Ah, mobil itu sudah lama tidak hyung gunakan rupanya. Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan ? Sudah hampir dua tahun hyung tidak pernah keluar rumah"

"Benarkah hyung? Yeay! Kalau begitu Kookie membeli keperluan buat besok dulu ya"

"Ne Kookie, hyung akan memanaskan mobil sport hyung dulu. Dan meminta Lay hyung untuk membawanya ke tempat service"

Baekhyun yang melihat Jungkook begitu antusias kini merasakan perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan, perasaan akan membuat Jungkook untuk selalu tersenyum dan bahagia. Ia menyadari bahwa hampir dua tahun ini ia tidak membuat Jungkook tertawa ataupun mengajaknya jalan-jalan lagi seperti dulu. Yang ia lakukan hanya membuat Jungkook bersedih dan marah saat melihat dirinya pulang dengan keadaan berantakan karena bully-an dari semua siswa maupun siswi terutama dari Daehyun.

"Sebentar lagi hyung akan kembali seperti dulu, kau tunggulah Kookie" Ucap Baekhyun sendu.

"Dan lusa gelang ini akan kukembalikan padanya saja karena ini bukan milikku dan kuyakin Kookie juga tidak akan menerimanya" Ucap Baekhyun yang mentap gelang yang diberikan oleh Daehyun, sesungguhnya Baekhyun tidak ingin melepaskan gelang ini namun ia harus melakukannya.

"Sudah lah, sebaiknya aku menyiapkan mobil yang sudah tersimpan lama dan meminta Lay hyung membawanya ke tempat service untuk besok kugunakan jalan-jalan bersama Kookie. Walau besok aku dan Kookie harus izin yang terpenting membuat dongsaeng ku satu-satunya bahagia lagi" Ucap Baekhyun yang kemudian keluar kamar untuk mencari Lay.

-,

-,

-888888-

-,

Jungkook kini tengah berada di supermarket yang dekat dengan rumahnya tentu saja ia kesini dengan diantar oleh supirnya karena tidak mungkin ia membawa belanjaan yang ia beli untuk keperluannya besok bersama hyung nya, Baekhyun.

"Akh, apa yang harus kubeli ya ? Hmmmm…" Gumam Jungkook yang berdiam diri di rack yang berisikan snack-snack di setiap barisnya.

"Ah ha! Baekhie hyung kan suka strawberry, sebaiknya kubeli beberapa makanan yang mengandung strawberry dam tentunya makanan yang lain biar tidak dimarahi Baekhie hyung" Ucap Jungkook yang kemudian mengambil beberapa snack dan minuman yang ia butuhkan untuk besok.

"Hai, Jungkook! Ternyata kau disini. Bagaimana keadaan Baekhie hyung ?" Ucap Sehun

"Hai juga Sehun, hyung ku baik-baik saja kok. Sekarang kondisinya sudah membaik dan besok aku akan izin karena besok aku dan hyung ku akan jalan-jalan" Ucap Jungkook dengan begitu antusias.

"Benarkah ? Enak sekali kau tidak masuk. Mana besok aku harus menyerahkan tugas yang diberikan Sin Songsaenim gara-gara kau tidak membangunkan ku Kookie!" Ucap Sehun lesu walau diakhirnya diberi penekanan karena ternyata ia ketahuan tertidur dan Jungkook tidak membangunkannya.

"Seenaknya aja, kau aja yang tidur kayak orang mati. Aku sudah membangunkanmu berkali-kali sampai wajahmu kutusuk-tusuk pakai jangkar ku tahu.. hahahah"

"Masa sih ? Tapi aku tidak merasakan apapun. Eh tunggu ? Kau bilang menusukku pakai jangkar milikmu ? Kyaaaa! BYUN JEONG GUK! MATI KAU DITANGANKU!" Ucap Sehun dengan sedikit berteriak.

"Hei hei aku kan hanya bercanda, lagi pula wajah jelek begitu tidak apalah kalau ditusuk-tusuk pakai jangkar lagi pula tidak ada yang menyukaimu ini. Hahahaha…."

"Seenaknya saja kau ini! Begini-begini wajah tampan ku ini banyak yang tergoda tahu" Ucap Sehun membanggakan wajahnya yang tampan.

"Ne ne ne Sehun. Ya ya Kau ini merupakan siswa paling tampan disekolah Yongsang Junior High School" Ucap Jungkook dengan memutar mola matanya malas.

Jungkook dan Sehun yang terus berbincang sampai mereka selesai berbelanja namun Jungkook tidak menyadari ada sosok namja yang melihat mereka dengan tatapan marah karena seperti sedang dipermainkan. Dan saat berbalik Jungkook sempat melihat namja yang sangat ia kenal dari seragam dan juga jaket serta model rambut namja tersebut.

"Itu bukan Tae hyung? Apa ia mendengar percapakanku dengan Sehun ? Semoga saja tidak, tapi sebaiknya ku beritahu Baekhie hyung" Ucap Jungkook yang kemudian melangkah menuju mobilnya dan pulang.

-,

-,

-888888-

-,

Kediaman Keluarga Kim (Taehyung)

/BRAAAAK/

Suara pintu yang terbuka dengan kasar di Kediaman Kim langsung membuat seisi rumah termasuk Nyonya Kim yang sedang berada diruang keluarga kaget dan melihat Taehyung, anaknya yang berjalan dengan tatapan marah.

"Anak itu kenapa sih ? Tiba-tiba datang dengan seperti itu" Ucap Nyonya Kim yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Nyonya Kim bukan membiarkan anaknya begitu saja namun untuk saat ini hanya ketenanganlah yang dibutuhkannya dan bila sudah waktunya barulah Nyonya Kim akan bertindak.

/BRAAAAK/

Kali ini, Taehyung menutup pintunya dengan kasar dan menghempaskan tubuhnya ketempat tidurnya. Taehyung hanya menatap langit-langit kamarnya masih dengan tatapan marah.

"Kenapa, kenapa kau lakukan ini Baekhie hyung ? Kau kan tahu aku menyukaimu ?" Ucap Taehyung yang mengusap kasar wajahnya.

"Kenapa kau lakukan ini ? Kenapa kau menyuruh adikmu menyamar menjadi mu ? Pantas saja aku merasa ada yang aneh saat bersama mereka"

/Tok Tok Tok/

"Masuklah eomma, Taetae tahu kalau itu eomma" Ucap Taehyung yang menyadari bahwa itu adalah Nyonya Kim yang tengah mengetuk pintu kamarnya.

Nyonya Kim masuk dengan perlahan dan melihat anaknya tengah tertuduk dengan lesu di tempat tidurnya.

"Ada apa dengan anak eomma yang satu ini ?"

"Tidak ada apa-apa kok eomma"

"Jangan kau coba membohongi eomma mu ini Taetae"

"Baiklah. Kau menang eomma. Ingat kan mengenai Baekhie hyung yang Taetae ceritakan ?"

"Ah namja manis dan cantik itu yang membantumu saat pertama kali masuk Sungha kan ?"

"Ne eomma, tapi ntah mengapa aku sangat menyayanginya tapi kenapa ia tega melakukan ini eomma"

"Melakukan apa sayang ?"

"Dia bertukar dengan adiknya untuk bersamaku. Jika memang ia tidak suka dengan Taetae, kenapa ia melakukan ini eomma"

"Mungkin ia memliki alasan, dan eomma mau menanyakan jika memang mereka berdua bertukar posisi. Apa yang Taetae rasakan ?"

"Ntahlah, saat bersama Baekhie hyung merasakan seperti biasa tapi saat bersama dengan adiknya, Jungkook Taetae merasakan sesatu yang aneh"

"So bisa eomma tebak sekarang. Cobalah berfikir mana perasaanmu sesungguhnya apakah benar atau tidak perasaanmu itu Taetae" Ucap Nyonya Kim yang kemudian pergi meninggal Taehyung terlihat diam karena mendengar perkataannya.

"Benar atau tidak perasaanku ini ?" Batin Taehyung yang tengah berfikir karena perkataan eomma-nya.

-,

-,

-888888-

-,

Sungha Senior High School

Suasana kelas begitu mencekam karena kini seluruh penghuni kelas sedang merasakan hawa yang berbahaya tersebut, hawa itu berasal dari Daehyun. Dalam hal ini, tidak ada yang berani menegur Daehyun anak dari pengusaha tersukses dan donator terbesar dari sekolahnya ini termasuk sahabat-sahabatnya.

Sudah dua hari, Daehyun terlihat sangat marah karena sosok yang ia cari Byun si miskin tidak terlihat dan kemarin ia berani melarikan diri darinya padahal ia harus memberi perhitungan perihal gelang yang itu.

"Aku sangat yakin, kalau dia mengambil gelang itu. Dasar miskin beraninya kau mencuri gelang pemberianku untuk Jungkook" Batin Daehyun.

"Sangat tidak mungkin gelang itu ada yang lain karena gelang itu kepesan khusus dan aku sendiri yang menggambar desain gelang itu sendiri mangkanya sangat tidak mungkin bila itu gelang ada yang lain terlebih lagi disamakan barang murahan karena ukiran itu termasuk susah" Batin Daehyun lagi.

"Akan kubuat perhitungan denganmu Byun miskin!"

Daehyun yang benar-benar tidak tahan akhirnya pergi meninggalkan kelas dengan membawa tasnya dan menuju mobilnya begitu saja.

-,

-,

-888888-

-,

Pagi ini, Baekhyun datang dengan ceria kesekolah dan tetap menggunakan dandanan nerd nya namun senyum diwajahnya sedikit pudar karena saat ia menyapa Taehyung tapi tidak direspon oleh Taehyung malahan Taehyung langsung berlalu begitu saja kekelasnya.

"Apa benar dia melihat Jungkook waktu itu ? Bila ia aku harus memintaa maaf dan menjelaskan hal ini"

Baekhyun yang melihat hal tersebut merasakan perasaan bersalah dan setelah itu ia hanya berjalan dengan menunduk sampai ketika ia menabrak seoarang siswi.

"Yak! Kalau jalau lihat-lihat dong miskin! Lihat gara-gara mu sepatu baru ku yang mahal ini jadi kotor! Sekarang bersihkan sepatuku dengan lidahmu! CEPAT!"

"Ta-tapi…"

"Tidak ada tapi-tapian. Cepat lakukan!"

Jujur saja Baekhyun sangat jijik bila harus melakukan hal tersebut dan mau tidak mau ia harus melakukannya. Sunggu ia sudah tidak kuat bila harus seperti ini, dan ia ingin langsung berhenti namun ia urungkan niatnya begitu saja.

Sementara Baekhyun melihat dengan jelas bahwa Taehyung sedang melihatnya yang sedang menjilat sepatu itu dan hanya diam begitu saja. Ia sadar Taehyung benar-benar marah padanya dan ia memaklumi hal tersebut. Baekhyun terus menjilat sepatu siswi tersebut dengan dihadiahi tawa dan ejekan dari siswa-siswi lain sampai pergelangan tangan menyeretnya begitu kasar dan ia sangat tahu bahwa itu adalah Daehyun.

Daehyun menyeret Baekhyun dengan kasar menuju mobilnya dan dengan kasar ia membuka pintu mobilnya dan kemudian memaksa Baekhyun untuk masuk dan saat itu juga semua mata menatap dengan bingung akan apa yang dibuat oleh Daehyun kepada Baekyun.

-,

-,

-888888-

-,

Seminggu sudah berlalu dimana semenjak Daehyun membawa Baekhyun kesuatu tempat dan membuat para siswa-siswi terlihat bungung karena tidak ada kabar akan Baekhyun yang tidak masuk sekolah begitu saja tetapi sehari setelah kejadian itu Daehyun terlihat biasa-biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu.

Banyak yang berfikir Baekhyun pindah sekolah namun teman sekelas Baekhyun ah atau penghuni kelas Baekhyun bilang bahwa nama Baekhyun masih tetap ada di absen kelas dan tidak ada kabar kepindahan Baekhyun dari walikelas mereka.

Pagi ini, suasanan gerbang Sungha Senior High School terlihat ramai dan tentunya banyak perbincangan anatar siswa ataupun sekelompok siswi yang terlihat heboh dengan cerita-cerita mereka. Sampai sebuah mobil sport mewah dengan warna merah masuk kedalam halaman parkir Yonsang SHS dan membuat semua mata terpanah akan mobil sport yang merupakan mobil yang sangat mahal dan hanya ada beberapa didunia bisa berada disekolah mereka.

"Lihat mobil itu kan keluaran terbaru tiga tahun lalu sama seperti mobil Daehyun dan merupakan mobil yang langkah dan sampai saat ini perusahaan yang memproduksinya tidak memproduksinya lagi"

"Siswa baru kah ? Pasti siwa itu sangat kaya layaknya keluarga Jung, mobilnya saja sama seperti mobil Daehyun"

"Setahuku keluarga terkaya selain Keluarga Jung adalah Keluarga Byun. Tapi kudengar anak keluarga Byun masih kelas tiga Junior High School sementara anak sulung mereka sekolah diluar negeri setahuku di Jepang"

"kukira waktu itu pertama kali aku masuk sekolah ini anak Keluarga Byun tapi nya malah orang miskin yang marganya mirip dengan Keluarga Byun"

"Kau benar kukira aku bisa bersekolah dengan dua anak dari dua kelurga terkaya di Korea Selatan tahunya yang satunya hanya namja miskin dari desa yang memiliki marga seperti keluarga Byun"

Seperti itulah bisikan-bisikan dari para siswa-siswi yang melihat mobil sport mewah itu terpakir begitu saja dihalaman sekolah mereka bersebelahan dengan mobil sport milik Daehyun yang sejenis. Sampai pintu mobil tersebut terbuka dan sosok namja manis keluar dengan pakaian seragam seperti mereka dan masuk menuju kelasnya dan tentunya banyak mata yang mentapnya dengan kagum.

"Manisnya namja itu, sepertinya ia siswa baru. Kuharap ia masuk kelas yang sama dengan ku"

"Baru pertama kali kulihat namja semanis itu"

Sementara banyak pujian yang didapatkan namja tersebut hanya dibalas dengan senyumnya yang membuatnya semakin manis dan tentunya langsung banyak siswa-siswi yang langsung ber fanboy dan berfangirl karena hal tersebut.

Namja manis tersebut memasuki kelas yang begitu ramai dan seketika kelas tersebut langsung sunyi dan semua mata menatapnya penuh kagum hingga sampai semua penghuni kelas megernyit bingung karena namja tersebut berjalan menuju meja yang dimiliki oleh Byun miskin julukan dari seisi kelas.

Namja manis itu hanya berdiri dimeja tersebut hingga namanya disebut oleh walikelas dari kelas tersebut.

"Selamat datang Tuan Byun. Sudah seminggu Tuan Byun… Baek… Hyun tidak masuk" Ucap walikelasnya dengan sedikit penekanan dan membuat seisi kelas ternyengit kaget akan nama yang disebutkan oleh walikelas mereka.

"Byun Baek Hyun ? Tuan ?"

"Seminggu ? Ja.. Jangan-jangan kau Byun miskin ?"

"Jaga omongan kalian, Dia Byun Baek Hyun putra sulung dari Keluarga Byun dan merupakan donator terbesar disekolah ini bersamaan dengan Keluarga Jung. Dan ia sudah bersekolah disini dari kelas satu dan ia orang yang kalian siksa selama ini"

"Tii... Tidak Mungkin!"

Bersambung…

-88-

Kini lanjut membawa chapter lima, sepertinya semakin klimaks
dan untuk apa yang akan dilakukan Daehyun kepada Baekhyun akan saya ceritakan di chapter selanjutanya :)
seperti biasa terima kasih untuk TaeKai, darkhyuners shinning, RealDe, Baekhyunniewife, FabMinMin, Enjieee, , dan melinda.
untuk FabMinMin : Maaf ya kalau kurang panjang chap ini tapi jujur nggak bisa bikin cerita diatas 4000 word paling sedikit kurang lebih 2300-an world. soalnya jujur takut nggak nyambung sama ceritanya kalau dibikin panjang-panjang dan kalau dikeluarkan semua idenya ntar kecepetan ceritanya.. hehehe...
sekian terima kasih...