WRONG OR RIGHT COUPLE ?

Author : HanDik

Main Cast : Byun Baek Hyun (Exo), Jung Dae Hyun (B.A.P), Kim Tae Hyung (BTS), Joen Joeng Guk (BTS)

Support Cast : Lay (EXO), Jin (BTS)

-.

-.

-88888888-

-,

BOOK STORE

Daehyun dengan malas mengendari mobil sport hitamnya menuju sebuah Book Store yang dekat dengan rumahnya karena ia mesti membeli beberapa buku referensi yang ia butuhkan untuk tugas-tugasnya. Yang membuat dirinya malas ialah bukan karena membeli buku tersebut tapi Kwon Songsaenim wali kelas 2-A yang merupakan guru biologi nya itu akan membuat kinerja kelompok tapi bukan hanya itu saja karena teman satu kelompoknya akan dibagi dari kelas dua keseluruhan dan pengumuman kelompok akan diberitahu minggu depannya.

Sejujurnya Daehyun merupakan murid yang pintar namun ia membenci tugas kelompok karena ia harus mengerjakannya bersama teman sekelompoknya, dirinya lebih suka mengerjakan tugas itu seorang diri karena lebih tenang dan tidak berisik dibanding bersama-sama.

"Itu bukannya mobil milik Baekhyun ya ? Jadi dia kesini juga ? Mungkin dia juag mencari buku referensi untuk tugas biologi itu. Semoga aja dia teman sekelompokku itu kan kalau iya aku jadi semangat"

Tujuan Daehyun yang sebelumnya mencari buku kini berubah, ya tujuan utamanya kini adalah mencari sosok Baekhyun yang berada di toko tersebut. Matanya terus mencari sosok namja yang ia cari-cari sedari tadi dengan menelusuri setiap lorong tersebut. Sampai ia tiba dilorong "Biology"

"Astaga, kenapa aku tidak mencarinya dari awal disini aja kalau tujuannya ternyata sama. Kenapa aku mesti muter-muter setiap lorong dari khusus anak kecil sampai kesini. Bodoh sekali kau Jung Dae Hyun" Ucap Daehyun yang meruntuki dirinya sendiri.

Daehyun berjalan dengan santai dan berpura-pura tidak melihat Baekhyun yang ada disamping dan sepertinya Baekhyun tidak menyadari sosok Daehyun yang berada didekatnya karena sibuk membaca contoh buku yang sudah dibuka oleh pemilik toko untuk sample setiap buku yang dijual. Saat tangan Baekhyun meraih buku yang ingin ia baca selanjutnya, Daehyun dengan iseng ikutan mengambil buku tersebut dan memegang tangannya.

/DEG/

"Tangan ini.. Tangan Daehyun" Batin Baekhyun

"Astaga, halus sekali tangannya" Batin Daehyun

"Jung.. Dae.. Hyun" Ucap Baekhyun yang masih tidak percara

"Ne, ini aku Jung Dae Hyun. Hehehe.. Kau mencari buku buat referensi ya ?"

"Ne, Kwon Songsaenim baru memberi tahu hari ini, padahal aku baru pindah mana dia bilang kelompoknya itu sepasang dengan kelas dua yang lain. Kan aku sama sekali tidak kenal" Ucap Baekhyun yang mempoutkan bibirnya.

"Astaga! Kenapa dia melakukannya, kalau bukan ditempat umum sudah kuculik kau Baek" Batin Daehyun yang masih menetralkan pikirannya.

"Masa kau tidak kenal dengan siapa pun ? Yakin Baek ? Kau kan kenal denganku"

"Oh iya lupa, aku kan kenal denganmu ya ? eh tapi memang kau kelas dua juga Dae ?"

"Aku emang kelas dua Baek, tepatnya kelas 2-B. kau kira aku kelas tiga apa"

"Hahaha.. Lagi tampangmu itu tua sekali.. Hahaha.. 2-B ? berarti kelas kita sebelahan ya ? aku 2-A"

"YAK! Begini-begini aku masih tampan ya. Memang kau, wajahmu itu terlalu imut buat kelas dua.. Haha.."

"Hiks.. Hiks.. kau tega sekali Dae.. Hiks…" Ucap Baekhyun yang berpura-pura menangis.

"YAK! Baek.. Baekhyun jangan nangis ya ? Ini kan ditempat umum"

"BODO! AKU BENCI!"

"Jangan benci aku dong Baek. Ya ya jangan ya" Ucap Daehyun dengan merajuk.

"Hahaha.. kau ini tidak cocok banget Dae buat merajuk. Hahahaha"

"YAK! Kau mengerjaiku ya ?"

"MEMANG!"

"HEI KALIAN JANGAN BERISIK! KALAU MAU BERISIK DILUAR SANA" Ucap seorang penjaga toko tersebut dan langsung membuat mereka berdua kembali diam dengan kesibukan mereka masing-masing.

"Dia kalau lagi diam begini bernar-benar terlihat manis. Sama seperti saat di Elementary dulu. Aku senang dia sudah kembali dari Jepang" Batin Daehyun.

"Ckckc. Kau selalu membuat ulah Daehyun. Tapi tunggu saja sesuatu yang menarik" Batin Baekhyun

-.

-.

-88888888-

-,

KYUNGSOO'S CAFÉ

Jungkook dan Taehyung kini sedang asik menikmati makanan mereka dan tidak ada pembicaraan yang mereka lakukan satu sama lain. Mereka berdua selalu saling melirik satu sama lain tanpa ada yang mengetahui walau sesekali pandangan mereka bertemu dan langsung mereka palingkan wajah mereka berdua.

"Aku benar-benar tidak menyangka bisa makan berdua seperti ini dengan Tae semua karena Baekhie hyung, kan aku jadi bingung mau bicara apa" Batin Jungkook.

"Astaga kenapa jadi awkawk moment begini. Dan jujur saja saat memandang matanya aku merindukan sosok mata itu" Batin Taehyung

"Jungkook / Tae hyung" Ucap mereka berdua berbarengan yang ingin mencoba menghilangkan kecanggungan mereka sedari tadi.

"Ah Tae hyung duluan saja"

"Tidak, kau duluan saja Jungkook"

"hyung duluan"

"Kau duluan"

"Baiklah. Aku Cuma mau berterima kasih karena hyung sudah menjaga Baekhie hyung selama ini dan maaf karena sudah membuat hyung kecewa atas rencanaku yang bodoh saat itu"

"Tidak apa-apa kok Jungkook. Aku awalnya juga kecewa namun setelah mendengarkan hal itu aku tidak akan marah lagi sama kalian berdua"

"Benarkah ? Terima kasih hyung. Oh iya hyung mau ngomonng apa tadi?"

"Hmmm.. Apa ya aku lupa.. Hehe.."

"Yah hyung mah gitu" Ucap Jungkook dengan sebal.

"Haha.. Kau ini lucu sekali kalau lagi ngambek begini" Goda Taehyung.

"Bodo Bodo Bodo Bodo Bodo Bodo Bodo Bodo"

"Aigooooo, Byun Jeong Guk sedang ngambek"

"Au ah hyung" Ucap Jungkook yang kemudian pergi karena Taehyung yang terus menggoda dirinya.

"Yak! Jungkook, mau kemana kau" Ucap Taehyung yang mengambil uang dan meletakannya dimeja tersebut dan bergegas mengehar Jungkook yang keluar café.

"Hei! Baekhie hyung menyuruhku mengantarmu" Ucap Taehyung yang berhasil mengejar Jungkook dan menyeret Jungkook menuju parkiran dimana sepeda motornya terparkir.

"Yah, aku bisa pulang sendiri hyung. Lepas -lepas-lepas " Ucap Jungkook yang mencoba melepas cengkraman Taehyung pada lengannya.

"Kau mau aku dibunuh oleh Baekhie hyung ?"

"Biarkan saja hyung"

"Kau ini. Ayo cepat naik dan pakai ini, untung aku selalu membawa dua helm" Ucap Taehyung yang mencoba memakaikan helm pada Jungkook.

"Astaga. Tae hyung dilihat dari dekat begini benar-benar begitu tampan dan sorot matanya yang tajam" Batin Jungkook yang terus mencoba menahan degupan jantungnya dan menelan saliva nya dengan kasar.

"Dilihat dari dekat memang wajahnya manis tapi jujur lebih manis kalau tadi dia sedang sebal seperti itu" Batin Taehyung yang melihat wajah Jungkook dari dekat.

"Sekarang kau peganganyang erat ya Jungkook"

"Memangnya ken… YAK! HYUUUUUUNG! PELAN-PELAAAAAAAAN" Teriak Jungkook seketika saat tiba-tiba Taehyung mengendarai sepeda motornya langsung dengan kecepatan tinggi.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA BYUN (BAEKHYUN & JUNGKOOK)

Jungkook's Room

"YAK! Awas kau Tae hyung. Berani-beraninya mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan seperti itu, dia mau membuatku mati muda apa ? Tidak sadar apa dia membawa manusia nan imut seperti ku ini yang merupakan putra bungsu keluarga Byun. Huuuuu" Ucap Jungkook kesal yang merebahkan dirinya ditempat tidurnya.

"Akibat dia ngebut begitu kan aku jadi harus memeluknya dari belakang. Bagaimana kalau Tae hyung merasakan degupan jantungku tadi ? AAAAAAAAAA"

"Tapi aroma tubuh Tae hyung begitu manly dan menyegarkan, aku jadi merindukan wanginya. Dan punggungnya begitu nyaman saat aku merebahkan kepalaku dipunggug kokoknya itu. Terlebih lagi tanganku tidak sengaja memeluk perutnya begitu erat dan merasakan perutnya yang rata itu.. AAAAAA. Bagaimana ini!" Ucap Jungkook yang semakin frustasi.

-.

-.

-88888888-

-,

Baekhyun's Room

Baekhyun yang tengah mengerjakan tugas sekolahnya kini tengah disibukkan oleh tugas-tugas yang membuatnya semakin pusing karena banyak sekali tugas yang ia tunda selama seminggu itu. Tapi bagi Baekhyun ia harus menyelesaikan tugasnya dengan cepat agar bisa lekas tidur.

"Haaaah.. Tugas ini kenapa begitu banyak sekali ? Aku sampai pusing begini" Ucap Baekhyun yang terus membolak-balikan sebuah buku tugas yang berada ditumpuk paling atas dari setumpuk buku tugas yang harus ia selesaikan.

"Ini semua gara-gara si Daehyun itu. Kalau saja ia tidak memukulku dirumah tua itu, aku tidak akan memiliki tugas sebanyak ini" Ucap Baekhyun yang mendengus mengingat kejadian seminggu lalu dan mengeluarkan kalung yang tergantung sebuah gelang dan ukiran yang di design khusus yang terdapat bekas sisa potongan dikedua sisi yang telah diperbaiki olehnya.

"Tunggu saja Dae, kau akan mendapatkan balasan yang setimpal. Ku yakin kau akan segera jatuh dalam pesonaku ini, tapi jujur aku tidak tega melakukan hal ini. Aku melakukan hal ini agar kau jera Dae" Ucap Baekhyun yang menggengam gelang itu dengan erat.

"Suatu saat kuyakin kau akan berubah, dan saat itu pasti datang. Namun jangan mengemis tentang cinta padaku Dae suatu saat nanti walau sejujurnya aku masih merasakan degupan jantung ini setiap kali aku didekatmu dan mencoba mengusir degupan ini" Baekhyun yang tanpa sadar mengecup gelang itu dan memasukannya kembali.

"Sudahlah aku harus mengerjakan tugas ini, FIGHTING BAEKHIE! Masih ada tujuh buku tugas yang harus kau selesaikan" Ucap Baekhyun yang menyemangati dirinya akan menyelesaikan tugas tersebut.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA KIM (TAEHYUNG)

Taehyung dan Nyonya Kim kini sedang berada diruang makan yang sedang bercanda gurau sementara Tuan Kim memang tidak berada dirumah dari tiga hari lalu karena harus mengurusi kantor cabang yang baru dibuka oleh perusahaannya.

"Taetae, bolehkan eomma bertanya ?"

"Ne eomma. ada apa ?"

"Kau kenapa sedari pulang, eomma lihat terlihat sangat gembira ?"

"Jadi gini eomma, aku dan Baekhie hyung sudah baikan dan terlebih lagi saat itu ada Jungkook, adiknya Baekhie hyung yang dulu menjadi dirinya"

"Aigoooo! Jadi putra eomma sudah bertemu dengan Jungkook ?"

"Apa sih eomma. bukannya mendukungku dengan Baekhie hyung"

"Tapi dari caramu menyebut kata Jungkook berbeda saat menyebut nama Baekhie hyung mu itu. Ingat yang eomma bilang pastikan hatimu itu memilih siapa Taetae"

"Eomma memang benar, Saat bersama Jungkook ntah mengapa merasa sesuatu yang berbeda. Apa mungkin aku mulai menyukai Jungkook ? Yangkutakutkan ialah bila rencana ini berdampak padaku nanti bagaimana ?" Batin Taehyung.

"Ah ne eomma, Taetae mau kekamar ya eomma" Ucap Taehyung yang mulai menuju kamarnya yang berada di lantai dua dengan penuh tanda tanya dalam pikirannya.

"Dasar anak muda jaman sekarang suka sekali bimbang sama pikirannya sendiri dan langsung pergi begitu saja" Ucao Nyonya Kim yang melihat tingkah Taehyung yang bimbang akan perasaannya sendiri.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA JUNG (DAEHYUN)

Semenjak pulang dari toko buku, Daehyun merasa senang karena ia berhasil mendapatkan nomor telpon Baekhyun, jujur saja ia ingin menghubungi Baekhyun namun ia merasa ragu karena takut mengganggunya. Karena saat akan pulang Baekhyun berkata padanya bahwa malam ini ia sangat sibuk karena harus mengejar materi-materi pembelajarannya yang berbeda dengan di Jepang.

"Haaah.. Udah jam sebelas malam apa Baekhyun sudah selesai ya ? Aku mau menghubunginya" Ucap Daehyun yang sedari tadi terus memandangi nomor yang tertera pada smartphone nya itu.

"Akan kucoba mengetik message, kalau dia membalas berarti tuagsnya sudah selesai, tapi kalau dia tidak membalas berarti tugasnya belum selesai" Ucap Daehyun yang mulai mengetik message untuk Baekhyun

To : Baekhyun

Malam Baek, ini aku Daehyun

Apa malam-malam begini aku mengganggumu ?

Sent!

Setelah mengirim pesan itu, Daehyun tidak henti-hentinya memandangi smarphone nya tanpa menolehkan pandangannya dari benda itu. Lima menit telah berlalu, dan sekarang sudah setengah jam berlalu tidak ada notification akan pesan masuk dari Baekhyun yang ada hanya message yang datang dari para operator provider nya.

"Mungkin dia masih mengerjakan tugasnnya atau dia sudah tidur ? Huft. Ternyata perjuangan mendapatkan anak keluarga Byun susah juga" Ucap Daehyun yang bersiap untuk tidur namun tidak tidur karena ada notification masuk yaitu Baekhyun

From : Baekhyun

Maaf Dae, aku baru menyelasikan tugas-tugas yang diberikan songsaenim

Apa kau sudah tidur Dae ?

Daehyun dengan gerakan secepat kilat langsung mengetik untuk membalas message dari Baekhyun.

To : Baekhyun

Tidak apa-apa kok Baek,

Aku belum tidur lebih tepatnya baru mau tidur.. Hehehe..

Sent!

Dan kini posisi Daehyun berubah yang sedari tadi berbaring kini tengah duduk menyandar pada headboard tempat tidurnya.

/drrrt drrrt/

From : Baekhyun

Aigooo Dae!

Kalau kau mau tidur, tidur lah Dae.

Tidak baik tidur malam-malam begini Dae

Aku mau tidur soalnya udah malam Dae

Daehyun yang membaca pesan tersebut merasa pupus sudah karena niatnya ingin dapat saling mengirimkan pesan malah gagal total dan terakhir Daehyun pun mengirimkan sebuah pesan untuk Baekhyun mengucapkan selamat tidur untuknya dan , Daehyun akhirnya memilih untuk tidur karena besok ia masih bisa bertemu dengan Baekhyun.

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA JUNIOR HIGH SCHOOL

Pagi ini Jungkook sama seperti kemarin diantar oleh Baekhyun menuju sekolahnya yang dimana ia sudah sadar bahwa teman seangkatannya yang mengidolakan hyung nya itu pasti sudah datang terlebih dahulu dan itu ternyata benar. Mereka semua teman seangkatan Jungkook kini mulai menyerbu mobil Baekhyun namun dengan cepat Baekhyun melajukan mobilnya, sementara Jungkook yang sudah dapat merasakan hawa tidak enak segera berlari menuju kelasnya dan sesampainya dikelas ia mengirim pesan kepada Lay untuk memerintahkan sepuluh maid dan menyewa beberapa mobil box dan harus sampai dalam waktu lima belas menit lagi.

"JUNGKOOKIE!"

"Hadeuh… Makhluk satu ini lagi pasti dia membawa hadiah untuk Baekhie hyung juga"Batin Jungkook.

"Ne Sehunnie"

"Kau tahu , hari ini aku membawakan apa untuk Baekhie hyung ? Tadaaaaaaa!" Tunjuk Sehun yang mengeluarkan sebuah boneka strawberry berukuran besar sementara Jungkook hanya dapat menggelengkan tingkah sahabatnya yang satu itu.

"Mau ditaruh dimana lagi itu boneka strawberry itu ? kamar Baekhie hyung kan sudah penuh sama boneka.

"Kau taruh barang itu disana dan bantu aku meletakan ini diketiga meja itu karena kurang dari lima menit lagi mereka akan datang" Ucap Jungkook yang langsung diangguki oleh Sehun karena sudah tahu akan apa yang terjadi dalam waktu lima menit lagi.

"KYAAAAA! Jungkook! Aku membawakan hadiah untuk hyung-mu"

"Jungkook, toong terima ini untuk hyung mu ya"

"JUNGKOOOOOOOOOK! Aku membuatkan sebuah cake strawberry untuk hyung mu"

"JUNGKOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOK! Tolong berikan makan siang ini untuk Baekhie hyung ya ? Aku sudah membuat ini dari jam lima pagi"

"Jungkook. Tolong kau bawa sepuluh rak buah strawberry ini untuk hyung mu"

"Aku membelikan sepuluh dus susu strawberry yang berkualitas tinggi"

"Astaga mereka ini masih pagi sudah membuat keributan seperti ini" Batin Jungkook

"Sudah lama aku tidak merasa cemburu seperti ini pujaan hatiku harus memiliki fans seperti mereka" Batin Sehun.

"Baiklah-baiklah, dengarkan aku baik-baik ya. Pertama yang merasa akan memberikan sesuatu berupa makanan mohon meletakannya disebelah kanan, yang akan memberikan sebuah barang tololng letakan di sebelah kiri dan yang memberikan sesuatu yang memiliki sifat benda pecah belah dapat meletakannya tepat ditengah-tengah sesuai dengan papan tersebut dan mohon antri" Jelas Jungkook yang langsung dituruti oleh semua oranh tesebut.

"Tuan muda, semua yang anda butuhkan sudah ada didepan sekolah" Lay yang sudah datang bersama dengan sepuluh maid yang diminta oleh Jungkook.

"Kalau begitu tolong angkut semua ini dan bawa pulang, oh iya untuk makan siang atau sejenis makanan manis tolong Lay hyung serahkan hari ini sebelum jam makan siang ke Baekhie hyung"

"Baik Tuan Muda. Semua silakan bawa semua ini kedalam mobil dan dimohon berhati-hati"

"Baik Kepala Pelayan" Jawab seluruh sepuluh maid yang langsung membawa seluruhnya kedalam mobil.

Sementara Jungkook kini sudah kembali duduk bersama Sehun dimeja mereka berdua yang tengah membahas sesuatu yang sangat penting bagi Sehun namun bagi Jungkook tidak terlalu penting karena Sehun terlihat begitu sangat antusias.

"Kookie, ayolah bilang pada Baekhie hyung ya ? Please"

"Tidak Sehunie, jika kau pergi berkencan dengan Baekhie hyung , aku tahu kau pasti akan langsung mengutarakan perasaanmu"

"Tuh kau tahu. Aku kan baik dan cocok dengan hyung mu Kookie"

"Tapi tetap saja aku tidak mau mempunyai calon kakak ipar sepertimu Hunnie"

"Kalau begitu sekali saja buat aku mengobrol dengan Baekhie hyung ya ?"

"Kau kan sudah sering mengobrol"

"Mengobrol apanya ? Mengobrol saat kau dan aku mengerjakan tugas kelompok itu ?"

"Nah itu tahu"

"Oh NO Kookie! Ayolah Kookie, demi sahabatmu yang satu ini"

"Haish! Baiklah akan kuusahakan terlebih dahulu"

"Ah, Baiklah kalau begitu. Terima kasih Jungkookie"

"Ne ne ne Sehunnie"

Baik Jungkook maupun Sehun, mereka berdua terus membahas hal mengenai antusias Sehun kepada Baekhyun dan tentunya itu membuat seluruh siswa yang ada dikelasnya ikut nimbrung bersama mereka. Dan seketika itu langsung membuat Jungkook pusing, karena mereka semua ingin juga dapat berbicara dengan Baekhyun secara langsung.

"Kalian fikir hyung ku itu bola, bisa digilir buat diajak ngobrol. Ini semua gara-gara Sehun awalnya sih. Huft" Batin Jungkook.

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL

Jam makan siang, merupakan jam-jam yang ditunggu oleh setiap muruh di Songha SHS, karena mereka para siswa-siswi Songha SHS dapat dengan bebas berbincang dengan teman mereka yang berbeda kelas dengan mereka. Seharian ini suasana kelas 2-A tidak secanggung kemarin karena mereka yang berada dikelas tersebut sudah mulai berinteraksi dengan Baekhyun yang sebenarnya Baekhyun lah yang memulai berinteraksi dengan mereka semua.

"Tuan Muda Baekhyun" Ucap Lay yang tengah berdiri tepat didepan kelas Baekhyun dan langsung mendapat tatapan heran dari seisi kelas kepada Lay.

"Ah Lay hyung ada apa ?" Ucap Baekhyun dan tentunya seisi kelas heran kenapa Baekhyun memanggil pelayannya dengan kata 'Hyung' bukan nama langsung seperti halnya mereka.

"Ini Tuan Muda, saya membawakan bekal yang diberikan oleh teman-teman Tuan Muda Jungkook" Jelas Lay dengan langkah santainya masuk kedalam ruang kelas 2-A.

"Aku jadi tidak enak dan merasa direpotkan seperti ini hyung"

"Menurutku tidak Tuan Muda, karena saat saya mengambil barang pemberian dari teman Tuan Muda Jungkook, saya melihat raut wajah mereka sangat antusias dan bahagia dan saya dapat melihat raut wajah senang dari mereka"

"Tetap saja saya jadi tidak merasa enak pada mereka hyung. Kalau begitu, bila besok mereka membawa lagi tolong sampaikan terima kasihku kepada mereka ya hyung"

"Baik Tuan Muda, akan saya sampaikan. Kalau begitu saya pamit dulu Tuan Muda, karena says harus membantu para maid untuk merapihkan semua pemberian yang lainnya dirumah"

"Hati-hati ya Lay hyung" Ucap Baekhyun yang diangguki oleh Lay sebelum pergi.

"Baekhyun, boleh kah kami tahu kenapa kau memanggil pelayanmu itu dengan sebutan 'hyung'?" Tanya Jin yang penasaran.

"Karena sedari kecil baik aku maupun adikku diajarkan untuk memanggil para pelayan kami atau yang bekerja dikediaman kami dengan sebutan 'hyung' atau 'nunna' seperti itu"

"Apa mereka tidak melunjak dipanggil seperti itu ?"

"Tentu tidak Jin, kami sekeluarga sangat menyayangi para pelayan dan seluruh pekerja yang berada dirumah kami dan itu membuat mereka merasa nyaman di kediaman kami" Jelas Baekhyun yang diangguki oleh Jin.

"Baekhyun. Hei kau Jin, kenapa kau pegang-pegang lengan Baekhyun ? Kau tidak tahu kau berada ditingkat yang jauh dengannya" Daehyun yang tiba-tiba masuk kedalam kelas dan melihat Jin yang tengah memegang lengan Baekhyun langsung menatap Jin dengan pandangan meremehkan.

"Ah maafkan aku Daehyun" Ucap Jin yang langsung melepaskan tangannya itu.

"Ada apa ini ? Apanya yang berada ditingkat yang jauh ?" Tanya Baekhyun yang sebenarnya tahu maksud dari Daehyun adalah tingkat kekayaannya jauh diatas Jin.

"Begini Baekhyun, Mereka ini tidak pantas berteman denganmu yang kekayaan keluarga mereka jauh dibawah kekayaan keluargamu. Kau harus pandai memilih teman yang selevel denganmu dan denganku Baek" Jelas Daehyun.

"tapi Dae hal itu tidak boleh, kita semua disini sama. Aku tidak keberatan berteman dengan mereka karena aku tidak melihat dari sisi financial keluarga mereka"

"Tapi Baek…"

"Dan kau ini bukan siapa-siapa ku yang bisa mengaturku untuk berteman dengan siapapun" Jelas Baekhyun yang kemudian beranjak pergi meninggalkan kelasnya.

"Shit! Apa aku salah ngomong ? Kenapa Baekhyun berbeda sekali dengan kami semua, dia persis si Kim satu itu" Batin Daehyun yang kemudian mengejar Baekhyun.

"Baek-Bae-Baek"

"Apalagi Dae ?"

"Kau marah padaku karana yang aku ucapkan tadi ?"

"Tidak, aku hanya kesal dengan cara pemikiran kalian yang seperti itu"

"Tapi itu kan hal…."

"Ah Taetae" Panggil Baekhyun yang melihat Taehyung berjalan menghampirinya dan membuat omongan Daehyun terpotong.

"Mereka udah saing kenal ? kan Baekhyun baru pindah. Sepertinya ada yang aneh ?" Batin Daehyun curiga.

"Ne Baekhie hyung"

"Begini nanti tolong jemput Jungkook ya karena hari ini aku tidak bisa menjemputnya dan para supir keluarga kami sedang membawa seluruh mobil kami untuk di service"

"Tenang saja hyung, aku pasti akan menjemput tunanganku itu"

"Tu-Tunangan ? Jadi bocah Kim ini ternyata Tunangan Jungkook ? Terus kenapa dia melindungi si Byun miskin itu dulu" Batin Daehyun yang kaget karena Taehyung mengucapkan kata 'Tunangan'.

"Ah iya Taetae, kau bilang namja culun yang selalu kau lindungi karena memiliki nama yang mirip denganku berada dikelas yang sama denganku kan ?"

"Ne hyung. Apa hyung sudah bertemu dengannya ?"

"Boro-boro bertemu dengannya, dari kemarin aja tidak ketemu. Apa dia capek karena sudah di bully oleh seisi sekolah seperti yang kau bilang dichat saat aku berada di Jepang ? Siapa sih biang keladinya, tidak berperi kemanusiaan banget. Aku tidak suka dengan orang yang bersifat seperti itu" Ucap Baekhyun dan pada kalimat terakhir membuat Daehyun merasa tertegun dengan yang diucapkan oleh Baekhyun.

"Bagaiman kalau Baekhyun tahu, aku dalang dari pembullyan itu ? Apa benar dia tidak suka dengan seperti itu ? Awas saja kau Kim kalau sampai memberi tahu Baekhyun" Batin Daehyun yang langsung menatap Taehyung dengan tajam.

"Aku tahu arti tatapanmu itu Dae" Batin Baekhyun yang melihat arti tatapan Daehyun yang mengisyaratkan ancaman pada Taehyung.

"Ah aku sampai lupa, kalian sudah saling kenal ?"

"Sudah kok Baek / Baekhie hyung" Ucap Daehyun dan Taehyung berbarengan.

"Syukurlah, oh iya Taetae ini aku mendapat bekal makan siang dari teman sekolah Jungkook. Kau ambil satu ya ? Kau kan tahu aku tidak mungkin memakan ini banyak-banyak"

"Terima kasih hyung. Kalau begitu Taetae pamit sebentar ya hyung" Pamit Taehyung.

"Dae, kau mau menemaniku ke perpustakaan untuk meminjam buku ?" Tanya Baekhyun sesaat Taehyung yang telah meninggalkan mereka berdua.

"Baiklah Baek tapi setelah itu kita ke kantin ya ? Aku kan belum beli makan"

"Kau mau beli makan ? Kau tidak lihat aku membawa enam bekal ditangan kananku ini ? Kau kan bisa makan bekal ini kalau kau mau, lagi pula kau tidak mendengar ya tadi kalau aku tidak mungkin memakan bekal ini seorang diri"

"Jadi aku boleh memakannya ?"

"Tentu saja boleh, yaudah ayo keperpustakaan dan meminjam buku abis itu kita ke taman belakang. Ada kan taman belakang di sekolah ini" Tanya Baekhyun yang berpura-pura tidak tahu mengenai selak beluk sekolahnya itu.

"Baiklah ayo Baek" Ucap Daehyun yang kemudian langsung menggenggam tangan mereka berdua satu sama lain dan menarik Baekhyun untuk berjalan lebih cepat.

"Aku tidak sabar buat makan berdua dengan Baekhyun ditaman belakang" Batin Daehyun yang merasa sangat senang karena bisa makan berdua dengan Baekhyun ditaman belakang sekolahnya.

"Dae-Dae-Dae-Dae. Kau bisa pelan sedikit tidak nanti kita jatuh"

"Tenang tidak akan jatuh kok"

"Ckck kau ini bersemangat sekali Dae" Batin Baekhyun yang mencoba membalas genggaman tangan Daehyun

Semua yang melihat kejadian dimana Daehyun menarik Baekhyun untuk berjalan lebih cepat terlihat ada yang gembira. Siapa yang tidak gembira karena melihat putra dari keluarga Jung dan Byun terlihat saling menggenggam tangan mereka satu sama lain. Ada yang berbisk 'Mereka berdua terlihat sangat cocok ya ?', 'ah memang ya keluarga ternama memang sama-sama cocok', 'Aku mau bikin fans club mereka'. Seperti itulah bisik-bisikan dari para siswa dan siswi Songha SHS yang melihat mereka berdua.

Sementara Daehyun yang terus menggenggam tangan Baekhyun dan merasakan bahwa Baekhyun membalas genggaman tangannya terlihat bahagia karena Baekhyun membalasnya. Oleh karena itu, ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk lebih lama menggegam tangan Baekhyun dengan melalui jalan memutar untuk lebih lama menggenggam tangan yang halus dan putih itu.

Sementara Baekhyun tahu karena Daehyun melewati jalan memutar untuk ke perpustakaan dan terseyum kemenangan. Namun siapa sangka, dibalik senyum kemenangan tersebut Baekhyun terus menahan degupan jantungnya yang selalu muncul dalam kondisi seperti ini.

Mereka berdua terus berjalan berdua, sampai Daehyun tidak melihat tanda bahwa lantai yang mereka lewati tengah dimoping dan membuat Daehyun dan Baekhyun terpeleset karena lantai yang licin itu.

/Deg Deg Deg/

Pandangan mereka saling bertemu dimana Daehyun berada dibawah dan Baekhyun yang berada diatas tubuh Daehyun, karena saat terpleset Daehyun berhasil memutar tubuhnya dan langsung menangkap Baekhyun dengan memeluknya sebelum mereka berdua terjatuh. Sementara Baekhyun hanya kaget karena tiba-tiba saat akan terjatuh dirinya ditarik oleh Daehyun kedalam pelukannya.

"Mata yang tajam ini, sama seperti mata Daehyun pada waktu itu" Batin Baekhyun

"Dia benar-benar sangat manis ternyata bila dilihat dari dekat. Sepertinya aku benar-benar menyukainya"

Bersambung….

Wah, akhirnya lanjut juga cerita ini,

maaf banget saya telat update untuk cerita ini dan saya bener-bener meminta maaf karena nanti dua sampai tiga minggu saya tidak akan update,

namun sebelum itu saya akan mencoba untuk update 'Classical Music', 'Its You' dan 'My Hero'

karena saya mesti menyelesaikan tugas kantor, tugas kuliah dan juga mau ujian jadi sehabis ujian saya baru bisa kembali update :)

Terima kasih untuk review nya :

reny . boice : west, kalau itu bisa dilihat nanti ya :D saya nggak bisa menjanjikan dan masih dirahasiakan :D

riexo : ini udah saya lanjutkan ya :)

Han Yuri MilkHunHan (Yuri Jumma) : Wah jumma nongol disini ? biasanya di BBM :p Daehyun nggak konek karena dulu Baekhyun kan berpenampilan nerd dan saat bertemu dengannya dia menyamar dengan style Jungkook gitu Jumma.

FabMinMin : Belum bisa janji ya hiks hiks.. karena mesti harus bagi dua moment huaaaaaa

melinda : tenang mereka yang tidak tahu hanya dapat memuja Baekhyun tanpa tahu apa-apa :D

Enjieee : Belum tahu klimaks atau belum hehe.. ia Baekhyun punya rencananya sendiri :D

darkhyuners shining : Duh maaf ya belum bisa bales PM, saya udah update kok cuman agak telat,, hehe.. sekarang rame nggak chap ini :D

TaeKai : jadian ngagk ya ? haha.. Taetae masih bimbang tuh kasian :D

azeroleee : wah iya baru keliatan nih, iya gpp kok hehe.. udah dilanjut ya hehe.. yah saya yang buat juga nggak tega di chap V sebelumnya.. ah suka dong pasti si Dae *plak*

Terima kasih juga untuk silent reader :)

Sekian dari saya, terima kasih dan semoga cerita ini memuaskan kalian :)