WRONG OR RIGHT COUPLE ?
Author : HanDik
Main Cast : Byun Baek Hyun (Exo), Jung Dae Hyun (B.A.P), Kim Tae Hyung (BTS), Joen Joeng Guk (BTS)
Support Cast : Hyuna (4Minute), Jin (BTS), Lay (EXO), Himchan (B.A.P)
-.
-.
-88888888-
-,
Seminggu sebelumnya….
/BRRUUUUGGHH/
/BRRAAAAK/
Tubuh Baekhyun terjatuh kelantai yang sudah usang dan berdebu, seragamnya yang sudah dekil kini menjadi tambah kotor karena debu-debu yang berada dilantai tersebut. Daehyun yang melihat itu hanya menunjukkan smirk nya, dan meraih kerah Baekhyun kembali dan langsung mendorong Baekhyun kedinding dengan keras.
/BRRUUUUUGH/
"Masih tidak mau mengaku ?" Ucap Daehyun dengan dijawab anggukan oleh Baekhyun.
"DASAR MISKIN! Lihat barang bagus langsung dicuri! Kau pikir aku tidak tahu mengenai gelang itu HAH!" Ucap Daehyun dengan kasar.
"Su.. sudah.. ku... bilang.. Hah hah.. I.. Itu da.. ri.. Appa.. ku" Ucap- Baekhyun yang terbata-bata menahan rasa sakit di rahang dan juga punggungnya.
"KAU PIKIR ITU GELANG MURAH! Itu gelang HANYA ADA SATU DIDUNIA dan kau pikir siapa yang mend-design gelang itu ?" Tanya Daehyun dengan emosinya.
"ITU AKU SENDIRI YANG MEN-DESIGN! Dan itu kupersembahkan hanya untuk BYUN JEONG GUK! Bukan untuk mu BYUN MISKIN!"
/Deg/
"Jadi ia melakukan ini hanya untuk Kookie ? Dan kenapa aku merasa dadaku sesak seperti ini" Batin Baekhyun.
"DAN SATU LAGI! Jangan harap kau akan mendapatkan kedamaian disekolah hanya karena namamu persis seperti anak sulung keluarga Byun. Ingat itu!"
"AAAAAAAARGHHHH" Rintihan Baekhyun karena perutnya ditendang oleh Daehyun menggunakan dengkulnya.
/BRUUUUUGH/
Daehyun yang ingin menghajar wajah Baekhyun kembali namun saat matanya melihat langsung kearah mata Baekhyun ia tidak sanggup melakukannya lagi, dan akhirnya Daehyun menendang Baekhyun yang kemudian melempar Baekhyun hingga tersungkur tidak berdaya.
"Ckckck. Sudah cukup dan gelang ini" Ucap Daehyun yang mengambil gelang tersebut dan langsung memotongnya menggunakan cutter. "Kuberikan kepadamu karena ini sudah tidak berarti lagi" Daehyun kemudian melempar gelang tersebut kearah muka Baekhyun dan bergegas pergi meninggalkan rumah kosong tersebut.
"Satu lagi pesanku! JANGAN PERNAH MUNCUL LAGI DI SUNGHAN SENIOR HIGH SCHOOL LAGI!" Pesan terakhir yang diberikan oleh Daehyun sebelum ia pergi dari rumah tersebut dengan senyum puas.
"Dasar miskin! Gelang begitu aja langsung dicuri dari Kookie-ku, memang gelang itu mahal karena dibuat langsung oleh pengrajin terkenal dunia" Batin Daehyun yang masuk kedalam mobil.
"Tapi kenapa aku tidak bisa memukul wajahnya lagi! Arggh! Padahal aku ingin memukul wajahnya itu! SHIT!"Lanjut Daehyun dengan kesalnya dan langsung melajukan mobilnya.
Sementara Baekhyun yang terkapar dengan lemasnya, matanya kabur dan kepalanya sangatlah pusing namun ia dapat mendengar suara mobil Daehyun yang mulai menjauh. Baekhyun sedari tadi terus menahan rasa sakit yang ia rasakan sampai sekarang akhirnya dirinya mulai menangis karena tidak kuat akan rasa perih yang ada ditubuhnya. Baru pertama kalinya, Baekhyun dihajar seperti ini terlebih lagi oleh orang yang telah membuatnya merasa nyaman beberapa hari ini walau ia hanya menyamar.
Baekhyun sebenarnya dapat melawan dengan jurus Hakpiddo nya namun ntah mengapa semua keahlian bela dirinya hilang begitu saja saat melihat kebencian dalam mata Daehyun tapi ada sedikit kepedihan yang digambarkan oleh mata Daehyun tanpa Baekhyun sadari.
"Hiks.. Hiks.. Kenapa sampai seperti ini ? Aku benar-benar sudah tidak kuat lagi"
"Cukup mereka mem bully ku tapi tidak dengan seperti ini"
"Arghh! Badanku sakit sekali dan bila ini membuatnya puas aku terima yang terpenting…." Ucapan Baekhyun terpotong begitu saja dan mulai tidak sadarkan diri.
-.
-.
-88888888-
-,
Sunghan Junior High School
Suana kantin yang begitu ramai oleh para siswa dan siswi Sunghan JHS yang merasa kelaparan begitu pula dengn Jungkook dan sahabatnya, Sehun.
/TRAAAAANG/
Suara pecahan gelas karena terjatuhnya gelas yang dipegang Jungkook begitu saja, sementara Jungkook hanya menatap heran gelas jus yang ia pegang begitu saja langsung jatuh dan ia mendapatkan perasaan yang tidak enak mengenai sesuatu hal. Dalam pikiran Jungkook terlintas wajah hyung-nya, Baekhyun. Tanpa ambil pikir Jungkook langsung bergegas pergi tanpa memperdulikan seisi kantin dan teriakan penjaga kantin yang meminta ganti rugi.
Jungkook terus berlari dengan smartphone yang terus ia gunakan untuk menghubungi Baekhyun tapi tidak ada jawaban. Ia sudah menghubungi kedua orang tuanya dan seluruh penghuni rumahnya namun semua merasa dalam kondisi yang sangat baik terkecuali Baekhyun yang tidak mengangkat telponnya begitu saja. Ia sangat tahu, bahwa Baekhyun pasti akan selalu mengangkat telpon bila dihubungi saat jam istirahat seperti ini dan sekarang dia tidak mengangkat telpon yang membuat Jungkook semakin panik.
"Arrrgh! Angkat hyung angkat" Gumam Jungkook yang terus berlari menuju atap sekolah karena membutuhkan ketenangan untuk saat ini.
Jungkook terus berada diatap sekolah hingga menjelang istirahat siang dan ia bolos untuk mata pelajaran yang berlangsung karena pikirannya terus tertuju kepada Baekhyun yang tidak mengangkat telponnya sedar tadi.
/Drrrrt Drrrrt/
"…"
"Kenapa Lay hyung ?"
"…"
"Ap—pa ? Bagaimaa bisa ? Apa yang terjadi sama Baekhie hyung ?"
"…"
"Baiklah, Kookie akan segera pulang. Cepat bawa Baekhie hyung ke rumah sakit dan jangan hubungi appa ataupun eomma. Cukup para maid yang tahu"
"…."
/Piiip/
"AWAS KAU JUNG DAE HYUN! Aku tahu semua ini ulahmu tapi untuk saat ini kondisi hyung ku lebih penting!" Ucap Jungkook yang kemudian berlari menuju kelasnya walau masih ada songsaenim yang mengajar namun dengan cepat ia meminta izin pulang karena kondisi hyung nya yang sedang sakit.
-.
-.
-88888888-
-,
Sunghan Hospital
Sudah tiga hari semenjak Baekhyun tidak sadarkan diri semenjak pulang dalam kondisi babak belur dan penuh bercak darah yang menetes dari dagunya karena darah yang mengalir dari pelipisnya dan berbagai luka yang menimbulkan bercak merah pada seragamnya. Yang menemukan Baekhyun ialah para security rumahnya yang begitu terkaget saat Baekhyun keluar dari taksi dalam kondisi seperti itu dan langsung pingsan.
Jungkook pun tanpa rasa lelah dan kantuk terus menemani Baekyun dengan menggengam erat tangannya tanpa pergi meninggalkan ruang rawat hyung-nya. Hanya Lay yang selalu menemani Jungkook dan beberapa maid yang selalu datang untuk mengantar makanan untuk mereka berdua dan melihat kondisi Tuan Muda mereka, Baekhyun.
Lay yang melihat hal tersebut hanya bisa merasa sedih dan terus melayani kedua Tuan Mudanya, menyuapi Jungkook yang tidak mau makan dan membantu Jungkook membersihkan Baekhyun dengan handuk basah.
Jungkook terus berdoa untuk kesembuhan Baekhyun tanpa hentinya sampai hari ini saat ia berdoa ia merasakan pergerakan dari tangan Baekhyun yang ia genggam.
"Lay hyung, cepat panggil Himchan uisa" Perintah Jungkook yang langsung dijawab anggukan oleh Lay.
"Kook.. Kookie" Panggil Baekhyun yang telah membuka matanya dan melihat dongsaeng nya berada didekatnya."Hyung.. Ada dimana ?"
"Hyung sedang berada dirumah sakit, tiga hari lalu hyung pingsan di depan rumah. Apa yang terjadi dan siapa yang mela… ?"
"Permisi, Tuan Jungkook mohon untuk keluar sebentar biarkan saya memerika Tuan Baekhyun" Himchan uisa yang datang kemudian memotong ucapan Jungkook dan memerintahkan Jungkook untuk keluar ruangan.
Jungkook terus berjalan mondar-mandir menunggu pemeriksaan Baekhyun yang dilakukan oleh dokter pribadi keluarganya, Himchan uisa.
/Ceklek/
"Bagaimana keadaan Baekhie hyunguisa ?" Tanya Jungkook langsung sesaat Himchan uisa keluar dari ruang rawat Baekhyun.
"Kondisinya sudah membaik namun masih lemah tapi dia sudah boleh pulang lusa sebelum perban yang menutupi luka nya diganti lagi" Jelas Himchan kepada Jungkook. "Kalau Jungkook mau menjenguk sudah boleh masuk sekarang, tapi jangan membuat keributan didalam ya" Ucap Himchan yang mengetahui sorot mata Jungkook yang melihat kedalam.
"Ah gomawo Himchan uisa" Ucap Jungkook yang kemudian masuk kedalam melihat Baekhyun tengah duduk bersandar pada headboard dengan tersenyum. "Jangan terus tersenyum hyung, sekarang jawab pertanyaanku siapa yang melakukannya"
"Yang melakukannya adalah Daehyun. Tapi hyung mohon jangan melakukan sesuatu padanya biarkan hyung yang akan membalasnya sendiri" Jelas Baekhyun yang melihat raut wajah Jungkook yang terlihat marah.
"Tapi…"
"Tidak ada tapi-tapian, hyung sudah berjanji kan beri kesempatan hyung sekali lagi dan hyung sudah memutuskan akan kembali seperti dulu dan akan membuat Daehyun sedikit menyesal" Ucap Baekhyun dengan santainya.
"Baiklah hyung"
"Mengenai satu hal, tolong bantu hyung untuk menjelaskan perihal mengenai apa yang kita lakukan sebelumnya kepada Taehyung. Hyung tahu dia pasti sangat kecewa"
"Nehyung. Kookie pasti akan membantu hyung. Sebelum itu.. Hehehe.. Kookie kangen hyung" Ucap Jungkook manja yang kemudian memeluk Baekhyun.
"Dongsaenghyung ini mau manja-manjaan ya ? Hahaha. Sini-sini" Ucap Baekhyun yang bergeser untuk menyisakan satu tempat untuk Jungkook naik dan memeluk Baekhyun begitu erat seakan tidak mau kehilangan sosok Baekhyun.
Lay yang melihat itu pun tersenyum karena dapat melihat kedua Tuan Muda mereka tersenyum dan mengabarkan kepada para maid bahwa Baekhun telah sadar dan meminta untuk menyiapkan semua keperluan Baekhyun yang dulu pernah ia simpan.
-.
-.
-88888888-
-,
Kediaman Keluarga Byun (Baekhyun & Jungkook)
Seperti pagi biasanya suasana kediaman keluarga Byun terasa sangat sunyi, semua maid tengah bersiap menyiapkan sarapan untuk kedua Tuan Muda mereka Baekhyun dan Jungkook. Sementara Jungkook sudah duduk di meja makan menunggu Baekhyun yang tengah bersiap-siap dikamarnya, hari ini ia merasa senang karena mulai hari ini ia akan diantar oleh hyung nya untuk kesekolah dan baru akan dijemput oleh supir keluarganya saat pulang.
"PAAAGIIII SEMUA!" Ucap Baekhyun dengan ceria.
"Pagi Hyuu.."
"Pagi Tuan Mud…."
Semua yang menyapa Baekhyun tidak hanya Jungkook dan Lay namun semua para maid dan juru masak yang menyapa Baekhyun terhenti karena terpesona melihat penampilan Baekhyun yang sudah berubah atau lebih tepatnya sudah kembali seperti dulu lagi, menjadi Baekhyun yang stylist, manis dan ceria.
"Hyuuuuuuuung!" Ucap Jungkook yang berlari dan memeluk Baekhyun dengan senangnya. "Sudah lama Kookie tidak melihat hyung seperti ini"
"Ne Kookie, mulai hari ini hyung tidak akan membuatmu sedih lagi seperti yang lalu" Ucap Baekhyun yang mengelus surai hitam Jungkook.
"Lay hyung tolong beri tahu para maid untuk membuang semua barang-barang yang tidak kuperlukan itu"
"Baik Tuan Muda. Untuk sarapan hari ini para juru masak sudah menyiapkan makanan kesukaan Tuan Muda Baekhyun dan Tuan Muda Jungkook"
"Jinjja ?" Ucap Baekhyun dan Jungkook berbarengan dan mulai menuju meja makan yang sudah terhidang makanan kesukaan mereka.
Lay dan para maid beserta juru masak melihat mereka berdua dengan penuh kesenangan, pasalnya keceriaan kedua Tuan Muda mereka telah kembali dan membuat mereka semua menjadi senang terlebih lagi tingkah Jungkook yang makan seperti anak kecil dan Baekhyun yang terus membersihkan sisa-sisa makanan yang berada di sekitar mulur Jungkook.
-.
-.
-88888888-
-,
Sunghan Junior High School
Telihat dengan jelas suasana senin pagi yang cerah dan para siswa Sunghan JHS tengah berjalan masuk kedalam lingkungan sekolah dengan teman-teman mereka sampai mata para siswa-siswi tertuju pada mobil sport warna merah yang berhenti tepat didepan gerbang sekolah mereka.
"Wow, mobil itu keren sekali. Aku baru pertama kali melihatnya"
"Benar-benar mobil yang sangat keren! Aku jadi ingin memilikinya"
"Bukankah itu mobil milik putra sulung keluarga Byun ? Apa mungkin hyung nya Jungkook telah kembali kesini"
"Jika itu benar hyung nya Jungkook besok aku harus menitipkan sesuatu kepada Jungkook"
Semua siswa-siswi berbisik-bisik melihat mobil sport merah tersebut dan kebanyakan siswa tingkat akhir yang merupakan teman seangkatan Jungkook mengetahui bahwa itu mobil milik Baekhyun hyung, dan kebanyakan siswa kelas satu dan kelas dua yang tidak mengetahui hal tersebut dan menatap mobil itu dengan rasa kagum.
Tak lama Jungkook keluar dari mobil dan berpamitan kepada Baekhyun dan berjalan dengan melambaikan tangan kepada hyung nya yang masih membuka kaca mobilnya dan semua siswa terperangah melihat sosok namja yang manis didalam mobil sebelum mobil yang dikemudikan Baehyun berjalan menjauh.
"Manisnya dia, ternyata Jungkook sunbae memiliki hyung yang manis dan tidak kalah seperti dia"
"Argh! Aku sekarang tidak hanya menjadi fans Jungkook oppa tapi juga oppa tadi. Aku harus menanyakannya pada Jungkook oppa"
"Manisnya seperti Jungkook sunbae, dua bersaudara yang sangat mirip akan kemanisannya"
"Ternyata memang benar itu Byun Baek Hyun. Nanti aku harus membeli sesuatu dan menitipkannya kepada Jungkook besok!"
"Aku Juga! Baekhyun oppa!"
"Semoga ia masih menyukai strawberry! Akan kubelikan satu dus susu strawberry merk terkenal besok. Baekhyun hyung tunggu saja hadiahku besok"
"Kalau kau susu, aku akan membelikannya seratus keranjang buah strawberry untuknya! Argh! Baekhyun hyung"
Jungkook yang berjalan masuk kedalam hanya dapat menggeleng dengan senyum nakan apa yang diucapkan oleh junior-junior nya dan juga teman seangkatannya. Ia sangat tahu betul bahwa semua teman seangkatannya merupakan fans berat hyung nya yang sangat baik itu dan terlebih lagi ia yakin semua junior nya akan terkagum dengan pesona yang dimiliki oleh hyung nya, Baekhyun.
"Sepertinya aku harus meminta Lay hyung untuk memesankan mobil box besok atau beberapa taksi dan maid untuk membantu membawa yang akan diberikan mereka" Batin Jungkook yang sudah tahu akan apa yang ia terima hari ini dan besok yang mungkin lebih banyak.
"Yooo! Kookie!"
"Aku melupakan yang satu ini. Pasti ia akan membahas Baekhie hyung. Sahabat sejatiku dan yang katanya fans nomor satu Baekhie hyung, Oh Se Hoon" Batin Jungkook.
"Kau tadi diantar oleh Baekhie hyung? Dia sudah kembali kah menjad dirinya yang dulu ?" Tanya Sehun dengan antusias. "Bila ia aku sangat senang! Walau saat dua tahun sebelumnya ia memutuskan untuk seperti itu tapi tetap saja manis bagiku dan sekarang ia lebih manis! Baekhie hyung!" Ucap Sehun yang terlihat antusias.
"Benarkan ? Mulai deh lebay nya si Sehun. Hadueeeh. Tapi aku lebih suka seperti ini melihat banyak yang menyukai Baekhie hyung" Batin Jungkook.
"Yayayaya.. Kau mau menitipkan apa untuknya ? Biasanyakan kau sangat rajin menitipkan sesuatu untuk Baekhi hyung saat kelas satu dulu"
"Hmmm.. Apa ya ? Biar kupikiran dahulu. By the way Kookie, aku sangat yakin mulai siang ini, saat makan siang kita akan terganggu lagi seperti dulu-dulu"
"Itu kau tahu Sehun, tak apalah sekali-kali yakan eh iya Tao sama Zelo belum datang ya ?"
"Kau kayak tidak tahu mereka saja yang suka telat. Hahaha…"
"Kau benar juga Sehun, ya sudah sebaiknya kita kekelas sekarang"
Jungkook hari ini merasa sangat sempurna karena bisa kembali seperti dulu dan juga ia akan mulai pulang dengan memvawa banyak hadiah untuk hyung nya dari semua siswa-siswi disekolahnya, baginya ini tidak membuat ia kerepotan karena ia sangat menyayangi hyung nya, Baekhyun
-.
-.
-88888888-
-,
Sunghan Senior High School
Baekhyun kini tengah memarkirkan mobilnya tepat disebalah mobil sport milik Daehyun yang persis seperti mobilnya. Ia dapat melihat siswa-siswi Sunghan SHS melihat kearahnya dengan pandangan penuh kagum yang dulunya mereka selalu memberikan tatapan menjijikan kepadanya namun untuk sekarang Byun Baek Hyun telah kembali ke jati dirinya.
"Mari kita lihat siswa-siswi Sunghan SHS. Kalian sebentar lagi akan terkagum dengan pesona yang kumiliki, yang selama ini kusembunyikan dari kalian" Monolog Baekhyun yang berada didalam mobil sambil melihat sekelilingnya yang tengah membericarakannya. "Dan terlebih lagi kau Jung Dae Hyun, mungkinkah kau akan jatuh kedalam pesonaku ini yang melebihi dongsaeng-ku, Kookie" Lanjut Baekhyun sambil mengeluarkan gelang yang pernah Daehyun kasih saat ia menjadi Jungkook dan diperbaiki olehnya.
"Aku sama sekali tidak tahu kenapa aku harus menyimpan dan memperbaiki ini. Mungkin karena dulu aku sempat terpesona akan sifatmu yang lain" Batin Baekhyun memasukan kembali gelang tersebut dan keluar dari mobilnya.
Baekhyun dapat mendengar jelas apa yang dibicarakan oleh para siswa-siswi Songhan SHS akan dirinya sementara itu Baekhyun membalas setiap orang yang melihat kearahnya dengan senyum dan menujukkan eye smile nya kepada semua orang.
"Dear class, mari kita lihat selanjutnya" Batin Baekhyun yang masuk kedalam kelas yang ia tinggalkan seminggu lamanya.
Baekhyun terus berjalan menuju mejanya dan ia dapat melihat tatapan kagum atas dirinya dan ia dapat melihat dengan jelas dahi mereka yang mengernyit heran karena ia menuju mejanya itu.
"Selamat datang Tuan Byun. Sudah seminggu Tuan Byun… Baek… Hyun tidak masuk" Ucap walikelasnya dengan sedikit penekanan dan membuat seisi kelas ternyengit kaget akan nama yang disebutkan oleh walikelas mereka.
"Byun Baek Hyun ? Tuan ?"
"Seminggu ? Ja.. Jangan-jangan kau Byun miskin ?"
"Jaga omongan kalian, Dia Byun Baek Hyun putra sulung dari Keluarga Byun dan merupakan donator terbesar disekolah ini bersamaan dengan Keluarga Jung. Dan ia sudah bersekolah disini dari kelas satu dan ia orang yang kalian siksa selama ini"
"Tii... Tidak Mungkin!"
"Hai semuanya, apa kabar ? Sudah seminggu kita tidak bertemu. Dan terima kasih kalian telah menjadi teman sekelas saya selama dua tahun lamanya" Ucap Baekhyun dengan senyum yang ia buat.
"Si.. siang juga Tu.. Tuan Baekhyun" Ucap seluruh siswa tergagap akan apa yang mereka lihat bahwa selama ini yang mereka tindas merupakan putra sulung keluarga Byun.
"Baekhyun, apa anda mau melaporkan apa yang mereka buat kepada Ayah anda ?" Tanya walikelasnya kepada Baekhyun dan seisi kelas langsung berkeringat dingin karena keluarga mereka tidak ada yang bisa menyaingi keluarga Byun kecuali Keluarga Kim dan Keluarga Jung.
"Aku tidak setega itu songsaenim" Ucap Baekhyun kepada walikelasnya dan langsung melihat kearah teman sekelasnya yang menggambarkan rasa lega diwajah mereka. "Tapi dengan satu syarat songsaenim. Mereka yang ada dikelas ini tidak boleh memberi tahu bahwa aku adalah Byun si Miskin kepada seluruh siswa-siswi di Sunghan SHS ini dan bila sampai mereka memberi tahu akan ada balasannya. Cukup kalian bilang bahwa saya putra sulung keluarga Byun yang pindah dari Jepang bila kalian ditanya." Ucap Baekhyun dengan senyumnya dan ditanggapi dengan anggukan oleh isi kelas.
"Baiklah Baekhyun. Apa kalian semua mendengar ?"
"Kami mendengarnya songsaenim. Kami tidak akan memberi tahu mengenai hal ini kepada siapapun tanpa terkecuali seperti yang diminta Tuan Baekhyun" Ucap Jin ketua kelas
"Oh iya satu lagi Jin, tidak perlu memanggilku dengan embel-embel 'Tuan'. Aku bukan Tuan kalian memangnya kalian pelayanku ? Aku ini teman sekelas kalian ingat itu. Dan aku bukan orang yang suka membeda-bedakan orang dari sisi fisik maupun materi jadi, kalau kalian mau berteman dengan ku datang saja tidak perlu melihat financial keluarga kalian. Itu yang diajarkan oleh orang tua ku" Ucap Baekhyun dengan jelas yang langsung ditanggepin oleh anggukan seisi kelasnya yang kemudian langsung menunduk.
"Baiklah kalau begitu khusus hari ini saya tidak akan mengajar, agar kalian tidak merasa canggung dengan Baekhyun, maka saya beri kalian jam pelajaran saya pagi ini untuk lebih akrab terlebih lagi meminta maaf. Kalau begitu saya pergi dulu" Ucap Walikelas mereka yang kemudian pergi.
"Kami semua minta maah Baekhyun, seharusnya kami tidak sepert…"
"Sudah-sudah. Aku sudah memaafkan kalian dan apa itu wajah kalian yang ditundukin seperti itu. Aku ini bukan Tuhan yang harus kalian tunduki, aku ini manusia biasa sama seperti kalian. Sekarang angkat wajah kalian" Ucap Baekhyun yang mulai maju kearah mereka.
"Hey Hyuna, angkat wajahmu. Walau kau ini yeoja yang sombong dan suka pamer tapi tidak ada yang bisa kau pamerkan, walau itu barang bagus dan mahal terlebih lagi itu limited edition karena itu kau beli dari uang orang tuamu. Pamerlah bila kau sudah bisa membeli dari hasil jerih payahmu sendiri walau harganya murah" Suara Baekhyun yang begitu pelan dan halus membuat semua yeoja terlihat murung akan selama ini yang mereka lakukan suka pamer dan Hyuna yang wajahnya diangkat oleh Baekhyun kemudian melihat senyum Baekhyun membuat ia merasa bersalah dan menangis.
"Maafkan aku Baekhyun. Aku memang salah dulu suka pamer akan apa yang aku beli kepadamu dan memaki-maki dirimu yang tidak bisa beli apa-apa" Ucap Hyuna yang mulai menangis.
/Greeep/
Seketika Hyuna merasakan tubuhnya dipeluk dari depan oleh Baekhyun dan kembali menangis dibahu Baekhyun.
"Sudah Hyuna, tidak usah menangis lagi. Ingat lah yang sudah biarkan lah berlalu dan mulailah lebih baik" Ucap Baekhyun yang mengelus pelan punggung Hyuna dan melepas pelukannya dan dijawab anggukan oleh Hyuna.
"Dan kau Jin, walau kau ketua kelas kau harus lebih bersikap adil dan bijaksana kepada seluruh teman sekelasmu bukan hanya memerintah mereka ini dan itu sesuai kehendakmu. Ya mungkin dulu kau suka memerintah karena dulu kau merasa keluargamu lebih kaya dari kami semua namun itu bukan sesuatu yang menjadi andalanmu untuk memiliki kekuasaan dikelas ini"
"Ne Baekhyun. Maafkan aku"
"Nah sekarang kita buat kelas ini lebih baik lagi dari kelas lain. Kalian mau kan kelas ini lebih baik dari kelas lain ?" Ucap Baekhyun yang diangguki oleh seisi kelasnya. "Kalau begitu jadilah lebih baik dan buang sifat kalian yang buruk karena kalian nanti bisa mendapat imbasnya kalau kalian masih bersifat seperti ini" Jelas Baekhyun lagi dan dijawab anggukan oleh teman sekelasnya.
"Sip dah! Kalau begitu mari kita bersenang-senang mumpung songsaenim memberikan waktunya untuk kita. Ada yang punya ide ?"
Baekhyun dan teman sekelasnya kini mulai akrab dan Baekhyun berhasil membuat teman sekelasnya berubah dibanding kelasnya yang dulunya hanya ada kelompok-kelompok kini bisa tertawa dan bersenang-senang dalam satu kegiatan yang mereka lakukan dikelas mereka bersama-sama dan bukan tawa melecehkan saat ia dulu menjadi nerd. Dan untungnya Baekhyun bersyukur bahwa semua kelas di Sunghan SHS merupakan kelas kedap suara.
-.
-.
-88888888-
-,
Baekhyun merasa senang karena ia dapat membuat teman sekelasnya sadar dan sekarang ia berjalan mengelilingi sekolah dan tentunya terus menampilkan senyum andalannya. Namun senyum itu hilang saat ia akan berpapasan dengan Taehyung namun sialnya Taehyung langsung menghindar.
"Baiklah hari ini aku harus menjelaskan kepada Taehyung, sebaiknya aku meminta Jungkook untuk datang ke café biasa dan meminta Taehyung juga untuk datang kesana karena ini harus dibicarakan bertiga"
Selesainya Baekhyun mengetik message untuk Jungkook dan Taehyung ia kembali berjalan sendirian dan tentunya ia dapat mendengar dengan jelas lagi banyak yang membicarakannya bahwa ia putra sulung keluarga Byun yang pindah dari Jepang.
/Bruuuk/
Saat Baekhyun akan berbelok untuk menaiki tangga ia menabrak seseorang yang ternyata Daehyun dan hampir saja Baekhyun terjatuh bila tangan Daehyun tidak meraih tangannya dan juga pinggangnya begitu saja, dan sekarang mata mereka saling bertatapan satu sama lain.
"Jungkook ? Eh bukan. Mungkinkah ini Byun Baek Hyun hyung nya Jungkook yang merupakan siswa pindahan dari Jepang itu ? Dia begitu manis dari pada Jungkook" Batin Daehyun.
"Lagi dan lagi aku harus melihat mata tajamnya tapi mata tajam ini memiliki arti yang berbeda. Ingat Baekie kau tidak boleh terjatuh kedalam pesonanya lagi." Batin Baekhyun.
"Sepertinya kau siswa baru ya ?"
"Ne aku pindahan dari dari Jepang. Namaku Byun Baek Hyun""
"Aku Jung Dae Hyun. Boleh ku tahu kau mau kemana ?"
"Ehmmm. Maaf bisa kau lepaskan terlebih Daehyun"
"Eh Maaf Baekhyun aku tidak tahu" Ucap Daehyun yang melepaskan Baekhyun dalam rengkuhannya dan kini terlihat wajah Daehyun yang memerah akan malu sedangkan Baekhyun menahan rona merah karena degupan jantungnya dan bergegas pergi.
"Eh kau mau kemana ?" Ucap Daehyun yang berteriak sampai Baekhyun menghilang dalam belokan dilorong sekolahnya itu.
"Ada apa dengan ku ini ? Kenapa saat melihat matanya aku seperti merindukan sesuatu, padahal aku baru bertemu dengannya pertama kali dan perasaan ini. Apa mungkin aku menyukainya pada pandangan pertama ? Aku menyukai hyung nya Jungkook ? Mungkin aku harus mengejarnya karena Jungkook tidak memberi respon padaku. Kalau adiknya tidak dapat maka kakaknya harus kudapatkan. Mungkin ia cocok denganku dan perasaan ini" Ucap Daehyun percaya diri.
"Untung Byun miskin itu sudah pergi dan sekarang Byun yang asli muncul. Yeah! Dua keluarga terkaya sekarang berada disekolah ini eh tiga deng sama Keluarga si bocah itu" Ucap Daehyun yang kemudian pergi.
Sementara Baekhyun terus berjalan dengan pelan karena ia sudah cukup lelah berlari meninggalkan Daehyun.
"Kau tidak boleh seperti ini Baekhie, ingat kau harus bisa membuat Daehyun menyesal" Gerutu Baekhyun yang kemudian kembali berjalan.
-.
-.
-88888888-
-,
Kyungsoo's Cafe
Jungkook kini tengah berada di café langganan ia dan Baekhyun, sudah lama sekali ia tidak mengunjungi cafe ini bersama dengan hyung nya dan tentunya ia sedang berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Taehyung yang sebenarnya ia menemani Baekhyun untuk berbicara dengan Taehyung.
Sementara itu, Taehyung yang sudah sampai memarkirkan motor miliknya dan masuk kedalam café dan duduk dimana ada meja yang kosong walau sebenarnya ia mengetahui nomor meja yang sudah diberitahukan oleh Baekhyun namun ia berniat menunggu Baekhyun disini sampai datang.
"Kau harus menjelaskan ini semua hyung sesuai message yang kau kirimkan kepadaku" Batin Taehyung.
Jungkook dan Taehyung duduk dalam posisi berlawanan dimana Taehyung duduk dekat pintu masuk dan Jungkook duduk di paling ujung sesuai meja pesanan Baekhyun sampai lagu kesukaan mereka diputar dan mereka menyanyikan bagian favorite mereka.
Taehyung & Jungkook – Caffe Shop
(Original Song : B.A.P – Caffe Shop)
Jungkook
Achim haessare nuneul tteugo
(Ku buka mataku menuju cahaya matahari pagi)
Haendeupon sigyereul bogo
(Kulihat jam di HP ku)
Eoje junbihan oseul ipgoseo
(Ku pakai baju yang ku taruh semalam)
Seodulleo jibeul naseojyo
(Dan dengan cepat keluar menuju pintu)
Taehyung
Maeil jeulgyeo deutdeon noraereul, Honja heungeolgeorigo
(Sendiri, ku senandungkan lagu yang kusuka dengarkan tiap hari)
Iksukhan i bilding saireul, Honja geotgoitjyo
(Sendiri, kuberjalan diantara bangunan yang sama)
Jungkook
Monday, tuesday, everyday…
(Monday, tuesday, everyday…)
Geureokjeoreok nan jaljinae
(Ku bisa, dan ku baik-baik saja)
Taehyung
Chingudo manhi mannago
(Ku bertemu dengan banyak teman)
Yojeumen utneunildo manhajyeosseo
(Hari ini banyak hal yang membuatku tertawa)
Jungkook
Summer, winter, spring & fall
(Summer, winter, spring & fall)
Siganeun ppalli ganeunde
(Waktu berjalan begitu cepat)
Taehyung
Wae naneun jejarieseo
(Tapi mengapa ku masih ditempat yang sama)
Neol gidarineunji
(Menunggumu?)
Jungkook
Neowa gadeon keopisyop
(Coffee Shop yang biasa kita kunjungi)
Uri dulmanui keopisyop
(Coffee Shop kita)
Taehyung
Ni hyanggiga naneun igoseseo, Meonghani anjaisseo
(Dengan hampa ku duduk disini, dimana kubisa mencium aromamu)
Jungkook
Ajik itji motaeseo
(Ku masih tak bisa melupakanmu)
Uri gieogi namaseo
(Kenangan kita masih berbekas)
Taehyung
Nado moreuge tto beoreutcheoreom
(Jadi tanpa terasa, seperti sebuah kebiasaan)
Yeogi wanneunji molla
(Ku datang kesini)
Taehyung
Challanggeorineun ni meoritgyeol
(Rambut lembutmu)
Sae hayan t-shirts & sneakers
(Kaus putihmu dan sneaker)
Saechimhan georeumgeori
(Jalan malu-malu mu)
Kkumsogeseo neol bojiman ijen seolleji anha, girl
(Ku melihatmu di mimpiku tapi itu tidak membuat hatiku berdegub lagi, girl)
Jjinhan keopihyangi sarajideusi
(Hanya seperti bagaimana aroma kopi yang kuat menghilang)
Neon huimihaejyeotji mudeomdeomhaejin keugi
(Kau telah memudar, ku menjadi tak berbeda)
Amureochi anke georeoon i coffee shop
(Ku benar-benar baik seperti saat ku berjalan menuju coffee shop ini)
Iksukhae, ni momeseo nadeon i kyaramel hyang right?
(Ku terbiasa, aroma caramel yang datang dari tubuhmu, right?)
Jungkook
Monday, tuesday, everyday…
(Monday, tuesday, everyday…)
Geureokjeoreok nan jaljinae
(Ku bisa, dan ku baik-baik saja)
Taehyung
Bameneun jamdo jal jago
(Ku tidur nyenyak di malam hari)
Seulpeun yeonghwado nunmureobsi jal bwa
(Ku melihat film sedih tanpa menangis)
Jungkook
Summer, winter, spring & fall
(Summer, winter, spring & fall)
Modeunge byeonhae ganeunde
(Semuanya telah berubah)
Taehyung
Wae naneun jejarieseo
(Tapi mengapa ku masih ditempat yang sama)
Neol gidarineunji
(Menunggumu?)
Jungkook
Neowa gadeon keopisyop
(Coffee Shop yang biasa kita kunjungi)
Uri dulmanui keopisyop
(Coffee Shop kita)
Taehyung
Ni hyanggiga naneun igoseseo, Meonghani anjaisseo
(Dengan hampa ku duduk disini, dimana kubisa mencium aromamu)
Jungkook
Ajik itji motaeseo
(Ku masih tak bisa melupakanmu)
Uri gieogi namaseo
(Kenangan kita masih berbekas)
Taehyung
Nado moreuge tto beoreutcheoreom
(Jadi tanpa terasa, seperti sebuah kebiasaan)
Yeogi wanneunji molla
(Ku datang kesini)
Jungkook
Neoege oneul haruneun eottaenneunji mutgo sipeo, Aju gakkeum
(Kadangkala, ku ingin bertanya padamu bagaimana harimu hari ini)
Ijen neukkihan paseutado nan jal meongneunde
(Sekarangku ku bisa makan greasy pasta)
How about u? Ajikdo pikeureun mot meongneunji
(How about you? Apa kamu masih tak suka acar?)
Chacheum iksukhaejineun neo eomneun sarmdo kkwae gwaenchanha
(Aku sebenarnya terbiasa hidup tanpamu, ini lumayan baik)
Ni sosigedo useumi najyo
(ketika mendengar tentangmu ku bisa tertawa sekarang)
Haessal gadeukhan changgae gidae ieoponeul kkyeo
Nan oneuldo
(ku bersandar membelakangi jendela terang dan memakai earphoneku
lagi hari ini)
Jungkook
Neowa gadeon keopisyop
(Coffee Shop yang biasa kita kunjungi)
Uri dulmanui keopisyop
(Coffee Shop kita)
Taehyung
Ni hyanggiga naneun igoseseo, Meonghani anjaisseo
(Dengan hampa ku duduk disini, dimana kubisa mencium aromamu)
Jungkook
Ajik itji motaeseo
(Ku masih tak bisa melupakanmu)
Uri gieogi namaseo
(Kenangan kita masih berbekas)
Taehyung
Nado moreuge tto beoreutcheoreom
(Jadi tanpa terasa, seperti sebuah kebiasaan)
Yeogi wanneunji molla
(Ku datang kesini)
Tanpa Taehyung maupun Jungkook sadari, mereka berdua bernyanyi dengan sangat merdu sampai dapat didengar oleh seluruh pengunjung café dan tentunya Baekhyun yang sudah berada disana tanpa mereka sadar.
"Ternyata mereka berdua memang cocok, aku harus mendukung mereka tapi gimana ya caranya ? Tapi aku selesain dulu masalah ini" Batin Baekhyun yang langsung menuju meja dimana Taehyung berada.
"Taetae, kau sudah berada disini. Mari kemeja yang sudah kupesankan disana sudah ada donsaengku" Ajak Baekhyun yang langsung diikuti oleh Taehyung.
Baaekhyun, Jungkook dan Taehyung kini sudah berada dalam satu meja dan Taehyung langsung minta penjelasan atas apa yang Byun bersaudara ini lakukan dengan mempermainkan perasaannya. Jujur saja bagi Taehyung ini membuatnya bimbang akan perasaan yang ia miliki karena mengingat perkataan eomma nya yang terus berada dipikirannya 'Apa benar perasaanmu untuknya Taetae ? Jangan sampai kau memiliki perasaan yang salah coba merenung mana yang membuatmu lebih nyaman saat bersama mereka'.
Baekhyun maupun Jungkook terus menjelaskan sampai Taehyung mengerti walaupun mereka berdua benar-benar harus memohon kepada Taehyung terlebih Jungkook sampai memohon kepadanya dengan menghampirinya dan itu membuat Taehyung menjadi gugup setengah mati dan merasakan degupan yang ia rindukan seeminggu ini.
"Baiklah hyung dan Jungkook, aku mengerti kalau begitu tidak ada masalah lagi dan kalian jangan seperti ini lagi"
"Ne Tae Hyung" Ucap Jungkook dengan senyumnya.
"Taetae, mau kah kau membatu hyung mengerjai Daehyun ?"
"Boleh hyung apa rencanaya. Aku juga sudah kesal dengannya"
Baekhyun menjelaskan rencananya dan juga Jungkook ikut membantu dalam rencana ini sampai mereka semua deal akan rencana yang dibuat Baekhyun dan tentunya dengan bantuan ide-ide lain dari Taehyung dan Jungkook.
"Kalau begitu hyung pamit duluan ya, Taetae tolong antar Kookie karena hyung mau membeli peralatan tugas untu besok"
"Baekhie hyung aku ikut!"
"Tidak Kookie, kau biar diantar Taetae saja. Kau harus belajar besok ada ulangan biologi ingat itu, hyung ingat songsaenim mu itu bilang padaku saat menjadi dirimu. Oh iya, Kookie ini credit cardhyung kau pakai buat bayar ya" Ucap Baekhyun yang kemudian bergegas pergi setelah menyerahkan credit card miliknya.
"Selalu saja kalau tugas aku dilupakan" Ucap Jungkook dengan cemberutnya.
"Sudah lah Jungkook, namanya juga Baekhie hyung. Dia kan lebih mementingkan tugas dibanding dirinya"
"kau bena…."
Ucapan Jungkook terpotong saat ia hendak mengambil menu begitu pula dengan Taehyung yang juga hendak mengambil menu yang ingin ia pesan karena lapar tangan mereka saling memegang menu tersebut dan membuat mereka saling bertatapan.
Bersambung….
-888-
Akhirnya Chapter VI realesed juga hehehe..
Jujur saja ini chapter terpanjang saya (mungkin karena tambahan lagu) hehehe..
Btw yang penasaran apa yang dilakukan Daehyun sudah terjawab dong :D
agak nggak tega sih namun diimajinasi seperti itu hehehe...
Untuk Chap ini Daebaek ataupun Taekook moment tidak ada tapi di chap depan insya allah ada :)
dan tentunya saya ucapkan terima kasih untuk yang me review : Enjieee, darkhyuners shinning, nurhasanah. putri . 146, FabMinMin, baekhyunniewife, reny . boice, melinda, RealDae, dan TaeKai
-888888888888888888-
Sebelumnya untuk membalas review :
FabMinMin : Duh maaf itu terjadi typo dalam cerita harusnya Sunghan bukan Yonsang tertukar namanya sama cerita satunya -_- tapi sudah saya benarkan dalam ceritanya.. terima kasih sudah mengingatkan :)
darkhyunners shinning : Duh nggak tega bikin badbapy kalau dibikin licik gpp kan :D
RealDe : nistain ? kalau dikerjain balik boleh nggak ? hehhee.. tapi lihat Baekhyun nya mau ngapain Daehyun dulu ya :D
reny . boice : hmmm Karma ya ? boleh tuh hahaha.. untuk itu kayaknya di chap ini Baekhyun menyetujui Taekook :D
nurhasanah . putri . 146 : reaksi Daehyun terpesona kayaknya ? lihat di chap selanjutnya :D eh iya pertanyaanmu maaf saya jawab di inbox ya :D mengenai saya namja atau yeoja :DDD
Enjieee : Reaksi Daehyun kayaknya terpesona.
TaeKai : mulai tegang ceritanya ampe bingung -_-
-88888888-
sekian saya membalas review kalian hehehe..
biasanya saya membalas by inbox tapi karena lagi sibuk jadi nggak sempet balas :( Maaf ya..
Semoga puas dengan lanjutannya ya dan mohon review kembali :)
